~Thank you for your comments~

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu tiba juga.
Bukan hanya Yoona dan teman-temannya, aku juga sebenarnya sangat menantikannya.
Aku ingin melihat Yoona di atas panggung. Berakting disinari cahaya panggung.
“Oppa, kamu datang…”
“Yoona, demi kamu… apapun”
“Kamu nekat…” Yoona hampir menangis.
Seluruh mata penonton terpaku pada romantisme mereka.
Jantungku berdebar-debar.
Yoona terlihat tidak seperti sedang berakting tapi seperti tokoh itu sendiri.
Mendadak aku bisa memikirkan sebuah puisi yang indah.

Aku menyukaimu sejak pandangan pertama
Kilauanmu terlihat seperti kemilau bintang di atas panggung
Disana kamu berakting dengan penuh perasaan

Sampai-sampai… Yoona terlihat seperti benar-benar menyukai Sang Woo…
Hatiku seperti ditoreh dengan rasa sakit yang tidak bisa kuungkapkan.
Tapi yang membuatku syok justru hal yang terjadi berikutnya.
Pada saat adegan kiss, Sang Woo sungguh-sungguh mencium Yoona di atas panggung, di depan seluruh penonton.
“Kyaaaaaaa!!!!”
“Mustahil! Mereka sungguh-sungguh melakukannya!” seru salah seorang namja.
Bahkan Boa sendiri sampai kaget. Sementara aku tetap mematung disana dengan mulut terbuka.
Jerit histeris dari murid-murid yang menonton masih terdengar.
Yoona tersentak kaget tapi dia segera kembali menguasai diri.
“Maaf Yoona… aku gak akan melepaskanmu lagi…” ucapnya sambil memeluk Yoona.
Sabar… sabar…
Tapi walau aku berpikir seperti itu, aku tetap tidak bisa mengusir keresahan yang mengusik hatiku.
Setelah penonton mulai tenang, mereka kembali terhanyut oleh rasa haru saat Sang Woo meraih tangan Yoona dengan lembut dan menyelipkan cincin di jari manisnya. Lalu mencium tangannya dengan hangat.
“Yoona, menikahlah denganku, aku tidak bisa memberimu janji-janji yang manis, tapi aku tidak akan pernah meninggalkanmu sampai maut memisahkan kita.”
“Iya, oppa…” lalu mereka berpelukan sekali lagi dan tirai panggung diturunkan yang mengisyaratkan dramanya sudah selesai.
Tepuk riuh murid-murid memenuhi aula. Lalu mereka mulai meributkan drama yang baru saja dipentaskan.
“Sang Woo dan Yoona serasi sekali!”
Apanya yang serasi…
Meski wajahnya tampan dan muda, bagaimanapun juga dia ketuaan untuk Yoona!
“Kyaaaa! Jangan-jangan mereka pacaran?”
Karena gak tahan lagi aku cepat-cepat kabur dari situ dan malah bertemu dengan Yoona.
“Yuri unnie! Aku tidak menyangka sambutan untuk drama kami hebat sekali! XD ”
“O-oh… selamat kalau begitu,” aku memaksakan senyum.
Yoona kelihatan sangat bahagia sampai-sampai dia tidak menyadari kesedihanku.
“Eh unnie, tadi selesai drama Sang Woo oppa menyatakan perasaannya padaku dan.. akhirnya kami jadian.”
Aku membatu, sekali lagi perasaanku teriris-iris. Aku tidak mau mendengar lagi tapi aku terus mendengar.
“Benar-benar kebetulan ya, sudah lama aku memang mengagumi Sang Woo oppa,” Yoona tersenyum bahagia.
Bertambah satu tusukan lagi di hatiku.
Aku tidak tahu lagi…
Bagaimana jadinya nanti perasaanku pada Yoona.
Tapi satu hal yang aku tahu
Bahwa aku akhirnya dapat menyelesaikan puisiku yang baru…

Namun perasaan ini tidak bisa kuungkapkan
Hanya bisa kusimpan dalam kebisuan
Karena cintamu telah berlabuh di hatinya

Setelah selesai menulis, kulempar pulpenku. Kupandangi sekali lagi puisiku dengan mata lelah.
Hanya puisi ini yang tidak boleh diperlihatkan pada Yoona. Karena aku takut Yoona menyadari perasaanku. Sejak Yoona membaca puisiku, dia selalu ingin terus membaca puisiku bagai ketagihan.
Dia bilang puisiku indah dan penuh perasaan.
Kutatap langit biru yang terus mengawasiku sedari tadi. Dan awan putih yang bergerak perlahan…
Sejak awal aku punya perasaan seperti ini pada Yoona itu salah…
“Yuri unnie!” aku mendengar seruan Yoona dari balik pintu dan buru-buru aku menyelipkan puisiku di saku rokku.
Yoona menghampiriku dengan ceria seperti biasa dan menyentuh bahuku dengan lembut lalu duduk disampingku.
“Lihat dong puisi unnie”
Aku menyerahkan puisiku yang lain pada Yoona.

Duniaku yang gelap
Diterangi oleh cahaya bintang harapanmu
Cahaya yang telah lama kucari
Menuntunku
Menuju padamu
Aku bisa mendengar suaramu
Suatu hari pasti
Kita bisa melangkah bersama

“Wah keren!”
Aku menoleh padanya dengan malu-malu.
“Yuri unnie, bikinin juga buat aku dong,” Yoona mendekatkan wajahnya dan menatapku dengan manja.
“Oke, sekarang?”
“Sekarang, aku tungguin.”
Aku meraih kembali pulpenku. Menekan ujungnya lalu mengeluarkan notes.
Yoona mengistirahatkan kepalanya di pundakku dan memejamkan matanya.
DEG
Tenang Yuri… atur nafasmu…
Pikirkan puisi baru segera…
Tapi aku penasaran.
“Yah Yoona.”
“Hmm?”
“Bagaimana dengan… Sang Woo oppa? Kalian kan sudah pacaran, kalian gak ketemuan?”
Aku tidak bisa menahan diriku untuk tidak menanyakan ini.
“Oh oppa? iya untuk sementara kita gak ketemuan dulu.”
“Kenapa begitu?”
“Berkat drama itu kami digosipin seantero sekolah, ahaha, jadi kami mau menunggu sampai agak reda dulu.”
“Ooo”
Yoona mengangguk malu-malu.
…………………………………
…………………………………
Payah…
Aku jadi nggak bisa mikir kalau dia sandaran di bahuku seperti ini…
Akhirnya tanpa sadar aku menulis yang sesuai dengan perasaanku saat ini

Berada di dekatmu membuat jantungku berdebar-debar
Ritmenya terdengar begitu indah
Keindahannya bagai lagu yang tak terlukiskan
Pikiranku menjadi kosong
Aku tak bisa memikirkan hal lain selain dirimu

Aku tidak tahu berapa lama waktu terus berlalu. Yang jelas aku merasa nyaman dengan keheningan ini. Apalagi aku bisa merasakan kehangatan tubuhnya melalui bahuku.
Entah kenapa aku merasa nikmat. Aku ingin Yoona terus bersandar di bahuku seperti ini, tidak peduli pundakku pegal.
Ketika aku melihat jam di ponselku.
Hah? Sudah mulai pelajaran? Sudah telat setengah jam lagi! Celaka!
Tapi ternyata Yoona ketiduran di bahuku, wajah tidurnya terlihat begitu damai. Membuat tekadku untuk membangunkannya runtuh seketika. Jadi akhirnya aku hanya diam saja, meminjamkan bahuku pada Yoona. Sambil diam-diam menikmati semua ini.
Apa yang kulalukan… sekarang kan sudah jam pelajaran…
Kenapa aku malah masih ada disini…
Aku melirik sekilas ke Yoona.
Tapi… sekali saja seperti ini boleh kan?
Kumainkan jari-jemariku dengan gugup.
“……………..”
Angin semilir bertiup, terasa sejuk….
Lama-lama mataku jadi berat….
Berat dan makin berat…
Zzzzzzzzzzzz…
……………………………………………
……………………………….setengah jam kemudian
“Ngggh…” Yoona membuka matanya. “U…nnie?”
“Zzzzzz…..”
Rasa kantuknya masih belum hilang, apalagi melihat Yuri tidur, jadi dia pikir tidak apa-apa. Akhirnya Yoona kembali meneruskan tidurnya.
______________________________________________________________________________________________________________________

“Serius? Masa kita ketiduran selama itu?!”
Waktu menunjukkan tinggal lima belas menit lagi sampai sekolah bubaran. Padahal kami ketiduran dari jam istirahat pertama!
“Mianhae Yoona, gara-gara aku, padahal aku tahu kita sudah telat,” kataku dengan menyesal.
“Aniyo, salahku juga yang ketiduran.”
“Jadi gimana?”
“Apa boleh buat, karena tanggung kita tunggu saja sampai sekolah bubar.”
Pundakku masih terasa pegal, karena ditiduri Yoona selama beberapa jam. Aku memijat-mijat pundakku sedikit.
“Unnie, pegal ya?”
“Iya, tapi tak apa-apa kok”
“Mau kubantu pijat?”
“E-eh?! Gak usah, sama sekali gak apa-apa kok!”
“Oh oke, kalau unnie bilang begitu”
Aish babo kamu Yuri, kenapa tidak terima saja tawarannya barusan, kau menyia-nyiakan kesempatan T_T
Yoona membaca puisiku yang tidak sempat kusimpan.
“!!”
Gawat! Aku gak sadar waktu nulis! Bisa-bisa Yoona sadar akan perasaanku!
“…wah”
Aku memejamkan mataku rapat-rapat. Bersiap-siap mendengar kalimat yang akan dilontarkannya selanjutnya.
“Rasanya sama dengan perasaanku waktu aku berada di dekat Sang Woo oppa.”
“Eh?”
Yoona tersenyum, “Kamu seperti bisa membaca pikiranku, Yuri unnie.”
Ah bukan, mungkin lebih tepatnya mengerti perasaannya.
“……………”
Kalau saja kamu tahu…
Ah tidak, kamu tidak boleh tahu perasaanku
“Yoona, sejak kapan kamu suka sama Sang Woo oppa?”
Aku tahu kalau bertanya seperti ini hanya akan membuat luka hatiku bertambah dalam, tapi aku tidak bisa mengusir rasa keingintahuanku.
Pipi Yoona memerah, “Sebenarnya sudah sejak kelas satu aku menyukainya, dia ikut klub drama. Saat berakting dia terlihat sangat keren, aku kagum padanya.”
“Karena itu kamu mengejarnya dengan masuk klub drama?”
“Ah unnieeee~! Jangan bilang mengejar dong”
“Tapi benar kan”
Yoona mengangguk malu-malu.
“Aku senang sekali… oppa ternyata juga punya perasaan yang sama padaku.”
Aku bisa merasakan kebahagiaan dalam intonasi Yoona.
Sialnya aku tidak bisa menyingkiran perasaanku yang sudah terlanjur menyukainya semudah itu.
Jadi aku hanya bisa terdiam, menyimpan perasaan yang menyakitkan ini…

Sepulang sekolah
“Ah! oppa”
“Hei,” sapanya dengan nada casual.
“Kamu nungguin aku?” Yoona melangkah menghampiri Sang Woo.
“Ya, mau pulang bareng?”
“Tapi bukannya rumah oppa dan rumahku berlainan arah?”
“Gwenchana, aku senang bisa nganterin kamu”
Yoona tampak bahagia mendengar jawaban Sang Woo. Sementara aku memandang mereka dengan tatapan dingin.
Mereka berdua berjalan berdampingan.
“Cih… terpaksa”
Aku terpaksa berjalan mengikuti mereka di belakang, karena arah rumahku sama dengan arah rumah Yoona. Tapi aku tetap menjaga jarak beberapa meter dari mereka.

Aku hanya bisa menatap punggungmu
Saat kau berjalan bersama dengan dirinya
Ku hanya bisa mendengarkan kebahagiaan yang terpancar dari suaramu
Meski tanpa aku di sisimu, tampaknya kau tetap akan baik-baik saja…

Pada kalimat terakhir yang kubuat sendiri…
Hatiku terluka…
Benar, lebih baik aku menjauh…
“Oppa, tadi aku gak ikut pelajaran,” Yoona menceritakan apa yang dialaminya barusan.
“Hah?”
“Tadi pas jam istirahat pertama aku dan Yuri unnie pergi ke atap lalu kami malah ketiduran deh, ahaha”
“Yuri?”
“Iya,” Yoona menoleh padaku, “Yuri unnie!” panggilnya.
Langkahku terhenti. Dia berjalan mendekat dan merenggut lenganku kemudian dia kembali ke sisi Sang Woo sambil membawaku. “Yuri unnie ini adalah sahabatku dari kelas sebelah.”
“Kalian seangkatan? Tapi kamu memanggilnya unnie”
“Benar, karena Yuri unnie lebih tua setahun dari aku.”
“Ohh, terus gimana tadi?”
“Akhirnya kami ketiduran sampai hampir jamnya pulang sekolah, haha payah ya”
“Woah, memangnya semalam kamu kurang tidur?”
Paras Yoona memerah sampai ke telinganya, “Soalnya aku kan… mikirin kamu…”
Aku bisa melihat Sang Woo juga ikut malu-malu.
Huh kenapa aku harus terjepit di antara mereka… umpatku dalam hati. Gara-gara Yoona masih megangin tanganku.
Hahh aneh…
Aku menghela nafas tanpa sepengetahuan Yoona. Dia masih terlalu sibuk ngobrol dengan kekasihnya.
Masa dia ngomong kayak gitu di depan pacarnya sambil masih memegang tanganku. Rasanya agak gimana gitu…
“Minggu besok mau jalan?”
“Mau!” Yoona terlihat antusias.
“…………..” aku membisu.
Yoona menatapku sekilas kemudian berbalik menatap Sang Woo.
“Yuri unnie boleh ikut juga nggak?”
MWO?!
“Boleh,” kata Sang Woo datar, anehnya dia tidak kelihatan jengkel ataupun keberatan. Tapi entahlah, barangkali dia cuma pura-pura. Untuk memberikan kesan baik di mata Yoona. Dia kan jago akting.
“Ya Yuri unnie ikut juga ya? Biar tambah seru!”
Yoona itu bodoh atau apa sih? Masa mengajak orang ketiga saat kencan dengan kekasih…
“Hmm…” aku berpikir sejenak.
Meski harus melihat hubungan Yoona dan Sang Woo yang sangat akrab menyakitkan hatiku tapi di saat yang sama aku juga ingin berada di dekat Yoona… pikirku sambil berjalan berdampingan disisi Yoona.
“Oke, daripada di rumah gak ada kerjaan,” tentu saja itu cuma alasanku untuk tidak menolak ajakannya.

**

Kami bertiga, jalan-jalan ke mal, main bowling dan makan bersama.
Saat kami jalan bersama Yoona selalu berada di tengah kemudian aku dan Sang Woo akan berada disisi kiri dan kanan Yoona. Memang rasanya aneh… kok kami jadi kayak pengawalnya?
Mataku mengawasi Yoona diam-diam, ketika dia sedang mengobrol dengan Sang Woo. Aku cuma mendengarkan celotehan mereka. Setiap kali pula kerinduanku bertambah, padahal Yoona berada di dekatku tapi terasa begitu jauh…
Sesekali Yoona akan berpaling padaku, lalu tersenyum padaku seolah dia memperhatikanku juga, dia bahkan memasukkanku ke dalam percakapan mereka, seolah aku bukan orang ketiga, seperti tidak ingin aku merasa kesepian.
Setiap mata kita berpapasan, perasaan-perasaan yang terpendam dalam hatiku serasa ingin meluap keluar.
Beruntung
Sang Woo benar-benar beruntung
Meski hanya sekejap… aku ingin menjadi Sang Woo oppa, sesalku.
Dengan begitu Yoona akan melihatku sebagai orang yang bisa dicintainya… bukan sebagai sekedar sahabat baik…
“……………..”
______________________________________________________________________________________________________________________

Minggu berikutnya kami pergi bermain skating bertiga.
Yoona terlihat sangat senang, apalagi saat memakai sepatu skating. Dia melambai pada kami berdua saat mencoba meluncur.
BRUK
Yoona terjatuh.
“!!”
Buru-buru aku meluncur ke dekat Yoona. Dan ternyata bukan hanya aku saja.
“Yoona!” seruku dan Sang Woo berbarengan. “Kamu nggak apa-apa?” lucunya aku dan Sang Woo sama-sama mengulurkan tangan untuk membantunya berdiri.
Mungkin hanya perasaan saja, tapi aku merasa mata-mata di sekeliling melihat ke arah kami. Malah beberapa ada yang senyum-senyum.
“Hehe, maaf aku nggak mahir,” Yoona menerima uluran tangan kami berdua dan bangkit berdiri.
“Kamsahamnida,” Yoona tersenyum manis pada kami berdua. Membuat hati kami bergemuruh seketika.
Kami berdua malu-malu. Kok kita jadi kayak kompakan?
Yoona, Yoona, kenapa kamu manis sekali?
______________________________________________________________________________________________________________________

Keesokan harinya saat jam istirahat Yoona mengajakku masuk ke kelasnya dan kami berdua mengobrol-ngobrol bersama kemudian tiba-tiba seseorang ikut menimbrung.
“Aku lihat lho~” Sunny, teman sekelas Yoona tersenyum nakal.
“Apaan?” tanya Yoona.
“Akhir-akhir ini kalian bertiga sering pergi bareng-bareng. Yah Yoona, kamu pacaran sama Sang Woo oppa kan? Kok tiap kali pergi kalian selalu bertiga sih?”
“…………….”
“Emang kenapa?” tanya Yoona dengan polosnya.
“Pacaran kok ngajak temen? Oh jangan-jangan Yuri juga naksir sama Sang Woo oppa ya?” guraunya.
“!”
“Itu nggak benar!” aku buru-buru bangkit berdiri dengan panik sampai hampir memukul meja terlalu keras. “Aku sama sekali nggak begitu!”
Aku nggak bohong, pada kenyataannya yang kusukai itu Yoona bukan Sang Woo tapi aku nggak mau Yoona sampai salah paham mengira aku juga naksir kekasihnya.
“Yah aku kan cuma bercanda,” Sunny cuma tersenyum polos, sama sekali nggak tahu akan perasaanku.
Aku bisa merasakan tatapan mata Yoona padaku.
Omo, kumohon jangan sampai salah paham…


Di atap
Dari tadi kami duduk berdua dalam kebisuan.
“Yuri unnie, unnie juga suka sama oppa?” aku sudah tahu pasti ini yang ingin dia tanyakan.
“Aniyo”
“Beneran?”
“Sumpah”
Yoona menghela nafas lega, “Syukurlah…”
“Heh?”
“Soalnya kalau sampai Yuri unnie juga suka sama oppa kayaknya aku nggak punya kesempatan, habis Yuri unnie cantik sih.”
Wajahku memerah, “Nggak, Yoona lebih cantik kok!”
Sesaat Yoona terpaku mendengar perkataanku, lalu dia tersenyum dengan wajah kemerah-merahan.
“Tapi syukurlah, soalnya aku nggak mau cinta merusak persahabatan kita,” Yoona memegang tanganku, memainkan jari-jariku. “Soalnya persahabatan kita terlalu mahal untuk ditukar dengan apapun juga, ya kan unnie?”
“Yoona…” rasa haru menyelimuti dadaku. Ini pertama kalinya ada seseorang yang bicara seperti itu padaku. Tapi di saat yang sama aku merasa terjepit oleh perasaanku sendiri.
Kupeluk Yoona. Yoona membalas pelukanku dengan hangat.
Aku nggak ingin menyia-nyiakan persahabatan kita ini, tapi…
Aku harus bagaimana…
Aku tidak bisa menemukan jawabannya.

*~To Be Continued~*

Advertisements

Comments on: "With Every Heartbeat (Chapter 2)" (54)

  1. taengppany said:

    wah ini kenpa kaya cinta segitiga ya?hehe
    kayanya yoona juga suka sama yuri tapi karena lemot dia jadi belum nyadar sama perasaannya

    yu ah di tunggu lagi part selanjutnya

  2. aauuuhhhh pasti sakit bgt tuh yuri…
    baru juga sadar jika dia jatuh cinta sama yoona, eeh lgsg patah hati seketika gara2 yoona jadian dgn kwon sang woo..
    menyebalkan…

    yuk buruan update…
    hwaiting!!

  3. Ken-TaeNy Hwang said:

    wahh…poor yuri…..
    mmendam perasaan itu menyiksa bgt lho….trs hrs bersusah payah mnyembunyikan perasaan qt yg sbenernya..
    *apaan ini
    wkwkwk

  4. andhilyoonyulsic said:

    waaahh .. benar-benar sakit ni ff thor .. butuh konsentrasi penuh untuk merasakan emosinya ….

    “Tapi syukurlah, soalnya aku nggak mau cinta merusak persahabatan kita,” Yoona _ kata ini yang akan menjadi paling menyakitkan untuk yuri eonni ..

    yuri eonni jangan pantang menyerah .. kalau jodoh ngga kemana koq *tergantung dari thornya mw jodohin yurinya ma siapa .. heheheh …

    lanjuut thor .. jangan lama-lama updatenya .. penasaran tingkat dewa soalnya ..

  5. Cho soo kyo said:

    Wah yoong aneh,,,masa kencan ngjak tmen,,ayo yul rebut yoong…semangat…

  6. cerita nya nyesek banget ya
    kata katanya juga dalem banget
    –”
    cayo thor,ku tunggu kelanjutan critanya
    😀

  7. kyaaa kasiannya yuri…!!!!

    aduh thor, aku ga tega ma yuri nih thor, kasian banget…

    btw, ini udah mulai bertambah konflik nya, itu sunny kog jd bawel gitu? bikin org mikir mcm2. ku cium jg ntar tu sunnybunny. huahaha…

    ga sabar nunggu updatenya thor. semangat…!!!!

  8. sunnyjiyeon said:

    wew,
    tmbah seru aj,
    yuri cidaha oii,nyesek bgt..hiks.
    oce deh,lnjut..^.^

  9. wih,,,yul..cinta trkdang memang pahit,,,tp coba ingat bgaimana mnisnya d hatimu [?]
    yoon,,,buka htimu buat yul dong hihihi

  10. knp malang sekali nasip yul??
    Author gmn sih, ko’ yul dibuat menderita *mau niat ceramahin author, tp gk jadi krna Pee nyadar diri klo ini hak author #Plak! Hahaha

  11. kikyo said:

    kyknya ntar sang woo suka ma yuri,trus yoona salah paham ma yuri #readersoktahu..tp aku suka ma ff nie,update kilat dunk *¯︶¯*

  12. Gak mau cinta merusak persahabatan mereka, persahabatan mereka terlalu mahal @_@ ehm yuri pasti bingung banget itu. Yuri.. Sabar ya T.T kan ada sica *nah lo o.O

  13. Bkal rumit lg klo sang woo cinta yuri.. Haha
    kok jd kek crita butterfly yah,
    seru.. Lanjut author..

  14. YoonAddict said:

    Berharap akan cpt ada kelanjutan.a ,,
    Fighting ^^

  15. windyhairista said:

    huwwwwaaaaa Yul yg sabar yaa… 😦
    hahahaha…Yoong ngak sadar klo Yuri suka ma dia bkn Sang Woo oppa…
    asikasik Sunny udh keliatan dikit…hihihihi

    Lanjut…Fighting… 🙂

  16. Kimtaeyeoung said:

    Kesian perasaan yul belum waktunya terbalaskan oleh yoong..
    Di tunggu laghe lanjutannya..

  17. “Soalnya persahabatan kita terlalu mahal untuk ditukar dengan apapun juga”
    kaya’ cerita di ffmu yang locksmith unn, beda alur dan setting sih, tapi sama-sama punya masalah antara milih cinta dan persahabatan.
    yuri pasti bingung tuh.. semuanya bakalan kaya’ serba salah..
    huhhh.. ffmu selalu emosional, dan chap ini mulai bikin aku penasaran ama cerita selanjutnya.. 😀
    yepp.. semangat lanjutkan!!!
    fighting!

  18. sica jung said:

    yul kasihannya dirimu
    cintanya belum dibalas ma yoona
    lanjutttt thor

  19. Jungyu said:

    arr.. YoonYul!!

  20. Locksmith said:

    annyeong,
    locksmith kmbli dtng^^ maaf y, thor. bru komen skrng. mslh’a bnyk krjaan (g nnya). thor, kok crita’a sm kyk khdpan pribadi q y?

  21. Yoondeer said:

    waaaa, seru thor ^^
    keep posting

  22. Taeny shipper said:

    Kenapa?? Kenapa mereka harus jadian wae?????? Huhuhuhu ayo Yuri berjuang dapatkan Yoona!!!

  23. kira2 cinta yul bkalan ke blz gak sieh yoona ky nya sdh cinta sm sang woo deh
    mdh2n yoona jg py rasa yg sma bwt yul.

    Di tunggu part slanjutnya

  24. phe pie said:

    Wah kasihan Yul sudah cintanya brtpuk sblah tangan, masih harus memendam prasaannya pula. Ini Yoong kayaknya mang lmot d di crita ini, masa pacaran bawa2 orang ketiga. ^^

  25. Kwon Eya said:

    “masa dia ngomong bgitu didepan pacarnya masih dgn memegang tanganqu c. rasanya agak gimana gitu” Gmana gtu, maxutnya pa yul?? *Plak!!

    Ya ampun YoonA polos bgt c. maza pcaran ngjakin tmennya c.
    Tp q pqir dy jga pnya rsa xma yul. tp blum mnyadari ajah.
    lanjut thor!!

  26. Wah yong pacaran ko ngajak temen..kikiki..puisi yg di bikin yuri bener2 ngena..u,u..sudah kuduga kalo mr.sang woo pasti mencari kesempatan dl drama..>,<..next..

  27. yoonaddict si new reader said:

    Wah nyesel bnget telat baca ni ff (ʃ⌣ƪ)
    Keren bnget thor ,, kasian bnget yul eon ..

    Authorε˘`)

  28. hah? Kenapa yoona jadian sama sang woo? Ah gak beres nih! Malah yoona cuma anggap yuri sahabat lagih…?! What the hell

  29. ya tuhaaann miris bgt perasaan’a yuri T^T
    apalagi puisi dari yuri ini “Meski tanpa aku di sisimu,
    tampaknya kau tetap akan
    baik-baik saja…” T^T tahan air mata *ngumpetin kpala kdalem bantal*
    lgsg next bca ya thor

  30. Yaaaah ternyata cinta segitiga, yoong ada perasaan ga ya sama yuri –”
    Jadi penasaran nih
    Lanjut part berikutnya deh kekeke^^
    Author hwaiting (ʃƪ´▽`)

  31. clover said:

    duh kasian yul, ternyata yoona suka sama si kwon sang woo 😦
    pantesan pas latian menghayati bgt…

    btw…puisinya bagus, keren thor ^_^b

  32. berasa kayak lagi baca kehidupan masa laluku
    soalnya pernah berasa di posisi yuri dan itu sulit banget
    hheheheheheehe tapi semoga baik baik aja
    semangat

  33. Miss New New said:

    Sang Woo keren juga
    Muka tengil hahaha

    Ngiler dulu ah~

  34. Shyemlakkumaa said:

    Uhh.. Uhh.. Kata-katanya ditulis dgn kalimat yg puitis bgd.. Ringan ‘n enak bgd di nikmatin.
    Aishh.. Bru ngeh Kwon Sang Woo itu kwon sang woo ahjussi kaan? Yg main m yoong di CM? Astagaa saingan Yul eonni om-om.. Wkwkwk^^
    mski disini dibuat jd muda tetap ajah dy udh ahjussi.. Kekekek..
    Mm.. Smoga yoong cpt sadar klo yul cinta m dy trs dy campakkan itu si ahjussi dan jadian m yul.. Hehehe~~

  35. sabar Yuri… XD
    kekekeke ♥♥♥

  36. Betul dicium rupanya -_- hzzzz
    Harusnya kan Yuri unnie dulu yang cicipin -_- :p
    Tadi waktu baca komen” di part 1, authornya jujur belum pernah pacaran katanya. Tapi kok kayaknya aku nggak bisa percaya yah ? :p Soalnya setiap kata yang tertuang didalam puisi dalam ff ini benar” seperti menggambarkan seseorang yang lagi jatuh cinta…
    Aish, Maifate unnie, kalok misalnya kamu belum pernah pacaran, mungkinkah kisah cinta Yuri unnie disini sama kayak kisah cinta Maifate unnie di dunia nyata (yang dijelaskan dikomenan part 1) ? OMO !
    Jika ya, maaf atas kelancangan saya sunbae…
    😀
    Tapi ceritanya keren kok Maifate unnie. LanjutKan ! 😉

    • Wkwkwk kayak makanan aja ni dicicipin 😛
      Haha karena sering baca romance
      Kalau jatuh cinta sih wajar dong

      Memang ada 2 bait yg berasal dr kenyataanku haha
      Sisanya kurang begitu ingat
      Ff ini dah agak lama soalnya

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: