~Thank you for your comments~

A/N : Author mau mengucapkan Merry Christmas reader^^
dan Happy SooSun day buat tanggal 24 kemarin ❤
enjoy~

Sooyoung sedang berada di kamarnya sendiri. Duduk di atas kasurnya sambil ditemani boneka kelinci pinknya.
“Sunny. Sunny Bunny,” Sooyoung mencolek pipi boneka kelincinya.
“Ahaha, sejak kapan namamu jadi Sunny? Ih imut deh kamu!”
Sooyoung mendekap erat-erat boneka kelincinya yang diberi nama Sunny.
Sooyoung merebahkan diri dan menatap langit-langit kamarnya. Seluruh kenangannya bersama Sunny masih terekam jelas di otaknya. Kenangan-kenangan manis semasa sekolah terasa indah tapi di saat yang bersamaan juga membuat hatinya sakit.
Saat minum susu, dia ingat Sunny. Saat makan hamburger juga.
Pokoknya mengerjakan apapun, bayangan gadis itu hampir tidak pernah luput dari pikirannya.
Sooyoung merenung kembali.
“……baiklah, sudah kuputuskan.”

**

“Kamu mau ke San Fransisco?!” tanya Ummanya kaget.
Sooyoung mengangguk mantap.
“Mendadak sekali! Memangnya kamu sudah mempersiapkannya?!”
“Aku sudah punya passportnya,” jawab Sooyoung.
“Buat apa kamu kesana?!”
“Untuk menggapai kembali cintaku,” kata Sooyoung tegas.
“Biar Appa tebak, kamu mau kesana karena gadis bernama Sunny itu kan?”
“Ne.”
“Jangan nekat!”
“Umma, aku hanya merasa kalau aku menyerah sekarang sebelum berusaha, aku akan menyesal selamanya. Selama harapan di dalam diriku masih menyala. Aku tidak akan berhenti berharap. Karena kalau aku berhenti berharap, cintaku nggak akan berlanjut. Jadi kumohon ijinkan aku.”
“Tapi…!”
“Gwenchana Umma, aku kan sudah dewasa.”
“Ya benar, biarlah dia mengambil keputusan sendiri,” kata Appanya.
“Bukan itu yang Umma khawatirkan. Apa tidak lebih baik meminta Jessica menemanimu?”
“Aku tidak mau merepotkannya.”
Dalam batin Sooyoung. Mengajaknya? Mana mungkin!
Karena mengajak Jessica hanya akan melukai hati gadis itu lebih dalam.
Sooyoung bukannya tidak pernah sadar Jessica yang sering memperhatikan kedekatannya dengan Sunny dari jauh.
Jessica terlalu baik, itu sebabnya dia selalu memendam perasaannya. Sooyoung tak sampai hati untuk menorehkan luka ke hatinya lagi yang mungkin saja masih belum kering.
“Aku akan segera pulang, Umma, Appa.”
“Berjanjilah paling lama kamu hanya 3 hari disana, lalu segera pulang,” kata Appanya.
“Baik.”
Sooyoung tahu ini perbuatan nekat. Dia bahkan tidak tahu dimana Sunny tinggal. Tapi dia tidak peduli. Dia akan mempertaruhkan segalanya pada perjalanannya ini.

**

Sendirian di tanah asing. Di tengah kemegahan kota membuat Sooyoung jadi tertekan.
Dia tidak tahu harus mulai darimana. Dia sama sekali tidak punya petunjuk.
Di hadapan orang tuanya Sooyoung mengaku bisa berbahasa inggris dengan cukup baik, tapi pada kenyataannya dia hampir tidak bisa membuka mulut.
Dia hanya bisa berdoa dalam batin.
Tuhan, lindungi aku. Tolong pertemukan aku dengannya.

Bahkan setelah matahari telah lama tenggelam di ufuk barat, San Fransisco masih belum juga mengantuk. Kerlap-kerlip lampu membuat kota San Fransisco terlihat bak lautan permata dari jauh.
Jalanan masih ramai dengan para pejalan kaki. Terdengar suara-suara dari berbagai tempat hiburan di pinggir jalan.
Tapi Sooyoung sama sekali tidak berniat untuk berhenti dan menikmati keindahan yang ditawarkan kota San Fransisco. Dia harus mencari Sunny.

Selama 3 hari lamanya, Sooyoung berputar-putar tanpa tujuan. Seperti orang hilang. Mengejar harapan yang tidak pasti.
Sooyoung meratap sedih sambil menatap Golden Gate di kejauhan sana. Dia sampai sudah berkeliling di Fisherman’s Wharf juga. Dia hampir nggak bisa menikmati makan karena terus memikirkan Sunny.
“Haha, dia nggak mungkin ada di pulau Alcatraz kan?” candanya pada dirinya sendiri. Lalu dia menghela nafas lagi.

Padahal berada di kota yang sama. Padahal berada sedekat ini.
Tapi aku tak bisa menemukannya…

Air matanya hampir keluar. Sooyoung berusaha menahannya sebisa mungkin karena dia tidak mau terlihat menangis di tempat umum.
Kenapa cinta harus begitu berat?
Apa memang beginikah takdir?
Padahal semuanya masih terasa begitu indah saat mereka masih duduk di bangku sekolah.
Sooyoung sudah berjanji akan pulang hari ini. Maka dengan berat hati akhirnya dia meninggalkan San Fransisco dan pulang kembali ke Korea. Pada akhirnya pencariannya yang nekat tidak membuahkan hasil. Malah hanya memupuskan harapan Sooyoung. Menambahkan keputusasaan di hati Sooyoung bahwa cinta mereka tidak akan bisa bersatu.

**

Begitu pulang Sooyoung langsung dipeluk oleh Ummanya seolah anaknya itu sudah bepergian selama beberapa tahun.
“Aku pulang Umma, Appa. Seperti yang kalian lihat, aku baik-baik saja.”
“Oh Sooyoung, syukurlah… terima kasih Tuhan…” bisik Ummanya.
Setelah dirasanya cukup, Sooyoung melepaskan pelukan Ummanya.
“Aku mau ke kamar ya.”
“Bagaimana? Apa kamu bertemu dengan gadis itu?” tanya Appanya ketika Sooyoung hendak menuju ke kamarnya.
Sooyoung hanya berhenti sebentar lalu menggeleng tanpa menoleh ke belakang.

Sooyoung membuka pintu kamarnya. Padahal baru 3 hari lamanya tapi seperti sudah lebih dari seminggu dia meninggalkan kamar ini.
Mata Sooyoung melebar melihat Jessica di dalam kamarnya. Tapi dia tidak berkata apa-apa dan hanya meletakkan tasnya.
“Sooyoung ah! Aku sudah dengar dari orangtuamu, kamu bolos kuliah 3 hari dan pergi ke San Fransisco sendirian ya?!”
“………………” Sooyoung melepaskan jaketnya dan meletakkannya di kursi, masih belum membuka mulut.
“Aku tahu kamu memang segitu tidak bisanya melupakan Sunny, tapi seharusnya kamu ajak aku! Aku khawatir tahu! Apalagi kamu nggak bisa bahasa inggris!”
“………………”
Jessica makin kesal karena tidak mendapat respon. Dia jadi seperti sedang berbicara dengan tembok.
“Yah! Jangan diam saja dong! Aku lagi bicara sama kamu disini!”
Sooyoung menarik nafas untuk meredam tangis yang sejak tadi ditahannya.
“…mianhae Sica… jebal, sekarang ini aku nggak mau berdebat denganmu. Tinggalkan aku sendiri…”
Jessica yang menangkap tanda-tanda dalam nada suaranya tidak jadi marah.
“Sooyoungie…”
Jessica melihat bahunya sedikit berguncang karena menangis. Hati-hati dia mendekatinya dan memeluknya dari belakang.
“Aku nggak akan meninggalkanmu…”
Jessica menyandarkan kepalanya di bahunya.
“Kalau kamu butuh seseorang untuk tempat bersandar. Aku akan selalu ada buat kamu…”
Sooyoung tidak menoleh ke Jessica. Tapi ia menangkap semua kata-kata Jessica dan terasa berjejalan di dalam dadanya. Dia dapat merasakan Jessica ikut menangis bersamanya.
Ketika bisa memeluk orang yang dicintainya, Jessica mati-matian menahan diri dari mengucapkan kata ‘saranghae’.
Diam-diam dia membatin.
Sunny cepatlah kembali.
Kalau tidak akan muncul keinginan dalam diriku untuk merebut Sooyoung darimu…
_____________________________________________________________________________________________________________________

Malam yang sejuk di San Fransisco.
Sunny dan Heechul hanya berdua saja menikmati pemandangan di tempat tinggi yang terbuka. Heechul memberikan Sunny sebotol minum.
“Nih, kamu haus kan?”
“Gomawo.”
Heechul membuka botol minumannya sendiri dan meminumnya beberapa teguk, ditatapnya wajah gadis di sampingnya selama beberapa saat.
“Apa yang kamu pikirkan sekarang?”
“Aku hanya sedang berpikir lampu warna-warni disana tampak seperti deretan berlian. Indah sekali.”
“Benar juga.”
“………………”
“Kamu tahu Sunny… cinta itu justru abadi kalau tidak kesampaian.”
“Ah, itu kan cuma ungkapan frustasi orang yang putus cinta.”
“Nggak percaya? Coba lihat orang yang sudah menikah dengan kekasihnya belasan tahun yang lalu. Mungkinkah cinta mereka masih sebesar cintamu pada kekasihmu?”
Aku tidak tahu, pikir Sunny sambil meneguk minumannya. Sepintas dia teringat Sooyoung.
“Nah, ingat kekasihmu lagi kan?” Heechul tersenyum lembut. “Tiap malam kamu merindukannya. Lebih-lebih pada malam-malam seperti ini. Padahal kalau dia sudah belasan tahun menjadi istrimu, justru hanya pada malam natal dan tahun baru dia berada di dekatmu. Itu pun diragukan apakah pikirannya masih tetap lekat padamu.”
Dia ingat namja ini memang lebih tua darinya.
“Ini pengalaman pribadimu?” sindir Sunny separo bergurau.
“Hasil riset bertahun-tahun,” Heechul balas berkelakar.
“Haha very funny.”
Tapi diam-diam Sunny jadi membatin.
Kalau memang benar begitu berarti cintaku yang tidak terbalas ini akan jadi abadi?
_____________________________________________________________________________________________________________________

Jessica baru saja datang ke rumah Sooyoung dan dia langsung geleng-geleng ketika menemukan Sooyoung yang lagi-lagi mabuk di sofa.
“Akhh, mentang-mentang Umma dan Appanya lagi di luar kota…”
Akhir-akhir ini alkohol memang jadi tempat pelariannya.
Jessica membelai rambutnya. Sooyoung sedikit menggeliat setelah rambutnya disentuh.
“Sooyoungie… segitu terlukanya kamu dengan kehilangan Sunny?”
Tapi Jessica juga tidak bisa menyangkal bahwa dirinya juga ikut terluka melihat keadaan Sooyoung yang seperti ini.
Jessica tidak akan berkata ‘Lupakan Sunny’ atau ‘Aku akan selalu menunggumu sampai kamu bisa melupakannya’.
Karena dia ingin Sooyoung bahagia, walau itu berarti dia harus mengabaikan perasaannya sendiri.
“Yah bangun.”
Jessica mengguncang pelan bahunya tapi Sooyoung masih tak bergeming.
“Jangan tidur disini. Nanti bisa masuk angin.”
Jessica mau menggendong Sooyoung, tapi dia tidak kuat. Jadi akhirnya dia hanya bisa memapah Sooyoung ke kamarnya.
“Ahh kenapa jadi berat sekali! Yah, kamu jangan hanya bersandar di aku, pakai kekuatanmu sendiri.”
Hanya erangan yang keluar dari mulutnya.
Karena Jessica tidak kuat menopangnya, dia terbawa jatuh ke kasur. Tubuhnya tertindih tubuh Sooyoung.
“Uhh… Sooyoung minggir.”
“………………..”
Tapi Sooyoung tidak berniat menyingkir.
“Sooyoungie… berat nih…”
Sooyoung membuka matanya, masih dalam keadaan setengah sadar. Mungkin karena pengaruh alkohol Sooyoung jadi melihat Jessica sebagai Sunny.
“Eh?”
Jessica kaget ketika kedua tangannya ditahan di atas kasur.
Karena pengaruh alkohol jugalah Sooyoung jadi ingin melampiaskan keinginan yang selama ini dipendamnya.
Jessica tersentak ketika Sooyoung mulai mencium lehernya. Tangannya yang masih ditahan terkepal ketika Sooyoung mengisapnya cukup kuat sehingga meninggalkan kiss mark yang jelas.
Jessica sedikit tidak percaya ketika satu persatu bajunya mulai ditanggalkan oleh Sooyoung.
Refleks Jessica merapatkan kakinya saat Sooyoung melepaskan celana dalam sebagai pertahanan terakhirnya.
Jessica melihat Sooyoung duduk di atasnya lalu juga melepas seluruh bajunya sendiri.
Jantungnya berdebar kencang memikirkan bahwa dia akan segera melakukannya dengan Sooyoung…
Kini mereka sudah sama-sama tak mengenai pakaian.
Jessica merasa tubuhnya menjadi panas ketika kulit mereka saling bergesekan.
Nafasnya tertahan ketika merasakan bibir Sooyoung menciumi area di sekitar dadanya. Jessica memejamkan matanya, merasakan kenikmatan yang belum pernah dirasakannya.
Gairah dalam dirinya semakin meluap. Jessica berusaha meredam desahan-desahan yang hampir keluar dari bibirnya.
Sementara Sooyoung masih memberikan rangsangan di dadanya, Jessica memeluk kepala Sooyoung. Sedikit menjambak rambutnya. Lidah Sooyoung melakukan gerakan memutar. Menggigitnya pelan dan mengisapnya.
Tangan Sooyoung yang bebas memilin dada sebelahnya yang mulai menegang.
“Ahh… ahh…”
Jessica tidak mampu lagi meredam desahannya. Dia tidak menginginkan hal lain lagi selain rangsangan yang diberikan oleh Sooyoung.
Sooyoung ganti mengisap dada sebelahnya dan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan pada dada sebelahnya. Jessica mulai merasa daerah di antara kedua pahanya aneh. Terasa basah dan tidak tenang. Dia ingin merapatkan kakinya, tapi tidak bisa karena sebelah kaki Sooyoung berada di antaranya.
Sooyoung berhenti menstimulasi dadanya lalu memagut bibirnya. Ciumannya sedikit kasar dan berbau alkohol, tapi Jessica justru tidak ingin Sooyoung berhenti. Jessica memegang kedua pundak Sooyoung dan membiarkan dirinya terhanyut melalui ciuman yang dalam.
Dia merasa geli di area sekitar pahanya. Rupanya jari-jari Sooyoung sedang mengelus-elus pahanya.
“Emmhh…”
Erangan keluar dari bibirnya saat Sooyoung menjauhkan bibirnya beberapa senti, memiringkan kepalanya dan kembali mencium bibirnya dari angle yang berbeda.
Jessica dapat merasakan jari Sooyoung sekarang berada tepat di depan kewanitaannya. Mendadak Jessica merasa sedikit takut, tapi dia tidak mau menghentikannya.
Sambil mengulum bibir Jessica, dengan hati-hati Sooyoung menyelipkan jari tengahnya masuk.
“Mmph!”
Jessica mengerenyit sakit. Baru kali ini ada sesuatu masuk ke dalam tubuhnya. Tak sengaja dia menenggelamkan kuku-kukunya di bahu Sooyoung.
Sooyoung tidak mempedulikan rasa sakit yang menghujam bahunya dan tetap menggerakkan jarinya keluar masuk dengan gerakan pelan.
Meski masih sedikit sakit, Jessica mulai dapat menikmatinya. Karena ciuman Sooyoung yang memabukkan membuatnya dapat mengalihkan rasa sakit itu menjadi nikmat.
Dan Jessica sangat menyukai cumbuan Sooyoung. Karena Sooyoung melakukannya sambil masih mencium bibirnya. Membuatnya merasa disayangi. Meski masih mabuk, dia dapat merasakan cinta dari gadis itu.
Akhirnya Jessica hanya pasrah menerima dan mendesah selama sesi berhubungan intim. Memang sebenarnya dalam hatinya dia selalu merindukan sentuhan Sooyoung.
Sooyoung melakukan hal seperti ini padanya. Sekaligus orang pertamanya. Baginya seperti sebuah mimpi yang indah.

Paginya Sooyoung baru menyadari apa yang sudah diperbuatnya. Setelah pengaruh alkohol sudah hilang sepenuhnya.
Dia sudah meniduri Jessica.
Lebih parahnya lagi mengambil keperawanannya. Dia melihat sedikit bercak darah di kasur, bahkan di jarinya juga masih tersisa.
Dia tahu kata ‘maaf’ saja tidak akan cukup.
Melihat yeoja itu kebingungan, Jessica berkata.
“Gwenchana.”
Sooyoung tertegun mendengar jawaban itu keluar dari mulutnya.
Jessica sama sekali tidak menuntutnya. Dia sudah bahagia hanya dengan melakukan itu bersama dengan Sooyoung. Dia tidak akan meminta lebih.
Tapi sikap Jessica yang seperti itu malah melukai hati Sooyoung.
Kenapa Jessica selalu saja baik padanya?
Padahal dia sudah melakukan perbuatan yang tidak termaafkan.
“Nggak bisa begini. Aku akan bertanggung jawab.”
“Bertanggung… jawab?”
“Ya, aku akan menikahimu.”
“Tunggu… kamu serius dengan ini Sooyoungie?! Bukannya kamu masih…”
“Aku akan belajar untuk mencintaimu.”
Jessica masih tidak percaya dengan pendengarannya sendiri. Sooyoung berkata akan belajar untuk mencintainya?
“Aku rasa sudah saatnya aku untuk merelakan apa yang tidak bisa kuraih. Melalui perjalananku ke San Fransisco, Tuhan sudah mengajarkan padaku. Bahwa aku harus lebih melihat apa yang ada di sekitarku sebelum aku kehilangannya juga.”
Sooyoung menatap ke dalam mata Jessica sungguh-sungguh.
“Barangkali memang kamulah orang yang disiapkan Tuhan untukku. Kamu sangat berharga bagiku Sica, dan aku tidak mau kehilanganmu juga. Aku tahu aku sudah banyak menyakiti hatimu, tapi… maukah kamu menerimaku yang seperti ini?”
Air mata Jessica menitik satu-satu.
“Aku sangat bahagia mendengarnya… sejak dulu aku selalu selalu mencintaimu Sooyoung…”
“Ya aku tahu…”
Sooyoung mendekap Jessica dan membiarkan gadis itu menangis di bahunya.
_____________________________________________________________________________________________________________________

Sunny berjalan sendirian di tengah kota. Rasa kesepian merambat di hatinya.
Sunny menengadah menatap langit malam sejenak. Lalu dia melihat sepasang yeoja berjalan tidak jauh dari tempatnya berdiri. Keduanya terlihat manis dengan tangan mereka yang saling bergandengan, seolah hendak menjaga pasangan mereka.
Sunny memperhatikan wajah kedua yeoja tersebut. Sunny merasa pernah melihat salah satu dari yeoja itu sebelumnya. Dia kaget begitu teringat kembali siapa yeoja tersebut.
“Masa sih… Tiffany?!”
Gadis itu menoleh setelah mendengar namanya disebut. Dia juga sama tertegunnya.
“Eh? Sunny?!”
Gadis itu langsung mendekati Sunny.
“Wah ternyata benar Sunny!”
Tiffany memekik gembira sambil memegang kedua tangan Sunny.
“Sudah lama sekali! Gimana kabarmu?! Kamu tidak bisa kuhubungi!”
“Iya, mianhae, karena aku ganti nomor dan memori ponselku rusak.”
Yeoja yang berjalan bersama Tiffany kini sudah berdiri di sampingnya.
Sunny memperhatikan wajahnya. Yeoja yang bersama dengan Tiffany ini juga memiliki wajah cantik dan karisma yang membuat Sunny sempat terpaku selama beberapa detik.
“Tiffany, siapa dia?”
“Ah, benar juga, aku belum memperkenalkan kalian. Sunny ini Taeyeon, Taeyeon ini Sunny.”
“Annyeong,” kata mereka berdua sambil bersalaman.
“Jadi dia Taeyeon yang kamu bicarakan itu?”
Tiffany mengangguk sambil tersenyum.
“Waahhh! Kalian serasi sekali!”
“Gomawo^^”
Sunny melihat kedua pasangan di depannya tersenyum malu-malu atas komentarnya.
Hehe lucu, batin Sunny.
“Tapi ngomong-ngomong kenapa kalian berdua bisa ada di San Fransisco?”
“Kami berdua mulai sekarang pindah kesini karena tiga hari lagi kami akan menikah.”
“Wahh! Jinjja?!”
“Ne.”
“Kyaaaa selamat ya!”
“Gomawo, aku ingin kamu datang ke pesta pernikahan kita Sunny. Ah Taetae, kamu bawa undangannya kan?”
Taeyeon mengeluarkan undangannya dari saku jaketnya dan memberikannya ke Sunny.
“Hehe, kebetulan tadi kita bawa satu, nggak nyangka bakal ketemu Sunny^^”
“Aku pasti datang!” jawab Sunny senang.
“Hehe, kami menantikan kedatanganmu, ya kan Taetae?”
“Ne.”
Sunny diam-diam merasa sedikit iri.
Mereka terlihat sangat serasi dan manis kalau bersanding bersama. Berbeda dengan ketika dirinya bersanding dengan seorang gadis jangkung yang dikenalnya. Menurut anggapannya mereka malah tampak konyol. Tapi meski tubuhnya pendek, Sunny sama sekali tidak merasa malu bersanding di sisi Sooyoung. Dia malah berharap seandainya gadis itu berada di sisinya sekarang.
Sunny ingin sekali Sooyoung menggenggam tangannya sekarang. Agar bisa menghapus rasa irinya.
“Hei dengar nggak? Sooyoung dan Jessica juga sudah menikah lho.”
DEG
“Eh, apa…”
Sunny hampir tidak mempercayai pendengarannya.
“Lho? Kupikir kamu sudah tahu Sunny?”
Sunny menggeleng pelan. Dadanya tiba-tiba terasa sesak.
Dia tidak mau percaya. Sooyoung yang selalu mengisi hatinya sudah menikah dengan seseorang?
“Me-menikah sama siapa?”
“Maksudku mereka, Sooyoung dan Jessica saling menikah, seperti aku dan Taeyeon ini.”
DEG
Sooyoung menikah dengan Jessica?
“Kudengar mereka sampai ke San Fransisco untuk mendaftarkan pernikahan mereka lalu kembali ke Korea.”
Sunny tidak mendengarkan kata-kata Tiffany lagi. Dia sudah terlalu syok. Mendadak dia jadi merasa susah bernafas. Tangisnya sebentar lagi mau pecah.
Taeyeon yang pertama kali menyadari keadaan Sunny.
“Kamu nggak apa-apa?”
“Ha? Oh nggak apa-apa kok. Aku cuma tiba-tiba… sedikit pusing,” Sunny berbohong. Dia mengedipkan matanya beberapa kali untuk mencegah air matanya tumpah.
“Sebaiknya kamu pulang dan istirahat,” usul Taeyeon lalu menyentuh pundak Tiffany, “Lanjutkan obrolannya lain kali lagi.”
“Oh mianhae Sunny, aku jadi keterusan. Apa mau kami antar?” Tiffany menawarkan.
“Ah nggak, nggak usah.”
Sunny merasa hatinya semakin kacau. Dia butuh pergi dari sini sekarang juga.
“Aku nggak mau mengganggu kencan kalian. Sampai jumpa,” Sunny sudah keburu menarik diri sebelum mereka sempat berkata apa-apa.
“Hati-hati Sunny!” teriak Tiffany dari jauh.
Sunny mempercepat langkahnya menuju apartemennya. Sebelah tangannya meremas dadanya yang rasanya seperti baru saja ditusuk dengan sebilah pisau.
Begitu masuk ke dalam kamarnya Sunny langsung menangis tersedu-sedu.

Terlambat… sudah terlambat…

*~To Be Continued~*

A/N : Hehe mianhae nggak memberitahukan ada adegan itu, biar jadi surprise juga 😀 *plak plak plak

Advertisements

Comments on: "We Were Meant to Be Together (Chapter 11)" (56)

  1. wew, knp harus d perkosa. Wkwk.. Pagi2 dah hot. Hagz

  2. hehe update cepat ya,un.
    Ceritanya makin merana dan bikin galau.
    Ngomong2, ni cerita sebenarnya ttg soosun pa soosica y?kog jd gini.apa ntar akn jd 3some.soo mau poliandri gitu.
    Wkwkwk

  3. Jadi ini hadiah Natal dari author buat readers?^^ adegan NC SooSica?
    Wah gak nyangka bisa sampai seperti itu SooSica. Aku pikir bakalan klise, di tengah2 ‘aktivitasnya’ Soo bakalan sadar atau Sica bakalan nolak gitu, eh trnyata brlanjut ya? XD
    Soo gentle skali ya. Prgi nyusul Sunny ke SF (kayak Gidarida lagi deh, cuma bdanya klo Soo prgi dan pulang dngan slamat). Slain itu dia juga mau brtanggung-jawab ama Sica. Ahh Soo kamu bnar-bnar hebat. Tapi knapaakhirnya kau lukai jga hati Sunny? Padahal Sunny saja ttap ‘menjaga tubuhnya’ demi kamu, yah walau waktu itu kamu lagi mabuk berat sih. Ini nih salah-satu akibat dari minuman keras, makanya jangan ditiru ya Saudara-Saudari. XD
    “Sunny. Sunny Bunny,” Sooyoung mencolek pipi boneka kelincinya.
    “Ahaha, sejak kapan namamu jadi Sunny? Ih imut deh kamu!” —> Soo stress mode on. Bikin ngakak yang pas bagian ini.^^
    Wah brarti klo tar ini endingnya SooSun, brarti pasti trjadi sesuatu ama sica sbagai pihak ktiga. Entah nyerah n merelakan Soo atau meninggal,
    Astaga ada TaeNy nyelip2. TaeNy sering jadi cameo ya di setiap FF author.^^

    • bisa dibilang begitu XD #plak woi barangkali ada yg blm 18 disini
      ya jgn ditiru itu

      haha Soo yg colek pipi boneka kelincinya malah kayak orng stress ya? XD

      yg jelas Sica gak bakal mati kok
      hoho dulu kan SooSun pernah jd cameo jg pas di ff if there is no tomorrow^^
      mgkin lain kali perlu YoonHyun jg ya? XD
      tp biasanya kubikin cameo yg sesuai sm perannya, berasa yg paling pas itu TaeNy disini

      • Iya lah ngomomg ama boneka sendiri, pakai colek2 pipi boneka, trus yang paling parah ketawa sndiri trus bilang “Imut deh kamu.”—> Klo gak stress ya apa dong thor?^^
        Iya juga yah, slain TaeNy baru nyadar juga SooSun sring jadi cameo —> Balik lagi ke comment saya sblumnya, author pilih kasih nih ya.^^
        Ayo ayo hidup YoonHyun!!! —> Ikutan stress kayak Soo, kualat nih jadinya.^^
        Sbnarnya sih walaupun sudah 18 tahun ke atas juga minuman keras (dan rokok) tidak dianjurkan sama-sekali demi kshatan fisik dan mental.^^ —> Makanya buat YoonHyun jangan ditiru yah prbuatan Soo, tar nantinya jadi kayak Soo nasibnya dapat gelar MBA. XD

      • wkwkwk sptnya memang stress XD
        haha kan spt yg kubilang, cameonya biasanya kusesuaikan sm sifat & perannya
        lain kali deh coba bisa cameo YoonHyun atau gak

        ya memang
        btw, MBA itu apa? *bego

      • Ini authornya pura2 bego atau mang gak tahu koanjangannya nih? ^^
        MBA=Married By Accident (dalam halk ini). Bukan kpanjangan dari Master Of Bachelor Arts lho. XD
        Iya YoonHyun jadi couple yang pure n innocent aja. Jangan ikut2an unnie2nya. XD Like my YoonHyun Loyalist’s Vow: To always keep their pure & innocent maknae couple love.^^ *Halah ngomongnya bgitu, padahal klo dikasih FF NC-nya YoonHyun juga gak nolak kok* XD

      • memang gak tau kok, fufufu kupikir malah MBA itu singkatan dr Master of Business Administration wkwkwk XD
        wkwkwk tp kadang ragu jg kalau nulis NC YoonHyun, berarti mereka harus soft dan innocent^^

      • HaHA klo nulis FF NC YoonHyun mang para author harus jungkir balik mikir gimana gak OOC tuh. NC tapi masih ada kesan polosnya. Gimana tuh. Susah kali ya. XD
        Paling2 juga yang dibikin polos cuma Seo. yoong yang pasti slalu yang mulai. XD
        Oh bnaran gak tahu ya? Yah sudah, skarang kan sudah tahu thor.^^ Psan moral dari chapter ini adalah hindarilah minuman keras, atau setidaknya klo mau minum pas lagi sendirian n di rumah aja biar gak jadi pelaku ataupun korban MBA like SooSic ini. XD

      • fufufu benar, pasti Yoong yg mulai
        ya

  4. Kenapa malahan setuju soosica ya?kenapa jadi ga mau soosun?soalnya sica sudah sangat berkorban buat sooyoung sedangkan sunny yang jelas jelas di cintai sooyoung malahan kabur ke negara orang nah giliran sooyoung nikah malah sakit hati pan dia juga yang ninggakin sooyoung -__- hidup jessica!!!!yah walaupun aku bukan penikmat pairing soosica tp liat perjuangan sica jadi suka hehe
    Adegan NC di pagi hari dan bangun tidur mantap (y) tidur lagi ah siapa tau mimpiin Nc soosica :p

  5. prilly-chan said:

    yah sunny terluka hatinya. kasihan sunny~ ckckck soo tega sekali dia~

  6. astagaaaa….
    pagi2 baca nc.. >.< seger #plakk
    cieeee SooSica nikah #digamparSunny

    aaaaaa.. taeng keren banget pasti pas itu :3

    sunny bunny, cupcupcup.. kalau kamu pengen marah, marahilah authornya #plakk

    dah ah 😀 lanjut thor.. ^^

  7. wuaaahhhhhh ada NC!!!!!
    #gulung-gulung.

    hmm nih chapter unexpected banget.
    kirain melow-mwlownya bakal diterusin, eh ternyata lebih melow… T_T
    suka banget ama kata-katanya heechul . 😀
    ini masih lama un?
    ditunggu kelanjutannya deh!
    fighting!!!

  8. pupupuputtt said:

    Aargh~ sooyoung menikahi jessica ??!

    wae ??!!

    apa sica jadi hamil ta?
    😐

    hiks :'(( *TangisanMewakiliPerasaanSunny*

    tapi aku senang deh ada TaeNy disitu. hohoho *TawaSanta*

    NC nya ga kuhayati kak Mon. takut dosa xP

    Ditunggu lagi chap selanjutnya yang lebih” mendebarkan :))

  9. adfdzgfavgha itu kenapa mendadak ada NC di tengah2 >,.< #plak sokpolos XD
    soosic nikah?? O_O
    sunny jangan bunuh diri!! #eh
    ini akhirnya soosun kan? trus sica? jgn2 yg terbunuh itu sica O.O

  10. Miss New New said:

    kok NC gak di protect mon?
    ohh ini bonus natal yaaa hohoho

    Jadi kan aku serba salah bacanya
    Mau baca terus, mukaku merah
    Mau gak baca, mana mungkin wkkwkwkw

    Eh iya, masa Sooyoung segitu mabuknya sampe pas di tengah2 gak ngerasa perbedaan size antara Sunny dan Sica???
    *dijambak sica dijotos sunny

    Repeat ah baca lagi muahahaha*evillaugh

    • males bagi PW lg
      selama ini udh repot bgt, para reader yg pd mintain PW gak abis2, jd capek sendiri
      haha kalau gitu kalau udh mau ke arah sana ya di skip aja beberapa bait wkwkwk XD
      LOL benar jg tuh Soo XD

      • Miss New New said:

        hahahahha ternyata Nc banyak peminatnya ;D

        Trus trus ke depannya masih bisa mengharapkan nc nggak? Ada berapa banyak Thorrrr??
        *kacau deh, kalo lagi mellow malah pengennya baca gituan 😀

      • haha ke dpnnya msh bisa berharap NC kok 😉
        wkwkwk aneh XD

  11. Miss New New said:

    “Kamu tahu Sunny… cinta itu justru abadi kalau
    tidak kesampaian.”
    Aaahhhhh aku terpana oleh kalimat itu

    Sedikit penghiburan untuk orang2 yg tidak ditakdirkan bersama *,*

    • akakkakak.. betul ^^b
      tapi jleb banget kayaknya 😀

      • Miss New New said:

        begitulah cinta
        Deritanya tiada akhir wkwkkwkw

        Katanya kalo gak mau ngerasain sakit ya jangan jatuh cinta *beuhh

        Kata monica juga, cinta itu mahal, gak bisa di tawar, gak boleh dicicil 12 bulan bunga 0%
        Garansi uang kembali 😛
        *ngrumpiin yg punya wp

      • bener, kalau gak mau ngerasain sakit ya gak ush
        haha kok jd aku XD

  12. DeeScorpio said:

    ga nyangka balakan ada nc’a.baca’a pas cuaca puanas bgt lgi,tambah panas deh rasa’a XD #plak
    soo pake mabuk lagi jadi kejadian kan aah soo…gmn nanti sama sunny buny’a?kasian sunny u,u
    lucu pas adegan soo nyolek pipi boneka haha bkin senyum2 gaje 😀
    uwow gmn nti dg hubungan soosun? klo soo sma sica’a menikah?
    Daebak thor,dtunggu next chap semangat 😉

  13. Annyeong thor,,mian kemaren gak komen.Jadinya,gak taw napa gagal terus 😦
    Walah,,gak nyngka nih chap da NCny?Ckck.SooSica lagi.Heheh
    Ditunggu thor next chap and next ffny^^
    Oya,,penasaran napa tanggal 24 jadi SooSun day?

    • makasih commentnya 🙂
      itu SooSun shipper yg nentuin sendiri, karena nomer baju Soo 24 dan nomer baju Sunny 12 makanya ditetapin begitu^^
      hehe romantis jg pd mlm natal ❤

  14. omo…ada nc soosica…
    kalo baca ff tiap ada cerita lagi mabok2an pasti kebanyakan ujung2nya nc 😀
    kasian sih sama sunny tp pengorbanan cintanya sica buat soo bikin aku ngedukung soosica 🙂
    itu abis nc-an besokya langsung nikah ya?? cepet banget sih tiba2 udah nikah aja…
    soosic diundang gak kenikahannya taeny? kalo diundang ntar ketemu donk ama sunny >_<

    • haha gak tau, knp ya?
      apa itu berarti dlm dirinya ada keinginan untuk beryadong? memang di chapter sebelumnya Soo ada mimpi ingin begituan sm Sunny tuh^^
      gak langsung bsk kok wkwkwk
      gak diundang soalnya disini mereka kan blm kenal

  15. tinsunshipper said:

    prtama bca snyum2 pas soo mainin boneka klincinya..trus trharu ma prjuangan soo yg ke SF dmi mncari Sunny N kirain bakalan ktmu. saling tatap di prsimpangan jalan abis tu brplukaaan yg diiringi lagu india, eh..??*plaaak..

    Ato Soo ktmu sunny. Pi sunny lagi ma sungmin. Soo kcewa.. Sunny ngjèr n mluk dri blakang.. Abis tu nyanyi india.. *jiaaaah..plaaaak..
    #kbnyakan nonton india nih.. :->

    pi trnyata gk ktmu.. ;-(

    trus eh..tu kirain gk bklan ada adegan nc’a.. Ato gk brhnti ditngah jalan.. Tau’a ktrusan..
    soosica ber-nc-an..

    N trahir… Bikin jleb ni hati.. Kcian sunny’a.. T.T
    aduuh.. Pasti sakiiiiiitt bgt dh tu..

    Mau dibwa kmna critanyaaaa..?? Soosun or soosica..??
    Pasti slah satu jdi korban’a nih.. T.T

    ditunggu chaptr slanjut’a..

    oya.. Lupa.. Ciyeee TaeNy lewat.. Awwww.. :-*

  16. SooSica… Hyaaaa NC tnpa alert >///<

    Soo orng yg brtnggung jwab.
    Sunny eonni sabar y…

    aq suka 2 couple ini, SooSica, SooSun… ehmmm SooFany jg suka #Plakk *digampar locksmith

  17. Annyeong,,,,,
    Wadoh,ternyata Soo ke San Fransisco tuh sia” aj,,,,,,
    Nahh loooh,napa SooSica nohhh,,
    Aish,…>,<
    Sunny dah tau ,nyesek dah tuh…..

    Akhirnya keinginan sica Miliki Soo tercpai,,,,hhhuu
    Ahh,d tunggu next chap nya aja,,,,
    SEMANGAAAT

  18. aku gak nyangka ceritanya bakal sampai gini..
    soo malah nikah sama sica.
    ihh makin ruwet.
    dan dan kenapa soo berbuat di saat mabuk.
    jgn2 ntar bunny balik korea di saat soo belajar mencintai sica.
    rrr bingung…
    -_-

    aigoooo~

  19. Miss New New said:

    abisnya aku suka sama kalimat hasil pemikiran author soal cinta n,n

    Unik dan mengena

    Ini bisa dijadiin buku loh thor
    Judulnya “ajaran cinta dan takdir ala monicsm ”
    .
    .
    .
    .
    .
    Nanti aku yg jadi covernya xD

    • wkwkwk XD
      tp kalimatnya gak selalu dr aku kok, yg chapter ini aku ngutip
      kalau gidarida & the story of t x t itu memang dr aku

  20. oh gee gee gee.. soosica, apa yg mreka lakukan thor?! Sicca menikmati tuh wkwkwk
    Sunny sih pke nolak segala waktu soo ngelamar dia jdnya soo direbut ma sicca noh.. ckckck
    Aku ga mau tau soosica musti cerai thor!! #maksa
    SOOSUN SOOSUN SOOSUN 🙂

  21. Kimtaeyeoung said:

    Waaaah kenapa mendadak jadi gemes ma hubungan soosica ya hehehehe
    soo yakin nih bisa lupain sun,wah sica kau memang baik banget..

  22. ihh…kasiaann sunny oenni~!!!
    sini oenni, ama aku ajaaa *peluk2sunny*
    aaah~minn, cepat satukan soosun jebal
    huee..kasian kepisah mulu, kapan nyatunya nih,hehe
    tapi aku setia menunnggu kkok, semangat miminn^^

  23. wah gak nyangka lo thor ada adegan “itu” 😀

  24. lee deyeon said:

    Waaah Syoo kau sudah mnodai Sica, byarin dgorok ma Kwon Seobang..
    SooSica mau nikah?
    Ya ampun yg sbar ya Sunny, jdoh ga bkal kmna2 kok..

  25. *ehem* perasaan bacanya pas cuaca jakarta lagi dingin”nya..tp kenapa jadi gerah *curcol*
    hot beeud thor…wlpn kasian ama sunsun…tp mau gimana lagi
    sooyoung daebak…berani berbuat berani bertanggung jawab

  26. hennyhilda said:

    Huweee jd dilema aq msti bela sp 😦
    Knp da adegan yadong tp dg TBC yg nyedihin huhuhuhu
    sbr sbr m author ni hhhh
    semangat author
    ganbatte

  27. wah soosica nc ga nyangka mrka sama2 jd org pertama, sooyoung gentle tp kebyang soo cintanya sama sunny dan berharap jg memang akhirnya sama sunny :3 jd sedih entah gmna sica nantinya mudah2an ga terlalu menyakitkan, tp bagus soo berani berbuat berarti harus berarti harus berani bertanggungjawab jg kan #good

  28. “Hei dengar nggak? Sooyoung dan Jessica juga sudah menikah lho.”
    Bukan cuma hati Sunny unnie yang berasa yang kayak ditusuk pisau
    Jantungku…… jantungku Maifate unnie, berasa mau copot!
    Gileee yah, yang benar aja udah menikah ???
    Tidaaaaaaaaakkkkkkkkkkkk….!!!!
    Sooyoung unnie hanya milik Sunny unnie
    Jessica unnie hanya milik Yuri unnie
    Tiffany unnie hanya milik Taeyeon unnie
    Yoona unnie hanya milik Seohyun unnie
    Dan Hyoyeon unnie hanya milik Akuuuu…. XD *plakplak XD

    Soal NC, jangan dibahas XD

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: