~Thank you for your comments~

Di depan mereka adalah pintu nomor 2. Tentu saja dengan jumlah angka gelang mereka, mereka tidak akan bisa masuk.
“Baiklah, ayo kita kembali.” (Taeyeon)
“Ne”
Mereka berbalik dan kembali ke deck C. Dalam perjalanan kembali, Taeyeon menyadari sebuah peta yang terpasang di tembok. Peta interior deck E.
…………………
…………………

“Hmm, jadi kalian menemukan pintu nomor 7…” (Taeyeon)
Mereka telah kembali bertemu dengan grup Yuri yang saat ini sedang menjelaskan apa yang mereka temukan.
Tampaknya ada pintu bernomor lain di deck A dibalik pintu Bumi.
Sekarang mereka sudah menemukan dua buah pintu, pintu nomor 2 dan nomor 3.
“Menarik, jadi deck E gak tenggelam kata unnie?” Yoona terdiam sejenak seperti sedang berpikir.
“Yah… tapi kita gak benar-benar tahu apakah deck E aman atau tidak. Kita hanya mengecek area di sekitar lift.” (Taeyeon)
“Ne,” Jessica membenarkan.
“Meski begitu kedengarannya masih tetap menarik. Itu berarti Zero sudah merencanakan semua ini, bahkan sampai tenggelamnya. Menunjukkan bahwa interior kapal ini di desain dengan cukup serius.” (Yoona)
“Ya, aku bahkan gak tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membangun kapal ini…” (Taeyeon)
“Aku juga gak bisa membayangkan berapa banyak biaya yang dikeluarkannya…” (Tiffany)
“Satu-satunya penjelasan yang mungkin, seperti kata Yoona, semua ini dilakukan oleh semacam organisasi yang memiliki banyak uang.” (Yuri)
“Ya, kedengarannya masuk akal.” (Hyoyeon)
“Kalian tahu apa yang kupikirkan?”
“Ngg, kenapa Sunny?” Taeyeon mulai merasakan firasat tidak enak saat mendengar nada Sunny.
“Aku rasa Zero ada di antara kita,” kata Sunny dengan nada setajam silet.
“!”
Setiap manusia yang ada dalam ruangan membeku di tempat. Satu-satunya suara yang terdengar hanya nafas yang tertahan.
Taeyeon merasa jantungnya berdentam keras, keringat dingin mulai membanjiri kening dan lehernya.
Karena memang sebenarnya Taeyeon sendiri bukannya merasa hal itu tidak mungkin.
Sekarang semua mata mulai berkeliaran dengan gelisah, menatap wajah-wajah yang lain satu per satu. Sebab ada kemungkinan bahwa salah satu dari mereka adalah Zero.
“Kalian semua berpikir Zero sedang bersembunyi di suatu tempat dan mengawasi kita kan? tapi bisa saja sebenarnya Zero berbaur di antara kita dan berpura-pura menjadi salah satu dari kita…” (Sunny)
“A-apa yang kamu katakan Sunny?!” (Tiffany)
“Gila! Bukannya kapal ini akan tenggelam dalam beberapa jam lagi? jika Zero ada disini bersama kita itu sama saja dia membahayakan dirinya sendiri! Kenapa dia mau melakukan itu?! Apa motifnya?!” (Hyoyeon)
“Tapi bisa saja motifnya itu… Zero hanya ingin bersenang-senang… sambil melihat wajah ketakutan para korbannya dari dekat…” kata Jessica sambil memeluk lengannya, dia sedikit merinding membayangkan monster bernama Zero berada di antara mereka dan menikmati semua ini.
“Ne…” (Yoona & Yuri)
“Yah, ayo kita semua tenang, kalau kita semua saling curiga seperti ini, justru itu yang Zero inginkan, tahu.” (Sooyoung)
“Yang… Zero inginkan?” Taeyeon memandang Sooyoung.
“Tepat, game ini diatur semua oleh Zero kan? setiap game punya pemenang dan yang kalah. Siapapun yang berhasil melewati pintu nomor 9 adalah pemenangnya, dan yang tidak adalah yang kalah. Zero mencoba untuk membuat kita saling bertengkar demi kemenangan itu.” (Sooyoung)
“Kalau begitu, maksudmu Zero mencoba untuk memecahkan kita dengan membuat kita saling bertengkar?” (Hyoyeon)
“Ne, karena itu kita tidak boleh sampai saling curiga. Kita harus saling mempercayai dan membentuk hubungan persahabatan yang kuat. Kalau tidak kita akan jatuh ke perangkap Zero,” kata Sooyoung dengan bijak.
“……………” Sunny sadar bahwa sebagian dari mereka sekarang menatap tajam ke arahnya. Karena itu dia mengalihkan pandangannya, berusaha melihat hal lain selain tatapan menusuk mereka.
Ketika dia sudah hampir tidak tahan lagi-
Mereka mendengar suara dentangan jam.
Deng
Deng
Deng…
Suara gemanya melingkupi keheningan dalam ruangan. Tidak ada yang membuka mulut sampai gemanya tidak terdengar lagi.
“Jam 3 pagi…” (Yuri)
“Itu berarti kita hanya punya waktu 3 jam lagi…” (Yoona)
Jessica menggigit bibir, sadar akan waktu mereka yang semakin sempit. Dia memegang tangan Yoona yang berada di sebelahnya, Yoona membalasnya dengan meremasnya sedikit.
“…………….”
“Kalau begitu kita harus segera bergerak sekarang,” lalu Sooyoung kembali menatap Sunny.
“Sunny, aku mengerti perasaanmu, tapi kamu harus mengerti, sekarang ini kita semua harus saling mempercayai.”
Sunny tidak merespon. Dia menelan kata-kata yang ingin diutarakannya dan menghela nafas.
“Waktu kita tinggal sedikit, kita harus bergegas! Ayo semuanya!” (Sooyoung)
Kata-kata Sooyoung menggerakkan mereka. Tujuan mereka selanjutnya adalah Merkurius. Lift yang berada di dekat dapur.

Taeyeon berdiri di depan card reader Merkurius dengan sebuah kartu kunci di tangannya. Hyoyeon yang memberikan kartu kunci itu.
“Aku menemukannya sewaktu kita melakukan pencarian di pintu Bumi,” katanya.
Taeyeon menggesekkan kartu itu dan cahaya pada card reader itu berubah menjadi warna hijau.
Sekarang mereka siap.
Sekali lagi Taeyeon, Jessica, Sunny, dan Tiffany terpilih sebagai tim yang memeriksa. Alasannya karena mereka sudah pernah ke deck E sebelumnya sementara yang lain belum.
Seperti yang sudah dilakukan, Taeyeon mengirim liftnya turun lebih dulu untuk memastikan bahwa lantai yang mereka tuju tidak tenggelam. Dan hasilnya sama seperti sebelumnya, lift itu tetap sekering sebelumnya.
Tidak punya pilihan lain, mereka turun ke deck E. Saat mereka melangkah keluar, kira-kira dua puluh sampai dua puluh lima kaki jaraknya dari mereka, mereka melihat sebuah pintu bercat angka merah di ujung lorong.
“Pintu bernomor…” (Tiffany)
“Nomor 3” (Sunny)
“Ini pintu kedelapan yang kita temukan.” (Taeyeon)
Di deck B, dekat tangga tengah, ada pintu bernomor 4 dan 5. Di dalam ruangan rumah sakit besar terdapat tiga pintu bernomor lagi. 1, 6, dan 8. Mereka tadi juga menemukan pintu nomor 2 di deck E. Begitu juga dengan Hyoyeon, Sooyoung, Yuri dan Yoona yang menemukan pintu nomor 7 di deck A.
Di deck E ada dua pintu, yaitu nomor 2 dan 3. Dan pintu nomor 7 di deck A.
4, 5, 1, 6, 8, 2, 7…
Dan sekarang pintu nomor 3 tegak di hadapan mereka. Itu artinya…
Jessica menyentuh bahunya, “Taeyeon, kamu pikir… pintu yang akan kita temukan selanjutnya…”
“Ya, aku yakin itu. Pintu selanjutnya pasti nomor 9.”
Mendadak Taeyeon merasa bersemangat, walau di saat bersamaan hatinya juga dipenuhi dengan rasa takut dan rasa sesak.
Dia berusaha untuk tidak memikirkan itu dulu dan mereka kembali ke deck C untuk berkumpul kembali.
………………….
………………….

“Baiklah, sekarang mari kita buka.”
Mereka membentuk setengah lingkaran, di tengah mereka terdapat sekumpulan potongan kertas. Totalnya ada 8, kertas itu diambil dari memo milik Taeyeon. Di setiap kertasnya tertulis nama mereka masing-masing dan nomor pintu.
Mereka memutuskan untuk melakukan voting seperti ini agar lebih adil.
“Pertama,” Taeyeon mengambil salah satu kertas secara acak dan membuka lipatannya, “Jessica, memilih pintu nomor 7.”
“Ne, aku tidak benar-benar punya alasan, aku hanya merasa mau pilih nomor 7 saja.”
Taeyeon membuka kertas selanjutnya.
“Hyoyeon juga pintu nomor 7”
“Ya, itu yang kutulis.”
“Sooyoung nomor 2, Yoona nomor 7, Sunny nomor 2, dan Yuri nomor 2”
“Huh, kenapa aku harus bareng kamu lagi.” (Sunny)
“Harusnya aku yang bilang begitu.” (Yuri)
“Selanjutnya-”
“Taeyeon, tunggu sebentar, aku mau ganti!” (Sunny)
“Aniyo, kalau seperti itu gak ada artinya kita voting.” (Taeyeon)
“Tapi-!” (Sunny)
“Sudahlah, nyerah saja, aku juga sebenarnya gak mau bareng gadis kecentilan kayak kamu,” kata Yuri dengan nada cuek.
“Grrr, kamu!”
Sunny hampir menerkam Yuri sebelum dihentikan oleh Yoona dan Hyoyeon.
“Aigoo Yuri unnie, kenapa kamu bicara seperti itu…”
“Aku cuma bicara apa adanya…”
“Taeyeon, bacakan selanjutnya.” (Hyoyeon)
“Oh, oke, aku nomor 7, dan… Tiffany nomor 3”
“Ah…” (Tiffany)
Ketika Taeyeon sudah selesai membacakan semuanya, Tiffany kelihatan seperti mau menangis.
“Oh tidak… kita akan terpisah…” (Tiffany)
Taeyeon juga merasakan hal yang sama. Dia merasa kecewa, dia ingin bisa selalu berada di sisi Tiffany dan bersama-sama menghadapi rintangan apapun yang berada di depan mereka.
“A-aku juga mau ikut pintu nomor 7!” pinta Tiffany dengan amat sangat.
“Mianhae unnie, tapi itu tidak bisa…” (Yoona)
“Wae…?”
“Jumlah akar digital Taeyeon, Jessica, Hyoyeon, dan Yoona sudah pas 7, jadi satu-satunya pilihan, kamu hanya bisa ikut grup kami, Tiffany,” jelas Yuri.
“Tidak…” (Tiffany)
Selama ini memang mereka selalu melewati pintu bernomor bersama. Tiba-tiba sekarang mereka harus dihadapi dengan kenyataan ini.
“…………….” Taeyeon menunduk sedih.
Ini yang dia takutkan ketika mendengar usul voting dari Sunny, Hyoyeon, dan Yoona.
Sebenarnya ada cara lain. Dia bisa mengusulkan Hyoyeon dan Yoona untuk berganti ke pintu nomor 2, maka dengan begitu Tiffany akan bisa bergabung dengan grupnya.
Tapi itu namanya egois.
Taeyeon tidak berhak memaksakan kehendaknya hanya karena dia mau terus bersama Tiffany. Apalagi sekarang dia sudah seperti leader dalam grup mereka, karena itu dia harus memperlakukan mereka semua secara adil dan bukan hanya Tiffany saja.
Jadi akhirnya Taeyeon harus menelan perasaannya.
“Pany,” Taeyeon memandang ke Tiffany, hatinya terasa nyeri ketika melihat mata gadis itu berair.
“Taetae aku… aku ingin sama kamu… aku takut kita tidak bisa bertemu lagi…” aku Tiffany.
Taeyeon juga sangat takut kehilangan Tiffany tapi…
Taeyeon berusaha menguatkan dirinya dan tersenyum pada Tiffany.
“Fany ah, ayolah, jangan pesimis begitu. Kita pasti bisa bertemu lagi. Sama seperti sebelumnya, grup kita terpisah sewaktu melewati pintu bernomor tapi pada akhirnya kita semua bertemu kembali kan.”
“…………….benarkah?”
Taeyeon meletakkan tangannya di bahu Tiffany untuk menenangkannya.
“Ya, aku yakin itu. Semuanya akan baik-baik saja, kita pasti akan bertemu lagi.”
Tiffany menggigit bibirnya dan mengangguk.
“Janji Taetae…?”
“Aku janji”
Mereka saling memandang dengan penuh kasih sampai semuanya buyar karena Yuri menguap dengan keras.
“Hoamm…. kalian sudah selesai belum?” kata Yuri yang sudah bosan mendengarnya. Dia sedikit meregangkan tubuhnya.
“Cie cieee pasangan TaeNy, kalian mesra sekali! Jadi seperti melihat adegan dalam film!” goda Sooyoung. Senyumnya makin melebar.
“Cih… TaeNy lagi…” kesal Sunny.
Jessica mendengus, lalu menyilangkan kedua tangannya di dada sambil memasang tampang bete.
Sementara Yoona dan Hyoyeon ketawa mendengar komentar Sooyoung.
“Kalian serasi sekali, nikah saja sana!” Sooyoung masih melanjutkan menggoda mereka.
“Soo-sooyoung, sudah ah!” Taeyeon memalingkan wajahnya.
Tiffany tersenyum malu-malu.
“Ayo, kita tidak boleh buang-buang waktu lagi, unnie”
………………….
………………….

Akhirnya mereka berpisah menjadi 2 grup.
Taeyeon, Jessica, Hyoyeon, dan Yoona menuju ke deck A, dimana pintu nomor 7 berada, dekat tangga utama yang terletak di tengah-tengah.
Sementara Sunny, Tiffany, Yuri, dan Sooyoung naik lift menuju deck E. Mereka berempat naik tanpa saling berbicara.
Tiffany masih tampak khawatir dan benaknya tengah memikirkan seseorang. Dan Yuri terlalu malas untuk mengajak mereka mengobrol.
“……………..”
“!”
Sunny sedikit kaget ketika sepasang lengan tiba-tiba memeluknya dari belakang.
“Kenapa Sunny Bunny? Tampangmu bete begitu”
“Yah jangshin! Bikin kaget saja!”
“Masih cemburu ya? Lucunya, kekeke”
“Siapa yang cemburu!” Sunny berusaha menutup mulut Sooyoung. Sooyoung cengar cengir sambil berusaha menyingkirkan tangan Sunny.
Ting.
Lift berhenti dan terbuka.
Yuri yang lebih dulu menginjakkan kaki keluar dari lift.
“Ayo,” kata-katanya menggerakkan mereka, mereka bertiga berjalan menuju lorong yang lurus dan panjang.
Tidak lama kemudian mereka sudah berada di depan pintu nomor 2. Satu per satu mereka meletakkan telapak tangannya di RED.
Terdengar suara elektronik lalu pintu terbuka. Dan mereka berempat segera masuk ke dalam. Untungnya DEAD mudah ditemukan, karena terletak di dekat pintu mereka masuk. Mereka segera berkumpul dan memverifikasi nomor mereka.
Bunyi monoton yang berasal dari gelang mereka berhenti.
Suasana menjadi hening. Jantung mereka masih berdebar dengan cepat seperti sebuah drum yang dipukul secara beruntun.
“Hahh… berhenti…” (Yuri)
“Ne…” (Tiffany)
“Aigoo, kalau terus-terusan lewat pintu bernomor lama-lama jantungku yang mau berhenti,” Sooyoung menghembuskan nafas sambil mengurut dada.
Mereka sudah melewati pintu bernomor tiga kali, tapi pengulangan itu masih tidak meredakan debar jantung mereka.
“Hahh… aku harap game gak masuk akal ini segera selesai…” (Sunny)
“Setuju.” (Sooyoung)
Setelah menarik nafas dalam, mereka melanjutkan berjalan.
Mereka menuruni tangga yang berada di ujung dan menemukan diri mereka berada di depan sebuah pintu besar.
Pintu itu dibuat dari besi dan terlihat berat, dan keberadaannya terasa sedikit mengancam.
Yuri memegang handlenya dan menekan ke bawah untuk membukanya.
Mereka tercengang setelah melihat isi ruangan. Seluruh ruangan terbuat dari logam, tidak ada kayu atau ubin seperti ruangan-ruangan yang lain. Ruangan ini adalah ruangan terbesar yang pernah mereka lihat di atas kapal ini. Ruangan ini bertingkat dua. Dan sangat lebar, mungkin selebar kapalnya.
Di tengah ruangan terdapat sebuah bangunan beratap bulat. Bahkan dari jauh Sooyoung sudah merasa ruangan ini… bahkan udaranya terasa menekannya.
“Ayo kita turun.” (Yuri)
Mereka turun melalui tangga.
Setelah melihat-lihat sekilas, Yuri berkata, “Sepertinya ini ruang mesin uap.”
“Benar kata Yuri, ruangan ini pasti untuk menjalankan kapal ini. Bangunan bulat ini pasti ketel uapnya, kamu lihat tiga pintu bundar di bagian bawah? Itu pasti tempat untuk memasukkan batu bara.” (Sooyoung)
“Hmm…” (Sunny)
Sesaat ruangan terasa dingin dan hening.
Tiba-tiba-
Terdengar suara dari belakang mereka.
Mereka bertiga berbalik dan melihat Tiffany ambruk.
“!”
“Yah! Tiffany?! Kamu kenapa?!” (Sooyoung)
Mereka bertiga segera mendekati Tiffany.
“Kamu gak apa-apa?!” Yuri merangkul bahu Tiffany untuk menstabilkannya.
Kemudian dia menyadari.
“Omo… kamu… kamu panas!” (Yuri)
Sunny mencoba menyentuh dahi Tiffany, benar terasa panas.
“Apa demam kamu kembali, Fany?” selidik Sunny.
“Apa?!” (Yuri & Sooyoung)
“Ya… mungkin… tapi aku gak apa-apa… kalian gak usah khawatir… aku hanya perlu istirahat sebentar, setelah itu aku akan baik-baik saja…”
Suaranya terdengar lemah dan dipaksakan, hanya mendengarnya saja mereka sudah tahu kondisinya.
Yuri menggendong Tiffany ke tembok terdekat dan menyandarkannya.
Tubuhnya terlihat lunglai seolah tidak punya tenaga lagi, nafasnya sedikit tidak teratur. Matanya menatap kosong dan untuk bicara pun sepertinya sulit.
“Sudah kuduga tidak baik memisahkannya dari Taeyeon,” Sooyoung menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
“Jadi kamu mau bilang ini salahku?! Lagipula kenapa sekarang kamu bawa-bawa nama Taeyeon?! dari awal dia memang sudah demam!”
Memang Sunny tadi yang termasuk salah satu dari member yang menyarankan mereka untuk voting.
“Aish, bukan begitu, kenapa kamu jadi marah sih Sunny?”
“……………..” Yuri mengepalkan tinjunya, lalu berkata pada mereka.
“Sudahlah, pokoknya sekarang kita harus segera menemukan pintu keluar.”
“Ne…” (Sunny & Sooyoung)
“Bertahanlah Tiffany… kami akan segera mengeluarkanmu dari sini…” (Yuri)
Tiffany mengangguk lalu kembali bersandar di tembok.

*~To Be Continued~*

Advertisements

Comments on: "Soshi Bond ~The Nonary Game~ (Chapter 9)" (74)

  1. omo fany sakit pas tae ga ada
    makin seruuuuuuu ceritanya makin penasaran makin gregetan

  2. unno
    masi sempet” nya mesra di situasi genting
    –a
    soo,,tiffany kan udah jadi istrinya taeyeon ngapain nikah lagi (?)
    wkakakaka
    waduh,gimana itu nasib teamnya soo?
    ciao tiffany kau pasti bisa melanjutkan ceritanya
    *upss salah maksudnya author kan dia yg buat cerita
    –a

  3. Huuaa taeny kpisah,, krank ppany malah skit,, 😥
    ppany-ah,, brtahanlah…

  4. wah.. curiga nih ama sunny dan jessica. jangan-jangan suka lagi ama taeng, wkwkwkw
    semakin kesini makin seru, drama taenynya juga makin so suiiit. 😛
    eh, perasaan komenku dari dulu itu mulu yak…
    abisnya aku bingung mo ngomong apa lagi #garukgarukidung
    ff ini terlalu menyita pemikiran, hahahaha
    bacanya musti teliti biar aku ga salah mengartikan.

    semangat lanjutkan un!!!!!
    fighting!

    • haha kadang aku jg bingung mau bales comment ngomongnya apa XD
      terserah mau nulis apa yg penting berhubungan aja 😀
      Sunny sm Jessica memang udh suka kali, wkwkwk XD
      gomawo 😀

  5. Perasaan gw aja, apa emang tulisannya salah. Diatas Tiff pilih pintu 3, padahal pintu yg harus dipilih 2 sama 7.

    Sunny yang selalu berfikir negatif, Tiff sakit. Makin keruh aja suasana.

  6. taengppany said:

    tidaaakkk taeyeon dan fany terpisah 😦 dan sekarang fany malah sakit huhu jangan sampai terjadi apa apa sama fany
    sunny itu cemburu sama fany?jangan jangan dia suka sama taeng?

    kalau aku bisa yah aku pengen ni cerita benerin di film sama mereka, bakalan seru dan ratingnya bakalan naik terus kkkk

  7. nuriiiin said:

    Yak, taeng dan fany makin mesra, sunny dan sica langsung cemburu gitu HAHAHA yul ganggu orang lg romantis deeeeh X)

    Yaelah fany lsg sakit lg g ada taeng..scepatnya pertemukan mereka lg thor haha

  8. kok kayanya sunny keliatan banget cemburunya sama pasangan taeny ya,., hhmm

    kok aku jadi curiga ma sunny kalo dia zeronya,., wkwkwkkk ngarang

  9. cih knp TBC thor? knp?

    ga puas….

    kasian banget ma fany, sini biar aku aja yg ngerawat biar cpat sembuh. hehe

    okelah thor, kutunggu next chapt. Semangat…!!!!

  10. mrz_love_taeny said:

    eciecie taeny ya sempet2nya mesra2an di saat kyk gitu
    kekeke
    yuri ihhh gangguin orang lg mesra2an aja
    sunny knp sih gk seneng bgt ma k sweet an taeny kamu kan udh punya sooyoung tuh dia jg meluk kamu kan wkt d lift
    huuft taeny pisah,skarang ppany nya yg sakit dia emang gk bs dipisahin dr tae kok
    cepet pertemukan mreka ya thor gk mau liet yuri yg ngurusin ppany gk suka ma yulti moment
    -___-
    tp tetep critanya DAEBAK d^^b

  11. akhirnya part 9 nongol juga…ayo thor bikin part selanjutnya udah ga sabar nih sama ending ceritanya tar…

    Omo…Ppany unnie sakit,coba aja aku bisa masuk dalam cerita itu pasti udah ku jagain terus deh Ppany unnie ku…kekekekek 🙂

    Hmm…aku curiga kalau zeronya tu Ppany unnie…huft…ahh,tapi masa sih Ppany unnie jadi zero?huft

    Thor kabar Seo unnie gimana?Dia ga mati kan?Apa dia yang jadi zero?

    Ahh mian thor kalo commentnya gaje gini…#ngumpetdiataslemari

  12. clover said:

    wow taeny sukses bikin sunsic cemburu hehe
    yah thor…..taeny knp dipisahin?? fany jd diurusin ama yuri deh

    btw…soosun moment walaupun cuman bentar tp so sweet 🙂

  13. Fany emank gak bisa jauh dari Taenggo yak. . . .
    Jiakakakak~
    Mesti nempel trus kayak lem. . .
    Wakakakak
    suka suka suka >w<

  14. Kimtaeyeoung said:

    Waaah pany un sakit tpi gda taeng un di sebelahny otte otte??
    Tetep deh sica un selalu bete mulu..
    Wah dag dig dug..
    Taeny sweet mulu tpi masih tegang pas pany un tak ada taeng un..

  15. yulilovesnsd said:

    Aduuuhhh fany ko skt lgi , psti gra2 tdk bareng sm taetae’y…kkkkk

    Yuri ko bt mulu ya.
    Hohooo…lucu soosun..

    Lanjut dachhh…cemangattt

  16. Miss New New said:

    aku yakin deh Seo itu Zero

    Selain karena dia yg duluan ngilang, kalo dipikir2 nama mereka mirip satu sama lain
    Seo… Zero… Seo.. Zero… Zero… Seo… Zero… Seo

    Tuh kan? Kalo nyebutnya pake aksen cadel, tambah mirip!!
    Sekian analisa dari saya!

  17. YoonSicTaeNy said:

    yeah ,,, kasian banget fany … diasaaj dia lgi butuh taeng … mereka malah terpisah …

  18. RoFL's Imagination said:

    ppanyyyyyyku kenapa sakittttttt? :(((((
    Taetae mana? Taetae!!!!!!

  19. sica jung said:

    fany kasihan bget sakit
    pas tae gk ada lagi
    lanjut thor

  20. wah.. Ppany~ah bertahan lah..u,u makin seru aja yah.. Aku rasa bener kata Sunny Zerro ada di salasatu dari mereka.. Itu juga menurut film yg pernah ku tonton..wkwk

  21. yak, ini ff kapan selesainya?? kepala gue terus mikir lanjutan ffnya.

  22. ARRRGGGHHHHHHHH SUDAH KUDUGAAAA T__T LANJUTIN THOR CERITAMU BENER BENER SERU!!!!!!! *capslockjebol* 😀 aigooo ppany harusnya kamu gausah pisah dari taeyeon,kan gini jadinya 😦 aishhh semoga endingnya mereka semua selamat termasuk seobaby 😦 apapun caranya kuharap mereka semua selamat,dan identitas zero itu segera terpecahkan.Soalnya aku penasaran bgt sm org itu aishhhh >_<

  23. Blogwalking 🙂
    Blognya keren
    Update terus ya!

  24. annyeong , awal” komen aku mau blg maaf dl , karna aku ngerasa ff ini kq datar aj y ? trus seakan jalur ceritanya dipaksa cepet .. jd brsa bc tulisan tanpa feel nya . mian klo komen ak gk enakin . hhe 😀
    eeh , ada nyempil dkit yoonsic . :p
    ok dhe ditgg lanjutannya 🙂

    • mianhae soalnya ngejelasinnya agak susah 😀 (terutama puzzlenya T_T )
      secara pribadi sih memang lbh bagusan di game karena plotnya lbh rumit, tp memang ada beberapa bagian yg skip dlm game karena kalau tidak nanti terlalu lama, jd maaf kalau terasa cepat, soalnya kalau dijelasin lagi nanti terjadi pengulangan dan reader akan merasa bosan (spt saat mereka memverifikasi gelang mereka untuk melewati pintu bernomor)
      memang di tengah ini alurnya mengalir agak datar setelah bagian yg tegang di awal2 tp nanti (mudah2an) akan tegang lg ke belakangnya^^
      mian kalau kepanjangan balesnya…

  25. Ken-TaeNy Hwang said:

    kyanya bnr tuh zero itu ad d antara mrk..mungkin seo..sunny or jessica..kekkeke
    *ngasal

    n soal TaeNy…hhmmm slalu mesra dlm kondisi apapun..kekekke

  26. @kyungsee said:

    sooyoung selamanya locksmith 😀 hahahaha!!! aku kurang suka sama sunny jadinya =_=v omo dia jadi kejam gitu!! tapi aku juga ngerasa kasian sama sunny 0_0 entah kenapa…..

    • wkwkwk Sooyoung konyol itu XD
      hmm? katanya kejam tp kok jd kasihan? 😀
      dr awal Sunny memang sudah agak cuek kok

  27. Aigoo~ aku ketinggalan -.- lanjut ah >>>

  28. desicholishyana said:

    O’ow sica sama sunny suka sama taeng ya?
    Hadeuuh segala ber-drama ria si taeny hahaha
    Yah, fany langsung sakit ditinggal taeng..
    Fany semangat! Authornya juga semangat hehe

  29. phe pie said:

    Wah baru bisa comment skarang gara2 baru balik smalam. Tahu2 sudah ada 2 chaptr baru aja. Karna pnasaran kmarin jam 3 pagi cuma bisa baca tapi blum commnt. Udahan dulu curhatnya. ^^ Commnt buat chaptr ini: Sica n Sunny mulai jatuh dalam psona Taeng n cmburu gitu pas TaeNy momnt. Mang TaeNy momnt disini sweet bangt walau akhirnya mrka pisah juga. ^^
    Kok Soo bijak bangt ya? Aku suka karaktr Sop disini ttap lucu, baik, n optimis.
    Yah Fany skit apa c thor? Kok kambuhnya pas gak ada Taeng? Ini paati pnyakit `gak bisa jauh2 dari Taeng`^^

  30. meninggalkan jejak

  31. keren…kren..keren…
    ntah knapa smpe skrg aku msh keinget sama seohyun unnie ku.. dmana sia skrg..apakh baik2 aja….(jgn2 dia ud pulang duluan n lg nnton keroro (?) )

    aku pnasaran syp si zero itu…tp aku yakin aja zero bkn slh stu dri mereka…lee soo man kali tuh…nomor 0, eh tp nomor kosong itu kn angka di bju oh nya fany… apakah mgkin,???

  32. taenyshidae said:

    Taeny pisah.. Fany sakit lagi..
    Huaaaa taetae , fany mu sakit lagi..
    Makin penasaran nih

  33. Jangan kta kan sunny zeronya

  34. hennyhilda said:

    Next chap
    semangat author ganbatte

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: