~Thank you for your comments~

“Jadi begitulah ceritanya,” jelas Sooyoung.
“Oke, jadi kesimpulannya ketika kalian sampai disini REDnya sudah seperti itu. Dan kalian cari-cari di ruangan ini tapi kalian tidak menemukan komponennya.” (Taeyeon)
“Lalu kalian berpikir kalau bagian dari REDnya mungkin ada di salah satu lorong yang penuh dengan pintu itu.” (Yuri)
“Jadi kalian pergi mencari kesana?” (Tiffany)
“Ne”
“Dan sewaktu sedang mencari-cari kalian mendengar suara-suara?” (Taeyeon)
“Ne”
“Lalu kalian mengikuti asal suaranya dan kembali disini?” (Tiffany)
“Benar, dan kita bertemu dengan kalian sekarang.” (Hyoyeon)
Taeyeon memeriksa ketiga RED untuk jaga-jaga. Di bawah setiap mesin terdapat sebuah celah tipis yang panjang. Kelihatan seperti sebuah celah untuk… sesuatu, barangkali untuk barang elektronik.
“Gimana ini… kalau REDnya gak aktif kita terkurung disini.” (Tiffany)
“Apa ada jalan lain? Gimana dengan lorong yang penuh dengan pintu-pintu itu?” (Taeyeon)
“Pintu-pintu itu isinya kamar rumah sakit juga seperti ruangan ini, tapi lebih bersifat individual.” (Sooyoung)
“Di ujung lorong ada pintu, tapi dikunci.” (Jessica)
“Ada simbol astrologi terukir dekat lubang kuncinya. Simbol Jupiter.” (Hyoyeon)
“Lagi-lagi… ada dimana-mana…” Yuri menahan dirinya untuk tidak mengumpat.
“Kira-kira apa maksudnya ya?” (Yoona)
Selama beberapa saat semuanya terdiam, merenungkan sesuatu.
Tidak lama kemudian terdengar suara jam berdentang. Kedengarannya berasal dari jam di tangga utama, tempat mereka berkumpul pada mulanya.
Taeyeon menghitung setiap dentangan dengan hati-hati.
10… 11… 12
“Sudah tengah malam…” Tiffany yang lebih dulu bersuara setelah gemanya tidak terdengar lagi.
“Kita masih punya waktu enam jam kan?” (Jessica)
“Kita tidak punya banyak waktu lagi, ayo kita cari bagian RED yang hilang.” (Sooyoung)
“Dimana?” (Sunny)
“Kita bertiga sudah cari di ruangan ini, itu berarti tinggal satu pilihan lagi.”
“Satu?” mata Sunny membulat.
“Ngg, kayaknya sih gak tepat dibilang satu juga…”
“?”

……………………
Mereka berjalan menuju lorong yang memiliki banyak pintu.
“Tu-tunggu!” protes Sunny. “Jangan bilang kita harus mencarinya di pintu sebanyak ini?!”
“Jangan kaget Sunny ah. Kita bertiga sudah mencari sebanyak tiga pintu.”
“3 pintu…”
“Kita berpencar jadi delapan. Jika masing-masing orang mencari sebanyak 6 pintu, berarti jadi 48 kan?”
“Berarti masih ada 48 pintu lagi?”
“Tepatnya 49, biar aku saja sisa satunya.”
Setelah sedikit diskusi, mereka mulai berpencar.
Taeyeon terpilih untuk mencari di bagian sisi kanan kapal, dari depan ke belakang.
Mereka juga sudah memutuskan untuk kembali melaporkan penemuan mereka pada saat jam berdentang yang berikutnya.
Ketika sudah terdengar bunyinya mereka akan kembali berkumpul di ruangan rumah sakit yang penuh dengan kasur.
Jika selama penemuan, mereka menemukan komponen RED yang hilang, mereka harus berteriak.
Jika strategi ini gagal, mereka akan berkumpul kembali untuk mendiskusikan langkah selanjutnya.
Mulai pencarian. Masing-masing masuk ke ruangan yang telah ditunjuk.
………………….
………………….

Dari kejauhan, Taeyeon bisa mendengar suara jam berdentang satu kali.
Tapi dia merasa harus mengecek ruangan ini sedikit lebih lama lagi, karena itu dia tetap berada di ruangan itu selama sekitar satu menit sebelum kemudian dengan mantap meninggalkan ruangan itu.
Sekarang jam satu pagi, pikirnya.
Taeyeon meninggalkan ruangannya dan setengah berlari menuju ke ruangan rumah sakit. Dadanya sedikit berdebar-debar memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya.
Ketika dia masuk ke dalam, keenam teman-temannya yang lain sudah ada disana.
Sunny, Tiffany, Hyoyeon, Yuri, Sooyoung, dan Yoona.
Mereka berkumpul di depan pintu nomor 8. Atau lebih tepatnya berkumpul di depan mesin RED di sebelah pintu nomor 8.
Apa salah satu dari mereka sudah menemukannya?
Taeyeon segera mendekati mereka.
“Kenapa tidak berteriak kalau sudah ketemu?! Siapa yang menemukannya?”
Yoona yang menjawab, “Ngg, aku menemukannya tidak lama sebelum jam berbunyi. Dan karena gak yakin aku merasa aku gak bisa berteriak sebelum memastikannya, unnie…”
“Aish…” Taeyeon tidak bisa membalas kata-katanya.
“Sudahlah, yang penting sudah ketemu, sekarang kita bisa masuk,” Hyoyeon menepuk pundak Taeyeon.
Celah yang tadinya kosong juga sudah terisi. Sekarang mesin itu sudah menyala, di layarnya tertulis ‘vacant’.
“Eh? Tunggu…” kemudian Taeyeon menyadari sesuatu, “Mana Jessica?”
“Apa?” seolah untuk memastikan, Sooyoung melihat-lihat sekeliling. Dia tidak menemukan gadis itu. Hanya mereka bertujuh di dalam ruangan.
“Telat sekali! Kemana sih dia?!” (Yuri)
“Mungkin dia tersesat… kapal ini kan besar sekali…” (Tiffany)
“Mungkin saja…” (Yoona)
Brak!
“Gak mungkin!” Sooyoung tiba-tiba memukul salah satu pipa ranjang. Sunny, Tiffany, Hyoyeon, dan Taeyeon sampai kaget.
“Apanya yang gak mungkin Sooyoung? Bisa saja dia memang tersesat kan?” (Sunny)
“Bukan itu yang kumaksud!” matanya menyala-nyala. “Dia…!”
Sooyoung teringat kembali apa yang menimpa Seohyun. Tubuhnya sedikit gemetar. Rahangnya mengeras. Tangannya mengepal.
“Aku akan pergi mencarinya!” dia sudah keburu berlari sebelum kalimatnya selesai terucap.
“Yah! Tunggu Sooyoung!” Taeyeon memanggilnya, tapi dia terlalu lambat.
Sooyoung tidak menghentikan langkahnya. Dan sebelum semuanya sempat bereaksi, Sooyoung sudah menghilang.
“Akh… apa yang harus kita lakukan sekarang?” Taeyeon bertanya pada mereka.
“REDnya sudah bekerja sekarang,” kata Sunny.
“Aniyo! Kita gak boleh ninggalin dua orang!” bantah Tiffany. “Ayo kita cari mereka!”
“Duh… kelihatannya ini gawat…” Hyoyeon menepuk keningnya.
“Hahh… kita sudah ngabisin waktu buat nyari komponen RED, sekarang kita harus buang-buang waktu lagi untuk nyari orang hilang… bagus deh,” Yuri memutar bola matanya.
“Unnie kalau gak mau nyari disini saja deh,” Yoona berpaling pada Taeyeon, Tiffany dan Hyoyeon. “Unnie, kita hanya punya 5 jam lagi, kita harus cepat.”
Mereka saling mengangguk. Taeyeon, Tiffany, Hyoyeon, dan Yoona berlari keluar. Tinggal Sunny dan Yuri yang masih di dalam.
“Iya iya, aku juga bantu cari,” kata Yuri ogah-ogahan menyeret tubuhnya keluar.
“Huh, di saat begini kenapa harus tersesat segala sih…” keluh Sunny.

………………….
………………….

Di depan tangga menuju deck B, mereka memutuskan untuk berpencar.
Mereka dengan cepat membagi area-area yang harus dicari dan pergi terpisah.
Hanya ada dua orang yang tersisa. Taeyeon dan Tiffany.
“Pany…”
“Hmm?”
“Demammu… gimana?”
“Ah, sudah agak baikan kok, terima kasih telah mengkhawatirkanku Taetae^^”
“Baiklah, ayo”
“Ne, tapi kemana kita mulai lebih dulu?”
“Hmm, ayo kita periksa deck C, lorong yang banyak pintunya itu.”
“Oke, ayo Taetae!”

……………………..

Disana mereka menemukan Hyoyeon.
“Yah! Jessica! Dimana kamu?! Kalau ada jawab dong!” teriaknya.
Taeyeon dan Tiffany setengah berlari mendekati Hyoyeon.
“Ah, hei, kalian sudah menemukan Jessica?”
“Belum, kira-kira Jessica dimana sekarang…” (Tiffany)
“Kemana pun itu kita harus segera menemukannya, jam tidak berhenti berdetak. Serahkan saja daerah ini padaku Taeyeon, Tiffany.”
“Ne, ayo kita kembali mencari Fany ah”
“Ayo!”
Mereka berdua pergi.

……………………..

Mereka kembali ke depan tangga. Pikiran Taeyeon dipenuhi dengan berbagai macam pikiran.
Ah tidak, dia harus membuang pikiran-pikiran itu. Menemukan Jessica adalah prioritas utama sekarang.
“Ayo, kita periksa deck B.”

……………………..

Di depan sebuah pintu besar di deck B, mereka menemukan Sunny sedang bersandar di tembok. Matanya memperhatikan kuteks di kukunya.
“Yah, lagi apa kamu Sunny?”
Sunny mendongak, tatapannya seolah tidak tertarik.
“Bukannya sudah jelas? Aku sedang mencari Jessica”
“Tapi aku melihat kamu seperti tidak sedang mencarinya…”
“Jinja? Mungkin kamu harus melihat lebih jelas,” kata Sunny acuh tak acuh.
Taeyeon merasa bukan itu permasalahannya.
“Oh ngomong-ngomong, aku punya usul pada kalian berdua, mau dengar?”
“Apa itu?” (Taeyeon)
“Aku akan langsung saja ke inti permasalahan. Mau gak kita bentuk tim?”
“Tim?” (Taeyeon)
“Ne, apa perlu kujelaskan? Gimana kalau kita bertiga masuk ke pintu nomor 8?”
Taeyeon melakukan perhitungan cepat di kepalanya. Nomor gelang mereka 1, 3, dan 4.
1 + 3 + 4 = 8
“Yah, tunggu dulu, gimana dengan mereka berlima? Kamu mau meninggalkan mereka?” (Taeyeon)
“Tentu saja tidak, kamu pikir aku ini orang macam apa, coba jumlahkan saja angka mereka.”
2 + 5 + 6 + 7 + 8 = 28 = 2 + 8 = 10 = 1 + 0 = 1
“Akar digital mereka 1” (Taeyeon)
“Nah, sederhana kan? mereka tetap akan bisa melewati pintu bernomor.”
“Tunggu, kamu tidak memikirkan ke depannya. Walau kita bisa melewati pintu nomor 8, kita tidak akan bisa keluar dari kapal ini. Kita bertiga tidak akan bisa membuka pintu nomor 9.”
“Ya… ya itu benar!” (Tiffany)
“Oh… hmm, sayang sekali…”
Sunny tidak kelihatan kaget ataupun terganggu dengan apa yang dikatakan oleh Taeyeon.
“Ayo kita cari jalan lain, oke? Jalan untuk bisa mengeluarkan kita berdelapan dari sini.” (Tiffany)
“Itu gak mungkin, kamu serius? Kamu tahu kan hanya lima orang maksimal yang bisa melewati satu pintu bernomor? Pintu nomor 9 bukan pengecualian. Dengan kata lain, 3 orang akan harus tertinggal.”
“…………….” Tiffany mendadak jadi sedih.
“Kamu benar…” saat Taeyeon mengatakannya dia merasa merinding.
Benar.
Sulit dipercaya Sunny bisa mengatakannya dengan begitu tenang.
Ketika mereka menemukan pintu nomor 9, mereka akan harus memilih 3 orang untuk mati.
“Ah, jika saja nomor gelangku 9, aku akan bisa masuk melewati pintu manapun.”
Taeyeon dan Tiffany terdiam.
“Oh, mianhae… aku tidak seharusnya mengatakan itu…”
Sebab pemilik nomor 9 sekarang sudah tidak ada lagi bersama mereka.
Tapi Sunny benar.
Nomor 9 adalah nomor terkuat dalam nonary game ini.
Sebab dijumlahkan dengan nomor berapapun, akan memiliki hasil akhir yang selalu sama, karena itu nomor 9 bisa melewati pintu manapun.
1 + 9 = 10 = 1 + 0 = 1
2 + 9 = 11 = 1 + 1 = 2
3 + 9 = 12 = 1 + 2 = 3
4 + 9 = 13 = 1 + 3 = 4
Dan selanjutnya.

“………..ayo kita lanjut mencari lagi Fany ah”
Tiffany mengangguk.
Mereka berjalan pergi dan menyadari kalau Sunny tidak bergerak.
“Kamu gak ikut Sunny?”
Wajahnya tertekuk.
“Tolong biarkan aku sendiri, aku ingin berpikir sejenak…”

Mereka meninggalkan Sunny sendiri.
Bicara dengan Sunny telah membuat perasaan mereka jadi gak enak.
Hatinya terasa berat, langkahnya juga jadi lesu.
Taeyeon mengatakan pada dirinya sendiri bahwa pesimis juga percuma. Jadi dia memaksakan diri untuk tersenyum dan berpaling pada Tiffany.
“Sekarang ini lebih baik kita fokus cari Jessica, oke?”
“Ya, kamu benar Taetae, kita bisa pikirkan hal-hal lain nanti…”

……………………..

Mereka sampai di kabin kelas atas yang letaknya tidak jauh, disana mereka menemukan Sooyoung.
“Itu Sooyoung. Yah Sooyoung,” panggil Taeyeon.
“Kamu jangan tiba-tiba menghilang tanpa memberitahu kami kau akan kemana! Kami kan jadi cemas!” kata Tiffany.
“Tidak ada… aku tidak menemukan Jessica…” katanya lirih.
“Jessica… semoga saja dia tidak kenapa-kenapa…” (Tiffany)
“…………….”
Taeyeon terdiam sejenak kemudian dia memutuskan dia harus mengatakan sesuatu untuk menghilangkan rasa putus asa yang mengudara.
“Ayo kita kembali, siapa tahu Jessica sudah ada di sana bersama mereka.”
Sooyoung dan Tiffany mengangguk. Kemudian mereka bertiga berjalan kembali ke ruangan rumah sakit.

………………….
………………….

Mereka sudah mencari sebisa mereka, pada akhirnya mereka tidak menemukan Jessica dimana-mana.
Mereka seperti benar-benar kehilangan jejak Jessica. Tidak ada gunanya menghabiskan waktu lebih banyak lagi.
Sunny memandang keenam wajah frustasi di depannya dan berkata.
“Kita tidak bisa terus mencari Jessica. Dimanapun dia berada sekarang, pastinya bukan disini. Kita harus bergerak.”
“Tapi…” Taeyeon tidak melanjutkan kata-katanya.
“Masa kita meninggalkan Jessica…” Sooyoung menyelesaikan kalimatnya.
“Sooyoung benar!” (Tiffany)
Yang lain terdiam.
“Baiklah, aku ada usul, gimana kalau begini? kita cepat-cepat keluar dari sini, lalu setelah itu kita cari bantuan dan kembali untuk menyelamatkan Jessica unnie.”
“Mwo?” (Hyoyeon)
“Tunggu, tunggu, itu pemikiran yang terlalu optimis. Kita hanya punya waktu 5 jam lagi, bagaimana kita bisa kembali tepat waktu kalau kita sendiri gak tahu dimana kita berada sekarang?!” (Taeyeon)
Lalu saat itu-
Dari kejauhan Taeyeon seperti bisa mendengar suara deritan. Hampir seolah kapalnya sedang berteriak pada mereka.
Apakah kapal ini benar-benar akan bisa bertahan sampai batas waktunya?
Tampaknya semuanya memikirkan hal yang sama.
“Apalagi yang kita tunggu? Kita buang-buang waktu kalau terus seperti ini.” (Sunny)
“Hahh… aku mulai malas dengar kalian ngomong…” jawab Yuri dengan tampang bete.
Akhirnya Hyoyeon berkata, “Kita gak punya pilihan lain… Sunny benar, kita tidak akan menemukan Jessica kalau begini. Lebih baik sekarang kita pikirkan siapa yang lewat pintu mana.”
“……………..” (Taeyeon, Tiffany, dan Sooyoung)
“Kalau begitu aku pilih pintu nomor 6” (Sunny)
“Aku juga 6” (Yuri)
“Jangan ikut-ikutan!” (Sunny)
“Siapa yang ikut-ikutan? Aku memang sudah dari awal mau milih nomor 6 biar sama dengan nomor gelangku!” kata Yuri sambil menunjukkan nomor di gelangnya.
“Sudah sudah unnie…”
“Aku terserah… aku ikut yang mana saja…” kata Sooyoung tidak bersemangat.
“Aku juga ikut saja.” (Hyoyeon)
“Taetae, aku ingin bareng kamu…”
“Pany… kalau begitu kita sama-sama nomor 1 gak apa-apa?”
Tiffany mengangguk.
“Jadi kamu milih nomor berapa Yoona?” tanya Hyoyeon.
“Ngg, aku pilih nomor 6 juga…”
“Kalau begitu aku akan ikut Taeyeon dan Tiffany. Sooyoung, kamu ikut mereka bertiga, biar pas.”
Taeyeon melakukan perhitungan singkat di otaknya.
1 + 4 + 5 = 10 = 1 + 0 = 1
3 + 6 + 7 + 8 = 24 = 2 + 4 = 6
Benar, kata Hyoyeon.
“Kalau begitu ayo”
Setelah perkataan Yuri, grup dibagi menjadi dua. Masing-masing grup menuju ke pintu yang dimaksud.
Taeyeon, Tiffany, dan Hyoyeon menuju ke pintu nomor 1.
Sunny, Yuri, Sooyoung, dan Yoona menuju ke pintu nomor 6.
Mereka bertujuh berdiri di depan pintu agak lama.

“Kalian siap?” tanya Taeyeon pada Tiffany dan Hyoyeon.
“Ne,” jawab mereka berbarengan.
Kemudian mereka bertiga memverifikasikan gelang mereka di RED. Taeyeon menarik tuasnya dan pintu terbuka. Di depan mereka terlihat sebuah lorong sempit.
Mereka segera masuk ke pintu. Di momen mereka menginjakkan kaki ke dalam, alat peledak di gelang mereka aktif.
“Itu DEADnya!” tunjuk Hyoyeon.
Untungnya mesin DEAD itu terletak tidak jauh dari mereka berdiri.
Mereka segera mengscan dengan menempelkan telapak tangan mereka di layar DEAD dan menarik turun tuasnya. Bunyi monoton elektronik dari gelang mereka berhenti.
“Fiuh… berhenti…”
Dengan tangan gemetar Hyoyeon menyeka butiran keringat yang mulai terbentuk di keningnya.
Taeyeon dan Tiffany saling berpegangan tangan.
“Ayo,” mereka bertiga saling berpandangan dan mengangguk lalu mulai berjalan.

*~To Be Continued~*

Advertisements

Comments on: "Soshi Bond ~The Nonary Game~ (Chapter 6)" (58)

  1. YoonSicTaeNy said:

    cepet amat bersambungny eonni?, 😦

    sumpah … ketegangan memucak pas kalimat ini “Ketika dia masuk ke dalam keenam teman-temannya yang lain sudah ada disana.” … aaaahhhh sica eonni … where are you???? 😥 what happen with you eonnii??? #hwaaaaa

    taeny memang ngga terpisahkan dahh …

    eonni .. jangan lama-lama yah updatenya … Penasaran tingkat dewa nih eonn …

    • haha segitu jg sdh dua ribu kata lho
      hmm, msh sibuk ujian jd gak tau jg updatenya kpn, mgkin bulan juli

      • YoonSicTaeNy said:

        lama beneeeeerrrr … tapi ngga apalah dari pada ganggu ujiannya eonni …

        fighting untuk ujianny eon … sukses … #berdoaUntukEonni .. amiiiiiinnnn

  2. Aaaarrggghh…
    Aqu geregetan baca ini chap! >.<
    yuri apa"an sieh?! Msa dy gk pduli Sica'a ngilang?? Eh,, sica kmana nih Eon..?? Jgn blg dy nysul Seo? T.T

    d lnjut eon..
    Fighting!!

  3. yess update juga 😀
    kayaknya taeny no matter what happened they’re always together deh u,u
    firasat jessica kayak nya di sekap deh,nah tempat sekapan nya itu bareng sama seo . _.
    oke di tunggu updatean nyaaa :DDD

  4. Idangrasyida said:

    Tegang ih ..
    Mereka mulai ricuh , yul sama sunny masih berantem ya ?
    Kok pada bete-bete an gitu pas pengen masuk pintu .
    Yul juga kenapa kaya gak peduli gitu temen ilang , terlebih yang ilang itu sica , huh -..-
    jadi emosi sama yul onnie ,. Kkkkkekek 😀

  5. yulilovesnsd said:

    Aduuuhhh,,,hampir copot nh jantung ,kirain taenyhyo bkl meledak. Fiuuhhh untung slmt

    Kemana ya jessica ??

    Jdi gk sabar dehh nggu part selanjutnya, heheeee

  6. krystalized said:

    yuri kok kaga peduli sica ngilang,
    taeny-nya apapun dimanapun selalu bareng ya, hehehe
    cuma kok bentar amat part ini
    lanjut !!

  7. sunny kenapa ngotot banget pengen ninggalin sica,., apa gak kasian sama sica,., hmm

    aduch sica tunggu aku,., aku pasti bakal nemuin kamu,., hahahh #PLaaKK

  8. Locksmith said:

    mmmm…
    q kok jd curiga sama Sunny ya? ah, mana mngkn juga seh. Kyk’a author bkal hiatus nih gra2 ada ujian. mmmm.. semangat ya thor, mdah2an bgs nilai’a nnti.

  9. nurins said:

    doh, sica..sica, bisanya kau ngilang di saat kyk gini -_-
    author masi ujian ya? hwaitiiing! moga2 cepet kelar dan sukses untuk hasilnya 😀
    lama2 saya benci dengan yg namanya “tbc” nih haha

  10. Alama sica kemana sih? Kasian juga..
    Jadi curiga zero itu adalah seo kan dia yg memiliki no.9 yg bisa membuka pintu mna sja dan dia lebih dulu ngilang #plakk so tau -.-

  11. phe pie said:

    Yah Sica hilang pas waktu sudah mepet2 gini. Kayaknya di sini yang punya rasa kesetiakawanan tinggi itu Soo ya? Klo Sunny n Yuri kayaknya agak kurang n sibuk brantm, bete, n pesimistis trus. ^^ Yah apa bolh buat, disini kan mrka baru knal ya?
    Yah as expected, TaeNy always together no matter what happened. Smoga aja Hyo gak pakai acara cemburuan juga ama TaeNy moment kayak Sunny sblumnya. ^^
    BTW smoga ujiannya brjalan lancar ya thor. ^^

  12. Kimtaeyeoung said:

    Aduuuh tuh sica un kemana??
    Di part ini q sedikit sebel ma ucapan/tindakan sun un deh..ya meski mgkin ada benernya jg..tpi seenggaknya kan peduli teman itu lebih baik..
    Penasaran banget nih gimana lanjutannya..
    Taeny tetep lengket..pany un kayaknya ada nada2 manja sedikit kkkk

  13. Yoondeer said:

    ya, ya sica kemana itu
    hadeeh kayaknya bakalan lebih seru nih wkwkwk
    semangat thor postingnya

  14. abis seo trus sica…
    ceritanya makin misterius makin keren!!!
    konflik n pertentangan batinnya kerasa un..
    nah yang sau itu baru keren..hehe
    god luck buat ujiannya!
    fighting lanjutkan!!

  15. sica jung said:

    yah kok sica menghilang?
    pendek amat thor
    lanjut thor

  16. taengppany said:

    ah sica kemana dirimu?jangan bilang ketiduran aish sungguh terlalu kalau emang bener dia tidur
    ppany pengen sama tae mulu nih adeuh romantis

  17. Waahh… Sica menghilang 😯 apa dia tertidur??
    Aku yg paling bingung cuma ama sifat sunny. Kenapa sifatnya begitu??
    Lanjut thor hwaiting

  18. huaaaaaaaaaa (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩__-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)
    sica eonnie hilaaaaaaang…..
    aku harus kesana bantuin nyari sica eonnie..
    *apadeh*
    Update soon author
    HWAITING^^

  19. haduh thor, makin serem aja ceritanya, aku jd tegang sendiri…

    okelah thor lumayan bikin penasaran nih chapter. ku tunggu next chapternya thor.

    Semangat…!!!!

  20. koppendtinmyheart said:

    Tegang w.. Jessica kmna sih?
    Haduh..
    Sunny kok egois bgdt?
    Lanjut thor..

  21. clover said:

    loh…sica ngilang kemana tuh?
    jgn2 ketiduran atau kena jebakannya zero 😦
    makin seru & tegang aja nih ceritanya…

    ditunggu next chapternya, fighting

  22. Miss New New said:

    Thor-ssi is back!
    Yuuuhuuuu

    Aku ketinggalaaaaan

    Gak tau kenapa tapi chapter kali ini bikin aku galau n ikutan lemes. Apa gara2 gue kurang kenyang makan siangnya ya *mian lagi gaje

    Sunny jangan lemes n pesimis gitu dooong
    Jangan malu2in aku yaa hehehhe

  23. dorkey said:

    pasti sica tertidur disuatu tempat…kakakkak
    aw….taeny…moga endingnya bagus buat mereka 😀
    banyakin taeny momentnya donk author, wkwkw,
    #ngarep

  24. RoFL's Imagination said:

    annyeong author! haha mian baru balik :p
    thor,maaf ya aku commentnya di part ini ajah abinsnya bingung kalo comment satu” mau ngomong apa *ga penting* wkwk
    thor,ini ff bikin penasaran sumpah! author daebakk bgt sih ._. *ngirii* #plakk
    yaudah lanjutin deh thor!wkwk ^^v

  25. jangan2 jesi ketiduran lagi._.#plak(di hajar sica).. Suny mulai galau yah,u,u

  26. T_T jangan bunuh mereka. Ini gak boleh sad ending x_x

  27. desicholishyana said:

    Jessica mana? Yul ikh sica ilang nggakpanik gitu,malah soo yang perhatian
    Sunny kenapa jutek banget ya..
    Thor, aku udahmainan gamenya, tapi akunya nggak ngerti haha

    • masa gak ngerti sih, memang ada bagian yg agak rumit sih tp msh bisa dimengerti kok (tp itu kalau bisa b. inggris jg sih)
      dan btw, endingnya bkn hanya satu lho, ada 6, untuk dpt true ending setidaknya harus main kedua kalinya

      • desicholishyana said:

        Hehe b. Inggris saya emang nggak jago-jago banget, makanya bikin saya bingung
        Iyakah? Busseh 1 kali aja belum selesai-selesai
        Oke deh saya coba lagi, bener thor, seruuu

  28. kyknya si sica di culik dhe sm zero itu dan pemikiran sy zero itu seo krna dia yg megang 9nya , trs kalo mrka b8 di tmbah dr hasil gelangnya dpt hasil 9 , 1+2+3+4+5+6+7+8 = 36 = 3+6 = 9 , jd kalo hasil digital mrka g 9 mrka g bsa kluar makanya zero itu nyulik sica *sok tw , tp ya namanya nebak , sy jg ikut mkir lho thor , wkwkwk . lanjutnya jgn lama :p

  29. christine said:

    Makin bkin penasaran aja nih cerita ><
    aku tunggu ya thor chap slnjtnya?
    tp kyknya di sini aku gk bgitu suka sama skapnya sunny eonni deh? masa dy tega biarin 3 org gk selamat? sedangkan udah 2 org yg jd korban mskipun sics eonni blm ketemu 😦

  30. disini kyknya pairing yg jlas taeny ya… yg lain agak agak yoonyul soosic dll. tp y jelas taeny ya…
    wahh aku bener penasaran nih..gimana ya cara mereka keluar ntar…
    9 …gmana dpetin angka 9
    seandainya sica kembali lg jadinya ada 8 org, 1,2,3,4,5,6,7,8, .
    fany,sunny,sica. 4+3+2 = 9
    tae,hyo,yul,soo,yoon.
    1+5+6+7+8=27=2+7=9

    bisa deh, tp kalo sica gk balik….
    1,3,4,5,6,7,8.
    kalo tgl segini gak akan bisa selamt semua…

    tgl tunggu cerita slanjutnya untuk menafsirkan kembali..hahaha…
    update soon …^^

  31. Apaa’aann thor..
    Napa krg Sica baby???
    Haaahhh
    My Yul cuek bgt 😦
    BT aahh…*pLak
    Tp lnjut bca 😀

  32. windyhairista said:

    waahhhh jgn2 sica ketiduran… -_-# atw di culik zero kah???
    gara2 seo no 9 jdinya dia lebih dulu yg hilang atw malah zero n seo kerja sama????*asal tebak…hihihihi..*
    taeny tetal aja always together… ヽ(^。^)ノ
    yul sma sunny kok sikapnya kyk gtu… 😦
    aku malah makin cinta sama tae,yoong n soo…

    Lanjut author…Fighting \(゜ロ\)(/ロ゜)/

    • soalnya gak seru kalau gak ada tokoh yg agak antagonis dlm situasi spt ini
      hmm, knp makin cinta sm tae, yoong, n soo? 😀 apa karena mereka setia kawan?

      • windyhairista said:

        iyaaa yaaa klo tokohnya protagonis smua ceritanya jdi datar… (^O^)
        Tae,Yoong n Soo keliatan dewasa bget n team work bget ngak kyk yg laen kadang cuma mikir diri sendiri…

        Lanjut….\(゜ロ\)(/ロ゜)/

  33. Pertama seo kedua jessica aigoo T__T hmmm siapa kah zero itu sebenarnya?? Apa tujuan dia sebenarnya?? Hmmmm semakin penasaran 😐

  34. aigo ><
    cuma mau ninggalin jejak aj. bis gak sabar pengen baca cerita selanjutnya

  35. shriesifanytastics said:

    wach taeny emg slalu sweet..
    tp sica kmn tuch?jgn bilang nasib’a kya seo!

  36. taenyshidae said:

    Aish.. Gue bener2 deg degan padahal cuma baca =.=

  37. Rena Fanytastic said:

    Next

  38. Shin Young said:

    Baca ini harus bener” mencermati

  39. Curiga dh sm sunny. Yuri jg tuh, masa dy cuek aja sicababy ilang. Fighting thor.

  40. hennyhilda said:

    Udh mulai kliatan g kompak
    semangat author
    ganbatte

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: