~Thank you for your comments~

Sooyoung mengetuk pintu kamar hotel, Heechul membukakan pintu.
“Masuklah,” Heechul langsung melebarkan pintu.
“Dia tidak apa-apa?”
“Kelihatannya cuma kaget. Ombak besar memang sering datang tak terduga. Duduklah, aku mau ke bawah mengambil barang-barang Sunny.”
Dan tak usah kembali, gerutu Sooyoung dalam hati meski tahu itu tidak mungkin karena ini kamar hotelnya.
Sooyoung duduk di sofa.
“Aigoo, kulitku jadi gatal,” Sooyoung menggaruk-garuk lengan dan kakinya meski dia sudah mandi barusan. Pengalaman hampir tenggelam tadi masih membuatnya takut. Tapi dia rela harus mengalami semua itu asal bisa menyelamatkan Sunny. Dia tidak mau membayangkan apa yang akan terjadi kalau seandainya dia tidak ada disana untuk menyelamatkan Sunny.
“Sunny ah… demi kamu apapun aku…”
Sunny keluar dari kamar mandi. Rambutnya yang pendek masih separo basah. Dia mengenakan kimono. Handuk menyelubungi bahunya.
“Ada apa lagi?” Sunny berusaha menyembunyikan kekagetannya ketika melihat Sooyoung.
“Cuma ingin menanyakan keadaanmu. Kamu baik-baik saja, Sunny?”
“Tidak,” sahut Sunny pahit. “Tapi aku tidak memerlukanmu lagi.”
“Jangan bersikap begitu padaku, Sunny!”
“Aku tidak mau bersikap manis pada istri orang, nanti dikiranya aku mau merebutmu.”
“Aku cuma disini karena khawatir sama kamu!”
Sunny mempelajari kesungguhan yeoja itu sejenak. Apakah dia memang disini karena khawatir atau karena ada maksud lain.
Dia memperhatikan Sooyoung dengan anehnya terus menggaruk-garuk tubuhnya sejak tadi. Apa dia alergi sama air laut?
Mendadak dadanya berdebar sakit.
Tadi dia melihat Sooyoung gemetar sehabis tersapu ombak. Dia tahu Sooyoung juga ketakutan. Tapi meski begitu dia tetap lebih mengkhawatirkan keadaannya…
Tapi tidak! Dia tidak boleh merasa senang!
“Baiklah, sepertinya kamu baik-baik saja. Aku akan pergi.”
Sooyoung pamit lalu pergi meninggalkannya.
Tidak lama kemudian Heechul kembali membawa barang-barang Sunny.
“Mianhae jadi merepotkan.”
“Santai saja, yang penting tidak terjadi apa-apa sama kamu Sunny.”
Heechul duduk di sofa. Menggeser tubuhnya sedikit untuk memberi Sunny tempat. Sunny duduk di sebelahnya.
“Sebenarnya… ada hal penting yang ingin kubicarakan.”
“Katakanlah oppa.”
“Maukah kamu menikah denganku?”
Lama Sunny membisu. Heechul juga berdiam diri. Seperti memberikan kesempatan pada Sunny untuk mengungkapkan isi hatinya.
“Oppa,” Sunny memegang tangan namja itu dengan lembut. “Mianhae, aku tidak bisa menikah denganmu.”
“Aku tahu,” Heechul balas menggenggam tangan Sunny dengan hangat. “Tapi aku tetap ingin mengatakannya.” Seuntai senyum pahit bermain di bibirnya. “Aku tahu kamu mencintai yeoja barusan. Kau akan menikah dengannya?”
“Dia sudah menikah, oppa.”
“Dia pasti berjanji akan bercerai demi kamu.”
“Mereka tidak mungkin bercerai. Orangtua mereka pasti akan menentangnya dengan keras.”
“Kalau begitu aku kasihan sama kamu, Sunny.”
“Aku tidak sudi dikasihani.”
“Kau akan kembali ke San Fransisco?”
“Aku masih belum tahu. Aku butuh waktu menyendiri. Aku harus memilih masa depanku.”
“Jangan biarkan orang lain mengatur jalan hidupmu, Sunny. Kau harus memutuskan pilihanmu sendiri agar tidak menyesal.”
“………………”
Heechul menghembuskan nafas.
“Jadi… sepertinya ini perpisahan ya… karena beberapa hari lagi aku akan pulang kembali ke San Fransisco. Terima kasih untuk waktu yang menyenangkan selama 2 tahun ini.”
Sunny memandang Heechul dengan penuh penyesalan. “Oppa masih mau jadi temanku kan? Oppa mau memaafkan aku?”
Heechul membalas tatapan Sunny sambil tersenyum pahit.
“Kenapa tidak? Persahabatan bisa lebih abadi daripada perkawinan bukan?”
Sunny bersyukur namja ini begitu baik.

**

Jam sudah menunjukkan pukul 12 malam.
Sunny menutup nintendo ds pinknya dan menguap. Dia sudah bersiap-siap akan tidur ketika telpon rumahnya berbunyi.
Ahh! Siapa lagi yang nelpon malam-malam begini?
Paman dan Bibinya sudah tidur, jadi Sunny terpaksa beranjak untuk mengangkatnya.
“Yeoboseyo?”
“Sunny ah~”
Mendengar suara cempreng itu, nada Sunny berubah jadi dingin.
“Kamu tahu jam berapa sekarang?”
“Di London jam 3 siang,” jawab Sooyoung karena kebetulan dia baru saja selesai mendengarkan lagu Mr. Taxi.
“Jangan main-main, Sooyoung! Kenapa kamu menelponku?! Semalam ini juga!”
“Karena aku ingin dengar suaramu sebelum tidur supaya aku bisa mimpi indah.”
“Kamu nggak usah menelponku lagi!”
“Dingin sekali, kenapa kamu menghindariku Sunny? Aku kan masih sayang kamu.”
“Karena kamu sudah jadi istri orang!” bentak Sunny kesal. Kenapa dia jadi seperti harus mengingatkannya berkali-kali?
“Aku tidak mau jadi batu sandungan dalam kehidupan perkawinan orang lain!”
Dan apalagi dari semua orang… kenapa kamu harus menjadi milik Jessica?
Tambahnya dalam hati.
“Pokoknya jangan telpon aku lagi.” Sunny menutup teleponnya dengan kasar.
Dan tidak lama kemudian teleponnya kembali berbunyi. Sunny menjadi geram.
Keras kepala sekali sih!
Sunny mengangkat dan langsung membentaknya.
“Sudah kubilang jangan telepon aku lagi!”
Orang yang di seberang sana kaget mendengar nada seketus itu.
“Sunny, kamu kenapa?”
“Eh? Sungmin oppa?! Mi-mianhae! Tadi kukira oppa orang lain! Soalnya oppa nelpon ke telepon rumah.”
“Gwenchana, soalnya kutelpon ke ponselmu tapi kamu tidak angkat-angkat juga. Ngomong-ngomong apa sudah terlalu malam untuk menelponmu?”
Sunny menggeleng, “Aniyo, ada apa oppa?”
“Aku pulang selama beberapa hari ke Korea. Apa besok kamu ada waktu luang? Bagaimana kalau kita jalan-jalan?”
“Besok? Ya aku bisa oppa!”
“Bagus, sudah lama kita tidak mengobrol-ngobrol bersama. Kita bisa bercerita panjang lebar.”
“Ne!”
“Kalau begitu aku akan menjemputmu di rumahmu jam 3 siang, tidak apa-apa jam segitu?”
“Tidak apa-apa.”
“Barangkali kamu mau kubawakan sesuatu?”
“Hmm, apa sebuket bunga mawar merah terlalu merepotkan?”
“Tidak, tapi kenapa bunga mawar?”
“Ehehe, terkadang aku ingin fantasi-fantasi romantisku jadi kenyataan. Seseorang membawakan sebuket bunga mawar khusus untukku. Mungkin terdengar tipikal, tapi belakangan ini tidak banyak namja yang sering melakukan itu.”
“Kalau begitu aku akan pastikan besok membawanya.”
“Hehe kutunggu.”
Kemudian Sunny berjalan kembali ke kamarnya. Dan dia tahu penyebab kenapa dia tidak mengetahui namja itu menelponnya. Sebab ponselnya di silent. Karena dia tidak mau siapapun mengganggunya saat sedang bermain game.
________________________________________________________________________________________________________________

Sunny mematut diri di depan cermin. Dia sudah sedikit berdandan. Penampilannya manis. Kini tinggal menunggu namja itu datang menjemputnya. Sunny memperhatikan jam, sepuluh menit lagi jam tiga. Dia berpikir akan menunggu Sungmin di depan.
Sungmin oppa bakal bawa bunga sesuai janjinya nggak ya?
Pikir Sunny excited sambil berjalan ke pintu depan. Dari jendela dia melihat sudah ada seseorang di depan sana. Apakah Sungmin?
Sunny terenyak kaget ketika melihat siapa yang berdiri di depan rumahnya.
Sejak kapan dia sudah menunggu disini?!

Dia bukan Sungmin. Melainkan yeoja jangkung yang sangat dikenalnya.
Sooyoung sedang bersandar di dinding dengan bahasa tubuh yang enak dilihat. Dengan gaya berpakaian yang menarik dan tubuhnya yang tinggi, sesaat dia tampak menawan seperti seorang model.
Dan Sunny sudah terlanjur membuka pintu.
“Sudah siap? Yuk kita pergi.”
“Aku memang mau pergi, tapi bukan sama kamu! Ngapain kamu datang kemari?!”
“Apa lagi? Sudah jelas untuk mengajakmu pergi.”
“Dengar ya, aku tidak pernah membuat janji pergi sama kamu, jadi jangan sekali-kali kamu datang ke rumah menungguku lagi, mengerti?!”
“Ada apa Sunny?”
Sooyoung dan Sunny berpaling pada asal suara itu. Seorang namja tampan berpakaian rapi. Di tangannya terdapat sebuket bunga mawar.
“Ah Sungmin oppa!”
“Sungmin?” Sooyoung mengucapkan namanya. Dia merasa pernah mendengar nama itu sebelumnya, tapi dia tidak begitu ingat kapan. Sebenarnya dia mendengarnya beberapa tahun yang lalu dari Lee Soo Man saat mau melamar Sunny.
Tiba-tiba saja dadanya terbakar cemburu. Sooyoung langsung berjalan ke depan namja itu. Merebut bunga di tangannya, lalu membungkuk sopan.
“Terima kasih, tapi Sunny akan pergi dengan saya.”
Sungmin langsung sudah tidak suka dengan sikap Sooyoung.
Di hadapan namja yang lebih besar darinya itu Sooyoung tidak gentar sedikit pun dan balas memelototi namja itu dengan berang.
“Kamu siapa?”
“Kamu yang siapanya Sunny?”
Sunny ngeri melihat keduanya berseteru seperti itu. Apalagi karena Sooyoung tidak kelihatan main-main.
Sungmin berpaling pada Sunny, “Sunny, apa dia mengganggumu?”
“Sunny adalah kekasihku, awas kalau berani mendekatinya!” tantang Sooyoung dengan mata berapi-api, dia terlihat seolah ingin menarik kerah baju Sungmin dan mendorong jatuh namja itu.
Sungmin merasa harus melindungi Sunny, meski itu berarti dia harus melawan seorang yeoja.
“Sooyoung jangan!”
Sunny berlari ke antara keduanya dan mendorong Sungmin.
“Sudah Sungmin oppa, kau pulanglah. Mianhae, lain kali saja kita pergi.”
Sungmin jadi tertegun.
Barusan dia menyebut nama Sooyoung?
Kalau tidak salah Sunny pernah cerita kalau itu nama yeoja yang dicintainya. Tapi kenapa Sunny malah tidak kelihatan senang?

“Tapi Sunny-”
“Aku tidak apa-apa… aku bisa menyelesaikannya sendiri.”

Benar juga, kalau memang benar dia cinta pertama Sunny, pasti ada beberapa hal yang harus mereka selesaikan bersama, pikir Sungmin.

Dengan berat hati Sungmin meninggalkan yeoja itu.
Sooyoung menggandeng Sunny.
Dari jauh Sungmin masih bisa melihat Sunny seperti mau menangis karena ditarik paksa oleh yeoja bernama Sooyoung itu. Tapi dia merasa tidak bisa berbuat apa-apa selain menyaksikan Sooyoung menyeret Sunny masuk ke dalam mobil.

Selama perjalanan Sunny terus memandang keluar jendela. Hatinya terasa ngilu. Sesak. Sudah dua tahun dia tidak merasakan perasaan seperti ini. Dia tidak begitu peduli lagi dibawa kemana, dia hanya berusaha menahan desakan di dadanya.
Sambil mengemudi mobil, Sooyoung melirik sekilas yeoja di sebelahnya. Sunny tidak mau memandang dirinya. Tapi dia tidak peduli. Sunny harus kembali padanya meski dia terpaksa harus menyakitinya.

Sunny dibawa ke sebuah vila terpencil milik Sooyoung yang jauh dari keramaian kota.
Sooyoung sudah selesai memarkir mobil dan menutup pintu villanya. Dia menghampiri kekasihnya di masa dulu dari belakang. Dipeluknya tubuh Sunny dengan lembut. Tetapi Sunny melepaskan diri dengan marah.
“Jangan ganggu aku lagi, Sooyoung!” sergahnya menahan tangis. “Sudah cukup penderitaan yang kualami! Kenapa saat hidupku sudah mulai tenang kamu malah muncul kembali?! Padahal aku tidak mau melihatmu lagi… kenapa kamu jahat sekali…”
Sooyoung meraih Sunny kembali dalam pelukannya.
“Sunny ah, kau boleh tusuk dadaku dengan pisau jika itu bisa mengurangi rasa sakit hatimu.”
“…!!” nafas Sunny tertahan mendengarnya berkata seperti itu.
“Maafkan aku karena selalu saja menyakititimu… tapi aku benar-benar mencintaimu…” paras Sooyoung mengerut seperti menahan sakit.
“……………..”
“Ya Sunny, maukah kau memaafkanku?” bujuknya lirih.
Sunny tidak menjawab. Hanya air mata yang meleleh bisu ke pipinya. Dia bisa merasakan hangat tubuh Sooyoung di punggungnya. Dia juga tidak bisa membohongi perasaannya kalau dia masih mencintai yeoja yang sudah beristri ini.
“Aku akan tetap mencintaimu… meski aku bukan jodoh yang diberikan Tuhan padamu…”
“……………..”
Sooyoung ingin sekali mengecup bibir Sunny yang bentuknya unik itu. Dia tidak dapat menahan gairahnya lagi. Maka diputarnya tubuh Sunny dan langsung mengulum bibirnya dengan mesra. Merasakan lip gloss rasa strawberry yang dipakai Sunny, Sooyoung jadi semakin bergairah.
“!”
Sunny terkejut mendapat perlakuan tiba-tiba seperti itu darinya. Tapi tangannya tidak bergerak untuk mendorong yeoja itu.
Terasa debaran halus di dadanya seperti ketika Sooyoung menciumnya waktu SMP dulu.
Sooyoung melepas ciumannya dan lidahnya bermain di daun telinganya.
Sunny mendesah halus merasa geli menggelitik telinganya.
Sooyoung menundukkan wajahnya, mendarati bibirnya di sepanjang leher Sunny. Sambil melepaskan cardigan yang dikenakan Sunny dengan gerakan yang sudah terlatih. Lalu mengangkat bajunya.
Sunny pasrah dan membiarkan dirinya ditelanjangi.
Sooyoung melempar bajunya ke sembarang arah. Lalu mencium pundak Sunny sambil melepaskan pengait bra Sunny dengan satu tangan. Kemudian tangan satunya melepaskan jeans beserta celana dalam Sunny.
Sooyoung sudah pegal harus menunduk untuk dapat mencium Sunny, jadi dia memeluk dan merebahkan Sunny di atas lantai.
Sunny melihat saat Sooyoung bertelanjang di atasnya. Pipinya menjadi panas melihat tubuh Sooyoung tanpa pakaian.
Sooyoung menyibakkan sebagian rambut yang menghalanginya di belakang telinganya lalu menunduk dan mengisap pelan puting Sunny.
“Uh!”
Sebelah tangan Sooyoung meremas sebelah dadanya.
Sunny menggeliat di bawahnya. Mencari-cari sesuatu yang bisa diremasnya sampai dia menemukan tangan kiri Sooyoung. Jemarinya masuk di antara sela-sela jari Sooyoung dan menggenggamnya erat.
Bibir Sooyoung turun menelusuri tempat-tempat yang paling sensitif di tubuhnya. Tubuh mereka melekat rapat.
Sunny merintih tertahan. Semuanya terasa begitu nikmat. Begitu memabukkan. Begitu indah. Dia menjadi lupa semuanya, mabuk dengan kehangatan tubuh Sooyoung. Tenggelam dalam banjir kebahagiaan atas reuni mereka.
Sooyoung menyelipkan jarinya masuk.
“Awww!”
Sooyoung tidak menyangka akan mendapat reaksi seperti itu dari gadis di bawahnya.
“Sunny, jangan-jangan kamu…”
Sunny menggigit bibirnya kemudian mengangguk sambil memejamkan matanya.
“A-ah, mianhae Sunny kalau aku terlalu kasar.”
“Gwenchana…”
Merasakan tubuh gadis di bawahnya menjadi tegang, Sooyoung tidak jadi menggerakkan jarinya. Dia menjilat bibir Sunny, meminta ijin untuk masuk ke dalam. Perlahan Sunny membuka sedikit mulutnya. Lidahnya masuk dan bertemu dengan lidah Sunny. Lalu bergerak menelusuri gigi dan rongga mulutnya.
Tangan yang satunya menggosok-gosok paha, perut, lengan serta anggota-anggota tubuh Sunny yang lain untuk membuat gadis itu kembali nyaman.
Setelah dirasanya tubuh Sunny sudah rileks dia mulai menggerakkan jarinya keluar masuk. Makin lama makin cepat. Tidak lama kemudian Sunny mulai merasakan sesuatu di perutnya.
Melihat ekspresi Sunny, Sooyoung bertanya, “Kamu sudah mau orgasme?”
“Mmmm…” Sunny hanya meremas tangan Sooyoung sebagai jawaban.
Sooyoung membengkokkan jarinya di dalam Sunny untuk memberi kenikmatan lebih. Sunny mencapai klimaks. Sooyoung masih menggerak-gerakkan jarinya di dalam untuk memperpanjang klimaksnya.

Ketika akal sehat sudah kembali pada dirinya. Sunny menemukan dirinya terbaring di atas lantai tanpa mengenakan busana.
Sooyoung berada di atas menindihi tubuhnya. Mereka sama-sama bersimbah peluh.
Mata Sooyoung bersinar penuh kasih.
“Bahagia Sunny?” bisiknya lembut.
Sunny mengerjapkan matanya mengiyakan. Dia tidak mampu membuka mulutnya. Tubuhnya terasa lemas tak bertenaga. Tetapi dia belum pernah merasa sebahagia ini.
“Saranghae.”
Sooyoung memagut bibir Sunny sekali lagi. Mereka berciuman lama dan dalam sampai Sunny membalik posisi mereka.
“Sekarang giliranmu.”
Sooyoung tersenyum, memandang lembut Sunny di atasnya.
“Ne, aku ingin merasakan sentuhanmu Sunny…”
Sunny kembali berdebar mendengar itu.
Sunny mencoba membelai dan meremas dada Sooyoung. Tangan Sooyoung memeluk dan mengelus punggungnya.
Kemudian tangan Sunny turun menggosok-gosok area privat Sooyoung. Mendapat erangan lembut keluar dari bibir gadis itu.
“Ahh… Sunny…”
Tangan Sunny langsung basah oleh cairan cintanya.
“Masukkan jarimu ke dalamku…”
Sunny menuruti perkataan Sooyoung dan memasukkan jarinya ke dalam.
Sooyoung mendesah nikmat.
Ini yang selalu dia impikan, bercinta dengan Sunny seolah tidak ada hari esok. Otaknya jadi berkabut, dia tidak bisa memikirkan hal lain lagi. Sooyoung benar-benar melupakan istrinya.
“Ahh! Lagi…!”
Sunny memasukkan jari kedua lalu disusul jari ketiga.
Nafas Sooyoung memburu merasakan jari Sunny keluar masuk dirinya.
“Lebih cepat chagi!”
Dada Sunny membuncah bahagia saat mendengar Sooyoung memanggilnya seperti itu.
Sunny mempercepat gerakannya.
Tidak lama kemudian punggung Sooyoung tersentak merasakan klimaks yang hebat.
Karena kelelahan mereka berdua mengantuk dan tertidur.

Keesokan paginya, Sunny terbangun. Dia melihat Sooyoung masih tertidur nyenyak di sebelahnya.
Dia mengenakan kembali pakaiannya. Berusaha tidak membuat suara sekecil apapun. Kemudian berjalan mengendap-endap menuju pintu.
“Mau kemana?”
DEG
Langkah Sunny terhenti.
“Pergi tanpa bilang apa-apa sama aku.”
“Aku mau pulang. Aku tidak pulang semalaman, Appa dan Umma pasti khawatir. Juga… tidak baik kita terus begini. Aku akan kembali ke San Fransisco.”
“!” Sooyoung terenyak mendengar nama kota itu kembali disebut. Dia tidak ingin merasakan sakit hati lagi ketika Sunny pergi meninggalkannya ke San Fransisco.
“Tidak Sunny! Kau tidak boleh pergi!”
“Tapi ini hubungan gelap, tidak sepantasnya kita melakukan ini.”
“Aku… aku akan menceraikan Jessica!”
“Dan mengumpulkan semua tamu yang datang pada hari pernikahanmu?”
“Akan kulakukan jika itu memang maumu!”
Sooyoung sudah berdiri di belakangnya. Melingkarkan kedua tangannya di bahu Sunny. Nafas Sunny tercekat ketika merasakan tubuhnya tenggelam dalam dekapan Sooyoung.
“Jangan pergi Sunny… jangan pernah meninggalkanku lagi…”
Dadanya terasa sesak mendengar permohonan seperti itu.
“Aku tidak pernah bisa berhenti memikirkanmu… meski sudah ada Jessica di sisiku. Karena hanya kamulah yang kucintai…”
Sunny memejamkan matanya rapat-rapat. Dia tahu ini tidak benar. Tapi dia tak kuasa untuk menolak yeoja itu. Dia seperti sudah terbius oleh seluruh keberadaan Sooyoung.
Dia tidak mampu berkata apa-apa lagi. Tidak sempat berbuat apa-apa pula ketika Sooyoung menggendongnya dan membawanya ke kamar tidur. Membaringkannya di ranjang. Dan mencumbunya sedemikian rupa.
Di bawah tindihan tubuhnya, Sunny merasa lemah, tapi sekaligus nyaman dan hangat.
Cinta telah membutakan segalanya.

*~To Be Continued~*

A/N : Sekali lagi mianhae karena memberi NC tanpa warning 😀 kuharap suka dengan surprisenya^^

Advertisements

Comments on: "We Were Meant to Be Together (Chapter 13)" (38)

  1. enak bgt soo 2 kali dapet perawan, wkwkwk
    .

  2. Wah author akhir2 ini suka buat NC ya? XD
    Asyik, akhirnya SooSun bersatu kmbali.^^ (walau ini sbnarnya bukan hal yang benar sih, poor Sica. >.<)
    Waduh itu Soo bnar2 ya, niat yadong-nya ama Sunny sekian lama dipendam akhirnya terlampiaskan juga. Gak cukup semalaman, paginya melakukan lagi. XD
    Wah HeeChul ama SungMin baik banget yah kedua namja ini ama Sunny, trutama HeeChul yang normal tapi tidak memaksakan kehendaknya ama Sunny.^^
    Ckckck Soo hebat amat yah, hanya dengan satu-dua kalimat aja sudah bisa membuat Sunny yang memendam kemarahan slama 2 tahun k Soo langsung bertekuk lutut. Sunny baru bimbang n lengah sdikit saja langsung dimanfaatkan tuh ksmpatannya, n habis 'dimakan' ama Soo.XD
    Hmm, itu brarti Soo yang prtama buat Sunny ya?^^

  3. Sooyoung byunnnn >///<

    Soosun kmbli lg…
    Sunny gk prnh bsa mnolak Soo, Kta2 Soo yg tenang tpi pnuh prsaan mluluhknny…^^

    Dan Soo, enk bngt lo dpt 2 prwn..
    Huftt.. gmn prsaan Sica y klo tau istriny slingkuh??

    Sica eonni Y.Y, ksian 2 thun mnikahi gdis yg gk prnh bsa mlupkn cinta prtmanya…

  4. Ya! Astaga pagi ini knp bnyak yg kyk gini sih..hahaha #nyengirbahagia #plak

    aduuuuh sooyoung.. Bingung saya, mau kasian sama jessica ato sunny.. Heechul sm hanggeng gih sono, deket2 sunny mulu..

  5. Wohooo NC lagi top deh kali ini NCnya pake cinta 🙂
    Waduh sica mau di ceraikan?aduuuhhh kenapa ga poliandri aja terus threesome haha #otak yadong akut
    Lanjut thor hwaiting ^^

  6. Miss New New said:

    yah! Author..!
    Nc lagiiii?
    Baru saja menjernihkan otak setelah chapter kemaren *nyengir byun

    Aku baca chapter ini sambil cengengesan ambil jeda dulu tarik napas baca lagi ambil napas makan pempek godain doggy tidur2an baca lagi…
    Ribet thor tapi kalo gak gitu aku gak yakin bisa kuat imannn *peluk2 guling

    Thor, aku penasaran, kalo bikin NC cepet apa lama? Trus pake deg2an gak? xD

  7. soo unni jahat banget ma sica unni.padahal soosica da menikah.jadinya sunny unni disini spt parasit dlm rumah tangga orang.cerai?knp gak poliandri aja.kan bisa ngelakuinnya bertiga tiap hari XD *kecipratanvirusbyunnyakidleader*

  8. DeeScorpio said:

    ga nyangka bakala ada nc lagi thor?wkkkk…ya ampun soo km byun 😀
    soosun bersenang2 tapi kasian sica’a. sica kan tulus sma soo u,u *sica sama ak aja yuk#plak
    jangan2 nanti soo menceraikan sica demi sunny… u,u
    ditunggu chapter slanjut’a thor 😉

  9. pupupuputtt said:

    ehem, NCnya aku baca sepintas diawal. terus di skip sampe tengah *TerusKetawaKetawa*, skip lagi *KetawaLagi* sampe habis xD

    awalnya cinta segitiga kog jadi segilima ya 😀

    jadi endingnya gimana? soo tetep sama sunny kan ??
    kira” masih ada berapa chap lagi sampe endingnya, thor?
    Oya Thor, cerita segisembilannya ga dilupain kan?
    aku masih nunggu lanjutannya ..

    semoga author punya banyak waktu buat update ff nya :->

    • haha kebanyakan ketawa tuh XD
      tp tetep lbh banyak antara SooSunSic
      msh blm mastiin, kayaknya gak smp 20 chapter sih
      gak dilupain, author cuma mau fokus ke yg lbh banyak ide dulu

  10. OMMO!!! What The Heck???
    Kok mereka jadi berhubungan ‘Gelap’ gitu?
    Cerita apa yang bakalan bergulir kedepannya ya? Hmm…
    FF lagi hobi ngegalau ihh… >.<
    Nunggu aja deh… ^_^

  11. sooyoung jjang!!!!
    xD

  12. hehehehehehe… 🙂
    abis nyampe bawah jd lupa mo komen apa.. hehe 🙂
    ^^ Soosun bersatu.. 🙂 sicca yg sabar ya kalo soosic beneran cerai tenang masih ada yul kok yg siap menampung janda sicca gkgkgk #tetepMaksaAda Yulsic

  13. yahhh soo jahat…
    udh menodai sunny, eeh nyelingkuhin sica lagi….
    jahaattt…..

  14. wihhh… ini yang kedua kalinyaaaaaa!
    surprise banget ya. hahahaha
    ceritanya makin complecated.
    karakter soo yang jadi nekat bener-bener kerasa. oiya, jessica gimana un?
    jadi penasaran banget ama cha[ter selanjutnya. wkwkwkwk
    good job unnie!

  15. Annyeong,,,,,
    – – – –
    Wawww,,,huh*kipas”
    SooSun akhirnyaaah,keinginan yng bru ksampaian,,,
    Tpi Soo bner” gk mkirin Istrinya nunggu d rumah noh,,smbil nynyi bang toyib pasti,,,,,
    #gAk kbyang sica nynyi bangToyib#plak#abaikan
    – – – – –
    jngan berpisah lagi soosun,,,,
    D tunggu next Chapternya,,,,
    SEMANGAAAAT~

  16. woah soo tega nih selingkuhin sicababy & trus mau diceraiin juga lagi 😦
    tp enak banget ya tuh si soo ngambil keperawanannya sica & sunny… player abis deh 😛
    next part bakalan makin seru nih…

  17. Kimtaeyeoung said:

    Huaaaa soosun nc..sun bener2 g bisa nolak soo..
    Q kasian ma sica..waah sica gmn nih nantinya?

  18. chocofloat29 said:

    huuaaaa kejutan….
    daebak…

  19. sooyoung dah cinta mati tuh ama sunny
    yeaay~soosun berastu, walaupun hubungan gelap.wkwk
    tapi ga apalah, yg pntng soosun, bawaannya seneng
    kasian ama sica, keluarkan yul dari persembunyian dong min hehe
    semangaaat min!!

  20. NC
    sya suka sya suka
    tpi kasian sica thor mau dikemanain sica ny
    gmna klau datangi yuri thor buat sica
    slam knal y thor reader bru

  21. lee deyeon said:

    Huh awal nya ksel krna prlakuan Syoo yg maksa bnget, jdi nyebelin, eeh dteng2 ada adegan NC jdi ga ksel lg deh, hahahaa..

  22. cemburunya sooyoung bikin ngakak..

  23. sunny mah lain antara ucapan..hati ama tubuh hihihi
    goo soosun

  24. Sunny lagi2 ga bisa nolak omongan soo semua yg di omongin sama soo selalu ga bisa di tolak sama sunny soo #poor sica

  25. hennyhilda said:

    Sooyoung knp jd jahat gt c m sica tp kasian jg m sunny
    author berhasil bqn readersnya jd dilema
    semangat author
    ganbatte

  26. ohhh cinta sejati ni critanya… walaupun bnyk rintangan.. pda akhirnya meraka kmbli bersatu… wah hebat author… jjang..!!!!

  27. duh sooyoung penggodaa, akhirnya sunnypun tergodaaa dan akhirnya terjadillah pertumpahan hasrat yg sangat menegangkan #apamaksudnya duh smkn lama setiap chapter bkn deg2an ga bisa buat nebak endingnya gmna

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: