~Thank you for your comments~

A/N : Kelima member yang banyak berperan dalam chapter ini 😀

Taeyeon

Taeyeon merasa tubuhnya seakan melayang. Seperti bukan berada dalam tubuhnya sendiri.
Kenapa aku berada di tempat seperti ini?
Seingatku tadi aku di mobil dalam perjalanan pulang.
Awww…
Kepalanya terasa sakit berdenyut-denyut.
Kemudian Taeyeon melihat wajah yang begitu mirip dengannya terbaring di kasur. Wajahnya penuh dengan biru-biru memar. Darah masih mengalir di pelipisnya. Di sekitar tempatnya berbaring banyak mesin kedokteran. Beberapa dokter dan perawat sedang sibuk menanganinya. Terdengar bunyi elektronik dari sebuah mesin yang menandakan kalau kondisinya sedang kritis.
Aku?
Lalu terdengar ribut-ribut dari luar.
“Taeyeon!”
“Taeyeon unnie!”
Disertai jerit tangis para member yang sangat dia kenal. Karena penasaran lalu dia keluar. Tapi dia tidak perlu mendorong pintu untuk bisa keluar dari sana. Karena saat mencobanya dia malah menembusnya.
Diluar Taeyeon melihat mereka berdelapan. Mata mereka semua sembab.
“Jangan pergi Taeyeon!” (Sunny)
“Jangan tinggalkan kami!” (Hyoyeon & Yuri)
“Unnieeeeeeee!” (Yoona & Seohyun)
“Yah! Hanya kamu satu-satunya leader kami! Aku tidak akan pernah memaafkanmu kalau sampai kamu pergi!” (Sooyoung)
Sementara Jessica dan Tiffany sudah tidak sanggup berteriak lagi karena sudah menangis tersedu-sedu.
“Hei… tapi aku ada disini…”
Tapi mereka seperti tidak melihatnya sama sekali ataupun mendengarnya.
Taeyeon tidak terlalu mengerti, tapi tampaknya dia baru saja mengalami kecelakaan?
“Maaf, kami sedang kehabisan stok darah tipe O. Kalau di antara kalian ada yang bergolongan darah sama-“
Belum sempat namja itu selesai berbicara Sooyoung sudah maju dan mencengkram kerah bajunya. Sampai namja itu kaget.
“Bagaimana sih!? Masa rumah sakit sebesar ini bisa kekurangan stok darah?!”
Sooyoung mengguncang-guncangnya dengan emosi. Hyoyeon segera menghentikannya.
“Sooyoung sabar, sabar!”
“Kalau begitu cepat ambil darahku! Golongan darahku sama dengan Taeyeon!”
Tapi tiba-tiba Tiffany menyela.
“Eh eh! Biarkan aku saja yang mendonor darah untuk Taeyeon, kumohon!”
Tiffany?
Mereka semua melihat ke arah Tiffany.
“Kalau begitu kita harus cepat. Kita sedang dikejar waktu.”
Tiffany mengangguk dan setengah berlari mengikuti namja itu.

Tiffany…
Sesuatu seperti menggedor dadanya ketika mendengar Tiffany memohon menyumbangkan darah untuk dirinya.
Taeyeon mengikuti ke arah mereka pergi.
Mendadak Taeyeon seperti bisa membaca perasaan Tiffany.

Seumur-umur, ini pertama kalinya aku donor darah. Selama ini aku takut karena kupikir pasti rasanya sakit. Aku tidak akan tahan…
Tapi demi Taeyeon, akan kulakukan. Aku tidak mau kehilangan dirinya…
Rasanya aku berkeringat dingin.
Apalagi ketika jarum ditusukkan di lenganku.
Padahal kecil tapi rasanya sedikit sakit.
Detik-detik berlalu
Sakit…
Tiap detik yang berlalu membuat jarum itu terasa makin menyakitkan di kulitku.
Kenapa jadi lebih sakit?
Apa karena tidak tertancap dengan benar? Tapi kalau memang begitu seharusnya darahnya tidak akan mengalir kan?
Aku berharap ini cepat berakhir.
Aku ingin jarum ini cepat-cepat dicabut.
Tapi dengan begini perasaanku akan tersampaikan…
Sebab darahku… bersatu dengan darahnya… dan mengalir dalam tubuhnya…
Saranghae Taeyeon…

Tiffany…

Air mata mengalir keluar dari celah-celah bulu matanya. Tubuhnya yang saat ini sedang menghadapi maut menangis.
Setelah darah Tiffany dimasukkan ke dalam tubuhnya. Tubuhnya seperti mempunyai energi baru. Keadaan umumnya yang sudah jatuh kembali stabil.
Operasi berjalan dengan lancar dan dirinya terselamatkan.
Rohnya sudah berada di dalam tubuhnya kembali. Tapi dia belum bisa bangun. Meski begitu, dia dapat mendengar suara Tiffany dengan sangat jelas.
“Taeyeon… satu saja yang kuinginkan darimu… maukah kau mencintaiku sekali lagi?”

**

Kali ini Taeyeon benar-benar terbangun dari tidurnya. Semua tentang kecelakaan itu hanya mimpinya belaka.
Setelah mengalami mimpi itu Taeyeon seperti tersadar.
Dulu aku sangat mencintainya…
Bagaimana aku bisa bersikap sedingin itu sama Tiffany…
Taeyeon berpaling pada Tiffany yang masih tertidur di kasur seberang.
Mianhae Fany ah…
Saranghae…

_________________________________________________________________________________________

Jessica

Mereka ditawan karena kejahatan yang tidak mereka lakukan. Membawa obat terlarang. Padahal mereka sama sekali tidak tahu menahu soal bagaimana obat terlarang itu bisa berada di dalam tas mereka saat di bandara.
Mereka dijebloskan ke rumah tahanan. Selama berminggu-minggu, mereka diwawancarai dua belas jam sehari. Seluruh kehidupan mereka mulai dari lahir diteliti dengan seksama. Jika mereka mengatakan satu hal yang tidak cocok, mereka mulai berteriak-teriak dan meludahi mereka.
Seluruh kebebasan mereka telah direnggut.
Terkurung di tempat yang dingin dan gelap. Dimana setiap malam mereka harus bergelung seperti anak kucing demi menjaga suhu tubuh mereka.
Mereka sepenuhnya terputus dari dunia luar, hanya diijinkan mengirim dan menerima satu surat dalam sebulan. Bahkan kemudian surat itu semua harus disensor dan sering kali tiba dengan sebagian surat dicoret-coret oleh sipir.
Semua manusia yang pernah dikurung disana, setelah bertahun-tahun mulai kehilangan kewarasannya. Menjadi sinting.
Pada bulan kedua, sebuah surat datang untuk Jessica. Dari adiknya, Krystal.
Jessica sudah sangat menantikannya, tapi rupanya yang datang adalah kabar buruk.
Hyoyeon melihat wajah Jessica menegang ketika membaca surat itu. Tangannya sedikit gemetar.
Jessica menurunkan surat itu perlahan-lahan dari pandangannya yang mengabur. Dua tetes air mata bergulir turun di pipinya.
“Ada apa?”
“Umma… umma… Hyoyeon… umma sudah…”
Hyoyeon langsung mengerti. Tanpa perlu dilanjutkan lagi, Hyoyeon sudah langsung memeluk Jessica. Tangis Jessica langsung pecah ketika berada dalam pelukan Hyoyeon.
Hyoyeon membelai-belai punggungnya untuk meredakan tangis Jessica yang membahana.
Mereka kaget karena tiba-tiba pintu sel mereka digedor-gedor.
“BERISIK! DIAMLAH DASAR CENGENG!!”
Jessica gemetar ketakutan dalam dekapan Hyoyeon. Tangisannya malah makin menjadi-jadi.
“Si-sica, tenanglah…”
“HUWAAAAAAAAAAA!!!!!”
Tiba-tiba pintu sel menjeblak terbuka. Seorang sipir masuk ke dalam.
“!”
“!”
Tangis Jessica langsung berhenti. Muka sipir itu terlihat sangat marah. Sorot matanya menyeramkan.
Sipir itu berjalan ke arah mereka, dan tanpa berkata apa-apa langsung menendang perut Hyoyeon.
“Uakh!”
“!”
Hyoyeon memegangi perutnya yang kesakitan. Apalagi isi perutnya kosong karena sejak pagi belum dikasih makan.
Sipir itu terus menendang Hyoyeon tanpa ampun, meski bukan Hyoyeon yang menangis. Hyoyeon meringkuk untuk melindungi daerah-daerah vitalnya. Punggungnya ditendang dan diinjak.
Jessica tidak percaya menyaksikan kebrutalan yang terjadi di depan matanya. Tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa selain pasrah melihat Hyoyeon disiksa.
Setelah puas sipir itu meludahi Hyoyeon baru keluar dari sel mereka.
“Hyoyeon! Kamu gak apa-apa?!”
Hyoyeon beringsut bangun. Tangannya mengusap bekas ludah di lengannya dan kemudian punggungnya yang memar.
“Gak apa-apa…”
“Uh, aku… nggak akan kulakukan lagi… aku nggak akan nangis keras-keras lagi… mianhae Hyoyeon… mianhae…”
Hatinya hancur melihat Hyoyeon babak belur karena dia.
“Sebisa mungkin, kita jangan sampai memancing emosi mereka lagi…”
“Iya… iya…”
Sipir adalah orang sakit jiwa dan sadis. Mereka sudah biasa meludahi wajah para tawanan, menampar mereka, dan membuat mereka terjaga semalaman dengan memukul-mukul pintu mereka setiap jam atau lebih. Ada juga tawanan yang dipukuli hampir setiap hari.
Meski mereka sudah menghindar sebisa mungkin. Peraturannya terlalu banyak, sehingga cepat atau lambat pasti melanggar juga.
Contohnya, mereka diberi sebatang sabun setiap minggu. Ketika sel mereka diperiksa, mereka masih punya sisa sabun.
“Punya siapa ini?!” belalaknya marah.
“Aku,” jawab Jessica cepat sebelum keduluan Hyoyeon.
Hyoyeon menoleh tidak percaya, “Sica?!”
Padahal Hyoyeonlah yang menyisakannya.
“Bukan! Itu punyaku!” sangkal Hyoyeon, tapi dia malah dibentak.
“Diam sampah! Cukup! Sini kamu!”
Sipir itu menekan tombol alarm dan menyeret Jessica ke lantai.
“Ah!”
“!”
Beberapa sipir berdatangan dan mereka kemudian memasang borgol di tangan dan kakinya.
Jessica hanya bisa menggigit bibir dan menahan rasa sesak. Menahan air matanya yang hampir tumpah. Air mata sakit hati yang bercampur rasa takut.
“Hentikan! Yang salah itu aku! Aku yang seharusnya kalian borgol!” teriak Hyoyeon dengan kemarahan dan ketakutan bercampur jadi satu.
“Hyoyeon…”
“Diam kamu orang asing kotor!”
PLAK!
“Aku tidak bohong! Sabun sisa itu milikku! Kalian salah menghukum orang!”
“Sudah dibilang diam! Percuma saja kalau kamu mau melindunginya!”
PLAK!
“Bikin muak saja!”
PLAK!
“Justru kalian yang memuakkan!” balas Hyoyeon tak mau kalah dengan mata sudah basah.
PLAK!
“Mulut kurang ajar! Memang kamu pikir kamu itu siapa?! HAH?!”
“Silakan pukul saja aku sampai puas! Asal jangan sakiti dia!”
“Kamu!”
Kemudian tamparan berlanjut jadi tendangan dan pukulan. Jessica ingin menutup telinga mendengar semua itu, tapi tidak bisa karena kedua tangannya diborgol.
Padahal dia justru ingin melindungi Hyoyeon, tapi Hyoyeon yang malah ingin melindunginya.
Sudah cukup Hyoyeon, aku tidak mau melihat kamu dipukuli lagi! teriak Jessica dalam hati. Berharap agar harapannya bisa terdengar oleh Hyoyeon.
Sipir itu melempar sisa sabun itu ke hadapan Jessica.
“Makan.”
Melihat Jessica dari tadi diam tak bergerak.
“Kubilang makan sabun itu,” perintahnya sekali lagi. Tegas, tak terbantah.
Takut akan diberi hukuman yang lebih kejam, terpaksa Jessica menunduk dan membuka mulutnya yang gemetar, memasukkan sabun itu ke mulutnya.
Hyoyeon sama sekali tidak menyangka kalau hanya masalah sepele seperti ini saja akan berujung seperti ini. Mereka pasti hanya mau mencari-cari alasan untuk menyiksa!
Hyoyeon mengatupkan rahangnya menahan perasaannya. Lalu dia menggigit bibirnya kuat-kuat, sampai terasa darah memenuhi rongga mulutnya.
Kalau tahu akan begini, tadi dia akan membuang secuil sisa sabun itu ke tempat sampah.

…………………………………

Akhirnya mereka mendapat jatah makan. Tapi Jessica sama sekali tidak menyentuh makanannya.
“Sica, kenapa kamu tak makan?”
“………………”
Perutnya terasa lapar, tapi dia sama sekali tidak punya nafsu makan. Sabun itu masih berasa di kerongkongannya. Mungkin malah sudah melebur di dalam perutnya.
Tubuhnya kian hari semakin kurus. Wajahnya tak lagi bercahaya.
“Kalau kamu nggak makan, tubuhmu akan semakin lemah.”
Meski berkata begitu, Hyoyeon tahu benar kenapa Jessica tidak mau makan. Teringat kejadian tadi, rahangnya jadi mengeras.
“Kamu bodoh, kalau saja kamu tidak melindungiku tadi…”
Jessica menyandarkan kepalanya di kedua kakinya yang ditekuk.
“Aku sudah tidak tahan lagi Hyoyeon… aku ingin mati saja…”
“Jangan bodoh!”
“Tapi mau sampai kapan kita begini… daripada tiap hari terus tersiksa seperti ini, rasanya mati jauh lebih damai…”
PLAK!
“Jangan sekali-kali lagi bicara soal kematian… Apa kamu mau tahu alasan kenapa aku bisa bertahan selama ini? Semua karena kamu! Aku ingin keluar dari sini! Aku ingin bebas! Dan aku tidak ingin hanya aku seorang diri saja! Aku ingin bebas bersamamu!”
Hyoyeon memeluk Jessica. Dia berbisik lembut di telinganya.
“Kita bersama-sama keluar dari penjara yang seperti neraka ini. Kamu dan aku…”

**

Jessica terbangun dalam keadaan sudah menangis.
Dia teringat kembali dengan cintanya yang lama.
Siapa yang selama ini yang memenuhi hatinya.
_________________________________________________________________________________________

Sunny

Hujan mengguyur kota dengan derasnya. Kilat menyambar bergantian, terdengar suara guruh menggelegar.
Sunny dan Taeyeon berlari-lari menerobos hujan untuk mencari tempat berteduh. Mereka berteduh di emperan toko yang sudah tutup.
Rambut pendeknya basah kuyup. Sunny merangkul kedua lengannya yang dingin. Giginya gemeretuk.
“Kamu kedinginan? Sabar ya, langitnya terang jadi sebentar lagi matahari akan muncul dan hujannya tidak lama lagi akan berhenti.”
“……………….”
“Lagipula karena namamu Sunny, kemanapun kamu pergi, pasti akan jadi cerah kembali,” kata Taeyeon dengan senyum bermain di bibirnya.
“…………lebih baik kalau hujannya tidak pernah berhenti…”
“?”
“Meski hujan terus turun di seluruh dunia dan dunia menjadi kiamat sekalipun… selama Taeyeon berada di sisiku seperti ini, aku…”
“Ahaha masa kamu mau dunia kiamat.”
“Lebih baik memang kiamat saja, soalnya aku sudah tidak tahan lagi!”
Sunny memegang kedua lengan Taeyeon.
“Taeyeon ayo kita pergi saja dari rumah orang itu. Kita lari!”
“Belum waktunya… tunggu waktu yang tepat.”
“Tapi mau sampai kapan?!” tak sadar Sunny meremas kedua lengan yang dicengkeramnya. Membuat Taeyeon mengaduh sakit.
“Ah mianhae…”
Sunny cepat-cepat melepasnya. Di tangan Taeyeon banyak terdapat memar, bekas dipukul oleh orang itu.
Untuk beberapa saat mereka hanya saling diam. Sunny penuh dengan perasaan yang berkecamuk dalam dirinya sendiri.
“Aku mengerti perasaanmu…” desah Taeyeon ketika dia sudah dapat membuka mulutnya lagi. “Tapi kita tak bisa langsung lari tanpa ada perencanaan yang matang dulu.”
“Maksudmu, kamu sudah merencanakan sesuatu?”
“Ne, karena itu sabar ya. Tidak lama lagi kok…”
“Tapi rasanya aku gak mau pulang hari ini…” Sunny menyandarkan kepalanya di bahu Taeyeon. Ketika wajahnya melekat di bahunya, tak terasa mata Sunny jadi berkaca-kaca. “Kenapa Tuhan malah tidak mengabulkan permintaanku dan membuat dunia kiamat saja…”
“Yah, jangan bilang begitu,” Taeyeon balas merangkulnya. “Aku yakin selama kita terus berjuang pasti akan ada banyak hal menyenangkan yang akan menunggu kita.”
Ajaib, tiap kali Taeyeon berkata begitu, Sunny merasa seperti menemukan sebuah pengharapan.
Dadanya berdebar hangat, Sunny merasa terbuai. Walau baju mereka yang sama-sama basah menebarkan hawa dingin yang menikam tulang.

**

“Kenapa uangnya cuma segini?! Kurang tahu!”
“Maafkan kami… tapi kami sudah berusaha bekerja semampu kami.”
Memang benar, tubuh mereka sudah sangat kelelahan, karena tiap hari harus bekerja keras. Diperas sampai ke tulang-tulangnya. Mereka bahkan tidak makan layak ataupun mendapat istirahat cukup.
“Kalau gak cukup sana pergi curi! Kalian lupa berapa banyak utang orang tua kalian?!”
“Maafkan kami…”
“Maaf maaf, tiap hari selalu bilang itu. Aku sudah bosan mendengarnya,” cibirnya sambil mengorek telinganya. “Kalau begitu seperti biasanya kalian harus dapat hukuman.”
Dia pergi dan setelah beberapa saat kembali dengan sebuah mangkok.
“Minum,” dia menyodorkannya pada Taeyeon dengan kasar. Di dalam mangkok itu berisi cairan berwarna hijau berbuih. Baunya pekat.
“Dan jangan muntah! Sekali kamu buang setetes saja, kamu harus minum tiga mangkok lagi.”
Taeyeon mengambil mangkok berisi air sabun itu dan meminumnya. Menghabiskan setiap tetesnya sampai tak bersisa. Sama sekali tak mengerenyitkan wajah.
“Cih! Tampaknya kamu sudah mulai terbiasa ya.”
Ahjussi itu mengambil semangkok penuh lagi.
“Minum lagi.”
“Apa?!” tukas Sunny gak percaya. “Jangan Taeyeon! Kalau tiap hari kamu minum begitu kamu bisa mati!”
“Aku gak akan mati,” kata Taeyeon tanpa emosi sama sekali di wajahnya. Tekadnya sudah membaja.
“Tidak! Biar aku yang minum saja!” Sunny sudah bergerak untuk mengambil mangkoknya tapi ahjussi itu mendorongnya dengan kasar. Punggung Sunny membentur tembok. Sunny merintih kesakitan.
“Kamu diam di pojokan sana dan melihat saja!”
Mata Sunny berkunang-kunang. Bibirnya gemetar. Tubuhnya sempoyongan.
“Sifat kalian yang saling melindungi itu membuatku muak tahu!”
“Tidak apa-apa Sunny,” Taeyeon mengangkat mangkok itu dan menenggak isinya.
Hati Sunny serasa seperti ditusuk-tusuk melihat Taeyeon meminum minuman yang beracun bagi tubuhnya itu.
Setelah Taeyeon mengosongkan isinya.
“Bagus.”
Dia melayangkan satu tendangan di perut Taeyeon.
“Akh!”
“Taeyeon!”
“Ingat! Kamu nggak boleh muntah lho! GAHAHAHAHA!”
“Uph!” Taeyeon menutup mulutnya. Berusaha menahan dirinya agar tidak muntah.
Tangannya terkepal dengan erat. Darahnya mendidih. Sunny benar-benar sudah merasa muak dan membenci Ahjussi itu.

**

Orangtua Sunny dan Taeyeon telah tiada dengan meninggalkan banyak utang pada Ahjussi yang menampung mereka. Sehingga mereka harus kerja keras untuk menggantinya sekarang.
Tadinya Ahjussi itu adalah seorang pengusaha sukses. Tapi mendadak perusahaannya bangkrut karena kelalaian salah seorang pegawainya. Sehingga dia jadi stress dan tiap hari kerjanya hanya berjudi dan merokok. Dan menyiksa Taeyeon dan Sunny.

Akhir-akhir ini diam-diam Taeyeon menyisakan uang yang dikumpulkannya. Merencanakan pelarian mereka. Berusaha menyembunyikannya sebaik mungkin agar keberadaan rencana mereka tidak tercium.
Karena kalau mereka lari begitu saja tanpa ada persiapan yang matang, mereka tidak akan dapat bertahan hidup di dunia dengan kehidupan keras seperti ini.

Di kamar mereka.

“Taeyeon! Taeyeon! Kamu gak apa-apa?!”
Sunny langsung membaringkan kepala Taeyeon di pahanya. Tangannya membelai-belai pipinya.
“Ne… kamu gak perlu secemas itu Sunny… aku kan sudah janji kalau aku nggak akan mati…”
Taeyeon terlihat lemah. Jawabannya benar-benar berlawanan dengan keadaan tubuhnya. Tak dapat ditahan lagi, air matanya tumpah ke pipi Taeyeon.
“Aku nggak akan… meninggalkanmu sendirian di dunia ini…” tangan Taeyeon terangkat untuk mengusap air mata Sunny.
“Walau kamu sudah berjanji seperti tapi itu tidak menjamin kalau tubuhmu akan bertahan!” kata Sunny dengan suara gemetar menahan perasaan yang mengaduk hatinya. “Hei hei, bagaimana kalau kita mencuri saja? Merampok bank? Atau kita bunuh Ahjussi itu sekalian saja.”
“Jangan,” katanya lirih. “Jangan sampai melakukannya Sunny…”
“Tapi ahjussi itu memang pantas mati!”
“Jangan… jangan sampai… perbuatan kita jadi sebiadab itu… uph!”
Taeyeon segera bangun dan muntah di samping.
“Uhuk! Hoek!”
“Taeyeon!”
“Ukh! Ahak!”
“Muntahkan semuanya saja Taeyeon!”
Sunny membantu menekan-nekan lehernya. Sunny meringis melihat muntahan berwarna hijau itu. Cairan berwarna hijau itu tadinya ada dalam perut Taeyeon.
Setelah memuntahkan isi perutnya, Taeyeon merasa sedikit enakan.
Sunny mengambil tisu dan mengelap mulut Taeyeon.
“Tidak apa-apa… jumlah uang yang kita kumpulkan sudah banyak. Aku rasa kita bisa mempercepat rencana kita. Bagaimana kalau besok?”
Sunny mengangguk senang. Akhirnya mereka akan bisa lolos dari neraka jahanam ini.
Tapi tiba-tiba pintu menjeblak terbuka. Ahjussi itu tegak di ambang pintu dengan sebuah cambuk di tangan kanannya.
“!”
“!”
“Aku sudah dengar semua percakapan kalian. Rupanya kecil-kecil begitu kalian licik juga ya!”
Taeyeon mengambil inisiatif berdiri di depan Sunny.
“Jadi itu sebabnya jumlah uang yang kalian berikan padaku hanya segitu ya.”
Ketika Sunny ingin maju juga, Taeyeon menghalanginya dengan tangannya.
Ahjussi itu mengangkat cambuknya tinggi-tinggi dan mengayunkannya ke arah Taeyeon.
Taeyeon terkena telak cambukannya tepat di pipinya.
“Akhhhhhh!”
“Taeyeooooonnnnn!”
Dia tidak sempat melindungi diri dengan tangannya karena sibuk melindungi Sunny di belakangnya. Sekarang ada bekas merah yang sangat jelas di pipinya.
“Kalian anak tak tahu berterima kasih!” Ahjussi itu mengangkat cambuknya sekali lagi.
Tanpa ada kesempatan untuk mengusap pipinya yang menyengat, Taeyeon mendorong Sunny menyingkir dan menerima cambukan kedua.
“Aku sudah berbaik hati menghidupi kalian tapi malah!”
Ahjussi itu terus mencambuki Taeyeon berkali-kali.
Pada saat itu Sunny diam-diam mengambil kesempatan. Tangannya mengambil cutter.
Crik
“Anak durhaka! Lebih baik kalian pergi ke neraka saja!”
“Kamu saja yang pergi ke neraka!” Sunny menerjang dengan cutter di tangannya.
JLEB!
Sunny menusuk punggung Ahjussi itu.
“SUNNY! APA YANG KAMU LAKUKAN????!!!!!” teriak Taeyeon.
Ahjussi itu menghentikan perbuatannya dan baru menyadari dirinya telah ditusuk. Dia meraba luka tusukannya. Dan langsung syok melihat jumlah darah yang membanjiri tangannya.
“Huwaaa mati! Aku bakal mati! Ambulans!”
Sunny menatap dingin Ahjussi yang terduduk di lantai itu.
“Tenang saja, lukanya nggak dalam, kamu nggak akan sampai mati.”
Sunny membuang cutternya lalu berjalan mendekati Taeyeon yang sudah terkapar.
“Ayo kita pergi, Taeyeon…”
Taeyeon melihat semua kejadian itu dengan nafas menderu. Masih sedikit tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.

**

Di tengah hujan deras Sunny menggendong Taeyeon yang babak belur.
Sunny dapat merasakan tubuh Taeyeon melekat erat di punggungnya. Mereka sama-sama basah kuyup. Bajunya yang tipis dan basah hampir tak dapat memisahkan kulit mereka.
“Tenanglah Taeyeon… sekarang sudah tidak ada lagi yang akan menyiksa kita. Mulai sekarang, kita bisa membuka lembaran baru kehidupan kita. Betapa berat pun jalan yang ada di depan kita, kita pasti akan bisa melaluinya bersama…”
“……………….”
“Apa Taeyeon? Kamu mengkhawatirkan orang itu?”
Taeyeon mengangguk pelan di bahu Sunny.
“Tenang, seperti yang sudah kubilang. Lukanya tidak dalam, jadi seharusnya dia tidak akan mati. Dia saja yang tadi heboh sendiri. Seharusnya kamu lebih mengkhawatirkan kondisimu sendiri.”
“……………….”
Sunny merasa mau menangis. Apalagi tetes-tetes air hujan yang dingin malah semakin membuat hatinya pilu. Ditambah perutnya juga berbunyi minta diisi.
“Ahhh… kita benar-benar bodoh… kenapa kita tidak melakukannya dari awal saja? Pada akhirnya kita jadi seperti ini…”
Sunny terus berjalan tanpa arah. Dengan Taeyeon di punggungnya. Tidak peduli mau kemana. Asal jauh-jauh dari rumah itu.

**

Sunny terbangun dari tidurnya. Pipinya sudah basah dengan air mata. Kemudian tersadar bahwa itu hanya mimpi. Taeyeon muncul dalam mimpinya barusan.
Sunny kembali memejamkan matanya.
Taeyeon yang melindunginya…
Taeyeon yang berkorban untuknya…
Hatinya menangis.
“Taeyeon…”

*~To Be Continued~*

A/N : Waw, terus terang author nggak menyangka bakal jadi sedramatis ini, chapter ini juga agak panjang, author sangat puas^^
rasanya juga jadi seperti cerita yang sama sekali berbeda, nuansa berbeda jadi seperti bukan ff dengan dunia yang sama (sekali-kali pingin bikin yang seperti ini^^)
dan sejak lama setelah tahu golongan darah TaeNy sama, jadi pingin bikin cerita tentang Tiffany yang menyumbangkan darahnya ke Taeyeon (akhirnya kesampaian juga, kyaaaaaa XD )
mudah-mudahan bisa menyentuh hati readers^^
ditunggu commentnya 😉
semoga para silent readers juga tergerak untuk comment~ *amin

Advertisements

Comments on: "Cinta Segisembilan (Chapter 11)" (99)

  1. aku pertama yaa? asik.. jadi makin ga ngerti nih author, kok ceritanya bisa kaya gini?

  2. Uno D Echa said:

    waduh
    kaget aku pas tau taeng koma,,tapi itu ternyata cuma mimpi
    hehehe
    lanjutin thor
    ciao ya
    ^^

  3. Pertamax-kah? Dar itadi inet lemot banget, jadi susah masuk ke WP ini. Akhirnya baru bisa buka stlah berjuang kras. OK, tinggalin jejak dulu, baru baca n comment. ^^

    • bkn pertama sih, tp gak penting lah 😛

      • Busyet, inet hari ini lemot banget. Tapi lebih busyet lagi baca chapter ini. kok jadi cerita penyiksaan gini ya? Walaupun mimpi tetap gak tega aku bacanya. Trus itu kok si TaengSic bisa sama2 hukumannya, padahal kan mimpinya beda. BTW, slain Taeny member SoShi yang punya golongan darah O banyak kok. Klo gak salah SooSun juga ya? Brarti Sunny juga bisa nyumbang darah buat Taeng dong. Atau ke Soo aja. ^^
        Berarti brikutnya crita mimpinya Fany, Hyo, Yuri, n Soo ya? Aduh jangan sadis2 lagi deh. Tadinya aku mikir ini bnar kan judulnya masih sama, skilas baca dikira FF baru, abis plot-nya twist bangt. Ini author abis dapat inspirasi dari crita2 pnyiksaan di pnjara Alcatraz kali ya. ^^

      • Haha mgkin aku bakal di bash XD
        ya, tp beda kok, cuma perjuangannya yg sejenis 😉 tdnya sih kepikir bagian cambuk itu di bagian HyoSic jg soalnya
        hmm, tp kalau dr sumber yg kubaca Sunny bkn tipe O, pdhal kalau iy bisa SooSun deh^^

        yah, tp nanti msh ada lg lho tragedinya
        soalnya aku pingin bikin adegan dmn mereka dlm keadaan susah dan berjuang bersama, jd pengorbanan mereka demi cinta mereka akan terlihat sgt kental =3
        mau gak mau mereka harus bgn dlm keadaan nangis gitu supaya tersadarkan dgn cintanya yg lama -> ini hal yg perlu
        (pingin dpt cap crazy plot jg wkwkwk)
        orng gak akan nangis dlm mimpi kalau hal itu gak menyakitkan hatinya sih

        ahaha aku pernah ntn itu, malah ke tmptnya wkwkwk
        tp bkn ngikut dr alcatraz kok, tp dr penjara osaka yg kubaca di buku

        dan jujur, aku hanya go with the flow, pas nulis beberapa kalimat, tiba2 aja mengalir sendiri, akhirnya jd tragis gini

      • Klo bisa jadi ngalir aja selancar ini sih brarti authornya punya ‘bakat alam’ dalam hal pnyiksaan. XD (brcanda).
        Tapi ada yang bikin aku ngakak banget di sela2 FF tragis ini. Pas bagian SunYeon itu disiksa, walau gak disebutkan siapa orang yang menampung n menyiksa itu, aku langsung aja kbayang orang itu tuh, itu si LSM. Wkwkwk image LSM sudah bgitu buruk ya di mata n pikiranku.
        Oh iya thor, saran aja klo mau buat crita versi pnyiksaan lagi, ini ada yang lbih kjam. Bukan, bukan kursi listrik atau pun cabut gigi, tapi mata tawanannya dipaksa menghadap lampu yang terang baget, lupa berapa volt gitu. atau pakai aja 7 alat penyiksaan tersadis zman Inggris kuno. Bisa search di Google.Itu smua sadis2 lho, tapi yang 7 alat itu jangan ditrapkan ke SoShi deh, gak bakalan kuat aku bacanya tar. Trlalu sadis soalnya.^^

      • *ngakak keras XD
        memang aku lbh suka yg agak tragis gitu, rasanya lbh berkesan dan mengaduk-aduk emosi drpd yg happy2 aja (cepet lupa jg kalau happy)
        aku gak mikir LSM lho 😛
        gak mgkin jg kalau LSM, soalnya ff ini semi-realis
        wkwkwk LSM apes XD

        wuidih
        ya, mgkin nanti memang ada adegan yg kejam sih, jd siapin hati aja dan berdoa
        makanya ini cuma kubuat dlm mimpi mereka aja

      • Yah mang sudah nasib LSM lah punya ‘antis’ (aku gak benci ama LSM amat kok, kadang malah lucu klo lihat dia orang jahat trus di stiap FF SoShi) kayak saya yang delusional abis ini, dikit2 klo orang jahatnya cowok langsung kluar bayangan LSM di otak saya.^^ Maaf lho bagi LSM lovers (mang ada ya?) XD Siapa suruh dia jahat menghancurkan pairing2 moments SoShi.^^

      • aku jg gak benci kok
        wow LSM jg punya antis toh, haha
        LSM memang sebenarnya jahat sih, dy kan pendiri SMEnt, jd dy harus bertanggung jwb karena sdh membuat moment pairing2 yg lain berkurang 😛

      • Ho oh ho oh tuh (angguk-angguk), mang smuanya salah LSM lah.XD
        Padahal klo kita brada ddi posisi LSM juga kan beban tanggung jawabnya brat untuk mempertahankan nama besar SME, tapi mang cara yang diambil kadang kejam n mnybalkan sih buat kita para pairing shipper SoShi ini.^^
        Masih melek aja nih author. XD ^^

      • ahaha km jg tuh 😛
        aku lg baca ulang yg chapter 11 ini^^ supaya bisa perbaiki kesalahan kalau ada

  4. ganti layout ya thor? makin keren heehehehhe… cerita makin membingungkan :(… mesti pelan2 bacanya >,<

  5. nii ff seperti maen tarik tambang yaa thor,,,di tarik ulur mulu,,,hehe
    Untung saja semua hnya mimpi,,,kshan lo bnran^^
    Di tunggu lanjutanya & SEMANGAT

  6. TaeNy4Ever said:

    Masa’ author bru taw klu TaeNy tu gol drah nya sma…!

    Yah thor,kirain bneran Tae nya kcelkan,,,trnyta cma mimpi…awal nya aq ga’ ngerti sma crta di chap ini,tpi stlh di bca smpi hbis trnyta gitu toh.

    Author menang JJANG,,,cpat di lnjt thor

  7. TaeNy4Ever said:

    Masa’ author bru taw klu TaeNy tu gol drah nya sma…!

    Yah thor,kirain bneran Tae nya kcelkan,,,trnyta cma mimpi…awal nya aq ga’ ngerti sma crta di chap ini,tpi stlh di bca smpi hbis trnyta gitu toh

  8. TaeNy4Ever said:

    Kirain author nya ilang ingatan,,,crita nya jdi ga’ nyambung,trnyata eh trnyta stlah di bca smua nya cma mimpi

  9. mrz_love_taeny said:

    untung dah cuma mimpi
    tapi knp balik lagi kyk dulu kehidupan cinta mreka tae->fany->seo->yoon->yuri->sica->hyo->soo->sun
    klo gini mreka kapan nyatunya thor u.u
    tp keren paling suka wkt taeny wkt fany donorin darahnya k tae itu sweet loh thor klo menurutku
    kekeke

    • yaaaaa memang mau berputar-putar gitu kok plotnya 😛
      jd lbh baik jgn tanya dulu biar gak kecewa wkwkwk
      TaeNy memang selalu harus sweet, fufu 😉

  10. Yah yah ini ko pada balik lagi ke cinta yang pertama??ini kalau pasangannya ga berubah pikiran juga cuma taeyeon sama tiffany yg bakalan jadi tp kalau semua berubah muter lagi ceritanya
    Mimpi sica sama sunny tragis banget dua duanya masukin sabun ke perutnya eeerrr g kebayang banget

  11. wah, eonni hebat bkin ffx,,
    pas bc taeny moment, aq smpt nangs lho =_=,,
    dtggu chap slanjtx 😉
    jd g sbar 😉
    eonni hwaiting ya,,, 😉

    • waw jinjja?^^
      hehe soalnya aku sudah berusaha semaksimal mgkin^^
      bahkan smp kubaca berulang-ulang biar bisa kurevisi lg, biar gak ada kesalahan ketik jg

      dan jujur sebenarnya author sendiri jg sempet nangis beberapa kali bikin chapter ini, ahaha 😉

  12. Miss New New said:

    walaah
    Aku kirain salah masuk ‘rumah’
    Kok tau2nya taeyeon kritis? Hehehe
    Tenyata mimpi,,,

    Piyuh serem amat mimpi-mimpi di atas, tragedi..
    Brrrr

    Sunny emang banget banget sama Taeyeon
    Pas nonton horror factory, bagian taeyeon disuruh bacain ramalan cuaca versi sedih, aku sempet tangkap ekspresi Sunny ikutan lara nelongso gitu nonton Taeyeon mewek. Padahal kan cuma akting, tapi Sunny ikutan sedih (bgt) walau cuma berlangsung 3 detikan

    Aku langsung ngerasa, gilaa mereka connected bgt n,n

    • sesama dandyu sih, jd Sunny pasti merasa sehati XD
      Sunny pasti bakal protect Tae 🙂 kayak insiden pas Tae ditarik dr panggung

      haha yg ramalan cuaca itu konyol bgt, aku ngakak keras2 pas bagian Sooyoung dan Maknae XD

      • Miss New New said:

        Sunny gerak cepat tuh atau memang dia bereaksi paling cepat ya
        aku bangga banget pas liat kejadian itu di youtube^^

        Yg bagian Sooyoung bikin cengok haahhha
        Sekseh ala Sooyoung tapi karena aku jarang liat Soo begitu, jadinya agak aneh aja

        Seo bisa2nya niruin nenek2 dengan penghayatan total xD

        Soshi full of talents 🙂

      • mgkin memang Sunny yg paling punya inisiatif untuk menyelamatkan member
        ahaha aku sih udh biasa liat Soo yg bergaya sensual, kocak bgt liatnya, apalagi wktu baca ada yg komentar di horror factory, smp yg ntn sendiri jd malu XD

  13. Thor thor thor gw cuma meresapi bagian mimpinya Taeng doang hahahahaha :p

  14. pas baca awalnya langsung bingung kok bisa taeyeon masuk rumah sakit trus kritis gitu taunya cuman mimpi *fiuhh…lega deh hehe*
    berarti ntar perasaan mereka balik ya ke awal, duh…muter2 lg dah wkwkwk…

  15. huweee.. Baru 3 yg mimpi ya?
    Penasaran knp 5 orng itu kuncinya..
    Apa krna mrk yg muncul ddlm mimpi ajakah?hehe

  16. sempet bingung kenapa taeng tiba2 di rumah sakit dalam keadaan koma pula-_-dan ternyata itu mimpi!! oke,agak ngeri baca chap ini~ tapi,tetep seru kok ceritanya!! hwaiting ya,thor!! update jangan lama2 ok? 😀

  17. awalny ngga mengeti koq taeng kecelakaan, jessi dipenjara atwpun sunny yng ntah knapa … tpi akhirny mwngerti jga kalau semua hanya mimpi …

    taeng, jessi, sunny mulai kmbali ke persaan mereka dlu???

    member yang laen??? ku harap kmbali jga kecuali fany *ngarep …

    bingung mikirin endingnya .. gimana yahh??? aahhh penasarann nihh …

    thor nih endnya lago berapa chapter???

    lnjuttt … fighting …

  18. Jiah…itu pas Hyosic ama suntae..sadis amat yah..>,,< tidak..jangan sampai dah..ini bakalan ruet banget ye-,-"

  19. Awalny sempet bingung ko taeng msk rmh skt… tp ceritanya makin keren.. lanjutkan thor!!!

  20. sone sone sone said:

    jjang,, ni chap bikin kaget eh eh eh ternyata cuman mimpi,, ditunggu mimpi-mimpi selanjutnya. ga pake sabun2 an lagi.. he he mian y baru nyempetin komen,, kabur …..takut dijitak author^^ ditunggu lanjutannya!!!

  21. prilly-chan said:

    wew~ tae udh trsadar n dia mencintai tiffany tp bgaimana nasib yuri n soo kshn. pasti jessi udh trsadar akan cintanya dengan hyo n sunny akn trsdar cntanya dngn tae~ wuah ottokhe

  22. Wah, bner2 trsntuh nih thorr?? Walu bca smbil jlan nih! Kkkk
    Btw, ntar mreka kmbali ke cnta yg dlu lgi taw te2p nih? Pnsran,,,
    Lnjut yach thorr? Brhrap gk lma nih! Kkkk
    Mksih pwe ny! Wlo blon d’cek….^^
    😀

  23. sica jung said:

    aku kira tae beneran koma

  24. Mimpi yg bakal membalik perasaan orang lagi -___-
    Kenapa demen banget sih bolak-balik perasaan orang thor?? Jangan” chapter selanjutnya, yoona,seo,yuri,hyo, tiffany dan soo mimpi juga??
    Lanjut deh thor

  25. nuriiiin said:

    woaaa… serem ya mimpinya, makanya doa dulu sebelum tidur.. (?)

    anda sukses membuat kami pusing, daebak! hahaha!

  26. Ninggalin lapak dulu,,,ntar bacanya,,,

    • Omonaaaa,,,,,heehee mimpi mreka bruk amat ya,hehhhh
      Tpi bklan persaan mreka blik lgi kyak dlu????hehh gmna tu jdinya,,?
      Bneran bngung deh,,daebakk thor,berhsil buat saya bner” bngung akn gmna nantinya,,,,><''
      Mimpi mreka juga,bner'' nyentuh bngettt,,,,huuh
      Gmna nihhh,hbngannya,,????huaa
      D tnggu lnjutannya dehh,,,,,,,,,
      FIGHTAENG^^

  27. krystalized said:

    Sepertinya ini bakal balik, Taeng balik cinta tiffany, eh tiffany balik ke seohyun
    kapan mereka mau bersatu T.T hwaaaaaaaaaaaa

  28. MeLLocksmitH said:

    Ini chap apa”an? Bkin aq mewek.. Bgian hyosica ama sunyeon bner” dah.. T….T

  29. Pokoknya aku req taeyeon harus jadi sama tiffany ya thor..

  30. makin ribet ni epep -_-
    tar balik lg smwa ke cinta pertamanya -_-
    itu pas bc part hyosic nyesek banget u.u
    di tgg dah next chap

  31. wuah.. templatenya baru ding..
    ganti suasana ya un? 😛
    aku langsung komen di chap ini aja yah..
    kemaren mow komen di chap sebelumnya ponselku lagi galau..
    well, seperti yang di smsku kemaren malem un, chap ini kayaknya jadi titik balik ya,,
    walaupun alurnya lamabat tapi tetep seruuu.. aku juga ga bakal nolak kalo kamu ada
    niatan buat manjang-manjangin nih ff. soalnya ya gitu.. menghibur banget. oiya.. semakin kesini aku semakin clueless tentang endingnya.
    semoga mengesankan. 😀
    27 jempol deh buat unnie cimon!

  32. ya ampun thor, aku kira s taeyeon kecelakaan beneran. aku udah langsung mikir ini author kok sadis amat ya, hobi bener bikin ff adegan kecelakaan 😀 v

    ni chapter keren buanget buanget thor. jadi perasaan mereka masing2 bakal balik lagi seperti di awal chapter ya. hahaha gak sabar ama chapter selanjutnya. jangan lama2 ya thor 😀

  33. Ya ampuun pertama baca udh kaget aja kirain beneran kecelakaan itu..
    Golongan darah taeny bneran sama..???

  34. Yeoun12_jean said:

    wahhh asiikk taeny is back…
    awalnya kaget banget bacanya ada kecelakaan sgala.. eh ternyata cuma mimpi
    seneng banget..
    tapi thorr… ahh kok perasaan mereka balik lagi ?? jadi bingung ceritanya …
    kira2 endingnya gimana.. perasaan mereka tak karuan bangett…
    anddd chap kali ni dramatis banget yahh .. jadi suka bacanya… chapnya panjang lagi… pass

    okay dehh.. author fighting !!1

  35. apa ini adalah kehidupan mereka di jaman lalu ato cuma mimpi??? confused ,, @.@

  36. taenyshidae said:

    cuma mimpi toh.. kiraain beneran..
    pantes aku bingung ko ceritanya jadi kaya gini hahahaha
    itu mau pada balik lagi cinta nya mereka kaya di awal cerita?
    terus soosun, taeny, yulsic, yoonhyun kapan nyatunya >.<

  37. Annyeong, saya readers baru.. *bow*

    Aaaaaaa~ authornya daebak!^~^b
    Dari chapter 1 sampe 11 feel ya dapet..
    Yang paling ngena itu.. Em.. Taeyeon sama Tiffany!
    Hebat lah thor.. Jadi motivasi saya nih yang hiatus jadi author 1 tahun wkwkwk
    Keren loh~ ditunggu ya next chapternya~ fighting ^~^b

  38. Melianatamara said:

    Wah hati mereka mulai balik lg seperti dl y 😀

  39. kwonborie said:

    aduduh author ini emang paling bisa bikin cerita yang dramatis,, kerennnn banget author, suer, aku jadi kepikiran buat mulai bikin ff deh,,
    aah pokoknya author daebak,, ^^

  40. Author Jadiin sunny m taeyeon aja………bosan taeyeon m tiffany……hahaha hahaha

  41. blackpearlJesS said:

    hallo.. lam kenal yaa.. hihiii.. newreaders^^
    thor critany ko bolak balik aja cintany..??????
    kpn jadian donk klo gt?!! #plakk ga sabaran jd readers.. hehee..
    lanjt thor scepatny.. ^^yulsic always

  42. ckckckck sempat shock pas awal baca nih thor,,untung ga beneran hahaha…

    senengnya langsung baca dua chapter.
    hehehehe kabbuuuurrrr….!!!!

  43. Annyeong author….
    mian udah lma gak main ksni nih…
    pdhal aq udh jnji mo mampir sminggu skli.. tpi akhir2 ni sibuk bgt mian ya.. *Bow

    Chapter ini buat aku shock, krain taeng beneran kclakaan trnyta cma mimpi, *hufttt
    ceritanya kmbali ke awal y?? tae->fany->seo->yoona->yul->sica->hyo->soo->sun->tae hadohh.. makin keren aja nihh… ditunggu kelanjutannya… fighting author!!!

  44. Gue jadi bingung… ini semakin rumit aja… jangan bilang kalo mereka kembali seperti semula… Menyukai orang2 yg dulu…ahh pusing jadinyaa u,u

  45. Takuma's Taku n Kuma said:

    uda aku bilangkan kalo aku kehabisan kata2 buat ngomen, habis ceritanya bener2 WOOWW XD
    *hanya ingin ninggalin jejak XD

    # salam reader aneh si lumba-lumba

  46. lee deyeon said:

    Awal nya kaget pas baca yg Taetae kcelakaan, untung cuma mimpi..
    Pas baca yg Hyosic ma TaeSun udah ktebak psti mmpi..
    Tpi knpa Thor tega bnget buat cerita kya gni, apa lg yg pas Hyosic sumpah ngenea bnget thor..

  47. blue ocean said:

    waaaa aq jg mau nyumbangin darah bwt taeyon.. eh buat author aj biar author semangat trus updateny cepet >_< kyyyaaaa

  48. Aishh, syukur cuman mimpi…..
    Tapi mimpinya sadis” benaer yah,apalagi bagian Hyoyeon unnie sama Taeyeon unnie yang disiksa. Brrrrr
    Kayaknya bakalan makin ribet nih ceritanya. Jadi penasaran, kayak mana ending yang bakalan kak Maifatr buat. Next chapter ahhh 😀

  49. meltingjess said:

    Aku sampe baca ulang dari chap sebelumnya gegara bingung… Eh mimpi toh -_-

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: