~Thank you for your comments~

Cinta Segisembilan (Chapter 3)

Yuri

Setelah Yuri memergoki Jessica membaca diarinya, Jessica marah dan meninggalkan kamar.
“Kenapa aku yang jadi kena marah? Ih aneh deh Sica, orang dianya yang ngintip.”
“…………….” Yuri menatap nanar buku diari di tangannya.
“Tapi bagaimana ini… kalau dia sudah baca diariku ini berarti sekarang dia sudah tahu perasaanku dong…”
Pintu terbuka sekali lagi, kali ini yang masuk adalah Yoona.
“Tadi aku mendengar suara ribut-ribut lalu Jessica unnie keluar dari kamar seperti habis marah. Ada apa?”
“Ya begitulah.”
“Unnie bertengkar?”
“Aniyo, tadi Jessica hanya masuk ke kamar kita lalu seenaknya baca bukuku tanpa ijin.”
“Memangnya apa yang Yuri unnie tulis di buku itu?”
“Mau tahu?”
“Hmm, iya?”
“Rahasia.”
“Eh pelit.”
“Hehe, jadi Yoona jangan seperti Jessica ya, diam-diam membaca buku diari orang lain itu gak baik lho.”
“Iya unnie,” jawab Yoona sembari berjalan ke depan lemari dan mengeluarkan pakaiannya.
“Yah Yoona, boleh aku curhat sedikit?”
“Hmm, mau curhat apa?”
“Eng itu, gimana bilangnya ya…”
“?”
Yoona sudah selesai mengambil pakaiannya dan kini dia duduk di sebelah Yuri.
“Apa?”
“Gak jadi deh…”
“Apaan sih ah unnie! Jangan bikin orang tambah penasaran dong!” kata Yoona mulai tidak sabaran.
“Iya iya, tapi jangan bilang siapa-siapa ya Yoona?”
“Ne, Yuri unnie bisa percaya sama aku.”
“Sebenarnya aku…”
“Ya?” Yoona mencondongkan tubuhnya untuk mendengar lebih jelas. Tanpa sadar dia menahan napas.
“Aku…”
“Ya?”
“Ingin makan takoyaki,” kata Yuri dengan wajah serius.
“……………..”
“……………..”
“……………..”
“……………..”
“Bukan itu kan yang ingin unnie bicarakan?”
“Iya, kau tahu saja Yoona,” Yuri tersenyum jenaka, lalu mengangkat tangannya untuk melindungi dirinya dari pukulan bantal.
“Unnie ah! Orang sudah bela-belain serius malah-“ kata Yoona gemas.
“Ah, tapi aku benar-benar ingin makan takoyaki, sudah lama sekali gak makan, hemm,” Yuri memejamkan mata sambil membayangkan nikmatnya rasa takoyaki. Di saat bersamaan dia juga menikmati mempermainkan Yoona seperti ini.
“Nanti kan bisa, lanjutkan.”
“Tadi sampai mana ya?”
“Unnie kalau gak niat cerita aku mandi saja deh.”
“Ah tunggu!” Yuri menarik tangan Yoona.
“Gak mau ah, unnie gak serius serius padahal sudah kutungguin,” Yoona tetap berjalan membuat Yuri ikut terseret.
“Iya deh kali ini aku duarius!”
Yoona berhenti, dia kembali duduk di tepi kasur.
“Kalau begitu cepat, nanti keburu jam makan.”
“Ah tapi sebelum itu mana takoyakinya?” Yuri nyengir.
Ketika melihat air muka Yoona bertambah menyeramkan, buru-buru dia mengganti topik.
“Sebenarnya aku… sudah sejak lama menyukai Jessica.”
Tubuh Yoona membeku.
“Eh… apa?”
“Ya, begitu banyak hal yang sudah kulalui bersama dengan Jessica. Dan lagi setelah dia membaca diariku, aku rasa sudah saatnya aku menyatakan perasaanku.”
“…………….”
“Aku gak mungkin bakal selamanya terus menyembunyikan perasaanku kan.”
“…………….”
“Mungkin kau merasa aneh tapi… terkadang aku merasa Jessica itu belahan jiwaku,” Yuri tersenyum lembut membayangkan Jessica. “Saat aku memeluknya dia terasa sangat pas dalam pelukanku, seolah kami memang diciptakan untuk bersama…”
“…………….” Yoona masih membisu. Hanya wajahnya yang bertambah muram.
“Ahaha, kedengarannya aku jadi kepedean nih.”
“…………….”
“Yoona? Yoona? Yeoboseyo?”
“Eh? Apa unnie?”
“Gimana sih Yoona, kok kamu malah bengong?”
“Ehehe mianhae Yuri unnie, mendadak ada sesuatu yang kupikirkan.”
“Ah paling kamu lagi mikirin apa makan malam nanti kan?”
Yoona hanya tertawa.
“Serius dah, lama-lama kamu benar-benar jadi shik shin kayak Sooyoung.”
“Ahaha.”
Yoona berdiri membelakangi Yuri.
“Soal Jessica unnie tadi, mungkin unnie benar. Lebih baik unnie katakan saja, siapa tahu Jessica unnie juga punya perasaan yang sama…”
“Yoona… doakan semoga aku sukses ya?”
“………….ya”

**

Yuri POV

Dini hari.
Akhirnya sesi latihan berakhir, kami semua kembali ke kamar masing-masing. Aku benar-benar sudah kangen dengan kasur empukku.
Setelah berganti pakaian, aku segera menyelinap masuk ke balik selimut.
Ah, punggungku terasa seperti sudah bertahun-tahun tidak menyentuh kelembutan ini.
Aku terlalu lelah untuk berpikir apa-apa lagi jadi tidak lama kemudian aku langsung tertidur.
………………………………….
………………………………….
Aku bermimpi Sica.
Aku ditolaknya. Dia bilang dia mencintai Hyoyeon. Dan mengata-ngataiku dengan ketus.
Rasanya aku seperti menangis dalam mimpiku.
“….uuu….Sica……..wae……”
“…….Yuri unnie…..”
Seperti ada yang memanggil namaku.
Aku mengenali suara ini.
Kemudian aku merasa sesuatu menyentuh pipiku kemudian bibirku.
Dalam keadaan setengah terpejam, aku melihat wajah Yoona.
Kenapa wajahnya terlihat begitu sedih?
Diserang oleh rasa kantuk yang berat, aku tidak sanggup melawan lagi.
Mataku kembali terpejam.

Paginya aku terbangun beberapa menit sebelum alarm di ponselku berbunyi. Aku duduk dan berusaha mengusir rasa kantuk yang masih menyelubungiku.
Lalu aku langsung teringat.
Kuusap bibirku perlahan.
Yoona… menciumku… di bibir…
Lalu aku melihat ke tempat tidurnya. Punggungnya terlihat di balik selimut. Tampaknya dia sedang tertidur.
“………………”
Ah tidak mungkin.
Tadi malam aku terlalu capek, sampai aku bermimpi sedih…
Yoona mana mungkin melakukan hal seperti itu padaku.
Ya, itu pasti cuma mimpi.
______________________________________________________________________________________________________________

Sooyoung

Sooyoung sedang melamun, membayangkan kembali kejadian saat Sunny membantunya di atas panggung.
“Ah Sunny…”
Sooyoung senyum-senyum sendiri di kamar sambil memeluk bantal.
Dia tahu Sunny melakukannya hanya sekedar teamwork. Tapi itu saja sudah membuat Sooyoung semakin jatuh hati. Karena dibanding yang lainnya, Sunny yang paling cepat bereaksi.

**

(lanjutan dari bagian Jessica)
“Hah? Bantu?”
“Duduk dan lihat saja.”
“Taengoo~” Jessica langsung mendekati Taeyeon dan mencubit kedua pipinya.
“Auw auw! Hentikan ah Jessica!” otomatis Taeyeon melepaskan tangannya pada Sunny dan berusaha melepaskan tangan Jessica dari pipinya.
“Taengoo kamu imut deh, hehe~”
Sooyoung tertawa kecil melihat tingkah Jessica.
Dia melihat Sunny seolah kecewa ketika Taeyeon tidak lagi mempedulikannya dan perhatiannya lebih terfokus pada Jessica.
“Sudah kuduga… Sunny memang…”

**

Saat itu Sooyoung tidak sengaja berada di depan kamar SunYeon.
“Aniyo aniyo! Biarkan saja Sooyoung sama Hyoyeon! Aku tidak suka padanya!”
Dia mendengar dengan jelas suara Sunny dari dalam. Dan hatinya seolah ditembus oleh anak panah.
“Sakit… kayaknya mau berdarah nih…” rintih Sooyoung sambil memegangi dadanya.
“Kenapa kamu sekejam itu sama aku Sunny… padahal aku gak suka Hyoyeon…”
______________________________________________________________________________________________________________

Yoona

Yoona sama sekali tidak menyangka.
Akan harus menggunakan kemampuan aktingnya di depan Yuri.
Tertawa.
Berpura-pura seolah tidak terjadi apa-apa. Seolah semua baik-baik saja.
“Yoona… doakan semoga aku sukses ya?”
Kata-kata itu memukulnya bagaikan sebuah palu raksasa. Kalau tidak harus menjaga sikap di depannya barangkali Yoona sudah ingin berteriak.
“………….ya”
Yoona tidak tahu darimana dia bisa berkata seperti itu. Tapi yang jelas hari itu Yoona sadar kalau cintanya telah tandas tanpa sempat dinyatakan. Seperti kalah sebelum bertanding.
Setelah itu Yoona pergi mandi. Sekaligus alasan untuk menyembunyikan tangisnya di bawah pancuran air.

**

Yoona POV

Malam harinya, mungkin karena terlalu workaholic aku jadi belum bisa tidur.
Sudah hampir satu jam aku terus berbolak-balik di atas kasurku.
Lalu aku melihat Yuri unnie yang sudah tertidur pulas.
Aku tidak tahu apa yang mendorongku, tapi aku mendekati ranjangnya.
Dengan bantuan cahaya bulan dari jendela, aku bisa melihat wajahnya yang tertidur dengan damai.
Maaf Yuri unnie, sebenarnya aku sudah tahu.
Aku berdosa telah berdusta pada Yuri unnie.
Diam-diam aku telah melihat apa isi diari Yuri unnie…
“….uuu….Sica……..wae……”
Dia mengingau memanggil nama Jessica unnie. Air mata mengalir keluar dari celah-celah bulu matanya.
“Yuri unnie…”
Kenapa…
Padahal kamu sedekat ini denganku, tapi kenapa kamu terasa sangat jauh…
Dengan hati-hati agar tidak membangunkannya, kuusap air mata yang mengalir di pipinya.
Kepalaku terasa pening, aku tidak tahu apa yang merasukiku.
Kuselipkan rambutku ke belakang telingaku, lalu kudekatkan wajahku ke wajahnya.
Ketika jarak kita hanya tinggal beberapa senti, sesuatu dalam diriku menghentikanku.
Akhirnya aku hanya menyentuh sedikit ujung bibirnya.
Aku akan berada disisimu…
Walaupun ini tidak seperti yang kuinginkan.
______________________________________________________________________________________________________________

Third Person POV

“Unnie…”
Suara lembut itu menyadarkan Yoona dari lamunannya. Entah kenapa tatapan matanya itu seperti mengerti akan dirinya.
“Yoona unnie… mau temani aku pergi sebentar?”
Yoona mengangguk. Saat ini dia sedang butuh sesuatu untuk menyingkirkan pikiran-pikiran yang membuatnya sakit hati.

**

Seohyun berjongkok di depan sungai Han, dia mencelupkan sedikit tangannya ke dalam air.
“Unnie, apa kau percaya dengan yang namanya belahan jiwa?”
Lalu tiba-tiba Yoona jadi teringat kata-kata Yuri.
“………………”
Seohyun menggeser tangannya hingga tercipta aliran air.
“Seseorang… seseorang yang tercipta hanya untuk dirimu seorang sedang menunggumu di suatu tempat dunia ini. Dan suatu saat kalian akan dipertemukan dengan cara yang mungkin tak terduga.”
“Hmm… aku ingin mempercayainya…” kata Yoona lirih.
Aku bukan belahan jiwanya… jika Yuri unnie sudah memiliki belahan jiwanya, lalu dimanakah belahan jiwaku? Pikir Yoona memandang sekeliling dengan sedih sambil merasakan angin sejuk yang membelai kulitnya.
Seohyun memandangi pantulan dirinya di air sambil tersenyum melankolis, “…aku suka Yoona unnie…”
“Apa?” kali ini Yoona memandang Seohyun. Semua lamunannya buyar seketika.
Seohyun berdiri dan berpaling pada Yoona. Matanya berkaca-kaca.
“Tapi sepertinya… aku tidak diciptakan sebagai belahan jiwa Yoona unnie ya…”
Yoona memandang Seohyun masih dengan tatapan tidak percaya.
“Maaf unnie, tolong lupakan saja perkataanku barusan…”
Seohyun berlari pergi.
Yoona mengangkat tangannya hampir mengejar Seohyun, tapi mendadak niatnya terhenti.

**

Yoona sampai di dorm.
“Ah, unnie sudah pulang.”
Seohyun tadi pulang duluan.
Yoona masih tidak tahu harus memasang wajah seperti apa di depan Seohyun.
Tapi Seohyun menyambutnya dengan biasa. Seperti bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa?
“…aku suka Yoona unnie”
Terbayang lagi dalam benaknya kata-kata Seohyun barusan. Dan juga matanya yang basah.
Seohyun jelas tidak sedang mempermainkannya. Itu sungguhan.
Tapi dia tidak mengerti.
Apakah Seohyun hanya mencoba bersikap wajar agar tidak menyusahkannya?
______________________________________________________________________________________________________________

Seohyun

Satu minggu setelah kejadian itu.
Asrama sedang sepi.
Klek
Seohyun masuk ke dalam kamar Yoona dan Yuri.
Pandangannya langsung tertuju pada barang-barang Yoona. Dia berjalan pelan-pelan seperti sedang menyelinap.
Tangannya mengelus seprai Yoona, matanya memandang tempat Yoona tidur dengan penuh kasih sayang. Lalu pandangannya beralih ke lemari pakaian mereka.
Seohyun membukanya. Mengambil salah satu pakaian Yoona.
Seohyun mendekap baju itu di dadanya erat-erat. Hatinya dipenuhi perasaan yang menyesakkan.
“Yoona unnie…” matanya mulai berair.
Klek
“!”
“!”
Tadinya Yoona mengira dia adalah Yuri karena itu Yoona sangat kaget begitu tahu dia adalah Seohyun.
“Hyunnie…?”
“A-ah…” Seohyun memandang Yoona dengan ketakutan.
Yoona melihat pakaian miliknya berada di dalam pelukan Seohyun. Lalu terjatuh dari pelukannya.
Seohyun terlihat seperti mau menangis.
“…to-tolong maafkan aku Yoona unnie! ………aku memiliki perasaan seperti ini terhadap unnie, unnie pasti jijik sama aku sekarang…!!”
Ia membungkukkan badannya dalam-dalam. Yoona sendiri masih tidak percaya. Walau pura-pura tidak terjadi apa-apa di antara mereka, Seohyun ternyata masih memendam perasaan terhadapnya.
“Aku janji tidak akan melakukannya lagi! Aku juga janji tidak akan dekat-dekat Yoona unnie lagi kalau tidak diperlukan!”
Entah kenapa Yoona merasa sakit hati mendengar Seohyun berkata seperti itu.
Yoona merangkul Seohyun.
“U-unnie…?”
“Tidak apa-apa Hyunnie… kau tidak perlu menjauhiku, aku tidak jijik padamu.”
Yoona membelai rambutnya.
“Aku senang… kamu memiliki perasaan seperti itu terhadapku…”
Yoona sangat mengerti perasaannya.
“Terima kasih…”

*~To Be Continued~*

A/N : Di video bagian Sooyoung, ada adegan seperti yang tertulis di diari Yuri hehe

Advertisements

Comments on: "Cinta Segisembilan (Chapter 3)" (70)

  1. I’m First?????*prookkkk

    Hhaa,,gmna ya ,ehmm nantinya bklan gmna nih ,,,,
    Agk ksian ma Hyunnie,,,hmm
    D tunggu lanjutannya thor,,,
    Fightaeng^^

  2. Hadeh…hadeh… Ne knpa jd bgini. Tmbh muter2 ja deh! Tp ahrnya ntar bkal hepi ending kn th0r? Iya kan! Iya deh!

  3. nah ternyata seru banget chapter ini thor…. kasian banget ma seohyun, pasti sedih banget ya dia…

    siiipp banget thor, aku tunggu next chapternya. Ganbatte…!!!!

  4. kwon_cesar said:

    wah, udah ada update an nya lagi,,,

    baru pertama kali loh nemu FF dimana tae sama fany berpisah …
    sering2 aja mereka di pisahin.. hehehe #digebukinsamataenyshipper….

  5. Riweh yah..Oke Sip~ jadi semua’a merasakan sakit yg sama u,u kaya’a bakalan panjang yah..kekeXD

  6. Kimtaeyeoung said:

    Bener2 saling menyesakan bacanya..
    Terus nanti gimana jadinya..sama2 pada bertepuk sebelah tangan gini..

  7. sica jung said:

    sumpahhh
    kasihan bget soo ma seo
    pasti sakit bget
    lanjut thor

  8. waah yoonhyun kayaknya bakal duluan nyatu nih 😀

    yah tapi.. duh ojan.. ribet ya.. #komenapaini

  9. aihhh… so sweet!
    videonya keren tuh.. soshibond emang jjang!

    eh un, sekarang kamu semester berapa? ato malah udah lulus?

  10. haiyaaaa aku jadi pusing bacanya..
    knapa belibet gini?

    mian, lgsg nongol dan ninggal jejak di chapter 3.

    kyknya mesti ngobrakabrik chapter judul lain yang byk kelewat.

    hwangtaeng.

  11. Miss New New said:

    ” Sakit… kayaknya mau berdarah nih..”

    Pas baca kalimat Soo itu aku sedih sih tapi sambil ngakak*eh?, aku ngebayangin Soo ngomong gitu dengan ekspresi konyolnya

    Author : orang yg aneh..

    Hayo hayo semuaah ^o^
    pada balik ke format semula yg sudah dipatenkan, Royal Family!

    Ayo taeng cari pany, pegang erat2 xD
    Soo jugaa, geret si bunny, kamu kan bongsor masa kalah kuaaat
    *jiwashippermeledak-ledak!

    • haha, kalau diomongin di mulut kayak gitu memang kayaknya lucu sih XD
      Tae oh tae malangnya dirimu…
      tp wktu mereka wrestling Sunny menang dr Soo kok 😛 (entah Soo lbh lemah atau sengaja mengalah atau karena badannya yg ketinggian wkwkwk)
      nantikan SooSun moment di chapter selanjutnya^^

  12. navy99blue said:

    huaaaaaaa duo maknaenya unye sekali..hahaa
    aku penasaran terus sama lanjutannya..
    Selalu ditunggu 😀

  13. navy99blue said:

    huaaaaaaa duo maknaenya unye sekali..hahaa
    aku penasaran terus sama lanjutannya..
    Selalu ditunggu 😀

    • hehe sepertinya memang YoonHyun yg paling berkesan di chapter ini 😀
      Silakan nantikan chapter dpn yg dijamin bakal seru jg^^

  14. Wah,,, chap 3 yach?
    Mang bner, kbnykn yoonyul yach? Jdhee, pngen gmn yg trjdi stlh kmren ma taeny,,, heheh!!#Gk nyambung…
    Tntang chap nih, jdhee kshan ma hyunnie ny!! Maksudny, trima ksih pa tuh? Kykny, blon ilang prasa2n yoong ke yul yach?
    Gk taw dah,, maw comen pa lghee! Pkokny, pnsran d’next chapny!
    ;D
    D’tnggu lnjutanny!! jngn lma2,,,
    😀

  15. Miss New New said:

    Sunny kecil tapi padat Thor 😀

    Sooyoung ketinggian kali jadi agak susah balance *inget gantar tiang bendera xD

    Soosssuuuuuun
    Soooossssssuuuuun
    *jingkrak2an di tempat kerja, di lempar staples

  16. kasian sma hyunnie,,,,,
    ditggu cerita slanjtx ya 😀

  17. ah ternyata cepat yaa ni updatenya,,untung saja tidak ketinggalan,,hehe
    Ahh nii bnr2 buat aku puyeng,,,knpa blm ada yg jadian sih???hehe

  18. yulilovesnsd said:

    Tinggalkan jejak dulu ya,

    Tks

  19. taengppany said:

    buset beneran berasa muter muter di bunderan HI nih ffnya thor kisah cinta yang ribet
    ini bakalan panjang banget kayanya ya ffnya?

  20. Wah cepet banget update chapter 3. Benar2 hebat author…
    Yoonhyun benar2 manis banget. Wah kasian soo young patah hati gara2 sunny ga mau sooyoung. Sy duga apakah taeyeon beralih cinta nya ke jessica krn taengsica sering bercanda.
    Semangat Ɣªªª!!! Dan tunggu chapter selanjutnya 🙂

  21. No comment d buat chaptr ini, mian thor. >.<
    BTW, itu crita cinta SooSun kokjadi agak trbngkalai? Pnasaran ama apa yang dilihat Sunny sampai amnesia gitu. Jangan2 author bikin FF cinta segi 9 ini karena blum trpikirkan lanjutan critanya SooSun ya/ Ayo ngaku. ^^ Lanjutkan dong thor, kangen nih ama karakter LSM. Banyakin dong part LSM di chaptr slanjutnya. ^^

    • sdh terpikirkan smp ending cuma lg bosen nulisnya aja
      lg lbh tertarik menulis ff ini
      mau ganti2an aja nulisnya

      • Oh lagi bosan, manusiawi kok. ^^ Lama2 ini FF-nya makin jauh aja dari drabble rncana awalnya. ^^ Tapi mang susah klo segi 9 gini dibuat drabble. Karna harus trprinci n dari 9 sudut pandang. OK lanjutkan thor. FF yang mana pun slalu kutunggu kok pastinya. ^^

  22. YoonSicTaeNy said:

    yoong dewasa bnget … ngga egois dengan cara tetap menyembunykan perasaanny …

    yoong akan tolak seo seperti yng laen atw malah menerima seo ngga yah???

    lanjut eonn … fighting

  23. Ini anak satu kebiasaan ya, kalo udah nemu insprirasi aja cepet-cepet update terus lupa sama yang lama.

    Sebenernya YoonHyun ceritanya sedih ya, tapi saya malah mesem-mesem. Bayangin adegannya malah jadi kerasa unyu. Karakternya masuk banget.

    Kok saya ga ngerti ya part-nya SooSun, nanti baca ulang deh.

    Dimana Fany-ku? jangan bilang Fany ke nevada gara-gara frustasi ga diterima Seohyun *ga mungkin*

    • blh dong, kalau lg ada ide knp tdk 😛 (kau akan mengerti rasanya jika jd author wkwkwk)
      lagipula jujur author lbh tertarik bikin ff ini, soalnya ff itu cuma ada SooSun sm SooSica >.<
      sabar, tiap member punya partnya masing2 dlm cerita, nanti jg muncul 🙂
      lagipula ini kan urut lahir

      • Tuh kan, ente langsung update lagi. Wkwk. Tenang, kurang dari satu minggu lagi ane debut, ane bakal rasain.

        Emang diurut dari lahir ya? ane ga nyadar.

      • waw mau nulis jg ya? 😀
        itu dr chapter awal kan udh gitu (nama yg diberi bold)
        kecuali chapter ini yg bagian Yuri & Yoona, karena bagian mereka memang tergabung
        nanti chapter dpn gak urut sih, soalnya nanti reader bingung

      • Nah iya itu, part ini ga nyambung sama kelahiran jadi agak bingung.

      • eh salah ksh tau aku (kukira ini comment chapter 4)
        itu chapter 4 yg bagian Yuri & Yoona memang gak urut
        tp dr chapter 1 smp chapter 3, kan urut itu 😉
        karena chapter 2 habis Hyoyeon tentu di chapter 3 diawali dgn Yuri

      • Aye juga salah reply, abis kita ngomongninnya di part 3. Maksud aye juga yang part 4 itu loh, part 4.

      • wkwkwk kalau gitu sama dah XD

  24. duh duh duh.. telat baca.. langsung komen sini ya?

    soo di chap 2 pas dipeluk hyo keren deh kayaknya 😀

    kayaknya yang bakal jadian dulu si yoonhyun deh? oke next chap ditunggu..

  25. kesian liat yoona. sudah kalah sebelum berperang, hahaha
    s sooyoung kasian bgt. memang authornya terlalu -,-

  26. MonThor… #plakkk
    aku telat baca,, >.<

    soo keren kali' ya pas bilang “Sakit… kayaknya mau berdarah nih…” 😀

    kayaknya yang bakal jadian duluan YoonHyun nih?
    lanjuttt..

  27. nasib yoona kasihan bgt.blm jga nyatain.udah patah hati

  28. Yeoun12_jean said:

    kasian banget seo… owhhhh

    yoonhyun kayaknya paling menderita.. ehh.. bukan.. taeny.. umm.. yulsic…
    ani.. soosun.. ????
    wahhh ribat nihh jadinya..
    aku ikut alur cerita aja deh kalo gitu..
    hehehe

    author fighting !!!

  29. Keren.. Lucu.. Sedih… Semuanya dehhhhh…

    author daebakkk….
    fighting…

  30. Wiyulsic said:

    daebbak!… yul d’cium ama yoong masa kgk sadar? wkwkwk maknae patah hati, yoong pasti bingung ..hihihi author.a jg gk ya?? mudah2an akhir’a ama kopel masing2 ..

  31. taegangSoneSic said:

    mnrutku sih,kyknya bakalan yulsic ato yoonhyun yg jdian dluan deh*sotoysangat
    coz,sica kan da tau tuh apa isi diary yul n dia jg uda tau hyo yg dia taksir demennya ama syoo..
    nah,dr stulah mgkin sica agak sdkit ngebuka htinya tuk yul.haha
    *asbakbanget*
    nah,yg lagi hot2nya si yoonhyun ini..sudah ada aroma2 mereka bkal nyatu*cailah*ntar lg..
    ok thor,lanjut next chap.. 😀

  32. “sakit! kayak.nya mau berdarah nih…” terdengarr lucu… tapii saat sampe part.nya YoonHyun jadii nyesekk… apalagii pas kalimat “aku janji tidak akan melakukan.nya lagi. aku janji tidak akan dekat-dekat Yoona eonni lagii jika tidak diperlukan” –> sumpahh ini nyesekk bgt…

  33. Dinda AR said:

    lanjut dong min.. penasaran nih..

  34. lee deyeon said:

    Waaah smua nya kok prasaan nya ga trbalaskan ya uuuuu skit kya nya, huhu..
    Seobaby branian jga blang suka ma Yoongie..
    Tu Syoo stres jga ya ‘kaya nya mau.brdarah nih’ hahaha

  35. taenyjjang *fatmi95 said:

    Gimana endingnya nih kalo kagak ada yang sehati..hadeeh

  36. makin penasaran ja nih,mau sampe berapa chapter ni thor?
    lanjutkan,,, ^_^

  37. Ulalala 😀
    Udah, itu aja XD

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: