~Thank you for your comments~

we-were-meant-to-be-together

A/N : Detektif dalam chapter sebelumnya diputuskan bernama Yesung.
enjoy~

Atas ijin dokter, detektif Yesung membawa Sunny pergi ke tempat kejadian perkara, yaitu rumah dimana dia tinggal sebelum kejadian naas itu menimpanya.
Begitu menginjakkan kaki di rumah itu, Sunny sudah merasa familier.
Tatanan perabotan dalam rumah itu… meski sedang kehilangan ingatan, entah mengapa terasa begitu nyaman dan membuat hatinya merasa seperti benar-benar berada di rumah.
Tapi seketika itu juga Sunny langsung merasa ngeri ketika melihat ceceran darah dan tape berwarna putih yang berbentuk tubuh manusia. Di lantai juga terdapat pecahan vas.
Sunny merasa sedikit mual. Tapi segera ditahannya.
“Bagaimana? Sudah ada yang kamu ingat?”
Sunny menggeleng lemah.
Yesung sedikit merasa tidak enak. Tapi tidak ada jalan lain yang lebih baik untuk membangkitkan ingatannya selain membawanya langsung ke tempat kejadian.
Yesung memberikan ke tangan Sunny sebuah kartu nama.
“Kalau ada sesuatu yang kamu ingat, sekecil apapun itu segera hubungi aku.”
_________________________________________________________________________________________

Sunny baru saja selesai mengganti bajunya ke piyama, tiba-tiba ponselnya berbunyi. Sunny mengambil dan membacanya.
From : Che Suyon^^
“Malam Sunny Bunny~ XD
Sekarang ini, aku lagi memeluk boneka kelinciku, lalu aku jadi ingat kamu. Kamu lagi apa sekarang? Sudah makan? Bicara soal makan, Umma memasakkanku makan malam favoritku, hamburger! Terus karena perutku masih lapar, saat Appa dan Umma sudah di kamar, diam-diam aku bikin ramen. Hmm, baunya sedap sekali! Kamu mau juga gak? mumpung belum kuhabisin nih, kekeke.”

“Hihihi, dasar shik shin.”
Sunny senyum-senyum sendiri membaca sms yang sudah bukan merupakan pesan singkat lagi.
Baru-baru ini dia dibelikan ponsel oleh Sooman. Dan sudah tentu Sooman pasti tidak suka kalau tahu Sunny berhubungan dengan Sooyoung, makanya Sunny menyimpan nama Sooyoung tidak dengan nama Koreanya tapi nama Jepangnya, Che Suyon.

“Aku belum makan. Umma masih lagi masak.
Wah mau dong! Lalu bagaimana caranya kamu akan membagi ke aku?”

Sunny menekan tombol send.
Tidak lama kemudian datanglah balasannya.
Foto sebuah mangkuk berisi ramen dan pesan singkat.
“Silakan dinikmati XD “
Sunny menelan ludah.
“Aish, ada-ada saja. Sekarang aku malah jadi pingin nih! Ah dasar kau Youngie!”
Sunny merebahkan tubuhnya di atas kasur. Dia sedang memikirkan cara untuk membalasnya.
Hmm, lain kali aku juga ah. Hehe siap-siap saja ya shik shin, kamu akan merasakan pembalasan yang sama. Kamu akan menelan ludah sama sepertiku.
_________________________________________________________________________________________

Sunny POV

Hari ini Sooyoung tidak masuk. Saat jam istirahat, aku sedang menghabiskan waktu berdua bersama dengan Tiffany. Tahu-tahu saja, kami jadi ngobrol berbagai macam hal seperti teman akrab.
“Rasanya waktu berjalan cepat sekali ya… tahu-tahu sudah bulan desember, sebentar lagi natalan, dan akhir tahun.”
“Ne…”
Aku mengecek ponselku yang tiba-tiba bergetar.
From : Che Suyon^^
“Uh, aku lagi sakit… nggak enak banget nih >.< doain supaya cepat sembuh ya. Aku sudah kangen sama kamu Sunny.”

Aku membalasnya sambil tersenyum.
“Kupikir orang bodoh nggak bakal bisa sakit, hehe.
Iya aku doain supaya kamu sembuh dan besok bisa masuk. Istirahat yang benar ya.”

Dalam hitungan detik setelah menekan tombol send, ponselku sudah kembali berbunyi.
Balasnya cepat sekali, pikirku.
From : Che Suyon^^
“Siap! Demi Sunny XD “


“Bukan demi aku, tapi demi dirimu sendiri.”

balasku.

From : Che Suyon^^
“Huuuuu, tapi aku ingin demi kamu Sunny >.<”

“Ahaha.”
Mungkin karena melihat aku senyum-senyum sendiri, dia bertanya. “Pacarmu ya?”
“Ehh?!” pipiku menjadi panas. “Bu-bukan kok!”
Tapi kemudian aku jadi bertanya-tanya sendiri.
Apa status hubungan kita? Apakah kami memang pacaran?
Tapi sejak kami ciuman di masa SMP, Sooyoung tidak pernah melabeli hubungan kami. Dan sepertinya dia merasa nyaman dengan hubungan kita yang sekarang. Begitu juga denganku.
Seperti apa ya tepatnya hubungan kita ini… teman masa kecil yang mesra?
Ne, mungkin begitu. Kami tidak pernah berpacaran dengan orang lain. Hanya sama-sama saling menjaga perasaan masing-masing. Mungkin kami belum siap melangkah maju karena hubungan kami yang masih ditentang.
Tiffany tersenyum melihat reaksiku.
“Tapi wajahmu kelihatan cerah begitu. Kalau bukan pacar, berarti orang yang spesial?”
“N-ne,” kataku malu-malu mengakuinya.
“Hehe, tidak usah malu. Semua orang juga pasti punya orang yang spesial di hatinya. Ngomong-ngomong, natal tahun ini kamu ada rencana untuk merayakannya bersama dengan seseorang yang spesial?”
“Aniyo, biasanya aku hanya di rumah merayakannya bersama dengan orang tuaku. Eh tapi bukannya sekolah kita hendak merayakan natal bersama yang meriah tahun ini?”
“Ne, tapi aku rasa aku nggak mau ikut ah. Aku akan menghabiskan malam natal yang sederhana saja berdua dengan Taeyeon seperti tahun-tahun sebelumnya.”
Tiap tahun… saat hari natal atau pun saat hari ulang tahun kami…
Entah kenapa kami selalu saja tidak pernah bisa menemukan waktu untuk merayakannya bersama.
Entah saat itu Sooyoung sibuk merayakannya bersama dengan keluarganya. Dan aku juga sama…
Barangkali kami memang tidak berjodoh…
Enaknya… Tiffany bisa selalu menghabiskan waktu bersama dengan Taeyeon…
Aku jadi sedikit iri pada mereka…
“Fany ah…”
“Hmm?”
“Apa keluarga kalian tahu soal hubunganmu dengan Taeyeon?”
“Ya, mereka tahu.”
“Apa…” aku meremas tanganku sendiri. Ini pertanyaan yang sensitif bagiku. “Mereka tidak melarang hubungan kalian?”
“Mereka sama sekali tidak menentangnya. Appaku sangat menyukai Taeyeon. Dan Umma dan Appa Taeyeon menyambutku dengan tangan terbuka. Mereka bahkan menyilahkanku memanggil mereka dengan Umma dan Appa. Mereka sudah menganggapku seperti anak mereka sendiri.”
“Wahh…”
Aku bahagia untuknya, tapi di saat yang bersamaan hatiku juga terasa sakit.
Alangkah bahagianya… mereka yang dapat bersama-sama dengan mudah, dilandasi cinta…
Lalu aku jadi berpikir.
Kalau seandainya waktu itu aku tidak jatuh dan patah tulang, apakah Paman Sooman tidak akan membenci Sooyoung sampai seperti ini?
Ah tidak, setelah dipikir-pikir lagi. Dari awal Paman Sooman sudah tidak menyukai kedekatanku dengan Sooyoung. Dan kini setelah aku mengalami kecelakaan kecil, Paman malah jadi punya alasan untuk menjauhkan Sooyoung dariku…
Ah menyesal pun percuma. Lagipula waktu itu Sooyoung sama sekali tidak bermaksud mencelakanku. Waktu itu kami masih anak-anak.

**

Beberapa hari kemudian. Hari natal. Sekolah mereka merayakannya bersama di gedung sekolahan yang besar. Pestanya mewah, jadi tidak terasa seperti berada di dalam sekolah.
Sunny tidak melihat Tiffany.
Benar juga ya, dia pasti merayakannya bersama dengan Taeyeon.
Sunny melihat sekeliling.
Berbagai macam makanan tersedia. Teman-teman yang sedang beramah-tamah. Pakaian-pakaian mereka juga kelihatan mahal.
“……………..”
Daripada kemewahan ini, sebenarnya aku juga lebih suka bila dapat merayakannya bersama dengan Sooyoung saja, batinnya.
Mendadak Sunny merasa kesepian. Orang yang ditunggunya belum juga datang. Sejak Sooyoung sakit tiga hari yang lalu sampai sekarang mereka belum juga ketemu.
Tiba-tiba seluruh pandangannya jadi gelap. Tapi bukan seperti mati lampu, yang biasanya membuat murid-murid yeoja menjerit. Melainkan ada sesuatu yang menutupi kedua matanya.
Sunny terdiam, tapi orang yang menutup kedua matanya tidak berkata apa-apa. Dan dia hanya cengar-cengir. Tampaknya dia tidak bermaksud melepasnya kalau Sunny belum menebak siapa orangnya.
Sunny mencoba memundurkan sedikit kepalanya. Tapi kedua tangan yang menutup matanya ikut mundur, sehingga matanya tetap terhalangi. Kepalanya bersandar pada orang yang menutup matanya. Dia merasa kalau orang yang sedang menutup matanya bertubuh lebih tinggi darinya.
“Sooyoung?”
“Hehe, salah.”
Sunny menyadari nada suaranya. Dia tidak salah. Dia memegang kedua tangan yang menutupi kedua matanya dan melepasnya kemudian berbalik. Matanya langsung bertemu dengan senyum yang penuh jenaka.
“Ya, Sun Kyu benar, kekeke.”
“Sudah ketahuan masih pakai bohong segala.”
“Hehehe, kamu kesepian tanpa aku Sunny?”
“………………”
Kali ini Sunny tidak akan menutupinya, dia mengangguk kecil.
“Ah kyeopta!” Sooyoung langsung meraih Sunny ke dalam pelukannya. Dia memang sudah dari tadi ingin memeluk Sunny.
Tubuh Sunny yang kecil, sepatunya yang rata tanpa tumit, membuat Sooyoung seperti merangkul seorang anak kecil. Ketika tubuh Sunny terbenam dalam pelukannya, Sooyoung merasakan kehangatan yang sangat dia rindukan.
Sementara Sunny membeku sejenak dalam rengkuhan Sooyoung. Kepalanya melekat di dada Sooyoung, karena Sooyoung memakai hak tinggi.
Setelah Sooyoung melepasnya, Sunny baru sempat memperhatikan penampilan Sooyoung dari kepala sampai ujung kaki. Tubuhnya yang tinggi semampai membuat gaun merah yang dikenakannya tampak makin memikat.
“Wah, ternyata kita sama-sama memakai gaun warna merah, padahal kita nggak janjian,” Sooyoung menyuarakan apa yang dipikirkannya. “Kita pasti jodoh.”
Pipi Sunny memerah, dia merasa senang mendengar kata-kata itu.
“Malam ini kamu manis sekali Sunny, apa kamu berdandan demi aku?”
“Kata siapa demi kamu, ini buat pesta,” kata Sunny walau sebenarnya dia memang mengharapkan pujian Sooyoung.
“Kalau aku, demi kamu lho Sunny, gimana? Cantik kan?” kata Sooyoung semakin berani menyuarakan isi hatinya.
“Cantik…”
“Eh apa? Aku nggak denger.”
“Aku nggak mau mengulangnya.”
Sooyoung tersenyum jahil. Sebenarnya dia mendengar. Meski hanya ungkapan sederhana, dia tidak akan melupakan pujian Sunny di dalam hatinya.
“Ngomong-ngomong Sunny, apa kamu nggak capek melihat ke arahku terus?”
“Maksudnya?”
“Yahh, soalnya kamu kan pendek, kepalamu harus mendongak terus ketika menatapku.”
Setelah dikatakan begitu, Sunny baru benar-benar merasakan kata-kata Sooyoung. Dia nggak sadar sedari tadi terus mendongak. Lehernya terasa sedikit capek.
“Kalau mau aku bisa mensejajarkan tinggi badanku denganmu,” ledek Sooyoung sambil merendahkan badannya.
“Nggak perlu ah!” Sunny memukul lengan Sooyoung dengan gemas. Sooyoung hanya tertawa-tawa.
Mereka terlihat sangat senang bercanda dan tertawa bersama.
Dari kejauhan, hanya satu orang yang melihat mereka dengan tatapan terluka, yaitu Jessica.

**

Suasana pesta mulai mereda bersamaan dengan malam yang semakin larut.
“Sunny, kamu mau pulang ya?”
“Ne.”
“Biar aku antar kamu pulang ya?”
“Memangnya kamu bawa kendaraan?”
“Aniyo, aku kan belum punya sim, dengan taksi maksudku.”
“Kalau begitu aku bisa pulang sendiri, rumah kita tidak searah, nanti malah merepotkanmu.”
“Aniyo, untuk Sunny apapun tidak repot.”

**

Sunny membiarkan Sooyoung mengantarnya dengan taksi. Karena Sooyoung memaksa ingin melihatnya sampai ke rumah dengan selamat. Dalam hati Sunny merasa bersyukur karena dia tidak perlu naik taksi sendirian.
Mereka duduk bersebelahan di bangku belakang taksi.
“Sooyoungie, gomawo…”
“Apanya?”
“Karena sudah mengantarku pulang, aku jadi lebih tenang kalau ada kamu di sampingku.”
“Harusnya aku yang berterima kasih karena kamu sudah mengijinkanku mengantarmu, soalnya kalau nggak, aku nggak bakal bisa tenang.”
“Tapi Sooyoungie, kamu juga seorang yeoja, jangan memaksakan diri ya.”
“Tenang, aku bisa menjaga diriku,” kata Sooyoung pura-pura kuat.
Lagipula aku sudah selalu berdoa pada Tuhan, batinnya.
Mereka sudah sampai di depan rumah Sunny.
“Kalau begitu, sampai nanti,” kata Sunny mengulurkan tangannya hendak membuka pintu.
“Tunggu,” Sooyoung menahan tangan Sunny.
“?”
“Ahjussi, putar balik ke tempat tadi.”
“Mwo? Ngapain kembali? Kamu ketinggalan sesuatu?” tanya Sunny.
“Ya begitulah.”
Perjalanan membutuhkan waktu 20 menit untuk kembali ke sekolah. Disana hampir seluruh murid sudah pada bubaran.
Sooyoung membuka tas tangannya, “Ah, ternyata sudah kubawa, nggak jadi deh Ahjussi, balik ke tempat tadi lagi.”
Sunny menjadi terenyak. Sooyoung bahkan tidak buang waktu untuk mengaduk-aduk isi tasnya tadi.
“Mwo?! Sooyoung! Soal barang yang ketinggalan itu kamu bohong ya?!”
Dari tadi Sunny memang sudah curiga karena dia tidak diturunkan ketika berada di depan rumahnya.
“Nggak usah khawatir Sunny, biar aku yang bayar,” ujar Sooyoung tenang.
“Jangan mempermainkan Ahjussi! Lagipula ini sudah malam!”
“Aku nggak sedang mempermainkan Ahjussi,” Sooyoung memasang wajah serius. Dia mendekatkan wajahnya ke Sunny.
“Yang kuinginkan hanya menghabiskan waktu selama mungkin bersamamu, meski harus berbohong. Apa itu nggak boleh?”
Sunny merasa gugup setelah Sooyoung berkata seperti itu, apalagi wajahnya sangat dekat. Sunny tidak bisa menatap langsung ke dalam matanya.
“Je-jelas nggak, karena kamu bohong. Harusnya kamu bilang langsung dari awal tanpa perlu berbohong, sehingga kamu tidak merepotkan Ahjussi.”
“Tatap mataku,” Sooyoung mengangkat dagu Sunny. Memaksanya untuk bertatap muka langsung.
Sunny merasa jantungnya berdebar semakin cepat. Apalagi karena merasakan tatapan intens Sooyoung.
“Akuilah Sunny, kamu juga sebenarnya ingin menghabiskan waktu lebih lama denganku kan?”
“A-aku…”
“Waktu yang kita habiskan bersama, nggak pernah berasa cukup buatku. Tiap kali kita berpisah saat pulang sekolah, hati kecilku selalu berteriak tidak rela. Aku juga sangat kesal karena waktu itu aku tidak masuk karena sakit. Untuk mengganti waktu itu, malam ini aku ingin bisa menghabiskan waktu selama mungkin denganmu.”
Sunny kehabisan kata-kata. Dadanya terbuai oleh perasaan Sooyoung padanya.
Sooyoung memang biasa berbuat bodoh dan kepedean, tapi Sunny nggak menyangka Sooyoung bakal sampai seperti ini. Segitu besarkah perasaannya? Apakah melebihi perasaannya pada Sooyoung?
Sunny tidak memprotes ketika Sooyoung menggeser tubuhnya dan membaringkan kepalanya di atas pahanya.
“Kumohon sampai kita tiba di rumahmu, biarkan aku terus seperti ini…”
“Sooyoungie…”
Keharuan berpendar-pendar di matanya, membuat matanya jadi sedikit basah.
Sunny membelai rambutnya saat Sooyoung memejamkan matanya.
Mendadak mereka seperti melupakan kehadiran Ahjussi dalam mobil itu. Ahjussi melirik sekilas ke mereka melalui kaca spion.
Dasar anak muda, batin Ahjussi itu. Dia jadi harus bolak-balik gara-gara terlibat kisah cinta monyet antar dua anak SMA.
Saat mereka sudah tiba sekali lagi di depan rumah Sunny.
“Sooyoungie…”
“…………….” tanpa berkata apa-apa Sooyoung mengangkat kepalanya dari paha Sunny. Dia kembali dalam posisi duduk.
Sunny membuka pintu dan turun.
“Dahh Sooyoungie…” Sunny melambai padanya tapi tidak mendapat reaksi, Sooyoung masih menunduk sedih.
“…………….”
Sejak Sooyoung berkata seperti tadi, mendadak juga muncul perasaan tidak rela dalam hati Sunny. Mendadak dia juga merasa tidak ingin berpisah dengan Sooyoung.
Dia jadi heran. Mereka memang sedang liburan, jadi tidak akan bisa bertemu setiap hari sampai tahun depan. Tapi memangnya tidak ada hari esok untuk bertemu?
“Sooyoungie, kita kan bisa saling sms dan telepon,” bujuknya sambil menggenggam tangannya.
“…………….”
Sunny merasa harus mengembalikan semangat Sooyoung.
Sunny memberanikan diri menempelkan bibirnya di pipi Sooyoung meski berisiko karena ini di depan rumahnya.
“Uh, sampai nanti,” Sunny melambai kecil sebelum menutup pintu mobil dan melangkah cepat masuk ke rumahnya. Meninggalkan Sooyoung yang masih tertegun sambil menyentuh pipinya.
“Jadi, nona mau diantar kemana?” tanya Ahjussi itu membuyarkan lamunannya. Sooyoung kaget dan cepat-cepat memberitahukan alamat rumahnya.
Dasar anak muda, batin Ahjussi itu untuk yang kedua kalinya.

*~To Be Continued~*

Advertisements

Comments on: "We Were Meant to Be Together (Chapter 8)" (56)

  1. wkwk , aku hampir lupa ma crita ini u.u
    kasian sica , sni sma aku aja >.<
    cie yg lagi kasmaran ga bsa jauh" xD
    jgn lama yow next chap tar keburu lupa . wkwk

  2. Pertama yah? Asiikk 😀
    yey! SooSun come back. Aduh sooyoung unnie, kalo kesepian ada aku kok disini *plaak, reader kepedean*
    wow, tambah cetar membahana badai halilintar unnie *lebay ala syahrini*
    oke, fighting unnie!! 🙂

  3. tinsunshipper said:

    ahir’a update jga..
    first kah.??

    pas bgt gi pngen bca ff.. n ktmu’a ma lanjutan ff yg Q tunggu2.. ^^

    sooyoung blak2an bgt siih..
    sunny malu tpi mau.. lucu deh..

    pas bagian sunny malu gk brani natap mata soo N soo nyuruh sunny natap dya N ngangkat dagu Sunny.. aQ jdi ingt sseorng yg jauh disana.. adegan’a mirip bgt..
    sifat sunny disini mirip ma aQ.
    *jdi curcol..

    aQ tunggu klanjutan’a yoo..

  4. tinsunshipper said:

    jiaaah.. lo’ yg tu gk laaah.. -_-”
    Q malh mrem pas dia angkat dagu Q.. xD
    gk brani natap mata’a..

  5. SooSun, SooSun, SooSun… slalu ska ma ni couple, krna mrka unik…

    Ehh.. ad TaeNy yg nympil.. ^^

    yahh… udh libur,,.. klo siswa lain libur adlh hal yg plng d tunggu, tpi untk SooSun libur adlh hal yg mnybalkny..

    Siska | 촤수연

  6. TaeNy4Ever said:

    Aaahh,,,mian ya thor bru bsa komen,soal nya aq bru siap Pra UN,maklum kls 3…

    Thor knpa gak buat SooSun ber_1 aja,ribet bnget hub mrka,,,oh ya thor,Sica unnie entar sma spa ya?…jngn2 nnti bkalan mncul Yul unnie……oke deh thor,cpat di lnjt ff nya…Cinta Segi 9 nya sllu di tngu

  7. pupupuputtt said:

    katanya sih SNSD ga datang ke MAMA karena member”nya pada punya acara.
    Taeyeon & Yoona ada schedule datang ke pernikahan Haha & Byul. Jessica sedang ada di Legally Blonde.
    Parahnya lagi, SNSD ga memenangkan award apapun.
    ngiikk -______-”

    BTT,
    sooyong agresif bgd ya. sunny malah jaim..
    ahh.. iya nih, kapan hubungan soosun bisa seperti taeny :/
    kasian backstreet terus huhu~ TT

    tp aq menikmati alur ceritanya kog :->

    lanjutkan kag momon ^^//

    • hmm, mgkin begitu
      walau gak menang, denger2 pdhal msk nominasi jg kan?
      iy nih, di banyak ff kebanyakan mereka cuma jd side pairing u.u
      ya^^


    • Maaf, klo ikut campur reply2.^^ Sbnarnya sih biasanya saya gak suka ikut mereply comment orang lain, tapi karna reply saya kali ini bukan tentang FF, jadi saya rasa tidak apa2 dan bila tidak berkenan saya minta maaf n mohon dimaklumi.^^
      Sebenarnya SNSD atau tepatnya TTS tidak datang ke MAMA kmarin itu karna sehari sebelumnya mereka ada schedule konser MBC K-Pop Festival di Vietnam dan baru pulang keesokan harinya (Pas hari Jumat ktilka MAMA digelar), jadi mungkin karna waktunya trlalu mepet n takut mrka capek, jadi mrka diputuskan gak hadir di MAMA, walau klo dipaksain mungkin masih bisa (dari Vietnam langsung ke HongKong), tapi yah itu waktunya mepet, blum mrka harus rehearsal, press conference, dandan, n lain2 kan?^^
      Trus klo buat gak menang award sbnarnya bukan karna mrka jelek atau mang gak berprestasi apa2 tahun ini, sebab untuk voting mrka masih lumayan, dan saya rasa untuk penilaian lain2 pun mrka masih bagus. Tapi karna sistem award Korea adalah TIDAK HADIR = TIDAK DAPAT AWARD itu masalahnya. Ini sudah rahasia umum, sistem yang sangat jelek dan tidak adil klo menurut saya (dan sebagian besar netizen).
      Akhir kata, maaf bila reply saya kpanjangan n menggangu ataupun tidak berkenan. Saya hanya merasa gemas saja untuk comment, karna klo saya lagi surfing suka banyak yang tidak tahu sistem penilaian ini dan mengira TTS tahun ini tidak berprestasi. Tentu saja saya tidak mengatakan itu Anda atau siapa pun, hanya sebagian kecil orang2 dunia maya saja (yang menurut saya menyebalkan). XD Saya yakin kita yang comment di blog ini semuanya suka SNSD, karna itu bila ada yang bilang TTS gak menang MAMA tahun ini makanya gak datang itu salah. Tolong disebarkan, klo mrka gak hadir di MAMA makanya gak menang itu yang benar. Mohon maaf bila terlalu emosi. Mohon maaf dan terima kasih sebelumnya.^^

  8. prilly-chan said:

    wow yeah soosun kembali, ekh jessica kenapa tuh? sepertinya cemburu ama mereka, dan soosun malu2 untuk melangkah ke depan pada hubungan yg lbh dari teman~ heh gomawo udah update thor

  9. author kelamaan update ffnya nih. Aku jadi lupa, emang d ff sebelumnya tiffany udah nongol ya 😀

  10. Wah Sunny masih malu-malu aja ama Soo. Trus itu Sica kasiha n skali hanya bisa lihat dngan cemburu dari kjauhan aja. Flashback-nya juga sangat kurang thor.
    Tapi aku suka chapter ini soalnya ada TaeNy nyempil n trutama juga karna Soo jadi sangat romantis di chapter ini. Aku suka Soo yang romantis n agresif (trkndali) gini (yang agresif-nya tak trkndali tahulah siapa). XD
    Itu kasihan ya ahjussi sopir taksi-nya, sampai mengeluh dalam hati jadi korban anak muda yang lagi cinta monyet (padahal kan SooSun bukan cinta monye tapi cinta sejati).^^ Tnang aja ahjussi, argo-nya kan jalan trus, n Soo kaya kok.^^
    Itu si LSM klo takut Sunny brhubungan ama Soo, dikrangkeng aja Sunny-nya skalian.XD (snang aku LSM muncul lagi di chaptr ini).
    Bnar2 mengena chapter ini ama keromantisan SooSun.^^

    • haha ini memang lg banyak nyeritain masa lalu mereka 🙂
      itu Tiffany cuma cerita saja, biar bikin Sunny jd kepikiran 😛
      wkwkwk di mata Ahjussi yg lbh tua sih pasti kayak cinta monyet XD habis konyol sih pakai bolak-balik segala, ngabisin wktu sejam 😛

      kalau Sunny dikrangkeng bisa2 ceritanya jd tragis
      syukurlah kalau ngena^^

  11. Iya abis Sunny dikrangkeng, kan tar ada Soo muncul sebagai hero si pnylamt.^^ (jadi crita klasik n klise lagi deh). XD
    tapi aku ttap pnasaran ama siapa korban n plaku pmbunuhan di crita ini.^^

  12. kekekeke… co cwiittttt
    keren unnnn…
    yang ditunggu akhirnya datang juga. 😀
    suka banget ama adegan terakhirnya.
    kalo bisa pertahanin gaya bahasamu un.. sederhana, tapi dalem.
    fighting!

  13. Miss New New said:

    Topan badai!
    Demi semangkok ramyun yg bergelegak panas!

    Otak kepada hati,,, otak kepada hati
    Hallloww….! Gak penting deh kamu deg2an gitu
    Yg sedang di rayu sama sooyoung itu sunny ya
    Bukan kamuuu
    Pabo..!

    Wuih dahsyat thooor 😀

  14. nuriiiin said:

    aaah soosun akhirnya balik lagi 😀 emang di cerita sebelumnya ada taeyeon n tiffany ya? *uda lupa.. #plak

    haha kasian pak supir taksinya, jadi bolak balik gitu ckck

    saking lamanya uda lupa kenapa ada detektif di sini, dan itu pembunuhan..emang sapa yang dibunuh?

  15. akhirnya muncul lagi ini ff huuuaaaa .. hehehehe
    soosun .. koqq perasaan gue blang soo bakalan jauh ntar dari sunny yak? uuuu

  16. so sweet.. aku dah lama loh nunggu cerita ini..
    kyaaa soosun soosun..^^

  17. Kimtaeyeoung said:

    Wah ada taeny moment..aduh aduh aduh soosun banyak rintangannya..sabar ya..cie cie cie soosun..

  18. Ampe lupa cerita ini~ jadi gak tega sama sica T.T mudah2an dia juga dapet pasangan, deh~ hehehe 😀

  19. Annyeong,,,,,,
    Yeee updet,,,,
    Hadeeeuh,SooSun mkin sweet mskipun hnya Sooyoung yng sweet krena Sunny msih malu” dah gtu,,,
    ——
    Sbnerna blom ngerti apa yng terjadi sama Sunny,,ini mash misteri,,kekekee
    Moga cpet inget dah Sunny,ksian Soo nya,,,,
    ——
    D tunggu dah next Chap nya,,,,,
    Semangaaat~

  20. DeeScorpio said:

    yeiiy SooSun ^^
    wkkk hampir lupa nh sama cerita ini kekeke,waah soosun tambah sweet aja ahay 😀
    kasian sica,smoga cepat dpt psngan ya haha…
    keren thor,dtunggu next chapter 😉

  21. Soosun daebakk!!

    Udahlah, sica noona buat aku aja~ 😀

  22. Ketinggalan update ckck aneh knp ini wp tiba tiba ke unfollow dr list ya?hmmmm untung liat updatean mu thor di twitter
    Kasian itu ajhussi jadi korban keganasan sooyoung kkkk bolak balik tp itulah resiko jd supir taxi di kerjain sama penumpangnya
    Jangan jangan abis ini terjadi deh kejadian sunny yang sampai di rawat itu

    • kalau kepencet dua kali jd unfollow, mgkin kepencet dua kali
      haha masa ganas XD
      kadang aja supir taxi ngerjain penumpangnya, lwt jalur yg jauh
      untung bkn lg naik becak ya wkwkwk XD

      kejadian itu msh lama, saat mereka sdh dewasa

  23. akhirnya update juga FF SooSun…
    nanti update lagi thor…
    aku tunggu…

  24. akhirnya update juga ff ini… udah aku tunggu2 banget hehe
    kangen bgt ama soosun apalagi sekarang moment mereka jarang bgt (yg paling byk tetep taeny hehe)
    so sweet juga caranya soo biar bisa lama-lamaan ama sunny 🙂

    oh ya… masi bingung nih ama yg paling awal (diceritaiinnya sedikit mulu bikin tambah penasaran)
    ditunggu lanjutannya…

    • karena memang bagian masa lalu mereka lbh banyak
      Ahjussinya jd kayak dikerjain wkwkwk XD
      chapter berikutnya udh update tuh 😉

  25. Takuma's Taku n Kuma said:

    aku juga mau RAMEENN. . .
    # teriak pake toa
    ih. .soosun unni g tau malu tuh pdhl naik taxi tp kog malah bermesra2an XD.
    Kalo mau berada lebih lamakan hrsnya bilang g perlu mutar2 ,dasar soo unni XD.

    # salam reader aneh si lumba-lumba

  26. lee deyeon said:

    Ya ampun SooSun, hihi brasa bnget pas yg taxi, ni mata yg baca jga braer, hihi..
    Sica ma gw aja sini, hoho..

  27. hennyhilda said:

    Bnr2 sweet bgt ngebacanya
    sica bkali-kali ngerasain patah hati.sbr y sica
    semangat author
    ganbatte

  28. untung ajushi taksinya ga nentang hubungan mereka jg hehe aku trauma habisnya hubungan mreka bnyak tentangan #sedih

  29. Aiihh, Ahjussi nya jadi nyamuk deng XD

    Ntah kenapa sama ff ini aku bingung mau bilang apa. Padahal biasanya aku banyak curcol XD

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: