~Thank you for your comments~

A/N : Mianhae karena updatenya lama. Juga karena kali ini hanya mimpi Yoona. Mimpi Seohyun masih belum ada ide.
Enjoy~

Yoona

“Kwon Yuri ada di tanganku, kalau kau menginginkannya kembali kau harus menuruti semua perkataanku. Dan jangan coba-coba laporkan tentang hal ini kepada polisi atau siapapun kalau tidak nyawanya akan melayang.”
“Masa sih…!”
Yoona membelalak tidak percaya. Memang sejak tadi Yoona sama sekali tidak melihat Yuri.
Yoona meremas surat itu. Merasakan seluruh otot di tubuhnya seakan tidak dapat digerakkan. Matanya bergerak liar. Hatinya gundah.
“Gimana ini?! Gimana ini?!”
Tangannya bergerak, kakinya mondar-mandir, tapi otaknya tak bekerja sempurna.
Tiba-tiba HPnya bergetar. Membuat dirinya yang sedang panik terlonjak kaget. Sebuah file terkirim ke Hpnya.
“Video?”
Yoona mempunyai firasat buruk tapi dia tetap menontonnya.
Di dalam video itu seorang yeoja diikat di kursi. Dia mengenali sosok yeoja itu.
“Tolongggggggg!!!!!!”
Teriakannya mengiris hati Yoona.
“Yuri unnie!”
Video itu terhenti sampai disitu.
“Kurang ajar! Apa yang dia lakukan pada Yuri unnieku!?” geram Yoona sengit. Kalau saja bukan ponselnya sendiri pasti Yoona sudah membantingnya.
Lalu pandangan Yoona beralih ke sebuah kotak yang terkirim bersama surat itu.
“Apa ini?”
Yoona membukanya dan dia langsung kaget.
Di dalamnya terdapat sebuah senjata api dan secarik kertas.
“Dengan pistol itu, bunuhlah Choi Minho.”
Begitu tulisan yang ada di kertas itu.
Jantung Yoona berdebar keras. Mendadak dia tidak tahu harus berbuat apa.

Haruskah aku melakukan seperti yang disuruh?
Tapi kalau tidak aku tidak akan bisa bertemu dengan Yuri unnie lagi…
Tapi bagaimana dengan karirku? Bagaimana dengan hidupku nanti?
Yoona menggigit bibir. Akhirnya dia mengambil sebuah keputusan.

**

Sampailah dia di rumah Choi Minho.
Yoona menarik nafas dalam lalu menekan bel pintu. Selama menunggu terjadi perang batin yang sangat hebat di dalam hatinya. Satu menit kemudian pintu terbuka.
“Ya? Lho Yoona noona?”
Yoona langsung mendorong Minho ke dalam dan mengangkat pistolnya. Yoona mengarahkan moncong pistol itu ke kepalanya.
“Kau gila! Apa yang akan noona!”
“………………….” tatapan Yoona yang sangat dingin seakan mampu menembus jantung. Yang berdiri di depannya seperti bukan Yoona yang dikenalnya lagi.
Minho gemetaran dan akhirnya jatuh terduduk.
“A-ampun! Jangan tembak aku, noona!” katanya ketakutan sambil menggeser tubuhnya menjauh.
Yoona melangkah mendekatinya masih dengan pistol diarahkan kepadanya.
Nafasnya memburu. Tangannya berkeringat dingin. Matanya menatap tajam.
Terus terang Yoona sendiri juga tidak menyukai Minho karena dia terlalu akrab dengan Yuri.
“Huwaaaaaaa!!”
Yoona menarik pelatuknya.
DORRR!!
Asap keluar dari mulut pistol. Minho tidak sadarkan diri. Peluru mengenai sofa di sebelahnya.
“Aku memang mencintainya, tapi aku bukan pembunuh!”
Lalu Yoona membuang pistolnya dan menghambur keluar dengan dada berkecamuk.

Pada akhirnya aku gagal melakukannya. Mianhae Yuri unnie… tapi untuk yang satu ini aku benar-benar tidak bisa…

Tiba-tiba hpnya bergetar, menyadarkan Yoona dari lamunannya. Yoona cepat-cepat meraih ponselnya. Kali ini menunjukkan lokasi tempat yang harus didatanginya.

Sialan… aku masih harus mengikuti permainan orang ini…

**

Sampailah ia di sebuah gedung kosong tak berpenghuni.
Yoona menengadah menatap bangunan tua di depannya. Kelihatannya sudah lama tak berpenghuni. Dia menelan ludah. Merasakan firasat yang sangat buruk. Dia jadi bimbang untuk melangkah masuk.

Apa aku seharusnya mengajak member yang lain juga?
Ah tidak, aku tidak bisa melapor pada siapa-siapa.
Lagipula kalau aku mengajak mereka maka sama saja aku melibatkan mereka ke dalam bahaya juga.

Pada akhirnya Yoona tidak bisa berbuat apa-apa selain mengikuti instruksi.
Yoona masih trauma dengan kejadian barusan. Tangannya yang sempat memegang pistol dan menarik pelatuknya masih belum mau berhenti gemetar…
Yuri unnie…
Yoona berdoa dalam batin setelah itu dia memberanikan diri masuk.
Pintu menimbulkan bunyi derit saat dibuka. Hati-hati Yoona melongokkan kepalanya. Setelah dirasanya cukup aman, dia masuk ke dalam.
Ruangan itu tidak memiliki penerangan yang cukup, tapi masih dapat melihat apa yang ada di dalamnya.
Ruangan itu hampir tidak ada perabotnya. Matanya langsung tertuju pada sebuah meja, Yoona mendekatinya. Keningnya berkerut melihat beberapa senjata tajam di atas meja. Dia berdecak ngeri.
Terdapat sebuah kertas di atas meja yang bertuliskan.
“Kalau kau benar-benar ingin menyelamatkannya buktikan kecintaanmu padanya dengan memotong salah satu jarimu. Jangan berani macam-macam karena aku akan mengawasimu melalui kamera pengawas yang ada di dalam ruangan ini.”
“!!”
Jantungnya seperti mau copot setelah membaca tulisan itu.
Di atas meja ada pisau daging, pisau buah, tang, sampai kapak pun ada.
Perutnya serasa dikocok. Tubuhnya bergidik ngeri.

Omo! Mana mungkin aku bisa melakukannya!
Tapi! Tapi aku sudah gagal sekali! Kalau aku tidak melakukannya lagi apa yang akan terjadi pada Yuri unnie?!
Bagaimanapun aku tetap harus melakukannya!
“!!!”
Yoona meremas rambutnya. Dia merasa terjebak sampai rasanya dia tidak tahu apa harus berteriak atau menangis.
Hanya dengan melihat ujung pisau yang mengkilat itu saja Yoona rasanya ingin muntah.
Tapi nggak! Nggak mungkin!
Aku nggak mungkin bisa melakukannya!
Tapi nyawa Yuri unnie tergantung pada perbuatanku!

Setelah perdebatan batin akhirnya dia memutuskan akan mengorbankan jari kelingking kirinya.
Kakinya tidak mau tenang. Seperti ingin segera beranjak dari sana. Karena itu Yoona memaksakan diri duduk di kursi depan meja tersebut.
Dia melipat tangan kirinya kecuali tinggal jari kelingkingnya.
“Hahh…! hahh…! hahh…!”
Yoona ketakutan setengah mati. Debaran jantungnya kacau. Apalagi saat tangan kanannya merasakan gagang pisau. Tadinya dia hampir memilik kapak tapi tidak jadi karena terlalu mengerikan.
Yoona melihat ada sebuah minuman beralkohol yang juga telah dipersiapkan. Dia segera menenggaknya sampai habis. Pikirnya itu akan membuatnya jadi lebih berani.
“O-oke.”
Dia mengambil pisau itu sekali lagi. Dia akan melakukannya dengan sekali gerakan saja. Agar tidak memperpanjang penderitaan.
Pikirnya begitu tapi berkali-kali Yoona menarik tangannya sendiri.
Situasi ini lebih mengerikan dari apapun yang pernah dibayangkannya.
Pasti rasanya akan sakit sekali!
Yoona menarik nafas dalam dan-

**

Yoona berjalan terhuyung-huyung kembali ke dormnya. Dia kehilangan banyak darah. Jari kelingking kirinya masih berdenyut-denyut sakit.
Setelah melakukan itu Yoona merasa hampir kehilangan akal sehatnya.
Hanya rasa cintanya terhadap Yuri yang membuatnya mampu bertahan.

Pikirannya seketika kembali waras ketika melihat kerumunan polisi di depan kamar dormnya. Yoona sempat mendengar percakapan mereka. Mereka bukan disini untuk mencari petunjuk mengenai Yuri yang diculik, melainkan-
“Apakah Im Yoona ada disini?” tanya salah seorang polisi sambil menunjukkan tanda pengenal.
“Yoona unnie sudah pergi sejak tadi dan dia belum pulang,” jawab Seohyun takut-takut.
“Apakah anda tahu kemana dia pergi?”
“Tidak,” Seohyun menggeleng. “Maaf, boleh tahu kenapa ahjussi mencari Yoona unnie? Apakah Yoona unnie telah berbuat sesuatu yang buruk?” tanya Seohyun khawatir.
“Nona jangan kaget, itu karena dia-“
Seohyun terbelalak ketika secara kebetulan matanya bertemu pandang dengan Yoona.
Polisi yang heran melihat Seohyun segera berbalik dan melihat sosok Yoona.
“Itu dia!”
Tanpa pikir panjang, Yoona langsung mengambil langkah seribu.
“Berhenti atau kutembak!”
Yoona terus berlari. Tidak mengindahkan peringatan mereka.
Pistol pun meletus.
Untung tepat saat itu Yoona berbelok di sudut, sehingga pelurunya tidak mengenai dirinya. Yoona menaiki tangga dengan kecepatan tinggi.
Nafas Yoona tersengal-sengal, tapi kakinya terus berlari menaiki tangga. Meloncati dua anak tangga sekaligus. Dia dapat mendengar banyak langkah kaki mengejarnya dari belakang. Tanpa mempedulikan rasa lelahnya, dia terus naik ke atas sampai bertemu dengan sebuah pintu.
Brak!
Yoona membanting pintu atap. Matanya langsung mencari kesana-sini. Tapi dia tidak melihat ada jalan lari ke gedung lain.
Polisi terus mengejar Yoona sampai dia tersudut di atap.
“Kamu sudah terkepung, menyerahlah.”
Beberapa polisi menodongkan senjata api ke arahnya. Yoona terpaksa mengangkat kedua tangannya. Kakinya melangkah mundur sampai ke tepi.
“Im Yoona, kau ditangkap atas percobaan pembunuhan terhadap Choi Minho.”
Seorang polisi maju sambil membawa borgol.
Yang benar saja! Aku tidak boleh sampai tertangkap! Kalau sampai tertangkap siapa lagi yang akan menyelamatkan Yuri unnie!?
Meski sudah tersudut tapi api yang terpancar di bola mata Yoona masih tidak juga padam. Dalam waktu singkat, dia masih berusaha memikirkan cara untuk lolos.
Satu-satunya cara adalah-
Ekor mata Yoona melirik belakang. Kalau melihat ke bawah aspal, jarak jadi terlihat sangat tinggi. Ini juga hal gila yang tidak pernah terlintas dalam pikirannya. Dan ini bukan dalam film action. Tapi dia tidak punya pilihan lain. Sekarang atau terlambat!
Ini adalah mimpi, jadi aku tidak akan mati meski aku jatuh dari sini, batin Yoona.
Sambil masih menghadap mereka, Yoona menjatuhkan diri ke belakang.
“Apa?!” mereka semua syok melihatnya.
Bruk!
Dia sampai di aspal bawah.
“Awwwww……..”
Punggungnya sakit, tapi sepertinya tidak sampai patah.
Tapi dia harus cepat bangun dari sana sebelum ditangkap.

**

Yoona ingin bangun dari mimpi buruknya, tapi tidak bisa. Terpaksa ia mengikuti ke arah mana takdir menuntunnya.
Kini sampailah dia di sebuah ruangan yang kosong. Serba putih. Di dalamnya hanya ada sebuah meja, sebuah botol, dan kertas instruksi seperti biasa.
“Botol di depanmu berisi racun yang akan bekerja dalam waktu satu jam. Kalau kamu ingin menyelamatkan gadis ini, minumlah racun itu, maka akan langsung kuberitahu lokasinya. Kamu akan punya waktu satu jam untuk menolongnya.”
Dia telah melakukan hal yang lebih gila, karena itu dia seperti mendapat kekuatan.
Jadi Yoona meminumnya tanpa ragu dan bergegas menuju lokasi yang diberitahukan. Sebab dia hanya punya waktu satu jam.

**

Akhirnya setelah dibuat berkeliling melakukan hal-hal gila, kini Yoona berhadapan langsung dengan orang yang menculik Yuri.
“Siapa kau?! Apa alasanmu melakukan ini?! Apa kau memiliki dendam terhadap Yuri unnie atau aku?!”
“Heh, namaku tidaklah penting. Sederhana saja, aku sama sekali tidak ada dendam. Aku cuma ingin melihat apakah ada orang yang akan melakukan apa saja demi orang yang dicintainya.”
“Apa…?”
Orang ini sinting?

“Nyatanya kau memang bersusah payah demi gadis ini. Nah, waktunya pertunjukan langsung.”
Namja itu mengambil sesuatu dari sakunya dan melemparnya ke arah Yoona. Benda itu terjatuh dan bergeser ke dekat kakinya. Menunjukkan taringnya yang tajam setelah membentur tanah. Sebuah pisau lipat.
Namja itu menyeringai, “Dengan pisau itu, goreslah wajahmu sendiri.”
“!!”
Baik Yoona maupun Yuri sama-sama kaget.
“Wajahmu adalah nyawamu sebagai artis kan,” namja itu tersenyum memuakkan.
“Jangan Yoona! Kalau wajahmu sampai luka!”
Yoona tersenyum pedih.
Sudah terlambat, batinnya.
“Karirku dan Yuri unnie… lebih penting Yuri unnie…”
“!!”
Yoona membungkuk, mengambil pisau lipat itu. Dia membuka dan menatap ujungnya yang tajam.
“Yoona!!”
Yoona mengarahkannya ke pipinya sendiri. Nafasnya terasa sesak. Apalagi memikirkan akan melukai wajah yang sangat dijaganya. Tapi nyawa orang yang sangat dicintainya sedang dipertaruhkan disini.
Yoona menggeser pisau itu dengan satu gerakan cepat. Di pipinya mulai timbul garis merah. Dan pelan-pelan rembesan merah itu keluar, mengalir di pipinya, menetes ke lantai.
Namja itu tertawa-tawa menikmati permainan yang dibuatnya.
“Lakukan sekali lagi.”
“Yoonaaaaaa!!”
Yoona menggigit bibirnya. Menelan pahit yang rasanya lebih pahit dari apa pun. Dia menggores pipinya sekali lagi dengan patuh.
“Hahaha! Selain membunuh kau benar-benar melakukan apa saja untuknya ya! Kau sampai memotong jarimu sendiri demi gadis ini!”
“Eh?” Yuri memandang tidak percaya.
“Uh…” Yoona menyembunyikan tangan kirinya di belakang punggungnya. Tapi Yuri sempat melihat perban yang membungkus jari kelingkingnya.
“Yoona… kamu bohong kan…? Kamu nggak mungkin melakukan hal macam itu kan…?”
Yoona tidak berani membalas tatapan Yuri. Melihat rasa sakit yang bersorot di wajahnya, Yuri mendesaknya.
“Yoona! Jangan menghindar! Jawab aku! Kenapa kau melakukannya?!”
“Hahahahaha!” tawa namja itu terdengar semakin memuakkan. “Apa kau tahu? Dia bahkan meminum racun yang akan bereaksi dalam satu jam hanya demi menolong kamu!”
“YOONA!!”
“AKU NGGAK PUNYA PILIHAN LAIN!” Yoona balas memekik. Dia terlihat sangat hancur.
Yoona menarik nafas untuk menurunkan nadanya.
“Yuri unnie sangat berarti bagiku, aku nggak mau kehilangan unnie… Yuri unnie lebih dari sekedar unnie bagiku… aku tahu aku bukan dongsaeng yang baik… tapi aku… ukh!” Yoona mengerenyit kesakitan sambil memegang tubuhnya.
“Yoona!?”
“Sepertinya racunnya mulai bereaksi.”
“Ukh… aaaaa…”
Lututnya tidak mampu lagi menopang tubuhnya. Yoona merosot jatuh. Tapi matanya masih menatap tajam namja itu.
“Aku sudah… akh… melakukan…” Yoona merasa semakin kesusahan bernafas. “Apa yang kamu suruh… sekarang lepaskan… Yuri unnie…”
DORRR!!
Yoona terbelalak kaget. Yuri terkapar, tak bergerak lagi.
“UNNIEEEEEEEEEEE!!!”
“Hahaha! Salahmu sendiri kau tidak bisa menjalankan perintahku dengan baik. Kau tidak membunuhnya!”
Yoona memaksa tubuhnya, setengah menyeret dirinya untuk mendekati tubuh Yuri.
“Unnie…” tangannya gemetaran saat mencoba membelai pipi Yuri.
“Tidak… setelah semua yang telah kulakukan… ini tidak mungkin terjadi…”
“Matilah bersama dengan cintamu yang bodoh,” namja itu melangkah pergi. Masih dengan senyum memuakkan tersungging di wajahnya.
Yoona memandangi wajah Yuri dengan air mata berlinang.
“Tenang saja Yuri unnie… tak lama lagi racun ini akan bekerja, dan setelah itu… aku akan bersamamu…”
Yoona berbaring di sisi Yuri. Dengan sisa tenaganya dia menyelipkan jemarinya di sela-sela jari Yuri dan menggenggamnya dengan erat.
“Saranghae Yuri unnie… jika aku tak bisa menyelamatkanmu, lebih baik aku menyusulmu…”
Setelah mengucapkan kalimat itu Yoona terbangun dari tidurnya.

*~To Be Continued~*

A/N : Ada beberapa kata yang kuhilangkan supaya tidak terlalu kejam, tapi mudah-mudahan feelnya dapet 🙂

Advertisements

Comments on: "Cinta Segisembilan (Chapter 14)" (42)

  1. Kejam banget~ tapi keren

  2. Waduh author yang satu ini bnar2 kejam yah dalam membuat mimpi2 para SoShi di FanFictions yang ini.^^
    Kasihan aku ama Yoong, yang bagian jari kelingking itu pasti yang disensor yah? Coz aku mrasa itu yang paling mngrikan sih. Itu Yoong rela nglakuin apa aja buat Yul, tapi yang pas giliran dikirim video ke HP itu akau ngakak karna dibilang klo bukan HP-nya sendiri pasti sudah dibanting, Masih sayang HP tuh Yoong? Trus pintar yah, Yoong tahu klo ini smua cuma mimpi buruk.
    Tapi asli chapter ini sadis skali, untung yang jadi Yoong bukan Seo, klo iya bisa2 aku……….. -_-

    • wkwkwk
      Yoona mengalami lucid dream, aku jg pernah kok sadar kalau hanya mimpi dlm mimpi 🙂
      bakal di bashing nih

      • HaHA tnang saja aku ini bukan reader yang suka nge-bash kok gak sesuka apapun aku ama FF trsbut. Paling2 cuma bisa dongkol dalam hati n ngegalau k authornya aja, coz aku tahu klo buat FF itu tidak gampang, butuh ide, tnaga, n waktu, jadi sbisa mungkin maunya menghargai author2 yang sudah buat FF2 yang kubaca (trutama buat FF YoonHyun dong). ^^ Paling2 bntar lagi author bakalan dibash ama para YoonAddict.XD
        Yang Seo punya jangan lama2 update thor.^^ BTW bagaimana tuh kalender n MV Dancing Queen-nya (yang napak tilas)?^^ Harusnya di kalendernya ada halaman khusus pairing2 SoShi klo mnurut aku.^^

      • haha emang gak gampang
        iya tuh, aish ampuni aku para Yoonaddict XD
        malangnya Yoona dlm mimpi sendiri… pdhal biasanya kalau sdh mau parah orng bisa bgn dr mimpi, tp kalau gitu nanti gak jd ceritanya deh 😛
        blm sempat liat, soalnya lg harus online pakai modem
        haha kalau buat kalender mana mgkin (tp pingin jg sih^^)

      • Yah foto pairing-nya gak usah gimana2 bangt (gak brharap sampai kayak Ace Bed lah), foto bareng aja juga gak apa2.^^
        Aku juga balasnya lagi pakai BB jadi gak bisa cpat reply-nya (maklum susah ngtik di BB daripadsa keyboard). Aku juga prnah ngalamin lucid dream itu n mang walau gitu ttap aja susah bangunnya.^^
        BTW makin k sini author makin ‘kreatif n sadis’ buat FF-nya. Kbanyakan nonton film saw atau Batman yang ada Joker-nya ya? XD
        Klo iya brarti harus siapin hati lbih kuat lagi n lagi nih buat part mimpinya Seo. -_- Huft bakalan lbih sadis gak ya? Prasaan yang happy ending cuma TaeNy n SooSun aja (mntang2 2-2-nya pairing favorit author nih ye).^^

      • ya foto bareng aja udh sering dibilang moment wkwkwk

        aku jg pernah sih gak bisa langsung bgn

        wkwkwk pdhal aku gak pernah ntn film saw ataupun batman atau final destination, gak demen
        chapter ini idenya dr game kok 🙂 *ngeri jg yg pas mainin adegan motong jari, habis harus pemain yg ngelakuin sendiri, saat itu benar2 terasa feel karakternya

        aku blm dpt ide buat mimpi Seo 😦 pdhal udh mikir dr lama
        haha iy jg nih, entah knp kok malah jd TaeNy dan SooSun yg happy end ya, gak sengaja XD

        berarti sejauh ini jd mimpi Yoona yg paling sadis ya?
        aku rasa lbh dr mimpi Yuri, maklum Yoona ratu drama 😀 *plak plak plak

      • Oh rupanya gara2 game toh nasib Yoong di tangan author jadi stragis ini. XD
        BTW itu kok si Yoong bego (maaf, gak tahu mau pakai istilah apa yang pas) bangt ya? Klo dari awal mang sudah gak niat buat bunuh CMH, yah skalian aja gak usah k rumahnya n nembak2 sgala, kan jadinya dihitung sbagai prcobaan pmbunuhan ama poloisi. lain critanya klo sjak awal dia mang sudah brniat, tapi tiba2 brubah pikiran di dtik2 trakhir gitu. IMO lho thor.^^
        Yup, harus diakui mang lbih sadis daripada Yul, karena sblum mninggal kan Yoong disuruh ini-itu yang mngrikan dulu klo Yul gak. Trus orang yang Yul lindungi brhasil slamat, sdangkan dalam kasus Yoong ini tidak. Lbih baiknya dari Yul cuma yoong mati bukan karna difitnah aja (tapi dngan prcobaan pmbunuhan pada CMH, brarti dia juga harus nanggung dosa yang gak spnuhnya dosa dia juga ya).
        Iya nih mntang2 2 pairing favorit author, yang lain ‘di-anaktirikan’. Gak apa2 sih, scara aku juga suka TaeNy n SooSun, hanya saja it’s obviously skali preference author condong k mana aja. XD
        Jadi ingat klo dulu author prnah reply klo buat YulSic n YoonHyun so-so aja. Trbukti nasib YulSic sudah tragis, brarti tar YoonHyun calon2 juga nih. T.T Yah trsrah athor aja yang buat critanya. Reader hanya bisa RCL aja.^^

      • ya sebenarnya Yoong berubah pikiran di detik2 terakhir, cuma tdk kujelasin sih
        ahaha maybe, tp aku mencoba agar tetap imbang semuanya XD
        hmm, doakan saja wkwkwk

      • Wah klo gak prnah nonton ‘saw’ n tman2nya itu n bisa bikin adegan potong jari, minum racun, n ngegores muka sndiri sih itu ‘bakat alami’ kali thor.^^ (just kidding, don’t take it seriously, please).^^

      • iy kali, mgkin aku memang pecinta kekerasan, nyatanya suka ntn WWE XD

  3. Annyeong,,,,,,,,,
    – – – – –
    Wadooh Yoong,,mimpinya bner”…, ,bhkan lebih mengerikan ,,,
    Aigoooo~
    Wuh,,,sdikit tegang buat nya dah……..
    Daebak….,
    – – – – –
    Tinggal maknae nih,,d tunggu deh next chapter nyaaah…..
    SEMANGAAAAT

  4. annyeong ,,,,,,,
    wah mimpi yoong unnie d sini kejem bnget yyach????
    oh yya thor ppa kah mimpi taeng unnie masih lama yya???

  5. Berasa baca SAW versi soshi ini kejam thor tapi seru
    Ga tau harus komentar apaan lagi nih udah bagus ffnya (y)

  6. kejam parah. ini cerita yg paling parah. mpe mau bunuh orang. sone lagi berbahagia krn snsd baru kambek, eh authornya kejem bgt bikin cerita sesadis ini 😀

    btw feelnya dpt kok thor ^^

  7. Miss New New said:

    hiiy yg bagian potong jari tuh ALAMAKJOONG banget

    Yoonaaa kasian banget kamuuuu
    Udah gini gitu eh tetep aja Yuri gak bisa diselamatin

    Dulu juga pernah mimpi serem dan aku nyadar kalo aku mimpi. Mimpi ‘maen’ petak umpet sama setan, deg2annya kerasa beud xD
    eh dah gitu ketangkap thor TT,TT

    Tapi karena aku tau ini mimpi, mimpiku pula, aku ngerasa punya hak mengubah alur di mimpiku, jadi aku perintahkan setan itu untuk melepasku
    *gaje banget….
    Kapan lagi kan bisa semena2 kalo bukan di alam mimpi

    Jadi intinya apa? Gak ada. Cuma mau cerita aja hehehehe

  8. hmmm.. mimpinya keren.
    aku pernah mimpi seru kek gitu un…
    haduhh pas bagun tuh deg-degan abis. hahahaha
    feelnya dapet…
    ditunggu kelanjutannya!
    😀

  9. Takuma's Taku n Kuma said:

    sebetulnya aku masih g paham dg ni cerita krn yg terakhir kubaca adl ch 9.
    Tp cerita yg kau buat sungguh sadis namun indah,un.
    Jk aku punya jiwa psikopat pasti akn sgr bangkit setelah baca ni cerita.
    Kau bener2 gila thor XD

    Krn itu maafkan readermu yg aneh & g updet ini untuk mengobok2 blogmu walau dg susunan yg terbalik XD

  10. Takuma's Taku n Kuma said:

    aku uda baca dr ch 13 ke 10, un walau susunan cara bacanya terbalik,tp cr baca spt ini memang menyenangkan (maklum uda kebiasan).walau baru tahu cerita sebenarnya spt apa setelah baca seluruh chapternya XD.
    Gara2 baca ni cerita jg sampe di marahin ibu krn lupa waktu XD.

    #Maafkan aku jk komenku memenuhi pemberitahuanmu,un XD

    • kalau yg chp itu baca terbalik memang gak ada bedanya, soalnya isinya cuma mimpi
      haha justru aku lbh suka di comment

      • Takuma's Taku n Kuma said:

        un,mimpi seohyun dibikin sadis juga ya XD.dulu mungkin aku g suka yg sadis2 tp sekarang terbalik makanya un, yg mimpi seo bisa lebih sadis g XD.
        #psikopat mode

      • haha entahlah
        minum obat dulu sana biar gak tambah parah

  11. Yeoun12_jean said:

    wahhh.. wahh… sadiss banget yahh…
    emang yoona bisa gitu yahh.. motong jari lah.. goresin muka pke pisau lah..
    uhhh… andwee !!!!
    benar2 chap yang luar binasa pemirsa !!

    author fighting yaahh…
    ditunggu chap selanjutnya… 🙂

  12. blackpearljess^^ said:

    Bayangin ny brasa nyeriiii,,
    Aplgi wkt motong jari,, #mauu pingsan rasa ny#

  13. ampun deh ngeri ngebayangin yoona motong jarinya…
    ceritanya kayak difilm2 yang tentang pembunuh berantai >_<
    jangan2 ntar yang mimpinya seobaby malah makin sadis lg ceritanya 😛
    next part mimpinya duo maknae nih…ditunggu ya thor
    FIGHTING

  14. Lock_Smith Hunter said:

    Sumpah min dri semua mimpi yg di alami soshi partx Yoona yg paling sadis min pake potong jari aja huhuhu q jd membayangkan klo itu terjadi beneran 😥 #yoonaddict asah golok
    D tunggu partx Seohyun y thor 😉

  15. Nandya Hilda said:

    FF ini ngalahin film* action aja deh. Terharu jadinya 😥
    Gmn mimpi seohyun??? Penasaran, semoga author cpet dapet idenyaa, fighting^^

  16. lee deyeon said:

    Tragis bnget sih thor..
    Tega bnget sih thor, buat para member kesiksa..
    Uuuuu kick author, hahha..

  17. Udh lama ga main ke wp author indonesia~ abisnya pada lama banget sih update-nya~ eke jadi maen di asianfanfics dah, hahaha:D dan akhirnya setelah beberapa bulan, pada mulai update~ yeah!! oke, balik ke cerita ini.

    Serem, thor!! Atau mungkin lebih tepatnya ngeri kali ya? Jadi, banyak yang gue skip dah, soalnya kaga kuat bacanya hahaha:D yodah gitu aja, lanjut dulu yea~

    • Di asian fanfics jg kadang lama lalu updatennya dikit, jd kurang puas
      Harus ngikutin banyak ff sekaligus
      Memang genrenya jf kayak berubah soalnya cuma mimpi sih

  18. Ini aja udah kejam kak, apalagi kalok ada kata-kata yang udah kakak hapus tadi. Ihhh, udah ganti genre kali ceritanya…..
    Tinggal mimpi Seohyun unnie^^, langsung ke TKP ! 😀

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: