~Thank you for your comments~

A/N : Happy New Year 😀
kali ini author akan memperingatkan, chapter ini ada adegan NCnya, dan agak panjang, soo bagi yang di bawah umur atau nggak kuat, silakan di skip sendiri 😛
author memberi rate adegan NCnya soft-medium
enjoy~

“Selamat datang,” sambut Jessica seperti biasa ketika Sooyoung pulang ke rumahnya sehabis mengantar Sunny pulang.
Jessica sama sekali tidak memiliki firasat apa-apa. Ini bukan pertama kalinya Sooyoung tidak pulang selamaman. Sooyoung memang tidak selalu menemaninya tidur setiap hari saat malam.
“Kamu mau mandi atau makan dulu?”
Sooyoung memandang istrinya. Dia jadi merenungkan apa yang telah mereka lalui bersama selama 2 tahun ini.
Sooyoung bilang akan belajar mencintai Jessica. Sooyoung memang selalu baik terhadap istrinya, tapi dia hampir tidak pernah menyentuhnya di tempat tidur. Dan Jessica sendiri kelihatannya tidak berani meminta. Sooyoung hanya menyentuhnya kalau benar-benar menginginkannya atau karena merasa sudah kewajibannya sebagai seorang istri.
Kalau diingat-ingat, dia juga memberikan keperawanannya pada Jessica karena merasa bersalah pada perbuatannya saat itu.
Di depan Sunny, dia memang berkata akan menceraikan Jessica. Tapi sebenarnya Sooyoung sungguh tak tega melakukannya. Dia hampir tidak pernah memberikan apa-apa untuk Jessica. Dia jadi merasa mungkin dia memang bukan istri yang baik buat Jessica.
“Ada apa Sooyoung? Kamu nggak enak badan?”
Sooyoung tersadar dari lamunannya. Dia tidak mau membuat istrinya cemas, jadi dia memberikan kecupan di dahi Jessica.
“Mianhae, aku baik-baik saja kok, chagi,” senyumnya berusaha meyakinkan istrinya. “Aku mau mandi dulu.”

**

Sunny sudah tiba di rumahnya. Baru saja diantar Sooyoung diam-diam.
Sunny mulai mengepak pakaian dan barang-barangnya. Berusaha bersikap sewajar mungkin supaya tidak menimbulkan kecurigaan.
“Aku akan kembali ke San Fransisco,” pamitnya pada paman dan bibinya.
“Lebih baik begitu,” ujar Lee Soo Man. Tentu saja dibalik persetujuannya karena Lee Soo Man sebenarnya tidak mau keponakannya dekat-dekat lagi dengan yeoja bernama Sooyoung. Lee Soo Man tahu Sooyoung sudah menikah. Tapi itu masih tidak menutup kemungkinan.
Tapi Lee Soo Man tidak tahu kali ini Sunny tidak akan pulang kembali ke San Fransisco. Melainkan untuk tinggal seterusnya bersama Sooyoung di villanya.
“Passportnya sudah bawa?”
“Sudah, Umma.”
“Perlu diantar ke bandara?” tanya Lee Soo Man.
“Tidak usah, aku bukan anak kecil lagi.”
Sunny sudah bukan dirinya empat tahun yang lalu. Ketika dia masih bimbang diajak kawin lari sama Sooyoung. Dan saat itu adalah satu-satunya penyesalan terbesar Sunny. Seandainya dia menerima Sooyoung dari empat tahun yang lalu. Seandainya dia dapat memutar balik waktu…
Sunny menggeleng. Berusaha mengusir pikiran-pikiran negatif di otaknya. Kali ini dia sudah dewasa. Pikirannya sudah lebih matang. Dia tidak akan ragu-ragu lagi dalam mengambil keputusan. Dia sudah memutuskan akan menyerahkan segala-galanya pada cinta. Terkadang memang butuh pengorbanan yang besar demi cinta. Selama cinta itu masih patut untuk diperjuangkan.
“Aku pergi, Umma, Appa.”
“Kalau sudah sampai, beri kabar.”
“Ne.”

**

Sooyoung kembali ke villanya dengan harap-harap cemas. Tapi ketika menemukan gadis pendek itu dalam villanya, kecemasan yang menyesaki dadanya sirna seketika.
“Sunny ah!”
Sooyoung langsung mendekap tubuh gadis mungil itu erat-erat.
“Syukurlah, kamu benar-benar kembali!”
Sunny mengangkat dagunya dan meletakkannya di pundak Sooyoung.
“Ne, aku kan sudah janji, kalau mulai saat ini aku hanya akan jadi milikmu… tapi apa yang akan kamu lakukan kalau seandainya aku tidak kembali?”
“Aku akan jemput kamu di rumahmu!”
“Ehehe dasar nekat. Kamu tidak berubah dari dulu.”
“Kamu juga, masih tetap pendek seperti dulu.”
“Memangnya kamu berharap aku lebih tinggi?”
“Jangan, nanti aku tidak bisa menggodamu lagi, kekeke.”
“Dasar… hmm, rasanya sudah lama sekali tidak mendengar kamu mengejekku, Sooyoung…” bisik Sunny penuh kerinduan.
Sooyoung terkekeh, “Kamu kangen dengan ejekanku Sun kyu? Aku juga kangen dengan tubuhmu.”
Tangan Sooyoung menyelip masuk ke dalam bajunya dan meraba punggungnya.
“Byun Sooyoung.”
“Byun Sunny,” balasnya sambil meremas pantat Sunny.
“Sooyoungie, jangan ah,” Sunny memegang tangannya. Menghentikan Sooyoung dari perbuatannya.
“Kenapa? Sebentar saja,” Sooyoung nyengir mesum.
“Tidak.”
“Lima menit.”
“Tidak, sekarang kamu harus mengantarku dulu.”
“Mengantar kemana?” tanya Sooyoung heran.
“Pergi belanja bahan makanan. Memangnya kamu mau absen makan malam?”
Mendengar itu, wajah Sooyoung menjadi cerah.
“Kamu akan memasak untukku Sunny?”
“Ne, makanya ayo kita pergi sekarang biar nggak kemalaman.”

**

Sunny merasa sangat bahagia. Pergi belanja bersama. Meski belum menikah tapi mereka seperti pasangan yang bahagia. Dia tidak akan menyesali keputusannya. Dan tidak akan mau menukar kebahagiaan ini dengan apapun.

Sunny memikirkan bahan-bahan yang akan mereka beli.
“Kamu mau makan apa?”
“Hmm,” Sooyoung berpikir sejenak. Lalu mendekatkan wajahnya ke telinga Sunny.
“Aku mau makan Sunny~”
Pipi Sunny menjadi merah, “Dasar mesum.”
Melihat Sooyoung hanya cengengesan, Sunny memukul lengannya.
“Sudah ah, serius nih!”
“Aku mau makan apa saja yang dibuat kamu.”
“Kalau gitu aku masak yang kita berdua suka saja.”
“Tapi habis makan malam nanti aku mau makan Su-”
“Kita beli es krim juga ya,” potong Sunny malu.
“Aish, aku dicuekin.”

**

Sooyoung lagi menonton TV sementara menunggu Sunny memasak.
Sooyoung merasa bosan karena tidak menemukan acara yang menarik. Lalu dia jadi ingin memperhatikan Sunny memasak, jadi dia beranjak ke dapur.
Dia melihat Sunny sedang memotong sesuatu di atas papan talenan. Sooyoung memeluk pinggang Sunny dari belakang. Mendapat aegyo dari gadis mungil itu.
“Bahaya ah, aku lagi masak nih.”
Tapi Sunny tidak menyuruhnya pergi, jadi Sooyoung meletakkan dagunya di pundak Sunny. Dia bahkan tidak pernah semesra ini sama istrinya sendiri.
“Apa yang kamu masak?”
“Hamburger, kamu suka kan?” tanya Sunny sambil masih memotong tomat.
“Hehe, kamu masih ingat rupanya. Kamu tahu Sunny… aku pernah hampir tidak mau makan hamburger lagi.”
“Eh? Wae?”
“Karena makan hamburger hanya akan mengingatkanku padamu. Itu terjadi tak lama setelah kamu pergi ke San Fransisco…”
Sunny menghentikan aktifitas memasaknya. Hatinya kembali ngilu.
“Sooyoung…”
Sooyoung mengeratkan pelukannya.
“Saranghae… tetaplah bersamaku, jangan pergi lagi…”
“Ne, kamu tidak usah khawatir karena aku juga mencintaimu Sooyoung…”
Saat Sunny memiringkan kepalanya ke samping, Sooyoung mengambil kesempatan mencium bibirnya. Sunny memejamkan mata. Kemudian merasa tangan Sooyoung meraba perutnya, bergerak semakin turun ke bawah. Sunny cepat-cepat menghentikannya.
“Waeeeeeeeee?”
“Sebelum kita keterusan,” tutur Sunny sambil melanjutkan memasaknya.
“Huh ya sudah,” Sooyoung berjalan pergi dari dapur. Sunny hanya bisa berharap mudah-mudahan dia tidak marah.
Apa boleh buat, masa kita mau melakukannya selagi aku masak? batinnya.

Setelah makanannya jadi Sunny membawa 2 piring hamburger itu ke ruang makan. Dia sedikit kaget karena suasana ruang makan jadi berbeda.
Gelap. Dan hanya ada cahaya lilin.
Sunny mendekati meja makan dengan takjub. Di atas meja juga sudah tersiap sebotol wine dan dua gelas wine.
“Ini…”
“Aku barusan menyiapkannya. Kupikir biar makan malam kita jadi lebih romantis. Gimana? Kamu suka?”
“Wow, ini sangat… luar biasa. Padahal menu makan malam kita sederhana.”
“Hehe, duduklah.”
Mereka duduk berhadapan. Dengan sepiring hamburger di depan mereka masing-masing.
“Mari makan.”
Tapi Sunny tidak langsung makan. Dia memperhatikan nyala lilin yang berpendar-pendar dan wajah Sooyoung yang diterpa cahaya lilin. Samar-samar hidungnya juga mencium aroma parfum meruap dari tubuh gadis jangkung.
Sooyoung menyadari tatapan penuh cinta dari gadis di hadapannya. Senyumnya mengembang.
“Terpesona sama aku Sunny?”
“Ini sangat romantis Sooyoungie…”
“Kamu pasti terkejut.”
“Ne! Omo, rasanya aku…”
“Kenapa?”
“Rasanya aku jadi berdebar-debar!” Sunny memegang kedua pipinya sambil tersenyum malu-malu.
“Hehe, kamu manis sekali Sunny.”
Saat itu Sooyoung sama sekali tidak menyadari bahwa istrinya sedang merana sendirian di rumah mereka.
Jessica menikmati makan malamnya yang hambar dalam kesunyian. Sampai sekarang dia memang masih belum pandai memasak. Tapi makanannya terasa lebih hambar lagi karena tidak ada Sooyoung di sisinya.
Hatinya terasa sedih memikirkan Sooyoung yang tidak pulang lagi malam ini. Jessica menghela nafas. Benaknya jadi mulai berpikir macam-macam. Barangkali Sooyoung memang tidak pulang karena dia tidak pandai memasak. Sooyoung kan shik shin tulen.
Jessica sadar Sooyoung tidak mencintainya sebesar dirinya. Meski begitu tidak pernah sekalipun terlintas dalam benaknya untuk bercerai dengan Sooyoung. Jessica terlalu mencintainya untuk minta cerai.
“Sooyoung ah saranghae… meski kamu tidak mencintaiku, aku akan selalu melimpahimu dengan cinta kasihku. Karena itu kuharap kamu tetap betah bersamaku…”

**

Mereka sudah selesai makan dan menuang wine. Sooyoung meletakkan tangannya di atas tangan Sunny.
Keduanya bertatapan cukup lama sambil menyesap wine sedikit demi sedikit.
Lama-lama dadanya terasa panas setelah lidahnya mengecap wine, Sunny memalingkan wajahnya. Sooyoung merasa penasaran dengan tingkah Sunny yang barusan terlihat imut.
“Wae?”
“Ah aniyo, hanya saja gara-gara minum wine rasanya tubuhku jadi panas…” jawab Sunny sambil tersenyum kikuk. Situasi ini membuatnya jadi menginginkan hubungan intim. Tapi dia terlalu malu untuk mengatakannya langsung di depan Sooyoung.
Sooyoung tersenyum seolah mengerti apa yang tengah dialami Sunny.
Sooyoung bangun dari kursinya dengan gerakan pelan tapi pasti. Dia berjalan ke samping kursi Sunny. Sunny mengangkat wajahnya, menatapnya bingung. Tidak tahu apa yang hendak dilakukannya.
Tiba-tiba Sooyoung menggendong tubuhnya.
“Ah?”
“Kita lanjutkan di kamar,” bisiknya.
Sunny merasa mabuk kepayang dalam gendongan Sooyoung. Ada perasaan hangat menjalar di dalam dadanya. Indra penciumannya juga seperti terbius oleh harum tubuhnya.
Sooyoung membawanya ke kamar. Membaringkannya dengan lembut di atas kasur. Dan mulai melucuti pakaian Sunny dan pakaiannya sendiri.
“Yang lembut, Sooyoungie…”
Sooyoung mengecup ringan keningnya kemudian berbisik di telinga Sunny.
“Ne, chagi.”
Menggunakan lidahnya, Sooyoung mengitari lekuk daun telinga Sunny. Secara perlahan tangannya mengusap perut Sunny. Kulit Sunny terasa halus di telapak tangannya. Sooyoung menikmati setiap sentuhan yang dia berikan pada gadis itu.
Melihat Sunny menggeliat berusaha menahan geli di bawahnya, timbul pikiran iseng di benaknya. Sooyoung sengaja membelai area perut bagian kiri bawah dekat selangkangan dengan sangat ringan. Dan seperti yang sudah diduganya, perut Sunny menegang.
“Ah, jangan disitu…! Terlalu sensitif…”
Sooyoung tersenyum puas lalu turun dan memberi kecupan di lehernya. Tangannya naik membelai dada Sunny. Telinganya mendengar desahan seksi keluar dari bibir Sunny. Hatinya melambung bahagia karena Sunny menikmati foreplaynya.
Sooyoung memposisikan wajahnya di depan dada Sunny kemudian mulai mengulum dan menggigit pelan gundukan kecilnya.
Dengan penuh gairah Sunny merangkul pinggang Sooyoung dengan kedua kakinya.
Setelah puas menstimulasi area dadanya, Sooyoung meninggalkan kecupan-kecupan basah menuruni perutnya.
Seluruh tubuh Sunny mulai bergetar penuh antisipasi, terlebih saat membayangkan kepala Sooyoung berada di antara kedua pahanya.
Tapi Sooyoung tidak berhenti disana. Dia turun ke kakinya. Mengusap lembut kaki Sunny sebelum memberinya kecupan.
Sunny merasa tersentuh karena Sooyoung menyentuhnya dengan sangat lembut seperti sedang memperlakukan barang berharga.
Sooyoung menelusuri kakinya dengan bibirnya, dan berhenti ketika sampai di bagian dalam pahanya.
“Sooyoungie…” desah Sunny ketika tangan Sooyoung menyentuh celah bibir bawahnya.
Sooyoung merasakan cairan kelembaban mulai membasahi jarinya. Tapi kali ini dia menahan diri untuk tidak langsung memasuki Sunny. Dia ingin membuat Sunny benar-benar terangsang dulu. Jadi dia menggosok-gosokkan tangannya disana.
Sunny mulai mendesah nikmat. Sooyoung memanfaatkan kesempatan itu untuk mencium dan memasukkan lidahnya ke dalam mulut Sunny. Satu tangannya yang bebas bertemu dengan Sunny dan langsung menjalin tangan mereka dengan erat. Sooyoung masih dapat mendengar desahan Sunny yang teredam oleh ciuman mereka.
“Mmhh…”
Mereka terus berciuman sampai paru-parunya terasa sesak karena membutuhkan udara. Sooyoung melepaskan ciumannya dan menatap Sunny dalam-dalam.
“Sunny, kamu mau coba pakai alat?”
“Eh?”
“Aku punya vibrator dan strap on yang baru kupesan, kamu mau coba yang mana?”
“……………..”
“Hehe, nggak usah malu-malu, katakan saja.”
“Jangan, aku tidak mau…”
“Eh kenapa? Enak lho,” ujar Sooyoung setengah penasaran kenapa Sunny menolak.
“Meski begitu aku… tetap tidak mau kamu memakai alat itu padaku.”
Sunny membimbing tangan Sooyoung ke dadanya, tepat di atas jantungnya. Sehingga Sooyoung dapat merasakan debaran jantung Sunny sekarang.
“Karena… dengan begini aku akan bisa merasakan sentuhanmu langsung padaku, Sooyoungie…”
DEG
Jantung Sooyoung baru saja berhenti berdetak. Melihat Sunny yang menatapnya dengan muka memelas, rasanya darah mengalir ke kepalanya. Kupu-kupu seakan menari-nari dalam perutnya.
“Uh… terlalu manis…” gumamnya.
Sunny hanya ingin merasakan sentuhannya. Perasaannya sekarang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Sooyoung tidak bisa menahan diri lagi. Malam ini dia akan memuaskan Sunny.
Sooyoung menurunkan wajahnya ke antara kedua pahanya. Menghirup dalam-dalam aroma cairan kewanitaan Sunny. Kemudian mendaratkan kecupan-kecupan kecil mengitarinya. Lidahnya menelusuri sepanjang garis celahnya. Dan dengan kedua jarinya dipisahkannya kedua bibir bawah Sunny. Sooyoung mencelupkan lidahnya sedalam mungkin ke dalam lubang kecil merah muda yang hangat dan lembab.
Sunny tersentak. Nafasnya tertahan. Tangannya semakin meremas tangan kiri Sooyoung. Sementara tangan kanannya meremas seprai ranjang.
Dinding-dindingnya bergerak-gerak membuka dan menutup, menjerat lidah Sooyoung erat-erat.
“Ahh…!”
Sunny kembali bergetar saat Sooyoung menggigit lembut klitorisnya.
Sunny menjadi betul-betul sensitif. Mengetahui bahwa Sunny benar-benar dekat dengan puncak, Sooyoung menambahkan jarinya masuk ke dalam. Melakukan gerakan memutar.
Tidak lama kemudian, gelombang orgasme menghempas tubuhnya. Sooyoung menghisap sebagian cairan kental yang dikeluarkan Sunny.
Sekarang gairah seakan meledak-ledak dalam dadanya. Sooyoung benar-benar menginginkan Sunny…
Sooyoung meraih pergelangan kaki kiri Sunny dan mengangkat, meletakkan kakinya di pundaknya sementara tangan kanannya menahan lutut kanannya. Sooyoung memposisikan bagian bawah tubuh langsingnya di antara kedua paha Sunny. Lalu bergeser hingga keduanya terhubung.
Sunny menyaksikannya dengan nafas tersengal-sengal. Bagaimana betisnya bergesekan dengan dada Sooyoung. Dan ketika Sooyoung menghempas tubuhnya dan bergerak memutar.
“Ah Sooyoungie!”
Sunny memejamkan mata. Merasa tubuh mereka seakan meleleh menjadi satu. Tubuhnya benar-benar seperti kehilangan kontrol, bergerak-gerak sendiri mengikuti irama Sooyoung. Maju mundur naik turun.
Tubuhnya menggelijang hebat merasakan gelombang orgasme kedua. Sooyoung juga datang di saat bersamaan.
Setelah reda, Sooyoung menghempaskan tubuhnya di samping Sunny. Mereka saling bertatapan.
“Saranghae, chagi.”
“Nado saranghae, chagi.”
Lengan dan kaki mereka saling rangkul. Mereka berciuman lembut, merasa kehabisan tenaga dan kecapaian.
“Selamat tidur.”

**

Pagi harinya mereka tidak langsung bangun dan menikmati waktu mereka bersantai sambil melakukan pillow talk.
“Kapan kamu akan menceraikan Jessica?”
“Tunggu waktu yang tepat, sabar ya chagi,” Sooyoung membelai rambutnya.
“Nee~” kata Sunny manja sambil membenamkan diri dalam pelukan Sooyoung.
“Aku percaya cinta kita abadi. Meskipun hanya kita yang mengerti nilainya.”
“Aww Sooyoungie, kamu romantis sekali~”
Sunny meletakkan tangannya di atas dada Sooyoung. Merasa senang karena debaran jantung Sooyoung seakan membalasnya. Rasanya hatinya ingin mencair saking bahagianya.
“Hmm, Sooyoung Sunny… SooSun.”
“Apa?”
“Nama pasangan kita.”
“Hehe, terdengar lucu.”
“Kamu juga sangat lucu Sunny, Sunny unnie~” Sooyoung merasa gemas hingga rasanya ingin mencubit pipi Sunny.
“Rasanya aneh mendengar kamu memanggilku ‘unnie’ “
“Ne.”
“Lalu kenapa kau memanggilku begitu?”
“Karena iseng saja.”
“Kau selalu iseng…”
Sooyoung membenamkan wajahnya di kepala Sunny. Samar-samar mencium aroma shampoonya.
“Sooyoung ah…”
“Ne?”
“Aku… aku ingin punya anak denganmu.”
“Anak?”
“Kamu tidak mau?”
“Tentu saja aku mau! Aku suka anak kecil!”
“Aku juga,” Sunny tersenyum. Pikirannya sudah jauh ke masa depan yang indah. “Anak kita pasti lucu.”
“Tentu saja, kan anak SooSun! Oh ya dan mudah-mudahan dia tidak sependek dirimu.”
“Lalu setinggi dirimu? Kalau namja tidak masalah, tapi bagaimana kalau dia seorang yeoja?”
“Kenapa tidak? Dia bisa jadi model sepertiku.”
“Model? Kamu seorang model?”
“Aku tidak pernah memberitahumu ya? Aku model majalah,” Sooyoung tersenyum bangga.

*~To Be Continued~*

A/N : Chapter ini banjir dengan sweetness SooSun^^
readers, bagaimana adegan NCnya? apakah cukup hot dan manis? 😀
sumpah aku sudah meracuni readers dengan chapter NC berturut-turut *plak plak plak

Advertisements

Comments on: "We Were Meant to Be Together (Chapter 14)" (49)

  1. wkwkwkwk ncnya manteppppp, kasian jesica ga di sentuh2 gtu… Keluarin yuri aja biar rame hahaha…. Atau pakah nanti soo poliandri?

  2. Astaga 3 episode berturut2 isinya SooSun NC (+merananya Sica). Senang sih SooSun bersatu, tapi gak tega ama Sica juga.^^ Apalagi pas sudah tahu klo ternyta keadaan Sica slama menikah ama Soo sprti itu. Aduh, hubungan terlarang ini SooSun.^^
    Itu LSM kecolongan tuh. SooSun sudah 3-0. Klo LSM tahu pasti bisa dibunuh Soo ama dia, eh tapi kayaknya klo dia tahu bakalan keburu pingsan dulu kali ya.XD
    Tadinya aku ngira pas Soo pulang ke villa-nya dia bakalan nemuin orang yang meninggal itu, bnaran aku juga ikut deg-degan mikir ini pasti pas masuk ke villa-nya sudah nyambung ke flashback2 kasus itu. BTW TKP-nya di villa Soo bukan ya? Karna author bilang klo Sica gak bakalan mati, aku jadi curiga klo Sica plakunya.
    Eh, ini ngomongin adegan pembunuhan subuh2, aku jadi merinding, mana lagi sendirian lagi. XD
    Klo buat NC-nya sih aku cukup jadi pembaca yang baik saja, soal komentar buat NC-NC-an aku gak ahli thor. XD

    • wkwkwk sempet ada SooSica NC jg kok 😛
      haha kayak main sepak bola aja, iy kali orang keponakannya diperawanin sm Soo XD
      iy benar, kejadiannya di villa Soo (waw aku harus tutup mulut sblm tambah spoiler)
      tp mudah2an menikmati NCnya, fufufu 😛

      • Bnar2 ini script writer MBC atau produsernya atau apalah itu namanya pasti TaeNy shipper sjati. Today’s TaeNy & Kim Family’s moment: http://www.youtube.com/watch?v=-VvH2FB_vjY
        Trjemahannya bisa dilihat di comment bawahnya.^^

      • haha iya sdh ketahuan locksmith, karena terlalu banyak TaeNy momentnya XD
        TaeNy sering bgt dijodoh-jodohin gitu ya, entah sm sone atau di MBC, udhlah married aja ❤

      • SooSica NC cuma sekejap, bandingkan ama SooSun NC. XD
        Astaga ini chapter yadong banget ya. Sunny berhati tega juga ya, masa nanya Soo kapan mau cerain Sica, biar gimana juga kan Sica masih sahabat mrka n Sica juga gak salah (setidaknya menurut penilaian objektif) ama mrka. Seandainya Sunny yang berada di posisi Sica gimana tuh. Aku jadi brasa SooSun jahat bangt disini. >.< Tapi biar gimana juga aku dukung SooSun karna mrka pasangan yang cocok n mang sudah ditakdirkan (?) Smoga saja antis SooSun tidak bertambah gara2 chapter ini.^^
        Authorrrrrrrrr YoonHyun-nya kapan??????????? XD

      • memang soalnya mau lbh menekankan hubungan SooSun 😀
        tp menurut Sunny, Sica salah karena mengingkari janjinya untuk menjaga Sooyoung dan meski dr SMP sdh sahabatan tp tetep ada rasa sentimen sm Sica
        haha blm ada ide

      • Lho kan bnar Sica menjaga Soo, sbagai istrinya tapi. XD
        Yah apa boleh buat klo ada yang bilang cinta itu egois, yah ada benarnya juga. Yah kayak SooSun ini.^^
        Ini author-nya blum ada ide buat YoonHyun, tapi ide NC-nya SooSun mengalir deras bgitu. XD
        OK, still & always waiting for YoonHyun. Sbagai reader yang baik, tidak boleh menuntut macam2 pada authornya, hargailah kebebasan berekspresinya (biar critanya tar juga bagus).^^

      • itu yg Sunny gak suka XD
        ya disini menunjukkan keegoisan SooSun, terutama Soo, sekali-kali mau yg tokoh utamanya gini 😛
        haha skrng sdh ada ide YoonHyunnya, cuma susah jg nulisnya

  3. Sweetny SooSun^^……
    Sica, kcian bgt, udh sni mkan sma aq aj #plak..
    Aq lg fall in love ma lgu TaeNy Lost in Love.. Thor buatin SongFic ny dong.. Yg Rmantic st. Jg enakk…
    #plak reader bnykk mauny #plakplakplak

  4. DeeScorpio said:

    Aigoo…tiga chapter berturut2 nc’a kekeke tapi suka sh XD#plak
    soosun bahagia…sunny jdi simpenan’a soo kekeke,gmn klo ktauan sma sooman tuh? o.o
    kasian sma sica,merana+sendiri hikh sabar ya,nti ak aja yg gantiin soo,gmna?*minta ditabok#abaikan
    dilanjut ya thor 😉

  5. TaeNy4Ever said:

    Akhir’a updet jga,lma bnget thor…

    NC’a hot bnget thor,,,tpi aq jdi kasihan sma Sica unnie,trnyta slma nikah sma Soo sllu dicuekin,knpa ga’ sma Yul aja tho..dripda dicuekin trus sma Soo…

    itu aja dlu thor,,,kpnjngan bnget komen’a…Cinta Segi 9 nya ttp di tnggu thor…HWAITING

  6. TaeNy4Ever said:

    NC’a hot bnget thor,,,tpi aq jdi kasihan sma Sica unnie,trnyta slma nikah sma Soo sllu dicuekin,knpa ga’ sma Yul aja tho..dripda dicuekin trus sma Soo…

    itu aja dlu thor,,,kpnjngan bnget komen’a…Cinta Segi 9 nya ttp di tnggu thor…HWAITING

  7. Omo soosun NC lagi ya ampun kasian Sica ya ampun thor bikin sica di sentuh sama soo juga dong abis gitu ceraikan #jahat amet
    Jadi ga tega sama sica dia bener bener jadi marakter sinetron indonesia ya merana kesepian, terluka hhe
    NCnya daebak deh ga terlalu frontal tp berasa sweetnya
    Lanjut thor

  8. wink(s) said:

    Annyeong..

    Sumpah lah thor.. Nnih NC udah cukup HOT lah..

    Bener-bener dah 3x udah cukup nih NC kekekek

    Hemm,, kasian Sica u,u. Merana+kesepian *samagaktuhnama?*

    Walah,, Sunny jadi simpanan Soo donks? 😛

    Hemm,, kapan nih NC SooSica nya? *nanyalagi* #plakk#

    Okelah, kalo begitu Happy New Year dan ditunggu next chapnya thor. And yang Cinta Segi Sembilannya juga^^

  9. NC NC NC NC NC
    NC NC NC NC NC
    NC NC NC NC NC
    NC NC NC NC NC
    NC NC NC NC NC
    NC NC NC NC NC
    NC NC NC NC NC
    NC NC NC NC NC
    NC NC NC NC NC
    NC NC NC NC NC

    khukhukhukhu
    ane gak tau mau komen apa jd ane cuma mau bilang, soo unni MESSSUUUMMM…
    wkwkwkwk

  10. Annyeong,,,,,,
    Wooooh,pagi yang dingin tiba” panas,,,,,,
    Tpi gk terlalu panas juga siii ,,,,5he
    – # –
    Wah ,,jadi kasian doh sma Sica,,
    Heem,d blik tu juga ada 2 sejoli*jiah
    Yng lagi d mbuk asmara*wdohKata”nya,,,,-_-‘
    – – – – – –
    Tpi kreen dah chapter ini,penuh dngan Sweet SooSun,,,,,,,
    Tpi Sica nya bgimna ya???yuri mana Yuri????

    D tunggu next chapter nyaaah,,,
    SEMANGAAAAT

  11. Miss New New said:

    untuk pertama kalinya dalam sejarah baca Nc di wp ini
    Aku maluuu thor
    *oh tau malu juga??
    Iyaa, aku juga kaget wwkkwkw
    Rasanya pengen ngumpet trus guling2an x))
    **wah gejala nih

    Woooow ^o^,
    Pantes aja agak lama apdet-nya
    Nc nya intense dan penuh pengetahuan hoh0
    Jadi gitu toh….
    Wine harganya berapa ya
    Hmmm…. *susun rencana mesum

    Sip thor, buaaaguuusss ^o^

    • jujur author yg bikin jg merasa malu dan berasa ‘yadong bgt’ 😛 *mukatomat
      tp sesekali pingin bikin NC, soalnya kan ada sensasinya sendiri *plakdasarmesum
      hehe, aku mencari ide buat NCnya, kadang bikinnya agak lama
      wah ketularan nih, silakan dicoba 😛 *plakplakplak ngajarin gak bener
      syukur kalau suka^^ soalnya kadang aku jg bingung nulis NC, msh perlu banyak belajar

  12. sooyoung jahat….
    sunny juga jahat….

    skalipun tdk saling mencintai, tpi berselingkuh tetap tdk bisa di benarkan..
    aplg jessica sudah berusaha mjd istri yg baik..
    jessica juga sgt mencintai sooyoung..

    kasihan sica.

  13. chocofloat29 said:

    kasian sica 😦

  14. Kimtaeyeoung said:

    Baca chap ini kenapa jadi ngerasa sakit hatinya sica klo tau soo bener2 g nganggep malah bercinta terus dengan sunny..
    Thor hadirkan kebahagiaan buat sica..q bener2 g tega..

    Tadi q kira bakalan ada nc soosica eh ternyata soosun kekeke

  15. hahahaha.. entah kenapa aku suka diracuni sama kamu thor.. kalo soosun keseringan gini bisa2 aku punya adek hehe ^^
    Sica sabar ya?! hehe..

  16. pupupuputtt said:

    hahaha
    biaaaaaarrrr . . . . biarin sooyoung selingkuh.
    biarin jessica menderita.
    biarin sunny jadi selingkuhan.
    biar ceritanya jadi tambah bikin greget. huehehe xP
    Tapi iya bener, perselingkuhan itu ga bisa dibenarkan.
    jadi, soo cepat ambil keputusan ya! jgn lama” main belakangnya ^^,

    eh Thor, Sunny kan ga bisa masak. sama api aja takut. wk :p
    lagian, masa’ dinnernya makan burger. wleee

    “eh eh, Udah baca gratis, malah protes. reader rese’ nih :p ”
    *wk. biarin. yang penting komen xP

    bentar lagi ceritanya udah nyampe ending ya.
    Thor, chap selanjutx bikin cerita yg agak” sedih ya. kalo ada melankolisnya kan jadi lebih mendrama. supaya ke endingnya jadi mendebarkan.
    jangan yadong mulu.. bikin NC terus. malu thor wuakakak xD

    • haha tp kan Sunny suka hamburger
      aku sdh keseringan bikin sad drama nih, tp memang nanti mau bikin lg sih..
      hoho gpp dong, kan jarang2 aku bikin NC 😛 *plak
      kalau malu, di skip aja bacanya

  17. serius demi tuhan ga tega banget ngeliat keadaan sica thor u.u Jangan buat dia merana terus pleasee TT_TT NC nya ku skip soal nya pengen liat soosun romance hehehe ,soosun tambah sweet soalnyaa ^^ kira kira part selanjutnya ada yuri kah?? Lanjutt

  18. omo….ada nc lagi!!!
    tumben banget nih 3 chapter berturut-turut ada nc-nya…
    wah..soo super duper tega ama sica, dinikahin cuma buat tanggung jawab doang abis itu kayak gak dianggep 😦
    mendingan soosica cerai aja deh trus munculin yuri biar sica gak sendirian lagi 😀

  19. YoonAddict said:

    Wohoho.. Soo mengapa kau tawarkan brg itu kpd sunny? Hahaha
    Omo~ kiri2 siapa yg akan hamil diantara mereka br2 xD
    Haha dtggu kelanjutan.a thor
    Fighting ~^o^~

  20. nuriiiin said:

    Yah, mianhe telat baru mampir

    Walopun cengar cengir baca chap ini, yg di kepala gw cm ada jessica.. Uuuuh kasian sica unnie >< sama aku aja deh hahaha

  21. gimana ya nasibnya jessica, kesian 😦

  22. hot thor nc ny
    skrang otak ku d penuhi oleh nc soosun
    daebakkkk

  23. lee deyeon said:

    Wah Sunny ga ke San Fransisco hihi demi Syoo..
    Tpi kasian amat lah ma Sica, smoga Sica sdar..
    Ya ampun NC nya Hoot Hoot Hoot, hahaha..
    Anak dari SooSun?
    Gmna CARANYA!!!???

  24. T,T gk fokus baca ENCE nya thor,,
    kebayang trus sica,,datangin si seobang thor biar sica rada happy 😀

    hot hot hot ENCE nya dpt feel bgt antara sedih n happy
    lanjutkan!!! #ditimpuk SBY

  25. seneng liat soosun akhirnya bersatu..tapi kasian sica
    ga tega T..T daebak thor

  26. Bukan hot lagi author tp hot banget si seling dengan adegan sweet pas makan malem waah soo bener2 tega ningaling sica di rumah sendiri’an author munculin yuri aja biar sica ga ke sepian di tinggal soo selingkuh sama sunny aja kasian sica ga di sentuh2 sama soo ToT

  27. hennyhilda said:

    Maaf author aq rada kecewa dg sikapnya sooyoung
    jeongmal mianhae 😦
    tp aq ttp sk dg ff author
    semangat y
    ganbatte

  28. dirgaYul said:

    Wiihh..hoottttt bnget.!! Agk deg2an heheheee.. ksian sica..Ksabaran n ktabahan Sica patut d acungi jempol..

  29. ga tau mau komen apa tentang yadongnya yg pasti ciri khas author sekali hehehe iya memang berturut2 dikasih moment2 manis Soosun bukan cuma manis tp hot jg 😀 mudah2an soosica cepat2 pisah :3 mgkn sica jd ga terus2an disakiti. Lanjutkan terus yadong soosunnya ya thor.. Go semangat 2015 ya hehehe #readerbyun

  30. nindz84 said:

    wooo sica bwt q aja…drpada tersakiti gitu…hehehehe
    waduh waduh hot bot hot hot hot soosun.

    hehehehehehehehehe…

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: