~Thank you for your comments~

“Tidak ada yang mau ganti?”
Semuanya diam.
“Baiklah, sepertinya kita sudah mencapai kesimpulan. Yuk?” kata Yoona sambil berjalan lebih dulu menuju pintu nomor 4. Diikuti oleh Yuri kemudian Taeyeon, Tiffany, dan Sunny.
Taeyeon ingin melewati pintu yang sama dengan Tiffany. Karena dia ingin berada di sisinya ketika Tiffany membutuhkannya. Selama ini Taeyeon tidak menunjukkannya, tapi sebenarnya dia menganggap Tiffany lebih dari sekedar sahabat.
Taeyeon melihat Jessica, Hyoyeon, Sooyoung, dan Seohyun berjalan menuju pintu nomor 5. Mereka saling berdiskusi, tapi Taeyeon tidak bisa mendengar apa yang mereka katakan. Kemudian mereka satu persatu meletakkan tangan mereka di panel scanner. Scanner itu berbunyi setiap salah satu dari mereka memverifikasi.
Sooyoung memegang tuasnya. Ekspresinya terlihat sudah mantap. Dia berbalik untuk melihat ke geng Taeyeon dan mengangguk.
“Oke, sampai nanti teman-teman,” ujar Sooyoung kedengaran positif.
“Hati-hati…” ucap Sunny.
“Kalian juga, unnie…” balas Seohyun.
Sooyoung menarik tuasnya turun. Pintu baja itu terbuka bagaikan mulut makhluk buas yang lapar.
Mereka terlihat bimbang. Sooyoung yang lebih dulu memberanikan diri melangkah masuk.
“Yah! Aku harap kalian tidak lupa kalau pintunya hanya akan terbuka sembilan detik, karena kalau kalian tidak juga masuk aku bisa celaka!”
Mendengar perkataan Sooyoung, mereka bertiga masuk dengan tergesa-gesa.
Tepat sembilan detik, pintu tertutup.
Taeyeon dan yang lain segera menghambur ke depan pintu nomor 5. Menempelkan telinga ke pintu baja untuk mendengar apa yang terjadi di dalam sana.
Bip
Bip
Bip

“Kedengaran bunyi.”
“Mungkin bunyi alat peledak di gelang…” Yuri memeluk tubuhnya sendiri seakan berusaha untuk menenangkan tubuhnya yang merinding.
Sunny hanya terdiam. Mungkin karena terlalu takut.
“Apa mereka akan baik-baik saja?” tanya Tiffany khawatir.
Seolah menjawab kekhawatirannya, terdengar sebuah suara di balik pintu. Suara Sooyoung.
“Yah teman-teman! Pasti ini! Ini pasti alat penonaktif bernama DEAD itu! Cepat!”
Terdengar empat suara verifikasi mereka, lalu suara tuas ditarik dan bunyi yang monoton itu berhenti. Desahan nafas lega terdengar meski berada di balik pintu baja yang tebal.
“Hahh… kelihatannya berhenti,” ujar Hyoyeon.
“Aigoo! Aku mau jantungan rasanya!” Sooyoung mengurut dada.
“Jessica unnie, kamu tidak apa-apa? Unnie terlihat pucat…”
“Kamu juga Seohyun…”
“Yaahh! Kalian baik-baik saja disana?!” Taeyeon bertanya untuk memastikan.
“Ya! kami baik-baik saja Taeyeon!” suara Sooyoung.
Meski dalam keadaan bahaya pun suara Sooyoung masih tetap bersemangat seperti biasa.
“Oh ya, sekalian kukatakan alat DEAD ini ya! Alat DEAD ini bentuknya mirip seperti RED, hanya warnanya saja yang berbeda. RED berwarna merah, sedang DEAD berwarna biru. Selain itu fungsi dan cara kerjanya sama.”
“Oke, gomawo Sooyoung”
“Kami akan mulai bergerak, kalian hati-hatilah.”
“Oke”
Taeyeon dan teman-temannya menjauh dari pintu nomor lima menuju pintu nomor empat. Mereka berlima berdiri di depan RED.
Kemudian satu per satu memverifikasi gelangnya dengan meletakkan tangannya di panel scanner.
*****
Lima tanda bintang muncul di layar.
Taeyeon memegang tuasnya dan berbalik menatap mereka.
“Siap?”
“Ne”
“Ayo…”
Wajah mereka tidak terlihat optimis, tapi tekad mereka sudah bulat. Taeyeon mengangguk dan berbalik ke RED.
“Baiklah, ayo!” dengan kekuatan dan ketetapan hati dia menurunkan tuasnya.
Klek
Pintu terbuka dengan suara derit yang menciutkan nyali.
“Lari!”
Mereka semua lari tepat bersamaan dengan aba-aba Yoona.
Di momen mereka melewati pintu bernomor, mereka mendengar suara elektronik berbunyi dari gelang di tangan mereka.
Di tengah setiap gelang, muncul gambar tengkorak merah. Hitung mundur alat peledaknya menyala!
Sementara mereka tercengang menatap pergelangan tangan mereka…
Pintu baja di belakang mereka tertutup. Suaranya bergema di lorong yang sempit.
Mereka sudah tidak bisa mundur lagi. Jika tidak bisa menemukan alat penonaktifnya…
“Yah! Dimana alat DEADnya?!” tanya Yuri panik.
“Mana aku tahu!” balas Sunny sama paniknya.
“Cepat cari!”
“Aku lagi cari ini!”
“Aaa tidak ada dimana-mana! Gimana nih?!” suara Tiffany terdengar ketakutan.
Sementara Yuri, Sunny, dan Tiffany saling berteriak, Yoona dan Taeyeon mencari tanpa bersuara. Tapi wajah mereka menunjukkan ketegangan yang amat sangat.
Mereka mulai berlari dengan gelisah. Dan mendengar bunyi monoton yang berasal dari gelang mereka hanya menambah ketegangan. Mata mereka mencari-cari alat yang menjadi kunci penyelamat mereka.
Lorong yang mereka lalui panjangnya sekitar tiga ratus kaki. Di sisi kanan terdapat jajaran pintu kayu yang identik.
“Jangan bilang DEADnya ada di dalam salah satu pintu itu?!” Taeyeon menyuarakan apa yang dipikirkannya.
“Oh my God! Ada berapa banyak pintunya?!” tanya Tiffany semakin cemas.
Taeyeon terlalu takut untuk bisa menghitung dengan benar, tapi dugaannya sekitar 7 sampai 8 pintu.
Yoona segera berlari ke pintu terdekat. Dia memegang kenob pintu dan mengguncangnya dengan keras. Tidak mau terbuka.
Yoona berpaling ke pintu yang lain dan melihat bahwa keempat temannya masing-masing sudah berusaha membuka sebuah pintu. Tapi kelihatannya mereka juga mengalami hal yang sama.
“Yang ini gak mau kebuka!”
“Disini juga!”
“Gak bergerak sedikit pun!”
Kata-kata yang mengudara membuat ketakutan mereka semakin bertambah.
Ketika Yoona berpaling, matanya tak sengaja menangkap sesuatu yang tidak dia lihat tadinya. Sebuah cahaya merah kecil. Yang menyala dengan samar-samar di ujung lorong.
“Itu! Disana unnie!” sambil berkata begitu Yoona berlari sambil mendorong punggung mereka berempat agar berlari ke arah cahaya. Kemudian mereka berlima berlari seperti kesetanan dikejar waktu.
Yoona yang paling cepat, dia berada di depan.
“Yah! Kira-kira kita masih punya waktu berapa detik lagi?!” tanya Yuri sambil berlari.
“Mana aku tahu! Batas waktu kita 81 detik!” teriak Sunny di sela-sela nafasnya.
“Aku sudah tahu itu!”
Tiffany berlari sambil menarik tangan Taeyeon agar dia tidak tertinggal. Taeyeon dan Sunny juga berlari sambil saling bergandengan.
Saat berlari Taeyeon menduga, sudah satu menit berlalu sejak pintu tertutup, itu berarti waktu mereka tidak banyak.
“Cepat!” seru Yoona di depan.
Akhirnya mereka sampai di ujung.
DEAD berada di sisi kiri tembok. Berkedip-kedip seolah menantang mereka.
Yoona sampai lebih dulu. Dia membanting tangannya ke panel scanner dengan tangan gemetar dan berkeringat. Kemudian diikuti oleh Yuri. Lalu Tiffany, Sunny dan yang terakhir Taeyeon. Taeyeon segera menurunkan tuasnya.
Klek
Pip
Bunyi yang berasal dari gelang mereka berhenti.
“Hahh… hahh… hahh…”
“Hahh… hahh… hahh…”
Mereka semua kehabisan nafas.
“Sepertinya sudah berhenti…” kata Yoona sambil melihat gelangnya.
“Ini pertama kalinya dalam hidup aku berlari secepat ini…” ucap Sunny sambil menarik nafas.
“Aku takut sekali, tadinya kupikir kita tidak akan sempat…” kata Tiffany dengan suara kecil.
Taeyeon menggenggam tangan Tiffany.
“Taetae?”
“Tidak apa-apa Fany, kita sudah berhasil melewatinya,” Taeyeon berusaha tersenyum.
Tiffany mengangguk.
Yuri menghapus butiran keringat yang mulai terbentuk di pelipisnya.
Setelah nafas mereka kembali stabil, mereka mulai melihat-lihat sekeliling.
Di ujung lorong terdapat sebuah pintu ganda. Dan tidak jauh dari sana terdapat pintu yang lebih kecil di sisi kiri dan kanan lorong.
Mereka semua perlu diperiksa, tapi Taeyeon mencoba memeriksa pintu yang paling besar, pintu ganda.
Taeyeon mencoba mengguncang-guncang handle pintu. Hasilnya sama. Dia bertanya-tanya, sudah berapa kali dia menemui pintu dengan hasil yang sama seperti ini.
Di bawah handle pintunya terdapat sebuah lubang kunci kecil. Taeyeon memeriksa lebih teliti, dia melihat sebuah simbol berukir tembaga.
Bentuknya seperti…
“Simbol pria?”
“Aniyo, itu simbol mars. Seingatku tadi aku melihat beberapa simbol yang mirip dengan itu, simbol solar sistem. Matahari, saturnus, dan bumi.”
Selama Taeyeon dan Tiffany berbincang-bincang. Yuri tidak berada di dekat mereka. Mereka berbalik dan menemukan Yuri berada di kejauhan, sedang memeriksa pintu-pintu yang berjajar. Kemudian dia kembali ke dekat mereka berempat.
“Sepertinya tidak ada pintu yang bisa dibuka.”
“Tadi kan kita sudah cek,” kata Sunny.
“Ya, aku cuma mau memastikan sekali lagi. Gak ada salahnya kan?”
“Berarti, yang tersisa tinggal dua pintu lagi,” Yoona berjalan ke pintu di sebelah kanan.
Di kedua pintu terdapat sebuah plat berwarna keemasan. Pintu di kiri B92 dan pintu di kanan B93. Taeyeon menduga mungkin ini nomor pintu.
“Baiklah, mari kita buka.”
“Ne”
Mereka sudah berhasil melewati pintu bernomor dengan selamat. Rasanya tidak ada lagi yang membuat takut.
Taeyeon memegang kenob pintu B92.
Taeyeon dan Yoona saling berpandangan dan mereka mengangguk.
“Siap? Hana, dul, set!”
Mereka membuka pintu berbarengan.
“Yah… ternyata tidak terkunci”
“Ne”
Taeyeon dan Yoona saling berpandangan, mereka tidak menduga pintunya akan terbuka semudah itu.
Suara Sunny menengahi mereka.
“Mungkin ini semua bagian dari rencana zero? Walau aku gak suka ini, rasanya seperti menjadi boneka zero.”
Yuri meletakkan tangannya di dagu, seperti sedang berpikir, “Hmm, aku yakin pasti ada sesuatu di dalam kedua ruangan ini yang bisa membantu kita keluar dari sini. Ayo kita cari.”
“Ya, kau benar unnie. Taeyeon unnie, aku dan Yuri unnie akan mencari di ruangan ini.”
“Baiklah, kalau begitu aku, Tiffany dan Sunny akan mencari di ruangan ini.”
Kemudian mereka masuk ke dalam kamar masing-masing. Tiffany dan Sunny mengikuti Taeyeon, sedang Yuri mengikuti Yoona.
Taeyeon melihat-lihat ke sekitar ruangan. Berbeda dengan ruangan dimana dia menemukan dirinya terbangun.
Ruangan ini lebih seperti untuk kelas menengah ke atas. Lebih bersih dan lebih mewah. Selain itu kamar ini juga memiliki kamar mandi. Dan ruangannya terbagi menjadi dua, salah satu kamar berisi kasur, kemungkinan besar ini adalah kamar tidur.
Sunny menarik-barik bajunya.
“Apa Sunny?”
“Taeyeon, coba lihat lukisan itu.”
“Huh?”
Taeyeon melihat ke arah lukisan yang ditunjuk Sunny. Dia berjalan mendekati lukisan itu.
“Eh? Ini bukan lukisan, apa ini… peta?”
“Kelihatannya ini peta interior kapal ini, Taetae!” Tiffany menjawab persis apa yang dipikirkannya.
“Oh! Ini penemuan bagus! Ayo kita ambil!”
Taeyeon mengambil petanya. Mereka bertiga melihatnya selama beberapa saat kemudian Taeyeon melipat petanya dan memasukkannya ke dalam saku.
“Wuah… kapal ini lebih besar daripada yang kuduga,” kata Sunny.
“Ya, aku rasa kira-kira ada sembilan ratus kaki.”
“Pasti kapal pelayaran yang mewah,” kata Tiffany.
“Ya, tapi barang-barang di atas kapal ini semua kuno-kuno, walaupun mungkin itu tema kapal ini, rasanya tetap terlalu berlebihan.”
“Kamu ingat apa yang zero katakan?” (Tiffany)
“Pada tanggal 14 bulan April tahun 1912 kapal Titanic yang terkenal menabrak bongkahan es.”
“Menurutmu apa mungkin ini ada hubungannya dengan kapal Titanic?” (Tiffany)
“Hmm… aku ragu zero akan menyebutkannya jika tidak ada alasan,” Taeyeon melihat-lihat ke sekitar kamar.
“Mungkinkah kapal ini sebenarnya… replika Titanic?” tanya Taeyeon ragu-ragu.
“Replika?” (Sunny)
“Ya, copy dari Titanic yang sesungguhnya, semacam itulah.”
“Tapi siapa yang mau membuatnya?” (Sunny)
“Fans. Fans fanatik Titanic,” jawab Taeyeon asal tebak.
Tiffany terlihat terkejut atas jawaban Taeyeon, “Gak mungkin Taetae! Kamu pikir berapa banyak uang yang dibutuhkan untuk membuat kapal ini?”
“Gak tahu, tapi kan bisa saja. Misalnya dipakai untuk memberi tur.”
“Tur?” (Tiffany)
“Ya, tur menaiki Titanic, agar para penumpang merasakan seperti apa rasanya naik kapal bersejarah sepanjang masa. Keuntungannya bisa lebih besar daripada biaya pengeluarannya, seperti filmnya.”
“Tapi, apa orang mau naik kapal yang pernah punya reputasi buruk di masa lalu? Apalagi tercatat sebagai salah satu kecelakaan paling buruk yang pernah ada dalam sejarah. Lebih dari 1500 orang meninggal. Aku gak heran kalau kamu kena kutukan hanya karena menaikinya saja…” (Tiffany)
“Kutukan ya…”
“Yah, Taeyeon, ayo kita lanjutkan mencari.”
“Eh? Oke, ahaha malah jadi keasyikan ngobrol.”
Kemudian mereka melanjutkan mencari, namun Taeyeon masih sedikit kepikiran.
Ada tempat tidur, lemari, korek api, dan juga botol air.
Hmm… semua tampak normal-normal saja.
Sunny membuka laci meja.
“Taeyeon, aku menemukan sebuah kunci nih!”
Sunny memberikan kunci itu pada Taeyeon.
“Taetae, aku juga menemukan benda aneh disini!”
“Benda aneh?” Taeyeon menerima kunci dari Sunny lalu berjalan mendekati Tiffany.
Taeyeon mencoba melihatnya, sebuah persegi seperti keramik dengan pola hitam putih abstrak. Taeyeon tidak mengerti, tapi dia mengira mungkin penting jadi dia membawanya.
Beberapa menit kemudian.
“Oke, aku akan mengecek ke kamar sebelah sebentar,” katanya memberitahu Sunny dan Tiffany.
“Ne”
Lalu Taeyeon keluar dan masuk ke kamar B93. Sekali melihat sekilas saja langsung bisa tahu bahwa kamar ini identik dengan kamar sebelah, hanya letaknya berkebalikan, seperti menghadap cermin.
Begitu pintu terbuka, mereka berdua langsung melihat ke siapa yang berdiri di depan pintu.
“Ah, Taeyeon rupanya,” kata Yuri.
“Gimana pencariannya?”
“Kami sudah mencari di ruangan ini tapi kamar tidur belum.” (Yoona)
“Kenapa belum?”
“Ruangannya terlalu gelap dan lampunya rusak.” (Yuri)
“Kita menemukan lilin, tapi kita gak menemukan lighter atau sejenisnya untuk menyalakannya,” Yoona menunjukkan sebuah lilin yang terpasang di tempat lilin.
“Hmm… aku tidak menyangka kalau benar-benar akan dibutuhkan,” Taeyeon mengeluarkan sesuatu dari sakunya. Korek api.
“Mwo? Taeyeon, kamu bawa korek api?”
“Aniyo, tadi aku mengambilnya di ruangan sebelah, siapa tahu penting.”
Taeyeon menyalakan lilinnya.
“Hebat unnie, sekarang kita bisa melihat ke dalam kamar tidur.”
Mereka bertiga masuk ke dalam kamar tidur diterangi cahaya lilin.
“Panas… lebih baik aku taruh di meja saja…”
Yoona dan Yuri sudah berputar-putar di dalam ruangan, mencari-cari sesuatu.
“Hmm?”
Taeyeon menyadari meja tempat dia meletakkan lilin memiliki sebuah lemari.
Lemari ini…
Taeyeon mencoba membukanya, terkunci.
Mungkin kunci yang tadi ditemukan Sunny…
Klek.
Bingo
Dia mencoba membukanya. Dan di dalamnya dia menemukan sesuatu benda seperti yang Tiffany temukan barusan.
“Desain yang aneh,” kata Yoona yang melihat dari balik bahunya.
“Ne,” Taeyeon mencoba melihat apa yang ada di belakang keramik itu.
“Kelihatannya tidak ada apa-apanya.”
Kemudian mereka melanjutkan pencarian. Selama mereka mencari tiba-tiba ruangan menjadi gelap.
“Yahh!”
Mereka semua berpaling pada lilin di atas meja.
“Oh”
“Lilinnya sudah habis.”
“Eh? Tempat lilin ini…”
“Bentuknya aneh.”
“Ne”
Lilin yang tadinya menutupi tempat lilin itu sekarang sudah tidak ada, hanya tinggal sisanya dalam bentuk cairan yang tengah mengering. Bentuk tempat lilin itu aneh… seperti kunci?
“Taeyeon, tadi aku menemukan lemari yang tidak bisa dibuka. Mungkin ini kuncinya!”
“Oh, kalau begitu ayo kita coba!”
Mereka menuju lemari yang dimaksud.
“Terbuka!”
“Lho?”
Mereka menemukan potongan yang mirip dengan keramik yang ditemukan.
“Ngomong-ngomong unnie, aku baru saja kepikiran, rasanya nonary game ini seperti game baccarat.”
“Baccarat? Jadi mengingatkanku pada… casino?”
“Ne, tentu saja gamenya gak pakai akar digital, tapi idenya mirip.”
“Hmm, ya, sepertinya kamu benar Yoona,” kata Yuri.
“Dan dalam game, siapapun yang punya 9 menang.”
“Yang punya 9?”
“Taeyeon unnie lupa? Bukannya zero sudah bilang? Cari pintu yang bernomor 9.”
“Dengan kata lain, kalau kita mau keluar dari kapal ini kita harus membuat grup dengan akar digital 9. Berarti yang bisa keluar hidup-hidup hanya tim itu…” tambah Yuri.
“Ne, makanya dinamai nonary game.”
“Mwo?”
“Eh? Taeyeon, kau tidak tahu?”
Taeyeon menggeleng.
Yoona mulai menjelaskan.
“Nonary berarti sesuatu berdasarkan turunan 9. Berasal dari awal latin ‘nona’ yang berarti 9. Awalan dari satu adalah ‘uni’ tahu kan unnie? Unicorn, kuda bertanduk satu. 2 adalah ‘bi’ seperti binary. Binary berarti mengandung dua bagian. 3 adalah ‘tri’ kalau ini pasti unnie sering dengar. Triple, trio, triangle. Setelah itu quart, quinti, sext, septim, dan selanjutnya. Dan tentu saja awalan 8 adalah ‘octo’ seperti octopus, disebut seperti itu karena punya delapan kaki, ngerti unnie?”
“Ne, berarti ‘nona’ adalah sembilan.”
Yoona mengangguk.
“Nah, sekarang berapa orang yang terperangkap dalam kapal ini?”
“Sembilan,” jawab Yuri.
“Dan nomor-nomor gelangnya?”
“Satu sampai sembilan,” jawab Yuri ringkas.
“Dan batas waktu kita? Berapa banyak yang kita punya?”
“Zero bilang sembilan jam.” (Yuri)
“Dan untuk keluar dari kapal ini?”
“Kita harus menemukan pintu nomor 9 yang katanya tersembunyi untuk keluar dari kapal ini,” jawab Taeyeon.
“Dengan membuat tim dengan akar digital sembilan,” tambah Yuri.
Yoona mengangguk lagi.
“Nah itu, nomor sembilan ada dimana-mana dalam game ini. Tidak heran disebut nonary game.”
“…………….”
“…………….”
Dari kejauhan Taeyeon seperti bisa mendengar suara kapal berderit. Bunyinya terdengar horror, seolah zero sedang menertawakan mereka.

Kemudian mereka melanjutkan pencarian mereka.
“Yah, lihat lukisan itu!” Yoona menunjuk ke sebuah lukisan di dinding.
Di sudut kiri bawah terdapat sebuah gambar hitam putih abstrak seperti keramik yang Taeyeon temukan. Dan di sebelahnya ada tiga tempat kosong.
“Mungkin kalau kita taruh di tempat yang kosong…”
Taeyeon mencoba menyatukan puzzle itu. Dan mengurutkannya di tempat yang menurutnya benar.
“Nah”
Tiba-tiba lukisan itu bergeser dan meninggalkan sebuah ruang kosong tersembunyi di belakangnya.
“Hei! Ada tempat persembunyian rahasia di baliknya!”
“Ya! dan ada sebuah kunci juga!”
Yuri langsung mengambilnya.
“Hei ini… kunci simbol mars!”
“Hebat! Kita menemukannya unnie!” Yoona mengguncang bahu Yuri dengan bersemangat. “Dengan begini kita bisa melewati pintu ganda!”
“Ne!” Yuri bersorak dengan Yoona.
“Baiklah, ayo. Aku akan panggil Sunny dan Tiffany.”

…………

Mereka keluar dari ruangan, sekarang berada di depan pintu ganda.
Taeyeon mencoba kunci yang baru saja ditemukannya.
“Bisa!”
“Bagus unnie, sekarang kita bisa melanjutkan. Nah apa lagi yang kita tunggu, ayo!”
Sunny, Tiffany, Yoona dan Yuri mengawasi punggungnya saat Taeyeon memegang dua handle pintu ganda.
Jantung Taeyeon sedikit berdebar. Dia menarik nafas dan membuka pintunya. Derit pintunya terdengar keras di tengah lorong yang sepi.

*~To Be Continued~*

A/N : Please comment^^

Advertisements

Comments on: "Soshi Bond ~The Nonary Game~ (Chapter 3)" (67)

  1. Aaargghh tbc… ><
    eh, ini ff tr'inspirasi dri game kan? Gk kbayang dh gmana tegang'a maenin nie game.. Aq yg bca ff'a ampe nahan nafas terus saking tegang'a..

    Buruan lnjutkan eon..
    Fighting.!! 😉

  2. tbc……
    bener2 mengganggu disaat lagi deg2an ama kelanjutan ceritanya..
    hufth…
    ahh. tapi keren unnie.!! 😀
    menegangkan!..
    walopun keliata rumit, tapi bisa dimengerti lewat bahsa yang dimengerti. hehehe
    fighitng!

  3. wih cepetnya update thor. ente bener author kelas wahid thor, baca part ini aku jd ikut tegang. ckckck….

    aku jd penasaran ma tim yg satu lg thor, apa mreka nemuin bnyak hal jg?

    okelah, aku tunggu aja di next chapternya. Semangat….!!!!

  4. arin_arindah said:

    wah makin lama makin menegangkan
    baca chap1-2 jadi inget film horror yg diadaptasi dari kisah nyata yg perna Q tonton
    eeeh trnyata jalan crita e beda
    good job thor bkin pnasaran lanjutannya

  5. taengppany said:

    TBCnya sangat pas sekali muncul disana beneran bikin penasaran sama kelanjuta ceritanya

    ppany enak ya ada tae yang bisa nenangin dia pas dia lagi panik ^^

  6. YoonSicTaeNy said:

    waaahh … keren thor …
    tambah seru, tembah menegangkan …
    oiya thor.. apa yah yang terjadi di teamnya sooyoung?? … *takTauLah

    lanjut thor … jangan lama-lama updatenya … semangat ! fighting

  7. eugh bru kali ini baca ff mpe jantungan dan kringat dingin kek gini.
    aigooo..

    buruan lanjut thor.
    hwangtaeng!!

  8. Idangrasyida said:

    Wah neomu DAEBAK !! 😀
    kmu seorang gamer ya thor kok tau nih permainan ??
    wah YoonYul pinter banget ngejelasin nya .. Hhii *eh , author maksudnya* :p
    makin tegang neh ff+game mereka ber9 , gimana nasib Sooyoung dkk ??
    Apa mereka berhasil nemuin tuh keramik yak’ ??

  9. Locksmith said:

    aigo…
    tegang, deg2an, takut, serem, campur jadi satu thor! cerita’a mantaap. seru bnget. kerasa pmbantaian gtu. Aduh, jantung ku rasa’a pngen copot tau ga, (ga nnya). lanjut thor! fighting!

  10. Tim tae keana mulus ,gmane ame tim soo?

  11. phe pie said:

    Wah bnar2 tronspirasi dari game ya thor, jlan critanya sangat kntal dngan game. Masuk ke ruangan, ada yang bisa dibuka n gak, kumpulin itrm, ada yang bisa dipakai buat mrmbuka sesuatu (pintu, prti, dsb), nylsain mini game, dapat item lagi, digabungin ama itrm sblumnya, dipakai buat buka yang sblumnya gak bisa kbuka, n brulang2 kyak gitu trus. ^^
    HaHA gimana nasib tim lainnya ya? Bisa slancar tim yang ini gak ya? Scara kan ada emotional Soo, choding Hyo, lazy Sica, n mysterious (?) Seo. Prpaduan yang sangat unik ya. Ukh aku masih kpikiran ama pran Seo di game ini apa. Apalagi dia yang pgang no. 9 (Kan di game ini kuncinya smua yang srba 9).

  12. Kimtaeyeoung said:

    Waaah makin deg2an nih alur game’y..
    Untung fany selalu ada yg nenangin yaitu taeng kekeke..
    Yoonyul cerdas..tapi disini yg bener2 kunci penjawab/penyelamat itu taeng deh..
    Bener2 jiwa seorang leader..
    Gimana nih nasib yg ber4???
    Wah makin penasaran..

  13. Kwon Eya said:

    fiuh,,, jantungqu…jantungqu… Zmpe tegang bgt q bcanya. Dugeun…dugeun…

  14. Aaarggg!! Tegangnya,sambil baca juga berpikir..seru game ini seru..bagaimana dengan tim nya jessica..aku makin penasaran ama game ini…

  15. windyhairista said:

    FFnya makin keren…aku udh mulai ngerti sma gamenya…hehehehe \(゜ロ\)(/ロ゜)/
    berarti mereka harus ber9 lagi biar angkanya cukup trus bisa ngelewatin pintu no 9 (⊙o⊙)?#brutebakan…hihihi#

    Lanjut…Fighting… ╭(′▽‵)╭(′▽‵)╭(′▽‵)╯ GO!

  16. Tegang euy 😀
    Suka banget ama nih ff. Tapi knpa tim jessica gak dicritakan thor?? Apa nunggu chap depan??
    Lanjut aja thor. Hwaitaeng

  17. makin kesini makin menegangkan aja nie ff….good job thor,ceritanya keren ^^

  18. mrz_love_taeny said:

    Keren thor
    ehm kyk nya ntar team yg satunya jg ngalamin hal yg sama,tp kyk nya bakal banyak konflik nya gara2 member team 5 itu kyk nya saling bertolak blakang gitu
    cepet lanjut ya thor
    kekeke

  19. sica jung said:

    tegang bget ak bacanya
    tpi gila keren bget
    lanjut thor

  20. huah keren game nya,kagak kebayang seandainya ada disitu
    udah panik sama pasrah duluan kali hehehhee
    bagus thor
    inspirasimu keren abis
    lanjut, semangat ya ^^

  21. Taeny shipper said:

    Aku ngga ngerti casino atau semacamnya tapi lumayan ngerti lah ceritanya……….

  22. haduhh jd ikutan tegang itu ayok thor lanjut!

  23. Jessica dan kawan kawan gimana kabarnya? =_=v paling suka pas mereka ngobrolin kapal titanic XD kkk

  24. desicholishyana said:

    Uwaaaaaah tegang !!
    Ini permainannya beneran ada kan? Di DS ya? Penasaran mau main gamenya
    Pasti setegang ff ini..
    Kereen,,
    Lanjut ya.. Two thumbs up buat authornya

    • beneran ada, ada versi inggrisnya malah, main aja, seru kok 😀
      tp hati2 karena gamenya ada beberapa adegan bloody

  25. krystalized said:

    TBC-nya nganggu
    asli bacanya tegang bgt
    ehem ehem, taeng punya perasaan lain sama ppani, ppani gimana ?

  26. Miss New New said:

    ayayaa~
    Masa ff sebagus ini gak di komen hehehe

    Sekarang jantungku yg ngos2an n,n

    Semangaaat Thor

  27. Yoondeer said:

    deg degan bacanya >//<

  28. benar2 membuat jantung berdetak lebih cepat keren thor..lanjut^-^

  29. clover said:

    makin seru nih ceritanya ><
    ampe ikutan tegang jg pas mereka nyari alat DEAD itu…

    update soon thor…

  30. aku sbnernya ngerti jlan ceritanya..cmn agak kurang bisa membyangkan gambaran ruangan2 nya dgn tepat aja…
    pdahal udah di ekspos dgn bhasa yg bner..cmn otakku aja yg kurng mampu bkerja dgn baik..hehe..

  31. koppendtinmyheart said:

    Kyaaaa… Seru
    lanjut thor..

  32. christine said:

    Bener deh seruu bgt bacanya ><
    kyknya taeng unnie plg bijak di sini.. aku suka !
    gk sbar baca selanjutnya.
    daebak thor ! ^^

  33. Aku smkin tegang…
    Mau lnjut bca dLu thor 😉

  34. Aishhhh semakin seru ceritanya!!! >< Bener2 feel nya dapet banget pas baca cerita ini!!!! Semoga soshi bisa selamat

  35. aigo2, akhirnya mulai mengerti jga. ya ampun thor berasa aku aj yg ad di dlm kapal itu. dpt ngos2annya pas tim taeyeon nyari DEAD itu

  36. shriesifanytastics said:

    baca ff nie bikin jantungan..
    krasa bgd tegangnya..

  37. taenyshidae said:

    Gile.. Gue yg baca kenapa gue ikutan takut ya?? Aigoo.. =.=

  38. nah benerkan sica hampir game over, udah dibalang eh dibilang kalau sica itu lemot dae, huffttt tapi yang semangat deh buat mereka, yaahhh gue jadi mau main game ahh

  39. Rena Fanytastic said:

    Next

  40. Shin Young said:

    W baru tau ada game kayak gitu XD
    Maklum w gx terlalu tertarik sama dunia game,makanya gx tau XD

  41. hennyhilda said:

    Jd ikt hanyut k dlm ff ni sprt brada d dlmnya n g kebayang paniknya bila memikirkan taruhannya adl nyawa hhhh
    semangat author
    ganbatte

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: