~Thank you for your comments~

Sooyoung membuka lemari dan menemukan tiga lembar kertas berwarna merah.
“Apa ini?”
Tertulis huruf A sampai Z dan di sebelahnya ada titik dan garis.

Yoona menekan tombol besar pada panel kontrol.
“Wah!”
Di layar muncul beberapa baris titik dan garis. Totalnya ada 7 baris. Ini mengingatkannya pada…
“Kode morse?”
“Yah Yoona, kamu tahu ini apa?” Sooyoung menunjukkan penemuannya.
“Eh? Tunggu… ini… ya mungkin, pinjam unnie”
“Apa sih?” (Sooyoung)
Yoona menekan tombol sambil melihat daftar kode morse.
Dia menekan tombol t a e y e o n.
Lalu setelah itu terdengar bunyi dan kotak di sebelah panel terbuka.
“!”
“Kode morsenya ‘Taeyeon’ ?” tanya Sooyoung bingung.
“Apa?” (Taeyeon)
“APAAAAAA??!!” malah Sunny yang berteriak terlalu keras sampai-sampai Taeyeon yang berdiri di sebelahnya kaget.
“Tunggu! Kode morsenya ‘Taeyeon’ katamu?!” (Jessica)
“Ne…” (Yoona)
“Wae?” (Taeyeon)
“Taeyeon, masa sih kamu Zeronya?” Sooyoung menatapnya dengan pandangan penuh tuduhan.
“Bukan, aku benar-benar tidak tahu apa-apa, “ Taeyeon menggeleng-geleng.
Sunny merangkul lengan Taeyeon dan membelanya.
“Benar! Taeyeon gak mungkin Zero!”
“Tapi kenapa kode morsenya…” Jessica sendiri kelihatannya tidak percaya.
Yoona mengambil plat berbentuk perisai dari dalam sana dan selain itu dia juga menemukan hal lain.
“!”
“Unnie! Unnie! Lihat! Kunci Neptunus!”
“Oh! Jadi kita bisa lewat pintu itu sekarang!” (Sooyoung)
“Ne, tapi kita harus keluar dari ruangan ini dulu.” (Sunny)
Mereka memutuskan untuk tidak memikirkannya.

………………………

Sekarang mereka berdiri di depan beberapa monitor.
“Unnie, coba lihat ini.”
Yoona menunjuk 4 tempat kosong yang berbentuk seperti perisai.
“Tadi unnie menemukan plat seperti ini juga kan? Mungkin kalau kita taruh plat berbentuk perisai ini disini.”
“Ya,” kata Taeyeon yakin.
Setelah mereka memeriksa seluruh tempat itu dan memecahkan beberapa puzzle, mereka menemukan total ada 4.
Yoona menaruh satu plat berbentuk perisai itu. Setelah dia melakukan itu di layar monitor muncul sesuatu.
“Wah, mungkin ini juga semacam puzzle…” (Yoona)
“Biar kubacakan peraturannya.” (Sunny)
“Ketika kamu menyentuh area bernomor, area itu akan terpilih dan berubah warna menjadi biru. Sentuh bola bernomor di atasnya setelah memilih area itu, maka akan memindahkan bola ke area tersebut.
Namun kamu tidak bisa memindahkan bola merah. Kamu hanya bisa memindahkan 3 sampai 5 bola ke satu area. Tekan tombol ‘check’ setelah kamu memindahkan semua bola (kecuali warna merah karena tidak bisa dipindahkan). Akar digital pada bola-bola harus sesuai dengan nomor untuk area itu.”
“Hmm, jadi konsepnya sama dengan akar digital?” (Sooyoung)
“Hanya bola angka 9 yang berwarna merah.” (Jessica)
Taeyeon memperhatikan bola-bola bernomor di layar monitor, “Nomor areanya 6 dan 3, berarti kita harus buat akar digital 6 dan 3?”
“Sepertinya begitu.” (Yoona)
“2, 3, 4, 6 untuk area 6 dan 1, 5, 7, 8 untuk area 3.”
Lalu Taeyeon menekan tombol check.
“Begini kan?”
“Hebat… kamu langsung bisa dalam sekali coba.” (Sunny)
“Ya, dan kamu bahkan tidak mengganti nomornya sama sekali.” (Sooyoung)
“Ah, ini kan tidak serumit itu.” (Taeyeon)
“Tapi tidak terjadi apa-apa, unnie…”
“Hmm…” Taeyeon menaruh plat berbentuk perisai yang dipegangnya.
“Muncul sesuatu lagi unnie”
“Puzzle ini kelihatan mirip dengan yang sebelumnya.” (Sunny)
“Bola warna merahnya bertambah. Sekarang bukan hanya 9, tapi juga 1. Nomor setiap areanya juga berbeda. Sekarang 1 dan 7.” (Sooyoung)
“2, 3, 5 di area 1 dan 4, 6, 7, 8 di area 7. Check.” (Taeyeon)
“Wuih Taeyeon, kamu gak berpikir lama ya.” (Sooyoung)
“Ya, aku sudah terbiasa menghitung.”
“Berikutnya,” Sunny memasang plat berbentuk perisai dan sama seperti sebelumnya.
“1, 3 dan 9 berwarna merah.” (Sunny)
“Wah, kali ini nomor areanya sama-sama 7, silakan Taeyeon” (Sooyoung)
“2, 8, 6 dan 4, 5, 7. Check.”
“Bagus Taeyeon! Sekarang tinggal satu lagi, mungkin ini yang terakhir,” Jessica memasang plat terakhir.
“Mungkin setelah ini akan terjadi sesuatu.” (Yoona)
“Aish, aku jadi berdebar-debar!” (Sunny)
“Selesaikan dalam sekejap Taeyeon!” (Sooyoung)
“Kenapa Taeyeon unnie terus yang mengerjakan. Sooyoung unnie mikir juga dong.”
Sooyoung hanya cengar-cengir, “Kamu sendiri juga, Yoona”
“Hehe, habis Taeyeon unnie kelihatannya bisa diandalkan sih.”
“Sekarang 1, 3, 6, dan 9 yang berwarna merah. Nomor areanya 8 dan 9.” (Jessica)
“Tunggu, kalau begini jadi gimana? Bukannya satu area perlu setidaknya 3 nomor? Tapi sekarang areanya ada 2 dan nomor yang bisa dipindahkan hanya 5. Kalau lima nomor dibagi untuk dua area jadi gak bisa…” (Sunny)
Taeyeon tanpa ragu memindahkan semua nomor, 2, 4, 5, 7, 8 ke area 8.
“Eh?” (Sunny)
Lalu Taeyeon menekan tombol check.
Benar.
“Peraturannya kan tidak mengatakan tiap area harus diisi. Jadi cuma kombinasi ini yang mungkin.”
“Omo Taeyeon… kamu keren… rasanya aku mau jatuh cinta…” Sooyoung memandang Taeyeon dengan penuh kagum.
“Yah tunggu! Tunggu! Kamu gak boleh jatuh cinta sama Taeyeon!” Sunny mendorong Sooyoung.
“Takut nambah saingan, Sunny?” Sooyoung terkekeh.
“Aku mendengar suara dari bawah keyboard, unnie”
Taeyeon membuka laci meja. Dan di dalamnya dia menemukan kartu kunci. Kartu kunci dengan simbol 0.
“Taruhan ini pasti kuncinya.”
“Zero… Zero… huh, pasti dia sedang mempermainkan kita!” kata Sunny jengkel.
“Ngomong-ngomong soal Zero, ada sesuatu yang bikin aku penasaran, unnie.”
“Apa itu Yoona?”
“Tadi unnie bilang kemungkinan Yuri unnie adalah Zero sangat tinggi, kenapa unnie berpikir begitu?”
“Tadinya aku juga tidak menyangka mereka orang yang sama tapi mungkin… Yuri memang pernah mengikuti nonary game 9 tahun yang lalu.”
“Apa?” (Yoona)
______________________________________________________________________________________________________________

9 tahun yang lalu. 9 anak terkumpul di ruang pembakaran setelah melewati pintu nomor 9.
Warning warning. Pembakaran otomatis akan terjadi dalam 18 menit. Segera evakuasi. Diulang. Pembakaran akan terjadi dalam 18 menit.
“Aniyoooo!!!” (Luna)
“Kakak!!!” (Taemin)
“Tolong!!” (Sulli)
Mereka mulai berteriak dengan panik.
“Tenang semuanya! Kalian cepatlah keluar lewat pintu nomor 9 itu!” (Yuri)
“Lalu kalian gimana?” (Jonghyun)
“Kita keluar lewat pintu itu, mungkin saja tidak terkunci! Ayo cepat!” (Yuri)
Sulli, Amber, Luna, dan Jonghyun keluar lewat pintu nomor 9.
Menyisakan Yuri, Tiffany, Krystal, Minho, dan Taemin. Mereka keluar lewat pintu lainnya yang kebetulan tidak terkunci.

…………………………..

Saat itu mereka sempat melihat dari kejauhan, Lee Soo Man kembali untuk mengintip tempat pembakaran.
“Kenapa ruangannya kosong?! Kemana perginya anak-anak sialan itu?!”
Kemudian dia menyadari kalau dia lupa mengunci salah satu pintu.
“GrrrrrrrraaaaaaGGGGHHHHH!!”
Suara geramannya tidak terdengar seperti manusia lagi, seperti geraman binatang buas.
“Berani-beraninya mereka merusak eksperimen! Awas saja! Kalian tidak akan bisa lari!”

………………………..

“Lari!” (Yuri)
Tidak perlu diperintah dua kali, setelah keluar dari ruang pembakaran, mereka terus berlari dan berlari. Lalu tidak lama kemudian mereka sampai pada tangga berbentuk spiral.
Mereka berempat berlari menaiki tangga. Suara derap kaki mereka pada anak tangga terdengar membahana. Nafas mereka memburu. Kaki mereka mulai terasa capek. Tapi mereka tidak berhenti.
Tangga itu terus berlanjut seolah tiada akhir.
…………………..
Mereka sudah melewati beberapa ruangan sampai akhirnya Yuri menyadari sesuatu.
“Hahh! Hahh! Gak ada… Tiffany tidak mengikuti kita…”
“Eh?” (Taemin)
“Tiffany unnie?” (Krystal)
“Tiffany!” panggil Yuri.
Tidak ada jawaban.
“Tiffany!” panggilnya sekali lagi.
“Mungkin dia tertinggal…” (Minho)
“Atau mungkin Tiffany unnie lagi berhenti sebentar untuk beristirahat…” (Krystal)
Yuri berhenti berlari.
“Tidak… tidak mungkin…”
“Maaf, kalian pergilah duluan, aku akan turun ke bawah mencarinya.”
“Eh?! Yuri unnie?!” (Krystal)
Yuri sudah berbalik dan turun ke bawah.
“Aku tidak bisa meninggalkan Tiffany begitu saja! Kalian pergilah!”
Minho dan Taemin mengangguk lalu mereka terus berlari ke atas.
“Tunggu unnie! Aku ikut!” Krystal memaksa. Dia mengikuti Yuri turun.
Yuri tidak punya waktu untuk berdebat. Dia terus lari ke bawah sambil memanggil Tiffany. Tiffany tidak terlihat dimana-mana.
“Kemana dia pergi?!” Yuri tidak bisa menyembunyikan rasa frustasinya.
Kemudian terdengar suara yang tidak asing di telinganya.
“Tolong aku! Seseorang, tolong aku!”
Suara seorang gadis.
“Tiffany!”
Yuri segera berlari menuju asal suara itu. Krystal mengikuti di belakangnya. Matanya terbelalak, dia tidak bisa mempercayai apa yang dilihatnya.
Lee Soo Man sedang menarik tangan Tiffany, dan menyeretnya dengan paksa ke dalam ruang pembakaran.
“Ayo cepat jalan!”
“Aniyo! Aku tidak mau! Lepaskan aku! Tolong!” air matanya mengalir, tapi Lee Soo Man tidak mau berbelas kasihan.
“Berhenti melawan, sialan! Lakukan apa yang kusuruh!”
Tiffany berusaha mempertahankan dirinya, tapi kekuatan Lee Soo Man jauh lebih besar. Dia tidak akan bisa menang.
“Tiffany!” teriak Yuri.
“Lepaskan dia!” Yuri berlari ke arah Lee Soo Man dengan kemarahan berkobar.
“Ha! Kamu kembali, tapi sudah terlambat, bodoh!”
Lee Soo Man mengangkat Tiffany.
“Aaahhh!”
Tiffany meronta-ronta, berjuang untuk melepaskan diri.
Sebelum Yuri dan Krystal sempat bertindak. Lee Soo Man telah masuk ke dalam ruang pembakaran sambil membawa Tiffany.
Begitu dia masuk, pintu langsung tertutup.
Yuri berlari ke depan pintu.
“Tiffany!”
Bersama Krystal, dia berusaha menarik, mendorong atau mendobrak pintunya.
“Arrrrrgggghhhhhhhhh!!!”
Tapi pintunya tidak mau bergeser seinchi pun.
“Tiffany! Tiffany!” Yuri masih berusaha menggedor pintunya. Dia memukul-mukul pintunya dengan sangat keras sampai Krystal khawatir kalau tangannya akan hancur.
“Kamu gak apa-apa?!”
“Tolong aku!” (Tiffany)
Suaranya sedikit teredam karena berada di balik pintu, tapi penuh dengan ketakutan.
“Ottoke?! Sepertinya aku terperangkap disini!”
“Dimana Lee Soo Man?!” (Yuri)
“Dia kabur lewat pintu lain!”
“A-apa?!”
Warning warning, perintah darurat pembakaran telah diakui. Pembakaran otomatis akan terjadi dalam 18 menit. Segera evakuasi dari ruangan.
Jantung Yuri seperti mau copot mendengar pengumuman itu. Wajahnya mulai memucat.
“Yang benar saja!”
“Yuriii… kamu masih disana kan?!” suaranya terdengar seperti mau menangis.
“Ya! tunggulah! Aku akan cari cara untuk menyelamatkanmu!”
Pembakaran otomatis akan terjadi dalam… 17 menit.
“Jebal! Tolong aku! Aku takut sekali! Aku tidak mau mati! Tolong! Aku tidak mau mati! Aku tidak mau mati…” suaranya terdengar putus asa.
“Semua akan baik-baik saja! Aku akan cari cara! Aku janji! Aku janji, oke? Kamu dengar aku kan? aku janji! Tunggulah!”
Mereka bisa mendengar isakan tangis dari dalam sana.
“Huuu…. hiks….. hiks…..”
Tangan Yuri mengepal dengan sangat kuat. Darah mulai mengalir dari tangannya yang bengkak. Tapi saat ini daripada tangannya, dadanya lebih terasa sakit. Hatinya seperti diremas-remas.
Yuri berjuang menahan air mata yang hampir jatuh.
Meskipun dia sudah berjanji tapi saat ini dia tidak bisa berbuat apa-apa.
Tidak lama kemudian, belasan menit yang terasa sangat lama juga terasa singkat, hitungan mundurnya berakhir.
“Tiffanyyyyyy!!!”
Krystal menutup kedua telinganya, matanya terpejam rapat-rapat.
Sebab terdengar sesuatu terbakar dari dalam sana.
……………………….
Bahkan ketika apinya sudah berhenti, mereka masih tidak bisa bergerak.
Yuri jatuh berlutut, dia terlihat seperti boneka yang hancur.
Lalu pintu terbuka.
Yuri berjalan masuk dengan langkah terhuyung-huyung.
Krystal ikut masuk. Masih tidak sanggup untuk berkata apa-apa.
Udara di dalam ruang pembakaran terasa panas.
Setiap nafas yang dia tarik, rasanya seperti membakar paru-parunya.
Dan di tengah ruangan, di bawah gelombang panas… disana terdapat…
Yuri berjalan kesana, kakinya gemetar dengan sangat hebat. Nafasnya terasa sesak.
“A…aaa…”
Dia jatuh berlutut tepat di depannya. Tangannya meraih sisa-sisa yang tadinya adalah adiknya. Meskipun mereka bukan saudara kandung, tapi Yuri sangat menyayanginya melebihi siapapun. Air matanya mulai bercucuran di wajahnya.
“AAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHHHH!!!!!!”

……………………………..

Taeyeon merasa mau mual. Tubuhnya terasa panas dingin.
Yoona dan Sunny mengerenyit sakit membayangkannya.
“Gila… itu terlalu tragis…” kata Sooyoung lirih.
Taeyeon sangat tidak ingin tahu jawaban yang dia takuti, tapi dia tidak bisa memendamnya lagi, dia tidak ingin dibayang-bayangi ketidakpastian lagi. Dia harus memastikannya.
“Uh… Jessica, boleh aku tanya sesuatu?”
“Apa?”
“Gadis itu… Tiffany… siapa nama belakangnya?”
“Memangnya kenapa?”
“Katakan saja, oke? Jebal…”
“Hwang, namanya Tiffany Hwang.”
Sesuatu dalam diri Taeyeon seperti berhenti.
Taeyeon tahu sekali nama lengkap Tiffany.
Tubuhnya kini terasa kosong. Seperti hawa hidupnya telah meninggalkan tubuhnya.
“Taeyeon?” (Sunny)
“Hmm? Kenapa namanya Tiffany? Yah Taeyeon, masa kamu berpikir kalau-” (Sooyoung)
Tiba-tiba ruangan berguncang. Dan dari kejauhan terdengar suara air mengalir tiba-tiba.
“Wah! Apa?! Apa yang terjadi?!” (Sooyoung)
“Gawat, pasti sudah jam 6, waktu kita sudah habis.” (Yoona)
Taeyeon seakan tersadar kembali.
“Ayo! Kita harus keluar dari sini!”
Mereka langsung berlari menuju pintu. Taeyeon segera menggesekkan kartu kunci Zero.
“Yeah! Berhasil! Terbuka!” (Sooyoung)
“Cepat! Kita tidak punya banyak waktu lagi!” (Sunny)
Pintu terbuka dan mereka sampai ke perpustakaan lagi. Gempanya sudah berhenti, tapi mereka sadar kalau bahayanya belum berlalu.
Mereka segera menyeberang, menuju ke pintu besi. Melewati pintu setelah menggesekkan kartu kunci Uranus.
Setelah keluar dari perpustakaan, mereka kembali berlari. Di ujung lorong terdapat sebuah pintu, Taeyeon merogoh kartu kunci Neptunus dari sakunya.
Dia membuka lalu mendorong pintunya.
Di depan mereka terdapat sebuah pintu besi lain. Di atasnya terdapat plat bertuliskan ‘CAUTION INCINERATOR’.
“Jadi ini ruang pembakaran…” (Taeyeon)
“Mungkin ada tuasnya di dekat pintu…” (Jessica)
Waktunya sudah semakin sempit, mereka tidak punya waktu untuk ragu lagi.
Yoona berlari kesitu dan menurunkan tuasnya.
Pintunya bergeser terbuka. Segera setelah pintunya terbuka cukup lebar, mereka berlima segera masuk.
Kemudian tiba-tiba… di depan mereka ada pintu nomor 9 dan juga 3 orang yang tadi terpisah dengan mereka.
Yuri, Hyoyeon, dan Tiffany…
Yuri tidak kelihatan sedang menodong siapa-siapa.
“Pany!” Taeyeon melihat Tiffany yang sedang terduduk di pojokan. Dia langsung berlari ke arahnya dan berlutut di depannya.
Tiffany kelihatan lelah.
“Ada apa?! Kamu baik-baik saja?!”
Wajahnya pucat, bibirnya kering. Ketika dia berbicara, Taeyeon hampir tidak bisa mendengarnya.
“Taetae… kamu datang…”
“Tentu saja, Pany… aku selalu ada buat kamu…”
“Syukurlah… syukurlah…” Tiffany mengutarakan hal yang sama berulang-ulang. Taeyeon yang mendengarnya merasa hatinya hancur.
“Hei… apa yang terjadi sama kamu?”
“Aku gak apa-apa… aku tadi hanya pingsan… tubuhku terasa lemah, tapi sekarang aku sudah lebih enakan…”
“Kamu yakin?”
“Ne, aku hanya perlu istirahat sejenak… setelah itu aku akan baik-baik saja… kamu tidak perlu khawatir…”
Tiffany melihat ke arah Yuri. Taeyeon berpaling untuk melihatnya juga. Dia berjalan mendekat, sekarang mereka berhadap-hadapan.
“Yuri, kau adalah Zero, benar kan? Kamu yang merencanakan nonary game ini,” Taeyeon memandangnya tanpa gentar.
“Heh”
Taeyeon tidak dapat menerjemahkan arti senyum Yuri.
“Taeyeon Taeyeon, kau seenaknya menuduh orang hanya berdasarkan dugaan, memangnya kamu punya bukti?”
Mereka mulai bicara bersamaan.
“Tapi 9 tahun yang lalu kamu pernah ikut dalam nonary game kan?” (Jessica)
“Aku tahu! Kamu ingin membalas dendam sama pamanku kan?! Karena itu kau mengikutkanku dalam nonary game ini!” (Sunny)
“Tunggu Sunny, kupikir pamanmu itu yang merencanakan nonary game ini?” kata Sooyoung.
“Ya, tapi ada 3 hal yang kamu salah,” Yuri melipat tangannya.
“Apa itu?” (Taeyeon)
“Pertama, aku bukan Zero.” (Yuri)
“Apa?!” (Sunny)
“Tunggu, apa katamu?!” (Taeyeon)
“Tapi bukannya nomor gelangmu 0?!” (Jessica)
“Ya, aku memang memakai gelang Zero dan membantunya, tapi aku bukan Zero. Lebih tepatnya aku ini… asisten Zero. Dan asisten hanyalah asisten. Aku tidak memikirkan semua ini. Aku hanya mengikuti perintah Zero.”
“Kalau gitu, kalau bukan kamu, siapa Zero?!” kata Sooyoung tidak sabar.
“Tenang, bukannya kubilang ada 3 hal? Memang Lee Soo Man yang mengadakan nonary game 9 tahun yang lalu, tapi yang sekarang bukan.”
Sunny yang mendengarnya merasa sedikit lega, setidaknya dia tahu bukan pamannya yang memaksanya ikut nonary game kali ini.
“Apa sebenarnya tujuan nonary game ini, Yuri unnie? Apa benar untuk balas dendam?”
“Bukan, bukan untuk balas dendam atau apapun itu. Ada alasan sebenarnya kenapa kalian ikut serta dalam nonary game.”
“…?” (Taeyeon)
“Untuk menyelamatkan seseorang.”
“Untuk… menyelamatkan seseorang?” ulang Taeyeon.
Mereka semua juga melongo, seolah tidak percaya pada apa yang baru saja dikatakan Yuri.
“Benar, hanya ada satu cara untuk menyelamatkannya. Kalian semua dibawa kesini untuk menolong kakak perempuanku. Untuk menyelamatkan Tiffany.”
“A-apa yang kamu katakan?!” (Taeyeon)
Sunny juga hampir membantah ketika tiba-tiba Hyoyeon berkata.
“Taeyeon!”
“Apa?”
“Tiffany… Tiffany menghilang!”
“Eh?”
Cepat-cepat Taeyeon berpaling.
Tidak ada. Tempat dimana seharusnya Tiffany berada… dia tidak ada disana. Padahal sampai tadi Taeyeon masih mengobrol dengannya.
“Apa?! Kemana dia?” mata Sunny berusaha mencari-cari sosok gadis itu.
“Fany?! kamu dimana?!” panggil Sooyoung.
Jantung Taeyeon berdebar keras.
Kemana… kemana dia…
Dari kejauhan, mereka semua mendengar suara berat. Kedengarannya seperti roda besar yang berputar.
Yuri seperti sedang memasuki alam bawah sadar. Suaranya terdengar tenang.
“Proyek nonary adalah proyek yang didesain untuk mengetes fenomena tertentu. Dan apa fenomena itu? Untuk 2 organisme saling berkomunikasi tanpa melalui kontak fisik…”
“Teori morphogenetic field. Eksperimen ini dilakukan untuk mengetesnya.”
“……………….”
“2 lokasi berbeda, satu di kapal dan satunya di bangunan Nevada bernama bangunan B. Bangunan B dibangun identik dengan interior bangunan di kapal. 9 anak yang terperangkap di bangunan B dihadapi dengan berbagai puzzle, copy dari duplikat kapal.”
“……………….”
“Pengirim ditaruh di bangunan B dan penerima ditaruh di atas kapal. Masing-masing pasangan bersaudara seharusnya terpisah tapi… terjadi kesalahan.”
“Kesalahan?” (Jessica)
“Tiffany adalah pengirim. Dia seharusnya berada di bangunan B, tapi…”
“Untuk alasan yang tidak kuketahui, dia ditaruh di kapal dengan penerima-penerima seperti aku. Mungkin dia dikira orang lain yang seharusnya berada di grup A. Apapun itu akhirnya dia berada di atas kapal.”
“……………….”
“Aku rasa aku sudah memberi penjelasan cukup, kamu ngerti kan? Kamu tahu ini akan mengarah kemana, Taeyeon.”
“Ke-kemana…”
“Sepertinya sudah waktunya,” Yuri mengeluarkan pistolnya dan kali ini mengarahkannya ke Hyoyeon.
“!”
“Jalan!”
Hyoyeon tidak melawan. Dia kelihatan takut waktu pistol itu diarahkan di kepalanya.
“A-apa yang akan kamu lakukan?” (Taeyeon)
Dia tidak akan bisa melewati pintu bernomor dengan hanya 2 orang. Apa yang dia pikirkan?
Yuri membawa Hyoyeon keluar lewat pintu yang baru saja mereka lewati. Dan pintu langsung menutup.
“Yahh!” (Sooyoung)
Yoona dan Sooyoung berusaha membuka pintu dengan paksa, tapi percuma.
Sekarang kelihatannya mereka berlima terkurung disini.
“Apa yang akan Yuri lakukan?” (Jessica)
“Oh tidak… jangan-jangan…” ekspresi Yoona berubah menjadi tegang.
“Jangan-jangan apa?” tanya Sooyoung tidak cepat menangkap.
“Unnie sadar gak sekarang kita berada dimana?”
“Dimana…” setelah mengucapkan itu Sooyoung tersentak.
“Ya, hanya ada satu hal yang akan dilakukannya…” (Yoona)
“Ti-tidak… jangan bercanda Yoonah!” (Jessica)
“Aku sendiri tidak mau percaya ini… Yuri unnie gak akan…” Yoona kelihatan seperti mau menangis. “Gak akan bermaksud membakar kita hidup-hidup kan…?”
“Pintu nomor 9!” cetus Sunny. “Ayo kita keluar lewat sana!”
Mereka saling mengangguk lalu segera berlari ke depan pintu nomor 9.
Yoona yang lebih dulu sampai, dia segera meletakkan telapak tangannya di panel scanner.
“……………….”
“Kenapa? Cepat!” (Sunny)
“Gak… gak berfungsi.”
“Apa katamu?!” (Sooyoung)
“Jangan bercanda! Minggir!” Sunny mendorong Yoona dan sekarang dia yang menempelkan tangannya di panel scanner.
“……………….”
“Apa?! Kenapa tidak terbaca?!” Sunny melambai-lambaikan tangannya di depan scanner. Tapi mesin itu masih tidak juga membaca gelangnya.
“Apa?! Jadi kita gak bisa keluar?!” (Sooyoung)
“Aniyoo…” (Jessica)
“Tolong! Berfungsilah!” sekarang suara Sunny terdengar memelas. Dia terus melakukan hal yang sia-sia.
Yoona melihat-lihat sekitar lalu menengadah ke atas. Di atas kelihatannya ada ventilasi yang bisa dibuka, tapi langit-langitnya terlalu tinggi, mereka tidak akan bisa mencapainya.
“………………” Taeyeon merasa pasrah.
“Dowajuseyo! Dowajuseyo!” Sooyoung berteriak-teriak tak sabar dan histeris.
Yang bisa mereka lakukan sekarang hanya diam saja dan menyaksikan pintu nomor 9 tegak di depan mereka.
Padahal pintu keluar berada tepat di depan mata, tapi mereka sama sekali tak berdaya.
Setelah mereka berjuang menghadapi berbagai rintangan…
Menyelesaikan puzzle-puzzle…
Berusaha bertahan hidup melewati pintu bernomor…
Sepertinya… beginilah akhirnya…

*~To Be Continued~*

A/N : Chapter berikutnya akan lebih panjang.

Advertisements

Comments on: "Soshi Bond ~The Nonary Game~ (Chapter 15)" (67)

  1. pertama kah? o.O

    tinggalin jejak dulu XD

    • ouwaaaahh…,
      yuri keren pas flashback nya…jadi asistennya zero pula XD #plakk

      kode morse nya taeyeon? fany kah zero nya? *sangat memungkinkan*
      ~> yuri nodong fany kemarin…bagian rencana fany..karena dia zero nya..?

      bentar lagi end kah, thor?

  2. 😯
    lebih rumit dr yg sebelumnya. yuri bukan zero tp asistennya zero -____-
    ternyata yg ikut anak2 f(x), shinee 😀

  3. Kimtaeyeoung said:

    Huaaaa yul itu saudaranya pany teryata,klo bukan sooman jadi siapa zero’y??
    Terus pany kemana??apakah pany udah ikut terbakar atau mgkin pany adalah zero’y??wah bener2 deg2an baca ni+makin makin penasaran..

  4. makin curiga kalo ppany itu zero nya kode nya aja taeyeon -__-

    ppany d culik apa emang udah mati huaaaa

  5. new fan of snsd said:

    hohoho…mantap…. jd tambah tegang aja…. lanjut….

  6. RoFL's Imagination said:

    errrrr dag dig dug deh bacanyaaa-_-

  7. astaga, trus tiffany yg td bersama taeng itu siapa?

    buruan update thor, penasaran tingkat raja iblis nih….

  8. Jadi tiffany sebenar’a udah engga ada yah..>,,< masa pintunya engga bisa di buka..jadi siapa zerro sebenarnya..?!

  9. wah yuri! teganya dirimu .-. taeyeon yang sabar~

  10. taengppany said:

    Ah makin seru aja nih ceritanya
    Fany sangat misterius tp apa mungkin ya fany zero?soalnya yuri bilang mau nyelametin kaka perempuannya kan, kayanya bukan fany zeronya
    Aih penasaran banget

    Update lg ya thor 🙂

  11. shriesifanytastics said:

    makin menegangkan z ceritanya..
    trus ppany ntu kmn?

  12. gorjesshinta said:

    ninggalin jejak dulu ahh XD

  13. yuri bukan zero tp asistennya zero jadi zeronya siapa donk ??
    tujuan game ini untuk menyelamatkan tiffany, tifffany sebenarnya udah mati terbakar atau sedang disekap ? terus tiffany yg sekarang siapa ? apa jangan” cuma robot atau zero yang nyamar menjadi tiffany ?
    aku juga bingung kenapa kode morse td “taeyeon”, apa ini ada hubungannya dengn tiffany ?

  14. yulilovesnsd said:

    Hadeuuuhhh jantungan d aahir chapt ini, bener2 dech ikut syoookk sy.
    Apa fany msh hidup ? Knp tdi taeng ßȋ∫ª bicara sm fani n stlh yuri menjelaskan ,fany ny hilang???
    Benar2 penasaran dah.
    Kasian taeng sampe pasrah gitu, padahal kn dia yg selalu ngsh semangat sm temen2nya.
    Jgn sampe dech fany zeronya. Huwaaa,,,fany km kmn??

    Ditunggu decch chapt selanjutnya
    SemangkOokk

    Tks

  15. Saya udah dapet true ending *narihap-hap*. Saya ngerti masalah paradok-nya gara-gara post ini, makasih *pelukcium*.

    Chap depat tamat ya? pasti keren. Bisa dibayangin reaksi para reader yang terkejut. Ditunggu ya endingnya.

  16. asleyar said:

    pusing!!! kenapa semua’a harus berhubungan sama otak??? telepati atau apalah itu.. kenapa juga taeng bisa tau cerita nonary game 9 tahun lalu?? fany hilang setelah yuri cerita juga pasti ada hubungan’a sama otak…

  17. YoonSicTaeNy said:

    jadi yuri bukan zero tapi asisten zero …

    kenapa kecurigaanku tertuju pada fany yah??? mungkinkah dia zerony ???

    tapi apa maksud dari kata yuri yng “tujuan nonary game adalah untuk mnyelamatkan saudaranya yaitu tiffany” ??? dan tiba tiba fany jadi hilang entah kemana ..

    belum lagi kode morseny namany taeyeon …

    apa maksud semua i2??? argghh

    yah bener ngegantung … dan menegangkan … kuharap eon tidak lama lama updateny …

  18. Wkwkwk. Masa sih belum dipikirin endingnya?

    Saya doain deh ya biar dapet ilham buat endingnya.

  19. itu tae tw dr mana yul yg pernah ikut nonary game ? kan part kmrn tw nya ppany ma jess aja .. apa mungkin ppany pas 9 thn lalu di selamatin soo man , trs yg ke bakar itu manikin ? jd marpogenetic field thu itu artinya -.-
    mungkin ppany lg di bangunan B ? tp krna marpogenetic field tae ngerasa ppany thu ada di sampingnya ?
    nonary game di bkin lg utk nyelamatin ppany ? jd ppany masi ke kurung dong ?
    seo gmna ? pasti seo kan zeronya ? :p

  20. nuriiiin said:

    Omo! Speechless men..tegang bacanya, g bs blg apa2 lagi..

  21. uwaaaaaaaaa, penasaraaaaaaaan!!

  22. Kwon Eya said:

    fiuuuh, maqin tegang ajah. Lnjt th0r!

  23. phe pie said:

    Wah trkaget2 baca chaptr ini. Pantas klo ada Sica, Fany, n Yul di game sblumnya brarti walau dibagi 2 ttap pasti ada 2 orang yang klal. Trnyata bnaran YulTi.
    BTW itu klo tujuan nonary game ini buat nolong orang brarti Zero orang baik dong. Atau cuma tujuan pribadinya Yul aja?
    Aduh Taeng itu knapa Fany bisa kau biarkan lpas? Atau mang Fany hantu ya, bisa lolos kayak angin. XD.
    Chaptr slanjutnya tamatkah critanya thor?

  24. mrz_love_taeny said:

    siip mantap thor klo gini aku jd yakin zero sebenarnya adalah tiffany dan yuri cm sbg asisten aja dan wkt yuri nodong pistol k tiffany itu agar tae tertekan dan smakin berpikir keras gmn cara nyelametin tiffany n kluar dr tempat itu*konsep nya game ini kan ada bahayanya klo gk salah ya* dan jg td kode morse nya jg taeyeon jd dugaanku smakin kuat klo zeronya si ppany

    tiffany yg skarang itu sama kyk tiffany 9 taun yg lalu kan ya thor jd inget wkt tiffany tiba2 sakit wkt pisah ma tae itu yuri kan perhatian sangat k ppany,itu gara2 si ppany itu sodaranya*walau gk kandung*
    mungkin tiffany melakukan teleportasi atau apalah gk tau namanya biar dia bs ikut nonary game lg dan bs nyelametin dirinya 9 tahun yg lalu yg kejebak d tempat pembakaran makanya skarang kan pintu no 9 nya ada d tempat pembakaran itu dan ppany tiba2 hilang itu mungkin wkt untuk d masa itu udh abis dan dia kembali k 9 taun yg lalu
    dia milih tae mungkin krn telepati antara mereka berdua itu cukup kuat*lupa d chap brapa yg tiba2 perasaan tae gk enak gara2 mikir ppany* dan dia berharap biar tae bisa nyelametin dia
    hehehe
    maap nebak2 gk jelas thor

    tp kata temenku sih true endingnya ngegantung ya thor katanya tiba2 si akane alias zero alias june itu naik mobil ninggalin tempat itu bareng santa…? !
    tapi moga ff ini ending nya gk ngegantung n TaeNy bs bersatu
    amiiiiiin
    kekeke

  25. Waaaah kya ny emang fany yg jd zero udah trbukti kode morse taeyeon.

    Brarti slah bkn soehyun soalny dia mnghilang sii . . Hehe
    dtnggu slnjtnya, bntar lg end ya thor.

  26. tolong persatuin taeny..

    ga tau dah aku siapa zero nya,, terus katanya nonary game ini tujuannya bwt menyelamatkan seseorang tapi kenapa harus mengorbankan seohyun.. hmm

  27. fany kemana kok tiba2 ngilang kayak setan???
    kalo yuri asistennya zero trus siapa yg jadi zero?
    jgn2 fany itu zero O_o

    update soon thor… fighting

  28. Ahah. Emang ga mungkin banget. Ribet aduh.

    Tapi pernah ada yang bilang; Junpei terlihat tenang di akhir. Karena dia tahu dia dan Akane akan bertemu kembali entah kapan dan bagaimana, karena Akane hidup.

    Ikutin aja teorinya, biar ga terlalu gantung. Meski agak gimana gitu.

    Udahlah Tae ama Alice aja, dari pada pusing. Wkwk.

    • ya aku rasa gitu
      benar jg! Tae sm Alice aja ya, ribet amat, kenapa gua gak kepikiran dr td -.-” wkwkwk XD *pdhal dlm cerita ini gak pernah ada nyebut Alice

  29. Yaowoh saya baru nyadar, Alice dianaktirikan di ff ini. Wkwkwk. Sabar yee, lice.

    Btw, kok saya jadi kangen Alice ya. Ya ampun, Alice kamu ada dimana? jangan bilang kamu beku lagi.

  30. Emang itu anak ga tau malu. Muncul-muncul langsung nebeng. Minta diketok XD

  31. Haha ngerti nih bener kan zeronya fany,sedangkan yul cm asisten 😀 kebukti sama perhatian yul ke fany.Dan wkt itu fany ngilang buat bikin tae lebih tertekan,tp ngomong2 akting fany disini keren jg ya soalnya gaada yg nyurigain dia atau memang dia,,, hmmmmm.Yg yul maksud buat nyelametin seseorang itu fany kan??sejenis telepaty gitulah hehe 😀 lanjut thorr

  32. Ehhh tp tunggu deh,tp mungkin wkt itu fany ngilang dan kembali ke 9 tahun yg lalu melalui,,, hmm lupalah apa dan dia milih tae ikut game ini krn hubungan batin mrk kuat?? Dan di cerita ini fany kembali menjadi fany yg 9 tahun yg lalu?? Hmmmm mian kalo aku sok tau hehe ._.V lanjut thorr makin seruu

  33. Sumpah, aku penasaran banget!!!! Ppany, dia selalu mencurigakan. Siapa dia sebenarnya??
    Lanjut thor

  34. sica jung said:

    kok pany menghilang sih
    penasaran nih
    lanjuttt htor

  35. krystalized said:

    kode morse-nya taeyeon?? Rada curiga sama tippani, tapi si yul bilang ppani itu pengirim u.u
    makin rumit

  36. Ku pikir taeyeon is zero krn kode morse taeyeon. Eh yuri bkm zero tp cuma asisten zero…kemana fany tiba2 menghilang??? Jessia, fany dan yuri terlibat pd 9thn lalu.
    Benar2 pusing dan lebih rumit.

  37. Ikutan tegang. Wah.. Seru” .. Sampek berasa kek beneran. Huaa.. Fany fany kemana@

  38. Miss New New said:

    karena author dah tenggelam oleh pertanyaan para reader aku gak tega nanya2
    Aku curhat aja ya
    author : ” errr gimana kalo diem aja ?”

  39. wuahh.. telat baca, maaf ya unnie, kemaren2 ga sempet komment. koneksinya lagi tidak memungkinkan baget. jadi kommentnya diborong di chap ini aja ya. ahahaha.
    sebenernya feelku emang uda ngomong kalo yuri bukan zero, ga tau kenapa sih.. ga semudah itu ngejudge yuri jadi zero betul betul betul (*dikasih tepuk tangan ma yuristable :P)
    soal fany.. ah, aku ga mau menduga-duga. takut salah ahahaa. lagian yang paling menonjol hubungan telepatinya tuh taeny, ya ga sih,
    jempol buat couple soosun yang bikin suasana tegang di ff ini jadi menyenangkan. 😀
    ditunggu next chapter un..
    oiya, berhubung endingnya di game tu gantung, di ff ini jangan digantungin juga deh.. dicentelin kek apa kek.. hehehehe just kidding. yang pasti jangan terlalu dipikirin un, semua reader pasti pengennya happy ending, sad ending juga bolehlah terserah unnie. pokoknya jangan confused ending aja. 😀
    fighting!!

  40. koppendtinmyheart said:

    Gk ngrti sih
    tp seru bca ny, haha

  41. taenyshidae said:

    Tujuannya buat nyelametin fany
    Tapi aku heran knp kodenya taeyeon??
    Dan yuri asisten nya zero sedangkan yuri bilang di adik nya fany. Apakah zeronya itu tiffany??

  42. Ya ampun! Jd sbnrnya tiffany itu udh mnggal. Dn yg prnh ikut nonary game bkn cm jessica tp yulti jg. Kaget.

  43. Ya ampun! Jd sbnrnya tiffany itu udh mnggal. Trnyta itu sbbnya dia skt trs. Tp knp dia hdp lg? Dn yg prnh ikut nonary game bkn cm jessica tp yulti jg. Kaget.

  44. hennyhilda said:

    Mqn ksni mqn g ngrti ckckck #smbil mijit kepala
    semangat author
    ganbatte

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: