~Thank you for your comments~

A/N : I don’t own the game
enjoy~

Pistol di tangan kanan Yuri. Saat ini Yuri sedang memegang Tiffany dari belakang, mulut pistolnya ditodongkan ke kepalanya.
Apa yang dia lakukan pada Tiffany?!
“Da-darimana pistol itu?!” mata Sooyoung membeliak kaget.
“Dari ruangan sebelah.”
“Ruangan mana?!” desak Sooyoung.
“Salah satu ruangan dibalik pintu nomor 2. Saat kalian semua sedang sibuk mencari kartu,” matanya menatap Sunny dan Sooyoung, senyumnya terlihat dingin seperti mengejek.
“A-apa yang kamu lakukan unnie?!”
“Jangan bergerak Yoona!”
Langkah Yoona langsung terhenti ketika mulut pistol itu lebih ditekan ke kepala Tiffany.
“Tae-tae…” suaranya agak bergetar, Tiffany terlihat seakan mau menangis.
Taeyeon mengatupkan rahang menahan amarah. Tangannya terkepal.
Yuri berjalan ke belakang sambil membawa Tiffany.
Tidak lama, punggungnya sudah menghadap pintu.
Di sebelahnya terdapat RED. Dia meletakkan tangannya di panel scanner, dan kemudian memaksa Tiffany untuk melakukan hal yang sama.
“Sekarang… ikuti perintahku. Hyoyeon selamat, aku memilih kamu untuk ikut denganku. Letakkan tanganmu di RED.”
Hyoyeon masih tercengang. Tidak percaya dengan apa yang terjadi di depan matanya.
“Hei, kamu tuli? Ini perintah,” mata Yuri menatap tajam Hyoyeon.
Hyoyeon masih tidak beranjak dari tempatnya.
“Baiklah, oke kalau itu maumu. Aku tidak mau membuang-buang peluru, tapi sepertinya kalian tidak mengerti.”
Segera setelah kalimat itu keluar dari mulutnya, jari Yuri menekan pelatuknya.
DOORRRR!!
Peluru itu memecah lantai kayu tidak jauh dari mereka. Tiffany tidak bergerak seinchi pun. Mukanya pucat. Matanya memancarkan ketakutan yang amat sangat.
Taeyeon merasa jantungnya sempat berhenti. Barusan dia mengira Yuri benar-benar menembak Tiffany.
Dia melihat asap yang mengepul dari lubang yang baru saja dibuat.
Sungguhan… pistol itu sungguhan.
“Tapi… kenapa…? Yul, kenapa kamu…” Sooyoung menyuarakan rasa tidak percayanya. Dia merasa dikhianati.
“Yuri unnie…” suara Yoona juga terdengar hancur. “Kupikir kita teman…”
Wajah Yuri tertekuk.
“Yul, hentikan ini!” (Sooyoung)
“Diam! Diam! Atau kamu mau kepalamu kulubangi?!”
“Kau! Jadi memang waktu itu kau yang menutup pintu kulkas!” tukas Sunny.
“Huh… memang bukan aku kok, kamu lupa? kalau kalian sampai mati, aku sendiri juga yang akan celaka. Terserah mau percaya atau gak.”
Sekali lagi Taeyeon merasa merinding. Bukan karena dia tidak percaya, tapi dari cara Yuri mengatakannya.
“Baiklah, kenapa kamu masih diam saja disana? Cepat kesini dan scan gelangmu. Aku tidak bisa menunggu seharian.”
Hyoyeon masih diam di tempat. Lebih tepatnya dia seperti tidak bisa bergerak.
Taeyeon melihat mata Tiffany seperti dicekam rasa takut yang amat sangat. Nafasnya tak beraturan, seperti binatang yang tersudut oleh predator.
Tidak perlu berpikir lagi. Keselamatan Tiffany adalah prioritas utama.
Melakukan seperti apa yang diperintah Yuri berarti akan menyelamatkannya dari setidaknya 2 ancaman. Dia tidak akan ditembak, dan dia akan meninggalkan kapal ini hidup-hidup.
Hanya ada satu hal yang bisa dilakukannya. Taeyeon berpaling pada Hyoyeon.
“Hyoyeon, pergilah, jebal…” Taeyeon berusaha menahan perasaannya.
“Hah? Tapi…”
“Taetae! Apa yang kamu katakan?! Kalau kamu tetap disini, kamu tidak akan bisa keluar, Taetae! Dan Jessica, Sunny, Sooyoung, Yoona juga!”
“Aku tahu, tapi kamu gak usah khawatir, kita akan cari jalan lain, ya kan Sunny?” kata Taeyeon sambil berusaha menenangkan dirinya.
“Ne!”
“Jangan khawatirkan aku juga!” (Sooyoung)
“Kami gak apa-apa, unnie!”
“Tapi… kalian berlima… aniyo! Jangan! Hyoyeon! Jangan lakukan! Jangan pedulikan aku! Jebal!” mata Tiffany berkaca-kaca.
“Fany…” (Jessica)
Taeyeon berjalan ke belakang Hyoyeon lalu tanpa berkata apa-apa dia mendorong punggungnya.
Hyoyeon terhuyung-huyung ke depan, lalu segera menegakkan kembali tubuhnya. Kemudian dia berjalan ke depan lalu berbalik dan tatapannya terbentur dengan tatapan Taeyeon. Taeyeon mengangguk.
Hyoyeon berbalik lagi dan berjalan mendekat ke pintu dimana Yuri sudah menunggunya.
Setelah rasanya berjalan seabad, Hyoyeon sampai di depan pintu nomor 9.
Yuri tersenyum.
“Nah, sekarang verifikasi.”
“……………..”
“Kenapa berlama-lama? Kamu pikir aku tidak akan melakukannya?”
“Aku tidak peduli sama gadis ini. Asal tahu saja, RED tidak butuh orangnya. Aku hanya perlu gelangnya. Sekarang sudah ngerti? Bagus, sekarang letakkan tanganmu di scanner. Aku tidak akan mengatakannya dua kali.”
Jari Yuri bergerak di sekitar pelatuknya, Tiffany mengerenyit takut.
“Baiklah…”
Hyoyeon menghela nafas. Menyerah. Dan meletakkan tangannya di panel scanner.
Pip
“Bagus, sekarang tarik tuasnya. Kalau pintunya sudah terbuka, segera masuk ke dalam. Kalau kamu melakukan hal yang gak-gak, kamu tahu apa yang akan terjadi kan?”
Hyoyeon menggeretakkan giginya.
Pintu terbuka. Pintu nomor 9 terbuka akhirnya. Pintu itu bergerak dengan suara gemuruh yang agak keras. Dan hanya menyambut beberapa orang yang terpilih.
“Baiklah, masuk!”
Hyoyeon masuk ke dalam. Matanya berapi-api, tapi di saat yang bersamaan juga mengalah.
Setelah Hyoyeon masuk, lalu dia menyeret Tiffany masuk juga.
“Sampai nanti.”
Setelah tepat 9 detik, pintu berayun menutup.

Ruangan menjadi sunyi. Mereka seperti terpukul. Tidak ada seorang pun yang berbicara.
Taeyeon melihat-lihat sekeliling ruangan. Berusaha mencari apapun untuk menyibukkan pikirannya. Meski dari luar terlihat tenang, tapi bahasa tubuhnya menunjukkan kegelisahan.
Tembok-tembok penuh dengan jajaran lilin. Apinya yang bergoyang membuat bayangan mereka seolah sedang menari-nari.
Dua baris kursi kayu memenuhi hampir sebagian ruangan. Di tengah-tengahnya terdapat karpet merah yang terbentang lurus.
Ruangan ini mirip altar Gereja kecil.
Taeyeon berjalan ke depan pintu dan membaca RED. Tulisannya ‘ENGAGED’. Lalu dia berjalan ke pintu nomor 9 yang lebih kecil, tulisannya ‘VACANT’.
Yang tersisa tinggal Taeyeon, Jessica, Sunny, Sooyoung, dan Yoona.
Akar digital mereka…
1 + 2 + 3 + 7 + 8 = 21 = 2 + 1 = 3
Tidak mungkin mereka akan bisa membuka pintu bernomor berlima.
Taeyeon menyentuh permukaan pintu. Benaknya memikirkan Tiffany.
Apakah dia aman?
Hanya itu saja yang dia khawatirkan. Jika Tiffany masih hidup… jika dia telah lolos dari kapal ini…
Itulah yang Taeyeon doakan.
Tidak, bagaimanapun dia harus memastikan sendiri keselamatan Tiffany!
Sooyoung melihat-lihat wajah keempat temannya, “Apa yang akan kita lakukan sekarang?”
“Bukannya sudah jelas. Kita juga keluar, lewat pintu nomor 9 yang satunya,” kata Taeyeon mantap.
“Percuma Taeyeon, kita tidak akan bisa membuka pintu nomor 9 berlima, akar digital kita gak pas!” (Sooyoung)
“Benar, unnie…”
“……………..”
“……………..”
“……………..”
“……………..”
Sunny menatap wajah diam mereka berempat. Lalu dia menghela nafas.
“Baiklah, karena dari tadi tidak ada yang mau bicara, biar aku yang mengatakannya.”
“Sunny?” Sooyoung berpaling pada gadis pendek itu.
Yoona dan Taeyeon mulai merasa tidak nyaman. Mereka sudah menangkap apa yang hendak dikatakan Sunny.
Jessica kelihatannya masih tidak mengerti.
“Memang benar, kita berlima tidak akan bisa melewati pintu bernomor 9. Tapi kalau kamu membuang nomor 3 dari hitungan maka kamu akan bisa melewati pintu nomor 9,” jelas Sunny datar.
1 + 2 + 7 + 8 = 18 = 1 + 8 = 9

“Eh?” (Jessica)
“Tunggu… ini maksudnya…” (Sooyoung)
“U-unnie-”
“Ya, jangan pedulikan aku. Kalian pergilah berempat.”
“Kamu bicara apa Sunny?!” (Sooyoung)
“Kalau hanya berempat kalian bisa melewati pintu nomor 9. Satu-satunya jalan hanya membuang angka 3. Daripada kita meninggalkan Taeyeon dan Jessica.”
Sebab nomor gelang Taeyeon dan Jessica adalah 1 dan 2, kalau dijumlah totalnya sama dengan nomor gelang Sunny.
“Atau kalian yang mau ditinggal?” (Sunny)
“Uh…” Jessica menunduk. Tangannya menggenggam tangan Taeyeon. Wajahnya memelas seperti mau berkata ‘Jangan tinggalkan aku lagi’.
“Ya kan, tidak ada jalan lain. Aku atau Taeyeon dan Jessica yang harus ditinggal. Heh… daripada mengorbankan dua orang bukankah lebih baik mengorbankan satu orang? Kalian juga pasti benci sama sikapku yang egois kan. Karena itu tinggalkan saja aku.” (Sunny)
“Aniyo! Mana mungkin kita meninggalkanmu Sunny!” Sooyoung marah.
“Benar! Pasti ada cara lain!” (Yoona)
“Aku juga keberatan!” (Jessica)
“Kalian…” Sunny merasa terharu.
Padahal sampai tadi dia masih hanya memikirkan dirinya sendiri dan mau meninggalkan mereka, tapi sekarang mereka semua tidak mau meninggalkannya.
“Pabo…” Sunny yang biasanya cuek kini matanya berkaca-kaca, dia berusaha untuk tidak menangis di depan mereka.
Taeyeon sedari tadi tetap diam, otaknya sedang berpikir sesuatu.
Sesuatu memberitahukannya ada yang aneh.
Yuri tadi…
Dia memverifikasi gelang miliknya, gelang Tiffany, dan gelang Hyoyeon.
Kenapa dia bisa membuka pintu nomor 9 hanya dengan gelang mereka?
Tapi dia tidak membawa Sunny atau dirinya dan Jessica yang kalau ditotal akan menghasilkan akar digital 9.
Tadi dia tidak sempat berpikir jernih karena melihat Tiffany disandera.
Taeyeon mengeluarkan notes dan pulpen dan menulis sesuatu.
“Yah Taeyeon! kamu juga katakan sesuatu dong!” hardik Sooyoung.
Taeyeon masih fokus pada tulisannya.
“Yah Taeyeon!” panggil Sooyoung lagi.
“!”
Mendadak dia menyadari sesuatu.
“Begitu ya… mungkin saja…” (Taeyeon)
“Apanya?” (Jessica)
“Kita berlima coba verifikasi.”
“Mwo?!” (Sooyoung)
“Yah Taeyeon kamu bicara apa sih?! Kita berlima gak mungkin bisa membuka pintu nomor 9.” (Sunny)
“Tapi unnie benar, bagaimana kalau kita coba saja dulu? Siapa tahu…”
Satu per satu mereka menempelkan telapak tangan mereka di layar scanner. Yoona menurunkan tuasnya.
Klek
Pintu terbuka.
“Apa?! Kenapa?! Apa maksudnya ini?!” kata Sooyoung dengan pertanyaan beruntunnya.
“Itu nanti saja, sekarang ayo kita masuk!” Taeyeon yang lebih dulu berlari masuk. Mereka menyusul tidak lama kemudian.
9 detik kemudian pintu tertutup. Dan mereka menemukan DEAD tidak jauh dari tempat mereka berdiri.
Mereka dengan cepat memverifikasi ulang gelang mereka.
Pip.
Alat peledak di gelang mereka berhenti.
“Hahh… hahh…” Sooyoung menarik nafas panjang kemudian berbicara lagi.
“Sebenarnya kenapa? Kenapa kita berlima bisa membuka pintu nomor 9?!”
“Iya, aku juga mau tahu, unnie”
“Ya, tahukah kalian kenapa Yuri bisa membuka pintu nomor 9 dengan gelang Tiffany dan Hyoyeon?”
“Eh?” (Jessica)
“Iya ya, kalau dipikir-pikir aneh juga.” (Sunny)
“Kalau gelang Yuri 6, Tiffany 4, dan Hyoyeon 5 berarti akar digital mereka… 6 + 4 + 5 = 15 = 1 + 5 = 6 ………… gak mungkin!” (Sooyoung)
“Ne,” Taeyeon mengangguk. “Akar digital mereka adalah 6.”
“Ta-tapi kenapa mereka bisa membuka pintu itu?! Dan kita juga. Apakah peraturan pintu bernomor ini hanya tipuan belaka, unnie?!”
“Tidak, aku rasa bukan begitu,” Taeyeon menunjukkan kertas memo yang tadi ditulisnya.
“Lihat ini.”

“Apa ini?” (Sooyoung)
“Ini daftar pintu mana yang kita masuki dan orang-orang yang masuk pintu. Sadar ada sesuatu yang ganjil?”
“Hmm…” (Sooyoung)
“Ganjil?” (Jessica)
“Aku tidak melihat ada yang ganjil, semua totalnya sama dengan nomor pintu.” (Sunny)
Yoona mencoba memperhatikan lebih cermat, “Ah! Nomor 3 dan nomor 6! Mereka selalu melewati pintu yang sama!”
“Eh? Aku?” tanya Sunny.
“Tepat.” (Taeyeon)
“Lalu kenapa?” (Sooyoung)
“Ini analisisku, karena kita bisa melewati pintu nomor 9 berlima berarti gelang Sunny sebenarnya bukan bernomor 3 tapi bernomor 9.”
“APAAAA?!!!!” mereka semua terkejut.
“Ge-gelangku sebenarnya nomor 9?!” tanya Sunny masih tidak percaya.
“Coba saja ganti nomor 3 dengan 9 dan jumlahkan.”
“1 + 2 + 9 + 7 + 8 = 27 = 2 + 7 = 9. Sembilan!” (Sooyoung)
“Omoomo…” (Sunny)
Sunny memang pernah menginginkan nomor gelangnya 9, tapi sama sekali tidak pernah menyangka kalau nomor gelangnya memang benar 9.
“Tunggu! Kalau Sunny unnie bernomor 9 pintunya gak mungkin terbuka!”
“Benar, coba pinjam!”
Sooyoung menyambar kertas dan pulpen yang dipegang Taeyeon dan mulai menulis rumusan baru.
“Lihat!”

“Benar! Kalau jumlahnya seperti itu, pintu bernomor tidak akan terbuka!”
“Ne, tapi bagaimana kalau gelang Yuri yang sebenarnya adalah… 0.” (Taeyeon)
“APAAAA?!!!!”
“Hanya itu satu-satunya penjelasan yang mungkin. Coba saja kau ganti nomor 6 dengan 0”

“I-ini…” (Sooyoung)
“Tepat, nomor mereka akan saling melengkapi.” (Taeyeon)
“Zero…” (Jessica)
“Mustahil…” (Sooyoung)
“Tapi bukannya gelangnya tulisannya 6…?” (Yoona)
“Tidak, mungkin itu hanya kamuflase.” (Taeyeon)
“Yuri unnie… Zero?”
“Tunggu, jadi nomor 9 ada 2 dong?” (Sunny)
“Tidak, sejak awal Zero tidak mengatakan hanya ada 1 untuk masing-masing angka. Lihat saja pintu nomor 9 juga ada 2.”
“Kalau begitu, kalau Yuri adalah Zero, itu berarti walau dia yang mengatur semua ini. Dia masih mengikuti aturan nonary game sepanjang permainan ini.” (Jessica)
“Tepat.”
“Jadi kamu bilang Yuri yang merencanakan semua ini?!” (Sooyoung)
“Aku tidak yakin apa dia melakukannya sendiri atau tidak. Tapi ada kemungkinan dia adalah Zero.” (Taeyeon)
“Sudah kuduga, dia itu memang mencurigakan!” (Sunny)
“Baiklah, aku rasa sudah cukup bicaranya, waktu kita tidak banyak unnie.”
“Yoona benar…” (Jessica)

Di ujung lorong panjang yang mereka lalui terdapat tangga menuju ke deck bawah. Mereka melihat ke bawah, sepertinya tidak banjir. Setelah memutuskan bahwa tempatnya aman untuk dilalui, mereka turun ke bawah.
Mereka sampai di deck bawah. Lalu mereka berbelok ke kiri, sampai ke lorong lain. Di ujungnya terdapat sebuah pintu dengan simbol terukir di atas lubang kuncinya. Bentuknya seperti garpu bercabang 3. Seperti tipe senjata yang digunakan untuk berburu ikan.
“Ini simbol Neptunus. Di sekitar sini pasti ada kuncinya.” (Yoona)
Kunci Neptunus…
Taeyeon hanya punya kunci Uranus berbentuk kartu.
Bukan jenis planet yang sama, dan juga bukan tipe kunci yang sama.
Jelas sekali tidak akan bisa digunakan untuk membuka pintu ini.
Setelah memerika pintunya selama beberapa menit, mereka menyerah dan kembali. Setelah penyelidikan lebih lama, mereka menemukan pintu baja.
Di sebelahnya terdapat sebuah card reader. Simbol yang terukir sama dengan kartu kunci yang dibawa Taeyeon. Uranus.
“Ini tempatnya,” dia berkata pada mereka sambil menggesekkan kartu itu.
Mesin itu berbunyi sekali dan lampunya menyala warna hijau.
Pintunya terbuka.
Mereka saling berpandangan dan mengangguk, lalu melangkah masuk.
Mereka sampai di ruangan yang penuh dengan tumpukan buku.
“Perpustakaan ya?” Taeyeon bergumam sendiri.
Seperti yang tertulis di kartu kuncinya. BOTTOM DECK LIBRARY.
Dari bawah sampai atas, dari kiri ke kanan ruangan semuanya dipenuhi dengan buku. Dan di lantai bawah pun masih ada lagi. Kelihatannya bukan tipe perpustakaan sederhana yang hanya bertujuan untuk menyimpan buku.
Taeyeon merasa tertekan dengan banyaknya buku itu, tapi dia berusaha berbicara dengan wibawa.
“Baiklah, kalau kita mau melewati pintunya, kita perlu kunci Neptunus. Ayo kita berpencar dan mencarinya.”
“Gila, ada sebanyak apa ini…” (Sunny)
“Seperti semua buku dalam skala internasional dijejalkan di dalam sini.” (Yoona)
“Ayo kita segera mulai, kita tidak punya banyak waktu. Jangan banyak buang waktu pada satu tempat, lihat sekilas saja.”

………………………….

Jessica mengambil sebuah buku, lalu membaca judulnya, “Teletemporation and telepathy. Aku tahu apa itu telepati tapi aku gak pernah dengar teletemporation.”
“Maksudnya adalah kemampuan untuk melakukan perjalanan mengarungi waktu.” (Yoona)
“Hee… kamu tahu juga ya.”

“Hmm… ada bermacam-macam buku disini, bahasanya beda, aku gak bisa membaca tulisannya.” (Sunny)

“Buku ini judulnya Mindswap. Seperti pertukaran tubuh?” (Taeyeon)
“Hmm, kalau Sooyoung unnie dan Sunny unnie bertukar tubuh pasti lucu.”
“Yah, apa maksudmu? Aku gak mau bertukar tubuh sama si pendek ini!” (Sooyoung)
“Sama, aku juga gak mau!” (Sunny)
“…………….” Sooyoung mematai Sunny dan berpikir sejenak.
“Sooyoung unnie, sekarang kamu sedang membayangkannya kan?”
“Eh? Ga-gak kok!”
“Ngaku saja, kelihatan dari wajahmu,” Yoona nyengir.
Sooyoung memalingkan wajahnya karena malu.
“Hahaha! benar kan?”
“Hentikan tawamu, yoona ah!” Sooyoung mencoba mencekik leher Yoona.
“Kekeke”

“Hmm, yang ini tentang fossil, anatomi manusia, teori evolusi, teori pitagoras, geologi, Einstein, makhluk hidup yang punah. Lalu sebelah sini isinya sains. Hmm? Yang sebelah sini hanya terisi empat buah buku.” (Taeyeon)

“Rasanya terlalu kosong dibandingkan dengan rak buku yang lain, ya?” (Jessica)
“Aku pikir juga begitu.”
“Ah…”
“Kenapa Jessica?”
“Aniyo, aku cuma seperti bisa membaca kata bahasa inggris kalau urutan buku itu diubah.”
“Diubah?”
“Ne, coba kamu pindahkan buku warna biru tua ke paling kiri, lalu tukar buku merah dengan yang warna biru muda.”
Taeyeon memindahkan urutan bukunya.
“Seperti ini?”

Tiba-tiba lemari di sebelah rak itu terbuka.
“Oh, bagus Jessica!”
“Hehe”
Taeyeon mengambil benda yang tersembunyi dalam lemari itu.
“Bohlam?”
“Tulisannya memang open here find bulp.” (Jessica)
“Mungkin bisa berguna untuk sesuatu.”

“Lemari kaca ini digembok dengan gembok nomor.” (Yoona)
“Hmm”
Sunny melihat ada enam buku di dalam rak. Dia mencoba membuka gembok nomor itu sesuai dengan nomor volume buku dalam rak.
Terbuka.
“Apa ini, siapapun yang memasang gembok ini, seolah dia memberikan nomornya dengan mudah.”
“Kamu hebat Sunny unnie!”
“Kalau cuma begini apanya yang hebat.”
“Bohlam”

“Buku bergambar? Di tempat seperti ini? Kelihatannya cerita dongeng…” (Sooyoung)
“Menurut unnie aneh gak sih? hanya buku ini satu-satunya yang buku bergambar sementara buku-buku yang lain di sekitarnya bukan.”
“Hmm,” Sunny mengambilnya dari tangan Sooyoung dan mencoba membukanya.
“Wah!”
“Ini buku pop up?”
“SE-5, ketika aku membukanya 4 huruf ini keluar.”

“Ada catatan di atas meja. ‘Sinari bukunya’ apa maksudnya?” (Sunny)
“Entah, tapi mungkin ini petunjuk.” (Yoona)

“Ada ruang seperti kandang kecil bersegi 9, dan ada 3 papan seperti tempat untuk menaruh kertas musik dengan lampu.” (Taeyeon)
“Catatan itu… unnie, apa mungkin kita harus taruh buku pop up itu di stand ini?” (Yoona)
“Oh ya… kalau kita melakukan itu akan tercipta bayangan di bawahnya.” (Sunny)
“Jadi kita perlu 3 buku gambar dan 3 bohlam?” (Jessica)
“Ayo kita cari sisanya.”

*~To Be Continued~*

A/N : Karena moment pairingnya agak banyak, aku hanya memberi tag pairing yang momentnya cukup obvious saja.
please comment.

Advertisements

Comments on: "Soshi Bond ~The Nonary Game~ (Chapter 13)" (65)

  1. Kimtaeyeoung said:

    Aaah taeny berpisah jadi yultihyo deh..
    Tuh kan kyknya bener yul zero’y..
    Wah ayo2 temukan secepatnya biar bisa cepet2 keluar moga nanti klo udah selamat semuanya bisa kumpul+taenynya bersatu ama pairing2 yg lainnya..
    Soo ngebayangin tuker ma sunny..parah deh..

  2. taengppany said:

    yuri beneran zero?
    tapi kalau gitu yuri ga jahat dong, dia malah ngasih petunjuk kebenaran dari nomer gelang sesungguhnya

    lanjutkan thor ^^

  3. nuriiiin said:

    Thoooor akhirnya kau kembalii T.T me miss youuuu ~ tiap hari kupantengin ini wp kapan nongol yg baru hahaha

    wuaah bneran yuri yg jd zero?? Andwaeee ~ daku tak terima knp slh satu dr mereka yg jd zero -.-

    br bntar ketemu uda dpisah lagi, kasihan TaeNy.. Yoona jg pasti patah hati tuh, hiks

    Sunny tiba2 insap nih hehe untung tae pinter, jd dia g lsg ditinggal gt aja..

    Aduh ni cerita bnr2 bikin pnasaran hehe lanjut thor, jgn hiatus lagi yak 😀

  4. Yah tebakan ku salah..u,u kalu sunny no9 seo aslinya no berapa donk.. Trus nasib Hyofany yg ada di tangan yul gimana tuh..>.<

  5. phe pie said:

    Wah aku bnar-bnar trharu ama Sunny di sini. Sampai rela berkorban gitu. Lho, aku kira habis kluar pintu nomor 9 mrka sudah clear game, eh trnyata blum ya? (Gak mungkin scpat itu ya).
    Gak mungkin Yuri zero-nya, alasannya sprti commentku di chaptr sblumnya. Kayaknya itu jbakan zero buat mrka aja. Masalahnya cuma kapan dan bagaimana Yuri bisa mnyadari tntang nomor glang yang asli itu? Ttap curiga ama Seo. ^^
    Lho kok nomor glang-nya jadi ganti2 thor? Klo Sunny aslinya 9 n Yuri aslinya 0, jangan2 yang lain juga nomor gelangnya bisa yang lain ya thor? Atau khusus mrka berdua saja?
    Update soon thor.^^

    • haha yg lain gak mgkin nomernya beda, kalau beda pintunya gak mgkin terbuka
      kalau Sunny dan Yuri memang sdh fix begitu, makanya mereka selalu lwt pintu yg sama (cuma gak ada yg nyadar)

      • phe pie said:

        Hm klo mang bnar nomor Yuri n Sunny sudah fix gitu n nomor member lainnya ttap n Seo ttap 9 brarti gak ada nomor glang 3 n 6?
        Ini mang Yuri yang jnius n bisa tahu tntang pmbagian nomor glang sbnarnya atau klihatannya Yuri sudah brpngalaman sblumnya ikut game ini kayak Sica ya? Trbukti dia cukup tnang dalam mnghadapi situasi di game ini. Jadi klo iya mungkin dia knal Sica kali ya. ^^
        Hm prasaan anh aja Yuri jadi nekat gini. Kayaknya ada alasan di balik prbuatanmya ini, mumgkinlah buat slamatin tman2nya yang lain, coz blum prnah ktmu FF dimana Yuri jadi jahat, klo khilaf c sering. IMO lho. XD

      • nomor gelang 3 & 6 memang sebenarnya gak ada
        haha gitu ya XD wkwkwk

  6. aku masih penasaran banget ma yuri nih, ckckck…

    okelah thor gpp, yg penting udaj update n memuaskan. hehehe

    kutunggu next chapter thor. Semangat…!!!!

  7. Omomo.. Yuri bneran zero?? O.o
    truz skrg yultihyo lg ngpain yak?
    Taeng… Berusahalah slamatkan ppany!!

    Yaah.. Dirimu mw hiatus lg eon,, jgn lama” ya hiatus’a,, ☺
    d tnggu comeback(?)nya nnti..
    Caaww… 😉

  8. YoonSicTaeNy said:

    TBC … paling benci dngan kalimat i2 …

    wah … makin keren … makin menegangkan …

    kira kira apa yng terjadi dgn fany yah … tpi klo dipikir pikir yuri juga baik soalny klo tdk memberontakan mngkn mereka tdk akan bisa melati pintu nmr 9 …

    lanjut eon … jangan lama diupdateny …fighting …

  9. kirain s sunny beneran judes, taunya rasa solidernya tinggi jga 😀

    makasih ya thor, hiatus sekian lama dikasih 2 chapter 😀

  10. sica jung said:

    wahhh
    yuri beneran zero nih
    penasaran apa yang di lakukan yul ma hyo dan fany
    lanjut thor

  11. yulilovesnsd said:

    Hmm,,,knp yuri gtu ya?

    Taeng kereeeeeennnn pintar de appaku..

    Semakin ƍäª sabar nih,
    Apa mgkn mereka ßȋ∫ª keluar dgn selamat? Waktunya kan 90 menit lagi.

    Lanjuttttt dech
    Semunguddd

  12. tegang banget kirain sunny bakalan tinggal
    beneran nih yuri itu zeronya ??
    gmana nasibnya fany ma hyo d tangnnya yul ?

  13. Pantes aja! Ternyata gelang Yuri nilainya nol. Saya udah bingung pas tau hyo yang diajak, jelas mereka ga bisa masuk.

    Kirain udah mau selesai, eh mereka masih harus nebak-nebak lagi. Kasian.

    Btw, buku di perpustakaan kapalnya keren-keren. Jadi pengen numpang baca.

    • haha jinja? XD menurutku jg lumayan keren bukunya, silakan baca *plak

      • Haha. Dimana alamatnya ya itu kapal?

        Chingu, dulu kamu maenin game-nya di nds apa emulator? cara maen di emulator gimana ya? di pencet-pencet apapun ga mau jalan. Saya penasaran pengen maenin.

      • aku gak tau soalnya aku mainnya di ds
        tp memang kadang pas aku main, kadang jd freeze sampai harus di reset ulang

  14. Miss New New said:

    Wahhh! ide baru buat ff soosun Thorrr
    Sunny n Sooyoung tukeran bodi!

    Tuh kan kataku juga Yuri Zero-nyaa
    Berdasarkan foto di kartu2 itu, cuma Yuri yg paling jutek mukanya!

  15. mrz_love_taeny said:

    Astaga yuri apa yg kamu lakuin k umma ku
    T.T
    huft klo kyk gini ngrasanya jd si zero itu 2 orang deh tp gk tau deh dr pintu no 9 ada 2 trus tingkah yoona yg agk mencurigakan
    taengpa slametin tippany umma
    br td d chap 12 taeny mesra2an skarang malah dipisah lg u.u
    sunny ternyata baik jg gk semenyebalkan d chap2 sblmnya

    • Sunny jd insaf, apalagi setelah melihat Tiffany begitu :3
      tp bisa jg karena sebenarnya Sunny gak ingin Taeng yg ditinggal, makanya dy berkorban^^

  16. Huaaa….!!! PPANY DICULIIKK YURI!!!!
    Jahat bgt tuh org 😡
    Ku tunggu lanjutannya thor

  17. Yoondeer said:

    omo, aku selalu deg degan kalo baca cerita ini
    yoona kenapa buka pintu kapten lagi?
    yuri zero? waaa
    terus seohyun beneran mati?
    krystal juga mati kah?
    tiffany sama hyo gimana nasipya?
    #plaaaakkk

    next chap hwaiting author !!

  18. Yuri is zero??
    Kok rasanya gak cocok ya. . . Muehehe
    soal’a Yuri ntuh kan pribadinya hangat, sayang ma sica, & rajin menabung. Wkwkwk

  19. krystalized said:

    yul beneran zero ya ??
    Kayanya yul sica sama ppani u.u setiap taeny mesra2an dia kaya gitu, giliran ppani lagi sendiri, dia kaya care banget sama ppani

  20. author hiatus nya gara2 ngublek2 (?) angka2 itu kah? hayoo ngaku XD

    update soon ^^

  21. author ke sambet apa updet 2 sekaligus :p .
    yul bukan zeronya -.-
    zeronya itu seo *pala batu . wkwkwk
    umma ku akhirnya bsa bantu jg ><
    lanjut dhe thor ^^d

  22. asleyar said:

    Bnr kan, yul zero’a. Gara2 internet hang, pas buka tiba2 udh ketinggalan 2chapter. Langsung dapet part yg mengagetkan.

  23. Thor pw locksmith nya mana ? .__.
    Aku dah minta lamaaaaa bgt /plak
    Krim ke poppymaria289@yahoo.com yah hhe

  24. RoFL's Imagination said:

    cepetan apdet nya thor!!

  25. Waaaah thor cpet amat update ny.

    Buat author SEMANGKA (semangatkaka)
    heheh… 😀

    dtunggu slnjutnya.

  26. desicholishyana said:

    Yul… Zero?
    Nggak kebayang deh..kirain sunny
    Kasian hyotif harus jadi sanderanya yul..
    Lanjut thor.. Fightiing

  27. Yul zeronya??? Arrrghhh kenapa mesti yul u,u hyo mau dibawa kemana tuh ama yul . DAN YG BIKIN GUE STRES SI FANY JUGA DIBAWA AMA YUL TANPA TAE T-T lanjut thorr

  28. yuri bernomor 0 berarti dia zero nya..aku rasa bukan deh..mungkin dia anak buahnya zero gtu..yg dipaksa bwt ikut permainan XD

  29. koppendtinmyheart said:

    Haha.. Knp yuri zero ny?
    Hadeh bkin pening nih

  30. taenyshidae said:

    Wah ga nyangka kalo yuri itu zeronya..
    Ayo tmn2 cari petunjuk lagi.. Sebentar lagi selesai..
    Hwaitaeng!!!

  31. Hah yuri bnrn zero? Waah teganya dia menculik ppany dr taetae.
    Terharu dh pas bagian sunny rela ditinggalin, pdhl kn biasanya dia yg plg egois.

  32. hennyhilda said:

    What what what pa yg trjd ni 😮
    yuri km knp pk nyulik tiffany?n yuri bnrn bkn zero kn??y kn y kn…
    ff ni bnr2 bqn pusing kepala tp aq nikmatin bgt hhh bnr2 candu bwt aq 🙂
    Semangat author
    ganbatte

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: