~Thank you for your comments~

Jessica, Hyoyeon, Sooyoung, dan Seohyun masuk ke dalam sebuah pintu yang tidak terkunci.
Ruangan ini hampa dan sangat luas, hanya ada sebuah piano di tengah-tengah ruangan. Di sudut ruangan banyak kursi-kursi lipat berwarna merah tua yang disandarkan di tembok. Di sudut ruangan yang satunya banyak perlengkapan alat musik tua, seperti untuk konser.
“Rasanya firasatku buruk…” kata Jessica yang dari tadi masih bersembunyi di belakang Sooyoung seperti anak kucing yang ketakutan. Sooyoung menggenggam tangan Jessica untuk menenangkannya.
“Ne, ruangan ini terlalu sepi, kayaknya bisa muncul hantu kapanpun,” komentar Sooyoung asal saja.
“Aw!” dalam sekejap dia langsung berteriak karena Jessica mencubit lengannya.
“Jangan bercanda yang seram-seram di situasi seperti ini!”
“Iya, iya, mianhae…”
“Rasanya aku lebih takut sama apa yang zero rencanakan daripada hantu sekarang ini…” Hyoyeon memeluk lengannya sendiri. Tubuhnya sedikit menggigil.
Seohyun tidak berkata apa-apa, dia cuma bisa meraih sebelah tangan Sooyoung yang kosong dan menggenggamnya, berharap bisa mendapatkan sedikit ketenangan.
Di seberang ruangan terdapat sebuah pintu, mereka berjalan kesana.
Hyoyeon mencoba membuka pintu.
“Percuma, dikunci.”
“Sekarang gimana?”
Percuma kembali, karena mereka hanya akan menemukan pintu bernomor lima yang tidak bisa dibuka.
Mereka mengedarkan pandangan ke sekitar ruangan.
“Bagaimana kalau kita selidiki ruangan ini? Mungkin kita bisa menemukan sesuatu agar bisa keluar dari sini?” usul Sooyoung.
“Ide bagus”
Mereka berpencar. Hyoyeon berjalan menuju tumpukan kursi lipat dan memeriksanya barangkali ada sesuatu.
Sooyoung melihat-lihat alat-alat musik disudut ruangan diikuti Jessica yang terus memeluk lengannya.
Seohyun berada di tengah-tengah ruangan. Matanya berusaha menaksir piano itu. Kemudian dia menjulurkan tangan untuk menyentuh piano itu dengan hati-hati.
“Apa ini?” Sooyoung menemukan sebuah kertas bertuliskan not balok. Jessica ikut melihat.
“Uh… aku gak bisa baca not balok…”
“Ini lagu…”
“Kamu bisa baca Jessica? Lagu apa?”
“Marry U, oleh band Super Junior.”
“Hmm…” pandangan Sooyoung kini tertuju pada piano di tengah ruangan.
Sooyoung berjalan mendekat, diikuti Jessica yang masih menempel di lengannya.
“Menemukan sesuatu unnie?”
Sooyoung mengangguk.
Hyoyeon yang melihat ketiganya berkumpul memutuskan untuk mendekat dan ikut mendengar.
“Piano ini… mungkinkah kunci untuk membuka pintu ruangan ini?”
“Eh? Kenapa Sooyoung unnie berpikir begitu?” mulut Seohyun terbuka.
“Entahlah, aku cuma menebaknya saja… mungkin kalau kita memainkan lagu yang sesuai dengan not balok yang tertulis di kertas ini…” Sooyoung menunjukkan kertas itu pada Seohyun. “Aku rasa tidak ada salahnya dicoba, kamu bisa main piano Seohyun?”
“Ne.”
Sooyoung meletakkan kertasnya di meja piano. Seohyun duduk di depan piano. Jari jemarinya di atas piano. Matanya menatap lurus ke not balok yang tertulis di kertas yang berada di meja piano.
Lalu kemudian dia mulai memainkannya.
“Ini kan…” kata Hyoyeon merasa kenal dengan lagunya.
“Benar, lagu Marry U,” jawab Sooyoung.
“Seohyun, kamu mahir sekali, aku gak mungkin bisa menyamai kamu.”
“Hebat! Kamu seperti pianis sungguhan!”
“Kamsahamnida Jessica unnie, Sooyoung unnie,” Seohyun tersenyum sambil masih memainkan piano.
“Merdu sekali,” Hyoyeon memejamkan matanya.
Setelah Seohyun selesai memainkan pianonya.
Ckrek
Tiba-tiba terdengar suara bergema di ruangan.
“Suara telah terkonfirmasi.”
Pintu yang tadinya tertutup itu bergeser terbuka.
“Lihat! Pintunya terbuka!”
“Bagus!”
Tapi kesenangan mereka rupanya tidak berlangsung lama, ketika mereka mendengar pengumuman selanjutnya yang mengagetkan.
“Bom otomatis telah diaktifkan, dalam hitungan 9 detik ruangan akan meledak.”
“APA?!”
“Lari!” mereka bertiga langsung lari menuju pintu yang baru terbuka.
“Ah! tunggu unnie!”
Seohyun bangun dari kursinya dengan paniknya. Tapi karena terlalu terburu-buru dia terjatuh.
“Hahh…! hahh…! hahh…!!”
Mereka semua berlari sekuat tenaga tanpa sempat menengok ke belakang lagi.
Hyoyeon yang pertama berhasil keluar, kemudian disusul Sooyoung, lalu Jessica. Mereka bertiga kehabisan nafas.
Sebelah tangan Hyoyeon bersandar di tembok, Jessica langsung jatuh terduduk, kakinya terasa lemas.
Sooyoung membalikkan badan dan melihat salah satu temannya masih berada di dalam. Dia masih menelungkup di tengah-tengah ruangan.
“Seohyun!”
“Uh…” Seohyun mengerang kesakitan sambil berusaha untuk berdiri.
Sooyoung sudah hampir berlari masuk ke dalam lagi tapi Hyoyeon lebih cepat mencegahnya.
“Jangan! Sudah tidak sempat lagi!”
“Lepaskan! Aku harus-!” Sooyoung memberontak berusaha melepaskan diri.
“!”
Tepat pada saat itu pintu tertutup, memisahkan Seohyun dengan ketiga unnienya.
“SEOHYUUUNNN!!!”
Cekalan Hyoyeon terlepas. Sooyoung menggedor-gedor pintunya sekuat tenaga.
“UNNIEEEEEEEEE!!!”
Jessica dan Hyoyeon hanya tercengang, sementara Sooyoung masih terus memukuli pintu.
Kemudian dari dalam sana.
DUARRRRR!!!
Dan guncangan yang berlangsung selama beberapa saat
Lalu hening.
Baik Sooyoung, Jessica maupun Hyoyeon tidak mau percaya.
“Seohyun! Seohyun!!”
Sooyoung memanggil nama gadis itu berulang-ulang, tapi tidak ada jawaban.
“SEOHYUN!!!”
Sooyoung memanggil nama Seohyun sekali lagi sebelum memberikan pukulan penuh dengan rasa putus asa ke pintu. Mereka bertiga tertunduk dalam. Suasana di sekeliling mereka terasa sesak.
_______________________________________________________________________________________________________________

Taeyeon dan keempat temannya keluar dari pintu dan menemukan diri mereka berada di sebuah gang yang luas.
Mereka berhenti sejenak untuk melihat sekeliling mereka. Tidak jauh dari tempat mereka berdiri ada sebuah pagar besi yang memisahkan gang jadi dua bagian.
Mereka memegang pagar besi itu dan mengguncangnya. Tidak mau bergeser.
Di arah yang berlawanan terdapat dua buah lift. Walau tombolnya ditekan pun tidak mau merespon juga.
Hanya ada satu pintu tersisa.
“Sepertinya gak ada jalan lain.” (Taeyeon)
“Ne” (Sunny)
“Ayo kita buka” (Yoona)
Taeyeon memegang kenop pintu dan mendorongnya. Dia yang masuk paling pertama, yang lain mengikutinya.
“Oh, ternyata dapur,” kata Yuri tidak kelihatan senang.
“Memang apa yang kamu harapkan?” tanya Tiffany.
“Bukannya sudah jelas? Tentu saja pintu keluar.”
“Heh, mana mungkin akan semudah itu.” (Sunny)
“Ya, aku tahu…”
Taeyeon dan Yoona ke pintu sebelah yang letaknya hanya beberapa meter dari pintu yang mereka masuki.
“Kalau kita bisa lewat pintu ini, mungkin kita akan bisa sampai di gang seberang pagar tadi,” dugaan Yoona.
Taeyeon mencoba membukanya, lagi-lagi terkunci. Dia tidak kelihatan senang.
Taeyeon mengeluarkan peta kapal dari sakunya. Saat dia melakukan itu, dua orang berseru.
“He-hei!”
“Apa itu unnie?!”
“Hah? Oh ya, sepertinya aku belum memberitahu kalian. Waktu mencari di ruangan tadi aku menemukan ini, peta deck B-“
Sebelum Taeyeon sempat menyelesaikan kalimatnya, Yoona sudah mengambilnya. Dia menelusuri peta itu dengan jari telunjuknya dan bergumam sendiri.
“Sudah kuduga, nih lihat unnie”
Mereka semua melihat ke peta yang ditunjuk Yoona.
“Lihat, kita datang dari sini. Kalau kita keluar dari ruangan ini, kita akan sampai dibalik pagar tadi.”
Dia benar.
Puas dengan hasilnya, Yoona melipat petanya dan menyerahkannya kembali pada Taeyeon. Taeyeon menerimanya dan memasukkan kertas yang berharga itu ke dalam sakunya.
“Ada card reader di sebelah pintu.” (Tiffany)
“Berarti kartu kuncinya ada di suatu tempat di ruangan ini kan?” (Yuri)
“Kelihatannya begitu” (Tiffany)
“Baiklah, berarti kita sudah tahu apa yang harus dilakukan. Ayo kita berpencar dan cari petunjuk.”

Satu menit kemudian.
Taeyeon menemukan sebuah batu asah.
“Batu asah, apa yang akan kamu lakukan dengan itu? Jangan bilang kamu mau mencoba membuka card reader dengan memukulnya ya Taeyeon?”
“Yuri unnie mikir apa, kalau unnie melakukan itu kita gak akan bisa keluar dari sini.”
“Haha, aku tahu, aku hanya bercanda kok Yoona.”
“Batu asah hanya berguna untuk menajamkan sesuatu,” jelas Yoona.

…………

Mereka berlima membuka sebuah pintu. Ketika Taeyeon masuk ke dalam ruangan, udara beku langsung menerpa wajahnya. Refleks dia langsung memeluk tubuhnya sendiri.
“Brr… dingin sekali disini… tempat apa ini?”
“Masa tidak tahu… ini lemari es,” gigi Yuri gemeletuk kedinginan saat mengatakannya.
Tidak mengherankan, sebab Yuri memakai baju tanpa lengan. Udaranya terlalu dingin untuknya.
“Aku gak tahan… aku mau keluar,” kata Yuri sambil keluar dari ruangan.
Kemudian Sunny dan Tiffany melangkah masuk ke dalam.
“Wah! Dingin sekali disini!”
“Dingin!”
Uap berhembus keluar dari mulut mereka saat mereka bersuara.
“Tiffany, kamu tunggu saja diluar, biar kita yang-”
“Tidak! Aku gak apa-apa! Aku bisa tahan!”
Tiba-tiba-
BRAK!
Bersamaan dengan suara air.
Dengan segera mereka langsung berbalik dan menemukan bahwa pintu yang baru saja mereka lewati telah… tertutup.
“!”
“!”
“!”
Pipa air di samping pintu telah bocor.
Taeyeon segera menghambur ke pintu. Memegang gagang pintunya.
“Aw!” taeyeon cepat-cepat menarik tangannya bagai tersengat.
Dingin. Terlalu dingin untuk bisa ditoleransi. Hanya menyentuhnya saja terasa sakit.
Taeyeon menduga air yang keluar dari pipa yang bocor mengenai pintu dan langsung membeku.
Sunny menyingkirkan Taeyeon dan langsung menggedor pintu.
“Yah! Yuri! Kamu diluar kan?! Bukakan pintunya!”
“Ada apa? Apa yang terjadi?”
“Pintunya gak mau terbuka! Coba kamu buka dari sana.”
“Baiklah, sebentar.”
“Ngghhhh…. arghhhhhh!!!”
Gerutuannya terhenti diganti dengan suara terengah-engah seolah kecapekan.
“Gak bisa…”
“Yang benar saja! Coba sekuat tenaga!” protes Sunny.
“Aku sudah mencobanya!”
“…………….”
“…………….”
“…………….”
Yoona gemetar dengan sangat hebat seperti anak rusa yang baru saja lahir. Tiffany memeluk dirinya sendiri dan tubuhnya gemetar tidak kalah hebatnya.
“Fany ah…” Taeyeon melepas jaketnya dan memakaikannya pada Tiffany.
“Taetae…”
“Pakailah…”
“Tapi kamu juga kedinginan kan…”
“Aku tidak apa-apa…”
Taeyeon ingin berusaha terlihat baik-baik saja. Tapi dia tidak bisa menyembunyikan getaran alami yang ditimbulkan tubuhnya.
“Taetae…”
Tiffany mendekap Taeyeon untuk membagi kehangatannya.
“Huh… cuma sama Tiffany saja…” gerutu Sunny dengan suara yang tidak terdengar oleh mereka. Dia sendiri juga gemetaran.
Setiap nafas yang mereka tarik, membuat rasa dingin semakin terasa menusuk tulang.
“A-ayo ca-carrrrri jalan keluar. Jika kita tidak bergerak, ki-kita bisa jadi penduduk permanen disini!”
“Ne!”

……………….
Mereka mencari-cari sesuatu yang bisa mereka gunakan untuk keluar dari lemari es yang mengurung mereka.
“Apa ini? Daging babi?” (Yoona)
“Hei lihat, ada kertas kecil yang tersangkut di dagingnya. Mungkin ada sesuatu di kertas ini.” (Tiffany)
“Tapi daging ini membeku, kalau kertasnya kutarik pasti akan sobek.” (Taeyeon)
“Ambil saja, siapa tahu berguna.” (Yoona)
“Ne” (Taeyeon)
“Aduh, cepatlah, aku sudah tidak tahan lagi!” kata Sunny gemetaran dengan kecepatan yang sangat mengejutkan.
“Iya, tenang dan bantu kita cari, Sunny.” (Taeyeon)
Saat mencari mereka juga menemukan pintu rahasia di lantai. Isinya tempat persembunyian makanan. Taeyeon menemukan sekantong dry es, botol, dan seutas tali.
“Mungkin bisa…”
Taeyeon mengambil sebuah daging beku dan mulai menghancurkan dry es.
“Taetae, kamu sedang apa?”
“Begitu ya,” kata Yoona mengerti.
Taeyeon tidak menjawab, dia hanya meneruskan pekerjaannya. Kemudian dia melanjutkan dengan memasukkan dry es yang sudah dihancurkan itu ke dalam botol.
Air hangat menetes dari pipa yang bocor itu. Taeyeon mengisi air ke dalam botol yang penuh dengan dry es yang sudah hancur. Dan segera menutupnya rapat-rapat.
Taeyeon mengikat botol es itu di gagang pintu secepat mungkin sambil menahan rasa dingin di tangannya.
“Baiklah, sudah, selanjutnya apa?”
“Unnie, kita harus memberi sedikit tekanan. Botolnya sudah mau meledak, kalau kita lempar dengan batu atau sesuatu, botol itu akan meledak dengan sendirinya.”
Taeyeon melihat ke lantai dan menemukan pecahan dry es yang tersisa.
“Ini pasti bisa.”
Taeyeon mengeluarkan sapu tangan untuk memegang pecahan dry es itu.
“Baiklah, mundur semuanya. Tapi sebenarnya kita harus sembunyi…”
“Dimana?” (Yoona)
“…………….oh ya! Di pintu rahasia yang kita temukan barusan! Kita bisa sembunyi disana!”
Taeyeon dengan gesit membuka pintu itu.
“Ayo cepat!”
Mereka mengangguk dan melompat masuk ke lubang di bawah. Taeyeon ikut.
Di tangannya dia dapat merasakan karbon dioksida beku, walaupun sudah memakai sapu tangan. Dia mempererat genggamannya, mulai membidik dan bersiap-siap untuk melempar.
“Baiklah, 3, 4, 5!”
“Taetae, hitunganmu terbalik!”
“Yah Taeyeon! kenapa kamu malah bercanda di saat seperti ini?!”
“Ups, mianhae,” Taeyeon tersenyum norak. “Baiklah, kali ini sungguhan, kalian siap?”
“Ne!” (Tiffany)
“Sudahlah, cepat langsung lempar saja!” (Sunny)
“Oke, 3, 2, 1!”
Taeyeon melempar potongan dry es itu sekeras mungkin. Bersamaan dengan itu dia segera menunduk di gudang bawah tanah itu dengan Sunny, Tiffany, dan Yoona.
Terdengar suara ledakan.
…………….
…………….

Taeyeon keluar dari gudang bawah tanah dan berlari ke arah pintu.
“Taetae, esnya sudah gak ada!”
“Yes!”
“Pasti ledakan barusan yang menghancurkannya!” (Sunny)
“Nah ayo lihat apakah bisa dibuka sekarang”
Taeyeon memegang gagang pintunya dan mendorongnya sekuat tenaga.
Klek
Pintu itu terbuka dengan mudah. Dan mereka keluar sekaligus.
“Horeee! Kita keluar!” (Tiffany)
“Syukurlah…!” Sunny yang merasa lega langsung jatuh terduduk.
Mereka menemukan Yuri yang terlihat sedikit panik.
“Yuri unnie? Kamu tidak apa-apa?”
“Uh… aku sudah berkeliling mencari-cari sesuatu untuk bisa membuka pintu itu tapi… aku tidak bisa menemukan apa-apa, jadi aku hanya bisa menunggu dengan cemas… untunglah kalian baik-baik saja…”
“Yuri unnie…” Yoona memeluk Yuri.
“Yoona, badanmu dingin…”
Taeyeon merasa sesuatu disampirkan di bahunya. Jaket miliknya.
“Taetae, gomawo…” Tiffany tersenyum sangat lembut padanya.
Taeyeon memakai kembali jaketnya sambil sedikit tersipu.
Sunny berjalan ke arah Yoona dan Yuri yang masih berpelukan.
“Yuri, ada yang mau kutanyakan,” kata Sunny sambil menatap tajam Yuri.
“Apa itu?”
Kini mereka berdua sudah saling melepaskan.
“Kamu tidak… dengan sengaja menutup pintunya kan?”
“A-apa?! Kamu pikir aku yang menutup pintunya?! Untuk apa aku melakukan hal seperti itu?! Pintunya ketutup sendiri!”
Yuri benar, pikir Taeyeon. Dia akan dalam masalah besar kalau mereka sampai mati. Kalau Yuri memang berniat membunuh mereka, dia pasti sudah menaruh sesuatu untuk menghalangi pintu, tapi dia tidak melakukannya. Kelihatannya apa yang dikatakan Yuri adalah satu-satunya penjelasan yang masuk akal.
Sunny menelan kemarahannya dan berusaha sebaik mungkin untuk minta maaf.
“Mianhae… aku meragukanmu…”
“Hmm, baiklah selama kau tidak meragukanku lagi,” hanya itu saja jawabannya. Lalu Yuri memalingkan wajahnya.
“Sudah, ayo kita lanjut mencari.”

*~To Be Continued~*

A/N : Untuk sementara gak update dulu karena berhalangan dengan ujian. Mungkin minggu depan baru update

Advertisements

Comments on: "Soshi Bond ~The Nonary Game~ (Chapter 4)" (67)

  1. taengppany said:

    ah seohyunnya mati?huaaaaaa 😦
    kenapa aku jadi curiga zero itu salah satu dari mereka bersembilan ya?hmmm

  2. YoonSicTaeNy said:

    seohyun ??? meninggal???
    makin lama makin seru …
    kenapa sunny bisa berpikir gitu?? apa ada kaitannya yah dengan semua ini??

  3. yuri yg tutup pintu??masuk akal juga sih,tp kayaknya ga mungkin hahaha,bingung ndiri ^^..nunggu next chap aja ah hehe

  4. phe pie said:

    Wah hawa-hawa prpcahan mulai tecium saja. ^^
    Teganya author “membunuh” SeoHyun. T.T
    Tapi aku yakin Seo pasti masih hidup. Klo feelingku c Seo itu = Zero n biasanya si crita2 kayak gini, plaku sbnarnya berbaur sulu dngan para korbannya sambil mengamati situasi n menikmati ktakutan para korbannya (psycho gitu), trus srlah puas pura-pura mati n sembunyi, sambil menimbulkan teror-teror baru.
    Wah jadi TaeNy n YoonYul moment aja. Aku suka bangt TaeNy moment di scene lemari es itu. Slain TarNy moment-nya ada 3 bagian yang mnarik juga:
    1. Sunny Cemburu gak dikasih pinjaman jaket ama Taeng trus ngdumel-dumel.
    2. Yoona menggigil kayak anak rusa yang baru lahir. Aku c jarang nonton discovery channel, author suka ya? Mentang2 julukan Toong itu deer.Yoona. ^^
    3. Taeng yang smpat-smpatnya brhitung trbalik. Sngaja atau gak itu thor? Pakai snyum norak lagi, khas Taeng bangt itu. ^^

    • haha pemikiran khas film2 XD
      sabar ya Sunny :3
      dulu memang aku suka nonton discovery channel XD
      Taeng kan memang dorky wkwkwk

  5. Apa”an ini?
    Knapa seo yg jdi korban 1??
    Aaarggh… Gk ikhlas aqu.. Zerooo… Gw jitak juga loe 😡

    updte’a minggu dpan? Hmm.. Pzti kerasa nunggu lama nih,,
    fighting eon 😉

  6. Locksmith said:

    Huah!!! :O
    tega bngt nieh, author!
    masa Seo jd korban’a?
    g trima, hy zero sontoloyo pa seh mksdmu? klo q da d sna, dah q cri trus q gebuk dia. Fighting, thor! 😀 Moga nilai ujian’a bgs 🙂

  7. 'rusa' said:

    seohyun…. meledak??? 😦
    kasian, apa muungkin ada maksud tersembunyi ya… masa meledak gitu aja
    deg2an pas tae,sun,tiff,yoong kekunci, sunny sempet cemburu nih waktu tae lebih perhatian ke sunny 😀

    mian ya baru bisa komen ff sekarang, kemaren2 masih belum bisa buka wp2 🙂
    ff yoonyul yg kemaren juga bagus hehe…

  8. waduh unnie, seohyun gimana?
    hmm.. kaya’nya uda mulai ada konflik antar satu sama yang lain.
    jadi makin seru.. emang disaat genting kaya’ gitu wajar kalo ada salah satu yang pengen selamt sendiri. apalagi mereka baru kenal. bener ga un? hehe
    sunny aja malah punya perasaan curiga,
    konfliknya ditambah unnie.. biar makin seru, nggak datar dan nggak melulu berusaha nemuin pintu keluar,(emang itu tujuan utamanya.. gimana sih reader koplak!) 😛

    god luck buat ujiannya ya!
    fighting!!!!

  9. Yoondeer said:

    authoooor!! seohyun mati???
    ngga relaaa hueeeeeee

    wkwkwkw fighting buat postingan barunya thor ^^

  10. Seohyun?? Apa yg terjadi pada seohyun?? Jangan sampe dia mati thor,,,
    Sunny kayak’a disini sifatnya emmh.. Gimana ya… Negative thinking.
    Lanjut thor,hwaitaeng!!

  11. Miss New New said:

    Teganyaaa dikau meledakkan seohyun

    Eh! Setelah dipikir2 aku juga jadi semakin curiga, jangan2 seohyun terlibat! *lebay

    Mau ujian dulu ya
    Aku doakan supaya lancar ya Thor (n_n)b
    Fighting !

  12. mushroom said:

    seohyun mati? andweeee~~~~
    tp firasat kok kayak nya seo gak mati deh._.
    paling suka pas bagian taeny XDSDD

  13. sica jung said:

    Apa yg terjadi pada seohyun??
    seohyun mati ya thor?
    andwe
    lanjut thor

  14. waduh seobaby ku gmn nasibnya thor? aku jd makin curiga ma tingkah yuri. mudahan dia jd anak baek. hehehe…

    okelah thor… moga sukses aja ujiannya. Ganbatte…!!!!

  15. mrz_love_taeny said:

    Ehm jgn2 zero itu lee sooman(?)lah malah om nya sunny d bawa2 tp mungkin jg sih pemikiran q nebaknya nih crita akhir2nya kebentuknya snsd*maav thor klo tebakannya mlenceng xD*
    seo mungkin gk meninggal dan suara bom mungkin cm fake aja mungkin bntr lg yg jd “korban” yoona*digetok yoonadict* maksud game ini bagi mreka ber 9 slain ngandelin otak tp maksud yg lain jg kesetiakawanan,kekompakan,kepercayaan,dll yg sulit buat q tulis satu2
    kekeke
    jiahhh taeny moment to tweet taeng nya rela kedinginan demi ppany

  16. desicholishyana said:

    Seouhyun?
    Meledak?
    Meninggal?
    Andweeeee 😦
    Gile deg-deg an hiks hiks

    Hadeuuh si tae masih sempet-sempetnya ngedorky ckckck

    Semakin penasaran ! Lanjut ya
    Fightiiing !

  17. Kimtaeyeoung said:

    Waaaah seo mati??ah g yakin jg siih tpi kyknya seo masih idup deh*nebak asal*
    waaah moment taenynya q sangat suka suka suka..
    Makin penasaran nih ceritanya..

    • Kimtaeyeoung said:

      Ada yg kurang..q baru ngeh pas baca kedua kalinya hehe..
      Itu bener2 kasian seo udah dia yg maenin piano(bukain pintu) eh malahan yg kekunci+yg bertiga yg nyadar keadaan cuma soo laghe..
      Kelompok taeng masih aman masih bisa di atasi lah ini kelompok soo udah ilang satu otte??otte??
      Apakah bakalan ada pertikaian???
      Bener2 sedikit g rido yg asal 9 jadi 8 donk,sedangkan ini game kan berangka 9..gimana mereka nanti keluarnya..

      • disini mereka blm kenal ceritanya
        kan keluarnya gak bisa bersembilan sekaligus, itulah knp mereka berpencar

    • hehe TaeNy so sweet kan^^

  18. huah seohyun meninggalkah?
    yah…. T^T
    taetae so sweet deh sampe rela gitu

    eh mau ujian ya,semangat ya thor
    pasti bisa deh hehehe
    hwaiting
    aku akan menunggu update mu
    ^o^

  19. windyhairista said:

    huwwaaaa kok Hyunie ketinggalan???Hyunie ngak meninggal kan thor??? >_<¦¦¦
    ntr mereka ngak bisa keluar klo tggl ber8…iya kan author???
    cieh…cieh…Sunny cemburu yaa… #toel2bunny#
    Yaaa kok malah ada SooSica ma YoonYul moment???
    aku kan YulSic shipper…(~_~メ)

    Lanjut,,,makin penasaran ma next chapnya…
    Fighting ╭(′▽‵)╭(′▽‵)╭(′▽‵)╯ GO!

    • walau berdelapan msh bisa keluar kok, kan tinggal jumlahkan cari akar digital 9
      haha author mah gak masalah soal pairing

  20. Idangrasyida said:

    Jangan bilang kalo Seohyun mati ???
    Ato jangan bilang kalo mereka akan mati semua , ato mati nya secara countdown *yoona , terus soo, yul,.. Dll*
    wah jangan sampe deh 😮
    terus gimna tuh nasib si Seo ?
    Disini kaya nya cuma Yoona ya yang paham nih permainan thor ??
    Terus zero itu fungsi utk apa ? Dan itu siapa ? Apa zero itu Lee So Man ?? *kkkkkkk:D
    Aigooo sempet2nya Taeny , Yoonyul, Soosica moment 😀
    okee lanjut thorr

  21. Seohyun gak mati kan? 0.0 suara ledakan itu bukan bom, tapi gara gara anu yang waktu taeng menghitung kebalik. Eish, aku sedikit curiga dengan Yuri u.u

  22. shiksin937 said:

    mian unn baru komen. .

    Seohyun mati ?! Aaaaaa jangan ! T.T

    nanti si Rusa ama siapa? Rusa ga bisa hidup tanpa kodok. . T.T

  23. seohyun GAME OVER huwaaa T.T
    kenapa?..kenapa?..
    makin seru dan menegangkan…
    Lebih baik seo jadi zero deh daripada haru meninggal =.=

  24. wah makin tambah seru ini episode, keren..

  25. kenapa seohyunnya mati ?
    kan kasihan entar si yoona..
    keren thor ffnya..
    kayaknya gamenya seru tuh, nemu di mana thor ?

  26. katanya bakal lama …hhu 😦
    finally update juga…

  27. Kungttadadak said:

    KERENNNBBB
    sunny sama yuri kayak ada selek gitu ya disni +.- yoonyul soosic nih??? selama ada taeny oke oke aja deh wahaha

  28. yaaaahh!! itu knp seobaby mati T^T hiks
    slamet smw plis ga tega huaa

    d tggu next chap’a!

  29. clover said:

    itu seo beneran mati?? berharap enggak…
    kasian ntar yoona ama siapa 😛

    taeng kok sempet2nya becanda pdhl lg kejebak gitu *dasar dorky leader :D*

  30. asleyar said:

    SEO??!! MAKNAEEE??!! NOOOO!!!! *lebayyy
    pintu lemari es’s kenapa bisa tiba2 ketutup gitu?? bukan ulah’a yuri kan?
    dasar dorktaeng, di situasi gawat begitu, masih aja bisa bercanda…
    di akhri cerita, identitas Zero ketahuan g???

    • well, kadang barang elektronik kayak kulkas memang ada yg pintunya bisa menutup otomatis, jd memang bkn ulah Yuri
      ne

  31. kasian bngt seo uda dia yg bkin pintu kbuka, eh dia yg ‘dikira mati’

    aku berharap seohyun gk mati..
    klo dia atu brrti otomatis ada korban slnjutnya..apakah brurutan sprti biasa..
    ato bles dendam ff angel2 yg wktu itu kn yg gk mati cmn seo, skrg giliran seo yg mati(pikiran ngaco).

    author ujian..author skolah jga ya, eh mksudnya author msh skolah ya..
    oia, author klo bsa yg lain dsebutin jg pke baju apa gtu..biar ngebayanginnya lbh enak..kn td yg uda te pke jeket, trus yuri bju tnpa lengan…

    anyway idemu slalu cmerlang…bgus bngt ff nya..:)
    sgera lnjut ya kalo ada wktu..:)

    • haha bkn balas dendam ff sebelumnya kok, ini tuntutan cerita saja 😛
      msh kuliah author
      hmm bingung jg ngejelasin pakaiannya
      anggap saja mereka memakai pakaian yg sesuai dgn image mereka masing2 🙂
      misalnya Tiffany memakai one piece warna pink^^

  32. taeny927 said:

    Ketika Seohyun membuka mata, ia mendapati seekor kodok yang melindunginya.. Haha kodok itu adalah KERORO! #abaikan

    Bagaimana nasib Seohyun? Apakah benar seperti yg aku tulis di atas? #plak!

    Taeyeon udah mulai pdkt ni sama Miyoung.. Hahaha..

    Sorry udah berimajinasi ga izin2 hehe.. Peace ^_^v

  33. koppendtinmyheart said:

    Makin seru.. Tegang
    loch seohyun mati th?
    Y ampun..
    Lanjut thor..

  34. sadis kenapa pas bagian klompok B yg di ulas, malah saat2 tragis seohyun..>,<

  35. yamalatoz said:

    kyaaa, ada soosica nya XD *fangirl-mode*

    ini fanfic bagus lho, banyak istilah istilah baru juga, sekaligus nambah ilmu XD

    Daebaaaak~~

  36. christine said:

    Yaaahh aku sbg adiknya seohyun eonni pngen nngis darah pas bca chap ini 😦
    knp seo eonni gk selamat sih? 😦

  37. Haaddeehh
    sunkyu, My prince Yul gk mgkn gtu !!
    Gmna nasib Hyunniku?? 😦
    lnjut bca ahh..

  38. ARRRGGGHHH AUTHORRR APA YANG KAU LAKUKAN PADA SEO KAKAKKU???!! T_T semoga pas meledak seo udh brhsl kabur ke tempat lain!!! Thorrr gilee ini seru bgt ceritanya!!! Dan yg terpenting adalah “happyy ending” okeyyyy 😉

  39. gila. keren beud ceritanya. gak nyangka akhirnya s seo musti “meledak”

  40. taenyshidae said:

    Apa bener seohyun mati?? OMO.. O.o

  41. Rena Fanytastic said:

    Next

  42. Shin Young said:

    Hyunieeeee…!!!!

    Huaaa…jngang bilang dia mati!

  43. Alwaysloyalist. said:

    Omoooooo..,hyuuunnnnniiiieeee..,
    moga ajjah seohyun selamat soalx feelingq sih bilangx gituh..,hmmm dorky taeng.
    Lanjut thooooorrrr & fighting.

  44. Seohyun-ah! Andwae!! Ledakan yg ngelibatin seohyun bikin hampir lupa brnpas. Makin ksni makin seru bin tegang aja.

  45. hennyhilda said:

    Ahhhh author knp seohyun nya dtinggalin gt j
    aq g rela!
    😦
    Semangat author
    ganbatte

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: