~Thank you for your comments~

A/N : Yey, ini post ke seratus di blog ini, akhirnya tercapai juga 😀

“Yoona, kamu percaya bukan aku kan yang menutup pintunya?”
“Iya, aku percaya sama Yuri unnie kok,” Yoona tersenyum tulus, tidak dibuat-buat.
“Gomawo Yoona, kamu memang best friendku!” Yuri memeluk Yoona dan mereka sama-sama tersenyum lebar.
Sementara Sunny lebih memilih diam dan menyendiri.
“………….”
“Kamu masih curiga? kubilang ya, kalau tidak ada kalian aku juga tidak akan bisa melewati pintu bernomor sendirian, jadi aku tidak punya alasan untuk-”
“Sudahlah Yuri unnie, Sunny unnie hanya sedang bad mood karena dia tidak tahan dingin saja kok,” Yoona berusaha menghindarkan keduanya dari pertengkaran lebih jauh.
Taeyeon dan Tiffany masuk ke dalam pintu yang tidak terkunci yang terletak di sudut ruangan. Di dalamnya berisi gudang makanan.
“Kamu cari apa Taetae?”
“Pisau, untuk motong dagingnya, karena aku tidak menemukannya di dapur jadi mungkin disini ada.”
“Nah ketemu,” Taeyeon menemukan sebuah pisau yang tersimpan di dalam kotak.
“Tapi berkarat…”
“Kalau diasah sedikit pasti bisa digunakan.”
Taeyeon mulai mengasah pisau berkarat di batu asahan.
“Taetae”
“Hmm?”
“Mengenai cerita Titanic tadi, apa kamu pernah mendengar cerita bahwa tenggelamnya kapal Titanic sudah diprediksikan?”
“Oh aku tahu itu, ada beberapa novel yang mendeskripsikan tenggelamnya Titanic sebelum kapal itu tenggelam.”
“Ne, judul novelnya Futility, ditulis 14 tahun sebelum Titanic tenggelam. Kejadian Titanic tenggelam sama persis dengan yang tertulis di novel itu.”
“Hmm, itu hanya cerita bohong. Tipuan,” Taeyeon masih melanjutkan mengasah pisau.
“Tipuan?”
“Kudengar hal yang mirip dengan kejadian Titanic sebenarnya hanya ditambahkan setelah Titanic tenggelam. Tampaknya adegan yang benar-benar sama hanyalah kapal itu menabrak gunung es dan tenggelam.”
“Tapi… novelnya di publish pada tahun 1898, 14 tahun sebelum kecelakaan terjadi…”
“Itu hanya cetakan pertama. Lalu 14 tahun kemudian pengarangnya mendengar apa yang terjadi pada Titanic dan menambahkannya ke dalam novel. Supaya sama dengan Titanic.”
Tiffany tampak tercengang.
“Benarkah?”
“Benar, mana mungkin sudah diprediksikan lebih dulu.”
“Tapi, tapi!”
Sejenak Tiffany tampak tidak terlalu senang dengan penjelasan Taeyeon.
“Itu bukan satu-satunya buku yang memprediksikan tenggelamnya Titanic!”
“Eh?”
“Benar! Ada dua buku lain yang menceritakan kejadian serupa. Keduanya sebelum kecelakaan itu terjadi, satu di tahun 1886 dan yang satunya di tahun 1892.”
“Hmm, aku gak tahu… rasanya sedikit aneh tapi aku rasa di jaman itu kapal menabrak gunung es adalah hal yang biasa terjadi.”
“Sudah kuduga kau akan berkata begitu Taetae.”
“?”
“Tapi gimana kalau authornya William Thomas Stead punya semacam kekuatan spesial? Lebih tepatnya bagaimana kalau dia punya kemampuan untuk menulis secara otomatis, seperti kerasukan gitu.”
“Kerasukan? maksudnya fenomena gaib dimana orang yang kerasukan menulis hal-hal yang mereka sendiri tidak tahu?”
“Ne”
“Tapi, bukannya waktu Stead menulisnya belum ada seseorang pun yang mati di Titanic? Bagaimana bisa?”
“Bukan begitu. Stead gak dirasukin, dia yang merasukin.”
“………………”
“………………”
“Mwo?!”
“William Thomas Stead adalah salah satu penumpang kapal Titanic. Dia hanya menulis apa yang dia lihat dengan matanya sendiri… 20 tahun sebelum kejadian itu terjadi…”
“………………”
“………………”
Taeyeon memutuskan mungkin lebih baik tidak berkomentar apa-apa.
Apa yang Tiffany katakan kedengarannya tidak masuk akal. Kalau dia menganggapnya serius dia bisa jadi gila.
Taeyeon memaksakan senyum.
“Uh… Tiffany, kita bicarakan soal ini lain kali saja ya…?”
“Hah…? Tapi…”
“Nah, sekarang sudah bisa digunakan.”
Taeyeon menepuk pundak Tiffany dan kemudian berjalan kembali ke dapur.
Dia berjalan ke depan alat pemanggang.
Taeyeon meletakkan daging babi beku itu di atas alat pemanggang.
“Yah! Apa yang kau lakukan?! Gimana kalau kertasnya sampai terbakar?!” Sunny tiba-tiba menyela.
“Tenang saja, gak mungkin akan langsung terbakar kan, selama kita awasi kertasnya akan baik-baik saja.”
Beberapa saat kemudian.
“Bagus, sepertinya sudah cukup”
“Hati-hati Taetae”
“Tenang saja…”
Taeyeon menggunakan pisau untuk memotong dagingnya dengan hati-hati agar kertasnya tidak sobek.
“Nah”
Di kertasnya terdapat sebuah angka.
“43?”
“Mungkin ini kode buat lemari?” (Yoona)
“Lemari?”
“Ne, sini kutunjukkan.”
Mereka mengikuti Yoona.
“Ini,” tunjuknya pada sebuah lemari di bawah kompor.
“Dikunci segala, seperti brankas uang saja,” komentar Sunny.
Taeyeon menekan tombol 4 dan 3 kemudian menekan tombol E.
Kemudian terdengar suara dari lemari.
“Wah, benar”
Taeyeon mencoba membukanya. Mereka semua langsung melongok ke dalam.
Di dalamnya terdapat sebuah kartu kunci berwarna biru tua.
“Ini simbol Saturnus. Ingat ada lift dengan simbol yang sama? Ini pasti kartu kunci untuk card reader lift itu.” (Tiffany)
“Ya, aku ingat. Tapi berarti kartu ini tidak bisa digunakan untuk keluar dari sini…”
“Aku gak yakin, gimana kalau dicoba saja dulu unnie?”
Taeyeon mengangguk. Dia mencoba menggesekkan kartu itu di card reader.
Card reader itu berbunyi, kemudian warna lampunya berubah dari merah menjadi biru.
“Bisa!”
“Ayo kita keluar dari sini!” (Sunny)
Mereka membuka pintu dan keluar dari sana.
Mereka menemukan diri mereka berada di ruangan yang tidak asing, di seberang pagar. Memang pintu yang mereka lewati berhubungan dengan ruangan yang sama. Hanya pagar ini yang memisahkan ruangan. Mereka masuk melalui pintu di seberang sana dan keluar lewat pintu ini.
Itu berarti peta interior kapalnya akurat.
Taeyeon membentangkan petanya di depan mereka dan mendiskusikan langkah selanjutnya.
Ada empat rute yang mungkin bisa dilewati.
A, B, C, dan D
Pertama A dan B
A dan B kelihatannya terhubung dengan suatu ruangan berbentuk L. Tapi keduanya terkunci dan tidak bisa dibuka.
Rute C kembali ke tempat semula.
Sisanya tinggal rute D.
Mereka semua melihat ke peta lalu ke arah tangga. Tangga itu turun ke bawah.
“Rute D kalau begitu”
Mereka semua mengiyakan. Mereka menuruni tangga dan menuju deck C. Untuk memastikan mereka memeriksa deck di bawahnya.
“Ya, seperti yang sudah kuduga, deck D tenggelam.” (Taeyeon)
Airnya bagai menatap balik ke mereka, permukaannya lembut bagaikan cermin besar yang memantulkan balik bayangan mereka. Taeyeon merasa lega, setidaknya ketinggian airnya masih sama seperti terakhir kali dia mengeceknya.
Mereka berbalik ke deck C.
Tidak butuh waktu lama sebelum mereka menemukan kedua lift di depan tangga. Kedua lift tampak sama dengan lift di lantai atas.
Di tengah kedua lift terdapat sebuah card reader yang menempel di tembok.
“Ini simbol Merkurius.” (Tiffany)
“Apalah itu, kalau kita tidak bisa menjalankan lift ini sama saja. Kita gak punya kartu kuncinya.” (Yuri)
Mereka menyerah dan menuju ke kiri dari arah tangga tadi. Ada banyak sekali pintu berjajar di lorong. Mereka tidak tahu seberapa banyak jumlahnya, tapi cukup untuk membuat mereka jadi patah semangat.
“Uh, kalau kita coba cari di semua pintu ini, matahari sudah keburu terbenam sebelum kita selesai menyelidiki setengahnya.” (Yuri)
“Ngg, aku rasa mataharinya memang sudah terbenam Yuri…” (Tiffany)
“Terbit kali maksud unnie?” (Yoona)
“Aku mendapat firasat kalau kapal ini yang akan terbenam…” (Taeyeon)
“Itu lebih parah!” (Yuri)
“Kita kembali saja nanti, kita periksa yang di sebelah kanan dulu,” usul Yoona.
Bersamaan dengan rasa takut dan frustasi yang mulai tumbuh, mereka kembali ke depan tangga. Kemudian menuju ke kanan. Mereka tiba di depan sebuah pintu ganda, tidak jauh pintu itu terdapat sebuah pintu ganda lagi untuk ruangan yang sama.
“Ayo kita buka, unnie.”
Taeyeon mengangguk dan memegang handle pintu yang terdekat darinya. Tidak terkunci. Dadanya sedikit berdebar ketika menemukan pintu yang tidak terkunci. Dia membukanya.
Taeyeon tidak tahu harus berkata apa pada apa yang dia lihat. Dia hanya terpaku di tempat tanpa berhasil mengeluarkan sepatah kata pun. Yang lain juga sama tercengangnya, mulut mereka terbuka.
Setelah beberapa saat, Yuri berkata, “A-apa ini…?”
Ruangan besar yang terbentang di hadapan mereka lebih seperti aula daripada ruangan. Seisi ruangan penuh dengan deretan tempat tidur sederhana yang hanya terbuat dari pipa besi dan matras tipis.
“Apa ini… rumah sakit?” tanya Tiffany.
Di dalam ruangan juga tercium bau antiseptik. Di tengah ruangan juga terdapat rak penuh berisi obat-obatan dan sejumlah alat-alat medis yang Taeyeon tidak tahu apa fungsinya.
Yang lebih penting. Di belakang ruangan terdapat empat buah pintu. Tiga dari mereka bertuliskan angka yang ditulis dengan cat merah.
Di pintu paling kiri bertuliskan 1.
Pintu kedua dari kiri tidak bernomor, kemudian pintu ketiga bernomor 6. Dan pintu di paling kanan bertuliskan 8.
Tidak salah lagi, ini pasti pintu bernomor.
Namun Taeyeon merasa aneh, karena pintu yang diapit nomor 1 dan nomor 6 tidak memiliki nomor.
“Ayo kita lihat pintunya.”
Mereka mengangguk. Mereka menyeberangi ruangan, melewati deretan tempat tidur.
Mereka memulai dari pintu paling kiri. Semua terkunci.
“Gak bisa dibuka…” (Tiffany)
“Ya tentu saja, kalau bisa dibuka semudah itu tidak akan ada artinya nonary game ini,” kata Sunny acuh tak acuh. “Kita harus mengaktifkan RED kalau tidak pintu bernomornya tidak akan- eh tunggu dulu…“
“Ada apa Sunny?”
“Lihat tampilan di RED ini… tidak ada apa-apanya…”
“Hah?”
“Oh!” Yoona berseru
“Ada apa?” Taeyeon makin bingung.
“Waktu kelompok Sooyoung belum masuk ke pintu bernomor, di tampilan RED tertulis ‘vacant’ tapi setelah mereka masuk, tampilan RED berubah menjadi ‘engaged’ ” jelas Sunny. “Taeyeon, kamu gak perhatikan?”
“Uh… sepertinya begitu…”
“Tapi di RED ini tidak tertulis apa-apa.” (Yoona)
“Apa mungkin rusak?” (Yuri)
“Hanya ada satu cara untuk mengetesnya.”
Mereka semua mencoba memverifikasi gelang mereka dengan menempelkan telapak tangan mereka ke layar scanner. Satu per satu. Tidak terdengar suara sama sekali.
Meski mereka menarik tuasnya juga mesin itu tidak merespon.
Dan bukan hanya satu pintu saja. Kedua pintu bernomor yang lain juga sama.
“Memang rusak ya?” (Taeyeon)
“Gak, itu gak mungkin. Sejauh ini persiapan zero semuanya sempurna, kamu pikir zero akan membuat kesalahan kecil semacam ini?” (Sunny)
“Mungkin, tapi itu gak menjelaskan kenapa mesin ini tidak bekerja.” (Yuri)
Tiba-tiba mereka mendengar suara lain selain mereka berlima.
“Kami pikir bagian bawah mesinnya dilepas.”
Mereka berbalik dan melihat Hyoyeon, Sooyoung, dan Jessica masuk ke dalam ruangan.
“Kalian?!”
Mereka senang bisa bertemu kembali, tapi mereka merasa heran. Tidak ada satu member yang seharusnya bersama mereka.
“Lho? Kenapa kalian hanya bertiga? Mana Seohyun?” (Taeyeon)
“Ya, dimana Seohyun, unnie?” (Yoona)
“Seohyun…” Sooyoung tidak bisa membawa diri untuk menceritakannya. Wajahnya tertunduk dan menatap lantai.
Mata Taeyeon bergantian memandang Sooyoung lalu ke Jessica, saat itu dia menyadari mata Jessica merah, seperti habis menangis?
Akhirnya Hyoyeonlah yang menceritakan kejadian yang mereka alami.
Mereka berlima syok.
“Padahal kalau tidak ada Seohyun kita juga gak akan bisa keluar dari sana. Dia berkorban demi kita!” tangis Jessica sambil menangkup wajahnya dengan kedua tangan.
Di lain pihak Sooyoung kelihatan marah.
“Sial! Sial! Seharusnya tadi aku lari sambil menggandeng tangannya!”
“Sudahlah Sooyoung, itu bukan salahmu…” Hyoyeon mengelus bahunya.
Mereka tidak bisa berkata apa-apa selain menerima kenyataan. Saat semuanya sedang dirundung berita duka.
Bruk.
Tiffany ambruk.
“Pany!”
“Pany, kamu gak apa-apa?”
Taeyeon meletakkan tangannya di bahu Tiffany. Saat itu dia merasakan panas tubuh gadis itu.
“Kamu demam?! jangan-jangan gara-gara terkurung di kulkas tadi!”
“…………….”
Tiffany tidak menjawab, dia merasa lemas.
“Terkurung?” tanya Hyoyeon dan Sooyoung.
“Ah, begini,” Sunny mulai menjelaskan pada mereka.
“Istirahatlah sebentar, kamu bisa jalan?”
Tiffany mengangguk lemah. Taeyeon mengantarnya ke ranjang terdekat. Tiffany duduk di atasnya.
“Kamu gak apa-apa?”
Tiffany mengangguk, ketika dia melakukan itu Taeyeon melihat air mata meluncur turun di pipinya.
“Kenapa… kenapa ini bisa terjadi…”
Suaranya terdengar hancur dan sarat dengan kesedihan.
Taeyeon berbalik menatap keenam temannya.
“Apa di antara kalian ada yang tahu siapa itu zero? Game nonary itu apa?”
Tidak ada yang berbicara.
“Ayolah! Siapa saja?! Apapun itu?! Apa yang sebenarnya terjadi?! Apa yang kita lakukan disini?!”
Mereka hanya berdiri mematung disana. Dengan wajah tertunduk.
“…………….” tubuh Tiffany gemetar karena tangis. Setelah beberapa menit perlahan-lahan suara isak tangisnya mereda.

“Sebenarnya aku melihatnya… aku melihat zero waktu aku ditangkap olehnya. Tapi aku tidak melihat wajahnya. Dia memakai topeng gas.” (Yuri)
Hening. Semua mata memandang ke Yuri.
“Mwo? Kenapa semua jadi diam? Ayolah katakan sesuatu, seperti kaget atau gimana kek.”
Yang kaget malahan Yuri sendiri.
Ada jeda sesaat sebelum semuanya berbicara serentak.
“Ya! Aku melihatnya juga!” (Yoona)
“Aku juga!” (Sooyoung)
“Dia memakai topeng gas!” (Sunny)
Kemudian akhirnya menjadi jelas. Cerita mereka semua sama.
Mereka diculik di rumah saat malam hari. Orang yang mengaku bernama zero memakai topeng. Kemudian ada kabut putih, dan mereka tidak sadarkan diri.
“Kira-kira siapa sebenarnya zero? Kita semua tidak saling kenal disini kecuali Taeyeon dan Tiffany.” (Hyoyeon)
“Tiffany, kamu bilang kalian teman masa kecil kan?” (Sooyoung)
“Ne”
“Kalian pergi ke sekolah yang sama, betul kan?”
Tiffany mengangguk sekali lagi.
“Memangnya ini ada hubungannya?” tanya Sunny.
“Tentu saja. Kalau kamu hubungkan titik-titik kesamaan di antara korban dan itu akan membawamu kepada pelakunya,” ujar Sooyoung berlagak jadi detektif.
“Gimana Taeyeon, Tiffany? Ingat sesuatu yang mungkin berhubungan dengan ini?” (Hyoyeon)
Taeyeon dan Tiffany saling memandang dan kemudian memiringkan kepala ke samping.
“Mungkin saja kalian pergi ke sekolah yang ada anak seorang miliuner,” Sunny menerka-nerka.
“Miliuner?”
“Soalnya kan… seseorang membeli kapal ini dan menyiapkan semua ini. Siapapun zero, dia pasti sangat luar biasa kaya,” jelas Sunny.
“Belum tentu, mungkin saja ini kerjaan sebuah organisasi, bukan individual. Dan zero hanya merupakan perwakilan dari organisasi itu. Mungkin saja tentara, atau grup peneliti. Bisa jadi ini hanya sebuah eksperimen psikologi,” Yoona menyuarakan apa yang terlintas di otaknya.
“Kalau memang benar begitu, berarti ini pasti eksperimen gila, satu orang sudah meninggal!” geram Yuri.
Kata ‘meninggal’ menggantung di udara. Rasanya berat dan berbahaya.
Semuanya terdiam lagi.
“Aku tidak tahu siapa ini zero, tapi otaknya pasti sudah sinting kalau sampai melakukan semua ini. Andai dia hanya seorang diri berarti dia benar-benar punya masalah kejiwaan,” Hyoyeon mengangkat bahu dan memutar bola matanya.
“Benar kata Sooyoung, kalau dipikir-pikir sebenarnya agak mencurigakan.”
“Hah? Apanya yang mencurigakan, Sunny?” Taeyeon tidak cepat menangkap maksud kata-kata Sunny.
“Taeyeon, Tiffany, kalian bilang kalau setelah terpisah kalian tidak pernah saling bertemu lagi kan?”
“Ne”
“Kenapa teman masa kecil tiba-tiba bertemu di tempat seperti ini setelah sekian lama terpisah?”
Sekarang Taeyeon dan Tiffany saling memandang.
“Taetae, apa kamu menyembunyikan sesuatu?”
“Aniyo! Buat apa?! Aku juga bisa bertanya hal yang sama sama kamu Fany ah!”
“Hmm, memang apa yang kusembunyikan, Taetae?”
“Uh… gak tahu… maksudku… kalau kamu menyembunyikan sesuatu gimana aku bisa tahu?”
“Apa maksudmu jumlah namja yang pernah kupacari?”
Taeyeon sedikit kaget mendengarnya. Tapi dilihat dari sifat Tiffany yang memang blak-blakan, tidak mengherankan kalau tiba-tiba dia bertanya seperti itu.
Harus diakui, Taeyeon sedikit penasaran.
“Kamu mau tahu, Taetae?”
Tiffany tersenyum, menampakkan eye smile yang indah, ”Jangan khawatir. Hanya 18”
“?!”
“Dikali 0”
Taeyeon merasa bodoh. Baru saja dia hampir benar-benar mempercayai kata-katanya.
“Ehe, sepertinya aku hanya belum bertemu dengan orang yang tepat^^” kata Tiffany sambil malu-malu menatap ke Taeyeon, pipinya merona.
“Ehem!”
Sooyoung berdeham dan tersenyum penuh arti, membuat Taeyeon jadi salah tingkah dan cepat-cepat berusaha tampil sewajarnya. Tapi Tiffany sudah terlanjur melihat reaksinya barusan dan senyumnya makin melebar.

Walaupun kematian menggentayangi mereka tapi mereka masih melanjutkan diskusi mereka.
Namun pada akhirnya mereka tidak mengetahui apa-apa.
Taeyeon dan yang lain merasa kasihan pada apa yang terjadi pada Seohyun, tapi mereka bersyukur mereka masih baik-baik saja.

*~To Be Continued~*

Advertisements

Comments on: "Soshi Bond ~The Nonary Game~ (Chapter 5)" (67)

  1. kenapa sunny masih mencurigai yul..?

    cie fany sama taeyeon udah mulai ehm ehm.. haha
    mungkin dengan adanya nonary game ini untuk mempersatukan taeny kembali yang sempat terpisah.. haha #ngarang

  2. YoonSicTaeNy said:

    hah?? bersambung??? aiss … penasaran makin memuncak nih eonni … lanjutkan eonni … semangat!!!

    cie .. cie … taeny … ehm ehm ehm ..o(^^o) …

  3. Yeiy..
    Eonie udh updte..
    Aq mw meninggalkan jejak dulu ya sblm baca 😉

  4. waaa ff ini seru thor
    annyeong author ^^
    keep posting thor

  5. taengppany said:

    cieeee taeyeon malu nih ceritanya hehe

    di part ini ketegangan di ujung kematiannya belum ada nampaknya, semoga walaupun ppany sakit dia tetep bisa bertahan

  6. wah akhirnya update jg….

    gmn ujiannya thor? sukses?

    btw kok aku jd curiga ma seobaby yah skrg thor, tp ga mungkin lah magnae kita yg polos jd penjahat.

    okelah thor, tiap chapter mangkin seru aja nih, penasaran super. kutunggu next chapter thor. semangat…!!!

  7. duuhh, dimana-mana ya.. taeny pokoknya “sesuatu”
    hehehe
    semakin kesini semakin misteri…
    ga sabar nungguin lanjutannya..
    huhuhuhu….
    yah.. sayangnya kok kayaknya pendek ya, apa mungkin aku yang bacanya kurang pelan 😀
    lanjutttt unnie….!!!!!!
    fighting!
    god luck ujiannya

  8. aissh ini cerita’a msh byk ya?
    aaaa ayo dong update soon sumpah deh pnasaran bgt, brasa ky nonton issh .

    Jd pnasaran si zero itu, apakah dy lee soo man?? Haha *ngarang*
    di tggu deh next chap’a

  9. alhamdulillah akhirnya update jg ^^…nie ff makin kesini makin bkin penasaran,apa diskusi taeny ttg titanic ada hubungannya ma game nya si zero..ga sbar nunggu next chap ヽ(^。^)ノ

  10. Mulai ada tanda2 nih taeny..ehm..ehm..
    Aku penasaran zero nya siapa sih?
    Apa di antara mereka? Atau apa? #halah
    makin penasaran thor..mohon di lanjut..
    Dan selamat atas ff yg keseratusnya #jabat tangan
    aku menghargi dan menyukai karya2 mu thor sekali lagi selamat..

  11. jungyu said:

    ehemhem.. Taeng.. Wkwk daebak

  12. Kimtaeyeoung said:

    Tetep deh ya taeny selalu jjang..
    Dimanapun,kapanpun selalu ngegemesin..
    Aduh makin penasaran tuh zero siapa??

  13. Kimtaeyeoung said:

    Tetep deh ya taeny selalu jjang..
    Dimanapun,kapanpun selalu ngegemesin..
    Aduh makin penasaran tuh zero siapa??
    Aduh mga2 pany gpp..

  14. makin penasaran -___-
    sbnernya zero itu siapa ya????
    au aaah gelap…. #mendadakButa ._.
    update soon author
    HWAITING^^

  15. Miss New New said:

    aaahhh yg ke seratus?
    Congrats ya Thor~ 😀

    Aku mau baca tapi ngantuk hiks
    Mau tidur tapi penasaran *_*

    Thor lega dong dah beres ujian? Nah kalo dah lega bikin soosun lagi dong yaaa *apasihcobanyambungemang

    • tidur aja drpd jd kalong, wkwkwk
      haha blm selesai kok, baru hari pertama ujiannya 😛
      aku jg pingin bikin SooSun lg, tp jg mau bikin pairing lain >_<

      • Miss New New said:

        hah? Belum beres? Yaah alamat makin lama deh update-nya *ck ck egois!

        Jadi, ngapain author masih nangkring di sini??
        Ayo sana belajaaar!!
        *emakgue mode on 😛

      • haha bkn belajar, orang aku kuliah desain 😛

  16. phe pie said:

    Asyik akhirnya update juga thor. XD Kok rasanya diskusi TaeNy tntang Titanic srius amat ya. Oh jadi gak ada yang knal ama Zero ataupun ikut nonary game sblumnya? Trus yang di chaptr 2 atau 3 itu maksud Zero apa dong klo sudah ada sbagian dari mrka yang familiar dngan game ini? Jjng jjng jjng jadi makin curiga ama Seo.
    BTW Seo kan bntar lagi mau HBD thor, adakah bonus FF dari author buat para Seomates? ^^
    Slamat buat post ke 100-nya. Smoga bisa brtahan sampai ke 1.000 n strusnya. Sukses juga buat ujiannya thor. XD

  17. mrz_love_taeny said:

    cieeee taeny nih yee cwit cwit*godain taeny* taeng malu2 segala lg,ampun dah taeny aroma cinta mreka emang slalu kerasa dimana2 dan dlm situasi apapun
    xp
    fany pst sembuh kan ya thor secara obatnya fany slalu ada d deket dia*nglirik tae*
    ehm d chap ini ku blm nemuin petunjuk sih tp intinya chap ini tentang kepercayaan antara mreka sih*sok tau* n makasih ya thor atas history nya titanic yg blm prnh q tau,dr ff ini secara gk langsung jg nambah ilmu pengetahuan ku tentang titanic
    authornya daebak dah slain bikin reader seneng tp jg bikin reader menjadi tau sejarah yg mungkin blm mreka tau+ff yg bikin ngasah otak
    xD
    cepet lanjut thor n smangad buat ujiannya*smangad buat ku jg deh yg jg mau ujian T.T*

  18. sica jung said:

    huh
    siapa sih zero yu sebenarnya?
    seo kah?ah pusing
    lanjut thor

  19. sunnyjiyeon said:

    Ne jgn2 yg abis neh menghilang yoona deh..
    inget ma soshi bond yg dlu,,yg mati dln kn tae,,urutannya kira2 dri yg tua ke yg muda,,
    x ne kyknya dari yg muda ke yg tua…
    hanya sebatas dugaan…hehehehe
    mudah2n gk da yg mati..
    taeny jjang…
    author met ujian yah(aq jg seh..hehehe),,^.^

  20. entah kenapa gw paling demen baca cerita ini pas part taeny X) wkwk momment2 nya itu loh bikin senyum2 gak jelas wkwwkwk

  21. TaeNy Ehemm banget.. Ngajan-ngajan taeyeon lama-lama bakal nembak fany asik cihuy wkwkwk XD

  22. krystalized said:

    lanjut !!
    TaeNy sesuatu banget ya,
    kayanya mereka emang ada something
    ngakak waktu bilang ‘tenang saja hanya 18……… Dikali 0’

  23. clover said:

    mungkin sebenernya sunny tuh kesel ama taeyeon krn perhatian bgt ke fany jdnya dilampiasin ke yuri deh, dgn alasan yuri yg sengaja nutup pintu *sotoy mode on*

    duh taeny masi malu2 nih jd gemes deh hehehe
    itu fany lg sakit malah becandain taetae pake bilang udah pacaran 18 x 0 wkwkwkwk

  24. nurins said:

    anyeong thor ^^ reader baru niih ~
    jgn lama2 dong updatenya, udah tegang, pngen cepet-cepet baca lanjutannya hehe
    hwaitiiiing!

  25. maaf baru komen, thor.
    ehm ehm Taeyeon malu berat tuh hahahai XD
    tadi udah mulai ada tanda2 cemburu .

    zero itu menyebalkan sekaliii..
    siapapun dia aku tak suka, Seohyun jadi korban pula 😦

    Apdet soon, thor. Hwaitaeng!

  26. kassi_TaeNyShipper said:

    ciee TaeNy . makin so sweet aja nih , pake malu-malu kucing segala lady . hhehe
    ceritanya makin seru aja nih …

    lanjut thor 😀

  27. waduh waduh
    ni cerita bikin penasar banget ya
    jangan” si tiffany lagi yg zeronya
    hemm *mikir
    –a
    taeny apapun yg terjadi mesra mulu ya
    ga kuat liatnya *loh? apa hubungannya?
    wkakakakaka
    lanjut thor
    ciao buat ujiannya ya
    ^^

  28. locksmith said:

    makin penasaran aku…mmm…ditunggu ya thor.
    Oh iya, gimana ujiannya?, bagus kah?

  29. mgkin ada hubungannya sama perasaan terpenda. taetae trhadap fany..

    seohyun msh hidup kan…

  30. SEOHYUN BENERAN MENINGGAL? x_x noooo! Kayaknya hampir tamat nih u.u lanjut lanjut. Maaf telat mampir ._.v

  31. baru bisa coment .. 😀
    jadi seobabyku meninggal ?
    huwah kenapa jadi seperti ini
    petualangan yg dibumbui sedikit ehem … percintaan
    lanjut un 😀

  32. un, seo mati beneran? masa sih? (muka gak percaya)

    jangan2 ntar matinya berurutan, ntar giliran yoona .-. ahh andwe!

    zero emang sinting tuh .-. (nyetujuin member soshi)

  33. Sunny jangan negatif thinking terus ke yuri entar kalo berantem semuanya gak akan keluar hidup-hidup lho.
    Yee… Taeny mulai ehem… Ehemm…
    Gak sabar ama lanjutannya, lanjut thor

    • kalau dlm situasi spt itu kayaknya gak mengherankan kalau negatif thinking
      itu chapter berikutnya sdh update 😉

  34. shiksin937 said:

    waaa mian baru bisa comment and baca, kemarin pusing milih sekolah jadi belum sempet buka WP #CurCol

    Aaaaaa mau nangis jadinya, seohyun kasian.. T.T yoona ko ga depresi ya T.T. Seobang yang tidak ber-pe-ri-ke-ru-sa-an ._.

    lanjut unn ! fighTAENG !

  35. windyhairista said:

    wahhhh TaeNy sweett bget…o(╯□╰)o
    Pdhl aku suka kalo karakternya sunny kyk yoong…tpi ngak apa2lah kan cuma ff…

    Makin penasaran,,,sypa sich sebernanya zero???

    Lanjut…fighting \(゜ロ\)(/ロ゜)/

  36. yulilovesnsd said:

    Sedihhhh,,,knp si maknae harus meninggal?

    Mga z mreka bs kluar dgn cpt n tnpa memakan korban.
    Taeny bs2 nya malu_malu gtu ya.
    Hahaaaa,,,,lucu

  37. Kungttadadak said:

    lol ini taeny apabanget sih wakakak
    makin keren thor~~~

  38. christine said:

    Huuuaa seohyun eonni T.T
    ini game mkin ribet aja :@
    tp ada TaeNy moment juga nih!! ehehehe. . .
    Otakku mkin berputar tp gpp lah. . -,-

  39. Apaa’aann..
    Brsukur ats kmatian maknae??
    Aahh
    thor, aku sayang hyunni *pLak 😀
    lanjut bca 😉

  40. Aishhh siapa sih zero2 nyebelin itu??!! -_- mana udh bikin Seohyun sm tiffany celaka lagi arggghhh 😥 taenggg aishhh gue gamau tau pokoknya elu musti jaga tuh si ppany baik2 oke??!!! *ngeluarin death glarenya jessica* *plakk*

  41. makin penasaran

  42. taenyshidae said:

    Asikk taeny moment hahahaha \(^▿^)/

  43. Rena Fanytastic said:

    Next

  44. Shin Young said:

    Ehemm…
    Next XD

  45. si hyo keren banget dicerita ini

  46. hennyhilda said:

    Mzh g trima klo seohyun udh g da 😦
    Semangat author
    ganbatte

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: