~Thank you for your comments~

Enjoy YoonHyun moment~ 😀

Seohyun

Sebuah ketukan terdengar di pintu kamarnya.
“Ne?”
Seseorang membuka pintunya.
“Hehe, ini aku,” kata Yoona dengan nadanya yang seriang biasa.
“Ah Yoona unnie.”
“Aku nggak ganggu kan?” tanya Yoona ketika dilihatnya Seohyun sedang merapikan pakaian-pakaian dalam lemarinya.
“Nggak.”
“Kalau begitu,” Yoona tersenyum jahil lalu menjatuhkan dirinya di kasur Seohyun yang sudah terlipat rapi dan berguling-guling di atasnya. “Aku mau berantakin kasur Hyunnie ah~”
Seohyun tersenyum kecil melihat tingkah Yoona. Julukan Im Choding memang pantas untuknya.
“Lihat nih, aku berenang~” kata Yoona sambil menggerak-gerakkan kedua tangannya ke depan lalu ke samping. “Soalnya aku kan nggak bisa berenang jadi kalau di atas kasur aku bisa.”
“Hehe, unnie lucu.”
Seohyun melanjutkan melipat-lipat baju miliknya di lantai dekat lemari.
“Hyunnie, aku penasaran, apa ada orang yang kamu sukai sekarang?”
“Eh?”
“Habis…” Yoona duduk di kasurnya dan memeluk bantal miliknya. “Kamu jadi terlihat makin cantik sekarang.”
“Aww, nggak ah, unnie selalu bilang begitu, tapi menurutku unnie yang lebih cantik,” balasnya tersipu-sipu.
“Benar kok.”
Yoona meletakkan bantal lalu beranjak dari kasur dan mendekati Seohyun.
“Bagaimana kalau kamu coba model rambut berponi lalu rambutmu dikuncir seperti ini?” usul Yoona sambil memegang rambut Seohyun, mengumpulkannya dan mengangkatnya ke atas. “Pasti kesanmu akan jadi lebih manis.”
“Begitu ya? Nanti akan kupertimbangkan.”
“Aku suka rambutmu, rambutmu indah. Dan walau nantinya model rambutmu berubah seperti apa pun, bagiku kau tetap Hyunnie yang sama yang kusukai.”
Mendengar Yoona berkata seperti itu, mendadak Seohyun menjadi salah tingkah. Matanya tak sanggup membalas tatapan Yoona. Sebab wajahnya sangat dekat.
“Hyunnie…”
Tatapan Yoona melembut. Berada dalam jarak sedekat ini membuat jantung Seohyun terasa resah.
“Yoona unnie…?”
Sambil satu tangannya bertumpu di lantai, Yoona mendekatkan wajahnya. Memiringkan kepala dan menempelkan bibirnya di bibir Seohyun.
Seohyun membeku di tempat. Sesaat dia lupa caranya bernafas. Tidak tahu apa yang tengah terjadi sekarang. Melihat kelopak mata Yoona yang menutup dari jarak yang begitu dekat. Dan bulu matanya yang lentik…
Tapi tiga detik berikutnya akal sehat kembali pada dirinya dan dia segera menjauhkan diri dari Yoona.
“Yoona unnie ah! Apa yang kamu…”
“Saranghae…”
“Ne?”
“Saranghae Hyunnie,” ungkapnya sekali lagi.
“Ah? N-ne, nado saranghae unnie,” jawab Seohyun sedikit tergagap.
“Tidak Hyunnie! Cinta yang kumaksud bukan sisterly love!”
Yoona memegang kedua bahu Seohyun.
“Tatap mataku dan kau akan tahu.”
Seohyun menatap ke dalam mata Yoona. Ketika menemukan cinta berpendar di dalam matanya, situasi langsung berubah menjadi canggung. Seohyun memalingkan wajahnya, tidak ingin berada disini lebih lama lagi.
“Mi-mianhae, aku baru ingat ada keperluan.”
Mendengar itu, sesuatu dalam diri Yoona seakan terhenti.
Seohyun buru-buru keluar dari kamar, meninggalkan Yoona yang terpuruk sendirian.

**

“Hahh…” keluh Yoona setelah meneguk birnya.
“Bagaimana kalau kamu berhenti saja? Akhir-akhir ini kamu sudah kebanyakan minum, bahkan aku saja nggak minum sebanyak itu,” kata Sunny.
“Biar! Sekarang aku sedang membutuhkannya. Hanya bir yang mengerti diriku, gluk!”
“Kamu sudah mabuk.”
“Aku nggak mabuk! Jin-jja!”
“Nah, itu tanda kamu memang sudah mabuk. Suaramu jadi meninggi.”
“Aku nggak!”
“Sebaiknya kamu jangan minum terlalu banyak, tidak baik buat tubuhmu.”
Yoona tidak mempedulikan nasehat Sunny, dan terus saja minum melebihi batas yang bisa ditoleransi tubuhnya
“Ada masalah apa? Cerita saja, telingaku selalu terbuka lebar.”
“………………”
“Yoona?”
Bruk.
Yoona terkapar di lantai.
“Yoona?! Ya!” Sunny mengguncang tubuhnya, tapi Yoona tetap tak sadarkan diri.

Terpaksa manajer oppa membawa Yoona ke rumah sakit. Kedelapan member yang lain ikut karena cemas.

“Ya, kau tidak akan percaya berapa banyak gelas yang dihabiskannya akhir-akhir ini. Padahal aku sudah memperingatkannya, tapi dia tidak peduli. Kalau disuruh cerita, dia hanya diam. Pokoknya dia benar-benar tidak seperti Yoona kita yang biasa.”
Begitu pengakuan Sunny kepada tujuh member di depannya.
“Kenapa ya dengan Yoona…” tanya Yuri sambil memandang Yoona yang tertidur di ranjang rumah sakit.
“Kalau ada sesuatu yang membebaninya kan mestinya dia cerita sama kita…” kata Tiffany.
Seohyun diam-diam meremas dadanya. Merasa dialah penyebab Yoona menjadi begini.
“Ya sudahlah. Pokoknya sekarang dia perlu istirahat, jadi kita harus tinggalkan dia sendiri dulu,” kata manajer oppa sambil menyentuh pundak mereka, mengajak mereka semua keluar.
Ketika satu per satu member keluar, hanya Seohyun yang masih berdiri di tempatnya.
“Aku ingin menemani Yoona unnie…” ucap Seohyun lirih dengan wajah mengiba.
Merasa bersimpati padanya, manajer oppa berkata, “Baiklah.”
“Kamsahamnida,” Seohyun sedikit membungkukkan badan.
“Hyunnie, jaga woori Yoona,” pesan Sooyoung sebelum pintu ditutup.
Seohyun mengangguk.
Lambat laun suara langkah kaki mereka semakin menjauh dan tidak terdengar lagi.
Seohyun berjalan ke sisi tempat tidur Yoona. Memandang mata Yoona yang masih terpejam.
“………………”
Seohyun sedikit mengangkat tubuh atas Yoona dan memeluknya.
“Yoona unnie…” desahnya lirih.
Dia tidak mengatakan apa-apa lagi, hanya memeluknya dengan erat. Air mata mulai menggenangi matanya. Dia sadar dia begitu mencintainya. Dia tidak ingin kehilangan Yoona yang sudah menemaninya selama bertahun-tahun ini. Baginya Yoona lebih dari sekedar kakak.
Meski belum siuman Yoona dapat merasakan Seohyun sedang memeluknya. Tubuhnya serasa di awang-awang. Merasa sangat bahagia. Seperti mendapat sayap dan terbang ke atas langit.
Sebuah ketukan terdengar di pintu. Seohyun cepat-cepat melepaskan pelukannya. Dan Yoona merasa tubuhnya bagai dihempaskan ke bumi.
“Seohyun, kamu ada disini?” suara seorang namja menyapanya.
Seohyun buru-buru menghapus air matanya, sebelum namja itu masuk. Dia tidak menyangka akan bertemu dengan namja itu.
“Yonghwa oppa?! Kenapa ada disini?!”
“Kebetulan aku berada disini karena tanganku terkilir. Lalu aku melihat SNSD, tapi aku tidak melihat kamu, jadi aku bertanya kamu ada dimana. Lalu mereka memberitahu kamu ada di ruangan ini.”
“Ohh… lalu tangan oppa tidak apa-apa?”
“Ya, cuma keseleo biasa.”
Tiba-tiba Yoona mengamuk. Meski matanya masih terpejam. Dia mendadak seperti kesetanan. Meronta-ronta di kasurnya.
“Unnie?!”
Seohyun dan Yonghwa kaget. Seohyun segera mendekati Yoona dan berusaha menenangkannya. Tapi kewalahan karena tenaga Yoona lebih kuat.
“Wah! Ada apa dengannya? Biar kupanggilkan dokter, mungkin dia bisa memberi suntikan penenang,” Yonghwa berlari keluar memanggil dokter.
Ketika Seohyun berusaha menahan tangan Yoona tiba-tiba saja dia mengerti. Mengerti kenapa Yoona mendadak jadi begini.
Tidak lama kemudian Yonghwa kembali bersama dengan dokter dan para perawat. Dokter menginstruksi Seohyun untuk menyingkir.
Seohyun merasa tidak tega melihat para perawat itu berusaha memegangi tangan dan kaki Yoona sementara dokter menyuntikkan obat penenang ke lengannya. Hatinya seperti diiris saat melihat ujung jarum yang tajam itu menembus kulitnya. Apalagi Yoona masih meraung-raung berusaha menyingkirkan tangan yang memeganginya, membuat jarum itu terlihat lebih menusuk kulitnya.
Seohyun meringis.
Kelihatannya sakit…

Setelah Yoona kembali tenang, dokter menjelaskan.
“Ini hanya efek samping akibat minuman beralkohol yang diminumnya. Kadang-kadang memang pemabuk bisa jadi liar karena itu.”
Seohyun menatap Yoona dengan penuh kekhawatiran. Melihat ekspresi gadis di sebelahnya, Yonghwa merasa perlu berkata sesuatu.
“Tidak apa-apa, dia pasti akan segera tenang,” hiburnya sambil memegang pundak Seohyun.
Oppa… oppa tidak mengerti… Yoona unnie justru jadi begini karena ada oppa disini… batin Seohyun sedih.
Tentu saja dia tidak bisa mengatakan itu kepada namja yang berusaha menghiburnya.

**

Hari berikutnya Seohyun datang berkunjung lagi. Jadwal kunjungannya lebih lama dibanding rekan-rekan SNSD yang lainnya.
Seohyun duduk di kursi sebelah ranjang Yoona, menatap dengan nanar gadis yang masih terpejam matanya itu. Seohyun menggenggam tangan Yoona, tatapan matanya menyiratkan kesedihan yang sama besarnya dengan rasa cinta.
Dia melihat ada memar di bagian lengan Yoona. Ini akibat disuntik obat penenang kemarin. Dadanya berdenyut nyeri, tapi dia tetap membisu.
“…………………”
Suasana yang sepi lama-lama membuat Seohyun mulai mengantuk. Seohyun menyandarkan kepalanya ke kasur, dengan tangan terlipat di bawahnya.
Ah
Dia melihat sebuah kalung perak di leher Yoona. Kalung hadiah pemberiannya semasa sekolah dulu. Ternyata Yoona masih menyimpan dan menjaganya dengan baik seperti barang berharga. Tangannya bergerak untuk mengelus permukaan kalung itu. Mendadak rasanya ia ingin menangis.
“Hyunnie… kaukah itu…?”
Suaranya lirih hampir tidak terdengar, tapi itu langsung membuat Seohyun terjaga. Dilihatnya Yoona masih belum membuka matanya. Dia menunggu dengan jantung berdebar-debar. Kemudian perlahan-lahan kelopak mata yang ditunggunya itu membuka. Mata mereka pun bertemu.
“Benar kan…” seulas senyum tipis tersungging di wajahnya.
Seohyun diam-diam membatin.
Bagaimana kau bisa tahu ini aku, unnie? tatapan Seohyun seperti berkata seperti itu.
Air muka Yoona melembut.
“Tentu saja aku tahu, Hyunnie, karena aku mencintaimu… tanpamu aku tidak akan bisa hidup… kaulah alasanku hidup…”
Meski suaranya lemah tapi benar-benar tulus keluar dari hatinya.
“Ne unnie… ne…” Seohyun mengangguk sambil meremas tangan. Air mata haru mengalir di pipinya.
“Tidak maukah kamu mengatakannya padaku, Hyunnie…? Meski aku dalam kondisi seperti ini…”
“A-aku…”
Padahal Yoona begitu mengharapkan Seohyun akan balas mengatakan ‘nado saranghae’ tapi entah kenapa lidahnya mendadak jadi kaku. Kata-kata itu seperti sulit terucap di bibirnya. Padahal entah sudah berapa kali dia mengekspresikan rasa sayangnya dengan kata-kata itu.
Air mata mengalir dari matanya yang indah.
Omo! Yoona unnie menangis!
Lagi-lagi aku membuatnya menangis!
“Unnie…” ucapnya lirih.
Ingin rasanya Seohyun menghapus air mata itu. Tapi Yoona keburu memalingkan wajahnya.
“Aku tidak apa-apa, tinggalkan saja aku… kembalilah pada Yonghwa oppamu…”
Hati Seohyun rasanya sakit sekali seperti diiris-iris pisau.
Lalu tendengar suara dari luar yang sepertinya semakin dekat ke kamar mereka berada. Seohyun buru-buru melepaskan tangan Yoona untuk mengusut air matanya.
Pintu terbuka.
“Hai,” sapa suara yang sangat mereka kenal.
“Oppa,” Seohyun bangun dari kursinya untuk menyambut namja itu. “Kenapa datang kesini?”
“Yahh…” Yonghwa menggaruk pipinya dengan tersipu-sipu. Ragu-ragu apakah harus mengatakan yang sebenarnya kalau dia cuma ingin melihat Seohyun.
Yoona terus melihat keluar jendela. Tangannya mengepal di atas kasur.
Seohyun tidak sengaja melihat Yoona yang seperti itu. Dan dia merasa hatinya kembali sakit.
“Oh syukurlah dia sudah baikan, hmm?”
Yonghwa menyadari kejanggalan pada Seohyun.
“Ada apa? Kamu sakit?”
Seohyun menggeleng pelan.
“Mianhae oppa… tapi jebal… sekarang ini aku ingin oppa meninggalkanku sendiri…”
Yonghwa terlihat bingung, tapi akhirnya mengiyakan dan keluar dari sana.
Seohyun kembali ke sisi Yoona.
“Unnie…”
Yoona kembali menoleh padanya. Seolah menjadi orang yang berbeda dibanding beberapa detik yang lalu.
“Senyumlah Hyunnie,” Yoona tersenyum lebar seperti SNSD Yoona yang biasanya.
“Eh?”
“Aku tidak ingin melihatmu sedih.”
Yoona mengangkat tangannya untuk membelai pipi Seohyun.
“Mianhae, aku menyusahkanmu, Hyunnie. Senyumlah, aku ingin melihat senyummu, perlihatkanlah padaku.”
Seohyun memaksakan seulas senyum, tapi matanya masih memancarkan kesedihan. Dia tahu Yoona sedang memaksakan diri dan itu menyakitkan hatinya.
Melihat ekspresi Seohyun, Yoona tertunduk sedih.
“Ternyata aku memang tidak bisa menyembunyikan apa-apa dari kamu ya…”
“Tentu saja, soalnya aku sudah kenal unnie lama. Aku bisa langsung tahu kalau unnie hanya sedang berakting,” Seohyun meremas tangan Yoona. “Jebal unnie… aku ingin unnie bersikap apa adanya di depanku.”
“……….kalau begitu kau tahu Hyunnie… sebenarnya saat ini aku ingin sekali menciummu, tapi mungkin kau akan takut kalau kubilang begitu…”
Seohyun mengusut air matanya, “Lakukan saja unnie…”
Yoona mengangkat wajahnya dan menatap Seohyun dengan sorotan mata tak percaya. Tapi Seohyun hanya balas tersenyum.
Perlahan Yoona mendekatkan wajahnya. Mencium bibir Seohyun dengan lembut. Seohyun memejamkan matanya, merasakan nafas Yoona menerpa wajahnya. Dan jantungnya berpacu di dadanya. Ciuman itu hanya berlangsung tujuh detik, setelah itu mereka saling berpelukan.
“Aku ingin bisa memelukmu selamanya seperti ini…”
“Unnie…” Seohyun mempererat pelukannya di punggung Yoona.
“Aku mencintaimu melebihi siapapun di dunia ini. Aku tidak peduli, asalkan bisa bersamamu, aku rela memberikan apapun itu…”
Seohyun tersenyum haru, “Jangan unnie, aku tidak seberharga itu… karena aku selalu saja menyakitimu…” Seohyun menyandarkan kepalanya di bahu Yoona. “Aku tidak pantas mendapatkan cintamu…”
“Tapi kau pantas Hyunnie! Bagiku tidak ada orang lain selain dirimu!”
Mereka melepaskan pelukan mereka untuk saling bertatapan kembali. Yoona menghapus air mata yang mengalir di pipi Seohyun.
“Saranghae… saranghae Hyunnie…”
“Ne, unnie…”
Seohyun ingin sekali bisa membalas perasaan Yoona. Tapi dia sudah keburu terbangun dari alam mimpinya dengan air mata membasahi bantalnya. Mimpinya terasa menyakitkan seolah begitu nyata.

*~To Be Continued~*

A/N : Karena semua mimpinya sudah, jadi aku bikin poll tentang mimpi member mana yang paling berkesan (di kanan atas blog, bawah search)
diisi ya, mau tahu mimpi member mana yang paling disuka kalau dibandingkan^^
boleh saja kalau mau ngisi karena preference pada pairing tertentu

Advertisements

Comments on: "Cinta Segisembilan (Chapter 15)" (46)

  1. andro_sone said:

    eheeem…
    baca ff kamu dwaktu subuh, saat sendiri menikmati sakit…

    sumpah thor, aku kira bukan mimpi… aku udh t’hanyut dgn cerita.a#plaakkk
    dan ternyata…
    seohyun mimpi…
    aigoooo…
    you break my heart thor…
    hehehe…

    dtunggu selanjut.a thor…
    hwaiting

  2. annyeong,,,

    ini beneran,seo cuma mimpi??tapi koq aq berasa kaya nyata ya,.
    dan untung mimpi’ny ggag berakhir dgn tragis..
    DAEBAK!!!

  3. TaeNy4Ever said:

    Wlupun udah tau itu mmpi,tpi ttp aja bkin sedih…

    Hyunie nya knpa ga’ lngsung trima Yoong aja…jdi ga’ tga liat Yoong kyak gitu…*yaah wlupun cma dlm mmpi Hyuniecpat di lnjt thor…Hwaiting

  4. pupupuputtt said:

    Akhirnya cerita mimpi semua member tamat juga 😀

    Seohyun pas bangun tidur, cepat temui yoona ya! jawab cintanya langsung aja di dunia nyata! kan di mimpi tadi ga sempat. muehehe

    bagus thor \:D/

  5. kayakmya cu,a mimpi hyunnieb yang paling manis,,,, yang lainnya horoooorrrrrrrr…..

  6. Cuma mimpi seohyun yang ujungnya ga mati dan bedarah darah ya kayanya bagus thor so sweet ini mimpinya
    Berarti chapter depan masuk dunia nyata lagi ya?
    Lanjut thor semangat

  7. Asyikkkk akhirnya YoonHyun-nya kluar juga.^^ Endingnya juga gak tragis kayak unnie2-nya. Klo tragis lagi mah kasihan juga tuh si Yoong dapat peran gak enak trus.^^
    Kasihan ama Yoong yang pas bagian serasa sudah dapat sayap n terbang ke angkasa, eh pas YongHwa datang langsung berasa dihujamkan ke Bumi. Terus terang aku juga sama reaksinya pas baca, tadinya sudah senang2 nikmatin YoonHyun moment, eh si YongHwa main ganggu aja. XD Langsung ngamuk deh si Yoong.
    Padahal aku tadinya mikir pas Yoong ngamuk itu dia bakalan bangun n nonjok si YH ampe sekarat (ngarepnya sih bgitu), trus abis itu Yoong bakalan diamankan, trus tar Hyunnie jadi illfil ama Yoong n simpati ama YH, n berakhirlah kisah cinta YoonHyun dengan Yoong mendekam di penjara n pairing baru YongSeo (klo ini sih bnar2 gak harapin). XD
    Eh, mangnya Hyunnie pernah ngasih Yoong kalung ya? Atau cuma fiksi aja? Soalnya kan ada beberapa fakta yang suka nyelip di FF author.^^

  8. wink(s) said:

    Mang qu nydar nnih mimpi. Tapi, bener dah teharu buanget thor. Ckck
    Hem,, ditunggu thor next ff kmu ma nnih next chapnya. Moga, kagak lama yaw. Heh
    Hem,, kapan giliran dunia nyatanya thor?

  9. MeLLocksmitH said:

    Aq suka mmpi’a seo.. Brakhir dgn manis,, kalo mmpi mmber yg lain kbyakan tragis smua.. Kcuali yg soosun..
    Mimpi fvorit,, yg yulsic dunk.. 🙂

  10. Yeah.. Udh brp chap tntng mmpi aj y??
    Setelah mimpi2 itu ap prsaan mrka akn kmbli sperti smula??
    Ntar alurny jd cpt or lmbat??

    Aq pling suka ma mimpiny TaeYeon..^^

  11. daaaannnn tyt mimpi…..
    aigooo~

  12. Takuma Loper ( LoyalistTrooper ) said:

    hehehe…akhirnya di lanjut juga.aku paling suka mimpi yoona n hyuni,berkesan bangeeettt XP.
    yoona unni merana muluu nasibnya…next chap di tunggu,un XD

    GANBATTE NE~

  13. Miss New New said:

    hmm baca ff ini jadi inget lagi performance-nya seohyun di romantic fantasy mbc (cmiiw)

    Nyanyiin “speak now”
    Wuih terbius aku liatnya
    Kereeen, sedeep menn

    Aku baru liat Seohyun yg seperti ini, auranya dah dewasa gimana gituu
    *Jarang liat performance solo masing2 member soshi sih xP

    Ikutan nyanyi ahh.. I am not the kind of girl
    Who should be rudely barging in
    On a white veil occasion

    Author : BeRISEEEEK!!! Pulang sanaah

  14. duo maknae amng jjang!!!
    suka banget ama ceritanya un.. kek natural.
    hahahaha….
    jempol 9 dah… 😀

  15. wah seneng deh sama mimpinya seo, ceritanya gak sadis dan berakhir tragis kayak member yang lain 🙂
    yoonhyun emang cocoknya dapet cerita yang sweet2 gini, apalagi kalo sifat aslinya dimasukin ke ff kayak yoona yang jail & seo yang polos banget, bikin tambah demen deh bacanya hehehe
    next chap berarti ceritanya mulai dari perasaan mereka yang awal lagi ya?

  16. DeeScorpio said:

    udh nyadar sh ini msh bagian dlm mimpi hehe tapi seru…keren keren keren thor 😀
    ditunggu next chap 😉

  17. Annyeong,,,,
    – – – – –
    Mimpi Hyunnie,tidak mengerikan sperti member laen,,tpi ttep mrasa skit,,,hheh>,<
    – – – – –
    Stelah smuanya sperti ini,bgaimna ya mreka???penasran,,,
    – – – –
    D tunggu Next Chapter nyaaah,,,
    SEMANGAAAAAT

  18. chocofloat29 said:

    i like this moment 🙂

  19. Lah..aku sampai lupa kalau ini mimpi saking terhanyutnya..untung yg di mimpinya si yonghwa yg muncul kalo fany yg muncul galau aku..hehe

  20. MAMAAAAAAKKKK , sumpe ini yoonhyun moment TE O PE , ga terlalu over sweet , tp bsa bkin senyum sndri XD
    aish diantara yoonhyun slalu ada yonghwa , walopun gw suka yongseo tp gw lbh suka yoonhyun , kekeke
    jd kalo mimpi semua udh slse , mrka balik kesemula ? taeng-ppany-seo-yoong-yul-sica-hyo-soo-sun dong ? o.O

  21. nuriiiin said:

    Hmmmmmm… Pngen mimpiin yoona jg deh, pake dicium gt.. Iri sama seohyun.. #eh #salahfokus

    haha untung mimpi trakhir ini g tragis.. G sabar pas mereka smua uda ketemu satu sm lain apa yg akan terjadi 😀

  22. Unniiee, saya kembali.
    Aduh, mianhae yaa unnie udah lama ga mampir akibat tugas semester 1 kemarin menumpuk. Tapi untung bisa dapet juara 😀 *curcol*
    mianhae lagi unnie ga sempet comment di chapt sebelumnya.
    Akhirnya semua mimpinya selesai, ditunggu next chapt nya yaa unnie. Bye bye^^

  23. yh ternyata nii cuma mimpi dari seobaby…arrrgggh teriak frustasi.
    Tapi gak papa ding di mimpi jga kan kissu2an,,,hehe
    Oke di tunggu lanjutanya..

  24. blackpearljess^^ said:

    TelaaaaTtt deh baca ny,, kirain blm update lg hehehee..

    Polling na dmn thor? Dsni aja B̶̲̥̅̊I̶̲̥̅̊S̶̲̥̅̊A̶̲̥̅̊ kn?
    Pling suka pertama mimpi na my blackpearl,,*subyektif bngt* hehee
    Trus klo dr crita ny suka mimpi ny taeng, brasa Bªªãäåηgέ† sedih ny fany d mimpi itu Ɣªⁿǵ mauu donorin darah buat tae,,

    N mimpi na seo d part ini jg bikin sedih, ngegambarin Bªªãäåηgέ† prasaan na yoona Ɣªⁿǵ ngerasa bertepuk sebelah tngn n cemburu ama yonghwa,,

    Chapt 16 udh ga ada mimpi2an kan thor??
    Mdh2an yulsic n taeny moment ny bertebaran d chapt 16,, amiiiiiiiiiiiiinnnnn,,, *ngarep bngttt* kekekeekkkk,,,

    • mgkin tergantung browsernya jg sih, kalau aku pakai Opera yg lama gak bisa muncul pollnya
      akan kuisikan buatmu^^
      chapter 16 udh kenyataan

  25. Nandya Hilda said:

    Huwaaa~
    Sedih bacanyaaa 😥

  26. lee deyeon said:

    Waaah pagi2 dah dbkin nangis ma nih FF..
    Ga tau mau komen apa, heheh..

  27. Selesai juga semua mimpinya. Walaupun bagian Seo unnie nggak panjang-panjang amat 😀
    Ah, mau ikut-ikutan mimpi juga lah. Mata rasanya mau meledak nih kak Maifate XD Hehehe, jadi curhat
    15 chapter udah siap, besok kalok nggak ada halangan 10 chapternya aku bantai ah 😀 Buahahaha XD
    Unnie, nggak tau unnie baca komenku ini pagi, siang, sore, atau malam. Yang jelas sekarang ini aku komennya udah malam. Tengah malam malah. Aku mau tidur dulu, nggak ada salahnya kan bilang selamat malam sama kakak sama sahabat-sahabat SONE yang lain ? 😀
    Ahh, selamat malam unnie SNSD, tak terkecuali Sica unnie, kak Maifate, sama sahabat readers yang lainnya. Hehehe 😀
    Hoamzzz 😪

    • Ya, selamat malam
      Terima kasih sudah memberi komentar yang panjang ^^ (bukan sindiran lho)

      • Ne unnie 😉 aku juga kalok jadi author pasti seneng banget dikomen panjang panjang 😀 hehehehe 😀 tapi itulah masalahnya un, kapanlah aku debutnya -_- 😀

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: