~Thank you for your comments~

Cinta Segisembilan (Chapter 4)

Taeyeon

Tiffany terpeleset waktu sedang turun dari panggung.
“Awas!”
Taeyeon yang kebetulan berada di belakangnya segera menangkapnya. Sekarang Tiffany bersandar di tubuhnya.
“Hati-hati…” kata Taeyeon lembut seperti sedang memperlakukan kekasihnya.
Sebenarnya dia memang sengaja berjalan di belakang Tiffany. Dan untuk alasan apa lagi kalau bukan untuk menjaganya?
“Hmm,” Tiffany hanya mengangguk lalu melepaskan diri dari dekapan Taeyeon.
Sekarang Taeyeon hanya sedang menyentuh udara. Taeyeon merasa kangen dengan kehangatan Tiffany di tangannya barusan.
Taeyeon ingin menjaga Tiffany, tapi tampaknya Tiffany tidak menginginkannya.
Ada sesuatu, entah apa, yang selalu membatasi hubungan mereka berdua. Naluri Taeyeon mengatakan, ada jurang yang tak mungkin terseberangi di antara mereka.
“Aku harus gimana…” desah Taeyeon pilu.
Lalu Taeyeon melihat Tiffany mendekati Seohyun dan mereka berbincang-bincang dengan akrab. Taeyeon yang melihat kedekatan mereka berusaha pura-pura tidak melihat dan sibuk memikirkan hal lain. Itu yang selalu dia lakukan kalau ada sesuatu yang menyakitkan hatinya.
“Seandainya saja… orang yang Tiffany cintai adalah aku… pasti aku akan sangat bahagia…” gumam Taeyeon.
______________________________________________________________________________________________________________

Jessica

Saat Jessica baru keluar dari kamar mandi seseorang merenggut lengannya.
Jessica menatap sekilas orang yang memegang lengannya.
“Lepas,” tuturnya datar.
“Sica, kenapa akhir-akhir ini kamu selalu menghindariku?”
“Itu cuma perasaanmu saja.”
“Tapi kamu jadi begini sejak membaca diariku. Kalau kita duduk bersebelahan pun kau tidak menyapaku atau mengajakku mengobrol seperti dulu.”
“…………….”
“Dari reaksimu aku tahu kamu sudah tahu perasaanku sekarang. Karena itu aku tidak akan berpura-pura. Kukatakan saja, aku memang suka kamu.”
Jessica melepaskan tangannya dari Yuri.
“Setelah tahu perasaanmu memang kamu berharap aku bersikap seperti apa.”
“Aku…”
“Jangan dorong aku buat menyakitimu Yuri. Demi kebaikanmu sendiri, hentikan mengejarku. Karena aku hanya suka Hyoyeon.”
“Tapi Hyoyeon menyukai Sooyoung! Berapa lama pun kamu menunggu, Hyoyeon tidak akan berpaling padamu!”
“Apa pedulimu.”
“Jelas peduli, karena aku sayang kamu! Aku tidak mau melihat kamu terus terluka!”
“…………pokoknya jangan ganggu aku.”
“Sica…” Yuri meraih tangan Jessica, sekali lagi mencegahnya pergi.
“Lepasin!” rutuk Jessica kesal.
“Setidaknya tolong jangan cuekin aku!” mohon Yuri.
Jessica menarik tangannya dengan jengkel.
“Kamu mulai terdengar menyebalkan Yuri. Harus kubilang berapa kali?! Aku gak mau memberimu harapan, perasaanku hanya untuk Hyoyeon! Aku gak pernah mengharapkan cintamu, jadi berhentilah menggangguku!”
Kemudian mereka menyadari kehadiran orang ketiga di antara mereka.
“Eh… barusan kata-katamu serius?”
“Hyo-Hyoyeon?!” belalak Jessica.
“Jessica, kamu…”
Dari ekspresi Hyoyeon saja Jessica sudah tahu. Takut mendengar jawaban terlontar keluar dari mulutnya, Jessica langsung mengambil langkah seribu.
“Sica!”
Yuri berlari mengejarnya.
Jessica berlari keluar dari dorm, naik lift dan turun.
Pintu sudah keburu menutup sebelum Yuri sampai di depan lift.
Yuri menekan-nekan tombol lift agar kembali membuka dengan sia-sia.
“Huh! Semuanya dipakai!”
Terpaksa Yuri berlari menuruni tangga secepat kilat.
Tepat sampai di lantai dasar dia melihat Jessica sedang berlari di kejauhan.
“Sica!”
Mengetahui Yuri tidak akan berhenti mengejarnya, akhirnya Jessica sendiri berhenti berlari.
Yuri berhenti di belakang Jessica. Dia menarik nafas untuk mengatur nafasnya yang tersengal-sengal.
“Kenapa kamu mengikuti aku?! Kamu senang ya lihat aku nangis?!” suaranya terdengar parau.
“Makanya sudah kubilang lupakan saja Hyoyeon!”
“Aku gak bisa!”
“Bisa!” kata Yuri keras kepala. “Lihat aku!”
Tapi Jessica tak bergeming.
“Lihat aku!” Yuri memaksa Jessica memutar menghadapnya.
“Orang yang mencintaimu dengan tulus ada di depan matamu.”
Yuri menarik tubuh Jessica merapat lalu melumat bibir Jessica.
“Hmmph!”
Jessica berusaha melepaskan diri tapi Yuri malah menekankan bibirnya lebih dalam.
Dengan sisa nafasnya, Jessica berhasil mendorong Yuri lalu melayangkan tamparan ke pipinya.
Plak!
“Aku gak mau melihat wajahmu lagi!” damprat Jessica judes.
Yuri terdiam memegangi pipinya yang ditampar. Matanya mengikuti sosok Jessica yang menjauh.
“Kenapa… padahal dulu kamu tidak seperti ini…”
______________________________________________________________________________________________________________

Sunny

Taeyeon memantapkan hati sebelum membuka pintu kamarnya. Di dalam kamar sudah ada Sunny. Sunny langsung memandang ke arahnya.
Sedikit berat baginya harus sekamar dengan Sunny setelah kejadian itu. Tapi dia tidak akan membiarkan hubungan mereka mengganggu aktifitasnya.
Dia tidak berkata apa-apa dan langsung naik ke kasur, membelakangi Sunny, dan menutupi dirinya dengan selimut.
“Taeyeon!”
“……………”
“Aku tahu kamu mendengar, jadi aku katakan saja,” Sunny menarik nafas dan melanjutkan.
“Aku gak keberatan terluka karenamu Taeyeon. Dari sejak aku sadar aku mencintaimu, aku sudah siap untuk itu.”
“……………”
“Aku tahu kamu juga mengalami hal yang berat. Kita berada di posisi yang sama. Tapi… aku benar-benar berharap kamu tidak cuekin aku seperti ini Taeyeon…”
“……………”
“Hiks… mianhae… aku sudah menciummu… kumohon jangan membenciku Taeyeon…”
“……………”
“Rasanya sakit kalau begini terus…”
Taeyeon jadi membayangkan apa jadinya kalau Tiffany sampai mencuekin dirinya.
Tiffany memang tidak cuek, hanya saja dia sekarang sedikit menjaga jarak darinya.
Dia jadi berpikir mungkin dia sudah tak berperasaan pada Sunny. Tapi kalau dia terlalu baik sama Sunny nanti dikira memberi harapan. Kalau seperti itu pada akhirnya hanya akan tambah menyakitinya.
Taeyeon menghela nafas. Betapa rumitnya cinta.
Tapi bukankah justru karena rumit dia menjadi selalu menarik?
Kalau saja ini kisah cinta orang lain, baru dia akan bilang menarik.
“Mianhae Sunny… tapi aku sungguh gak membencimu…”
Setelah itu Taeyeon tidak berkata apa-apa lagi.
Sunny mengusut air matanya.
Walau dia begitu menginginkan Taeyeon berbalik dan mengajaknya mengobrol. Topik apa saja. Itu tidak mungkin akan terjadi.
Seandainya saja terbalik… kamu mencintaiku… bukannya Fany…

**

“Sunny ah~”
“Heh?”
“Tolong angkat kedua tanganmu sebentar.”
“?? Buat apa?”
“Sudahlah, angkat saja.”
Sunny mematuhi apa kata Sooyoung. Mengangkat kedua tangannya di udara.
“Seperti ini?”
“Yeahhh!”
Sooyoung mentos kedua tangannya ke kedua telapak tangan Sunny. Menimbulkan bunyi yang dihasilkan oleh kedua tangan yang ditamparkan.
“Yeeeeee~ aku tidak bertepuk sebelah tangan~” Sooyoung menari kegirangan.
“Mwo?! Apa-apaan itu?!” protes Sunny tidak mengerti.
Tapi Sooyoung tidak menjawab pertanyaannya dan terus cengar cengir seperti orang bodoh.
“Aku gak ngerti shik shin itu.”
“Haha sudah jelas kan, Sooyoung itu menyukaimu,” jelas Hyoyeon.
“Hahhh?”
“Iya… lihat saja bahasa tubuhnya… dia hanya begitu sama kamu…”
Sunny memperhatikan Sooyoung sekarang. Matanya tajam menilai sampai-sampai pendengarannya melewatkan nada perih dalam suara Hyoyeon.
“Sooyoungie, kamu pabo ya? Maksudnya bertepuk sebelah tangan itu bukan begitu,” Jessica menyela.
“Hehe biar,” sahut Sooyoung enteng.
Sunny diam-diam membatin.
Tunggu, kalau tidak salah Taeyeon juga pernah bilang begitu.
Ih, gak mau ah, cintaku hanya untuk Taeyeon seorang!
Kalau begitu mulai sekarang lebih baik aku cuekin saja.
______________________________________________________________________________________________________________

Tiffany

“A-ada apa Tiffany?” tanya Taeyeon gugup.
Saat ini hanya ada mereka berdua. Tiffany memanggil Taeyeon ke kamarnya. Taeyeon mulai merasakan firasat tidak enak.
Tiffany mempelajari wajah Taeyeon sejenak. Menimbang-nimbang apakah dia perlu mengatakan ini atau tidak.
Tapi dia harus mengatakannya, karena dia bukan tipe yang suka memendam jika ada sesuatu yang mengganggunya.
“Aku memang pernah bilang mau kita terus berteman tapi… tolong jangan sebaik itu sama aku Taeyeon…” keluh Tiffany pahit.
“Tiffany… apa perasaanku memberatkanmu?”
“……………..”
“Tiffany… jawablah yang jujur… aku lebih suka kamu terus terang sama aku meski itu menyakitkan…”
Dengan berat hati akhirnya Tiffany mengangguk, “Ya.”
“Be-begitu ya.”
Matanya berkaca-kaca. Bibirnya gemetar.
Taeyeon memang pernah bilang ke Sunny kalau dia tidak akan menyerah. Tapi lagi-lagi dia dihadapkan pada situasi yang membuatnya putus asa. Sekali lagi dia merasa perasaannya jatuh.
Dia tidak bisa berkata apa-apa selain…
“Mianhae Fany ah… mianhae…”
______________________________________________________________________________________________________________

Hyoyeon

Hyoyeon masih tidak percaya mendengar pengakuan Jessica walau itu secara tidak langsung.
Tapi sekarang ada yang lebih penting dari itu. Dia melihat Sooyoung duduk sambil menangis di depan kamar SunYeon.
Dia tahu Sooyoung baru saja terluka oleh Sunny. Dan sekarang dia menangis seorang diri tanpa ada seorang pun yang menghibur.
Hatinya tergerak untuk segera memeluknya. Tapi janjinya pada Sooyoung waktu itu menghentikannya.
“Sunny ah, kamu beruntung sekali… padahal aku juga ingin dicintai Sooyoung…”
Hyoyeon menggigit bibir, “Kenapa bukan aku saja Sooyoung… kenapa bukan aku…”
“Padahal kalau aku, kamu tidak akan perlu terluka seperti ini…”
______________________________________________________________________________________________________________

Yuri & Yoona

Berada di sisi Yoona, Yuri merasa nyaman. Tidak menyakitkan seperti berada di sisi Jessica.
“Ada apa Yuri unnie?”
“……………..”
Dari tadi Yuri masih menyandarkan kepalanya di bahu Yoona.
Sejak ditolak Jessica dia sudah hampir setengah jam begitu terus seperti itu.
Ya, kejadiannya sama persis seperti dalam mimpinya.
“Kalau unnie gak cerita aku gak bakal tahu.”
“……………..”
Yoona menghembuskan nafas panjang.
Walau berapa kali dia bertanya, dia merasa seperti sedang berbicara sama tembok.
Tapi akhirnya Yuri mulai berbicara lagi.
“Mungkin dia memang bukan belahan jiwaku…”
“Eh apa?”
“Mungkin… aku memang terlalu memaksakan cintaku…”
“Jessica unnie?”
Yuri mengangguk.
Tanpa perlu dikatakan Yoona sudah langsung mengerti. Dan dia merasa bodoh kenapa tidak menyadarinya dari tadi.
“Kenapa ya Yoona… di saat kita semakin mengejar seseorang… justru dia malah semakin jauh dari kita…”
“………entahlah Yuri unnie… mungkin memang seperti itu cinta…” keluh Yoona getir.
“…ottoke… sekarang Sica jadi membenciku…” desah Yuri putus asa. “Mungkin aku memang sudah keterlaluan…”
“……………..”
“Maaf ya Yoona, padahal kamu sudah mendukungku…”
“Gwenchana, kalau ada apa-apa Yuri unnie bisa cerita sama aku. Apa saja… kapan saja… aku selalu akan mendengar…”
Yuri merasa tersentuh oleh kata-kata Yoona.
“Yoona… kamu baik sekali…”
“Mungkin seharusnya aku belajar untuk menyukaimu saja ya…”
“Apa?” Yoona berkedip.
“Yoona…”
Yuri meraih tangan Yoona dan menggenggamnya dengan hangat.
Yuri tidak tahu kenapa dia melakukan hal seperti itu. Mungkin dia hanya mencari pelarian untuk hatinya yang sedang terluka.
“……………”
Yoona merasa berdebar-debar, tapi di saat bersamaan dia juga merasa ini salah.
Dia tahu Yuri baru saja ditolak sama Jessica.
Dia tidak akan membiarkan kata-kata Yuri melarutkannya ke dalam kebahagiaan semu.
Yoona menyentakkan tangan Yuri sedikit terlalu kasar.
“Yoona?”
“Yuri unnie jahat! Kalau unnie bilang begitu bisa-bisa aku salah paham!”
“Hah? Salah paham? Apa maksudmu Yoona?”
Yoona tidak percaya ini.
“Tidak sadarkah juga Yuri unnie?! Padahal selama ini kita sudah menjadi teman sekamar!”
Selama ini Yoona terus memendam perasaannya. Tapi akhirnya semua itu telah mencapai batas kesabarannya. Dia meledak.
“Aku…! Aku telah membaca diari Yuri unnie tanpa seijin Yuri unnie! Tidak hanya itu! Aku juga telah mencium Yuri unnie! Aku melakukannya saat Yuri unnie sedang tidur!”
“Yoona, apa yang kamu-“ Yuri masih melongo bingung melihat Yoona meledak-ledak seperti ini. Ini pertama kalinya terjadi sejak dia kenal Yoona.
“Setelah kukatakan semua ini apa Yuri unnie masih tidak mengerti juga?!”
Lama Yuri mengawasi Yoona. Kata-kata Yoona seperti lambat sekali untuk bisa diakses otaknya. Lalu dia merasakan getaran-getaran ganjil.
“Yoona, kamu… masa sih kamu menyukaiku?”
“Uhh…”
Yuri melihat Yoona sedang menatapnya dengan tatapan yang belum pernah dilihatnya bersorot di mata Yoona.
Tidak tahan terus tersiksa seperti ini, Yoona mengambil keputusan cepat untuk keluar dari kamar.
Brak!
Pintunya setengah terbanting. Sekarang suasana kamar menjadi hening.
Yuri memegang kepalanya yang terasa kacau.
“Aku… aku tidak percaya ini… Yoona membaca diariku? Dan dia menciumku saat aku tidur? Jadi yang waktu itu bukan mimpi?”
______________________________________________________________________________________________________________

Sooyoung

“Sooyoung, lagi-lagi! Apa-apaan sih kamu! Mengambil jatah makan orang lain! Waktu makan bersama tadi juga kamu terus mencuri dagingku! Padahal aku sudah diam saja, tapi kamu tidak juga berhenti melakukannya!”
“Biar,” dia masih duduk dengan santai di atas sofa. Dan sama sekali tidak melepaskan pandangannya dari majalah yang dibacanya.
“Biar katamu?” Sunny memelototinya, tapi Sooyoung tetap pura-pura cuek. Sunny mendengus kesal, setelah itu dia tidak memedulikan Sooyoung lagi.
Sooyoung menutup majalahnya.
“Sunny, tunggu, aku mau bilang sesuatu.”
Sunny masih tetap cuek. Kali ini Sooyoung sengaja berdiri di depannya.
“Su-“
Sunny membuang muka dan berjalan melewatinya, membuat Sooyoung menjadi kesal.
“Huh!”
Sooyoung menarik tangan Sunny dan memutar tubuhnya supaya menghadapnya.
“Dengar dulu!”
“Aku malas dengarnya, kamu pasti bukan mau minta maaf! Jadi kenapa aku harus dengarkan kata-kata pencuri sepertimu!”
Sunny berjalan pergi ke kamarnya, tapi Sooyoung menghalang di depan pintu.
“Apaa-apaan sih?! Minggir! Aku mau masuk!”
“Aku melakukan itu supaya kamu melihatku tahu! Aku ingin perhatianmu!”
“Apa?!”
“Akhir-akhir ini kamu cuekin aku terus!”
Taeyeon yang mau masuk kamar melihat mereka. Sebenarnya Taeyeon tidak mau ikut campur. Tapi karena mereka berada tepat di depan kamarnya, mau tidak mau dia harus menengahi.
“Yah, ada apa kalian ribut-ribut?”
Wajah Sooyoung mengerut kesal melihat orang yang dicintai Sunny berada tepat di depannya,.
“Cih! Saingan ya.”
“?”
Sooyoung menarik kerah baju Taeyeon dan dengan lancangnya mencium bibirnya.
“!”
“Hah?!” rahang Sunny jatuh, kedua matanya terbuka lebar.
Taeyeon tidak sempat berkedip. Dia baru saja dicium Sooyoung tepat di bibir tanpa alasan yang jelas.
Tiga detik kemudian baru Sooyoung melepasnya.
“Huh, bagaimana? Aku baru saja mencium bibir Taeyeon lho Sunny,” kata Sooyoung dengan gaya yang sangat provokatif.
“Bibirnya lembut sekali, taruhan kamu pasti juga ingin menciumnya, keke.”
Dia memang sengaja ingin menghasut Sunny dan sekarang dia menyeringai lebar setelah berhasil melakukannya.
Sunny mengatupkan rahangnya menahan amarah, tangannya yang terkepal gemetar dengan hebat lalu-
Plak!
Tangannya melayang menampar pipi Sooyoung.
“Auw!” Sooyoung memegangi pipi kirinya yang sakit.
“Keterlaluan…”
“SEGITU INGINNYA KAMU DAPAT PERHATIAN DARIKU SAMPAI-SAMPAI KAMU MENCIUM TAEYEON DI DEPANKU??!!”
Sooyoung kehabisan kata-kata melihat mata Sunny yang berkaca-kaca.
Taeyeon sedikit kaget melihat reaksi Sunny. Padahal dia sendiri yang dicium tidak sampai sebegitunya.
Mungkin Sunny sudah marah sekali, sampai-sampai dia tidak berteriak lagi.
“Aku benci kamu Sooyoung…”
Sunny membuka pintu kamar dan membantingnya.
Brak!
Taeyeon mengerenyit mendengar suara yang memekakkan telinga dari dekat.
“……………”
“……………”
“……………”
“Mianhae Taeyeon… tenang saja, aku gak cinta kamu kok.”
“Ya, tapi kayaknya kamu sukses membuatnya jadi benci kamu…”
“Hehe gwenchana, benci kan bisa berubah jadi cinta,” Sooyoung tertawa menyembunyikan hatinya yang sakit.
Tapi Taeyeon tahu Sooyoung hanya memasang topeng.
Terus terang dia juga tidak mengharapkan Sunny mencintainya, tapi mau bagaimana lagi…
Cinta itu mahal. Tidak bisa ditawar. Tidak bisa dicicil. Tidak bisa disingkirkan dengan mudah juga. Mengendap bagai penyakit.
“Tapi Sunny juga pernah mencium kamu kan?”
“I-iya…” Taeyeon tergagap.
“Haha jadi kita impas… kuanggap itu sebagai hubungan batinku dengan Sunny saja, haha…”
“Bodoh…”
Dengan berdiri di sebelah Sooyoung begini saja, Taeyeon dapat merasakan Sooyoung memaksakan diri.
Sooyoung bersandar di tembok dan merosot jatuh ke lantai. Dia terbayang kembali kejadian barusan. Dan mulai menyesal.
“Haha… bodohnya aku…” dia menunduk untuk menyembunyikan air matanya yang mulai mengalir.
“………..ya, kamu memang bodoh…”
“Aha…haha…”
Taeyeon meletakkan sebungkus plastik yang tinggal berisi dua buah tisu yang kebetulan dibawanya di sebelah Sooyoung duduk.
“Gak butuh…” sahut Sooyoung di sela-sela tangisnya.
“Aku gak nyuruh kamu pakai. Aku cuma mau taruh disini kok.”
Lalu Taeyeon berbalik, tapi sebelum pergi dia sempat berpesan.
“Lain kali jangan lakukan hal seperti itu lagi…”
“…………….” Sooyoung tidak menjawab, tapi Taeyeon tahu Sooyoung sudah menyesali perbuatannya.
Terdengar suara langkah kakinya menjauh.
Sooyoung melihat bungkusan tisu itu tak tersentuh.
“Dasar Taeyeon itu… sudah kubilang gak butuh juga…”
Sooyoung meraih plastik itu dan mengeluarkan tisunya. Melihat itu air matanya malah bertambah deras. Sooyoung menyeka air matanya.
“Uhh… berhentilah…”
Kedua tisu itu sudah terlalu basah untuk dapat menampung air matanya lagi, tapi air matanya masih belum mau berhenti mengalir juga.
“Berhenti…”

**

Begitu di dalam kamar Sunny langsung menjatuhkan dirinya di atas kasur.
Hatinya masih panas. Dia bahkan tidak bisa menikmati kelembutan seprai yang membelai kulitnya.
Samar-samar dia bisa mendengar suara tangisan Sooyoung dari luar.
“…………….”
Dia meraih bantal dan menutup kepalanya. Berharap suaranya pergi jauh-jauh dari telinganya.
______________________________________________________________________________________________________________

Seohyun

Seohyun melihat Yoona sedang memeluk lututnya sambil menangis di atas sofa.
“Yoona unnie? Ada apa?”
“Oh gak, gak ada apa-apa kok… aku cuma sedang mengingat hal yang sedih sebagai latihan akting… haha jadi malu…”
Yoona unnie bohong, aku bisa melihat kebohongan unnie dengan sangat jelas seperti buku yang terbuka.
Dalam hati Seohyun berkata seperti itu.
Tapi dia memutuskan untuk tidak mengorek luka Yoona lebih dalam.
Yoona membenamkan wajahnya di lututnya.
“Hyunnie mianhae… bisa tinggalkan aku sendirian? Aku ingin berkonsentrasi dengan aktingku…”
Seohyun hanya patuh tanpa berkata apa-apa.
Sebelum dia masuk kamar, dia sempat melihat punggung Yoona sekali lagi.
Tubuhnya sedikit berguncang, tanda dia sedang menangis terisak-isak sekarang.
Hatinya juga ikut menangis melihat Yoona yang terluka.

**

“Kenapa kamu menangis Seohyun?” tanya Tiffany ketika dia memeriksa keadaan Seohyun di kamarnya.
“Fany unnie… tadi aku melihat Yoona unnie menangis… walau aku tidak tahu sebabnya, tapi hatiku sakit unnie…”
Tiffany tersenyum tipis.
“Kamu memang berhati lembut.”
Dibelainya kepala Seohyun dengan lembut seolah-olah ingin menabahkan hatinya.
“Tapi jangan nangis Seohyun, kalau kamu nangis, nanti aku juga ikut nangis…”
“Iya unnie… mianhae…”

*~To Be Continued~*

A/N : Wow pairingnya banyak sekali dalam satu chapter, tagnya rame XD
Aku sangat puas bisa menulis cerita ini. Mudah-mudahan feel mereka masing-masing dapet^^
Also, banyak yang bilang ribet. Kalau bagiku sebenarnya gak seribet itu. Memang alur waktunya ada yang beda ada yang sama.
Terakhir, please comment, comment kalian memberiku dorongan^^

Advertisements

Comments on: "Cinta Segisembilan (Chapter 4)" (76)

  1. YoonSicTaeNy said:

    yeaaahhh … semua merasa sakut hatii … ngga ada yng bahagia ..

    ni endingnya kalau jdi happy ending gimana yahh?? bingung … kalau sad ending sih bisa k tebakk …

    lanjutt thorr …

  2. Ntar Endingnya TaeNy-YulSic-SooSun-YoonHyun kan? ._. Semoga

  3. Mungkin seharusnya semua member soshi pergi ke kelinik tongfang biar kisah cintanya jadi pada bener, wkwk. Compicated banget ini cerita.

  4. Kok aku berasa di chaptr ini, dari mrka ber-9 yang paling berdarah dingin itu Sunny ya? Kesannya agak gimana gitu, egois, maksa, dan raja tega.^^ Yah, Soo juga salah sih, main cium Taeng seenaknya aja. Blum2 itu bibir taeng laris bangt ya. Lama2 tar Sica juga nyium Taeng lagi sbagai plarian. ^^ Huh, ribet dah klo gitu. Bnar2 dari ke-9 member soShi memang Taeng yang punya pairing paling banyak, baru Fany (mnurut yang aku baca lho).
    Ini klo dibaca-baca lagi, kok selain banyak yang patah hati n cemburu, banyak juga yang hibur-menghibur ya. XD Yah, smoga smuanya gak jadi khilaf n mencari pelarian d. jadi mikir juga, gimana ya klo khidupan aslinya mrka juga kayak gini? yah, gak usah sampai segi 9 lah, segi 4 atau 5 aja gitu, apa mrka masih bisa mempertahankan profesionalitas mrka ya klo saling cemburu, ditolak, n sakit hati bgini. XD
    BTW, update-nya cpat skali thor. klihatan skali klo author sangat mnikmati mnulis FF ini. Good job n thx thor. ^^

    • haha aku selalu plng suka baca komentarmu, habis panjang sih^^
      wkwkwk Sunny berdarah dingin ya? binatang dong XD *just kidding
      soalnya kayaknya cocok dgn sifat Soo (hehe kayaknya malah itu adegan yg plng kusuka di chapter ini 😛 )

      memang sih, walau biasanya Taeng pasif2 aja ke member yg lain, kalau sm Fany baru agresif XD

      memang sengaja kuberi sedikit humor biar bisa ikut senyum2 sendiri 😀
      ya, aku jg jd kepikiran seandainya kalau itu memang terjadi haha
      sama2 ^^

  5. D’chap nih! Npa, jdhee skit hti smwa?? Jdhee, pngen ngis deh! Hiks,,hiks,, heheh 🙂
    Oya, tpi endingny gmna nih? Pa, sad ending kah? Taw, happy anding? Pnsran!!! Smoga, happy ending deh! Dngn psangan msing2!!!
    Fighting….
    😀

    • syukur kalau bisa nangis, berarti feelnya dpt^^
      tp ada humornya jg, jd mgkin malah ketawa deh wkwkwk
      ya gitu deh
      kayaknya lbh ke happy end sih, tp msh bingung jg 😀

  6. keren ceritax 😀
    g sabar nunggu chapter slanjutx 😉
    hwaiting eonni 😉

  7. waduh..masih bingung mo komen apa, hidup ini sudah ribet jadi berasa tambah ribet haha

  8. gak nyangka yaa sooyoung itu lucuu dan bnr2 bodoh dii chap inii,,haha
    Aw yulsic sma sootae kissu2,, yah wlpn pmksaan jga sih,,,
    Smkn ribet nii cnta mrka,,dan smkn menarik pstinya.

  9. author suka bgt buat semuanya patah hati.tpi yg paling menyedihkan nasibnya taeyeon,soo,yul

  10. setuju banget sama author.. cinta itu mahal, tidak bisa dibeli, ditawar, dicicil, dikredit, diretur, diaktiva , dipasiva,, #apadeh..(-,-“)
    tapi g tau kenapa aku suka banget liat taeng disini yg putus asa,, heehee #dibomsamataegangsters..

    oia, author mendingan endingnya angst aja,, e tapi terserah author deh,, yg penting taeny berpisah.. #readerbanyakmau..
    ayo author semangat !!! \(^o^)/

  11. HaHA itu bukan sbuah ksngajaan kok. Mang sudah bawaab. Klo ada ujian essay juga aku jawabnya panjang2. Pengennya smua momen yang brksan dikomentarin gitu. Apalagi klo sudah FF SoShi. Jadinya ktrusan. Kadang juga jadi gak enak klo comment kpanjangan. XD
    Yah klo mnurut aku c mrka bisa aja maksa2in ttap profesional, tapi namanya juga manusia, apalagi tiap hari ktmu tinggal seatap, pasti lama2 bakai failed juga n brpngaruh k krjaan. Manusiawi lah itu.
    Iya Sunny kayaknya gak pduli gitu sama-skali ama prasaan Soo. Bahkan Soo nangis aja dia gak mau dngr. Klo yang lain kan walaupun nolak, tapi masih ttap mnjaga prasaan orang yang mncintainya. Klo Sica walau kasar tapi kan maksudnya gak mau bri harapan kosong k Yuri. Nah ini Sunny kasarnya mang karna tega.
    Hehe comment author aku anggap sbagai pujian, tapi suka cuma gara2 panjang nih? Padahal kan tiap commentku slalu sarat akan analisis yang mndalam (apa coba) XD. Yah aku akan ttap comment slama author ttap brkarya kok. ^^

    • haha itu artinya jeli dgn isi ffnya, jg aku suka baca analisismu itu XD
      ya, pasti, kayak Taeng tuh, karena khawatirin Fany pernah narinya jd payah bgt, kyaaaaa Taeng knp lucu sekali ❤

      hmm mgkin memang wajar kalau Sunny begitu
      coba saja km bayangkan orng yg ngejar2 km dgn cara yg menyebalkan tiba2 nyium orng yg km sukai di dpn matamu dgn alasan hanya untuk cari perhatian km
      gmn gitu? berasa pingin nampar gak sih? :3

      makasih^^

      • Iya makanya aku bilang Soo juga salah. Taeng yang gak tahu apa2 jadi korban. Prtama dicium Sunny trus dicium Soo. Fany dapat ‘bkas’ SooSun dong klo tar TaeNy nyatu. XD.
        Gak cuma nari, yang pas nyanyi nada tinggi juga gak sampai kan Taeng gara2 mikirin Fany, amp nangis lagi. Arghh knapa kau bgitu sweet Taeng. Fany asyik bangt ya bisa diprhatiin gitu ama Taeng. ^^ Rasanya gak ada pairing yang sampai sbgitunya kayak TaeNy ini. ^^

      • ahaha jgn bilang bekas dong XD
        kyaaaaaaa Taeeeeee, so sweeet^^
        bener bgt, makanya TaeNy paling disukai
        mudah2an perasaan mereka gak pernah berubah, TaeNy forever \^^/

  12. aaaaaaa~~~ bagus bgt jlan crtanya unik :3
    keep fight thor ^^

  13. Locksmith said:

    annyeong, sdh lama tak komen jd kangen ma blog ini. napa nm’a maifate?. ok deh, dr pd bnyk cing cong, q lngsng komen…gila thor, nie ff ato naskah drama?, jd bngung. Aduh, ksian bngt Taetae…napa Yoona jd pmboong gt? weleh…panjang amat komenku. kata terakhir, semangat!

    • karena suka nama fate
      lalu mai dipelesetkan dr kata my
      jd kalau diterjemahkan kayak ‘takdirku’ haha XD
      naskah drama kali XD

  14. Annyeong,,,
    Yeah thor kreen,,Feel nya dpet bnget,,,,,bnneran dehh,,wuih
    Yng pling dpet Feel nya tuh d Sooyoung,,,,,
    Pas wktu dia nglakuin apa aja demi d perhtikan sunny,stelahnya dia Mnyesal krena slah cranya,,dan pngen ktawa juga lihat Kekonyolan Soo,,,,,ckckck
    Huaaa smuanya Patah Hati,,,gmna obatnya nie??

    Kreen thor,,d tunggu lnjutannya,,,
    Fightaeng

  15. Makin rumit ._. Tapi jujurlah ini paling seru ceritanya,soo nyium tae?? LOL soo orang ke tiga setelah sunny dan gua XD doohh seobang gua dicium cium sih -,- disini semua member lagi pada galau yee ._. Semoga happy ending lahh 😀

  16. Wah..soo nekat amat yah 0,0..riweh..-,-“..semua’a terluka & keras hati..jadi sulit buat nebak2 endinya..u,u

  17. Miss New New said:

    tes

  18. Keren bagus keren bagus keren bagus…
    Sy tunggu chapter selanjutnya 🙂
    Hwaiting…

  19. yeah ayam kambek :p *sapelo
    udh lama kaga ksni bnyk epep uii , ini cinta segi 9 yg runyam .
    aku bc part seofany ma hyosoo + hyosic tuh aneh . soalnya jarang nemu momennya . kekekek .
    cb cinta segi 9 nya gni : tae-fany -yul-sica-yoong-seo-hyo-sunny-soo-tae , mungkin lebih kebayang momentnya :p
    di tgg jg ff yg soosunnya ^^

    • Kalau HyoSic mgkin memang jarang
      tp HyoSoo sm SeoFany itu lumayan, cuma mereka ketutup sm pairing lain sih
      malah Hyoyeon dibilang Ummanya Sooyoung untuk berhenti secretly admiring Sooyoung and confess soon lho wkwkwk

  20. Yeoun12_jean said:

    wah wah wha.. makin seru aja nihh..
    kira kira mana duluan yah yg entar jadian..
    yulsic, taeny, soosun, or yoonhyun..???

    tapi kok aku rasa chap ini pendek yaa ??
    #perasaan aja kali…
    mungkin karena ceritanya dibagi bagi gitu yahh..
    apalagi pairingnya banyak banget

    ummm… ditunggu kelanjutannya yahh…
    fighting !!!

    • karena chapter ini mereka bersembilan muncul
      pdhal sejauh ff ini, chapter ini yg plng panjang lho

      • Yeoun12_jean said:

        oh ya.. ?? mungkin aku bacanya terlalu bersemangat kali yaa…
        jadi rasanya chapnya kependekan heheheh 😀
        ok dehh.. aku mau lanjut baca dulu dehh
        part 5 nya dah muncul..
        cappcusss

        fighting !!!

  21. Halah2, xmuanya terluka. Xmuanya nangis! Pnazaran ahrnya gmn. Lnjt th0r!

  22. waduh, makin rumit aja thor, jd pusing… unpredictable banget thor.

    aku ga ngarep ni cepet kelar, tapi kalo ending moga yg sad aja deh, angst skalian jg gpp, wkwkwk…

    kutunggu next chapter thor, jiayo…!!!

    • ahaha skrng aku jd bingung nih nu
      ada yg berharap happy end ada yg berharap angst, wkwkwk aku sih mau ngikutin flow cerita saja deh

  23. yah pda skit ht smua ni,n pda tangis2an ni.n gmn ya akhrnya?
    Mga 2 happy end ya dngan psangan msing.sdih deh lhat mrka pda tngis smua.dtggu chap slnjut@.hwaiting n gomawo..

  24. seru sih thor tapi terlalu panjang itu malah membuat pembaca bosan.. :/ bikin yang panjang tapi pembacanya penasaran gitu thor 😀 #masukan

  25. Kimtaeyeoung said:

    Yul ma soo dapet sial dri sica,sunny..dapet tamparan..
    Bener2 hubungan yg rumit..
    Jadi bener2 bgg endingnya ntar gimana soalnya klo per couple pasti ada sisa yg memang akhirnya tersakiti..kekeke
    bener2 seru..

  26. taengppany said:

    kayanya jualan tissu di depan dorm mereka bakalan laku keras deh thor, hampir semuanya nangis di chapter ini
    yang paling konyol itu sooyoung, cari perhatiannya keterlaluan banget taeng di cium cium -_-

  27. ashleyrfs said:

    Turut berduka untuk kisah cinta segisembilan ini…. Semua’a bertepuk sebelah tangan….
    Ending’a gimna y?? Kalo ending’a jdi kebalik gmna?? Yang di kejar jdi yg mengejar….
    *peace… Kabur~~~~

  28. bngung mo ngmong apa tpi lucu 😀

    Ujung’ nya pasti mereka kembali pada pasangan masing’ khan thor 😀

    Lanjut thor daebaak. .

  29. Miss New New said:

    ehem-ehem
    Seperti lirik lagu dangdut Jatuh Bangun karya Meggy Z (cmiiw), “percuma saja bercinta kalau takut sengsara” xD

    Thor, aku sih gak ngerasa bosan apa gimana
    Menurutku seru dan beda dari biasa
    Kecuali kalo ngalamin hal seperti ini sendiri, wah bisa muntaber saking sedihnya x)

    Kalo mau ending yg angst juga pasti oke asal ada twist-nya, kau dapat restuku Thorrr *sok iye

    Thor aku kan kalo komen kadang panjang kadang singkat, kamu suka gak sama komenku? *pertanyaan macam apa itu??

    • aku jg merasa seru, makanya aku lbh suka nulis ini dibanding we were meant to be together (maaf jd terbengkalai +.+ )
      tragis kalau ngalamin ini sendiri X)
      chapter dpn sdh ada twist jd mgkin pd melongo ‘ha??’ XD
      ya gpp jg, yg penting comment dah XD

      • Miss New New said:

        Iyaaah @,@
        Nasib Sunny terbengkalai *mewek

        Thor berjanjilah kau akan nengok Sunny sesekali di ff bawah

        Aku bisa bayangin Sica mencak2 karena nasib percintaannya di gantung ama kamu wkkwkwkw

      • wkwkwk musti hati2 sama violent Sica XD

  30. wah…wahhh…perlu banyak tissu, sedihhhhh banget bacanya….

    pairingnya melingkar-lingkar…
    seohyun care banget sama yoong, mpe ikut2-an nangis…
    loyalist banget

  31. keren bgt chapter yg ini thor. wadoh, ternyata s rusa ngungkapin perasaan juga akhirnya. tak kirain bakal dy pendam terus thor 😛

    tapi seo blom tau ya klo s rusa naksir s yuri 😀

  32. good job unnie!
    chap kali ini bikin aku miris tapi juga ketawa-ketawa sendiri. :p

    yang paling pengen aku acungin jempol itu hyo! keknya dia tetep tegar dan bisa ngontrol emosi walopun nyata-nyatanya dia ditolak ama soo. terus hyunie juga, walopun maknae ini kesannya mellow tapi hatinya angel.. hahaha. emang dari sononya kali yak.. tiffany juga nggak ketinggalan. cuma, rasanya agak sebel aja baca scene pas dia minta biar taeng nggak terlalu baik ama dia. hiks… hmmm.. scene pertama ngingetin aku ama ffmu dulu yang judulnya.. soshibond nine angel deh. eh bener ga sih judulnya un? kan taeng juga nyelametin hyunie yang lagi kepleset kalo ga salah.

    trus trus.. aku juga give aplause buat soo ama yuri. mereka nekat perjuangin cinta mereka walopun ujung- ujungnya kena tabok ama sun kyu n sooyeon. bravo untuk soori! hahaha. oiya, yang paling berkesan tuh pas scene yoong ama yul di kamar un, harusnya yoong kan seneng kalo yuri bilang kalo mau belajar suka ama dia, tapi malah sedih karena nyadar itu bukan jalan terbaik, soalnya yuri cuma butuh pelarian.

    wah, commentku panjang bener… jangan pusing bacanya ya un.
    jempol 27 deh buat unnie!!! 😀

    • oh scene itu ya 😀
      tp sebenarnya aku cuma terinspirasi dr fanaccount, katanya tae pernah nangkep tiffany yg hampir kepleset, menurut pengakuannya tae memegang tiffany sgt lembut^^
      lalu taeny & soosun yg mkn pizza jg terinspirasi dr ufo

      oh kalau aku sih adegan soo menghasut sunny dgn nyium tae yg plng berkesan wkwkwk
      27 itu taeny day dong^^
      aku suka baca comment panjang kok^^

  33. sica jung said:

    wahhhh
    yoona ngukapi perasaannya ke yul
    pasti di tolak
    lanjut thor

  34. emang si hyosoo + seofany ada momentnya , tp feelnya udh beda karna hyosoo terkenal sbgai pranksternya snsd sm kyk yoonyul , kalo seofany image ibu anak ud nempel di otakku jd kalo mkir mereka ada sesuatu itu susah . WKWK

  35. SooHyo… SeoFany…. gag nyangka baca SeoFany lagi…

    Senyum2 bacanya.. tpi sering juga mngerutkan dahi…

    author semangat…

  36. Wiyulsic said:

    Yulsic ama soosun tragis, kasian yul ama soo msing2 dapet tamparan ..hehe
    ajaib soo abis d’tampar msh cekikikan aje ..kekek^ *peluksoo ❤
    pairingnya emng bejibun d'epep ini ..kekeke
    lanjut trus thor

  37. taegangSoneSic said:

    kata2nya taeyeon yg diawal tu bagus thor,saya suka..
    hhi
    waduh,ternyata aku bner slah tbak soal yulsic..haha
    lol pas bagian SooSun..
    soo ada2 aja abis ditabok malah cekikikan bgtu..ckck,tapi kenapa taengku harus dicium ma SooSun,harusnya tukan jatah fany sama aku *plak
    oia,Seo nya bgimana tu thor?*penasaran*

  38. taeny so sweet banget~ tapi kesian tae malah digituin sama fany T.T sabar yah tae~ kamu pasti bisa dapet fany!! Hwaitaeng!! yuri sama youngie maen nyium aja, Ckckck taesica yg tabah ya._. Sunny juga jahat sama youngie!! Yuri juga jahat sama yoona~ yoong jadian aja tuh sama hyun~ hahaha 😀 fany juga terima aja taeng!! 😀

    buat author: ceritanya gak ribet,kok!! Pokoknya bagus deh ceritanya!! Thank’s for your hardwork~ hwaiting:D (maaf kalo kepanjangan)

  39. Nyesekk bangett siih part ini…
    Nggak tega… Terlebiih ama SooYoung… kasian diia… sakitt bgt rasa.nya…

  40. lee deyeon said:

    Aduh sngking bnyak nya pairing jdi pning gni, hehe..
    Yg sukses bkin galau cuma Taeny..
    Waaaa Yuri krang ajar amat dy mau ma Yoong cuma untuk plmpiasan nya..
    Syoo somplak nya ga ktulungan..

  41. taenyjjang *fatmi95 said:

    SooTae ny gw suka, gentle banget gitu kesan ny..ngahaha

  42. hennyhilda said:

    Author d bikin hepi ending donk

  43. huuuaaaaa parttt ini keren, jd nyesel kenapa gak ktmu wp ini dari dulu yaaaa.
    jd telat gini deh bacanyaaa,
    yg jelas part ini bkin air mata saya keluar, ikutan nangiss nih karna soona nangisss, :”( harus baca sampe ending nihh,

  44. Aishhh, Sica sama Sunny unnie ngeri yah, main gamprat gamprat aja 😀
    Kak kasihan pipinya Yul sama Sooyoung unnie 😀

    Tapi sumpah yah kak Maifate, pas bagian Sooyoung unnie, aku keke sampek guling guling 😀 Lucu benerrrr XD
    Padahal Sooyoung unnie udah berusaha serius sama Sunny unnie, tapi karna pembawaannya yang rada koplak, jadi sengklek deng XD
    Sooyoung unnie Sooyoung unnie, kenapalah bisa ada manusia sepertimu XD

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: