~Thank you for your comments~

A/N : Ingin buat cerita dari masa kecil sampai dewasa, karena itu kali ini aku membuat cerita ini^^ (jadi terkenang masa SD)
Karena paling cocok sama karakternya Sooyoung dan Sunny jadi diputuskan pairing kali ini adalah SooSun, dengan sedikit SooSica nantinya 😀 jadi triangle pairing SooSunSic XD
happy reading~

we-were-meant-to-be-together

Pagi itu, sebuah mobil ambulans melaju kencang menuju rumah sakit. Begitu sampai seorang gadis langsung dilarikan menuju ruang gawat darurat.
“Sunny!”
Seorang yeoja ikut berlari-lari mengejar brankar yang didorong oleh para petugas dan perawat.
Tepat di depan ruang UGD.
“Sampai disini saja,” kata salah seorang perawat itu padanya.
Sooyoung menatap dengan nanar gadis yang berbaring di brankar itu. Sooyoung menggenggam tangan Sunny, tatapan matanya menyiratkan kesedihan dan kekhawatiran. Kalau saja bisa, dia ingin bisa menemaninya masuk ke dalam.
Dengan sedikit perasaan tidak rela, dia melepaskan tangan Sunny.
“Aku selalu ada disini. Kalau ada apa-apa dengannya katakan saja padaku ya suster?”
“Tidak perlu! Kamu pulang sana! Kehadiranmu disini tidak diperlukan!” kata Paman Sunny, Lee Soo Man.
Tanpa memedulikan sikap keluarga Sunny, Sooyoung duduk menanti di ruang tunggu. Menanti kalau-kalau pintu terbuka dan perawat menyampaikan kalau Sunny telah sadar.
Lee Soo Man beserta istrinya duduk jauh dari Sooyoung. Tidak sudi dekat-dekat dengannya. Dia terus menggerutu karena kehadiran Sooyoung merusak pemandangan. Istrinya masih berusaha menenangkan suaminya.
Sooyoung hampir meneteskan air matanya. Bukan karena dia mendengar cercaan Lee Soo Man. Tapi karena dia mengkhawatirkan Sunny yang sedang berhadapan dengan maut di dalam ruang UGD sana.
Sooyoung melipat tangan dan mulai memanjatkan doa.
Tuhan, tolong kembalikan Sunny padaku…
Aku sangat mencintainya… tolong jangan pisahkan kami lagi…
______________________________________________________________________________________________________________

Sunny pertama kali bertemu Sooyoung tiga belas tahun yang lalu.
Suatu hari, saat itu Sunny seperti biasa sedang membantu Pamannya menjaga toko. Sunny memang sudah yatim piatu sejak kecil, karena itu ia diasuh oleh Pamannya. Sudah sejak dua bulan yang lalu saat usianya genap sepuluh tahun, dia mulai membantu Pamannya menjaga toko.
Siang ini pelanggan sedang sepi. Pemandangan yang dilihatnya di depan tokonya tidak pernah berubah, karena itu Sunny merasa jenuh juga. Saat dia sedang memikirkan apa yang bisa dilakukan di waktu luang ini sambil sekalian menjaga toko. Tiba-tiba-
“Eh tolong dong sembunyikan aku, jebal!”
Sunny hanya menunjuk salah satu kardus yang agak besar. Sooyoung langsung bersembunyi di baliknya.
Tidak lama kemudian datang seorang ahjussi. Dia memakai baju casual, keringat mengalir di kening dan lehernya. Nafasnya memburu seperti habis berlari-lari.
“Lihat anak perempuan berambut pendek memakai kaos oblong biru yang lari lewat sini nggak?”
“Aniyo,” jawab Sunny datar, dengan ekspresi yang datar pula.
“Sial, lari kemana itu anak,” dengusnya jengkel.
Kemudian ahjussi itu pergi. Setelah dirasa aman.
“Dia sudah pergi.”
Sooyoung keluar dari tempat persembunyiannya.
“Fiuhh… gomawo ya,” katanya sambil membersihkan debu di celana pendeknya.
“Chun maneyo,” Sunny hanya menjawab sekenanya. Diperhatikannya anak perempuan dengan kaus oblong yang sudah agak kotor itu. Rambutnya pendek, penampilannya kelihatan tomboy.
“Kenapa kamu diuber-uber sama bapak-bapak? Gangguin anak orang?”
“Hehe, tadi aku minta permen sama anaknya, tapi dia pelit nggak mau ngasih satu pun, jadi langsung aku main ambil saja, terus dia nangis dan lapor Appanya,” Sooyoung nyengir kebocahan.
“Padahal anak lelaki tapi cengeng amat. Diambil permennya saja sudah langsung nangis!”
“Heh, berapa umur anak itu?”
“Hmm, empat atau lima tahun mungkin?”
“Ya jelas saja!”
“Ahaha, makasih banyak sudah menolongku ya, lain kali pasti akan kubalas.”
“Tidak perlu.”
“Ngomong-ngomong… boleh tahu namamu?”
“Sunny. Lee Sunny imnida”
“Sunny ya? Aku Choi Sooyoung imnida, bye.”
Lalu Sooyoung nyelonong pergi secepat kedatangannya yang tiba-tiba. Tinggalah Sunny sendiri.
“Anak aneh.”
Saat itu Sunny masih tidak tahu kalau pertemuannya dengan Choi Sooyoung akan mengubah takdirnya ke arah yang sama sekali tidak diduganya.

…………………………………….

Tahun ajaran baru.
Ketika pagi itu Sooyoung masuk ke kelas barunya. Betapa terkejutnya Sooyoung ketika dia melihat anak perempuan yang menolongnya waktu itu berada di kelasnya. Ada perasaan gembira memenuhi dadanya. Memang sejak seminggu yang lalu saat mereka pertama kali bertemu, Sooyoung ingin sekali menemui Sunny lagi. Tapi dia terlalu malu untuk langsung datang menyapanya di tokonya.
Sambil menyandang ranselnya dia langsung berjalan ke arah Sunny.
Ketika tatapan mereka bertemu, Sunny langsung ingat siapa anak itu.
Dia Choi Sooyoung, anak perempuan tomboy yang dikejar-kejar ahjussi seminggu yang lalu. Diam-diam dia tertawa dalam batin mengingatnya.
Di tempat duduk sebelah Sunny sudah ada tas, tas milik seseorang yang tampaknya duduk di sebelah Sunny.
Dengan cueknya Sooyoung langsung mengambil tas itu dan melemparnya ke tempat duduk di depannya. Sampai Sunny sendiri kaget melihat tindakannya.
Lalu Sooyoung duduk di sebelah Sunny.
“Yah, apa yang kamu lakukan, tiba-tiba memindahkan tempat duduk orang lain seenaknya.”
“Biar, orang aku maunya duduk disini kok.”
“Tapi dia sudah duluan menempatinya sebelum kamu.”
“Dari kemarin-kemarin aku sudah berencana mau duduk disini,” bohong Sooyoung. “Salah sendiri dia malah ninggalin tempat duduknya.”
Sunny menghela nafas, dia tahu percuma saja bicara sama Sooyoung. Anak yang satu ini memang susah diatur.
Saat anak laki-laki yang duduk di sebelah Sunny kembali, dia kaget melihat tasnya telah berpindah tempat. Dia menoleh dengan marah siapa yang dengan lancangnya memindahkan tasnya. Ketika tatapan matanya bertemu dengan tatapan tajam Sooyoung, nyalinya langsung ciut. Akhirnya dia memindah tempat duduknya. Tidak berani duduk di depan Sooyoung, takut seharian dipelototi seperti itu.
Sunny yang melihat seluruh kejadian itu hanya bisa geleng-geleng.
“Yah Sooyoungie jangan begitu, kasihan anak itu.”
Sooyoung nyengir, akhirnya dia mendengar Sunny memanggil namanya.
“Kasihan gimana? Tempat duduk yang lain juga masih banyak kok, dia tidak bakal tidak kebagian tempat.”
Akhirnya Sunny tidak berkata apa-apa lagi. Sudah malas berdebat.
Sooyoung bukan anak yang rajin, nilainya hanya termasuk rata-rata. Sebenarnya dia lebih suka duduk di bangku belakang daripada duduk baris kedua dari depan seperti ini. Karena kalau di belakang dia bisa santai, tidak perlu memperhatikan pelajaran.
Tapi Sooyoung ingin duduk di sebelah Sunny. Karena itu walau terpaksa, dia merasa senang.
Di kelas pelajaran berlangsung dengan tenang.
“Hoaammmm~”
Entah sudah yang keberapa kalinya Sooyoung menguap. Untung gurunya cuek.
Sunny begitu serius memperhatikan guru yang sedang mengajar padahal Sooyoung berharap Sunny mengajaknya mengobrol. Tapi Sunny sama sekali tidak mengacuhkannya.
Sooyoung memutar otak, mencari-cari alasan untuk bisa mengobrol dengan Sunny lagi. Kemudian muncul ide saat Songsaengnim menghapus papan tulis.
“Sunny, barusan aku telat mencatat, pinjam bukunya ya?”
Sunny memberikan bukunya.
Saat itu Sooyoung membaca nama yang tertulis di buku Sunny.
Lee Sun Kyu.
Hah?
Dia yakin tidak salah baca.
“Lee Sun Kyu? Katamu namamu Lee Sunny!”
“Biarin, aku memang lebih suka dipanggil Sunny kok!”
“Wae?”
“Kenapa kamu malah tanya kenapa? Sudah jelas karena nama Sun Kyu itu kuno dan aneh!”
“Aneh? Nggak, menurutku malah manis kok.”
Tidak tahu kenapa tiba-tiba Sunny jadi tersipu. Sudah ada beberapa orang yang bilang namanya manis tapi heran kenapa kalau Sooyoung yang bilang rasanya jadi begitu spesial?
“Sungguh…? Namaku manis?”
“Ne, kyeopta, aku malah heran kamu ingin mengganti namamu. Ah tapi nama Sunny juga cocok untukmu, karena kamu seperti matahari, hehe”
Sunny memalingkan wajahnya. Padahal Sooyoung hanya berkata seperti itu, tapi jantungnya seperti melompat-lompat di dadanya.
______________________________________________________________________________________________________________

Sooyoung anak yang lincah dan periang.
Meski dia sendiri perempuan tapi dia tidak terlalu suka bergaul sama anak perempuan karena menurutnya mereka itu cengeng, nggak pede, jaim, tidak suka kotor, penakut, dan masih banyak lagi.
Tapi Sooyoung merasa Sunny berbeda dengan anak-anak perempuan lainnya.
Saat disuruh kerja bakti membersihkan taman sekolah. Dia tidak takut memegang kadal, cacing, atau makhluk-makhluk lain yang biasanya jijik dipegang perempuan.
Hari ini sepulang sekolah, mereka diam-diam masuk ke dalam playgroup TK. Suasana sudah sepi karena anak-anak TK sudah pulang dari beberapa jam yang lalu.
“Wahhh! Sudah lama sekali aku ingin main perosotan ini lagi!” Sooyoung berlari-lari dan langsung memanjat perosotan dengan bersemangat.
“Yeeeeee~!” dia meluncur dari perosotan paling tinggi.
“Yaaaaaa~!” Sunny juga mengikutinya. Dia menabrak punggung Sooyoung di depannya.
“Aduh! Sunny, kamu gak sabaran amat!” Sooyoung menoleh ke Sunny di belakangnya.
“Ehe,” Sunny tersenyum polos.
“Tapi seru kan?” Sooyoung nyengir.
“Ne!” Sunny mengangguk senang.
“Ayo kita meluncur sekali lagi, kali ini kamu yang di depan.”
Mereka menaiki perosotan sekali lagi. Sunny duduk di depan, Sooyoung duduk di belakangnya.
Sunny memberi aba-aba, “Siap? Hana, dul, set.”
“Waaaaaaaa~”
Dalam waktu sedetik mereka sudah menyentuh tanah.
“Ah, coba kalau di SD kita juga ada. Kita kan juga masih anak-anak, masih butuh main-main,” Sooyoung berandai.
“Aku setuju banget.”
Kemudian mereka berdua duduk di ayunan.
“Wah, terakhir kali aku naik ayunan ini, kakiku masih belum mencapai tanah, tapi sekarang sudah,” kata Sunny sambil menggesek-gesekkan sepatunya ke pasir di bawahnya.
“Hehe, iya ya. Kamu pendek sih.”
“Kamunya yang ketinggian, tiang!”
“Ayo kita lomba siapa yang bisa berayun lebih tinggi,” Sooyoung tersenyum menantang.
“Oke!” kata Sunny tidak mau kalah.
Mereka berayun-ayun dengan riang sambil tertawa-tawa, seolah tanpa beban.
“Eh, aku dengar di TK ini ada kelinci lho, mau lihat?”
“Eh benarkah? Aku mau!”
Sooyoung mengajak Sunny menuju kandang kelinci. Di dalamnya ada beberapa anak kelinci yang masih kecil.
“Waaahhh kyeoptaaaaa~!” pekik Sunny.
Sunny berjongkok dan memperhatikannya lebih dekat, “Aku jadi ingin memegangnya!”
Sooyoung berjongkok di sebelahnya, “Sayang, kandangnya dikunci.”
“Yaahhh, kenapa dikunci segala…” kata Sunny kecewa.
“Mungkin mereka takut anak-anak mengeluarkannya dan membiarkannya lolos.”
Sooyoung memetik rumput tidak jauh dari tempatnya dan memasukkannya melalui celah kawat kandang. Kelinci itu perlahan mendekat dan memakan rumput yang diberikan Sooyoung.
“Kyaaaaa~ aku juga mau,” Sunny ikut memetik rumput dan memberi makan kelinci itu.
Mereka sama-sama tersenyum melihat kelinci kecil itu memakan rumput yang dipegang Sunny.
“Hehe, mereka mirip sama kamu Sunny.”
“Heh? Bagaimana mereka bisa mirip aku?”
“Iya, mereka lucu dan juga bentuk bibirmu sama dengan mereka, melengkung begitu, Sunny bunny,” Sooyoung tersenyum sambil mencolek pipi Sunny.
“Sunny bunny ya, ahaha!” Sunny merasa lucu mendengar nama julukannya.
Setelah melihat kelinci, mereka bahkan juga mencuri jambu karena kebetulan pohonnya rendah, bisa dijangkau oleh Sooyoung dengan berjinjit.
Sooyoung memetik dua buah jambu air berwarna merah dan memberikan keduanya ke Sunny.
“Sooyoungie, gomawo,” Sunny tersenyum manis.
Sooyoung baru menyadari kalau ternyata Sunny punya eye smile yang indah, dia sempat tertegun sampai lupa untuk mengejek soal tinggi tubuh Sunny. Jantungnya juga berdebar senang, karena bisa melakukan sesuatu yang menyenangkan Sunny.
“Yah! Kalian anak SD gak boleh masuk kesini!” kata ahjussi yang merupakan satpam di TK itu. Suaranya terdengar berat yang bisa membuat anak-anak ketakutan.
“Itu Ahjussi! Cepat lari!” Sooyoung menarik tangan Sunny buru-buru dan berlari.
“Ah!” sampai Sunny menjatuhkan satu buah jambu dari tangannya.
Mereka berlari keluar dari playgroup itu, untungnya ahjussi itu tidak mengejar mereka.
“Hahh… hahh… ahjussi itu suaranya serem ya! Aku heran istrinya gak kabur!”
“Yahh… aku menjatuhkan satu jambu airnya Sooyoung…”
“Eh?”
Sunny menunjukkan jambu air di tangannya, sekarang hanya tinggal satu. Dia menghindari tatapan Sooyoung, dikiranya Sooyoung akan marah padanya.
Sooyoung mengambil jambu air itu dan membaginya jadi dua dengan tangan.
“Kalau begitu kita makan setengah-setengah,” senyum Sooyoung sambil memberikan setengahnya ke Sunny.
Sooyoung membuang bijinya lalu menggigit jambu air itu dan mengunyahnya.
“Enak.”
Sunny membawa jambu air itu ke mulutnya dan memakannya.
“Ne, enak,” Sunny merasa baru kali ini sebahagia ini, sehingga dia bisa tersenyum dengan tulus.
Sekali lagi Sooyoung merasa berdebar melihat eye smilenya.
Kyeopta…

*~To Be Continued~*

A/N : Mudah-mudahan aku cukup menggambarkan kepolosan mereka sebagai anak kecil, hehe^^

Advertisements

Comments on: "We Were Meant to Be Together (Chapter 1)" (62)

  1. halo,salam kenal..
    maaf baru komen..hehe
    soosun lucu deh,,masi kecil
    semangat thor buat ngelanjutin’nya..

  2. nuriiiin said:

    brhubung blm bisa membayangkan 2 anak ini kyk gmn pas kecilnya..saya bingung mo komen apaan hahaha apapula itu nyengir kebocahan?? wkwkwkwk

    uda lama g baca soosun, akhirnya ada yg ingat sama pairing ini haha lanjut thor 😀

  3. soosun inosen nih 😀 hahaha lucu deh, anak sd banget.

    flash back ya thor? asik deh. dari kecil ceritanya. ditunggu THR nya thor eh salah ditunggu chapter berikutnya deng hehehe. ^^ mohon maap lahir batin ya thor, selamat idul fitri kekeke

  4. lucu thor 🙂 alurnya mau author bikin maju mundur ya?

  5. taengppany said:

    wah udah update cerita baru lagi

    sooyoung tumben ngga ngejek sunny “pendek” terus terusan dan biasanya ni couple kerjaannya berantem mulu , disini sooyoungnya konyol dan sweet banget sama sunny walaupun kayanya ga disengaja

  6. yulsic다에밬 said:

    iiiiihhhhh lucu bget thor… sweet gmnaa gtu

  7. phe pie said:

    Tuh kan bnar c LSM ini pasti jadi orang jahat lagi. XD Yah walau tentu bukan jahat2 amat ttap aja minimal jadi pengganggu hubungan SooSun.
    SooSun disini imut bnar ya. Aku bayanginnya c Soo rambut pendek n Sunny rambut panjang kayak zaman Genie. Klo di knyataan kan kbalikannya. XD
    Ada SooSica? Violent pairing juga tuh. Klo tambah Hyo bakalan jadi triple violent (mau jadi apa critanya klo gitu? XD)
    Wah orang ktiganya Sica ya? Biasanya klo buat SooSun c aku tahunya orang ktiganya itu Hyo. Klo buat TaeNy kan Sica, buat YulSic paling2 GyuRi atau Victoria. Klo buat YoonHyun slalu YongHwa klo gak KyuHyun. HaHA tapi itu kan biasanya. Ayo kita lihat apa yang akan dilakukan ama Sica. Kok kayaknya aneh aja ya bayangin Sica suka ama Soo scara kriteria Sica kan biasanya yang cool gitu, lah ini Soo konyol orangnya. XD

    • wkwkwk nasibnya Sooman XD *maaf ya Sooman karena nanti km bakal jd tokoh antagonis
      nanti setelah dewasa penampilan mereka kayak skrng ini :3 (aku lbh suka rambut panjang Sunny yg dulu sih)
      ya, biasanya yg kelihatan bertiga itu memang SooSunHyo, tp SooSunSic jg ada
      haha justru itu, nanti ada event yg bikin Sica jatuh hati XD

      • phe pie said:

        Event apakah itu? Sampai seorang ice princess bisa jatuh hati ama seorang choding Soo. XD
        Jangan2 itu alasan SooSunpisah ya? Karena ada Sica sbagai pihak ketiga? Klo hak sih pasti gara2 LSM tuh.
        Baru buka WP ini lagi sudah ada update-an baru, baca dulu ah. ^^

      • haha nantikan saja, pokoknya kalau gak di chapter 3 ya di chapter berikutnya 😛

  8. sica jung said:

    gk tau ngomen apa
    pokokya DAEBAK!!!!
    LANJUT THOR

  9. Unyu. Bener-bener polos pikiran SooSun.

    Ya ampun Soo, jadi inget saya dulu. Suka sengaja nyasar ke TK buat main perosotan. Sampe belain lutut lecet-lecet gara-gara manjat pager TK. Oke lah Soo, masih kecil bandel ga apa.

    Cepet update ya.

  10. navy99blue said:

    hahaha cocok bgt soosun..
    Nakal2na pas..hehe
    Ditunggu klanjutannya yaa..

  11. New Fans Of SNSD said:

    Love This…..!!!!

  12. Wew, soosun. Kayaknya cinta mereka tidak direstui sooman.
    Lanjut thor, pengen tau alasan sooman membenci sooyoung

  13. Kimtaeyeoung said:

    Wah 2anak masih kecil kyknya lucu imut2 gimana gitu…gemes deh..di tunggu laghe lanjutannya..bgg mw koment apa..

  14. Miss New New said:

    Yeaah
    Soosun!!

    Ramuan mutakhir ya Thor
    Soosunsic!!
    Kalo di luaran ff Soosica buanyak banget tuh x)
    Soosun-nya cuma jadi tempelan doang TwT

    • haha gitu ya
      maksudnya ff buatan orang luar?
      memang biasanya mereka hanya jd side pairing sih

      • Miss New New said:

        luar planet hehehe
        Gak, maksudnya luar indonesia
        Masih asia tenggara sih *sotoy ya sayah

        Jadi kalo tiap kali sakau soosun, aku bakalan ngubek2 semua ff dan skip semua cerita mainly pairing-nya cuma buat nemuin bagian soosun. Ribet banget.. Dari 50 chapteran, soosunnya cuma beberapa paragrap.. Tegaa

      • wah aku jg pernah ngalami gitu, cuma baca bagian SooSun aja, cuma ada 1-2 chapter dr sekian banyak chapter, konyol kan XD
        tp memang karena segitu cintanya aku sm pairing ini
        haha aneh sekali pdhal dulu SooSun blm jd pairing favoritku tp hanya gara2 baca ff jd suka bgt X3

  15. XD. Ya, bener. Jaman-jaman paling menyenangkan *lirik tumpukan tugas*

  16. Thor kau buat pairing soosun..
    Mwo psti kocak banget .

  17. wah soosunnya masi bocah, pasti unyu banget >_<
    jd inget pas masi SD aku jg suka maen perosotan dulu tiap pulang sekolah tp perosotannya yg di taman deket sekolah hehe
    SooMan kalo muncul pasti perannya jahat mulu…

  18. Daebakk thor! Bingung mau comment apa
    lanjut thor!

  19. Kyaaaa soosun suka sukaaaa >,< disini menurut ku sooyoung itu tipe romantis yaa XD ngomong2 part 2 udh di update ya thorr??? Brb baca yaww 😀

  20. Wah jadi inget jaman2 sd waktu nakal2an bareng, kabur di waktu upacara..#plak(ngapain loe curhat ginian=,=”) arra..arra.. Thor km bikin twitter dong..>,<..aku udah lama jd reader mu masa engga kenal ama km..u,u

    • haha pernah kabur wktu upacara? nice XD
      aku udh bikin twitter kok, cuma aku blm buka smp skrng
      rasanya aku udh follow km (maybe?)

  21. gorjesshinta said:

    Waw, Soosun is my favorite couple
    ini jadinya soosun or soosica or sunsica (?)
    sunsica ga mungkin bgt secara gitu Aegyo Sunny vs. Violent Sica Haha ..
    udh ahh, klo dilanjutin yg ada malah kemana”

  22. Annyeong,,,,,
    Blom bca smua FF Na,saya loncat sni dlu dehh,,,,hhe
    SooSun emang Couple cocok,,nie juga cukup gmbarin mreka pda polos wktu msih kcil,,,,hhe

    Nexxt

  23. Kyaaak~ unyu banget,thor~ sukasukasuka~ 😀 lanjut dulu yap~ 😀

  24. Waaaaaa..nic….akhirnya ak menemukan wpmu,,maaf baru mampir yaa,,,
    hehhee,,akhirnyaa satu”nya wp brtema soosun selain wp aku,,hahah,,,ak mw baca ampe abis yaa

  25. lee deyeon said:

    Aaaaaa imut2 amat sih..
    Ga bisa byangin mreka pas msih kcil, jdi byangin aja pas mrka dah gede ni hahaha…
    Tpi ttep imut2, pa lg pas ngasih mkan kelinci..

  26. Hai slm kenal aq reader bru di sini…

  27. Soosun sweet abis yah thor
    Daebak 😀

  28. Hhhmmm soosun kyeopta aaahhh masa kecil mereka lucu banget sih soo tuh emang dari kecil suka ngeledekin sunny ya soo iseng sweet banget apalagi pas ngeliat sunny senyum pas ngasih makan kelinci aahh pengen nyubit pipi nya sunny 😀

  29. hennyhilda said:

    Ihhh soosun imut bgt ky aq #plakkk
    hmm penasaran penasaran
    semangat author
    ganbatte

  30. iya kalau jd anak kecil gni mereka keliatan polosnya dan untungnya belum ada bibit2 yadong yg ditanam author #peace jd mereka benar2 jd anak kecil yg manis dan polos keren keren

  31. Maifate unnie, mungkinkah ini menggambarkan kehidupan masa kecil Maifate unnie ?
    Kalok iya, berarti unnie orangnya dulu pasti nakal :p

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: