~Thank you for your comments~

Sejak kapan langit jadi terlihat begitu melankolis di mataku…?
Sejak aku menyadari perasaanku padamukah?
Jika perasaan ini nggak akan terbalas, harus kukemanakan perasaan ini?
“Yuri unnie~” Yoona menyambutku dengan senyum lebarnya. Senyum yang secara otomatis membuatku ikut tersenyum.
Aku tahu cinta tak berarti harus memiliki, namun demikian hati ini terasa sakit
Aku ingin menyatakan perasaanku ini padanya, namun aku tak bisa
Dan hatiku merasa sangat tersiksa hanya karena menahan perasaan ini…
“Kok unnie malah di atap? Ayo pulang”
“Kebiasaan,” kataku sambil meraih tasku.
Karena aku suka suasana di atap. Terkadang pulang sekolah aku juga pergi ke atap.
GLAR!
Tiba-tiba terdengar suara petir. Dan tidak lama kemudian hujan mulai turun.
“Ah hujan lagi”
Hujannya bertambah deras dengan cepat.
“Ayo kita berteduh”
Tapi Yoona tidak berteduh, dia malah sengaja membiarkan air hujan mengguyuri tubuhnya.
“Rasanya menyenangkan!” dia tersenyum senang.
“Tapi kamu basah!”
“I love rain~” Yoona bersenandung ringan.
“Turunlah lebih deras!” teriaknya kepada langit.
Seolah mendengar permintaannya, hujannya menjadi bertambah deras.
“Haha lihat unnie, permohonanku didengar!”
“Ayo Yuri unnie juga ikutan!” dia menarikku yang berdiri di tempat teduh.
Dan segera aku merasakan tetesan air hujan menyentuh kulitku.
“Wow…”
Seperti sedang mandi sambil memakai baju, rasanya agak dingin tapi menyegarkan!
Ajaib, rasanya air hujan bagaikan menyapu seluruh kesedihanku.
Entah kenapa aku merasa lega.
Melihat wajahku yang kembali cerah, Yoona tersenyum.
“Hehe ya kan!”
Apa Yoona tahu aku lagi gundah?
Aku senang…
“Tapi nanti kamu demam lagi, Yoona”
“Kalau itu terjadi unnie akan merawatku kan?” dia memiringkan kepala dan menatapku dengan imut.
Aku tertegun sesaat.
“Iya…”
“Hehe,” Yoona tersenyum lebar sekali lagi. Senyum yang tidak terlalu girly, tapi aku menyukainya.
Tiba-tiba hujannya mereda dengan cepat.
“Apa? hanya sebentar sekali?”
Yoona mendadak terlihat seperti anak-anak yang kurang puas bermain.
Heh, aku jadi ingat masa kecilku. Dulu aku juga sering berhujan-hujanan. Rasanya benar-benar menyenangkan, seperti tanpa beban. Entah sejak kapan aku sudah melupakan perasaan senang saat itu…
“Hehe benar-benar menyegarkan!”
Ya
Lalu aku menyadari.
“Eh… uh… Yoona pakaian dalammu tembus pandang…”
“Eh? Kyaaaa!” dia buru-buru menutupi bagian dadanya.
“Curang! Kok Yuri unnie gak?”
“Haha”
Karena aku memakai t-shirt hitam di balik seragam.
“uuuu…. gimana nih unnie?”
Yoona merajuk seperti anak kecil yang sedang kesusahan terlihat imut.
“Aku bawa jaket”
Aku membuka tasku dan mengambil jaketku, lalu kupinjamkan pada Yoona.
“Gomawo…” dia menerimanya dan memakainya dengan malu-malu.
Tampaknya dia malu karena tadi lupa diri.
Dia menyeka air hujan yang masih menetes di dagunya.
“Hujan membuatmu terlihat…”
“Apa?”
Aku tidak meneruskan kata-kataku.
Rambutnya masih tidak henti-hentinya meneteskan air di bahunya.
Tadi aku hampir melanjutkan kalimatku dengan kata ‘cantik’
Dan sekarang wajahnya yang senyum-senyum terlihat sangat cantik.
Keinginan dalam diriku untuk memilikinya semakin mendesak dadaku.
Aku menjulurkan tanganku untuk membelai pipinya.
“?”
Aku tidak bisa melepaskan pandanganku darinya.
Aku mendekat. Dan mendekat.
“U-unnie?” Yoona tergagap.
HAH?
Ketika sadar aku sudah hampir menyentuh bibirnya. Aku bahkan bisa merasakan nafasnya yang hangat di pipiku.
“Mianhae!”
Panik, aku menjauh darinya dengan terburu-buru sehingga terpeleset kubangan air dan terjatuh.
“Aduuuhhhh…”
“Ah Yuri unnie! Kamu nggak apa-apa?”
“Nggak apa-apa”
“….u… unnie tadi itu…”
“Ah! aku cuma merasa pipi kamu lembut sekali Yoona, jadi aku ingin coba menyentuhnya. Y-ya! Cuma itu aja kok! Sama sekali nggak ada maksud lain!”
Payah! Kenapa aku malah kedengaran panik? Dan bilang seperti itu lagi! Nanti dia curiga…
“Oohh…” dia merasa agak aneh tapi tampaknya dia percaya.
“Yuk pulang!” kataku berusaha mengalihkan.
______________________________________________________________________________________________________________________

“Yuri, bisa minta tolong?” tanya Sang Woo sedikit ragu.
Aku heran karena tiba-tiba dia datang untuk bicara padaku.
“Ya?”
“Euh, aku mau beli hadiah buat Yoona, kamu mau kan bantuin aku?”
“Eh?…oke”
“Kira-kira apa yang cocok buat Yoona?”
“Gimana kalau perhiasan?”
“Oh ide bagus! Temani aku beli ya?”
Bodoh jangan mau, kalau ikut kamu hanya akan menyakiti hatimu sendiri, memberinya saran seperti itu saja sudah menyakitkan.
Berlawanan dengan suara hatiku aku merasa nggak enak menolak jadi aku hanya mengangguk.

**


Aku bersama Sang Woo oppa pergi ke mall untuk membelinya.
Dalam kepalaku penuh dengan Yoona ketika aku memilih-milih perhiasan yang cocok untuknya.
Untuk Yoona lebih baik pilih yang manis, biar sesuai dengan imagenya.
Sedihnya karena bukan aku yang akan memberikannya pada Yoona…
Akhirnya kami memutuskan untuk membeli gelang.
“Yuri… kamu suka Yoona?” tanya Sang Woo tiba-tiba.
Sesaat waktu di dunia serasa berhenti. Jantungku seperti merosot jatuh ke perutku.
“Apa yang kamu bicarakan?” aku berpura-pura nggak tahu dan menjaga bahasa tubuhku. “Ya jelas aku suka Yoona dong, sebagai teman…”
“………….” tampaknya otaknya sedang berpikir, namun aku merasa dia curiga.
Aku benar-benar nggak percaya ini! Bagaimana bisa Sang Woo sadar tapi Yoona malah nggak!

**

“Hadiah?” mata Yoona berbinar.
Sang Woo mengangguk dan dengan malu-malu menyerahkan hadiahnya.
“Waahh! Manis sekali oppa! Aku suka! Rasanya seperti mendapat surprise di hari selain ulang tahun!”
“Hehe, karena kalau ulang tahun biasanya sudah tahu bakal dapat hadiah jadi nggak surprise lagi kan,” senyum Sang Woo.
Aku berada di dekat mereka, tapi serasa dunia seperti hanya milik mereka berdua.
“…………..”
Aku mendorong Sang Woo dari belakang. Sehingga dia berpegangan pada bahu Yoona, seperti mau memeluknya. Yoona terkejut.
“Jadi namja tuh harus agresif,” kataku berusaha sekeren dan sekalem mungkin.
Sang Woo melirikku dengan tatapan seperti mau berkata terima kasih. Aku tersenyum mengerti padanya. Lalu pandanganku bertemu dengan Yoona.
Melihatnya dalam sekejap hatiku seperti mau menangis. Seakan-akan ada yang meremas-remas jantungku. Jadi buru-buru aku pergi dari tempat yang menyesakkan dadaku itu. Atau bisa disebut lari…

**

Di toilet aku menumpahkan tangisku.
Perih.
Aku membasuh wajahku dengan air.
Aku ingin memiliki Yoona hanya untukku seorang…
Egois.
Cinta membuat orang jadi egois.
Kubasuh sekali lagi wajahku, berusaha untuk menghilangkan perasaan egoisku. Tidak peduli meski kerah bajuku sudah basah.
Aku manusia rendahan.
Apa yang kukatakan berlawanan dengan apa yang kupikirkan dalam hati.
“Yuri unnie…”
“!”
Aku mendengar suara yang sangat kusayangi itu tepat beberapa meter di belakangku. Tapi aku tidak bisa menoleh padanya karena aku tidak ingin dia melihat wajahku seperti ini.
Aku menarik nafas agar suaraku tidak terdengar bergetar, “Yoona ya? Kok kamu disini? Gak sama oppa?”
Aku pasti terlihat aneh karena aku bertanya sambil memunggunginya.
“Yuri unnie, kamu menangis..?”
“Ah nggak kok, kamu bicara apa Yoona?” kataku tersenyum sambil mengusap air mataku. Tapi aku masih membelakanginya.
“Mataku cuma kemasukan debu, jadinya kucuci dengan air.”
Pasti dia sadar dari nada suaraku yang sengau.
Sepasang lengan yang lembut memelukku dari belakang.
“A-ada apa Yoona?!” tanyaku sedikit kaget.
“Yuri unnie… kenapa kamu nggak mau cerita…?”
“…aku…”
Dia mempererat pelukannya, “Unnie, kamu selalu mendengar keluhanku, sementara kamu sendiri nggak pernah cerita-cerita sama aku tentang masalahmu, atau apa yang memberatkan hatimu.”
“…………….”
“Kamu selalu terlihat seperti menyimpan semuanya sendirian, menyiksa dirimu sendiri…”
“Ceritalah Yuri unnie, jebal… apa gara-gara aku? Karena kamu nggak mau menyakiti aku, jadi kamu nggak mau cerita?”
Aku menggeleng. Dan aku tidak berkata apa-apa lagi.
“Melihatmu yang seperti itu, hatiku tersiksa… karena aku sangat menyayangimu Yuri unnie…”
Basah. Bagian bahuku basah oleh air mata Yoona.
“Yoona…”
“Unnie…”
“Kamu lebih sayang aku atau Sang Woo oppa?” kata-kata itu tiba-tiba menyembur keluar dari mulutku.
Aku merasakan tubuhnya menjadi tegang setelah mendengar kata-kataku barusan.
“Yuri unnie?”
Aku melepaskan pelukannya dengan agak kasar dan berbalik menatapnya.
“Aku rasa sudah saatnya untuk mengatakannya.”
“Yuri… unnie?”
Dan kalimat selanjutnya meluncur tanpa sempat ditahan.
“Aku cuma akan mengatakannya sekali, karena itu dengar baik-baik.”
“?”
Dengan kekuatan entah dari mana.
“Saranghae Yoona”
Aku terkejut oleh keberanianku sendiri. Mendadak aku merasa seperti diawang-awang, seolah tidak ada lagi yang kupedulikan selain pernyataan cintaku.
Yoona terpana mendengarku. Matanya melebar karena terkejut.
Suaraku sedikit gemetar. Tiap detik kebisuan yang berlalu kian menyiksaku. Aku merasa aku semakin mendekati ambang kehancuran. Rasanya aku nggak tahan lagi kalau harus mendengar jawabannya.
“Itu saja, bye!” aku berlari pergi.
“Yuri unnie?!”
Aku kabur dan bersembunyi dari Yoona. Sekarang ini dia adalah orang yang paling tidak ingin kutemui.
______________________________________________________________________________________________________________________

Yoona’s POV

Tidak bisa kupercaya…
Yuri unnie…
Yuri unnie baru saja berkata ‘saranghae Yoona’ !!
Omo, apakah itu pernyataan cinta?
Tapi kalau bukan, Yuri unnie tidak akan berwajah seperti itu.
“…………….”
Bagaimana ini?
Aku senang sekali
Tapi aku sudah punya oppa
Ah tidak… sekarang yang lebih penting.
Kemana Yuri unnie?

Third Person’s POV

Pulang sekolah.
“Ah oppa, kamu lihat Yuri unnie?”
“Nggak”
“Kemana sih Yuri unnie…”
Dari jam istirahat pertama sampai jam istirahat kedua Yoona tidak menemukan Yuri. Dia juga tidak masuk kelas.
“Yoona, kamu juga menyukai Yuri?” tanya Sang Woo tiba-tiba.
“Eh? …” Yoona terdiam sesaat tapi lalu ia menjawabnya tanpa keraguan, “Iya…”
Entah sejak kapan, jantungnya hanya berdebar untuk Yuri. Perasaannya terhadap Sang Woo hanyalah sekedar perasaan kagum. Ketika pacaran dengannya Yoona baru sadar kalau itu bukan cinta. Dan dia baru mengerti sekarang ketika tidak ada Yuri di sisinya.
Sang Woo tersenyum, “Sudah kuduga”
“Maaf oppa…” ucap Yoona dengan perasaan bersalah.
“Gwenchana,” Sang Woo menggeleng, “Sebenarnya aku sudah sadar cukup lama, entah kenapa aku sama sekali tidak keberatan kalau kamu dengan Yuri,” dia tersenyum.
Yoona tidak merasa adanya tanda-tanda permusuhan ataupun keberatan darinya.
“Aku akan mengejar Yuri unnie,” Yoona tersenyum mantap. “Walau dia lari ke ujung dunia pun akan tetap kukejar untuk meminta penjelasan darinya.”
“Aku mendukung kalian berdua.”
“Terima kasih oppa,” Yoona memberi Sang Woo sebuah pelukan. Pelukan terakhir.
“Ya, sana, kejar dia,” Sang Woo sempat menepuk punggung Yoona sebelum dia melepaskan pelukannya.
Setelah itu Yoona pergi untuk mencari Yuri.

Yoona berlari ke atap.
Kosong. Dia tidak menemukan siapa-siapa disana.
Matanya melihat seseorang di bawah sana sedang berjalan menuju pintu gerbang.
Itu Yuri!
Yoona tergesa-gesa turun ke bawah.

“Yuri unnie!”
Yoona memanggil Yuri dari kejauhan. Yuri tersentak mendengar suara yang memanggilnya. Tanpa perlu menoleh dia sudah tahu siapa pemilik suara itu.
Dia ingin kabur. Yuri buru-buru menyeberang dan tidak melihat ada motor melaju ke arahnya melangkah. Tak terelakkan dia pun tertabrak motor.
“Yuri unnie!”
Tabrakannya tidak terlalu parah karena pengemudinya masih sempat mengerem. Yuri sendiri tidak terluka, tapi tetap saja Yoona dan orang-orang disekitarnya khawatir, bahkan pengemudi motornya terus meminta maaf.
“Kuantar ke rumah sakit ya?”
“Nggak usah dibesarkan, aku nggak apa-apa, toh aku yang salah, nyebrang tanpa lihat-lihat sekeliling.”
Kemudian setelah persoalan dengan pengemudi motor itu selesai, Yoona berkeras membawa Yuri ke ruang kesehatan sekolah karena Yuri menolak dibawa ke rumah sakit.
Dia membantu mengobati luka lecet Yuri dengan pelan-pelan dan lembut. Yuri sendiri dapat merasakan kelembutan sentuhan Yoona.
Kemudian dia menyadari tangan Yoona yang sedang mengobati lukanya gemetar. Yoona belum berkata sepatah kata pun semenjak mereka berada di ruangan ini.
“Uh… Yoona?” tanya Yuri hati-hati, seolah hanya dengan kalimatnya saja dapat melukai gadis itu.
“Yuri unnie…”
Akhirnya dia berkata, tapi suaranya sedikit terguncang.
“Nggak ada, aku nggak apa-apa”
Yoona mengangkat wajahnya dan menatap tajam Yuri.
“Uh……” Yuri bingung dengan apa yang harus dikatakannya.
“Apa-apaan unnie!” bentaknya.
Tersentak, Yuri sampai harus memejamkan matanya rapat-rapat. Tidak biasanya Yoona membentak seperti itu.
“Kamu nggak tahu betapa khawatirnya aku…”
“Eh?”
Suaranya melunak.
Dia merasakan sesuatu bersandar di bahunya dan meremas bajunya. Lalu sesuatu membasahi bahunya.
“Yuri unnie benar-benar jahat… waktu itu juga unnie membuatku sangat khawatir sampai jantungku mau copot…”
“Yuri unnie juga belum menjelaskan arti dari kata-kata unnie…”
“Kalau Yuri unnie berkata seperti itu, bisa-bisa aku salah mengerti… nanti aku mengira unnie mencintaiku…”
“…Yoona…”
Yuri menyentuh bahu Yoona dan pelan-pelan melepaskan pelukannya.
“Unnie?”
Air mata masih mengalir di pipinya. Yuri mencium air mata Yoona.
“Aku memang mencintaimu Yoona…”
“Aku ingin bersamamu, tapi aku tahu aku nggak berhak memaksakan kehendakku…!” tutur Yuri putus asa. Dia menutupi matanya yang menangis.
“Yuri unnie…” Yoona bermaksud menyentuh pipinya.
“Jangan!” Yuri menepis tangan Yoona. Yoona syok mendapat perlakuan kasar darinya.
“Aku benar-benar teman yang terburuk. Padahal aku sudah janji nggak akan merusak persahabatan kita, tapi aku malah merusak semuanya! Mengganggu hubunganmu dengan Sang Woo oppa! Juga membuatmu menangis! Sahabat macam apa aku ini!”
Yuri meremas kepalanya sendiri. Dia kelihatan benar-benar terguncang.
“Yuri unnie!”
Tidak tahan melihat keadaan Yuri, Yoona segera memeluknya.
“Aku nggak peduli dengan itu… karena aku mencintaimu unnie…!!”
Tubuh Yuri sesaat menjadi kaku dalam pelukannya.
“Aku tidak ingin meninggalkanmu, aku mau terus bersamamu Yuri unnie… jadi tolong jangan pergi dariku…”
Selama beberapa saat mereka terus berpelukan seperti itu sampai Yuri tenang.
“……………”
“Apakah ini mimpi…?”
“Kenapa unnie berpikir ini mimpi?”
“Habis… ini semua terlalu indah… bahkan aku nggak pernah bermimpi seindah ini…”
“Bagaimana agar unnie bisa percaya?”
“Aku ingin bukti bahwa ini semua bukan hanya sekedar mimpi,” tutur Yuri sambil membaringkan Yoona dengan lembut di kasur.
“Boleh aku… cium kamu Yoona?” tanya Yuri hati-hati, seakan takut gadis di bawahnya menolak.
Yoona hanya memejamkan matanya sebagai jawaban.
Pelan-pelan Yuri mendekatkan wajahnya dan menyentuh bibir Yoona.
Hari itu cinta mereka berdua bersatu.
______________________________________________________________________________________________________________________

Sekali lagi Yoona menatap jam dengan syok. Begitu juga dengan Yuri.
Sejak kemarin mereka berdua terus berada di ruang kesehatan. Setelah pembicaraan yang menyatukan hati keduanya itu, mereka ketiduran sambil berpelukan. Dan sekarang sudah pagi esok harinya. Tepatnya dua jam sebelum masuk sekolah.
Yoona tersenyum, “Yah, rasanya jadi ingat, waktu itu kan kita juga ketiduran di atap sekolah ya?”
“Ahh,” Yuri teringat kembali. Waktu itu mereka ketiduran saat jam istirahat dan kebablasan sampai sekolah sudah bubar.
Mereka sama-sama tertawa mengingat kejadian konyol saat itu yang kembali terulang.
Yuri kembali berbaring, “Karena sudah terlanjur, kita lanjutin tidur saja.”
“EHHH? Dua jam lagi kan kita masuk, nanti kebablasan lagi!”
“Sekali-kali bolos kan nggak apa-apa”
“Bukan itu! Nanti ada yang datang dan melihat kita tidur bersama seperti ini!”
“Siapa peduli,” Yuri menarik Yoona dalam pelukannya. Dia berbaring sambil memeluk Yoona.
“Apa kata ortu nanti, kita nggak pulang semalam!”
Tapi Yuri malah cekikikan.
“Aduh Yuri unnie~ kamu ini terlalu santai!”
“Sekarang aku sedang sangat bahagia”
Yoona mengeluarkan ponselnya dan mengirim sms kepada orang tuanya.
Yuri masih memeluk Yoona, dia mencium wangi rambut Yoona.
“Apa unnie masih mau lanjut tidur?” tanya Yoona sambil menekan tombol send.
“Ne, kamu juga ya”
“…..satu jam saja ya?” Yoona memasang alarm di hpnya.
“Tanggung, katamu dua jam lagi.”
“Satu setengah jam lagi,” kata Yoona tidak dapat ditawar, dia mengubah pengaturan alarmnya.
Yuri mengangguk dan memejamkan matanya.
“…………..” Yoona terdiam, dia merasa nyaman dalam pelukan Yuri.
“Tapi panas juga ya unnie…”
Setelah Yoona berkata begitu Yuri melakukan sesuatu yang membuat kaget Yoona. Dia membuka kancing seragam Yoona.
“Eh tunggu! Yuri unnie!” pekik Yoona dengan wajah memerah.
“Kenapa? Kamu kepanasan kan?”
“Tapi jangan tiba-tiba buka bajuku seperti itu!” Yoona menutupi dadanya dan mengancingnya kembali.
“Kamu nggak perlu sepanik itu kan, kita sesama yeoja.”
“Tapi rasanya unnie seperti mau memperkosaku…” Yoona mengucapkan kata terakhir dengan suara teramat kecil.
“Kamu pingin kuperkosa?” Yuri tersenyum menggoda.
“Jangan diucapkan keras-keras, dasar unnie byuntae!” Yoona menimpuk wajah Yuri dengan bantal.
“Hehehe”
“Uuuu….”
“Yoona…”
Mata Yuri mengisyaratkan sesuatu kepada Yoona.
Jantung Yoona berdebar kencang. Dia mengerti arti tatapan Yuri. Mendadak situasi berubah kembali menjadi romantis.
Sekejap mata Yoona menutup, memejam dengan was-was.
Lima detik berlalu. Tidak ada kejadian apa-apa. Yuri senyum-senyum, menunggu sampai Yoona membuka matanya.
Tapi dia tidak dapat menahan dirinya. Di detik berikutnya dia memukul kening Yoona.
“Aww!! Kenapa kau memukul keningku unnie? +_+ “
“Kena kamu! Kamu kira aku akan menciummu Yoona?” goda Yuri.
“Unnie ah! aku sewot nih!”
“Hehehe”
“Yuri unnie babo,” Yoona menggembungkan pipinya.
“Hehe, maaf maaf,” Yuri meraih tangan Yoona yang masih ngambek dan meletakkannya di dadanya. “Tapi kamu bisa merasakannya kan Yoona? Detak jantungku yang hanya berdebar untukmu…”
“Iya unnie…”
“Saranghae Yoona”
“Nado saranghae Yuri unnie”
Mereka berdua berpelukan dan tenggelam kembali dalam kebahagiaan.

Akhir yang membahagiakan. Meski pada akhirnya mereka berdua kena masalah karena tidak membawa buku pelajaran untuk hari ini.

Di saat jam pelajaran sedang berlangsung, hanya ada dua orang yang berdiri diluar kelas.
“Yah… jadi dihukum berdiri di lorong deh, maaf ya Yoona”
“Gwenchana.”
Dua orang itu adalah Yoona dan Yuri meski mereka berjarak cukup jauh karena kelas yang berbeda.
Tiba-tiba dia merasa ponselnya bergetar. Yuri meraih hpnya yang tersimpan di saku roknya.
Yuri unnie, sepulang sekolah kita kencan ya?^^
Yuri berpaling dan menemukan Yoona sedang tersenyum ke arahnya.
Yuri tersenyum dan membalas.
Ya, chagi^^
*peluk & cium

*~END~*

A/N : Dan akhir kata, walau sedikit terlalu awal kuucapkan saengil chuka hamnida untuk Yoona yang berulang tahun tanggal 30 Mei ^^

Advertisements

Comments on: "With Every Heartbeat (Chapter 4 – End)" (72)

  1. ih! Gak NC =_= mana mana mana mana adegan Yul memperkosa YoonA??? Suka banget moment romantis yg agak ‘menggoda iman’ itu

  2. ya tuhaaann rasanya bner2 mw nangis pas bca kata2 ini : “Aku tahu cinta tak berarti harus memiliki, namun demikian hati ini terasa sakit
    Aku ingin menyatakan
    perasaanku ini padanya, namun
    aku tak bisa
    Dan hatiku merasa sangat tersiksa hanya karena menahan
    perasaan ini…” tahan air mata T^T *nutupin kpala kdalem bantal*

    seandai’a kisah ku bsa sperti yuri happy ending hahaha *fiction*
    yak!! di tunggu next ff n keep writing thor c:

  3. Kimtaeyeoung said:

    Wah benar2 menyentuh sangat..kirain bakalan sad ending+masih panjang ternyata udah end laghe +happy ending deh yeyeyeye..suka suka suka..
    Good job thor..

  4. sunnyjiyeon said:

    aq slalu kagum ma author,
    bsa bwt crta yg romantis tnpa embel2 NC..
    biasany aq kurang ngeh ma pairing2 lain slain taeny,yulsic,yoonhyun n soosun,
    tp author slalu tw cra membuat pembaca trbw dlm crta,siapa pun pairingnya..hehehe

    bdw,enak yah yoonyul seharian mesra2an di uks,.hahaha

    • ahaha begitukah? 😀 author senang^^
      wkwkwk kalau NC terus pasti lama2 bosen dong 😛 ditambah mengganggu pikiran saat beraktivitas pula, hohoho

  5. phe pie said:

    Wah endingnya bahagia. YoonYul kok bisa sharian di UKS hak diusir satpam skolah ya? ^^
    Pakai mesra2an lagi.^^
    Untung gak trgoda iman mrka dan mlakukan hal2 yang *ehem-ehem* ^^

  6. windyhairista said:

    huuwwwaaa baca pertamanya kirain YoonYul ngak bakal bersatu eh ternyata happy ending… 🙂
    cieh cieh aku mau donk ikut YoonYul kencan…hihihihi

    Lanjut author ff barunya…YulSic YulSic YulSic…hahahahaha…

    Fighting 🙂

  7. Berakhir tnpa NC,, tpi bner” krend,, feel’a bner” dpet..
    Eonie daebak!! 😉

  8. berakhir di chapter 4 ya.. tumben cuma bentar unnie..
    tapi ceritanya bener-bener ringan dan menghibur..
    sempet bikin deg-degan juga pas yuri ketabrak motor,
    ya inilah efek dari kebanyakan nonton sinetron, selalu berkhayal yang nggak-nggak.
    wkwkwkwkwk

    overal ceritanya daebak unnie!
    klimaksnya lucu n so sweet, ^^

    semangat terus berkarya!!!

    • hehe memang gak rencana panjang2 kok
      haha mgkin jg selain sinetron gara2 baca ff yg sad ending jg 😛
      meski masih ada kekurangannya tp terima kasih atas pujiannya^^

  9. Cho soo kyo said:

    Yoonyul so sweet….dan berakhir dengan bahagia…kirain ne ff mau panjang..eh malah udh end aja…

  10. Haha.. Yoona geer bnr ya..
    Bgus, sneng2 bca ny akhirny bahagia,
    tp kek ny kuran sih feel ny.
    Lanjut author.. Crita bsok couple syp yh?
    Hmmb..penasaran
    sneng ma author yg slalu mmbwa crita yg bru2 trs fkus ampe tamat.
    Musti d cntoh tu ma author lain nya..

    • hmm, mgkin karena ada sebagian yg kurang dijelaskan
      entah, author sendiri msh bingung pairingnya
      sementara mau beristirahat dr membuat ff dulu

  11. Kirain mau sad XD
    tapi hoalah…romantis,soswit!! Kekekk
    sempet mau nangis dan ngotak yadong aku #plakk wehehehe

  12. astaga thor… endingnya bener2 memuaskan thor… ente benar2 jago thor… bener2 dapat feelnya, dari awal baca aku senyum2 sendiri bacanya…

    ga nyangka ternyata sang woo org nya baik, n fudanshi akut jg. hihihihi…

    okelah thor, chapter ini memang sebanding ma chapter 3 kemaren, bener2 oke. aku kira bakal ada NC nya, aku sudah siap2 ngeflame tadi, untung ga ada apa2. hihihi…

    kutunggu karya selanjutnya thor, semangat…!!!!

  13. windyhairista said:

    okaaaayyyyy author lanjut…
    ditggu ff barunya with pairing bru juga…hehehehe

    Fighting 🙂

  14. beuh
    ceritanya bagus banget
    aku yang baca jadi terhanyut
    lanjutkan thor
    ^^

  15. taengppany said:

    cieeeee yul ngga bertepuk sebelah tangan euy hehe

    itu mereka ketiduran apa pingsan?hehe lama amet tidurnya, untung ga ada yang mergokin ya kalau ada bahaya itu hhe

  16. sica jung said:

    yee akhirnya happy ending
    ditunggu ff baru ya thor

  17. Kwon Eya said:

    Aseek… Yew,,,yew,,,yew,,, hepi ending. Cnenk bangeet!
    **Nari kudalumping, tabur bunga, makan beling, nyulut kmbang api, mercon, granat,b0m!! Duaaaaar!!

  18. kikyo said:

    alhamdulillah ya,yoonyul berbahagia,moga aja langgeng hehe….akhirnya kereen thor,ditunggu ff lainnya (*゚▽゚*)

  19. clover said:

    yey…happy ending 🙂
    yoonyul ketidurannya kok lama amat, ampe pagi hehe…

    ditunggu nih ff barunya…

    oh ya.. happy b’day im yoona…^_^

  20. Yoondeer said:

    waaah thor ceritanya endingnya bagusss u,u

    Happy BIrthday YOONA unnie ❤

  21. andhilyoonyulsic said:

    just say … so cool eonni … keren keren keren … walau pun telat bacanya … tapi ngga papalah …

    pikiranku sempat mengarah ke NC lagi … heheheh …

  22. asleyar said:

    joha joha joha…. yoonyul bersatu, happy ending deh….

    nunggu drabble lagi.. drabble drabble drabble drabble drabble drabble drabble drabble

  23. hore happy ending hihihihihi
    unyu banget deh hahaha
    masa masa sma bener dah
    lucu mereka hihihihi
    semangat
    pw ya thor maap bawel

  24. Kirain bakalan ada ensi -___-
    Tp gapapa ding yang penting berakhir dgn happy ending^^
    Yoonyul jjaaaaaaang^^
    Author juga jjaaaaaang hahaha
    Hwaiting^^

  25. Taeny shipper said:

    Dikirain masih panjang……eh! Yuri masa yoona mau di perkosa……dasar byun!

  26. jungyu said:

    yeay! Happy end! YoonYul jjang!

  27. yoonaddict si new reader said:

    Telat lagi (ʃ⌣ƪ)

    Daebak Thorε˘`)
    *peluk dan cium untuk author *eh

  28. akhir yg membahagiakan bagi yoonyul,
    Jd ngerasa ikut bahagia jg kekekek..

    Lanjut k FF baru thor! bikin yg seru sprti ini y 😛 haha..

  29. Miss New New said:

    jiah si yuri baru ajaa jadian, becandaannya dah pake ‘perkosa-perkosa’ XD

    Namanya baru jadian, di setrap sama guru sih oke2 aja hahaha

    Thor-ssi mau cuti dulu nih?
    Jangan lama2 yaa
    Owh aku pasti kangen ama (Nc-nya) Thor-ssi

    Saran untuk pairing baru :
    HYOMIN-SUNNY dooong

    Aku kmaren ngubek2 Utube liat Invicible Youth season 1.
    Ternyataa (iyaa telaat) Hyomin koplak juga yaak. Hadeuh gak nyangka wkkwkwkkw jadi suka sama Hyomin 😀

    Invicible Youth yg season 2 kurang seru 😦 *sekilascurhat

    • rencanaku mau buat pairing yg kusukai yg blm kubuat 😀
      invincible youth hanya nonton beberapa potong bagian, habis orng dr SNSD hanya dikit sih T_T

  30. Miss New New said:

    hahahha iyah samaan di awal aku juga pilih2 nontonnya

    IY season 1 kan ada sunny sooyoung ama yuri doang ya kalo gak salah
    IY season 2 tetep ada sunny, ada hyoyeon trus baru nongol taeyon itu juga cuma dikit
    Tapi trus ngerasa sayang, masa dah capek2 donlot kagak di tonton smua? hehe alhasil aku tonton semuah

    Cukup entertaining,, walau lebih okeh (buat gue) kalo ada Hyomin lagi 😛

  31. YoonAddict said:

    Uwaaaah,, bener” penghantar tidur yg indah, romantis banget :’) kebwa mimpi ne bntr lg xD

    Fighting author byr bs lanjutin pairing” bru lg 😉

  32. terlalu cepat endingnya baru jg sampe part4,
    di tunggu thor updatean yg lain, yulsic dan yulhyun yg puanjang

  33. lee haeyoon said:

    kasian mantan pacar yoona unn…
    akhirnya yoonyul bersatu ^_^

  34. Shyemlakkumaa said:

    Ahhhh.. Unniee.. Aku gak tw mw bilang apa lagi selain terimakasih..
    Makasih sudah “menghadirkan” fanfic ini dan membuat aku bs membacanya.
    Ceritanyaa kereenn sumpah. Aku smpat deg degan takut endingnya gak sesuai harapan.
    Trnyata endingnya jstru mlampui harapan yg ak pnya.
    YoonYul.. mski ak msih sja trgoda pairing YoonHyun, gak bs kupungkiri klo sejak awal ak emg cinta mati ama mreka brdua.
    Eonni jjang!! Sekai lagi makasihh^^

  35. MelianaTamara said:

    Huhhhh dasar ByunYul ! -_-

  36. Ikh romantis bgt~~
    lamken author. Aq reader bru. Aq mnta ijin bwt baca smw ff brpairing yul unie ea 🙂

  37. Aaaaaw bikin greget >.<
    Bikin ff SooSica yang macem ini dong thor :DD

  38. kok aku yg jd deg deg deg an sih? O.o

  39. N_Locksmith said:

    wow.!
    Cerita x mengahrukan..
    Lain kali buat yg TaeNy YHh thor … 🙂

  40. wwahh daebak..
    ditunggu ff yoonyul nya yang lebih banyak lagi unnie

  41. Aishh, so sweet nya. Aku ikut bahagia
    Aissshhhhhhh so sweet so sweet so sweeet^^
    YoonYul ff yang ini benar benar keren dan manis. Awwww. Jadi ikut kesemsem^^

    Ah,Maifate unnie, tau nggak, aku senang kali waktu baca tentang hujan hujanan itu. Soalnya dulu aku juga suka main hujan. Ahh, masa kecilku^^ benar-benar flashback setelah baca ff ini. Hmmmmm
    Maifate unnie, unnie suka juga nggak mandi hujan ?
    Walaupun aku udah bukan anak kecil lagi, tapi aku jadi pengen mandi hujan lagi^^ malah disini mendung lagi. Ahhhh, jadi terasa damai.
    Untuk kesekian kalinya kan Maifate unnie, unnie buat hatiku menghangat baca ff karangan unnie….
    Ahhh, jadi pengen mandi hujaaaaaannnnnnnnnnnnnnn…..^^

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: