~Thank you for your comments~

Yuri, Sunny, dan Sooyoung berputar-putar di sekitar ruangan, memeriksa baik lantai atas dan bawah untuk mengenal sekeliling dengan lebih baik.
Lalu setelah memasang kotak panel pada tempatnya dan menjalankannya, keluarlah batu bara dari mesin itu.
Yuri bersama Sunny dan Sooyoung bekerja sama memasukkan batu bara ke dalam tungku.
“Fiuh… repot juga…” Sooyoung mengelap keringat di keningnya.
Mereka masih bisa melihat Tiffany bersandar di tembok.
“Kelihatannya kondisinya gak membaik.” (Sooyoung)
“Tentu saja, mana mungkin bisa secepat itu. Makanya aku heran ketika melihat dia kelihatan baik-baik saja setelah ambruk yang pertama.” (Sunny)
“Dia memaksakan dirinya… supaya gak memperlambat pergerakan kita…” (Sooyoung)
“Tiffany pasti kelelahan… tiba-tiba dia berada di atas kapal tak dikenal, lalu dipaksa ikut game aneh… gak mengherankan kalau dia jadi seperti itu,” kata Yuri yakin. “Justru yang aneh itu kita karena masih bisa tetap melanjutkan aktifitas seolah ini hal yang biasa.”
“Yah, maksudmu kita abnormal?” (Sooyoung)
“Mungkin. Nah, sekarang sudah terisi, Sooyoung, nyalakan.” (Yuri)
“Oke,” Sooyoung menyalakan mesinnya. Terdengar suara gemuruh, tiga gerigi besar itu berputar, tapi tidak lama kemudian berhenti.
“Ngg kok berhenti?” Sooyoung mendekat, mencoba memeriksi gerigi besar itu. Dia menemukan piringan aneh terpasang disana. Memang tadinya piringan itu tidak terlihat karena gerigi itu tersembunyi setengahnya, tapi sekarang gerigi itu sudah berputar karena itu dia bisa dengan mudah menemukannya. Sooyoung mencopotnya.
Sunny dan Yuri juga melakukan hal yang sama pada dua gerigi yang lainnya.
“Piringan aneh” (Sunny)
Bentuknya seperti cakram.
“Tadi di lantai atas aku melihat panel yang sepertinya cocok untuk piringan ini, mungkin itu dipasang disana.” (Sooyoung)
“Ne, menurutku juga begitu.” (Yuri)
“Ayo kita coba.” (Sooyoung)
______________________________________________________________________________________________________________

Taeyeon, Jessica, Hyoyeon, dan Yoona menuju ke deck A. Mereka mengeluarkan kunci Bumi dan membuka pintu. Kemudian seperti apa yang Yuri katakan. Di ujung lorong terdapat sebuah pintu bernomor 7. Di sebelahnya terdapat sebuah mesin kecil berwarna merah, RED.
Taeyeon berjalan lebih dulu, dia menempelkan tangannya di panel RED lalu disusul Jessica, Hyoyeon, dan Yoona.
Yoona memegang tuasnya sebagai orang yang terakhir memverifikasi.
“Siap unnie?”
“Yeah, kapanpun.” (Taeyeon)
“Ne.” (Hyoyeon)
“Ngg, Jessica, kamu terlalu nempel…”
“Tapi aku takut, Taeyeon…” ujar Jessica masih memeluk lengan Taeyeon. Dia malah kelihatan sudah siap untuk berteriak kalau ada apa-apa.
Taeyeon menghela nafas. Saat ini dia mengkhawatirkan Tiffany yang ikut bersama Sunny, Yuri, dan Sooyoung.
“Hana, dul, set” (Yoona)
Klek
Pintu terbuka.
Mereka segera masuk ke dalam ruangan. Mata mereka memeriksa sekeliling ruangan dengan cemas. Mata Taeyeon tertuju pada mesin yang akan menentukan hidup mati mereka.
“Itu dia! Disana!”
Mereka memverifikasi gelang mereka dengan tergesa-gesa.
Kemudian Taeyeon segera memperhatikan gelangnya. Gelang itu sudah tidak berbunyi lagi.
“Hahh…” (Taeyeon)
“Benar-benar gak baik buat jantung…” Hyoyeon mengurut dada.
“Jessica unnie, kamu gak apa-apa?” tanya Yoona khawatir melihat wajah Jessica memucat.
“Ah… i-iya…”
Setelah tenang mereka kembali memeriksa sekeliling mereka dengan lebih seksama.

Di ruangan ini terdapat sebuah peta dunia besar yang dipajang di tembok.
Taeyeon melihat deretan buku di rak, dia mengambil salah satu buku berwarna biru. Dia membolak-balik beberapa halaman, membacanya sekilas saja.
“Kami segera pergi untuk sebuah perjalanan baru mengarungi laut. Setelah meninggalkan pelabuhan, kita menuju selatan dan barat. Kita memutar ke barat daya untuk mengitari benua, kemudian menuju ke barat laut. Kita sampai di pelabuhan kemudian mengubah arah ke timur untuk sementara waktu, dan sekarang menuju utara. Tidak lama lagi kita akan berlabuh di United Kingdom, tanah kelahiran kapal ini.”
“Hmm? Apa ini? Ringkasan perjalanan kapal?” (Taeyeon)
“Kelihatannya begitu.” (Jessica)
Hyoyeon mencoba membuka laci meja satu persatu.
“Lihat ini.”
Hyoyeon menunjukkan peta yang ditemukannya.
“Ada titik-titik yang dihubungkan oleh garis di peta ini.” (Jessica)
“Hmm, mungkin itu pelabuhan, untuk pemberhentian kapal. Mungkin ini rute perjalanan yang harus dilalui oleh kapal ini, seperti yang tertulis di buku ini.” (Taeyeon)
Di seberang ruangan ada sebuah pintu lain yang dibuat dari bahan yang berbeda, bukan kayu. Penasaran, Yoona memegang kenop pintu dan membukanya dengan mudah. Lalu dia mengintip apa yang ada dibalik pintu
“Unnie, di sebelah ternyata adalah ruang kemudi kapal.”
Taeyeon, Jessica, dan Hyoyeon mengikuti Yoona ke ruangan sebelah.
Hal pertama yang paling menarik matanya adalah-
“Roda setir” (Taeyeon)
Ada kompas di belakang setiran.
Taeyeon mencoba menggerakkan setirnya.
“Taeyeon, saat kamu mencoba menggerakkannya, kompasnya juga ikut bergerak,” tunjuk Jessica.
“Oh benar” (Taeyeon)
“Mungkin setirannya dan kompasnya terhubung,” Hyoyeon memegang dagunya seperti sedang berpikir.
“Hmm, mungkin kita harus menggerakkan setirannya sesuai dengan arah rute kapal?” (Taeyeon)
“Mungkin saja,” kata Hyoyeon sambil masih melihat-lihat sekitar ruangan.
“Ruangan ini sama seperti ruangan-ruangan yang lain, jendelanya semuanya dipasangi lempengan logam.”
“Ya, dan semuanya kelihatan dilas, jadi gak bisa lansung dilepas,” tambah Yoona.
Yoona melihat sebuah pintu lagi, dia mencoba membukanya tapi terkunci.

“Baiklah, ayo kita coba.” (Taeyeon)
Taeyeon mulai menggerakkan setiran berdasarkan arah rute kapal.
“Yeah, rasanya jadi seperti nahkoda”
“Hehe, Taeyeon, daripada seperti nahkoda kamu lebih kelihatan seperti anak kecil yang baru dapat mainan,” Jessica tersenyum.
“Ahaha jinja? Habis ini pertama kalinya aku memegang roda setir kapal sungguhan.”

“Ada sesuatu di tembok yang kelihatan seperti papan jadwal… apa ini unnie?”
“Kelihatannya ini nama-nama pelabuhan di dunia. Kamu tahu kan? seperti yang ada di bandara” (Hyoyeon)
Klek
“Hah? Aku rasa aku sudah benar mengarahkan setirnya, tapi tidak terjadi apa-apa?” (Taeyeon)
“Unnie, aku mendengar suara!” Yoona mencoba membuka pintu yang tadinya terkunci. “Unnie, pintunya terbuka sekarang!”
“Eh?” (Taeyeon)
“Bagus! Ayo!” (Hyoyeon)
Hmm, aku harap Tiffany baik-baik saja bersama mereka, batin Taeyeon sambil berjalan mengikuti Hyoyeon dan Yoona yang sudah masuk lebih dulu.
______________________________________________________________________________________________________________

Setelah memasang piringan pada tempatnya, kunci pintu terbuka.
“Ayo, tapi sebelum itu kita panggil Tiffany.” (Yuri)
“Ne” (Sooyoung)
“Aku disini saja, kalian yang turun, aku capek naik turun tangga,” Sunny mengambil kesempatan duduk untuk mengistirahatkan kakinya sejenak.
“Oke, tunggu disini, jangan kemana-mana.” (Sooyoung)
“Memang mau kemana lagi?” (Sunny)
“Entah, barangkali kamu mau ke kamar mandi, kekeke.” (Sooyoung)
Yuri dan Sooyoung menuruni tangga.
Mereka berpapasan dengan Tiffany di bawah tangga.
“Ah… aku baru saja mau menyusul kalian,” Tiffany tersenyum, menampakkan eye smile yang indah.
“Tiffany…” (Yuri)
“Apa kamu gak apa-apa berjalan-jalan seperti itu?” (Sooyoung)
“Tenang, setelah istirahat sebentar, aku sudah mendingan.”
Yuri meraba kening Tiffany.
“Hmm, ya setidaknya sudah tidak sepanas tadi.” (Yuri)
“Tiffany, jangan memaksakan diri.” (Sooyoung)
Tiffany mengangguk, dia masih tersenyum. Dia senang karena ada yang mengkhawatirkan dirinya, jadi dia tidak merasa sendirian.
“Tiffany, pegangan,” Yuri menggandeng tangan Tiffany.
“Hati-hati naiknya.” (Sooyoung)
“Hmm.”
Mereka naik tangga bersama. Yuri dan Sooyoung mengawasinya dengan hati-hati.
Begitu mereka sudah terlihat Sunny langsung berdiri.
“Sudah baikan Fany ah?”
“Ne^^”
“Kalau begitu ayo,” dia yang lebih dulu membuka pintu.

Kini mereka sampai di sebuah ruangan baru.
“Ini… ruang muatan barang?” (Sunny)
Di dalam ruangan penuh dengan kotak kayu, kardus, dan gentong. Sebagian ada yang tersegel dengan rapat.
Sunny langsung pertama mulai menyelidiki dengan naik tangga, memeriksa pintu di lantai dua.
“Yahh… sudah bisa ditebak sih, dimana-mana dikunci.”
Dia kembali turun.
“Ada beberapa tas karung disini, kira-kira apa isinya?” Sooyoung merogoh isi karung dengan tangannya.
“Ah…”
“Apa itu?” (Yuri)
“Lihat ini, Yul”
Sooyoung menunjukkan kartu dengan wajah Yuri.

“Ah, gak keren, Zero, kau seenaknya mengambil fotoku tanpa ijin,” Yuri mencibir.
Sooyoung tertawa. Dia menemukan beberapa karung lagi.
“Nah, kali ini apa”
“Ah…”
“Siapa?”
“Seohyun…”

“……………..” (Sunny & Yuri)
“Wajah Seohyun terlihat sangat lembut disini, seharusnya ini tidak terjadi padanya…” Sooyoung meratap.
“……………..”
Untuk sesaat ruangan jadi sunyi sampai Sooyoung membuka mulut lagi.
“Ah, tapi untuk apa kartu-kartu ini?” pandangan Sooyoung beralih ke Sunny.
“Jangan tanya aku,” jawabnya.
“Kartu dengan wajah ya, hmm,” Sooyoung mencoba berpikir.

Tidak lama kemudian dia melihat beberapa kotak bernomor. Kotak-kotak itu berwarna hijau kebiru-biruan.
“Semua kotak-kotak ini ada nomornya. 1 sampai 9.”
“Semuanya dikunci,” kata Yuri setelah mencoba-coba. “Mungkin di dalamnya ada sesuatu.”
“Oh lihat, di semua kotak ini ada celah seperti card reader.” (Sunny)
“Berarti kartu-kartu itu untuk ini?” (Sooyoung)
“Mungkin, ayo kita cari” (Yuri)

Setelah mencari-cari, mereka menemukan lima kartu lagi.

“Uwohh! Yoona terlihat keren disini!” (Sooyoung)
“Hmm, kamu benar, Yoona terlihat cocok jadi artis,” Yuri mengangguk setuju.
“Jangan-jangan dia memang artis? Hmm, ingatkan aku untuk minta tanda tangannya nanti,” Sooyoung nyengir, bisa jadi dia memang berniat begitu.
“Oh! Ada foto yeoja cakep disini, aku gak bisa mengalihkan pandanganku darinya!”
“Mana? Mana?” Sunny mengintip dari balik punggungnya. Setelah menyadari siapa yang dilihat Sooyoung, Sunny langsung menggebuk lengannya.

“Ah dasar narsis kamu!”
“Ehehe, dan ini fotomu Sunny”

“Hmm, gak jelek, aku jadi ingin bawa pulang buat kenang-kenangan.”
“Hahaha!” (Sooyoung)
“Berikutnya ini kartu Hyoyeon, lalu Jessica,” kata Sooyoung sambil mengumpulkan semua kartu yang sudah terkumpul.


“Sisanya tinggal kartu mereka, mungkin masih ada di suatu tempat di ruangan ini, ayo kita cari.”
“A-aku juga bantu!” kata Tiffany tiba-tiba.
“Tidak usah, lebih baik kamu diam saja dan pakai waktu ini untuk beristirahat.”
“Benar kata Sunny, kamu masih terlihat lemas,” Sooyoung menepuk pundak Tiffany.
Tiffany tidak membantah lagi.
Sunny dan Sooyoung kembali sibuk mencoba membuka kotak-kotak yang tidak tersegel.
Yuri juga membuka suatu kotak. Di dalamnya dia menemukan sesuatu. Dia langsung menyimpannya.

Sooyoung menemukan dua kartu di dalam kotak kayu yang dibukanya.


“Kartu Taeyeon dan Tiffany.”
Sunny mengambil kartu Taeyeon dari tangan Sooyoung.
“Kyaaaaa Taeyeon cakep sekali!”
“Uwohh??” Sooyoung sengaja memasang pose kaget yang dilebih-lebihkan. “Sunny… kamu kayak fansnya saja.”
“Aku jadi ingin bawa pulang kartu Taeyeon juga.”
Sooyoung menyambar kartu itu dari tangan Sunny.
“Ah!” Sunny ingin mengambilnya kembali, tapi Sooyoung sengaja menjauhkan kartu itu darinya dengan mengangkatnya tinggi-tinggi, tahu Sunny tidak akan bisa mencapainya.
“Tidak bisa, kartu ini akan digunakan untuk card reader kotak itu.”
“Ah pelit! Kalau sudah dipakai kan bisa diambil lagi!”
“A-ni-yo!” kata Sooyoung tegas. Entah kenapa dia merasa jengkel ketika melihat Sunny menunjukkan aegyo terhadap Taeyeon.
“Ahhh sini!” Sunny berjinjit.
“A-ni-yo! Ah-”
Saat dia lengah kartunya diambil sama Tiffany.
Tiffany tersenyum memandang wajah Taeyeon di kartu.
“Ya, Taeyeon memang cakep^^”
Sunny menjadi diam. Sooyoung menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
“Ngg, ini kartu kamu juga ada Tiffany,” kata Sooyoung sambil menyerahkannya pada Tiffany. “Kamu terlihat cantik.”
“Hehe gomawo^^”
“Kalian sudah belum bercandanya?” suara Yuri menyadarkan mereka.
“O-oh, benar juga. Baiklah, coba kita masukkan sesuai dengan nomor gelangnya masing-masing.” (Sooyoung)
Mereka bertiga mulai memasukkan.
“Taeyeon nomor 1, Jessica nomor 2, Sunny nomor 3” (Sooyoung)
“Tiffany nomor 4, Hyoyeon nomor 5, Yuri nomor 6” (Sunny)
“Sooyoung nomor 7, Yoona nomor 8, Seohyun nomor 9” (Tiffany)
“Tiffany, kamu seharusnya beristirahat.” (Yuri)
“Tapi aku juga ingin membantu.” (Tiffany)
“Yul benar, serahkan puzzlenya pada kami, oke?” (Sooyoung)
“Araseo…”
Semua kotak sekarang terbuka. Di dalam kotak masing-masing terdapat sebuah pin bernomor.
“Pin ini seperti pin yang digunakan untuk menjahit.” (Sunny)
“Mungkin pin ini digunakan untuk puzzle lainnya, ayo kita cari.” (Sooyoung)

Mereka naik ke lantai dua, di dekat pintu yang terkunci terdapat semacam panel.
“Lampu cahaya ini nomor 1 sampai 9, hanya lampu angka 9 yang menyala.”
“Disini ada 6 jejeran lubang, kelihatannya pin ini bisa digunakan.”
“Cobalah” (Yuri)
Sooyoung mencoba memasukkan nomor 2, 4, 6 di lubang atas dan 3, 5, 7 di lubang bawah.
Tet
Lampu warna 3 dan 6 menyala.

“Wow” (Sooyoung)
“Mungkin ini… semacam akar digital juga?” (Sunny)
Sooyoung berpikir.
2 + 4 + 6 = 12 = 1 + 2 = 3
3 + 5 + 7 = 15 = 1 + 5 = 6
“Masuk akal.”
Kali ini Sooyoung mencoba memasukkan 1, 2, 3 di atas dan 6, 7, 8 dibawah.
Tet
Lampunya mati.
“Oh”
“Akar digital 6, 7, 8 adalah 3, sedangkan 1, 2, 3 adalah 6, jadi wajar saja lampunya mati.” (Yuri)
“Oh aku mengerti sekarang, dengan kata lain, jika akar digital yang kamu masukkan dengan pin sama dengan nomor yang sudah menyala, lampunya akan mati, begitu kan?” (Sooyoung)
“Ne, kelihatannya begitu. Sekarang kita sudah tahu cara kerjanya. Cobalah Sooyoung, mungkin akan terjadi sesuatu kalau semua lampunya sudah menyala.” (Sunny)
“1, 2, 3 dan 6, 7, 8” (lampu 3 dan 6 menyala)
“2, 3, 5 dan 4, 6, 7” (lampu 1 dan 8 menyala)
“3, 4, 7 dan 1, 2, 8” (lampu 5 dan 2 menyala)
“5, 8, 9 dan 1, 2, 4” (lampu 4 dan 7 menyala)
“Hebat Sooyoung, kamu tidak membuat kesalahan!”
“Apa maksudmu Sunny Bunny, aku bukan anak SD.”
“Aish, aku ini memujimu.”
Begitu semua lampu menyala, penutup pada panel di sebelah lampu terbuka.
“Mwo… apa itu berarti” (Sooyoung)
“Ya, kita harus melakukannya lagi.” (Yuri)
“Aigo, kupikir sudah selesai.”
Sooyoung mulai mengamati puzzle berikutnya.
“Oke, jadi kita punya 9 lubang disini. Dan di atasnya ada tulisan F.”
“F adalah 15” (Yuri)
“Mwo? Kenapa bisa tahu?” (Sunny)
“Dalam heksadesimal atau sistem bilangan basis 16, F adalah 15,” Yuri mengeluarkan secarik kertas lalu memberikannya pada Sooyoung. “Silakan lihat ini, aku tadi menemukannya disana.”

“Oh…”
“Berarti kita harus membuat kombinasi 15 baik vertikal maupun horizontal?” tanya Sooyoung untuk memastikan.
“Sepertinya begitu.” (Yuri)
“Ngg, kelihatannya rumit… Sunny, kamu saja deh yang coba, aku gak begitu pintar…”
“Oke”
Setelah beberapa menit.
Sunny masih juga belum menemukan kombinasi yang tepat. Kalau ada beberapa deretan yang benar, deretan yang lain salah.
“Akh! Aku gak bisa! Nyerah! Nyerah!” Sunny mulai merengek-rengek seperti anak kecil.
Yuri mengamatinya dari jarak satu meter dengan cara berdiri yang sombong. Tatapan matanya itu… seolah meremehkan. Ditambah lagi dia juga tidak menyukai aegyo gadis itu.
“Pabo,” katanya singkat, padat, dan jelas.
“Yuri ah! kalau begitu kamu yang coba sana!” kata Sunny sengit.
“Aish, sabar, sabar, Sunny…” Sooyoung berusaha menenangkan yeoja pendek itu, lalu dia berpaling pada Yuri yang sedang menyilangkan tangannya di dada. Beruntung dia tidak cepat naik darah.
“Yul, kalau kamu bisa tolong dong kamu yang kerjakan.”
“Sebelum meminta tolong, cobalah sendiri dulu, kamu belum mencobanya kan?” katanya dengan nada cuek.
“Ngg, iya sih”
Sooyoung mulai berpikir.
Tapi sebenarnya dia juga sudah sedari tadi memperhatikan Sunny saat dia sedang mengerjakan puzzle itu dan dia sendiri juga tidak bisa.
“Yul, daripada nanti kelamaan, tolong beri petunjuk dong…”
Yuri menghela nafas, “Apa boleh buat… kamu tahu jumlah angka 10 + 5?”
“Tentu saja aku tahu, jawabannya 15”
“Kalau begitu berapa jumlah (1+9), (2+8), (3+7), dan (4+6)?”
“Semuanya 10”
“Jadi kalau kamu tambahkan 5, berapa jumlah semua angkanya?”
“Oh!”
“Nah, aku rasa kamu sudah mengerti sekarang, kuserahkan sisanya padamu.”
Sooyoung kembali berkutat pada puzzle di depannya.
“Jadi 5 di tengah lalu…”

6 1 8
7 5 3
2 9 4

Lampu-lampunya menyala. Terdengar suara pintu terbuka.
“Berhasil! Omo ternyata sesederhana itu…” (Sooyoung)
“Ayo,” Yuri membuka pintu dan masuk lebih dulu.
“Sombong sekali! Benar-benar menyebalkan! Berani taruhan dia pasti Zeronya!” kesal Sunny.
“Kekeke, belum tentu Sunny, kalau dalam film biasanya tokoh yang menyebalkan ternyata bukan penjahatnya, tapi justru tokoh yang baik dan yang paling kita percayai yang pada akhirnya menusuk punggung kita,” canda Sooyoung.
“Kalau gitu kamu Zeronya kan Sooyoung?” selidik Sunny sambil mengamati ekspresi Sooyoung.
“Mwo? Apa aku salah dengar? kamu menuduhku sebagai Zero?”
“Kamu terlalu baik sama kami, orang yang baru kau kenal belum sampai sehari. Kalau kata-katamu barusan benar berarti kamulah Zeronya.”
“Aish, kamu bicara apa Sunny, aku cuma merasakan ikatan takdir yang kuat sama kalian makanya aku-” wajah Sooyoung masih berlumur canda.
“Jangan pura-pura Sooyoung,” potong Sunny.
Sooyoung berhenti tertawa mendengar nada serius Sunny.
“Zero pastilah orang yang sangat mahir berakting, karena itu kau menutupi semuanya dengan wajah tanpa dosa dan penuh canda seperti itu supaya tidak ada seorang pun yang menyangka bahwa kamu sebenarnya adalah Zero,” Sunny menatap tajam Sooyoung.
Tatapan mata Sunny begitu menusuk sampai untuk beberapa saat Sooyoung sempat tertegun.
“Benar kan?”
“……………..”

*~To Be Continued~*

A/N : Maaf kalau ada yang kurang jelas^^
gimana? gimana? chapter kali ini? 😀
seru? kurang jelas?
kalau ada yang mau bertanya silakan, tapi author tidak akan memberi spoiler, fufufu 😛
terima kasih buat yang sudah baca dan mengcomment^^
nantikan chapter berikutnya~

Advertisements

Comments on: "Soshi Bond ~The Nonary Game~ (Chapter 10)" (85)

  1. Daebaaaakkkk…
    Tapi kok aku malah semakin curiga kalo Tiffany Zeronya yak??Aiiisshh…masa sih dia Zeronya?Hughh…..

    Ayo thor lanjuuuuuutttt…..jangan bikin aku mati penasaran…kekekekeekk

  2. Kimtaeyeoung said:

    Waaah ada moment yultinya meski ga kayak moment taeny siih di part2 sebelumnya kkk..makin suka suka suka..
    Wah soo ngerasa sedikit cemburu pas sunny ngomong taeyeon..untung poto taeyeon di ambil pany kkk..

  3. taengppany said:

    kalau aku curiganya zero itu kalau ngga seohyun ya jessica atau malahan sunny ya?soalnya dia nyebelin banget perasaan seneng bikin suasana jadi mencekam gara gara omongan dia
    di tunggu lagi ya kelanjuutannya ^^

  4. Setuju dh ama sunny,, taeyeon d fto itu emank keren bnget ☺
    soosun knpa gk prnah akur yak,, krank malah brdebat lgi msalah zero “-.-

    d tnggu updte’n slnjut’a,,
    cemungguudtt kkaq.. 😉

  5. huwa.. taeyeon di deketin jessica terus foto taeyeon di perebutkan oleh sunny n tiffany.. hihii

    kalo aku yang jadi peserta dalam game pasti mati dah coznya teka teki susah untuk kutebak semua.. haha

  6. Aku setuju ama komen paling atas. Aku curiga ama tiffany. Dia tiba” saja sehat dan menghampiri soosunyul.
    Taeng disini jadi orang yg populer. Dia dideketin sica, dicemburuin sunny lagi.
    Lanjutlah ku tnggu.

  7. Annyeong! Rizky Imnida, new reader!
    udah baca mulai part 1 tapi baru ninggalin jejak disini, hehe…
    seru ceritanya, ditunggu kelanjutannya^^

  8. YoonSicTaeNy said:

    yah … sunny ,,. lagi2 berpikiran buruk .., tpi apa bnar sooyoung adlah zero??

  9. Weew siapa neh zero nya,jangan2 author? #di lempar duren ama author wekwekwkwk
    kenapa taeny harus di pisahkan seh -.-
    makin mendebarkan neh ff lanjutkan..hohoho

    • haha sayang ah durennya 😛
      yg jelas gak mgkin author, (yakin seratus persen) hohoho XD
      TaeNy berpisah demi bumbu cerita, biar makin seru 😀 *ditendang Taeng

  10. apa benar sooyoungieku itu zeronya thor?

  11. nuriiiin said:

    Ff ini g jauh beda sama ff ‘runaway’-nya navy99blue..seneng amet main teka-teki, bikin gemes readernya..abis itu lg tegang baca seenakny jg dkasi tbc..hadoooh *guling guling stress*

    pairingnya bener2 deh nih, bikin stress para locksmith dan royal family shipper lainnya hahaha

    author kuliah jurusan matematika ya? Kombinasi heksadesimal..gw g pernah denger tuh, pdahal anak mipa kekekeke

    keren kli ni ff, lanjut thor 😀

    • ngakak baca commentmu XD
      aku seneng teka-teki cuma ngejelasinnya agak sulit dlm ff, nonary game ini memang syaratnya perlu teka-teki 😀
      Haha, karena author mau adil, jdnya pairingnya macem-macem, gak mesti royal family terus^^ (jujur author jg ada yg kurang suka pairingnya)
      aniyo, jurusan desain kok XD

  12. Blogwalking…
    Salam kenal 🙂
    Blognya keren! Update terus ya

  13. sica jung said:

    kayaknya zero tu seohyun
    ahh bingung
    lanjut thor

  14. Miss New New said:

    authorrrr =3=
    Aku gak rela kalo sooyoung atau sunny yg jadi zero-nyaaaa
    Sooyoung baik sama orang yg baru dikenal karena dia memang anak baik x)
    Sunny jutek karena capek syuting IY2 😀

    Eh dipikir2 aku juga gak rela member soshi yg lain jadi zero

    Tapi kalo gak gitu, gak seru yaaa

    Aku serahkan semuanya pada author-ssi deh
    Smangaat Thor!

    • memang dlm kenyataan aku merasa Sooyoung itu yg plng ramah^^
      mwo? jd Sunny jutek karena syuting IY2 ? 😀 begitu toh wkwkwk XD
      hmm, kalau mau kuberi posisi Zero untukmu^^ *dilempar sendal

      • Miss New New said:

        beneran nih Thor?? Aku bisa nongol di ff-mu?? *di demo besar2an ama reader

        Hmmm diliat dari mukaku yg inosen gini, mana cocok jadi zero 😛

        Iyaa Thor, kalo nonton IY2 aku sering liat Sunny ngehuleung wae kitu
        Meuni karunyaaa pisan *sundanya keluar
        Untunglah Sunny sekarang dah berenti dari IY2, mudahan dapat cukup istirahat

  15. ko, aku agak curiga ama fany dan sunny yah.. Kalo sunny dia tuh suka banget memper keruh suasana.. Kalo alasan’a fany engga tau filing ajah..wkwk.. Wah Soosun bikin ngakak..Yul dingin banget si..u,u ada moment Yulti dan Taengsic..nya.. Wah thor km lagi berpihak pada couple bayangan yah..X’D
    Next thor..^-^

    • tokoh antagonis itu memang dibutuhkan dlm setiap cerita , sabar ya YulSun, wkwkwk
      wkwkwk kalau TaengSic author memang suka, tp sebenarnya aku gak gitu suka YulTi sih
      aish, aku harus berlindung sebelum dihajar TaeNy & YulSic shipper nih 😀 *ngacir

  16. clover said:

    enaknya jadi taeng, direbutin 3 orang 😛
    taeng kan kayaknya gak suka tuh dipeluk ama sica yaudah sini aku gantiin aja #ditabokyuri

    duh makin bingung nih, siapa yg jadi zero…

  17. oh, jadi “sesuatu” yang disimpen yul diam diam itu kertas yang nunjukin angka hexa … kirain apa? hehehe
    wah, sunny curigaan mulu sih, soo kan emang orangnya baek. ya gak author #nyaritemen 😛
    kenapa ga pake binear aja ya? kan gampang cuma 1 ama 0 doang, eh tapi ga seru juga kali yak. wkwkwkw
    bagian puzzle emang awalnya susah dimengerti, tapi lama-lama akhirnya aku ngerti juga, thanks unnie.. 😀
    semangat lanjutkan!!!

    • ya, aku setuju, dlm kenyataan Soo memang baik^^
      syukurlah kalau ngerti, soalnya agak susah jelasin dlm ff 😀

  18. RoFL's Imagination said:

    sunny suka taetae ya -_____-

  19. Sungguh mati ak jd penasaraannn~~~ -3- *dangdutan
    Update soon^^

  20. Kerenn makin seru thorr ceritanyaaa xD hmmm aku gabisa asal nunjuk siapa zeronya krn aku blm mencium tanda2 nya hmmmmm 😐 oh iya makasih ya thorr PW nya,maaf aku jawabnya disini hehe ^^ nomor hp ku yg di coment dihapus aja thor gomawoo hehe ^^

  21. jangan sampe deh ppany yg jadi zero nya -____-”
    aaaa yulti ~ udah lama ga liat yulti moment yul gentle sekali hhaha

    thor jangan lama lama pisahin taeny ya

  22. Daebakk.
    Ditunggu selanjutnya 🙂

    slam knal reader baru

  23. mrz_love_taeny said:

    nih zeronya sapa sih ya…? ! –?
    tuh jg sunny ngapain kok tmbh memperkeruh keadaan pakek acara nuduh si soo lg yuri jg lagaknya kok nyebelin gitu sih -__-
    ehhh thor kpn si taeny dipertemukan cepet dong dipertemukan gk ikhlas bgt ada yulti moment mending si ppany dirawat ma soo lbh ikhlas u.u
    enak bener ya jd tae direbutin 3 cewek cantik yg jessinya peluk2 tae yg ppany ma sunny rebutan fotonya dr soo trus muji2 tae lagi
    tp emang bener sih di foto itu tae WOW cakeeeepp banget >.<
    kekeke
    Suerrr dah d chap ini game nya sesuatu bgt itung2an,otakku bener2 bekerja ni malem buat buktiin jawabannya
    kekeke
    DAEBAK thor

    • haha kalau gitu malah jd SooFany dong, tp memang udh ada dikit jg sih 😛
      kalau gitu Taeng harus bikin klub setelah mereka keluar dr sana, wkwkwk 😛
      asah otak itu bagus^^
      gomawo 😉

  24. waah taengsic ><
    udh seneng liat taengsic tb" ada yulti , trs nyambung lg soosun . hoho , itu zeronya bkn soo , pasti bkn soo *maksa , tp zeronya itu hyunnie *maksa lagi . wkwkwk , utk chap ini lumayan lha g datar kea chap sblmnya , tp pendek *author : ah kritik ml kea lo bsa bkin aj o.O
    ud dhe sekian komen sy di tgg chap selanjutnya ^,~

    • siapakah zero? tergantung takdir *plak
      haha pdhal chapter ini lbh panjang beberapa ratus kata dibanding chapter sebelumnya lho 😛
      oke, kutunggu commentmu di chapter selanjutnya, fufufu 🙂

  25. mrz_love_taeny said:

    Lbh ikhlas soofany thor drpd yulti gk tau nyesek pokoknya klo liet yulti moment itu#plak apadah aku ini
    kekeke
    klo taeng bikin klub aku jg mau ikut jd membernya deh
    kekeke
    xp

    • kayaknya dulu pernah ada fans clubnya Taeng, Tiffany bahkan pernah ikutan, tp dikeluarin karena ngelanggar aturan 😛

  26. phe pie said:

    Taeng bnar2 brkharisma di foto itu. BTW itu foto yang author comot dari event mana ya? Pas di airport atau fansign atau concert? Kayaknya prnah lihat tapi lupa dimana thor. ^^
    Yah Sica mulai cari2 ksmpatan dkat2 Taeng, padahal kan dia sudah lihat sndiri TaeNy momnt di chaptr2 sblumnya. Knapa masih ngjar2 Taeng, jlas2 sudah ada yang punya n yang disukai. XD
    Wah susah jadi Soo. Sudah brusaha baik2in Sunny eh malah dicurigai. Sunny paranoid skali disini ya.>.< Brjuang n brsabarlah ama Sunny bunny-mu Soo, walau lawanmu Taeng trlalu brkharisma n sulit dilawan. Biasanya c tipe jutek n paranoid kayak Sunny gini justru jatuh cintanya nanti ama tipe easy going n ramah n lucu kayak Soo gini klo brdasarkan pngalaman brbagai crita yang kubaca slama ini. ^^

    • kayaknya di airport 🙂
      soalnya Jessica tipe yg clingy alias suka nempel2
      wkwkwk commentmu lucu XD
      haha biasanya memang begitu kalau genre romance biasa 😀
      tp kalau ada di posisinya, sikap Sunny itu wajar

  27. yulilovesnsd said:

    Kasian fany,,,cpt dunk d pertemukan kembali sm taetae nya.

    Apa jgn2 sooyoung ya pelakunya, tp masa iya sich
    Yuri kereeeeeennnnn dech….

    Ok d lanjut thor cemunguuuuudddddd

    Tks

  28. Ken-TaeNy Hwang said:

    jdi curiga ma ppany..

  29. asleyar said:

    sunny fandirl mode on… hyahahahaha….
    enak’a… selesai disiksa mos refreshing’a bca ff….
    taeng… sunny n sica juga suka sama situ loh… jgan lupakan fany y… biarkan sica sma yul, sunny sama soo…

  30. locksmith said:

    Gila, rumit bngt nieh ff? kagak ngerti nieh otak (bilang aja bego). hehe^^, wuih…dimana nyari foto” keren gitu thor?, aduh..seobaby, wajahmu lembut bngt. Emmm…wajah’a Yoona kok keliatan sangar ya? ngeri lho. Tiffany lemah ya badan’a smpe sebegitu’a, andwae, TaeNy harus pisah T_T. Laaanjut thor~

  31. aigo sooyong itu mang soplak bgt ya. sempet2nya bilang “ingatkan aku untuk minta tandatangannya nanti”

    tp sunny kok bawaannya curigation mulu 😛

  32. new fan of snsd said:

    pengen baca yg ke-11 lanjutkan….

  33. Miss New New said:

    Thor-ssi
    Updetannya masih lama yaak?

    Hmmm aku minta pw yg locksmith dong
    Doh awal puasa malah yadong kumaaat
    Wkwkkwkwkwkw

    Kalo sempet tolong sms aja ke (minta dihapus ya *banyak mintanya x))
    Thank youu

  34. i’m back yeeaah !! *triak gaje . ini chap terpnjg dr smwa chap ? kalo gt ad 2 kesalahan , aku yg slh bc kecepetan ato ada poto” unnieku + angka” yg bkin aku ruwet tp brhubung males aku skip . wkwkwk . mumpung libur sekolah sempet ngobrak ngabrik *rumah* author trnyata ad bau” ense .. hoho .. minta pw blh kalii >< . ni nopenya 085820028261 . di tgg y pwnya *lol

  35. asleyar said:

    baru sadar ngeliat foto taeng n fany, kayak make headset bareng. fany di telinga kiri, taeng di telinga kanan. soal’a headset’a taeng yang di telinga kiri g terlalu keliatan, cuma keliatan kabel putih yang tipis… headset’a juga sama2 putih… 🙂

  36. Q-SONE said:

    Annyeong,,, new reader….
    Salam kenal author,,!!!

    Aku blom bca FF nya,tpi kyknya nie krenn!!!
    Aku ijin baca yap,,,!!! Hhee,,

  37. @kyungsee said:

    Dia malah kelihatan sudah siap untuk berteriak kalau ada apa-apa <- hhahahaha jessica 😀 😀 😀
    aku ikutan curiga bahwa soo sebenarnya si zero 0__0 eumm~ atau si zero bukan salah satu dari mereka?? -_- muungkin si zero adalah seohyun 0.0 karena dia males ngikutin 8 gadis itu, makanya dia pura pura mati =_= auk ah~ bingung!!!

  38. setuju sama mereka…foto yoona keren banget… 😀 >> yoonaddict <<

    duh kan gara2 sunny sndiri menduga2 zero ada diantara mreka..jd dia sndiri jg yg kbingungan –"
    yahh fany bru pisah ma taeyeon bntr aja uda ambrug…–l
    knapa aku sperti merasa di ff ini author sengaja mnyelipkan sdikit moment2 kecil dri couple2 lain ya..(smcam yulti, soofany, dll)
    tp ttep taeny yg pling bnya…bagus…bagus..wkwkwk

  39. koppendtinmyheart said:

    Seru

  40. taenyshidae said:

    Cinta segitiga taeyeon, fany, sunny hahahahaa
    Wahh yg jadi zero nya siapa ya?? Kayanya emang sooyoung loh? Tapi belum tentu.. Tapi aku ngerasanya iya.. Aisshh.. Tau ah pusing saya.. Lanjut aja dah hehe

  41. hennyhilda said:

    Author aq pusing bacanya 😦

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: