~Thank you for your comments~

Yuri & Yoona

Sehabis makan malam bersama, Yuri pergi ke kamar mandi untuk menggosok gigi dan mencuci muka. Setelah itu dia kembali ke kamar.
Yoona sedang duduk di tepi kasur sambil menekan-nekan telapak kakinya.
“Lagi apa Yoona?”
“Lagi memijat kakiku.”
“Kamu sekalian memijit untuk saluran pencernaanmu juga ya?”
“Ah unnie masih ingat ya? Ya terkadang aku melakukannya. Selain membuat kakiku jadi lebih rileks, aku juga tidak mengalami gangguan pencernaan lagi.”
“Baguslah kalau kamu sudah tidak sakit lagi.”
“Ya, ngomong-ngomong syukur ya Yuri unnie, tampaknya Jessica unnie sekarang sudah tidak membenci unnie lagi.”
“Eh? hmm… ya sepertinya kamu benar.”
Sepertinya hubungan mereka telah membaik sendiri. Yuri bersyukur setidaknya hubungannya tidak terasa canggung lagi.
“Oh ya unnie aku ingin bilang.”
“Bilang apa?”
“Mengenai semua kata-kataku waktu itu, lupakan saja Yuri unnie. Waktu itu otakku hanya sedang kacau, haha…”
“Oh… aku tidak apa-apa kok Yoona.”
Sebenarnya anehnya sekarang Yuri malah menyukainya. Dan dia akan mengatakannya mumpung momentnya sedang tepat.
“Yoona, aku…”
Kata-katanya sudah diujung lidah, Yuri tinggal memberanikan diri sedikit lagi, tapi-
“Terus Yuri unnie, kayaknya aku mencintai Hyunnie sekarang…” senyum Yoona malu-malu.
DEG
“Eh?”
“Ah, aku juga gak gitu ngerti sih tapi aku jadi merasa kalau Hyunnie mungkin adalah belahan jiwaku jadi… Yuri unnie mau ya mendukung aku?”
“O-oh… iya tentu saja,” Yuri memaksakan seulas senyum. Pipinya terasa agak kaku, tapi ia berharap senyumnya terlihat normal.
“Terima kasih Yuri unnie,” Yoona tersenyum polos tanpa menyadari perasaannya.
Melihat senyum itu, Yuri menekankan telapak tangannya di dada, berusaha meredam debar jantungnya yang berdenyut menyakitkan.
“Sudah malam, tidur yuk, aku sudah selesai Yuri unnie.”
“I-iya, aku matiin lampunya ya,” Yuri menekan saklar lampu. Ruangan menjadi gelap seketika. Dia berjalan ke kasurnya dan bersembunyi dibalik selimut.
“Selamat tidur unnie.”
“Ya, selamat tidur…”
Yoona sudah mencintai orang lain. Pikiran itu terus menerus menghantuinya. Menorehkan penyesalan yang mendalam di hatinya sampai dia terlelap.
_________________________________________________________________________________________

Taeyeon

“Bangun, yah, bangun!”
“Nggh…”
“Sudah jam setengah sepuluh nih, ayo bangun,” Sunny mengguncang-guncang tubuhnya.
“Hmm…” Taeyeon malah melingkarkan lengannya ke leher Sunny dan memeluknya di tempat tidur.
“Taeyeon bangun!” panggil Sunny lebih keras.
Tiba-tiba pintunya terbuka. Sooyoung masuk ke dalam, disusul Tiffany.
“Yah kenapa lama sekali sih? Cepat bangun!”
“Soo-Sooyoung!” Sunny kaget sekali melihat Sooyoung mendapati mereka dalam posisi seperti itu.
“?? Ngapain kalian?” alis Sooyoung terangkat melihat mereka seperti kekasih yang tengah berpelukan. Terus terang dia tidak peduli, tapi lain dengan gadis yang berdiri di sebelahnya. Tiffany merasa dadanya diremas-remas melihat adegan itu.
“Ga-gak ngapa-ngapain kok! Jangan salah paham!” Sunny cepat-cepat melepaskan dirinya.
Meski Sunny berkata begitu, itu tidak mengubah sakit hati yang dirasakan oleh Tiffany. Sebab dia melihat tangan Taeyeon barusan memeluk tubuh Sunny.
“Woi!” Sooyoung berjalan ke tempat tidur Taeyeon.
“Bangun, kita mau berangkat jam sepuluh kan?”
Dengan terkantuk-kantuk Taeyeon membuka matanya.
“Mianhae… semalam aku minum obat tidur jadi sekarang aku ngantuk sekali…”
“Mandi sana biar seger,” Sooyoung menarik selimutnya.
“Ne…” Taeyeon memaksa dirinya bangkit dan berjalan terseok-seok ke lemari pakaian.

**

Lima puluh tiga menit kemudian mereka sudah sampai di gedung bioskop. Karcis sudah dibeli. Mereka sudah duduk di tempatnya masing-masing. Kemudian film mulai diputar.
Tapi tampaknya Taeyeon punya kekhawatirannya sendiri.
Kenapa posisi duduknya seperti ini, Taeyeon membatin.
Dari deretan kiri Taeyeon, lalu Tiffany, Sooyoung, dan Sunny.
Dia jauh dari Sunny.
“Ngg…?”
Taeyeon merasakan sesuatu menggelitik tangannya, kemudian menggenggamnya dengan lembut.
Melalui ekor matanya dia melihat tangan Tiffany yang menggenggamnya.
Taeyeon tidak merasakan getaran-getaran cinta menggedor dadanya seperti yang dirasakannya dulu. Terasa hambar. Seperti tidak ada perasaan apa-apa lagi.
Dia sendiri tidak mengerti.
Setelah dirinya menolak Sunny seperti itu, kenapa hatinya sekarang malah jadi menginginkan Sunny, bukannya Tiffany?
Padahal sampai sebelum konser kemarin, dia positif dia masih mencintai Tiffany.
Kenapa justru dia malah tidak bahagia sekarang?
Kenapa hatinya bersikap dingin sama Tiffany?
Kenapa sekarang justru seperti terbalik Sunny yang mengejar-ngejar Sooyoung?
Bukannya belum lama ini dia bilang.
“Aku benci kamu Sooyoung…”
Taeyeon sendiri mendengarnya dengan sangat jelas.
Dan padahal saat menyanyikan lagu Genie di konser kemarin juga Taeyeon malah memohon dalam hati agar Tiffany membalas perasaannya.
Jadi seharusnya ini aneh. Masa perasaannya berubah secepat itu?
Pikiran Taeyeon dipenuhi dengan berbagai macam pikiran sehingga dia tidak bisa konsentrasi lagi menonton.

Tiffany

Di lain pihak, Tiffany merasa sangat senang bisa menggenggam tangan Taeyeon.
Kulit tangannya terasa halus dan lembut…
Rasanya dia ingin terus menggenggamnya.
Tapi Taeyeon malah menyingkirkannya.
“Taeyeon ah…” dia meraih tangan Taeyeon sekali lagi.
Taeyeon merasa tidak terlalu nyaman, dia ingin melepaskannya tapi tak bisa.
Akhirnya Taeyeon berkata, “Tiffany… bisa tolong lepaskan tanganmu?”
“Tapi aku takut Taeyeon… masa kamu setega itu?”
“………………”
Memang film yang sekarang mereka tonton adalah film horror. Karena Sunny tadi bilang dia ingin nonton film horror, Taeyeon mengiyakan saja.
Sekarang Tiffany tidak menghiraukan filmnya lagi. Dia menatap Taeyeon dengan intensitas yang bisa membikin setiap orang yang ditatap merasa gak nyaman.
Tiffany melihat Taeyeon menelan ludah kemudian beberapa detik berikutnya merubah posisi duduknya, tampaknya dia jadi tegang.
Tapi Tiffany masih tidak juga melepaskan pandangannya dari Taeyeon. Ia ingin terus menatap Taeyeon berlama-lama. Berada di tengah penerangan bioskop yang remang membuat suasana terasa lebih romantis.
Dihujani tatapan seperti itu membuat mulut Taeyeon terasa kering. Dia ingin minum dan sekarang dia menyesal karena tadi tidak membeli minuman seperti mereka.
Seperti mengerti apa mau Taeyeon, Tiffany memberikan minuman miliknya.
“Taeyeon, ini…”
Taeyeon terdiam menatap minuman bersedotan itu. Dia seperti ragu meminum minuman dari bekas Tiffany.
“Kamu haus kan? Kamu tidak perlu menahannya nanti kamu dehidrasi lho.”
Taeyeon melihat Sunny tidak sedang memperhatikannya. Dia membawa minuman itu ke mulutnya.
Jantung Tiffany sedikit berdebar melihat Taeyeon meminum minumannya.
“Habiskan saja kalau kamu haus.”
“Aku gak habis, nih,” Taeyeon menyerahkan kembali minumannya ke Tiffany.
Kyaaa ciuman tidak langsung, pikir Tiffany senang.

Sunny & Sooyoung

Sunny juga melakukan hal yang sama seperti Tiffany. Sunny menggenggam tangan Sooyoung dengan mesra.
“Sunny, kamu ini ngapain sih?” bisik Sooyoung tidak mau mengganggu penonton yang lain.
“Aku juga takut Sooyoung…” Sunny memelas.
Sooyoung membuat ekpresi seperti mau berkata ‘Bah! Bohong, bohong, uso!’
Sunny mana mungkin takut nonton film horror kayak gini.
Berani tahuran kalau seandainya Sunny disuruh nonton sendirian berjam-jam pun dia tidak akan takut.
Sampai Sooyoung berpikir ingin tukar tempat duduk dengan Taeyeon saja. Dia sama sekali tidak tahu kalau Taeyeon sebenarnya memang mengharapkannya.
_________________________________________________________________________________________

Jessica, Hyoyeon, Yuri, Yoona & Seohyun

Arena bowling penuh dengan orang-orang yang bermain bowling. Beberapa dari mereka hanya menonton SNSD bermain.
“Yah!”
Jessica menggelindingkan bolanya, tapi lagi-lagi bolanya keluar dari lane dan masuk ke gutter.
Jessica merengek-rengek seperti anak kecil.
“Haha keakuratan Sica jelek ya, sudah dua kali berturut-turut nilainya nol,” kata Yuri.
“Huuuu bolanya yang terlalu berat, jariku jadi kaku. Apa tidak ada bola yang lebih ringan?”
“Ini berat standard.”
“Sekarang giliranku,” kata Hyoyeon.
Klotak klotak klotak
Semua pinnya berjatuhan.
“Yeah strike!” seru Hyoyeon girang.
“Wow,” kata Jessica.
“Wahhh… hebat Hyoyeon unnie, itu sudah yang kelima kalinya berturut-turut,” kata Seohyun dengan penuh kagum.
“Satu kali lagi jadi six pack,” komentar Yuri.
Yoona yang melihat Seohyun memuji Hyoyeon menjadi kesal.
“Huh, ayo lawan aku Hyoyeon unnie!”
“Memangnya kamu bisa mengalahkan aku, coba buat satu strike,” Hyoyeon tersenyum menantang. Dia melemaskan otot-otot jarinya sejenak.
“Oke!” Yoona mengambil bolanya dengan semangat.
“Tunggu dulu! Sekarang giliranku Yoona,” protes Yuri.

Jessica melihat Seohyun sedang melakukan sesuatu.
“Apa yang sedang kamu lakukan?”
“Eh? Aku sedang melakukan video call sama Tiffany unnie.”
“Tapi bukannya mereka bilang mereka mau nonton bioskop?”
“Ah iya benar juga, nanti aku malah mengganggu.”
Ketika Seohyun hampir mematikannya tiba-tiba.
“Ada apa Seohyunnie?”
“Ah Fany unnie, aku gak mengganggu kan?”
“Aniyo, kita sudah selesai nonton dan sekarang kita lagi makan es krim di baskin robbins,” Tiffany tersenyum dengan eye smilenya.
Klotak klotak
“Ah suara itu, kalian lagi di arena bowling ya?”
“Ne Fany unnie.”
Jessica menyerobot ke depan layar, menyingkirkan Seohyun sedikit.
“Fany ah~ dari tadi aku disini kamu gak nyapa aku juga?”
“Ah mianhae Sica, tadi aku gak melihat kamu, hehe tumben kamu ikut.”
“Ne.”
“Kok kamu gak main?”
“Aku sudah main tapi tanganku tadi sakit, jadinya aku berhenti.”
“Oh haha.”
“Lihat, itu Hyoyeon unnie, Yuri unnie, dan Yoona unnie sedang main,” Seohyun menggeser kameranya ke arah mereka bertiga.
“Mereka lagi saingan seperti anak kecil,” tambah Jessica sambil menyandarkan kepalanya di pundak Seohyun.

“Ayo Yoona, strike! Hwaiting!” Yuri menyemangati.
“Lihat saja unnie,” Yoona tersenyum sombong. Dia pura-pura membuat gerakan seperti mau membunyikan jari-jarinya.
Dia mengambil sebuah bola dengan ketiga jarinya lalu mengambil ancang-ancang.
“Yahhh!”
Bolanya meluncur menuju pin, tapi tidak cukup untuk menjatuhkan seluruh pin.
“Ah! Aaahhhh!” seru Yoona karena masih tersisa 1 pin.
“Nah minggir, sekarang giliranku,” Hyoyeon tersenyum seolah-olah sudah menang. “Sip, akan kubuat jadi strike enam kali berturut-turut.”
Hyoyeon mengambil bola kemudian dengan satu gerakan mulus darinya.
Klotak klotak klotak
Semua pin jatuh.
“Nah, kamu kalah.”
“Aaaaaaaa…” rengek Yoona.
“Ahaha sudahlah, pose kamu tadi sudah bagus kok,” hibur Yuri.

“Hahaha mereka lucu.”
Seohyun memutar kembali kameranya ke arah mereka berdua.
“Seohyun ah~” tiba-tiba Sunny menyerobot dan melambai-lambai ke kamera.
“Sunny unnie.”
“Bagaimana disana? Senang?”
“Senang, Sunny unnie juga kelihatannya senang sekali.”
“Ne! Sekarang kita ini kayak lagi kencan ganda, kyahaha!”
“Mwo? Kencan ganda? Siapa sama siapa?” tanya Jessica.
“Ya kau tahu sendirilah, Taeyeon sama Tiffany dan aku sama Sooyoung,” Sunny mengutarakan fakta dengan nada yang setara dengan candaan.
“Yah! Apa maksudmu danshin?!” terdengar suara protes Sooyoung dari sana.
“Aish Sooyoung malu-malu nih. Sudah ya, kami mau lanjut makan es krim dulu, nanti cair nih, bye, sampaikan salam ke yang lain.”
“Ya, daahh~”
Kemudian mereka memutuskan video callnya.
“Rasanya sifat Sunny jadi berubah,” komentar Jessica.
“Ne, aku juga merasa begitu.”
“Aku mau coba sekali lagi ah,” Jessica mengambil bola dan maju.
“Hwaiting unnie,” kata Seohyun.
“Hehe,” Jessica tersenyum nakal. “Yah giliranku,” katanya menyuruh Yuri menyingkir.
“Yuri jelek~!” kata Jessica sambil menggelindingkan bolanya dengan gaya yang sangat kecewekan.
“Mwo?”
Bolanya berhasil menjatuhkan semua pinnya.
“Wahhhh,” Hyoyeon berdecak kagum.
“Ahaha! Pas Jessica unnie bilang begitu malah dapat strike!” Yoona tertawa terbahak-bahak.
“Yah! Enak saja kamu ngatain aku jelek!” kata Yuri tidak terima.
“Ehehe,” Jessica masih tersenyum tanpa dosa.
“Yah Yoona, berhenti ketawa kamu.”
“Hahaha! Habis konyol sih!” Yoona masih belum berhenti tertawa.
“Fany unnie…” Seohyun sedang memikirkan Tiffany ketika Yoona tiba-tiba menyentuh kedua bahunya.
“Hyunnie!”
“A-apa Yoona unnie? Ngagetin saja.”
“Kok malah bengong? Ayo main.”
“Aku lihat unnie main saja.”
“Jangan begitu, sudah sampai disini masa gak main? Ayo, aku mau lihat kamu main.”
_________________________________________________________________________________________

Taeyeon, Tiffany, Sunny, dan Sooyoung

Setelah keluar dari bioskop mereka makan siang lalu pergi ke baskin robbins untuk makan es krim sebagai hidangan penutup.
“Cookies n cream,” kata Sooyoung setelah memilih sejenak.
“Vanilla,” jawab Taeyeon.
Tiffany masih bingung memilih antara choco-cookie, mint-choco, atau vanilla.
“Aku mau pesan love potion #31,” kata Sunny.
Tiffany merasa tertarik melihat warna pink dan coklat-coklat berbentuk hati pada es krim Sunny.
“Wah kyeopta^^”
“Ne, kamu harus coba Fany ah, rasanya enak!”
“Aku juga satu,” kata Tiffany pada staffnya.

Mereka duduk dan mulai menikmati rasa es krim itu.
“Sooyoungie, kamu pernah coba rasa ini?”
“Belum.”
“Mau coba?”
“Ah gak usah, makasih.”
Tapi tindakan Sunny berlawanan dengan kata-kata Sooyoung. Dia menyodorkan sesuap es krim ke depannya.
“Aaaa~”
Sooyoung menggigit bibir memandang es krim dan sepotong coklat berbentuk hati di atas sendoknya.
Dia melihat di sudut matanya Taeyeon sedang menatapnya dengan tatapan mematikan. Sementara di depannya Sunny menunggu dengan eye smilenya yang manis.
Mendadak dia merasa seperti orang terjebak.
Ottoke ottoke, katanya dalam hati.
Akhirnya dia kalah sama aegyo Sunny.
Berlawanan dengan perasaannya yang sedang kacau balau, es krim itu langsung melebur dalam mulutnya. Coklatnya juga terasa manis.
“Eh, enak juga ini.”
“Ya kan?”
“Ehehe, karena namanya love potion, kamu mau mempelet Sooyoungie dengan es krim itu ya, Sunny?^^”
“Fany ahhhh~! Jangan bocorkan dong!”
Tangan Sooyoung yang memegang sendok terhenti di udara. Mendadak tubuhnya menggigil, bukan karena dia merasa dingin gara-gara makan es krim atau tatapan Taeyeon, tapi karena kata-kata Tiffany dan Sunny. Dan lebih parahnya lagi, dia sudah terlanjur menelannya!
Sooyoung membuka mulutnya lebar-lebar tapi tidak ada teriakan yang keluar dari mulutnya.
“Kenapa? Mau lagi?”
Sooyoung cepat-cepat menutup mulutnya dan menggeleng.
Taeyeon dari tadi masih belum memakan es krimnya.
“Taeyeon, kalau gak dimakan es krimnya cair tuh.”
“…………….”
“Atau kamu mau coba love potion juga?^^”
“Kyaaa Fany ah! Aku membaca maksud terselubungmu!” pekik Sunny seperti seorang fangirl.
Tiffany hanya meletakkan telunjuknya di depan bibir sambil tersenyum.
Tapi tentu saja siapapun tidak cukup bodoh untuk tidak mengetahuinya.
“Ini Taeyeon, aaa~”
Tapi Taeyeon tidak menolaknya. Dia memajukan wajahnya dan memakan es krim pemberian Tiffany.
“Kyaaa~! Taeyeon menerima cintaku!” Tiffany memekik kesenangan.
“……………..” Taeyeon hanya terdiam sambil menelan es krim dari Tiffany.
Tentu saja itu cuma anggapan sepihak Tiffany. Taeyeon punya alasan lain kenapa dia menerima suapan Tiffany.
Tak jauh dari mereka makan ada seorang namja tampan yang sesuai dengan tipe Sooyoung, memiliki bahu yang lebar dan tinggi. Tentu saja Sooyoung jadi tertarik melihatnya. Sunny sudah kesal seperti pacar posesif padahal Sooyoung bukan kekasihnya.
“Sooyoung.”
Sunny memberanikan diri mencium pipi Sooyoung, hampir menyentuh ujung bibirnya.
Kaget, Sooyoung cepat-cepat berpaling sambil memegangi pipinya, “Nga-ngapain kamu?!”
“Ada es krim nempel tuh, hehe.”
Tentu saja Sunny cuma berbohong.
Tiffany yang melihatnya memuji tindakan berani Sunny dalam batin. Sementara tidak dengan Taeyeon, dari tadi dia merasa terus tersakiti.
“Habis ini kita mau kemana?” tanya Sunny.
“Kita pulang saja,” jawab Taeyeon mulai terdengar muak dengan hang out ini, tapi Tiffany segera menyela.
“Ah tunggu tunggu! Kita kan sudah sekalian keluar, bagaimana kalau kita pergi karaoke? Kita bisa bersenang-senang sekaligus latihan nyanyi.”
“Ya, kau benar Fany ah!”

**

Awal-awal mic dikuasai oleh Sooyoung. Dia menyanyikan berbagai lagu, baik itu lagu Jepang maupun Korea.
“Lagu SNSD,” kata Taeyeon karena dari tadi Sooyoung sama sekali tidak menyanyikan lagu SNSD.
“Hehe, soalnya kalau lagu SNSD kan sudah sering kunyanyikan. Sampai sudah hapal sekali liriknya.”
Saat sedang melihat daftar lagu, tidak sengaja Sunny menemukan suatu lagu yang menarik perhatiannya, “Ah! Lagu Can You Hear Me! Sudah lama gak dengar, Taeyeon, nyanyiin dong, aku mau dengar!” Sunny menyerahkan micnya pada Taeyeon.
“Baiklah,” Taeyeon menarik napas dalam kemudian mulai menyanyikan lagu itu.
Mendengar suara merdu Taeyeon, Tiffany jadi bernostalgia. Waktu itu saat Taeyeon menyanyikan lagu ini di atas panggung Tiffany merasa lagu ini ditujukan padanya.
Tapi sekarang bukan.
Matanya terpejam, kebiasaan Taeyeon saat dia menyanyikannya dengan penuh perasaan. Dia sangat menghayatinya, seolah-olah dia merasakan juga apa yang dirasakan oleh pencipta lagunya.
Taeyeon, kamu sedang memikirkan Sunny kan, batin Tiffany sedih.
Karena itu Tiffany memilih lagu Reflection dan Lady Marmalede untuk lagu berikutnya.
“Taeyeon, nyanyi bersamaku ya?” kata Tiffany setengah memohon.
“Oke…”
Hanya menyanyi bersama saja Tiffany sudah merasa puas, tapi Tiffany melihat Taeyeon terlihat tidak begitu menikmatinya. Karena itu Tiffany mengalah, dia memilih lagu If untuk lagu selanjutnya.
“If? Tiffany, kamu mau nyanyi lagu ini?” Sooyoung melihat ke Tiffany.
“Aniyo, Sunny, duetlah sama Taeyeon.”
“Eh?” Sooyoung merasa aneh.
“Oke, yuk Taeyeon?”
“I-iya.”
Tiffany melihat pipi Taeyeon merona ketika Sunny tersenyum padanya.
“……………”
Sooyoung menyilangkan tangannya di dada melihat keduanya duet, lalu dia melihat Tiffany seperti menahan perasaannya.
“Sekarang lagu Happy Me, Sooyoungie, ayo ayo nyanyi bareng!” ajak Sunny sambil menarik-narik lengan baju Sooyoung.
“Iya iya, lepas dulu nanti melar nih bajuku.”
Mereka menyanyikan lagu Happy Me.
“Hehe, kalau dinyanyikan bersama gini ternyata suara kalian hampir mirip juga,” kata Tiffany.
“Aw, tapi kasihan Sooyoungieku, harus memaksa menyanyi nada tinggi.”
“Siapa yang Sooyoungiemu?” Sooyoung mendelik.
“Hehe,” Sunny tersenyum malu.
“…………….”
Lagu selanjutnya.
“Lho? Ini kan lagu Happy Me juga, siapa yang pilih?”
“Aku,” kata Taeyeon sambil mendekatkan microphone ke mulutnya.
“Ah, kalau begitu ayo kita duet juga seperti mereka Taeyeon.”
“Aku mau nyanyi sendirian,” kata-katanya berkesan dingin, seolah tidak dapat dibantah lagi.
“…………….”
Tiffany tidak tahan lagi, dia harus keluar dari ruangan karena kalau berlama-lama lagi air matanya akan tumpah.
“Aku mau ke kamar kecil sebentar.”
Mata Sooyoung mengikuti sosok Tiffany yang berjalan sampai keluar dari ruangan.
“Sooyoungie, ayo kita duet lagi,” ajak Sunny yang masih belum puas. Sama sekali tidak menyadari Taeyeon yang sedari tadi bermuka masam.
“Aku juga mau ke kamar kecil,” Sooyoung ikut keluar dari ruangan.
Dia melihat Tiffany berdiri diluar tak jauh dari ruangan mereka. Dia sedang bersandar di tembok dengan wajah tertunduk. Hati-hati Sooyoung mendekatinya.
“Sabar, Tiffany…”
“Iya… aku tahu…”
“…………….”
“Padahal aku sudah siap untuk ini tapi rasanya benar-benar menyakitkan…”
“…………….”
“Ahaha rasanya lucu… setelah semua kata-kata menyakitkan yang kukatakan padanya… mungkin ini hukuman karena aku telah menyakiti Taeyeon… aku memang pantas mendapatkannya… haha…”
“Jangan tertawa Tiffany, kalau mau menangis, menangislah…”
“Aku…”
Tiffany berbalik dan langsung memeluk Sooyoung erat-erat.
“Sooyoung, aku menyesal…! Kenapa aku bodoh sekali waktu itu…?! Aku sama sekali tidak memikirkan perasaannya…!”
“Sudahlah Tiffany, semua sudah berlalu… yang penting adalah perasaanmu saat ini…”
“Tapi bagaimana ini… aku rasa Taeyeon membenciku…”
“Aku yakin Taeyeon tidak membencimu, saat ini hatinya hanya sedang tertutup padamu saja.”
“Uh…” Tiffany meremas baju Sooyoung.
“Tidak apa-apa, tenang saja, aku yakin Taeyeon akan membuka hatinya kembali padamu…”
“Ya…”

*~To Be Continued~*

Advertisements

Comments on: "Cinta Segisembilan (Chapter 6)" (58)

  1. phe pie said:

    Amankan dulu First Comment.^^

  2. phe pie said:

    Huhuhu >..< Smoga mereka cepat nyanyi lagu Time Machine deh biar balik lagi ke awal. Mending lihat siklus cinta yang sebelum nyanyi Genie aja, coz aku ngerasa lebih manusiawi gitu sakit hatinya. Klo ini kayaknya sebal lihat Taeng.
    Kayaknya dengan begini mereka semua kena karma ya. Yoong yang semangat ngejar Hyunnie. Setidaknya ada satu couple kek yang jadian, YoonHyun aja deh gitu. Klo gak ada yang mau ngalah, itu siklus cintanya gak bakalan bisa keputus n gak bakalan tamat dong ceritanya. Tapi susah juga ya, coz orang golongan darah A kebanyakan setia sih (skalian muji diri sendiri ah). ^^

    • phe pie said:

      Kayaknya comment aku ada bagian yang hilang atau terpotong ya. Iya sedih lihat taeNy kayak gini. Mending mereka terpisahkan, gak direstui, atau kecelakaan aja deh, asalakan tetap saling mencintai, bukan bertepuk sebelah tangan gini. Taeng dingin banget!!! BTW itu apa alasannya Taeng mau makan love potion-nya Fany? mau bikin Sunny cemburu? kayaknya dia sudah tahu hasilnya deh dilihat dari SooSun moment yang terjadi. Asli mending lihat Taeng yang ngejar2 Fany (Taeng kan kuat, jadi lebih tahan klo harus ditolak n sakit hati). Maaf comment terus, kpanjangan lagi, coz ini chapter lebih bikin gregetan daripada chapter sebelumnya. Mau comment apa juga saking banyaknya jadi susah diutarakan, jadinya yah kacau balau gini.

      • begitu ya, ada yg terpotong?
        haha kasihan Taeng dong, biasanya dy yg selalu ngejar2 Fany
        hmm, alasannya bkn buat Sunny cemburu
        saat itu Taeyeon mendapat dorongan hati untuk ingin kembali pd perasaannya yg dulu makanya dy rela dipelet Tiffany
        Taeyeon kan jg penasaran knp perasaannya hilang secepat itu
        tp mgkin aneh sih kalau melihat sikap Taeyeon yg dingin, ya namanya saja dorongan hati sementara

      • phe pie said:

        Iya itu Soo aja walaupun menghindari Sunny, tapi dia tetap berusaha banget jaga perasaan Sunny, gak kayak Taeng yang raja tega. Ahh, Soo mang baik. ^^
        Rela dipelet Fany? Padahal sudah dipelet ama Sunny tuh pakai lagu Genie.XD

      • berarti semua jg pd pelet dong wkwkwk X3

  3. taengppany said:

    Waaaaaa galuh nih fany, knp kalau taeyeon yang tiis ke fany rasa rasanya pengen nyabok banget ini anak soalnya berasa fany tersakitinya banget gt
    Sunny pun knp jadi gitu bentukannya yah, agresif abis -_-

    • tp Taeyeon jg terus tersakiti sm SooSun moment lho itu

    • taengppany said:

      biarin, salah sendiri suka sunny padahal udah ada fany yang ngejar ngejar (shippernya lagi keluar banget)
      initinya sih semuanya tersakiti ya

      • Tae suka Sunny kan jg bkn salah Tae, tp karena keinginan Sunny terkabul
        aahh kasihan Tae dibilang jahat terus di chp ini nih wkwkwk XD

  4. pas scene di arena bowling tuh kocak banget . apalagi sica pas teriak yul jelek langsung strike . ketawa ampe bengek aku . WKWK
    itu ppany nyesek banget . walopun taeng jg nyesek ma soosun , tp feelnya lebih ke ppany . kekekek ..
    lanjutnya jgn lama” yo .
    cemungudh xD

  5. kasian fany eonnix malah dtlantarkan,,
    jd kyak gmana gtu, cozx br kali ini Taeny dipisahkan 😦
    jgn lama lama dong updatex eonni,, kan penasaran (reader g tw malu)

    btw gidaridax koq hlang dtelan bumi ?? *kabur sblm dtabok eonni*

  6. nuriiiin said:

    Yah..penuh kegalauan ya.. Hmm, jd pengen es krim #lho

  7. Zuiver_Begrippen said:

    wah, jadi berputar berlawanan arah jarum jam dech????
    lucu dan buat penasaran aja,
    adegan yoonhyunnya dibanyakin dikit dong……kan jarang2 dalam chapter adegan yoonhyun nya
    boleh yach???

  8. YoonSicTaeNy said:

    kiraan pas soosun dan taeny karokean bareng akan ada keajaiban lagi .. tpi nyatany ngga …

    fany ah sabarr … yuri ah sabarr …

  9. Wah..wah main’a pada pelet peletan..yaudah mending pada je kijoko pinter(?) ajah biar manjur..#eh Taeyeon~ah kamu jahat..>,< ha aku ga suka sikap taeng yang kaya gini..ayolah segera pada balikan..kesan'a malah saling menyakiti gini lebih parah dari yang ke maren…

    • entah jg aku gak ngira jd gini dialognya
      spt balik ke mereka sendiri, contohnya kayak Yuri sm Fany
      mgkin karma kali wkwkwk

  10. Kimtaeyeoung said:

    Di chapter ini taeng serba bingung..disisi lain nyakitin fany,di sisi lainnya dia tersakiti..soo sedikit kesel jg ma sun yg agresif tpi dia mgkin masih jaga perasaan beda ma taeng yg nyakitin fany keliatannya..
    Aaah ini nanti gimana hubungan akhirnya ya??
    Wah klo hyunie ma fany masih biasa aja meski sekarang hyunie berharap ke fany tpi fany jg menganggap yg biasa meski yoong tersakiti..

  11. Annyeong,,,
    Ksihan ma fany ny, npa taeng jdhee dingin gtu? Pa, msih bngung dgn prasa2nny! Pa msih cnta ma fany taw gak gtu kan? Smoga, nyanyi2in time machine lah! Spaya, gk brlrut2 skit htiny!
    Kykny,, yg skit hti d’chap nih fany yach??
    Cpet deh d’prsatukan! Lnjutkan, jngn lma2..
    😀

  12. Kwon Eya said:

    ya, sm0ga taeye0n bneran mmbuka htnya buat tiffany. Razanya aneh bgt nglihat tae dngin gt.
    Sunny, ay0w kjar truz s0oyoungnya!

  13. Annyeong,,,,,

    Heemmm,,
    Gak tau mau coment apaan,,tpi ini bner” buat gmna gtu loh,,yng mngejar” skarang ,mlah terlihat lebih mnyedihkan,,,kyak fany,
    Tuh kan coment nya Gaje bnget,,,,,hhe

    D tunggu deh lanjutannya ,,,,
    Fightaeng^^

  14. kwon_cesar said:

    akhirnya,,, update-an nya udah keluar… ^o^

    baru pertama kali ngeliat taeng cemburu sama sunny, biasanya kan sunny yang selalu cemburu sama taeng ,,, hihihihii…

    keren author ,, lanjutkan !!!

  15. Yeoun12_jean said:

    sedihhh… kasian fany…
    taeyeon gimana sihh.. aneh banget!! kapan taeny merdeka kalo gini terus ??
    hehehehe..
    ahhh sudahlah… sedih jadinya…

    ummm… ditunggu part berikutnya aja dehh
    author fighting !!!!

  16. mrz_love_taeny said:

    Heeem smakin runyam
    gk tau wkt fany yg jahat k tae dgn ke egoisan dia nyeseknya biasa tp wkt skarang tae yg dingin k fany kok sakit bgt ya apa mungkin gara2 tae sifatnya terlalu dingin gitu ya k ppany u.u
    soo aja msh menghargai perasaan sunny pdhl tae terlalu kejem tp tae penasaran ya knp perasaan dia cepet brubah
    ehm smoga tae pinter n dpt menemukan knp prasaannya cpt brubah
    kekeke

    yaudah biar ff ini gk tmbh ribet aku nyanyi lagu genie ya thor n harapanku adalah smoga mreka cepat kembali k pasangan masing2
    kekeke

  17. akhirnya update juga, haha. baca ff ni bikin ketawa2 sendiri. akhirnya yuri merasakan apa yg dirasakan yoona sebelumnya 😀

  18. waduh, keadaannya udah bener2 terbalik nih, taeng kog jahat banget disini thor? padahal kan tiffany ga sekejam itu.

    yuri jg kasian, dasar yoona ga peka.
    aku paling suka char sooyoung disini. hahaha update soon yah thor.
    Semangat…!!!

  19. phe pie said:

    Ah, gini aja biar critanya tamat thor. Si Taeng, Yuri, Soo, n Seo nyanyi Time Machine. Tapi Sica, sunny, fany, n Yoong jangan, kayak gini aja. Jadinya kan balik lagi tuh ke couple masing2 tar. Hyo diprtmukan aja deh ama KARA Nicole. ^^

    • wkwkwk kalau manggung kan mereka nyanyinya gak cuma berempat dong
      kalau cuma karaoke kurang sreg
      aku sdh terpikir endingnya kok (maybe 😛 )

  20. tinsunshipper said:

    yeey.. ahir’a bsa bca ff lagi… n bsa komen jga…
    mian ya chingu.. aku langsung main komen j disini.. -/\-
    crita’a makin bikin pnasaran… prasaan cinta mreka bnr2 muter balik..
    daebak thor..

  21. sica jung said:

    haaaaaaaa
    kasihan fany
    kenapa mereka gk nyanyi genie aja pasti kebalik lgi
    lanjut thor

  22. taegangSoneSic said:

    taeng jgn ja’at gt dong ma fany..td kan uda di pelet ma fany masa gak mempan..
    Kasian tuh fany jd mewek..huhu*ngikutmewek

    lanjut thor..aku harap rf bersatu
    aku tunggu next chap. ^^

  23. complicated sekali.. Haha
    Perasaannya cepet ngeswitch..
    Pada kena karma apa ya?hehe
    ditunggu lanjutannya.. 😀

    • itu karena mereka memohon sesuatu pas nyanyi lagu Genie dan terkabul (mgkin harusnya kuperjelas ya 😀 )
      tp memang kalau begini kayak berkesan kena karma wkwkwk
      makasih udh comment^^

  24. Miss New New said:

    Hahahahha
    Sunny ngebet bgt sama Soo, sampai-sampai Soo yg biasanya cuek (sotoy) jadi risih. Duh Dek Sunn, mbok ya jaim sedikit… Mirip gue deh, kadang gak peka xD

    Untung aja Soo gak kelepasan damprat Sunny ^0^

    Aneh karena pada umumnya taeng ngejar fany, soo ngejar sunny. Tapi gak apalah, variasi itu bagoss Thorr

    Author paling bisa deh nulisnya, coba kalo deket, dah ku traktir siomay mang maman 😀

    • wkwkwk Sunny kan memang gak jaim makanya lucu XD
      ya sekali sekali perlu dibalik
      haha makasih^^
      kalau gitu ksh liat foto siomaynya aja 😀 *halah

  25. Arrrgghh taeyeonnie!! Wae geurae? Jangan begitu lah sama fany!! Kesian dia!! Yuri juga yang tabah ya~ T.T oia,buat author hwaiting!! Update-nya jangan lama-lama penasaran,soalnya haha 😀

  26. Soo young sweet bgt ma fany :3

  27. Miss New New said:

    Oh Soo yg malang wkwk
    Love potion-nya Sunny dah keburu tertelan
    Ayo bantuin Thor, bantuin Soo muntahin lagi peletnya Sunny xP

  28. kasihan ppani.taeng klo udah dingin sama seseorang.bnr2 kejam

  29. Aigoooo….. kebalik sekarang……
    lucunya sunny eonni…. tapi cian jg soo eonni… WKkkkk

    ppany eonni di cuekin ma taeng… aish kejamnya…..

  30. taenyshidae said:

    kasian fany di diemin sama tae dan yuri tersakiti oleh yoona yg mulai suka sama seohyun..
    sunny masih berusaha aja deket sama sooyoung.. hwaiting!! ^^

  31. haisone said:

    Siapaaa yangg sone ? Siapaaa yangg chitters ?

  32. wah jadi kebalik tuh perasaannya tp makin seru nih, fany jd agresif bgt 😀
    sayang ya ice cream love potionnya gak mempan tuh hehehe…

  33. yahh sekarang jadii tambahh nyesekk… buat mereka kembali seperti semula… kasian kalo begini T.T

  34. lee deyeon said:

    Stiap baca epep yg Ppany nya jdi dngin kok brasa biasa aja ya, tpi klo Taetae yg dingin??
    Woooo serem nya booo brasa bnget..
    Kasian ma Ppany nya..

  35. kasian mbak fany dicuekin kaya gitu ama taeng, uhh mending balik lg dah kaya sblum nyanyi genie,
    sunny agresif yakk, sooyoungnya ampe bingung, ngladenin sunny malah dpet tatapan maut dati taeng, yull sabar yakk malah yoona udah suka hyunnie.

  36. Kasihan Tiffany unnie. Cup cup cup. Yang sabar yah Fany unnie. Dewa Maifate pasti akan menjodohkan kalian XD

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: