~Thank you for your comments~

A/N : Teka-tekinya sedikit kusederhanakan dari di game biar gak terlalu rumit penjelasannya 😀

Yoona menarik nafas panjang lalu berkata, “Siap?”
“Yeah…” (Yuri)
“Hmm,” Sunny mengangguk.
Mereka semua memverifikasi gelang mereka lalu Yoona menarik turun tuasnya sebagai yang terakhir memverifikasi.
Klek
Pintu terbuka. Sebuah lorong sempit terbentang di depan mereka.
Mereka semua langsung masuk ke dalam. Lalu terdengar bunyi dari gelang mereka.
“81 detik lagi, ayo cepat! Jangan buang-buang waktu lagi!” Yuri mendahului mereka berjalan di depan.
Setelah rasanya waktu berjalan sangat lama, mereka mencapai ujung lorong. Di sebelah kiri pintu kayu mereka menemukan DEAD. Tidak ada waktu untuk berhenti dan menarik nafas.
Mereka segera meletakkan tangan mereka ke panel scanner DEAD.
Masih dengan nafas memburu Yuri bersandar di tembok.
“Berhenti… berhenti… haha…ahaha kupikir sudah terlambat…”
Tawanya terdengar dipaksakan.
“Ini kedua kalinya kita melewati pintu bernomor, tapi…” (Yoona)
“Ne, kamu gak akan pernah bisa terbiasa dengan ini…” sambung Sooyoung.
“Yah Yuri! Kamu mendorongku tadi!” kesal Sunny.
“Aku gak sengaja!”
“Yah kalian berdua, jangan ribut, ini bukan waktunya untuk ini,” Yoona menengahi.
“Hmmph!” (Sunny)
“Huh” (Yuri)
Yoona menghela nafas. Kadang dia jadi berpikir kalau mungkin pintu-pintu dan puzzle bukanlah rintangan terbesar yang harus mereka hadapi.
“Sepertinya hanya ini satu-satunya pintu,” Sooyoung mencoba mengubah topik.
“Ya, kelihatannya” (Yoona)
Di atas pintu terdapat sebuah plat logam bertuliskan ‘Operation Room’
Bisa ditebak apa isinya dari namanya.
Yoona jadi khawatir.
“Yah… tapi gak ada gunanya juga kalau kita hanya diam saja disini. Ayo masuk,” katanya.
Yoona yang memimpin. Dia memegang kedua kenop pintu yang berlapiskan perunggu dan membuka pintunya. Pintu itu menimbulkan derit seperti suara erangan. Bahkan Yoona jadi merinding. Dengan cepat dia mengumpulkan keberanian dan mengambil langkah pertama masuk ke dalam ruangan.
Yuri mengikuti, dengan Sooyoung dan Sunny di belakangnya.
Bagian dari ruangan setelah melewati pintu dikaburkan oleh sebuah layar.
Sunny yang penasaran langsung berjalan melewati mereka untuk mengintip apa yang ada di balik layar.
“Kyaaaaaaaaa!!”
Teriakannya hampir membuat gendang telinga Yoona rusak.
Mereka segera berlari ke Sunny untuk melihat apa yang membuatnya takut.
Mereka mengitari layar dan penyebab teriakannya langsung menjadi jelas.
“A-apa itu?!” (Yuri)
“Apakah itu… mayat?!” (Sooyoung)
Di tengah ruangan ada sesuatu yang kelihatan seperti manusia berbaring di tempat tidur. Tidak, bukan tempat tidur, lebih tepatnya meja operasi.
Pelan-pelan mereka berjalan mendekat dengan sedikit gemetar.
Setelah semakin dekat, tubuh itu… ternyata bukan manusia.
“Boneka?” (Yoona)
“Bo-boneka?” Sunny tidak kelihatan nyaman. Pelan-pelan dia mendekat ke meja operasi dan berusaha melihat ke benda itu dari jarak sejauh mungkin.
“Fiuh… kamu benar, ternyata cuma boneka… kaget aku…” Sunny menghela nafas lega dan menghapus keringat di keningnya.
“Tapi boneka ini agak menyeramkan.” (Sunny)
“Lihat, di boneka ini ada jantungnya.” (Sooyoung)
Organ berbentuk seperti jantung terletak di dada boneka. Tidak diragukan lagi itu memang benar jantung.
“Tapi kenapa bisa ada jantung di boneka?” (Sunny)
“Aku rasa ini bukan boneka. Mungkin lebih seperti… mannequin untuk medis?” (Yoona)
“Dikunci,” kata Yuri yang mencoba untuk membuka sebuah pintu.
Yoona mendekat dan mencoba memakai sedikit kekuatan untuk membukanya. Memang terkunci.
“Mungkin kuncinya ada di suatu tempat di ruangan ini, ayo kita cari”
Mereka menyebar dan mulai pencarian.
Tidak lama kemudian.
“Teman-teman, aku menemukan mannequin lagi nih.”
Yoona, Yuri, dan Sunny mendekat untuk melihat apa yang ditunjuk Sooyoung.
“Tapi kali ini mannequinnya hanya ada kepalanya saja, tubuhnya tidak ada.”
“Hmm, mungkin sudah dilepas,” Yoona menyimpulkan.
“Kasihan…”
Kemudian mereka kembali sibuk masing-masing.
Beberapa menit kemudian.
Sunny mulai jenuh mencari. Dia sudah bosan melihat sekumpulan gunting, scalpel, forceps, obat-obatan, dan alat-alat medis lain yang tergeletak di atas meja. Dia sama sekali tidak mengerti apa fungsi alat-alat dan obat-obatan itu.
Sunny melihat yeoja jangkung itu sedang sibuk dengan sesuatu. Di sekitarnya terdapat dua kaki, badan, dan dua tangan mannequin.
“Kamu ngapain Sooyoung?”
“Memasang kembali anggota tubuh mannequin. Tadi aku menemukan potongan tubuhnya, kupikir kasihan juga kalau anggota-anggota tubuhnya terlepas begitu,” kata Sooyoung sambil memasang lengan kiri mannequin itu di tubuhnya.
“Daripada kamu buang waktu untuk itu lebih baik kamu cari kunci untuk membuka pintu!”
“Ehhhhh?? Tapi siapa tahu mannequin ini kunci untuk membuka pintunya kan? kamu gak akan pernah tahu sebelum mencobanya, Sunny Bunny,” Sooyoung nyengir.
“Mwo?!” Sunny tidak percaya dia baru saja dipanggil dengan nama panggilan seperti itu. “Kamu bercanda kan? darimananya?!”
“Nah, Lucy sudah jadi!” Sooyoung berteriak senang tanpa mendengarkan Sunny.
“Lucy?! Kamu bahkan memberinya nama?!”
“Aniyo, itu memang nama bonekanya, lihat tertulis disini.”
“Nah, tidak terjadi apa-apa kan?!”
“Hmm ya sepertinya begitu, mungkin anggota tubuhnya tertukar dengan John yang ada di meja tengah.”
“Mwo?!” Sunny mulai berpikir kalau yeoja ini mungkin memang sedang main-main.
“Hmm, mungkin harus kucocokkan dengan berat badan yang tertulis disini,” Sooyoung mengganti anggota tubuh mereka sambil melihat timbangan di sebelah meja operasi. Dia mencuekin Sunny yang bawel di sebelahnya.
“Sooyoungie!”
Klek
“Yah, aku baru saja mendengar sesuatu, Sunny!” seru Sooyoung girang.
“Gak mungkin!”
“Kedengarannya dari bawah meja operasi John,” Sooyoung berjongkok dan mencoba memeriksa. Dia menemukan sebuah lemari yang bisa dibuka di timbangan aneh itu.
“Lihat! Kunci!”
Mendengar kata ‘kunci’ Yoona dan Yuri langsung mendekat.
“Lihat, lihat, aku berhasil menemukannya!”
“Tidak bisa dipercaya,” Sunny bersungut-sungut.
“Ini kunci simbol Jupiter,” (Yoona)
“Bagus Sooyoung!” (Yuri)
“Hehe, apa kubilang Sunny Bunny, kamu gak akan pernah tahu sebelum mencobanya.”
“Huh, iya deh, dan kenapa kamu memanggilku Sunny Bunny?”
“Karena kamu imut seperti kelinci, kamu gak suka kupanggil begitu? hehe”
“Aniyo,” Sunny pura-pura ngambek, padahal dia senang dipanggil imut.
“Ayo, kita keluar dari sini” (Yoona)
_______________________________________________________________________________________________________________

Lorong yang mereka telusuri berbelok beberapa kali sampai akhirnya tiba di jalan buntu. Di sebelah kiri terdapat sebuah pintu besi.
Selama beberapa menit mereka berdiri di depan pintu untuk memeriksanya.
Di atas pintu terdapat sebuah plat bertuliskan ‘Laboratory’.
“Laboratorium ya?” (Taeyeon)
“Kedengarannya gak menyenangkan, bikin firasat gak enak…” (Hyoyeon)
“Ne, tapi hanya ada satu pintu ini.” (Taeyeon)
“Ngg, kamu masuk duluan deh Taeyeon…” katanya takut-takut.
Tiffany juga menatapnya dengan tatapan yang sama.
Tidak ada pilihan lain, Taeyeon mendorong pintu di depannya dan melangkah masuk. Walaupun dari luar Taeyeon terlihat tenang, tapi sebenarnya jantungnya memukul keras di dadanya. Taeyeon mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan, tampaknya tidak ada bahaya yang langsung terjadi. Beberapa detik kemudian, Tiffany dan Hyoyeon mengikuti di belakangnya.
Mereka menemukan diri mereka berada di sebuah ruangan yang dipisahkan oleh sebuah dinding melengkung. Di tengah dinding yang melengkung itu terpasang sebuah kaca tebal yang lebar seperti jendela besar. Dari kaca itu bisa melihat langsung ke area sebelah.
Taeyeon berjalan ke jendela untuk melihat ruangan di sebelah.
“Mwo…?”
Dia tidak tahu harus berkata apa.
Di tengah ruangan, terbaring sebuah mannequin di atas meja.
“Mengerikan…” kata Hyoyeon yang sekarang berada di samping Taeyeon.
“Mannequin itu… gak akan tiba-tiba hidup kan?” tanya Hyoyeon takut-takut.
“Hmm, lihat kabel-kabel yang tertancap di mannequin itu, kalau kita menekan tombol yang salah, mungkin-“ (Taeyeon)
“Stop! Hanya memikirkannya saja sudah menyeramkan.” (Hyoyeon)
Taeyeon berpaling pada sebuah pintu yang terletak di pojokan.
“Hmm, sudah kuduga, terkunci.”
Tidak mengherankan. Apalagi karena ada lampu merah kecil di pintunya.
Taeyeon mencoba memeriksa pintunya.
Gak ada lubang kunci, gak ada card reader. Berarti pintunya dikunci secara elektrik?
“Taetae! Barangkali di ruangan sana ada petunjuk untuk membuka pintu! Aku akan coba kesana,” matanya menyala-nyala dengan harapan atas dugaannya sendiri. Selesai berkata dia langsung berjalan kesana.
“Eh? Tunggu Pany!”
Hati Taeyeon mulai khawatir. Takut kalau Tiffany pergi sendirian akan terjadi sesuatu padanya.
Tapi Tiffany tidak memperlambat langkahnya, dia melewati pintu yang membatasi kedua ruangan itu. Dan sebelum Taeyeon sempat mengejarnya. Tanpa peringatan sebuah pagar besi turun dari langit-langit, memisahkan mereka.
Brak!
“!”
“Pany!”
“Taetae!”
“Sial! Kenapa bisa begini?! Buka!” Taeyeon mengguncang-guncang pagar besi itu sekuat tenaga. Dari balik pagar besi dia bisa melihat wajah Tiffany yang kalut.
Hyoyeon segera ikut membantunya. Mereka bertiga berusaha sekuat tenaga, tapi…
“Arrgghh!!” (Taeyeon)
“Ughhhh” (Tiffany)
“Ngghhh” (Hyoyeon)
“Gak mau bergerak…” keluh Hyoyeon.
“Tunggu! Mana mungkin kita biarkan Tiffany di dalam!” kata Taeyeon mulai emosional.
“Taetae… lakukan sesuatu, jebal…”
“Benar! Kita gak boleh menyerah, Hyoyeon!”
Hyoyeon sempat kaget melihat sisi Taeyeon yang emosional ketika menyangkut soal Tiffany.
“Aku bukannya mau menyerah. Ini pasti salah satu puzzle zero. Pasti ada cara lain untuk membukanya. Tenanglah, ayo kita mulai cari. Kita berdua cari disini, Tiffany, kamu cari disana,” kata Hyoyeon dengan kepala dingin.
“Baiklah,” mereka mengangguk setuju.
Mereka mulai pencarian mereka.
Taeyeon menyadari ada sebuah pintu lagi yang menghubungkan ke ruangan sebelah, tapi lagi-lagi lampu di pintu itu berwarna merah. Taeyeon mencoba membukanya. Memang terkunci.
“Hmm?” Hyoyeon menyadari ada sebuah jam terpasang di dinding. Dia memperhatikannya sesaat, tapi jarum jamnya gak bergerak.
“Mungkin sudah mati, apapun itu waktu terus berjalan, kita harus cepat, Hyoyeon.” (Taeyeon)
“Ne”
“Disini ada komputer.”
Komputer itu terletak di sebelah banyak locker yang menyala lampu merah.
Hyoyeon mencoba menyalakannya. Tapi tidak menyala.
“Komputer ini gak terhubung.”
“Aku gak ahli soal komputer, tapi aku menemukan ini tadi,” Taeyeon memberikan sebuah kabel.
“Kemarikan, biar kupasang… ah”
“Kenapa?”
“Kabel ini punya tiga cabang, tapi stop kontaknya hanya punya 2 lubang.”
Kemudian Hyoyeon mulai mencari-cari steker untuk kabel. Taeyeon mendekat ke pagar besi dan memanggil Tiffany.
“Tiffany! Bagaimana keadaan disana?!” tanya Taeyeon.
“Taetae, di belakang ada satu pintu tapi gak mau kebuka. Lalu ada mesin-mesin yang tidak kumengerti disini. Aku sudah coba menekan-nekan beberapa tombol tapi tidak terjadi apa-apa. Kabelnya juga terhubung ke kepala mannequin. Kira-kira eksperimen macam apa yang mereka lakukan…”
Apa jangan-jangan tadinya mereka melakukan eksperimen pada manusia? Pikir Taeyeon ngeri.
Ah, dia tidak mau memikirkannya lagi. Yang lebih penting sekarang adalah mengeluarkan Tiffany dari sana dan keluar dari ruangan ini secepat mungkin.
“Tiffany, apa disana kamu menemukan steker untuk 3 cabang?”
“Hmm,” Tiffany berjongkok untuk memeriksa sebuah mesin. “Ya ada, menempel di salah satu mesin.”
“Bisakah kamu cabutkan dan kasih kesini?”
“Ne, tunggu sebentar”
Tiffany berjalan ke depan pagar besi untuk menyerahkan steker itu melalui celah-celah. Saat Tiffany menjulurkan tangannya, Taeyeon menggenggam tangannya.
“Tunggulah Tiffany, aku pasti akan mengeluarkanmu…” Taeyeon menatap lurus ke mata Tiffany.
“Ne, aku percaya sama kamu, Taetae… kamu tidak akan meninggalkanku…” Tiffany menatapnya dengan haru, matanya sedikit berkaca-kaca.
Saat menggenggam tangannya saat itu, Taeyeon sudah bertekad akan melindungi Tiffany. Dia akan melakukan apapun untuk menolongnya, meski harus mempertaruhkan nyawanya.
Taeyeon meremas tangan Tiffany sekali lagi sebelum melepaskannya. Kemudian dia berjalan ke depan komputer dan menyerahkannya pada Hyoyeon untuk memasangnya.
Komputernya bisa dinyalakan sekarang.
Beberapa baris huruf muncul di layar komputer yang Taeyeon sama sekali tidak mengerti artinya. Setelah beberapa saat barisan itu berhenti dan menghilang.
Lalu muncul kata ‘pass’ lalu diikuti dua titik di layar komputer.
“Sepertinya kita harus memasukkan password.” (Hyoyeon)
“Oh” (Taeyeon)
“Aku akan mencobanya, kamu cobalah cari passwordnya di sekitar sini.”
Setelah berkata begitu, Hyoyeon duduk di depan kursi komputer. Kedua tangannya berada di atas keyboard.
Hyoyeon tersenyum, “Baiklah”
Sebelum Taeyeon sempat menarik nafas, Hyoyeon sudah mengetik dengan sangat cepat. Keyboard itu menimbulkan bunyi beruntun seperti sebuah senapan mesin.
“Uh… Hyoyeon?”
“Aku sedang mencoba mencari kombinasi passwordnya. Sepertinya passwordnya hanya memiliki dua huruf atau angka.”
“Ohh…” Taeyeon tidak bisa menyembunyikan rasa kekagumannya. Hyoyeon dapat mengetik menggunakan dua tangan dengan sangat cepat, tidak seperti dirinya yang hanya bisa menggunakan satu tangan.
Taeyeon memutuskan untuk berkeliling di dalam ruangan, mencari passwordnya. Tapi…
Dia tidak menemukan petunjuk, dia sudah bertanya pada Tiffany, tapi jawabannya juga ‘tidak ada’.
Sepertinya dia menemui jalan buntu. Ketika dia sudah mau mengatakan pada Hyoyeon bahwa hasil pencariannya tidak berbuah…
“Yeah! Tepat! Taeyeon, aku berhasil!”
Dia segera kembali dan melihat wajah Hyoyeon terlihat puas.
Hyoyeon menunjuk ke layar monitor dengan dagunya. Taeyeon melihat. Sekarang di tengah layar monitor terdapat sembilan kotak. Satu baris tiga kotak berderet.
“Apa itu?”
“Aku gak tahu, setelah aku memecahkan passwordnya, tiba-tiba muncul begitu saja, mungkin ini puzzle.”
“Oh…”
Hyoyeon berdiri dari kursinya.
“Aku mau istirahat sebentar, tolong kamu yang lakukan, Taeyeon”
“Oke”
Taeyeon duduk di depan kursi. Matanya tertuju ke layar. Setelah mengutak-atiknya selama beberapa detik, puzzle itu langsung selesai. Dan terdengar sebuah suara.
“Hmm, aku tidak tahu, mungkin terlalu mudah…”
“Taeyeon, lihat!”
Hyoyeon menunjuk ke sembilan locker di sebelah komputer. Semuanya berwarna hijau.
Taeyeon mencoba membuka semuanya. Hanya salah satu locker yang ada isinya. Dua buah kunci.
“Yang satu ini kunci simbol Bumi. Terus yang satu ini kunci apa?”
“Oh!” (Hyoyeon)
“Apa?”
“Mungkin itu kunci itu Taeyeon!”
“Hmm?”
Hyoyeon mencoba memasukkan kunci itu ke sebuah lubang kunci mesin. Monitor komputer yang satu lagi menyala.
“Hmm, disini tertulis ‘Power restored to experimental device. Emergency system will activate the event of abnormal subject behavior.’ Okeeee??” ucap Hyoyeon tidak begitu mengerti.
“Taetae! Mesin ini menyala sekarang!”
“Ne, mungkin karena kita mengaktifkannya dari sini. Coba-cobalah.”
“Oke,” Tiffany menekan sembarang tombol.
“Gak terjadi apa-apa, Taetae”
“Hmm, coba naikkan tegangan listriknya.”
“Oke, akan kujadikan maksimal sekarang!”
“Ma-maksimal?! Yah! Tiffany, tung-!”
Terlambat.
“Apa? Ngg… kenapa ini…?”
Percikan api mulai muncul di ujung kabel yang terpasang di kepala mannequin.
“Oh my God! Kepala mannequinnya!”
Lalu meledak.
“Kyaaaaaaa!!”
Kepala mannequinnya mulai terbakar.
Sebuah pengumuman terdengar.
“Api terdeteksi! Api terdeteksi! Sistem darurat akan diaktifkan. Segera mengungsi dari ruangan.”
Seluruh ruangan tempat Tiffany berada mulai dipenuhi dengan asap.
“Uhuk! Uhuk!”
“Tiffany!”
Taeyeon segera berlari membuka pintu di sebelah kirinya yang terhubung ke ruangan sebelah juga. Sekarang lampu di pintu itu sudah menyala hijau. Taeyeon tidak tahu kenapa tapi mungkin karena akibat sistem darurat yang diaktifkan.
“Taetae!” Tiffany menghambur keluar dari pintu. Mereka langsung berpelukan dengan erat.
Hyoyeon segera kembali menutup pintunya untuk mencegah lebih banyak asap yang keluar.
“Tiffany! Kamu gak apa-apa? Kamu terluka?!”
“Uhuk! Uhuk! A-ah… aku gak apa-apa Tae- uhuk!”
“Kalian berdua bisa lanjutkan nanti. Ayo sekarang kita keluar dari sini!”
Mereka segera keluar dari pintu yang sudah tidak terkunci lagi. Hyoyeon membanting pintu di belakangnya.
Mereka bertiga bersandar di tembok dengan nafas memburu. Jantung Taeyeon berdebar dengan sangat cepat seperti sedang berolahraga, tubuhnya terasa lemah. Dia berusaha menarik nafas. Pelan-pelan dia merasa tubuhnya kembali tenang.
“Ayo”
Mereka saling mengangguk dan meneruskan berjalan. Tidak lama kemudian mereka menemukan beberapa pintu baru tapi mereka semuanya terkunci.
Semua pintu sudah dicoba dibuka. Tinggal sebuah pintu terakhir yang berada di ujung lorong.

*~To Be Continued~*

Advertisements

Comments on: "Soshi Bond ~The Nonary Game~ (Chapter 7)" (56)

  1. asleyar said:

    kabar’a sica blm ketahuan??
    author pas mau buat ceritanya, sambil mainin game’a? hafal banget jalan cerita’a

    • haha tahu jalan ceritanya tp tentu saja sambil mainin gamenya dong, kalau gak nanti ada penjelasan yg kurang XD

  2. wah.. Sumpah makin penasaran.. Sica bener2 lenyap yah..?! Soo mulai2 nih ama sunny..keke..taeny haduh..haduh.. Makin sweet..^-^..next thor..u,u

  3. phe pie said:

    Hihi gak nyangka slain ada TaeNy moment, ada SooSun moment juga, scara karaktr Sunny di sini jutek abis. XD huf untung pintu buat ke ruangan Fany bisa kbuka, aku kira tadinya kjadiannya bakalan kayak Seo, kpisah ama tman2nya trus mldak ruangannya. Klo bnaran bisa2 Taeng jadi gila n gak mau lanjutin gamenya lagi tuh.
    Pintu trakhir yang trsisa itu pintu untuk kunci Bumi yang baru ditmukankah thor?

    • Haha bener, pasti Taeng jd gila kalau begitu 😀
      TaeNy di cerita ini pairing utamanya,
      ada beberapa moment lain jg^^
      hmm, lihat saja

  4. Locksmith said:

    Iiih…serem yah, jd mrinding nih. Tp sneng mnta ampun lngsng dtng krna da TaeNy moment (aseek!). Em…mannequin itu apaan? sejenis boneka manusia gt? (maklum, q blm tw yg begituan :D)

  5. mrz_love_taeny said:

    Ehm taeng makin sweet aja ma ppany
    sica bener2 ilang ya
    ckckck
    btw thor ini game namanya apa trus game online bkn kok jd pingin main nih game ya
    kekeke

    • game nitendo ds, 9 hours 9 persons 9 doors
      kalau gak punya nitendo ds main aja pakai emulator untuk PC

  6. yulilovesnsd said:

    Haduuuuuuhhhh bikin deg2n kirain fany bkl terjebak slmanya.
    Huffhhhh……

    Taeny lgi genting2nya msh z peluk2an ya.

    Situnggu klanjutannya thor…..
    Mga seobaby msh hidup ya.

    Tks

  7. YoonSicTaeNy said:

    kyany taeny makin lengket deh … tpi chap ini kurang menegangkan … cepat diupdate yah eon …

  8. Salut bnget dh ama taengo yg brusaha nyelamatin ppany,, ☺
    sdgkn sica?? Sica gk ada kabarnya sama skali T.T
    aqu qra wktu sunny triak pz d R.operasi krna dy ngeliat sica d sno, trnyta mannequin =.=
    d tnggu klanjutan’a eon..
    Fighting 😉

  9. taengppany said:

    asli tambah sni ceritanya tambah keren, daebak buat author

    untung fany ga kenapa kenapa bisa bisa nanti tae galau akut trus ga mau keluar dari kapal

  10. sica jung said:

    sumpah
    cerita ni daebak bget
    sica ma seohyun kyk mana thor?
    lanjut thor

  11. Huaaa T.T sica umma sudah kalah,.
    Taeny dalam keadaan gitu masih aja mesra #jadi ngiri..

  12. ngevote dulua ah..
    “klik”

    wow.. taeny in drama..
    unnie, kau berhasil ngemix sisi menegangkan dan emosional di ff ini,
    aku bacanya deg-degan! >,<
    tapi bentar lagi senyum2 geje sendiri baca taeny momentnya.

    ni kira-kira mape chap berapa un?
    😀
    semangat lanjutkan!!
    fighting!!

  13. Kimtaeyeoung said:

    Taeny memang selalu jjang deh..
    Wah sica gimana nih??belum ada kabarnya..
    Pairing soosun mulai nongol wah nanti siapa laghe ya pairingnya yg bakalan ada..yoonyul kah???makin seru..
    Author jjang..

  14. desicholishyana said:

    Niatnya cuma mau nyatuin badan mannequin karena kasian eh malah jadi dapet kuncinya,, soo emang hebat deh hehehe
    Ooh yoona leader di kelompoknya toh

    Huaah untung tiffany bisa keluar,, nggak kebayang kalo dia yang jadi korban berikutnya

  15. nuriiiin said:

    yaah!! TBC itu sangat menyebalkan,, kau tau itu thor?? #garukgarukdinding

    haha bahkan saat liat chapter ini uda nongol rasa tegang langsung datang menyerbu.. belum baca dan langsung deg-degan, takut sendiri menanti apa yg bakal terjadi dan sapa yg bakal jd korban selanjutnya.. *maklum bkn penggemar film2 seperti final destination dan saw, ini ff ngingetin bgt sama film2 kyk gt*

    TaeNy makin romantis, SooSun mulai pedekate *aiih bahasa gw*.. YulSic? Sica malah ngilang…YoonHyun? Seohyun sudah.. *nangis di pojokan*

    salut ma ff ini thor 😀 jgn lama2 updatenya!!

    • haha namanya saja cerita bersambung, mana mgkin gak ada tbcnya, ya gak 😛
      hmm, sebenarnya sih aku sendiri gak hobi nonton2 movie sejenis final destination sm saw, pd dasarnya aku memang jarang nonton sih, kecuali kalau yg memang benar2 pingin kutonton >_<
      selain TaeNy pairing disini semuanya random, (tdk berencana royal family pairing sih)

  16. Yoondeer said:

    astaga author, bener deh cerita ini bikin deg2an – –
    penasaran akhirnya wkwkwk

    keep update author ^^

  17. RoFL's Imagination said:

    ini TaeNy nya sih so sweet luh!wkkw

  18. krystalized said:

    taeny makin, aw aw aw
    so sweet banget sih taeng, pake bertekad segala lagi
    sica bener2 ilang?

    Lanjut !

  19. Miss New New said:

    tes

  20. Miss New New said:

    haloooo
    Authorrr, aku pulaaaaang
    Wkwwkkww ngaku2in blog orang sebagai rumah x)

    Wah telat telat telaaat *jambak2 rambut tetangga sebelah

    Bagiku chapter 1 ampe sekarang sama2 menegangkan, beda situasi tapi tetap ngerasa tegang

    Author semangaat yaaaa n_~

  21. clover said:

    hufff…chap ini bikin deg-degan…
    untung fany selamat kalo gak taeng bisa gila tuh kehilangan fany
    btw nasibnya sica gimana??
    mudah2an next chap sica muncul 🙂

  22. aku kira ppany akan bernasib kayak seosic T_T

  23. Aigooo~
    Penasaran bgt nie unnie. . . .
    Apdet soon ^0^

  24. Cieee soosun udah mulai nih… Taeny makin mesra aja. Tadi sempet takut juga taeny berpisah, tapi untung ppany bisa keluar. Ditunggu lanjutannya

  25. Arggghh untung ppany gak apa apa *lap keringet* sumpah thorr aku baca cerita ini sambil keringetan saking tegangnya -_- thank’s hyotae !!! kalian telah menyelamatkan ppany!!!! Taeng gue gamau tau lo musti jagain fany!!! Ehmmm ngomong2 ane seneng bgt nih pas bagian sooyoung manggil sunny dengan sebutan “sunny bunny” so sweet aja gitu hehe ^^ yoonyul!!! Cepat temukan seo dan sica!!!! *death glare*

  26. kurang tegang thor , wkwk , ayo bkin lbh tegang lg , biar makin ruwet *evil laugh .
    brarti kalo sica g ktmu yg bkal gagal 3 org lg ?
    soalnya aku jumlahnya gt , klo taeny cast utamanya brarti kemungkinan yg kluar 1+3+6+8 = 18 = 1+8 = 9 ? thu 4, 5, 7 g llos dong ? :O
    ato mgkn taeng kasian ke saengnya jd yg kluar 3+4+5+6 = 18 = 1+8 = 9 ? penuh teka teki bkin otak ruwet . wkwkwk .

  27. langsung k next chapter thor, udh ga sabar. hehehe

  28. christine said:

    Makin menegangkan!!!
    eh. .udh mulai mncul soosun tuh kyknya?
    tp sunny ama yul msh blm baikan juga ya?
    Hiii knp bisa ada mannequin di atas kapal sih? nyeremin banget ~
    Taeng keliatan banget suka sama fanynya wkwk
    takut bnget dy pas fany ke jebak di ruangan sebelah? untung aja.hyo gk ikut2an emosional kayak taeng xD
    aku rasa di tahap ini semua masih baik2 aja ya thor?

  29. wah aku suka karakter yoona disini digambarkan sbg sosok yg cerdas 😀

  30. shriesifanytastics said:

    taeng jg sensi klo udh masalh ma ppany ..langsung next chapter akh..:)

  31. Gk tau game ap sih nih
    tp keke ny seru jg..

  32. taenyshidae said:

    Wuaaa.. Pintunya bnyk bgt.. O.o

  33. Shin Young said:

    Next

  34. hennyhilda said:

    Huhuhuhu seobaby-ku 😦
    Jessica jg g da lg
    bqn sport jantung ff ni
    semangat author
    ganbatte

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: