~Thank you for your comments~

“Oppa tidak bisa datang,” keluh Yoona sambil menutup flip HP.
Harusnya hari ini kami jalan-jalan bertiga seperti biasa tapi Sang Woo tiba-tiba bilang nggak bisa datang, soalnya dia mau membantu orang tuanya.
“Masih mau jalan?” tanyaku ragu-ragu. Takut Yoona akan membatalkan karena hanya ada kami berdua saja.
Yoona mengangguk dan berkata,”Kita kan sudah sampai disini, unnie.”
Aku melihat sekeliling, saat ini kami berada di pusat perbelanjaan kota Seoul, “Malam minggu rame ya, jadi kamu mau pergi kemana?”
“Aku nggak ada rencana mau ngapain.”
“Ya sudah kalau gitu kita jalan-jalan di sekitar sini saja?”
Tapi tidak lama kemudian hujan turun.
Kita berteduh di emperan toko dari derasnya hujan. Jalan yang tadinya ramai menjadi sepi. Beberapa menit yang lalu langit masih terlihat sangat cerah, namun tiba-tiba berawan dan hujan lebat.
“Padahal sepuluh menit yang lalu masih cerah,” kataku sambil menengadah ke atas langit. “Kelihatannya bakal lama”
Yoona tampak menggigil, dia memeluk lengannya sendiri berusaha menghangatkan tubuhnya. Selain itu, aku bisa melihat branya yang berwarna putih terlihat tembus pandang dari bajunya yang basah.
Refleks aku memalingkan wajahku ke arah lain, wajahku menjadi panas karena malu.
Omo, memangnya aku namja?
Yoona sepertinya tidak sadar dengan kondisinya sendiri. Aku melihat beberapa namja dari seberang sana terus melihat ke arah kami dengan tampang ngeres. Aku geram, karena mereka pasti melihat Yoona dengan mesum.
Segera kulepaskan jaketku yang untungnya tidak terlalu basah dan kupakaikan di pundaknya.
“Yuri unnie?”
“Kamu kedinginan kan”
“Nggak perlu, nanti Yuri unnie yang kedinginan,” Yoona menolak sambil tersenyum. Dia melepaskannya, tapi aku memakaikannya lagi.
“Pakai!” perintahku. “Soalnya bajumu…” kataku sambil menutupi mulutku dengan malu.
“Bajuku?” Yoona melihat pada dirinya sendiri dan baru sadar.
“Ahh!” dia menjerit kecil dan segera menutupi tubuhnya dengan jaketku.
“Gomawo Yuri unnie,” Yoona cengar-cengir, pipinya memerah.
“Ng-nggak perlu terima kasih, bukan hal besar kok”
“Hehehe..”
“Kenapa?”
“Ah nggak, soalnya Yuri unnie seperti oppa, baik, bisa diandalkan dan kadang malu-malu.”
Wajahku tambah memerah, kata-katanya tepat mengenai.
“Be-berisik ah, nggak begitu kok”
Yoona tertawa lebar.
Di dia menggodaku! Dasar!
Wajahku sekarang pasti tampak seperti kepiting rebus!
______________________________________________________________________________________________________________________

Esok paginya
“Yoona, yuk berangkat”
“Ne,” Yoona muncul dari pintu rumahnya.
“Hmm kenapa wajahmu memerah?”
“Ah nggak apa-apa kok”
Beberapa menit kemudian kami sampai di gerbang sekolah.
Sepanjang perjalanan aku merasa aneh. Yoona tidak tampak bersemangat hari ini, dan langkahnya seperti agak terhuyung. Dia juga menghembuskan nafas seperti kecapekan.
“Yoona, kamu nggak apa-apa?” kusentuh bahunya dengan lembut.
Aku segera menangkapnya ketika Yoona tiba-tiba ambruk.
“Yah Yoona!” panggilku khawatir. Orang-orang mulai melihat ke arah kami.
“!”
Tubuhnya panas sekali! Gawat, aku harus segera membawanya ke UKS!
Kugendong Yoona seperti menggendong pengantin.
Tapi baru beberapa langkah, tanganku sudah gemetaran.
Berat! Apa aku bisa sampai disana menggendongnya seperti ini?
Gawat aku nggak kuat! Bisa-bisa aku malah menjatuhkan Yoona!
“Yoona!” Sang Woo menghampiriku yang sedang menggendong Yoona. Tanpa berkata apa-apa Sang Woo langsung merebut Yoona dan menggantikanku menggendongnya.
Aku mengikutinya yang menggendong Yoona ke UKS yang letaknya cukup jauh. Di pojokan.
Ketika melihat Sang Woo menggendongnya dia tidak kelihatan terbebani, dan seperti berat badan Yoona tidak memperlambat langkahnya.
Dan waktu itu baru kusadari betapa lemahnya aku.
Aku mengepalkan tinjuku dengan kesal sambil menatap punggungnya.
Karena tidak bisa menolong Yoona di saat dia membutuhkannya…
Dan karena Sang Woo yang menolong Yoona.
Memang wajar kalau aku tidak kuat menggendong Yoona karena berat badan kita sama, tapi tetap saja aku merasa kesal. Juga karena aku seorang yeoja…
Sampai disana Sang Woo membaringkan Yoona di salah satu tempat tidur.
“Maaf merepotkan…”
“Gwenchana,” Sang Woo menggenggam tangan Yoona. Baik mata maupun dadaku terasa panas melihatnya. Aku segera meninggalkan ruangan.
______________________________________________________________________________________________________________________

Yoona terus beristirahat di ruang UKS bahkan setelah pulang sekolah saat aku menjenguknya.
“Yoona…”
Saat jam istirahat tadi aku juga sempat mampir, untuk membantunya minum obat.
“Gimana keadaannya?” tanya Sang Woo yang baru saja datang.
“Sepertinya panasnya bertambah, padahal sudah minum obat.”
“Apa boleh buat, kan tidak bisa sembuh secepat itu. Kita tidak bisa membiarkan Yoona terus disini, aku akan mengantarnya pulang.”
Serentak aku berseru, “Tu-tunggu dulu!”
“Kenapa?”
“Se-sekarang orangtua Yoona sedang bekerja, jadi di rumah tidak ada siapa-siapa, jadi biar aku saja yang mengantarnya pulang.”
“O-oh begitu,” Sang Woo berdeham. “Ya sudah kamu saja yang antar dia pulang lagian aku juga ada urusan, tolong ya,” sesudah berkata itu Sang Woo pergi secepat kedatangannya.
Pintu ditutup. Suasana menjadi hening, hanya ada aku dan Yoona yang tertidur.
Agak lama aku menatap Yoona yang sedang tidur dengan damainya.
Yah, aku kan harus mengantarnya pulang
Aku nggak mau mencolok perhatian, jadi kutunggu sampai agak sepi dulu deh
Kemudian aku menarik kursi dan duduk di sisi tempat tidurnya. Kuelus lembut wajahnya dengan punggung tanganku.
Manisnya…
Bibirnya yang sedikit terbuka mengundang perhatianku.
Ah…
Muncul desakan dalam diriku untuk menyentuh bibirnya.
Refleks aku segera menutup mulutku.
Aish, apa sih yang kupikirkan!
Parasku memerah.
Jangan mikir yang nggak nggak ah!
Tapi ini pasti salahku Yoona jadi demam begini… kemarin kehujanan sih
Aku mengguncang sedikit tubuhnya, berhati-hati agar tidak mengagetkannya.
“Yoona, bangun, ayo kita pulang”
“Nggh…” Yoona membuka matanya yang masih mengantuk.
“Mau kugendong?” tanyaku lembut.
Aku memang tidak kuat menggendongnya ala pengantin, tapi kurasa aku cukup kuat menggendongnya di punggungku.
Yoona tidak berkata apa-apa, dia hanya bangun dan menatapku dengan tatapan seperti dalam keadaan tidak sadar. Kubalikkan tubuhku dan kuulurkan tanganku ke belakang. Yoona bersandar di punggungku.
“Hup!”
Menggendong Yoona sambil membawa dua tas benar-benar pekerjaan yang lumayan berat.
Bagus deh pelajaran hari ini membawa buku yang tebal-tebal dan berat…
Tapi tetap kupaksakan diriku.
Kulangkahkan kakiku keluar dari ruangan. Sekolah sudah sepi.
Bagus deh, setidaknya aku bisa terhindar dari gosip-gosip.
Kubawa Yoona keluar dari gerbang, memanggil taksi dan pulang ke rumahnya.
“Yoona, kunci rumahmu?”
“Nggh… di saku kemeja…”
! GLEK
Aku menelan ludah. Kujulurkan tanganku ke saku kemejanya.
Padahal aku nggak mikir macam-macam tapi rasanya perasaanku agak kacau waktu mengambilnya.
Ugh… rasanya aku seperti melakukan perbuatan tidak sopan +_+
Kenapa dia nggak masukin ke dalam saku roknya atau tasnya aja sih?
Di saku roknya ada dompet, sedangkan di tas berisiko hilang karena ditinggal di kelas saat jam istirahat, jadi masuk akal juga menaruhnya di saku kemeja.
Kubuka kunci rumahnya.
Benar juga, ini pertama kalinya aku masuk ke rumah Yoona.
“Ngg, kamar tidurnya dimana ya?”
Setelah berkeliling sejenak tidak sulit untuk menemukannya. Aku membuka pelan sebuah pintu dan mengintip ke dalam.
“Sepertinya ini kamar tidurnya”
Karena kamar tidurnya tidak terlalu girly.
Ketika aku membaringkannya di tempat tidur Yoona memelukku dengan sangat erat. “Oppa…”
“Heh?”
“Temani aku ya…” Yoona menarik lengan bajuku dan menatapku dengan tatapan memohon. “Jangan pulang…” tubuhnya gemetaran.
“Karena kalau kamu pulang, aku jadi sendirian…”
“Ah…” perasaan iba memenuhi dadaku.
Benar juga ya, Yoona bilang orang tuanya selalu bekerja sampai malam, jadi dia pasti hanya sendirian…
Yoona meremas bajuku, “Di…ngin…”
“Yoona, kamu baik-baik saja?!” tanyaku panik. “Tidurlah! masuklah dalam selimut!”
“Tunggu, biar kuambil selimut lagi”
“Aniyo…” Yoona menarik seragamku. “Jangan… jangan pergi…” Yoona seperti ingin menangis.
Tatapan Yoona menyesakkan dadaku. Pertama kalinya aku melihat dirinya seperti ini.
“Temani aku…” pintanya dengan lemah.
Jadi akhirnya aku ikut masuk ke dalam selimut dan memeluknya.
“Tenanglah, aku akan menemanimu… jangan khawatir.”
Setitik air mata menetes di ujung matanya.
Dibalik senyumnya yang ceria, apa Yoona memang seperti ini?
“Iya…” Yoona balas memelukku.
Hatiku sakit karena dia menganggapku Sang Woo, tapi tidak apa-apa…
Setengah jam kemudian.
Yoona dari tadi terus menempel-nempel padaku dan tidak mau lepas-lepas. Bahkan dia mengelus-eluskan pipinya ke pipiku. Yoona sekarang seperti anak kecil yang sedang bermain dengan bonekanya?
Aku bisa merasakan nafasnya yang hangat di pipiku.
“Pipimu lembut sekali.”
Dari tadi aku terus berusaha menahan diri untuk tidak mencuri bibirnya.
Dengan jarak sedekat ini godaannya terlalu besar!
“Ini pertama kalinya aku senang karena sakit, aku merasa bahagia…”
“…Yoona…”
“Terima kasih… oppa”
Aku tidak dapat menahan diriku. Kupegang tangannya.
“Aku bukan Sang Woo oppa,” kataku dengan tegas. “Aku Yuri, Yoona…”
“Hmm…? Yuri unnie? pantas aku merasa aman…” Yoona malah tersenyum.
Kurasakan jantungku berdegup kencang.
“Yoona, kalau kamu kesepian atau sedih datanglah padaku, biarpun tengah malam sekalipun jangan ragu-ragu untuk menelpon aku,” kataku sungguh-sungguh sambil menatap ke dalam matanya.
“Yuri..unnie…”
“Aku pasti akan selalu ada untukmu, Yoona,” kukecup keningnya.
Yoona menutup matanya dan kembali tertidur, wajahnya tampak bahagia.
Aku nggak peduli meski aku seorang yeoja, aku ingin jadi orang yang bisa melindungi Yoona dan menanggung segala kesedihan dan kelemahannya…
______________________________________________________________________________________________________________________

Yoona’s POV

“Cuma aku yang boleh menggenggam tanganmu”
“Oppa…”
“Stop! Yoona ekspresimu kurang! Pada adegan ini tokoh utama cewek harus merasa benar-benar tersentuh oleh kata-kata tokoh utama cowoknya. Ulangi sekali lagi adegan ini!”
“Lagi?” ujar lawan main Yoona dengan kesal, “Aku mau pulang”
Ini sudah yang ketiga kalinya… kenapa denganku? Aku tidak bisa konsentrasi…
Aku melirik ke sudut ruangan. Di situ biasanya Yuri unnie menontonku, tapi anehnya hari ini dia tidak datang.
Tanpa kusadari aku menghela nafas.
“Yah Yoona kenapa kamu malah menghela nafas?!”
“Kamu jangan pikirkan hal lain dulu, konsentrasi, bla bla bla.”
Aku diomeli sama Boa. Tapi omelannya malah lebih terdengar seperti dengungan lebah di telingaku. Ada sesuatu lain yang lebih mengusik hatiku, aku tidak tahu itu apa.

Third’s POV

Di depan gerbang sepulang sekolah.
Mereka janjian jalan-jalan bertiga seperti biasa.
Yoona lama amat, latihannya masih belum selesai ya?
Pikir Yuri dengan sedikit gelisah. Karena saat ini dia hanya berdua dengan Sang Woo saja. Dan udara terasa agak canggung tanpa kehadiran Yoona di antara mereka. Sang Woo diam saja, dia memarkir motornya dan kemudian berdiri disisi Yuri, tanpa tahu perasaan Yuri yang berkecamuk. Dia terkesan cuek.
Kenapa dia juga ada disini? Kukira dia juga ikut latihan…
Tahu gini tadi aku tungguin Yoona saja…
Tapi kalau mengingat kejadian kemarin yang memalukan, rasanya aku masih belum bisa menatap wajahnya!
Sang Woo memandang Yuri seperti ingin berkata sesuatu, tapi dia tetap diam saja dan pandangannya kembali beralih ke jalan dengan kedua tangan disilangkan di depan dadanya.
Yuri melirik sekilas ke wajah Sang Woo.
Aku nggak pernah benar-benar bicara sama dia, waktu ada Yoona saja jarang.
Dan jujur, aku juga tidak terlalu suka padanya.
5 menit berlalu dalam kebisuan dan kecanggungan di hati Yuri.
“Ah itu Yoona!” Yuri dan Sang Woo melihat Yoona dari kejauhan sedang berjalan menghampiri mereka sambil melambaikan tangan. Wajah mereka yang ceria melihat kedatangan Yoona tiba-tiba berubah.
“!!”
Yoona disekap dan dipaksa masuk ke mobil oleh orang yang tidak dikenal.
“Hmmph!! Oppa! Unnie!” jerit Yoona antara ketakutan dan panik. Dia meronta-ronta berusaha melepaskan diri.
“Yoonaaaaa!!” teriak Sang Woo dan Yuri bersamaan di saat orang itu berhasil menyeret Yoona masuk ke mobil mereka.
Ketika melihat Yoona dibawa pergi, mendadak Yuri dicekam rasa takut. Takut sekali seolah dia akan kehilangan Yoona. Tanpa berpikir dua kali dia melompat ke atas sadel motor Sang Woo, menghidupkannya dan mengejar mobil yang menculik Yoona.
“Panggil polisi oppa!” perintahnya.
Sang Woo yang baru mulai mengakses situasi segera tersadar ketika mendengar suara Yuri.
“Baik!” ujarnya dengan panik. Dia segera mengambil ponselnya sambil mengingat plat nomor mobil itu.
Jalanan agak penuh. Mobil itu tidak dapat berlari cepat. Sebaliknya Yuri dapat menyelinap di antara antrean mobil-mobil yang menyesakkan jalan.
“Hei lihat sepertinya dari tadi gadis itu terus mengejar kita!” teriak salah seorang temannya yang sejak tadi memperhatikan belakang mobil melalui kaca spion. Sambil sibuk memegangi Yoona.
“Sialan!” gerutu temannya yang sedang mengemudi sambil melirik ke kaca spionnya.
Yoona memalingkan wajahnya ke belakang. Dan dia melihat siapa yang dimaksudkan olehnya.
“Yuri unnie?!” jerit Yoona. Kemudian penculik itu membungkam mulutnya.
“Mmphh!”
Yuri sedang berusaha menyelip ke depan dengan nekat sambil terus membunyikan klakson. Suara klaksonnya terdengar sampai ke dalam mobil.
“Berhenti penculik!” teriaknya.
Dia seperti kesetanan, dari tadi dia hanya memperhatikan mobil yang menculik Yoona.
“Cih! Temannya!” sahut penculik yang memegangi Yoona sambil menghentakkan sebelah kakinya dengan kesal.
Temannya yang sedang mengemudi juga menggeram kesal.
Motor yang dikendarai Yuri sudah berada di sisi kanan mobilnya.
“Pinggir!” teriaknya marah. Mengisyaratkan mobil itu untuk segera menepi, tapi mereka tidak mau mendengarkan perintah Yuri.
Begitu dapat kesempatan, penculik itu langsung memotong jalan ke depan motor Yuri dan melesat cepat ke depan.
“!!”
Yuri berusaha menghindar dari tabrakan dan dia tidak melihat ada selokan di pinggir jalan. Motor Yuri terjerembab ke dalam selokan. Para penculik itu tertawa terbahak-bahak.
“Rasain!” umpatnya puas.
Yoona menoleh ke arah Yuri dengan cemas.
Separuh tungkainya tertindih motornya. Terlihat beberapa orang sedang berusaha membantu mengangkat motornya.
Yoona yang menyaksikannya menjerit dalam hati.

**

“Oppaaaa!!” Yoona berlari-lari dan langsung memeluk Sang Woo yang membuka lengannya.
“Yoona, syukurlah kamu selamat…” Sang Woo membisikkan kecemasannya di telinga gadis itu.
Polisi berhasil menangkap kedua penculik itu berkat Sang Woo yang mencatat nomor mobil mereka.
“Yoona…” Yuri baru saja selesai berobat di klinik yang tidak jauh dari sana. Beruntung lukanya tidak perlu dijahit. Tapi dia memperolah suntikan antitetanus dan antibiotika. Jalannya juga jadi sedikit pincang. “Untunglah kamu tidak terluka…” paparnya lega.
Aku gagal menolong Yoona tapi untunglah dia selamat. Karena kalau sampai terjadi apa-apa pada Yoona pasti aku akan menyesal seumur hidup…
Melihat Yuri, Yoona langsung melepas pelukannya pada Sang Woo dan berlari ke arah Yuri.
“Yuri unnieee!!”
Yuri merasa terharu, berpikir Yoona mungkin akan memeluknya juga. Tapi rupanya dia salah.
“Ugh!” Yuri mengerenyit sakit ketika datang-datang Yoona langsung memukul bahunya.
“Yuri unnie babo! Kenapa sih unnie nekat sekali?!”
“Mianhae Yoona tapi aku-” kata-katanya terhenti dengan sendirinya ketika dia melihat air mata menggenangi mata gadis itu.
Yoona menyandarkan kepalanya di bahu Yuri, tangannya meremas seragam Yuri dengan gemetar. “Aku khawatir sekali… bagaimana kalau unnie sampai terluka parah…” isaknya.
“………….” Yuri melingkarkan lengannya di bahu Yoona.
“Aku juga Yoona… ketika melihatmu diculik, jantungku seperti mau copot…!” Yuri mengatupkan rahangnya kesakitan ketika pikirannya kembali ke kejadian yang baru saja terjadi.
“Maaf ya membuat unnie khawatir…”
“Aniyo, aku yang sudah membuat kamu khawatir dengan kecelakaanku.”
Yuri terus memeluk Yoona sampai tangisnya berhenti.
“Jangan nangis lagi ya Yoona,” hibur Yuri lembut sambil mengusap air mata Yoona dengan jarinya. “Kita kan masih mau pergi jalan-jalan, tuh ditungguin,” ujar Yuri sambil melihat ke arah Sang Woo.
Yoona mengangguk dan tersenyum meski air mata masih mengalir di pipinya.
“Yuk”
“Unnie bisa jalan?”
“Ne, ahaha, tapi sepertinya aku harus berpegangan sama kamu Yoona,” Yuri meletakkan tangannya di bahu Yoona.
“Unnie, lebih baik kita pulang saja. Aku akan mengantar unnie,” Yoona membantu memegangi Yuri.
“Maaf merepotkan.”

Yoona’s POV

Yuri unnie… kenapa jantungku berdegup begini kencang…?
Dia memelukku seperti sedang memeluk sesuatu yang sangat berharga…
Saat dipeluk olehnya, segala keresahanku seperti hilang tanpa bekas
Aku memejamkan mataku, kilasan balik tentang kejadian penculikan tadi terulang di otakku.
Yuri unnie yang nekat demi aku…
Juga debaran ini
Rasanya aku ingin dipeluk lebih lama lagi olehnya.

*~To Be Continued~*

Advertisements

Comments on: "With Every Heartbeat (Chapter 3)" (52)

  1. andhilyoonyulsic said:

    hwaaa … menyedihkam baget eonni …. yuri segituny kah kw mencintai yoona?? sampe nyawamy ngga ada artiny sama sklali ..
    yoona kya’ny udah mulai menyadari perasaan yuri … ouutttzzzz ….

    lanjutkan eonni ….

  2. andhilyoonyulsic said:

    saya kira saya telat bacany … ternyata ngga juga … hehehe … saya yng pertama koment …

  3. sunnyjiyeon said:

    waw,
    trnyata yuri gk brtepuk sebelah tangan,.
    seneng deh,
    pnasaran ma kelanjutannya saeng..
    hehehe

  4. phe pie said:

    Wah Yuri gentle bangt yah di FF ini. Dari pinjamin jaket ke Yoong, gendong Yoong ala pngantin, ngantarin Yoong pulang, tmanin Yoong, amp ngjar pnculik pakai motor juga demi Yoong.
    Ckckck bnar2 d, Yuri tampaknya pngorbanannya tidak sia2 dngan prasaan Yoong yang tampaknya mulai menyukainya. ^^

  5. Locksmith said:

    Ciey,..
    he-ehem…
    Yoona mulai kesem-sem nih sama Yuri. aish 🙂 di tnggu klnjutan’a ya, thor.

  6. Kimtaeyeoung said:

    Waaaah yoong udah ada perasaan aneh ma yul,
    yul bener2 cocok jadi super hero..
    Dia rela ampe jatuh ke selokan untuk nyelamatin yoong..sweet deh..

  7. YoonAddict said:

    Berharap mereka cpet bersatu.. Lanjut eonn 😉
    Fighting ^^

  8. Wah.. Akhirny getar2 cinta hingap jg k yoona..
    Lnjut author

  9. wah..ngga kebayang Yuri unnie gendong yoona..XD..wah kaya’a yoona juga udah mulai dug2 ser ama Yuri..he..he..next part jangan lama2 thor..^-^

  10. seru, kaca baca cerita action..
    walaupun temanya sama kaya ff TxT tapi menurutku yang ini lebih seru unnie..
    yah.. gara-gara ini aku jadi suka pairing yoonyul nih,
    keren dah pokoknya!
    thumbs up!

  11. so sweet banget
    aku jadi mau *plak
    wkakakakak
    adegan paniknya dapet banget thor,udah kaya film gangster (apa hubungannya ?)
    wkakakakak
    lanjutkan thor
    ^^

  12. taengppany said:

    roman romannya yoona udah ada rasa ya sama yuri 🙂
    itu yuri pas jatoh masuk solokan?uuuuhhh kasian tapi bodor kkk yang nyulik yoong itu modusnya apaan ya?apa iseng aja gitu nyulik anak orang?

  13. sica jung said:

    yee yoona udah punya rasa ma yuri,dan
    cinta yul gak brtepuk sebelah tangan,
    lanjuttt thor

  14. wah thor, sory br komen, td mlm blum slesai baca udh ktiduran. hehehe….

    kya ini momennya manis sekali thor, apalagi waktu d kmr yoona quote; Yoona dari tadi terus menempel-nempel
    padaku dan tidak mau lepas-lepas. Bahkan
    dia mengelus-eluskan pipinya ke pipiku.
    Yoona sekarang seperti anak kecil yang
    sedang bermain dengan bonekanya?
    Aku bisa merasakan nafasnya yang hangat
    di pipiku.
    “Pipimu lembut sekali.”
    Dari tadi aku terus berusaha menahan diri
    untuk tidak mencuri bibirnya.
    Dengan jarak sedekat ini godaannya terlalu
    besar!

    senyum2 gaje pas scene yg itu thor. hahaha…

    walaupun TBC tapi part ini bener2 memuaskan thor…

    kog aku lupa ya kalo km punya ff sebagus ini…

    kutunggu next chapternya thor, semangat…!!!!

  15. Kyaaaa aku ketinggalan tau2 udah part 3…
    Huhuhuhu T.T
    menyentuh..hiks..
    Aku tunggu kelanjutanya!

  16. Cho soo kyo said:

    Wah ternyata yoong pnya perasasaan yg sama,,yul ga bertepuk sblah tangan dong…udh yoong ptusin sangwoo Aja…ayo chingu dilanjut…

  17. Sang woo agak mengerikan dan misterius 0_0v mungkinkah dia tau yul suka sama yoong?? Hem.. Eh masa jatuhnya diselokan? -_- gak keren jadinya *plak XD

  18. Yoondeer said:

    waaaaa tambah seruuu, ayo ayo posting lagi thor ^^

  19. Taeny_Taeny said:

    yuri qm beruntung cinta qm ma yoona gx bertepuk sebelah tangan…

    seru nih thor ..fighting fighting ^_^

  20. huhu. . Kasihan yuri, dia rela guling2an jungkir balik(?) bwt nyelametin yoona

    seperti’a yoong udah ada feel k yuri tuh, hihi..

    Lanjut thor! Jgn lama2 y,

  21. asleyar said:

    dari kemaren mau komen tapi g tau apa yang mau di omongin, akhirnya yoong mulai sadar sama persaan’a terhadap yul….lalalalalalalalalala~~
    itu poll yg d atas poll untuk apa??

  22. Jungyu said:

    Yul…._.
    Tapi kok yul gagal mulu nolongnya? O.o
    haha

  23. Kwon Eya said:

    Nah l0h, yo0na jga uda ngrazain getaran2 aneh kn?
    Yul hero!! Keren! Km g mqirin drmu cndri dmi kzelamatn y0ona. Dæbak!

  24. yoonaddict si new reader said:

    KEREN thor (´⌣`ʃƪ)

  25. windyhairista said:

    waahhhh Yuri gentle bget… 🙂
    (Yuri makain cinta aku padamu…ceeiiiiillleehhhh)

    Kasihan Yuri mkan hati terus… 😦
    Yoong udh mulai ngerasain benih2 tuch…hehehehehe…

    Lanjut…Fighting 🙂

  26. windyhairista said:

    waahhhh Yuri gentle bget… 🙂
    (Yuri makin cinta aku padamu…ceeiiiiillleehhhh)

    Kasihan Yuri mkan hati terus… 😦
    Yoong udh mulai ngerasain benih2 cinta tuch ma Yuri…hehehehehe…
    Fighting Yuri bntr lgi Yoong jdi milikmu…hahahahaha

    Lanjut…Fighting 🙂

  27. Huwaa yuriku knp? Atit yah? Tp yuri keren buanget! Rela berkorban buat yoona dan akhirnya yoona jg menyukai yuri

  28. senangnya cinta yuri akhirnya terbalas, apalagi pas baca Yoona POV trakhir *nyeri* haha *fake laugh*

  29. ya tuhaaann rasanya bener2 mw nangis pas baca kata2 ini : “Aku tahu cinta tak berarti harus
    memiliki, namun demikian hati
    ini terasa sakit
    Aku ingin menyatakan
    perasaanku ini padanya, namun
    aku tak bisa
    Dan hatiku merasa sangat
    tersiksa hanya karena menahan
    perasaan ini…” tahan air mata T^T *nutupin kpala kdalem bantal*

    seandainya aku jg bsa sperti yuri unnie hahaha happy ending *fiction*
    yak!! Di tunggu next ff thor c:
    hwaiting

  30. Aiigooo yul sampe kecelakaan demi menolong yoona huhuhu #terharu :3
    Wah kayaknya yoong udah mulai menyukai yul… MantAaaab (o.o)b
    Lanjut part berikutnya kekeke^^

  31. clover said:

    yul keren langsung ngejar pake motor, gak kaya sang woo yg malah bengong aja…
    horee…yoong udah mulai suka ama yul 🙂

    lanjut next chap…

  32. ommo ada cinta nih di hati yoona
    hehehehehehe
    thor pinta pw nya yang sunny
    makasih

  33. Miss New New said:

    Yuri keren!

    Aku juga mau nempel2 pipi ama Yoona *sekalian nularin jerawat

    Owwhhh situasi yg mengoda imaaan hahahha

  34. Shyemlakkumaa said:

    Kyaaa.. Gilak.. Yul bener2 kereenn..
    Imajinasiku tntang ke-real an YoonYul yg smpat pudar langsung menari2 di kepala gara2 baca nih epep..wkwwk^^
    Ohh tuhaann akhirnyaa Yoona mulai sadar klo dekat ama yul oppa jg bkin dy dugeun” tak karuaan..
    Kaborrr dulu.. Kaboorr ke next chap~~

  35. uhuk..uhukk…uhuk… jd pengen jd Yoona..
    seandainya posisi Yoona itu aku… di peluk Yuri ♥♥♥

  36. Ahhh, bersambung ? Cepat banget un. Perasaan baru mulai deh kayaknya tadi bacanya. Kok main tbc tbc aja yah ?
    Ini ff nya yang singkat, atau akunya yang nafsu ? 😀
    Ah, yang penting ceritanya keren. Untung nggak sampek acara tebus”an segala. Ah, bisa gerem aku kalok cerita ini harus berakhir sad. Soalnya YoonYul jarang sih yang ber-episode. Kalok pun ada, yah…. begitulah 😀

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: