~Thank you for your comments~

A/N : Mianhae kalau updatenya lama *bow
Makasih sudah mau ngikutin cerita ini.
Sebenarnya karena aku lagi bosan, makanya aku menulis ff lain dengan nuansa yang berbeda. Malah sudah menulis klimaks dan endingnya juga, kalau sudah jadi sebagian besar nanti mau ku publish di blog ini (nanti di ff itu ada paring yang belum pernah kubuat) 😀

Sekarang enjoy ceritanya~ ^^

“Sesama yeoja pacaran, menurut Bapak apa itu bukan tindakan yang wajar?” keluh wali kelas mereka pada kepala sekolah. Kepala sekolah sendiri tidak bisa berkata apa-apa untuk membalas argumennya. Akhirnya Sooyoung dan Sunny dipanggil menghadap kepala sekolah.
Sunny menunduk seperti seorang terdakwa yang sedang diadili. Sooyoung sendiri memasang tampang cuek.
“Bapak sangat mengerti karena sekarang ini kalian masih remaja. Masih labil, masih dalam pencarian jati diri,” kata kepala sekolah sabar.
Sooyoung memutar matanya, tidak serius menanggapi nasehat kepala sekolah. Baginya ini adalah kalimat tipikal yang sering dikatakan orang dewasa. Mereka hanya memandang melalui sudut pandang yang dikiranya terbaik buatnya. Mereka juga merasa superior karena mentang-mentang punya pengalaman hidup yang lebih lama. Padahal, tahu apa mereka tentang dirinya?

Sejak saat itu Sunny dan Sooyoung berada dalam pengawasan Guru. Mereka dilarang berdekatan dalam jarak kurang dari satu meter. Tidak boleh duduk sebangku. Tidak boleh saling berpegangan tangan atau skinship.
Mendapat laporan seperti itu dari kepala sekolah tentu saja Lee Soo Man menjadi berang.
“Sunny! Apa maksudnya laporan seperti ini?! Kamu pacaran sama seorang yeoja?!”
Sunny menunduk takut.
“Yeoja ini… apakah yang bernama Sooyoung itu?!”
Sunny tidak menjawab, tandanya iya.
“Keterlaluan! Padahal sudah kukatakan jangan berhubungan lagi dengan yeoja itu, bikin malu saja!”
“Sudahlah, jangan dimarahi terlalu keras,” istrinya berusaha menengahi.
Lee Soo Man menarik nafas dalam.
“Ah, apa aku telah salah mendidiknya hingga Sunny jadi seperti ini,” keluh Lee Soo Man. Mendadak wajahnya jadi terlihat seperti orang tua yang lelah, hancur.
Sunny mengepalkan tangannya. Berusaha menahan air mata yang hampir jatuh.
Tolong jangan salahkan dirimu, paman…
Sebab aku sama sekali tidak merasa perasaan ini salah, jadi kumohon jangan berwajah seperti itu.
Kalau paman terus berwajah seperti itu… bisa-bisa aku jadi ingin mengutuki perasaan ini.

**

“Sooyoung, apa benar kamu pacaran sama seorang yeoja?” tanya Umma Sooyoung. Appa Sooyoung seperti tidak peduli karena terlalu sibuk membaca koran.
“Aniyo.”
“Lalu kenapa Umma mendapat laporan seperti ini? Apa yang telah kamu lakukan?”
“Tidak ada, wali kelas hanya mengira kami berpacaran karena kebetulan melihat kami berpegangan tangan saat kelas masih sepi.”
“Kalau begitu jelaskan pada wali kelasmu.”
“Tapi aku mencintainya, Umma, apa itu salah?”
“Jelas salah, Sooyoung! Dia juga seorang yeoja kan?”
“Tapi aku sudah mencintainya sebelum aku melihat gendernya, Umma.”
“Sooyoung…”
“Dan perasaan ini membuatku bahagia… tapi kalau Umma melarang aku harus bagaimana…? karena itu sama saja menyangkal kebahagiaanku,” kata Sooyoung dengan berurai air mata.
Umma Sooyoung memeluk Sooyoung dan menyandarkan kepala Sooyoung di pundaknya.
“Sudahlah Sooyoung, aku mengerti, maafkan Ummamu.” Tangannya membelai rambut Sooyoung. “Mulai sekarang Umma akan mencoba menerimanya asalkan Sooyoung selalu bahagia.”
“Umma…” Sooyoung menangis terharu.
Sooyoung berpaling pada Appanya sekarang.
Appa Sooyoung memang seperti pura-pura tidak peduli, tapi sebenarnya dari tadi mendengarkan.
“Appa…”
“Yahh… bagaimanapun juga kebahagiaan tetap yang nomor satu kan? Aku tidak mau menjadi Appa yang menghalangi kebahagiaan putrinya seperti dalam sinetron-sinetron.”
“Appa…” Sooyoung merasa benar-benar bahagia. Kedua orang tuanya merestuinya.
“Tapi kamu tidak memberi uang saku tambahan pada Sooyoung,” kata Umma.
“Aku cuma tidak mau Sooyoung jadi anak yang boros,” kata Appa Sooyoung sambil menatapnya dari balik koran. “Tapi kalau kamu benar-benar butuh, katakan saja.”
“Tidak, itu saja sudah cukup. Gomawo Appa.”
“Tapi lain kali kamu harus bawa gadis itu kesini, Appa mau lihat seperti apa gadis itu.”
“Appa tidak akan memarahinya kan?” tanya Sooyoung.
“Tentu saja tidak, Appa hanya mau lihat seperti apa gadis yang sudah membuat putri Appa tergila-gila padanya sampai rela pindah ke sekolah yang jauh.”
“Ah, Appa tahu ya?”
“Tentu saja, kamu kan putriku. Aku tahu kamu tidak akan tiba-tiba pindah tanpa alasan yang jelas.”
“Umma, Appa saranghae!” Sooyoung memeluk keduanya dengan gembira.
______________________________________________________________________________________________________________

Sekarang keadaan jadi serba susah, kalau di rumah ada Appa Sunny, sekarang di sekolah ada mata elang para Guru.
Sunny merasa sangat sedih. Di saat dia pikir kebahagiaan sudah akan merangkulnya kembali, mendadak seluruh dunia jadi terasa seperti ingin memisahkan dirinya dan Sooyoung.

Saat Sooyoung masuk ke dalam WC, dia mendengar suara tangisan.
“Eh?”
Dia merasa pernah mendengar suara tangisan itu. Kemudian dia mencari-cari darimana asal suara itu. Dia berjalan ke depan pintu-pintu dan menemukan salah satu pintu terkunci.
Sooyoung mengetuknya.
Tok tok
Suara tangisan itu berhenti.
“Sunny?”
Lima detik kemudian terdengar suara pintu terbuka.
Sooyoung terdiam melihat kedua mata Sunny sembab karena air mata. Sunny tidak mencegahnya saat dia masuk ke dalam dan mengunci pintu.
“Jangan nangis Sunny…” didekapnya tubuh Sunny erat-erat.
Sunny meremas punggung baju seragam Sooyoung dan membenamkan wajahnya dalam-dalam ke bahu gadis yang lebih tinggi itu.
“Tapi… tapi… kenapa mereka kejam sekali…”
“Cuekin mereka. Mereka yang menghakimi kehidupan orang lain pasti hidupnya tidak bahagia!”
Tapi aku tidak bisa seperti kamu Sooyoung.
Aku tidak bisa pura-pura cuek.
Aku tidak bisa tidak mendengar apa yang tidak mau kudengar.
Sooyoung membelai-belai rambut Sunny. Menghirup aroma gadis itu dalam-dalam untuk mengenyahkan bau samar-samar yang mulai mengganggu indra penciumannya.
“Tenanglah, semuanya akan segera berakhir… kalau kita sudah lulus SMP… sampai saat itu kita harus bertahan. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Tidak peduli apa yang kita hadapi. Tidak ada yang perlu ditakuti, karena kita akan menghadapinya bersama.”
“………………”
“Ya?”
Sunny akhirnya mengangguk.
Meski masih ada kecemasan di dalam sudut hatinya, kini Sunny merasa lebih tenang setelah berada dalam pelukan Sooyoung.

**

Sooyoung berusaha memikirkan cara agar mereka bisa tetap saling berhubungan di sekolah. Mereka tidak bisa terus-terusan memakai WC sebagai tempat pertemuan mereka.
Sooyoung tidak akan berpura-pura pacaran dengan seorang namja untuk menutupinya. Dia tidak akan melukai Sunny hanya untuk menghilangkan kecurigaan gurunya.
Sooyoung mengetuk-ngetuk ujung pulpennya di meja.
Hmm, bagaimana ya biar aku bisa tetap berkomunikasi dengan Sunny?
Aha! Aku ada ide!
Sooyoung merobek bagian tengah bukunya lalu menyobek sebagian kecil dan menulisi sesuatu.
Saat Sunny sedang mencatat dengan serius tiba-tiba sebuah bola kertas terlempar ke mejanya.
“?”
Sampah ya? pikir Sunny.
Lalu dia menyingkirkan kertas itu dari mejanya.
Akh! Kenapa malah dibuang?! teriak Sooyoung dalam batin.
Tapi Sooyoung belum mau menyerah, dia melakukannya lagi. Dan kali ini dia meleset, tidak jatuh ke meja Sunny. Sampai dia sempat mengucapkan doa sebelum melemparnya lagi.

Eh lagi? Apa-apaan sih?!
Kesal ingin mencari tahu siapa yang dari tadi mengganggunya, Sunny mengambil dan membuka kertas yang diremas-remas itu.

Serius sekali
Tapi aku suka melihat wajahmu yang lagi serius ^O^
Buat refreshing sejenak ini aku gambarin kelinci buat kamu
Aku membuatnya sambil ngebayangin kamu


Mirip Sunny kan? 😀

“Ah kwiyeoun”
Lalu Sunny melihat ke arah darimana kertas itu dilempar. Di sebelah kanan dua baris di belakangnya terlihat Sooyoung mengedipkan sebelah matanya.
Jadi yang melemparnya dari tadi itu Sooyoung ya?
Tapi ketika menyadari dirinya sedang dipelototin sama songsaengnim, Sunny cepat-cepat menunduk.
Melihat reaksi Sunny, Sooyoung langsung bertopang dagu dengan kesal.
“Huh lagi-lagi.”
Saat songsaengnim sedang menulis di papan tulis, ingin rasanya Sooyoung melemparinya dengan penghapus dari belakang.
Akhirnya Sooyoung hanya melakukannya dalam benaknya. Hanya di dalam bayangannya dia bisa menimpuk songsaengnim sepuasnya.
______________________________________________________________________________________________________________

“Yeoboseyo?” kata Sunny yang segera disambut oleh suara cempreng Sooyoung.
“Kangen sama aku Sunny? kekeke.”
“Buat apa? Setiap hari juga ketemu di sekolah, bosan lihat kamu terus.”
“Ahaha, kamu salah Sunny ah, sekarang kan sedang ditelepon jadi kamu gak mungkin bisa lihat aku.”
“Hmm benar juga ya.”
“Kamu pasti gak bisa nebak aku sekarang lagi apa.”
“Lagi mau makan?”
“Salah, yang benar lagi buang angin.”
“Iiihhh!”
“Haha bercanda,” Sooyoung menjulurkan lidah meski tahu Sunny tidak akan bisa melihatnya.
“Sudah dulu ya Sooyoung, aku lagi tanggung nih.”
“Kenapa?”
“Lagi beres-beres toko.”
“Appa kamu?”
“Sekarang lagi gak ada.”
“Pantas, kalau begitu sini aku bantuin.”
“Bantuin gimana? Kamu mau datang kesini?”
“Gak, aku bantuin dalam bayanganku saja.”
“Dasar”
“Ya sudah kubantu dengan doa, hehe.”
“Ini bukan sesuatu yang perlu didoakan tapi makasih, bye.”
“Eh tunggu, sebelum itu nyanyi lagi buat aku dong?”
“Hmm, gak mau ah.”
“Aish, wae?”
“Kalau diingat-ingat waktu itu kamu kan bilang suaraku jelek, jadi kenapa aku harus nyanyi buat kamu?”
“Wah masih mendendam soal waktu itu ya?”
“Aku gak mendendam, sudah ya.”
Sunny menutup teleponnya, tapi belum dia beranjak dari sana teleponnya sudah berbunyi lagi.
“Yeoboseyo,” kata Sunny malas karena sudah menduga siapa yang menelponnya lagi.
“Makanya nyanyi dulu dong, Sunny ah~ sepi banget nih disini. Kali ini gak ada nyamuk yang perlu diusir kok, ya ya ya please~?”
“Apa kamu tidak bisa setidaknya memuji dulu kalau mau dengar?”
“Oke, kalau begitu, suara Sunny paling merdu sedunia.”
“Gombal.”
“Maumu apa? Dikatain jelek marah, dipuji malah dibilang gombal.”
“Makanya kalau muji itu jangan berlebihan, sekarang coba lagi.”
“Bentar,” Sooyoung berusaha merangkai kata-kata seindah mungkin dalam waktu singkat, tapi jadinya malah sangat sederhana.
“Suara Sunny… paling kusuka.”
“………………”
“………………”
“Gak lulus.”
“Akh wae?!”
Sunny tersenyum,”Ya sudah aku akan nyanyi, tapi lain kali gantian kamu lho.”
“Yeeeeee~ oke janji.”
Dalam pikiran Sunny, Sooyoung itu keras kepala, tidak suka diatur, dan suka seenaknya, tapi di saat bersamaan dia juga lucu. Karena itulah Sunny menyukainya.
______________________________________________________________________________________________________________

Hari-hari berikutnya Sooyoung terus mengulangi taktik melempar bola kertas itu. Hampir setiap jam pelajaran dia selalu melakukannya sampai akhirnya kena marah juga. Dia diberi peringatan kedua.
Tidak ada tempat lain untuk bersandar Sooyoung akhirnya kembali pada Jessica.
Tapi dia malah meminta saran pada orang yang salah. Dan itu membuat Sunny kembali terbakar cemburu.

Jam istirahat.
“Sekarang Sunny cuekin aku lagi…” keluh Sooyoung untuk yang kesekian kalinya.
Jessica tidak mau mendengar, karena itu membuat hatinya sakit. Tapi Sooyoung sepertinya tidak peka.
“Ayolah tolong aku Jessica, kamu dan Sunny bersahabat kan?”
Jessica menjadi bingung.
“Ya, tolong ya? jebal…” Sooyoung berusaha membujuknya dengan aegyo.
Kalau Sooyoung sudah memelas seperti itu Jessica tidak sanggup untuk menolaknya, jadi akhirnya dia mengangguk, walau hatinya hancur berkeping-keping.
Kenapa di saat dia sudah kembali dekat dengan Sooyoung dia malah harus jadi mak comblang mereka?
“Sungguh? Gomawo Jessica!”
Diambilnya buku miliknya yang sudah kurus kering seperti anjing kekurangan makan.
Sooyoung merobek halaman tengah bukunya. Lalu mengambil pulpen dan mulai menulis.
Setelah selesai dia melipatnya dua kali dan menyerahkannya pada Jessica.
“Tolong ya.”

Jessica tidak langsung menyerahkannya ke Sunny. Dia penasaran dengan apa isinya. Jadi diam-diam dia pergi ke toilet untuk membukanya.
Salah sendiri suratnya tidak di amplop. Kalau di amplop kan dia tidak akan tergoda untuk mengintip apa isinya.
Dengan dada berdebar dibacanya surat itu.

Kamu masih marah sama aku Sunny?
Kan sudah kubilang yang istimewa bagiku itu cuma kamu, Jessica hanya temanku.
Kamu gak percaya? Perlu dibuktiin?
Katakan saja apapun itu pasti akan kulakukan.
Dari Sooyoung.

Bel tanda masuk sudah berbunyi, Jessica melipat kembali kertasnya dan menyelipkannya di dalam buku.
Sehabis membaca surat itu, perasaannya langsung jatuh.
Dia berjalan kembali ke kelas dengan tidak bersemangat.
Di depan kelas, bukunya tidak sengaja terlepas dari tangannya, dan kertas itu meluncur keluar dari lembaran buku.
Jessica membungkuk untuk mengambilnya tapi-
Terlambat!
Wali kelasnya sudah lebih dulu mengambil surat itu.
Sehabis membaca surat itu, matanya membelalak.
Dan Sooyoung langsung dipanggil menghadap guru.

“Surat apa ini? Kamu yang menulis surat ini kan?”
Wali kelasnya menunjukkan kertas yang tadi dipungutnya. Mulut Sooyoung terbuka melihat surat bertuliskan pesannya yang tadi dititipkan pada Jessica.
Bagaimana suratnya bisa sampai disana?
“Jawab Sooyoung!”
Dia memutar bola matanya.
“Di situ sudah jelas-jelas tertulis nama ‘Sooyoung’. Memangnya Bu Guru gak bisa baca?”
“Jangan main-main! Kamu sudah diperingatkan untuk tidak mendekati Sunny lagi dengan cara apapun!”
“Huh…”
“Jangan gak sopan sama Guru!”
Bu Guru segitu senangnya ya mencampuri urusanku dengan Sunny? Memangnya Bu Guru ada dirugikan dengan hubungan kami?
Ingin sekali Sooyoung berkata seperti itu. Tapi dia masih menahan diri. Dia malas berdebat.
“Ini peringatan ketiga. Sekali lagi kamu melakukan ini, kamu akan dihukum skors.”
Sooyoung sama sekali tidak takut dengan ancaman macam itu.

**

“Mianhae Sooyoung, gara-gara aku…”
Bagaimana ini… Sooyoung akan membenciku, pikir Jessica dengan berbagai macam pikiran yang membuatnya tambah cemas.
“Ah kenapa kamu jadi minta maaf Jessica, yang salah itu aku karena sudah seenaknya nitip kamu,” Sooyoung tersenyum. “Mianhae, kamu jadi merasa bersalah begini.”
Tak menyangka reaksi Sooyoung yang seperti itu, Jessica malah mau menangis.
“Aa… aku…”
“Hei hei, kenapa sekarang kamu malah jadi mau nangis? Aku benar gak apa-apa kok! Dimarahi segitu saja gak ada apa-apanya.”
Bukan itu, tapi mungkin karena aku yang tidak rela memberikan kertas itu ke Sunny, jadinya kamu harus mengalami hal ini!
Sooyoung menepuk-nepuk kepala Jessica, seperti sedang menghibur adik yang menangis. “Sudah, jangan dipikirkan ya,” Sooyoung mengedipkan sebelah mata.
“Nah senyum, kamu lebih cantik kalau tersenyum.”

*~To Be Continued~*

A/N : Gak nyangka juga masa SMPnya kepanjangan. Mungkin chapter depan sudah masa SMA 🙂

Advertisements

Comments on: "We Were Meant to Be Together (Chapter 6)" (71)

  1. OMG, akhirnya author back juga. Penantian lama akhirnya slsai.^^
    Astaga hubungan SooSun bukan cuma gak direstui ama LSM, tapi juga ama para gurunya. Untungnya appa umma Soo gak bgitu ya.^^
    Aku kira Sica sudah gak ada, eh trnyata author masih mau `nyiksa` Sica rupanya.
    Untungnya Soo kuat n gak mudah mundur hanya gara2 gak disetujui n digertak. Hidup Soo.^^
    Itu maksud tulisan author di awal2 author sudah buat FF baru dngan pairing baru pula, n sudah slsai? Ditunggu lho FF barunya. BTW ini crita SooSun kayaknya masih panjang. Jadi harus nunggu dong. >.< Kan author gak prnah publis 2 jalan crita FF yang chaptered brsama2 skaligus.^^

    • ahaha memang selain bikin ff lain aku jg agak sibuk sih
      dr awal chapter 1 Soo udh gitu wkwkwk
      blm selesai, cuma udh nulis klimaks dan endingnya, bagian tengahnya msh agak bolong2 😛
      ya, soalnya ribet kalau 2 sekaligus (tp tergantung sikon, kalau udh selesai ya bisa di publish)
      soalnya bertema kerajaan jd agak susah karena aku blm pengalaman nulis ff tema itu smp selesai
      pairing utamanya sih YoonYul, tp nanti jg ada moment TaeNy, YulSic, YoonFany, YulTae wkwkwk maknyus dah XD
      dr pairing2 di atas kira2 bisa ditebak gak ya ceritanya? :3

      • Hm klo temanya krajaan sudah pasti mang ada royal familynya, trutama YulSic. Klo aku tbak c sudah pasti ini cinta segi lima. Untung author gak masukin Seo. Klo iya c aku gak rela sbagai seorang loyalist, but author sudah bilang klo pairing utamanya YoonYul, so brarti Yoong gak slingkuh, so it’s OK lah.^^ Wah bakalan siap2 nyiapin hati lagi coz pasti capek hati nih baca FF yang gonta-ganti pairing gini. Tapi, aku gak salah baca klo ada YulTae?
        Blum prnah ktmuin pairing ini di FF manapun. Jadi seobang x seobang dong ini. ^^

      • memang harus nyiapin hati 😉
        haha maksudnya mau bikin cerita yg gak biasa XD
        memang gak salah baca atau nulis
        sengaja memang milih YulTae karena memang hanya mereka yg plng cocok untuk peran ini
        tdnya aku ada perdebatan soal pairing wktu mikir ni ff
        tdnya terpikir SooRi dan YoonSun atau YoonSic gitu dah
        tp karena Sooyoung sdh pernah dpt peran antagonis di ff the girl who hear voices from another world, aku jd ingin ngeliat Tae yg dpt peran antagonis, dan Tae hanya akan jd antagonis jika karena Fany akhirnya jd gini deh
        tdnya jg gak ada YulSic, tp biar plotnya gak terlalu buru-buru dan biar lbh dramatis jd ada deh 😀

      • Gak prlu dihapus kok thor. Gak OOC mnurut aku. Klo dihapus malah jadi aneh critanya. Masa Soo mglmpar surat tapi gak ada suratnya. Lagian di suratnya kan Soo malah bilang dia gambar bunny buat Sunny, jadi malah aneh klo gak ada gambarnya.^^

      • iy jg ya wkwkwk

    • Oh iya, lupa comment:
      Chaptr ini plotnya gak maju-mundur, jadinya gak tahu keadaan Sunny d masa skarang. Trus buat gambar klincinya masih kalah lucu donga ama Sunny (maaf bangt lho thor buat commnt yang satu ini).^^ Yah lagian kan critanya ini gambarnya Soo jadi mana mungkin author buat kayak gambar desain author ya.^^

      • itu sih bkn desainku
        tp memang udh kujelek-jelekin sih gambarnya
        hmm kalau gambarnya mengganggu apa dihapus aja? soalnya takutnya nanti ada yg merasa ooc

    • Wah Taeng mau dijadiin orang jahat. Maksudnya comment author jadi antagonis gara2 Fany? Brarti klo bayangan aku genrenya agak fantasy gitu ya?
      Wah gak ada TaeNy n YulSic, brarti full pairing baru ini. Tambahin aja SunSica thor. ^^ Jadi suka ama pairing ini gara2 2 PV Jpang trbaru mrka. Di Oh! vrsi Jpang juga di awal n akhir SunSica dkat trus. Pakai gandengan tangan n lari2an bareng lagi.^^

      • hmm, mgkin memang bisa dibilang fantasy jg
        tp sebenarnya yg jahat jg YoonYulnya sendiri, atau memang gara2 kehadiran Fany ya, entahlah
        ceritanya bakal tragis sih, jd mgkin ada yg ngebash lg wkwkwk

        ada TaeNy dan YulSic kok, tp cuma dikit karena hanya side pairing
        haha iy tuh aku jg langsung berseru ‘SunSica jd akrab sekali’ XD

      • Wah YoonYul juga jadi orang jahat. BTW rasanya author sudah trlalu banyak memberikan bocoran buat FF barunya. Yasudahlah, anggap aja teaser gitu.^^
        Huftt, klo critanya tragis sih, aku sangat brsyuur author gak memasukkan Seo di FF baru ini.^^ Daripada capek hati lagi katak FF yang waktu itu. Eh, tapi FF yang ini bakalan se-dark atau bakalan lebih dark lagi gak ya daripada FF yang itu?
        Iya, entah ada angin apa SunSica jadi akrab bangt.^^ Ralat: Jangan masukin SunSica d, kasihan Sunny-nya nanti ‘disiksa’ skaligus di 2 FF author. Klo Sica apa bolh buat, kan sudah masuk cast ttap ama author.^^

      • wkwkwk Sunnynya lg istirahat setelah tampil banyak di ff we were meant to be together XD
        nantikan saja :3

      • Iya Sunny diistirahatkan saja dulu thor kasihan. OK pasti akan slalu kunantikan. Buatnya sesuka author gimana baiknya aja d. Yang pnting jangan nggantung aja. ^^

  2. akhirnya author update jga. udh lama dinanti, kekeke
    sunny ama soo ketauan guru nih ceritanya 😀 , tapi untung ortu soo ngerestuin ya 😛

    kpn mulai dipost ff barunya thor,. penasaran nih 😀
    yoontae kagak ada thor?

  3. wah akhirnya update jg. hahaha…

    aku suka char ortunya sooyoung, bener2 sayang anak.

    kutunggu next chapternya thor. semangat…!!!!

  4. sica jung said:

    yesss
    author comeback
    soo direstuin,tinggal sunny yang blm
    lanjut thor

  5. akhirnya author satu ini comeback juga.. XD

    uwwoooo.. mungkin kalo semua org tua di dunia itu kyk org tuanya soo, anaknya bakal bahagia seumur idup #lebay deh XD

    lhaaa.. udah nulis ff baru? owalah sekian lamanya ternyata udah nyiapin ff baru.. oke oke, lanjut , thor.. ^^

  6. Kimtaeyeoung said:

    Waaah soo strong..daebak..fighting soo..
    Wah di tunggu thor ff barunya..moga2 taeny..tapi q jg laghe pengen sunsic,jeti kekek koment g jelas..

  7. Miss New New said:

    Hai haiii
    setelah setiap pagi nengok ke sini dengan rajin hehhe

    Iya thor, abisin dulu yg ini deh, baru mulai lagi
    Takutnya ff yg ini gak optimal curahan ide-nya x)

    Wah lempar2an kertas mah terlalu keliatan, kalo mau lebih alami *jiah* pake sebuah buku yg rela di oper sana sini. Nulis pesannya di tengah buku bisa, di halaman belakang bisa hehehe

    Pengalaman pribadi nih pas ngerumpi ama teman2, kalo cewek2 ngobrol kan normalnya berisik toh, jadi pake buku sebagai penganti, lumayan untuk mengurangi kebisingan kelas wkwkkw

    • tp itu jg gak efektif karena ngerepotin, kecuali kalau yg ngoper jg ikut berkomplot 😛
      kalau tempat duduknya dekat sih gampang

      • Miss New New said:

        hehehhe justru karena satu deretan tuh satu komplotan tukang rumpi 😀
        Dari depan ke belakang, pas ke depan lagi tuh buku dah di komenin 4-8 orang wkwkwkkw
        eh mian jadi oot

        Maju terus thor ^^

  8. horeee update!
    disaat aku kekeringan ide, unnie udah update! hehehehe
    waww… ceritanya makin seru >,< btw, pict kelincinya unyu,
    tapi tetep aja, kasian jessica.. hiks.
    suka suka suka!

    eh, berarti abis ini ada ff baru dong, ga sabar nunggu,
    apa genrenya fantasy? soalnya keliatan unnie demen bikin ff genre fantasy..
    😀
    smangat!

  9. Miss New New said:

    hehehhe iya sih kalo dalam kasus di atas.
    Kalo aku dulu justru karena satu deretan tuh satu komplotan tukang rumpi 😀
    Dari depan ke belakang, pas ke depan lagi tuh buku dah di komenin 4-8 orang wkwkwkkw
    eh mian jadi oot

    Maju terus thor ^^

  10. Wehhh sunny blm dpt restu dr keluarganya.. Soo young dpt restu. Moga ortu sunny merestui sunny-sooyoung setelah mereka berjuang… Hwaiting soosun…
    Ooooo author mau bikin ff baru lg. Sebenarnya sy ga rela tae jd antagonis. Hehehe.. Blm ªϑă soal yultae. Krn kebanyakan mereka dianggap sahabat ye di ff lain.
    Sy nunggu ff ini chapter selanjutnya…
    Hwaiting…

  11. Annyeong,,,
    Hha gk d sngka Soo mlah dpet restu dri ortunya,,kblikan ma Sunny,,,
    Kren deh Soo nya,cuek,gk Gmpang nyerah Juga,bnerann kren deh Soo Nya,,,,hhaa
    Tpi agk ksian ma Sica nya ya,,Hhee

    Ada FF Bru Thor?? Hhe pairing bru Juga,,d tunggu deh author,,fightaeng^^
    tpi ak blom mnjelajahi smua FF Author,,hhe
    # -_-

  12. Wah..aku telat=,=”..Udah ketahuan yah ama guru’a..u,u Sica sabar yah..padahal aku juga suka pairing SooSic..u,u

  13. taengppany said:

    orangtua sooyoung bener bener super pengertian, yang kasian sunny kayanya dia ga bisa santai kaya sooyoung
    salut deh sama perjuangan sooyoung buat tetep deket sama sunny tanpa dia harus pura pura pacaran sama namja

  14. navy99blue said:

    chapter ini banyakan ttg larangannya ya..
    Kasian mrk.. Sedih bner kisah cintanya..

  15. desicholishyana said:

    Yaaah jessica patah hati
    *puk puk
    Wow ortunya sooyoung pengertian sekaleee..
    Apa banget dah itu guru-gurunya -,-
    Lanjut yaa.. Fighting

  16. hadeh, soo emg keras kepala buangeeet!

  17. YoonAddict said:

    Wee soo pantang nyerah..
    Fighting soo ~^o^~

  18. MeLLocksmitH said:

    Keren”..
    Bca ff ini brasa kyk gmana gtu,, mngingatkan diriqu akn ssuatu..
    lnjut…
    Caaww 😉

  19. Selalu aja ada masalah -___-
    Tuh guru kayak kurang kerjaan aja ngawasin soosun -_____-
    Kasihan banget jessica 😥
    Sica yg sabar ya, aku tau ini berat buat kamu 😥
    Lanjut thor

  20. jjangsoshi said:

    duuh, sica baby kasian sekali, tega kamu thor ;(
    aku tunggu chap selanjutnya -_-

  21. phe pie said:

    Ini aku tag-in foto SooSun yang terbaru biar author semangat buat lanjutin FF ini. ^^ Semoga aja bisa kebuka link-nya.

    Bonus:

    Maaf klo semisalnya tidak berkenan. ^^

    • baru liat gmbrnya
      di soosun tread kayaknya blm ada tuh 😀
      haha ada pmn sooman jg
      makasih ^^

      • phe pie said:

        Iya mungkin blum ada karna masih baru hari ini juga di-tag di Japanese Official FanSite mereka kok. Itu foto LSM mah cuma bonus.Tiba-tiba aja kepikiran iseng pingin tag foto LSM. Kasihan dia jarang muncul di FF SoShi. Skalinya muncul lebih sering jadi peran antagonis. Biar ekis sdikit gitu LSM-nya. ^^

      • phe pie said:

        BTW itu LSM di fotonya seram banget yah senyumnya. Senyum tipikal orang jahat gitu. Mana pakai kalung metal gitu lagi, jadi kayak bos geng mafia atau yakuza gitu. Cocoknya di-tag buat cerita yang ‘Kamu Jodohku”‘ thor. XD Di sana kan dia nembak Soo gitu, aku bayanginnya kayak mafia gini kali ya.^^

      • wkwkwk cocok bgt XD

      • phe pie said:

        Cocok cocok cocok (Gaya Ipin Upin). XD

  22. Miss New New said:

    iya nih Thor

    Yg semangat ya
    Semoga cepet nemu inspirasi buat ff ini

    Tolong jangan di anaktirikan T~T

    @Phe pie, thanks ya foto Soosun-nya, aku juga boleh simpan kan? Hehe
    Gambar ini akan menjadi satu2nya gambar pairing yg akan menghuni hape-ku x)

    Kayaknya LSM kurusan ya 😀

  23. phe pie said:

    Iya gak apa-apa. All the credits from SoShiFied and Girls’ Generation Japanese Official FanSite, jadi gak perlu minta izin ama aku kok. Klo foto LSM mah dapat dari Google (itu juga klo berniat save photonya, aku rasa gak ada yang mau ya. XD)
    Iya LSM kurusa, tapi itu kan bukan foto ter-updatenya, jadi gak tahu juga sekarang gimana. ^^

  24. sunaegyo said:

    lanjutannya mana thooooorrrr?
    lamaaaaaaa T_T

  25. aduh penasaran nih thor. next chapternya jangan kelamaan dong 🙂

  26. ashleyrfs said:

    Author cerita yg ini g d update lagi????

  27. Thor,lanjutin ceritanya ya~ 😀

  28. lee deyeon said:

    Iiiiish apaan sih tu guru ganggu aja, ga tau apa rasa nya jatuh cinta, eaaaa..

  29. Yah…sicca knp gt???
    penasaraaaannnn
    Next

  30. hennyhilda said:

    Semangat author
    ganbatte

  31. wah berat ya hubungan mrka, pdhal mereka bru aja baikan huhu #sedih semoga ceritanya happy end dan ga berakhi tragis..

  32. Ceritanya lucu ^o^
    Kasihan juga ngeliat 3 3 nya….
    Kok aku jadi merasa de javu yah ? XD

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: