~Thank you for your comments~

Taeyeon tertegun, tidak bisa memalingkan pandangannya dari gadis itu.
Taeyeon merasa seperti pernah melihat gadis itu sebelumnya. Dia tidak ingat kapan, tapi dia merasa memang pernah bertemu dengannya.
Gadis itu juga sama tercengangnya dengan Taeyeon.
“……………..”
“……………..”
Tanpa berkata apa-apa, Taeyeon naik tangga mendekatinya.
Gadis itu tidak bergerak. Seolah ada sihir yang memaksanya untuk diam di tempat.
Beberapa detik kemudian, kapal berguncang.
“Aah!”
Gadis itu tidak sempat berpegangan dan terjatuh. Taeyeon segera menangkap tubuhnya.
Bruk!
Mereka berdua terjatuh, gadis itu mendarat di atas tubuhnya.
Taeyeon merasa punggungnya sakit. Ini yang kedua kalinya dia jatuh.
Tapi rasa sakitnya segera terlupakan ketika dia merasakan wajah gadis itu hanya beberapa inchi dari wajahnya.
Terdengar suara air berasal dari bagian bawah kapal, tapi mereka seperti tidak mempedulikannya.
Mereka terus saling bertatapan.
Akhirnya gadis itu membuka mulutnya.
“Tae…tae? Omo! Ini kamu Taetae?!”
Taetae… Taetae…
Mata itu…
Tatapan yang lembut itu.
Tiba-tiba Taeyeon teringat. Hanya ada seseorang yang memanggilnya seperti itu.
“Pa-pany?!”
Kenapa dia baru sadar? Gadis ini adalah Stephanie Hwang. Mereka adalah teman masa kecil. Sewaktu kecil mereka selalu bersama selama enam tahun sampai akhirnya mereka tidak saling bertemu lagi waktu berusia 14 tahun.
Dan sekarang… kenapa dia ada di atas kapal ini?
Taeyeon bisa merasakan nafasnya yang hangat. Jantungnya berdebar dengan irama yang menyenangkan. Perasaan-perasaan yang telah lama terpendam kini kembali menyeruak. Wajahnya menjadi panas.
Saat itu… sebuah suara yang dingin bergema di ruangan.
“Selamat datang. Dari lubuk hatiku yang terdalam aku menyambut kalian semua ke atas kapal ini.”
Taeyeon dan Tiffany tersentak dan Tiffany buru-buru menyingkir dari atas Taeyeon.
Ketujuh teman yang lain juga mendengar suara itu. Wajah mereka berubah pucat. Mereka melihat sekeliling dengan cemas. Berusaha mencari sumber suara tersebut. Akhirnya mereka menemukannya. Sebuah speaker di sudut atas ruangan.
“Aku adalah zero, kapten kapal ini. Aku juga adalah orang yang mengundang kalian semua ke atas kapal ini.”
Suara ini… sama dengan suara pria bertopeng gas! Batin Taeyeon.
“Yah! Jangan main-main! Keluar kau! Tunjukkan wajahmu!” bentak gadis dengan tatapan icy glare itu.
“Apa yang akan kamu lakukan pada kita?!” tambah gadis yang lebih pendek dari Taeyeon.
“Aku ingin kalian berpartisipasi dalam sebuah game. Beberapa dari kalian mungkin ada yang familiar dengan game ini. Nonary game, game dimana kalian harus mempertaruhkan nyawa kalian.”
“Nonary game?” kata gadis berwajah kalem itu. Sedari tadi hanya dia yang sama sekali belum terdengar mengumpat.
“Apa itu?”
“Peraturan nonary game dapat ditemukan dalam kertas yang berada di antara kalian. Bacalah.”
“Yah! Ada kertas di sakuku!” seru gadis berkulit agak gelap itu.
Mereka semua mengikuti mengambil sebuah kertas yang diselipkan ke dalam saku mereka.
Taeyeon mencoba memasukkan tangannya ke saku jeansnya. Dia menemukan sebuah kertas yang dilipat dan sedikit basah karena kena air sebelumnya.
“Kelihatannya masing-masing dari kita semua diberi, coba kamu bacakan,” gadis itu berkata pada Taeyeon.
Taeyeon mematuhinya dan mulai membaca.
“Dalam kapal ini, kamu akan menemukan beberapa pintu bernomor. Pintu yang berada di depanmu contohnya,” Taeyeon menarik nafas dan melanjutkan.
“Di sebelahnya ada sebuah alat kecil bernama Recognition Device (RED). Di setiap pintu bernomor kau akan menemukan RED. Kemudian Deactivation Device (DEAD), setelah kamu melewati pintu bernomor, kamu harus menggunakan DEAD untuk menghentikan alat peledak di gelangmu.”

Taeyeon sendiri terkejut tapi meneruskan membaca.

“Mungkin kalian bertanya-tanya apa yang alat peledak ini ledakkan.
Mungkin berita ini akan mengejutkan.

Mata Taeyeon makin besar ketika membaca kalimat-kalimat selanjutnya.

Bahwa sebenarnya aku telah menanamkan bom kecil di dalam tubuhmu dan orang-orang yang akan kamu temui nantinya. Kamu sudah menelannya waktu tidak sadar.
Dan ketika kamu membaca ini, bomnya akan sudah melewati perutmu dan sekarang berada di usus kecilmu. Dengan kata lain, kamu tidak akan bisa memuntahkannya. Kusarankan agar kamu tidak memaksa melakukannya.
Anggaplah gelang di tanganmu sebagai timer untuk bom di dalam tubuhmu.
Hanya ada satu kondisi dimana bom itu akan meledak. Ketika kamu masuk ke dalam pintu bernomor, timernya akan secara otomatis menyala.
Kamu akan diberi waktu 81 detik setelah pintu tertutup.
Jika selama itu alat peledak tidak dinonaktifkan, maka akan mengirim sinyal ke dalam bom di tubuhmu agar meledak.
Untuk menonaktifkan alat peledak, setiap orang yang memverifikasi nomornya di RED harus memverifikasikan nomornya juga di DEAD.
Setelah semua nomornya diverifikasi kamu harus menarik tuas pada alat tersebut dan hitung mundurnya akan berhenti.
Dan, jika kamu melewati pintu bernomor tanpa memverifikasikan nomormu. Dalam hitungan 81 detik kamu akan langsung mati.
Kamu juga harus ingat bahwa pintu bernomor akan langsung tertutup secara otomatis setelah terbuka 9 detik.
Selama pintu terbuka DEAD tidak akan berfungsi. Ingat ini baik-baik.
Dan terakhir, mari kita diskusikan tentang cara melepaskan gelangnya.
Hanya ada dua cara untuk melakukan itu.
Pertama : kamu meninggalkan kapal ini hidup-hidup.
Kedua : kalau detak jantungmu mencapai angka 0.
Dengan kata lain jika gelang ini dibawa keluar dari kapal atau mendeteksi detak jantung si pemilik telah mencapai nol maka gelangnya akan mati secara otomatis.
Tidak ada cara lain untuk melepaskannya. Kalau kamu berusaha melepaskannya dengan paksa, maka bom dalam tubuhmu akan otomatis meledak.
Kunci untuk membuka pintu ini ada pada gelang yang kalian kenakan. Jumlahkan nomor pada gelang kalian hingga menghasilkan akar digital yang sesuai dengan nomor yang tertera di pintu. Kemudian pintu akan terbuka. Tapi hanya orang yang membuka pintu yang boleh masuk. Ada satu syarat lagi, hanya tiga sampai lima orang yang bisa melewati satu pintu bernomor.”
Taeyeon menduga pasti maksudnya gelang berbentuk seperti jam tangan yang tidak bisa dilepas di tangan kirinya ini. Dia memandang sekilas, kelihatannya yang lain juga menyimpulkan hal yang sama.
Tujuan game ini sederhana. Tinggalkan kapal ini hidup-hidup. Memang tersembunyi tapi pintu keluar dapat ditemukan. Carilah jalan keluar. Cari pintu bernomor 9.”

Setelah Taeyeon selesai membaca, dua orang, jangshin dan black pearl memasukkan jarinya ke dalam mulut, berusaha untuk muntah.
Yang lain hanya berdiri di tempat dengan kaku. Beberapa menyentuh perut mereka dan beberapa lagi hanya menatap gelang di pergelangan tangannya.
Taeyeon sendiri meraba perutnya.
Ada bom di dalam tubuhnya. Pemikiran semacam itu membuatnya resah.
Mendadak perutnya terasa kosong. Dan kakinya jadi lemah.
Kemudian speaker itu berbunyi lagi.
“Ada satu lagi yang harus kuperingatkan. Kapal ini mulai tenggelam. Pada tanggal 14 bulan April tahun 1912 kapal Titanic yang terkenal menabrak bongkahan es. Setelah mengapung selama 2 jam 40 menit, kapal Titanic tenggelam di lautan Atlantik utara. Aku akan memberi kalian waktu lebih.”
“9 jam. Itu batas waktu yang diberikan.”

Dan tepat pada saat itu terdengar suara jam berdentang. Jam yang menempel di dinding tangga.
7, 8, 9…
Jam itu berdentang sembilan kali. Suara kesepuluh tidak pernah datang.
Itu berarti sekarang jam 9. Kemungkinan besar jam 9 malam karena waktu mengintip melalui jendela tadi Taeyeon hanya bisa melihat kegelapan.
Jika memang begitu berarti mereka harus segera kabur sebelum jam 6 pada hari berikutnya.
“Sekarang, mari kita mulai gamenya. Semoga kalian semua beruntung.”
Kemudian speaker itu mati dan tidak berbicara lagi.
Gadis berkulit gelap itu yang Taeyeon menjulukinya black pearl mengumpat-umpat pada speaker itu, sementara yang lain hanya terdiam. Semuanya berpikir dalam.
Begitu banyak yang dipikirkan Taeyeon.
Siapa zero?
Apa itu game nonary?
Kenapa dia dipilih untuk berpartisipasi dalam game ini?
Kenapa mereka bersembilan dipilih untuk bermain game ini?
Apakah zero hanya seorang kriminal yang suka mempermainkan korban-korbannya? Ataukah ada tujuan lain?
Tapi satu pertanyaan yang paling penting adalah.
Tiffany.
Sudah lama mereka tidak saling bertemu. Kenapa tiba-tiba dia muncul di depannya sekarang? Apakah sebuah kebetulan?
Tidak, rasanya tidak mungkin.
Taeyeon tidak tahu kenapa tapi pasti ada alasannya.
Seseorang berkata, gadis yang Taeyeon enggan menjulukinya sebagai danshin.
“Ini semua bohong kan? Zero cuma mau menakut-nakuti kita kan?”
“Eh?” Taeyeon sama sekali tidak berpikir seperti itu.
“Ne! Mungkin benar begitu! Zero cuma mau menggertak kita saja!” Jessica menyetujui.
Tiba-tiba
DUARRRRRR!!!
“Kyaaaaaaa!!!”
Danshin memegangi kepalanya dan langsung berjongkok.
Yang lain tersentak kaget dan merunduk.
Kapal berguncang selama beberapa saat.
Taeyeon merangkul bahu Tiffany selama gadis itu berlindung diri.
Ketika akhirnya tenang, Taeyeon kembali berdiri.
“……………..”
Tampaknya suara tadi berasal dari suatu bagian di kapal ini, tidak jauh dari mereka berdiri.
“Masa sih… bomnya sungguhan?!” ucap jangshin dengan nada seolah tidak mau percaya.
Danshin masih gemetar ketakutan di lantai, kedua tangannya menutup kedua telinganya dengan sangat erat.
Taeyeon mendekat dan menyentuh bahunya. Taeyeon menduga gadis ini pasti sangat takut dengan suara keras.
Jangshin yang melihatnya ikut mendekati danshin dan berjongkok di sebelahnya. Tangannya mengelus-elus bahunya seolah mau menenangkannya.
Gadis tomboy dan gadis kalem itu saling berpelukan.
Tiffany berpegangan tangan dengan gadis yang paling gesit itu.
Sementara black pearl dan ice princess berdiri berdempetan. Ice princess memegang baju black pearl. Tatapannya berkerut.
“……………..”
“……………..”
“Baiklah,” kata gadis cantik yang feminin sekaligus tomboy itu. “Kalau kita diam saja juga tidak akan menyelesaikan masalah. Lebih baik kita bergerak, ya kan unnie?”
“Apa kamu berencana untuk membuka pintu bernomor?” tanya Tiffany takut takut.
“Yah tunggu! Jangan bilang kamu mau melakukan apa maunya zero?!” kata ice princess itu. Taeyeon memutuskan memanggilnya dengan nama ice princess karena ekspresi wajah gadis itu dingin. Tentu saja hanya dalam hati.
“Bukan, bukan itu maksudku unnie,” dia menggelengkan kepalanya, sedikit jengkel karena dibentak. “Aku bilang ayo cari jalan keluar. Kita masih belum memeriksa tempat ini.”
“Woori… mwo…?”
…………..
…………..

Lima belas menit kemudian, tepatnya jam 9.25 pemeriksaan mereka berakhir. Mereka bersembilan kembali berkumpul di tempat yang sama.
Sama sekali tidak ada hasil. Mereka telah terkurung.
Tapi kerja keras mereka tidak sepenuhnya sia-sia. Mereka jadi tahu beberapa hal setelah menjelajahi seluruh area yang bisa dijelajah.
Sepertinya mereka terkurung di antara deck A sampai deck C.
Mereka hanya bisa sampai deck C karena deck D telah tenggelam. Anehnya airnya tidak naik lebih tinggi lagi. Sepertinya aliran airnya berhenti.
Gadis tomboy itu berjongkok di tepi dan mencelupkan tangannya ke air.
“Unnie… mungkinkah zero memakai semacam remote control untuk mengendalikan aliran airnya?”
“Mengendalikan?”
“Ne, seperti menutup pintu yang menahan aliran air di lantai bawah sana. Dia bilang batas waktunya 9 jam, sepertinya airnya gak akan bertambah selama itu.”
“Kalau gitu maksudmu kita gak akan tenggelam sampai batas waktunya tiba?” tanya gadis ceking itu.
“Yah… mungkin pikiran seperti itu terlalu optimis. Sebaiknya kita jangan terlalu berharap,” kata Taeyeon.
“Ne”

Ada tiga pintu besi tanpa nomor di deck C. Semuanya terkunci.
Gadis tomboy dan gadis berkulit gelap itu telah mencoba mendobraknya beberapa kali tapi tetap gagal.
Ada dua buah elevator yang disebelahnya ada sebuah tombol berbentuk segitiga yang mengarah ke bawah.
Taeyeon mencoba menekannya tapi tidak terjadi apa-apa. Mungkin elevatornya tidak berfungsi. Di sebelahnya juga ada card reader. Mungkin untuk menjalankannya diperlukan card reader?
Taeyeon mendongak ke langit-langit.
Di tengah-tengah ruangan terdapat sebuah lingkaran besar. Mungkin itu tadinya kaca untuk melihat ke langit-langit diluar, namun sekarang sudah tertutup oleh lempengan logam. Kelihatannya walau di bom sekalipun belum tentu dapat terbuka.
Ada beberapa jendela di samping juga tapi seperti kubah kaca di atas, semuanya telah tertutup lempengan logam.
Dengan kata lain.
“Kita terperangkap disini, tidak ada jalan keluar.”
Taeyeon sama sekali tidak senang.
Kemudian pandangan semuanya beralih ke pintu bernomor. Satu-satunya pilihan yang tersisa.
Suasana di ruangan menjadi tegang.
“Lebih baik kita jangan melakukannya,” Danshin berdiri di depan pintu seolah mau menghalang mereka. “Gila! Kalau kita melakukan itu berarti kita sama saja mengikuti maunya zero!”
Tiba-tiba semuanya mulai berbicara sekaligus.
“Aku setuju!”
“Aku lebih baik disini saja!”
“Tapi kita tak bisa diam saja disini!”
“Kita tunggu saja sampai ada yang datang menyelamatkan kita!”
“Kita gak punya waktu menunggu sampai mereka datang, dalam delapan jam lebih kapal ini akan tenggelam!”
Pertengkaran mereka menjadi semakin intens. Mereka saling berteriak sampai-sampai tidak tahu lagi siapa yang berkata apa. Hanya Taeyeon dan gadis kalem itu yang sedari tadi tetap diam. Gadis itu ingin mencoba mendiamkan mereka tapi terlalu sungkan untuk melakukannya.
Akhirnya Taeyeon tidak tahan lagi.
“Yah! Diam semuanya!”
Mereka jadi diam dan semua mata tertuju pada Taeyeon. Tatapan mereka seperti menghujam dirinya tapi Taeyeon tidak gentar.
“Sebelum kita memutuskan apa yang akan kita lakukan, ada hal lain yang harus kita lakukan lebih dulu.”
“Apa itu?” tanya gadis yang paling gesit itu.
“Kita perlu bertukar informasi. Kita masih belum saling mengenal disini,” Taeyeon menatap mereka bergantian. “Aku mau tahu siapa kalian, darimana asal kalian, dan kenapa kalian bisa sampai disini. Kalian mau tahu juga kan?”
Semuanya terdiam.
Beberapa ada yang memalingkan wajah, ada yang menggigit bibirnya, ada yang menyilangkan tangannya, dan ada juga yang melihat ke langit-langit.
“Aku setuju, Taetae benar, karena akan susah untuk saling berkomunikasi jika kita tidak tahu nama masing-masing.”
“Taetae?” tanya jangshin.
“Oh, maksudku dia,” Tiffany menunjuk ke arah Taeyeon. “Namanya Taeyeon tapi aku biasa memanggilnya Taetae. Kami teman masa kecil, kami sekelas waktu SD sampai SMP.”
Beberapa menit mereka habiskan untuk perkenalan. Setelah itu baru mereka tahu nama masing-masing.

Kemudian terdengar bunyi jam berdentang.
Sepuluh kali. Gemanya terdengar membahana kemudian menghilang seolah ditelan kegelapan malam.
“Sudah jam sepuluh,” Yoona menyuarakan apa yang mereka semua pikirkan.
“Berarti sudah satu jam sejak pengumuman zero,” tambah Sooyoung.
“Sudah cukup! Berapa lama lagi kita akan terus diam disini?! Kita hanya punya delapan jam lagi sampai batas yang dikatakan zero! Ayo kita jalan!” papar Yuri.
Semua mendadak seperti tuli, tidak ada setuju dengan usul Yuri.
Mereka balas memandang Yuri, tatapan mereka terlihat lelah dan kosong.
“Tidak, aku menolak, aku tidak mau meledak,” kata Jessica sambil menyilangkan tangan di dada.
“Tapi aku mau keluar dari sini!”
Tapi mereka semua terlalu takut. Sia-sia saja Yuri berusaha membujuk.
Hingga akhirnya jam menunjukkan pukul 10.30. Waktu sudah berlalu satu setengah jam dari waktu sembilan jam. Mereka sama sekali belum berbuat apa-apa.
Akhirnya mereka mulai tidak sabar juga.
“Kita hanya punya waktu tujuh setengah jam lagi,” kata Yuri lagi, dia sudah kedengaran lebih ngebet. “Kalian benar-benar hanya mau diam saja?”
Tidak ada yang keberatan kali ini.
“Apa boleh buat,” kata Hyoyeon.
“Walau sebenarnya aku masih tidak suka melakukan maunya zero,” gerutu Jessica.
“Ne,” Sunny setuju.
“Tapi percuma juga kalau kita hanya diam saja,” kata Yoona.
“Tenang, selama kita melakukan sesuai peraturan kita pasti akan baik-baik saja,” ujar Sooyoung bermaksud menghibur.
“Tapi…” sela Tiffany.
“Tapi apa?” tanya Taeyeon.
“Siapa yang akan ke pintu mana?” Tiffany melihat ke arah dua pintu bernomor.
“Oh ya itu benar, kita tidak bisa masuk pintu lebih dari lima orang.”
“Dan kurang dari tiga orang juga,” Seohyun menambahkan.
“Kita harus berpencar,” kata Yoona.
“Baiklah. Kita harus menentukan akar digitalnya, tapi sebelum itu kita harus tahu nomor gelang masing-masing.”
Taeyeon menunjukkan angka di gelangnya, “Gelangku nomor satu, siapa nomor dua?”
Jessica tak berkata apa-apa, dia hanya mengangkat tangannya untuk menunjukkan gelang di pergelangan kirinya.
“Oke, jadi Jessica. Ketiga?”
“A-aku nomor tiga,” kata Sunny.
Mereka semua menunjukkan angka yang tertera di gelang masing-masing seperti apa yang Taeyeon lakukan.
“Empat,” kata Tiffany.
“Lima” (Hyoyeon)
“Enam” (Yuri)
“Tujuh” (Sooyoung)
“Akh! Sooyoung unnie!”
“Wa-wae?” tanya Sooyoung kaget dengan spontanitas Yoona.
“Padahal aku lebih suka nomor 7,” Yoona memajukan bibirnya.
Seohyun tersenyum, “Hanya beda satu angka, unnie”
“Kukira apa… Yoona ah, bikin kaget saja kamu.”
“Tujuh itu nomor favoritku, hehe, coba kalau kita bisa tukaran nomor, karena aku nomor delapan,” canda Yoona sambil mengangkat tangannya.
“Sembilan,” kata Seohyun yang terakhir.
“Hehe,” Tiffany tersenyum sambil memandang Taeyeon. Menampakkan eye smilenya yang indah.
“A-apa Fany?”
“Aku juga suka nomormu Taetae^^”
“A-ah, begitukah?”
“Aku sih maunya nomor 32, tapi sepertinya gak mungkin karena cuma satu digit,” Hyoyeon tersenyum sendiri atas kalimatnya.
“Oke, jadi kalian mau pilih pintu nomor berapa?” kata Taeyeon pada semuanya.
“Aku mau lewat pintu nomor 4,” kata Sunny. Sebelah tangannya masih meremas tangan yang satunya. Sepertinya dia masih sedikit takut dengan kejadian ledakan barusan.
“Aku juga empat,” sahut Yuri.
“Aku mau sesuai dengan nomor gelangku, jadi aku pilih nomor 5,” kata Hyoyeon.
Setelah itu mereka berbicara bersamaan. Taeyeon tidak bisa mencerna semuanya sekaligus, tapi dia sempat mendengar Tiffany mau nomor empat, karena itu ia memutuskan untuk memilih pintu nomor 4.
“Begini saja, kita angkat tangan siapa yang mau milih pintu mana,” usul Taeyeon.
Semuanya mengangguk setuju.
“Yang milih pintu nomor 4”
Sunny, Yuri, Tiffany, Taeyeon ikut menyusul. Kemudian tidak ada yang mengangkat tangan lagi.
“Berarti kalian semua milih pintu nomor 5?”
“Ne!” mereka mengangguk.
“Gak bisa, kalau kalian berlima, kalian gak akan bisa lewat pintu nomor lima, akar digital kalian tidak pas, begitu juga dengan kami.”
2 + 5 + 7 + 8 + 9 = 31 = 3 + 1 = 4
1 + 3 + 4 + 6 = 14 = 1 + 4 = 5
Sekarang hasilnya malah jadi terbalik.
“Gimana kalau kita tukaran?” usul Tiffany.
“Gak usah, biar aku yang ikut kalian unnie,” Yoona menjauh dari kelompoknya dan berjalan ke grup Taeyeon. “Dengan begini jadi pas kan?”
Taeyeon melakukan perhitungan kilat.
1 + 3 + 4 + 6 + 8 = 22 = 2 + 2 = 4
2 + 5 + 7 + 9 = 23 = 2 + 3 = 5
Tepat.
Taeyeon mengulang pembagian timnya sekali lagi.
Jadi, lima orang yang akan masuk ke pintu nomor 4 adalah
Taeyeon, Sunny, Tiffany, Yuri, dan Yoona.
Empat orang yang akan masuk ke pintu nomor 5 adalah
Jessica, Hyoyeon, Sooyoung, dan Seohyun.

*~To Be Continued~*

A/N : Makasih buat comment-commentnya, maaf kalau gak dibalas, kadang bingung jg mau ngomong apa (nanti malah jd spoiler) +_+

Advertisements

Comments on: "Soshi Bond ~The Nonary Game~ (Chapter 2)" (73)

  1. sunnyjiyeon said:

    wah..
    gamenya meras otak jg,
    brhasil gk yh mrka smua slmt,
    smua msh mistery..
    lanjut dahh..

  2. Yoondeer said:

    waw jadi kayak pilem SAW u,u jangan ada yang meledak thor ngga tega bacanya wkwkkww

  3. ane nyerah deh.
    malah makin pusing,makin bingung dan makin g tau mw koment apa.

    wes g perlu byk cincong mending ckup nunggu dlm tenang.

    yuk buruan update.
    hwangtaeng.

  4. pasti authornya habis ujian ya, itung2annya masi fresh

  5. Author bner” daebaklah.. Aq aja yg bca msih agk bngung, apalagi eonie yg ngebuat’a..
    Taeny msuk d pntu yg sma,, tpi syg yulsic’a pisah.. =.=
    qra” mreka smua akn slmat kan??
    Smoga saja ☺

    lnjut eon,, fighting 😉

    • kalau masalah pintu dan cara kerjanya sih author gak bingung
      yg author itu bingung itu adalah gmn caranya biar ceritanya gak sama persis dgn di game wkwkwk XD

  6. clover said:

    haha…benerkan cewe itu tiffany 😀

    jahat bgt tuh si zero, pake ada bom2an segala…
    mulai ngerti nih ama aturan gamenya, jd penasaran ntar pas mereka mencar di dua pintu hehehe

  7. Tuh kan bener, yg dilihat taeng itu ppany 😀
    Disini cuma taeny yg ngumpul, tapi yulsic, soosun, yoonhyun harus pisah.
    Lanjut thor, aku suka epep mu, meski aku gak baca epep mu yg yoonyul itu 😀

  8. taengppany said:

    woooww ada bom di perut mereka?jangan sampai ada yang meledak deh nantinya berasa lagi nonton SAW versi cerita

    kalau ni cerita di filmin pasti seru deh 🙂 baca aja seru banget kebayang ketegangan mereka di dalem kapal

  9. Ah..ada matematikanya meski tidak suka,tapi demi mengeriti dan memahami game ini aku akan lakukan hehehe seru juga jika di coba..berdebar2 dan menegangkan..bagus juga untuk mengasah otak kita…
    SEMANGAT!! aku tunggu part selanjutnya.

  10. andhilyoonyulsic said:

    keren … baca ffnya kaya nonton film action …
    apa yang akan terjadi nantinya ?? semua masih tekateki …
    taenyyoonyulsun satu team dan seosoosichyo juga satu team …
    dari pada otakku dipenuhi dengan tekateki games ini …
    lebih baek lanjut thor .. jangan lama-lama updatenya … 🙂 🙂

    *authormemangdaebak

  11. Kenzha TaeNy said:

    Serti pilem SAW.. Bkal brdara2 nih kyaknya..

  12. game yang sangat menantang dan menakutkan..

  13. AKU NGERTI XD hanya saja aku bingung kenapa mereka disuruh main game? O.o cepat dilanjut! Ceritanya menarik

  14. Kwon Eya said:

    yeah, ne game pa plajaran matematika c?
    Tegang bgt q bcanya. Taruhanya nyawa bo’! Fiuh, ngelap kringet q.
    Lnjt th0r!

    • biasalah, game sering banyak puzzlenya jg 😛
      lagipula matematikanya terlalu gampang, anak SD jg bisa, wkwkwk

  15. nguras imajinasi bca’a aishh
    tp seru!!
    jadi smangat baca’a, kira2 apa yg slanjut’a trjadi?
    apa smw member slamat dlm game itu?
    Ahh! Lanjut thor pnasaran!
    Ganbatte!

  16. phe pie said:

    Hm untuk aturan, cara main, n situasi gamenya aku sudah lumayan ngrti thor. Yang aku masih bingung adalah siapakah zero, apa tujuannya, ada hubungan atau dendam atau maksud apa dngan mrka ber-9, bagaimana nasib TaeNy, n yang paling membuat tanda tanya adalah kata2 zero bahwa ada sbagian dari mrka yang sudah familiar dngan game ini n sikap Seo yang sangat kalem n sprtinya mnymbunyikan atau ingin mengungkapkan sesuatu di chapter ini.
    Apakah Seo sudah prnah ikut n slamat dari game ini sblumnya? Atau Seo yang memegang kunci pnylsaian game ini? Atau jangan2 malah Seo itu mata-mata atau malah zero yang berbaur dngan mrka ber-9?
    Smoga smua prtanyaan di atas bisa sgra trjawab di chaptr2 slanjutnya.^^

  17. semoga mereka bisa selamat amin
    ayo berjuang para soshi
    huft jadi ikut deg degan juga deh bacanya
    hehehehhe
    semangat thor ^^

  18. mrz_love_taeny said:

    Ternyata tebakan saia salah
    kekeke
    gpp dah tetep daebak thor mulai tau jalan ceritanya gmn n cr mainnya game itu gmn seneng bgt baca ff genre misteri kyk gini serasa jd conan
    kekeke*conan addict nya kumat*

  19. Idangrasyida said:

    Fiuuh~
    tegang thor baca nya 😮
    ihiiiyyyy
    TaeNy is Back yaa .. Hhii :p
    akhirnya disebut juga nama-namanya
    aku sempet bingung nyari Hyoyeon tuh yang mana , yang ada kata gesit nya itu ya thor .. Ya gak sih ?? 😀

  20. namaste….. akhirnya update. hehehe senangnyaaaa….

    aku suka chapter ini thor… aku kira bakal jd angst/tragedy….

    semakin memeras otak nih thor, berarti gabisa rated M ini ficnya. hahaha okelah thor, aku tunggu segera keromantisan taeny. hihihihi… semangat…!!!!

  21. Miss New New said:

    aaaaaaahhhh aku pusiiing @,@

    Baru kali ini aku baca ff yg bikin otakku ngos2an
    *ketauan lemot 😛

    Lanjutkaaan

  22. Miss New New said:

    aaaaaaahhhh aku pusiiing
    @,@

    Baru kali ini aku baca ff yg bikin otakku ngos2an
    *ketauan lemot 😛

    Lanjutkaaan

  23. wew,,, makin kesini ceritanya makin seru, ahh sayangnya belum bisa dapet gamenya.
    hehehe.
    tapi unnie kan niatnya bikin nggak sama ma gamenya yah.. tapi ga apalah, buat referensi 😀
    aku ngikut saranmu un.
    baca pelan-pelan, dan untungnya aku ngerti, ni jadi agak mirip film saw yah, cuma kayaknya lebih manusiawi. 😛
    semangat lanjutkan!!
    fighting!

    • hmm, aku blm nonton film SAW jd gak tau
      sebenarnya aturannya gak susah dipahami kok
      mgkin akan lbh jelas kalau mereka sudah masuk pintunya di chapter selanjutnya
      gomawo 😀

  24. ga ngerti
    –“

  25. krystalized said:

    wow, keren
    game-nya pake itung2an gitu, pasti ribet abis
    kekeke taetae pilih no 4, cuma gegara ppani di no 4 juga dasar
    waktu taeny ketemu so sweet deh

  26. sica jung said:

    wih sekarang aku baru ngerti
    keren bget thor
    lanjut thor

  27. Taeny shipper said:

    Widihhhhh permainannya asoy lohhh ayo soshi bond beraksi!!!

  28. Kimtaeyeoung said:

    Q mw ninggalin jejak dulu deh..mw pahamin dlu maksud ni cerita hehehe..

    • Kimtaeyeoung said:

      Aaaaahhhhaaaa q ngerti sekarang…
      Thor q mw nanya emang game nonary tuh apa sih??coz q bru tau..apakah game itu emang rame soalnya klo dari cerita ini mah kyknya seru kyk jumanji deh kekeke
      klo memang ada gamenya q jadi penasaran ngin maenin game ini..kekeke

      waaaah taeng selalu bersama fany+dia ikut juga apa yg dipilih fany…
      Cie ciee ciee..

      • nanti pemahaman knp disebut nonary game ada di chapter selanjutnya
        haha main aja gamenya,
        judulnya 9 Hours 9 Persons 9 Doors
        ini game nitendo ds, ada versi inggrisnya
        kalau gak punya ds main aja pakai emulator buat PC
        ceritanya bagus coy 😀

  29. taeny927 said:

    Wah thor, baca ff ini harus muter2 otak nih sampe aku bisa ngerti. Udah baca, trus mikir, trus baca lagi, baru lanjut cerita.. hayahh.. XD
    Author dpt ide dari mana sih? Ada-ada aja, yg sekeren ini..
    aku belum ngerti loh artinya nonary game, dari mana asal nama itu thor? Apakah hanya sebuah nama? Atau ada artinya?
    terus aku berandai-andai kalo sekali-kali aku bsa ikutan ni game kan jd seru gitu. Ga habis pikir deh kalo ada bom di perut saya.. ntar makan dikit aja meledak #BOOM!
    Hehe lanjut thor~~

    • saran, agar bacanya pelan biar lbh dimengerti
      nanti asal namanya akan terjawab di chapter berikutnya
      idenya dr game 9 Hours 9 Persons 9 Doors, game nitendo ds

  30. shiksin937 said:

    wow ! daebak ! keren ! saya suka saya suka ! update yang cepet ya thor ^^

  31. kungttadadak said:

    aaaash makin kerennnnnnnnnn
    ditunggu next chap lohh

  32. Hmm,,clever games,clever story tntu aje d buad ame author nyang clever juga. . Daebak

  33. windyhairista said:

    huwwwaaa kok rasa2nya reader juga kyk ikut Nonary Game…. (~_~メ) puyeng aku bacanya,,,kyk harus konsentrasi tinggi…hehehehe…
    semoga ngak ada ank2 soshi yg smpe meledak gara2 ngak bisa mecahin tekatekinya…-_-# (ngak tega klo smpe soshi bekurang… >_<¦¦¦)

    Lanjut,,,fighting… ╭(′▽‵)╭(′▽‵)╭(′▽‵)╯ GO!

  34. koppendtinmyheart said:

    Kek ikutan main jg w, bnr2 nguras otak..
    Lanjut author..

  35. desicholishyana said:

    Bener fany..
    Wah ini mah baca sambil mikir hoho
    Yoong bikin kaget aja.. Kirain ada apa..
    Zero? nugu?
    Kayak di saw ya hehe

  36. waw..jadi inget film yg pernah ku tonton..bener2 keren..bener2 menguras otak..^-^

  37. idenya keren….. aku ngerti jalan ceritanya..

    ini dri game ya… apa cerita di game sama kyk disini? blom prnah main soalnya gk punya nitendo ds.

  38. Yeoun12 said:

    waahhh keren kerenn

    suka ni ma ceritanya ,, unik !!
    meskipun agk nguras otak.. hehehehe
    ah tak ap lah yg penting ngerti..

  39. christine said:

    Tes komen

  40. christine said:

    Huuuuaaaaa ada TaeNy moment!!!!
    tp gamenya gila gitu ya? –‘
    ada YulSic juga . hehehe
    smg mrk bsa selamat smua. Wkwkwk di sini taeng yg jadi pinter mtk ya? xD

    • soalnya Taeng bilang kalau gak jd penyanyi mau jd guru mtk
      lagian kalau hitung gitu aja rasanya anak SD jg pd bisa wkwkwk

  41. Makin kerreeennn..
    Makin penasaraann !!!
    Aku mau lnjut bca thor 😉

  42. Seru thorr ceritanya!!!!! ^^ mau lanjut ke next chap dehh 😀 hmmmm semoga soshi bisa selamat,klo begini jd inget film SAW sm the hunger games x_x

  43. taenyshidae said:

    Wow.. Makin menegangkan

  44. gue sempet baca bagian sica (kok sica lagi?) kenapa sica gak ngomong? Apakah lidahna bengkak *petakkk* gomenne cuma sekilas, senpai maifate ada yang bikin gue lucu waktu baca reviewer; gue setop dulu baca a nanti kalo udah tamat baru deh tancap gas (coba kalo ketemu author yang nahunan baru update pasti udah gak zaman pake ngomong setop dulu) lucu gak

  45. Rena Fanytastic said:

    Makin penasaran

  46. … ini rada sulit dibilang fanfic, soalnya ceritanya sama persis dengan gamenya. Cuma ganti karakter. Tapi aku belum liat chapter-chapter terakhir sis, sih. Barangkali beda, and if that’s the case, don’t mind what I write here.

    Tapi kalau bener-bener persis twistnya, sis, itu namanya bukan fanfic sama sekali. Fanfic sepaham saya harusnya cuma pinjem karakter, bukan pinjem konflik, plot, bahkan twist.

    Saya sendiri pribadi agak kurang suka juga kalau sampai ada yang dipuji lantaran plot pinjaman. Please give credit to the original author.

    Tapi di awal chapter 1 juga udah sis tulis, sih, kalau adaptasi game. Mungkin pembacanya yang sliwer. Tapi ya tetep aja, fanfic seharusnya bukan minjem plot.

    • Sebenarnya sih dr percakapan dah agak beda,
      Dr nomor tokohnya saja sdh beda, ya begitulah hmm susah jelasinnya
      Makanya dr awal aku dah bilang credit to the original owner
      Maaf kalau ff ini sdh menyinggung, author hanya bermaksud menghibur readers
      Nyatanya jd banyak yg main game ini jg setelah kuberitahu
      bkn bermaksud plagiat dan menerima credit

  47. Shin Young said:

    Nie ff nguras otak readernya!
    >_<

  48. Alwaysloyalist. said:

    Ahhh..,aq makin pnsrn thooor..,
    lanjut thoooooor & fighting.

  49. hennyhilda said:

    Aq g pandai bhitung n tmasuk org yg g mw mqr yg bqn pusing kepala tp aq curiga dkata2 zero yg “PADA TANGGAL 14 BLN APRIL 1912 KAPAL TITANIC YG TERKENAL MENABRAK BONGKAHAN ES. SETELAH MENGAPUNG SELAMA 2JAM 40MENIT,KAPAL TITANIC TENGGELAM DI LAUTAN ATLANTIC UTARA”. It ky semacam petunjuk…y kn y kn hehehehe 🙂
    semangat author
    ganbatte

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: