~Thank you for your comments~

The Chosen Star

A/N : Bagi yang nggak suka YoonYul jangan baca.
Akhirnya kesampaian juga, memang sudah agak lama author ingin menulis YoonYul^^
Enjoy~

Yoona’s POV

Aku terpana menatap yeoja di depan mataku. Kulihat di saat yang sama dia juga memiliki ekspresi yang sama denganku.
Yeoja di depanku…
Kenapa bisa begitu mirip denganku?
Seolah aku seperti menemukan kembaranku di dunia ini.

Yuri’s POV

Saat pertama kali bertemu Yoona, aku seperti bertemu dengan diriku yang lain.
Aku mengulurkan tanganku lebih dulu dan memperkenalkan diri.
“Yuri. Kwon Yuri”
“Ah, aku Im Yoona”
Jadi namanya Im Yoona? Saat tersenyum wajahnya cantik sekali. Walau mirip aku saja tidak bisa tersenyum secantik dia.

Itulah pertemuan pertama mereka.
Awal persahabatan yang nantinya akan memunculkan perasaan lain di antara mereka.
______________________________________________________________________________________________________________________

Yoona dan Yuri telentang di rumput, menghadap ke atas pada malam yang kelam. Memandang bintang-bintang yang bertebaran di langit sambil berpegangan tangan.
“Yoona, tahukah kamu berapa lama cahaya bintang bisa sampai ke bumi?”
“Aniyo.”
“Cahaya bintang memakan waktu bertahun-tahun agar cahayanya bisa sampai ke bumi. Ada yang bisa sampai jutaan tahun.”
“Waw…”
Yuri meremas tangan Yoona.
“Yoona, aku harap ke depannya kita bisa terus memandang bintang bersama seperti ini…”
“Ya, aku juga Yuri unnie…”
Tapi tak lama setelah itu Yuri pindah sekolah dan tidak bisa melanjutkan ke SMP yang sama dengan Yoona.
______________________________________________________________________________________________________________________

Di sekolah barunya.
Yoona menjalani hari-harinya dengan tidak bersemangat.
Ketika akhirnya dia mendapat surat dari Yuri, dia sangat senang.

Untuk Im Yoona
Gimana kabarmu?
Sudah lama ya. Maaf aku baru menulis surat untukmu.
Aku jadi tidak sabar ingin segera punya ponsel supaya setiap hari aku bisa bertukar pesan denganmu…
Disini aku baik-baik saja, setelah setengah tahun akhirnya aku mulai bisa beradaptasi dengan sekolah baruku.
Terakhir kali kita bersama waktu upacara kelulusan SD. Tidak terasa, waktu cepat sekali berlalu ya.
Sebulan yang lalu aku mencoba memberi poni di wajahku, hasilnya aneh! DX
Ternyata aku memang nggak cocok pakai poni 😛
Ah aku harap rambutku cepat panjang kembali. Aku sampai harus memakai bando. Oh ya ngomong-ngomong soal poni, kamu pernah mencoba memberi poni Yoona? Jangan ya Yoona, soalnya aku nggak mau keningmu tertutup. Aku sangat suka keningmu, soalnya keningmu indah^^
Saat ini aku menulis surat ini di beranda rumahku sambil memandang bintang yang berkelip.
Aku jadi kangen dengan saat-saat kita memandang bintang bersama.
…kamu belum lupa sama aku kan Yoona?

Buru-buru dibalasnya surat itu.
Surat dari Yuri selalu dibawanya setiap saat. Kalau sedang kangen surat itu selalu dibuka kembali, tidak peduli sedang berada di tengah jam pelajaran sekalipun. Dia sudah membacanya berkali-kali sampai isinya hafal di luar kepala. Dan kertas yang cantik dan wangi itu mulai lusuh karena berulang-ulang dibaca.

Untuk Yoona
Terima kasih sudah membalas suratku, aku sangat senang^^
Sekarang sudah musim gugur disini. Aku suka memandang daun-daun yang sudah berubah warna itu berguguran. Andai aku juga bisa melihatnya bersamamu…

Dan bacaannya terhenti saat seseorang mengganggunya.
“Hayo Yoona! Apa yang kamu baca itu?”
“Sooyoung unnie”
“Surat cinta ya? Dari siapa?”
“Bukan ah! Cuma surat biasa kok!” Yoona menyembunyikan suratnya di balik badannya.
“Ah kalau begitu kenapa kau sembunyiin segala? Pakai malu-malu lagi. Ayo perlihatkan~ XD ”
Sooyoung mencoba merebut surat di tangan Yoona.
“Aish, kayaknya ada yang bakal jadian nih~ XD “
“Unnie ah”
______________________________________________________________________________________________________________________

Untuk Yoona
Akhir-akhir ini cuacanya makin dingin, aku harap Yoona tidak sampai sakit. Aku khawatir…
Jangan lupa makan dan tidur yang cukup ya.
Tadi malam aku mimpiin kamu. Mimpi pertemuan pertama kita.
Aku jadi sedih TT
Kira-kira kapan kita bisa bertemu lagi…
Aku harap kamu baik-baik saja…

“Yuri unnie…”
Benar, aku juga kangen sama Yuri unnie…
Sudah hampir setahun kita tidak saling bertemu.
“…………….”
Aku akan menemui Yuri unnie.
Walau jauh sekalipun itu tidak akan menghalangiku.
Lalu aku mengambil pulpen dan menulis balasannya untuk Yuri unnie.
______________________________________________________________________________________________________________________

Hampir setiap hari aku selalu menunggu balasan dari Yuri unnie setiap kali kami berkirim surat dan ketika balasannya sudah datang aku langsung membacanya.

Untuk Yoona
Aku senang sekali kita janjian untuk ketemuan^^
Sudah setahun… akhirnya kita bisa bertemu kembali.
Rasanya aku jadi sedikit berdebar-debar.
Yoona, kamu masih tetap sama seperti dulu kan? Jangan-jangan kamu sudah sangat berubah sampai-sampai aku tidak bisa mengenalimu lagi, hehe^^
Aku sendiri tidak banyak berubah, masih sama seperti dulu.
Hehe aku sudahi dulu saja surat ini, nanti kita lanjutkan kalau sudah ketemu.
Sampai ketemu ya, rasanya sudah nggak sabar lagi^^

Tak sadar mataku sudah sangat lelah, aku terkantuk-kantuk sampai akhirnya aku tertidur di meja belajar.

Aku melipat kertas berisi rute perjalananku untuk menemui Yuri unnie. Kereta yang kunaiki akan melewati 21 kota sebelum akhirnya sampai di tempat tujuan. Semuanya sudah kuperhitungkan, mulai dari biaya dan waktu keberangkatan kereta. Dan juga uang jajan yang kukumpulkan demi hari ini.

Aku menyandang ransel dan bergegas keluar dari sekolah. Aku beralasan pada orang tuaku bahwa aku akan menginap di rumah teman untuk belajar.
Tak lupa aku mengancingkan jaketku, karena diluar sudah turun salju. Aku segera menuju ke stasiun.

Hati-hati Yoona.
Aku akan menunggumu di ruang tunggu stasiun pada jam 7 malam.

Sampai di stasiun, aku langsung naik kereta dan mengecek jam tanganku, sudah menunjukkan pukul 4 kurang enam menit. Kereta berangkat sesuai jadwal.
Karena masih lama aku mencari tempat duduk yang kosong dan memejamkan mata.

Dalam mimpi aku mengalami flash back masa lalu.
Adegan pertemuan pertamaku dengan Yuri unnie…
Saat itu aku adalah murid pindahan di sekolahku yang baru dan Yuri unnie juga murid yang baru pindah di waktu yang sama denganku.
Kami berdua diperkenalkan di depan kelas.
Karena kami berdua punya kemiripan secara fisik, secara alami kami cepat menjadi akrab. Dan karena itu teman-teman sekelas suka menggoda kita.
Saat itu aku berjalan masuk ke kelas sehabis dari belakang. Betapa terkejutnya aku ketika melihat tulisan di papan tulis.
Orangtuanya YoonYul pasti selingkuh, makanya mereka kayak kembar!!
Begitu tertulisnya.
Mereka menyebut kami pasangan YoonYul.
Aku melihat Yuri unnie dengan kepala tertunduk, dia kelihatan hampir menangis. Biasanya aku tidak keberatan diledekin bersama Yuri unnie tapi menurutku kali ini sudah keterlaluan.
Aku segera maju dan menghapus papan tulis itu lalu menarik tangan Yuri unnie keluar kelas.
“Wow!”
“Kyaaaaaa!!”
Terdengar sorakan seisi kelas setelah melihat aksiku.
Meski lebih muda aku yang akan melindungi Yuri unnie, begitu yang ada dalam pikiranku saat aku menarik tangannya.
“Yuri unnie mianhae…”
“Ini bukan salahmu, Yoona”
“Yuri unnie… tidak kesal kita berdua sering diledekin seperti ini?”
“Ne… tapi selama bersamamu Yoona… aku merasa aku bisa mengatasinya,” dia tersenyum.
Saat itu kupikir aku benar-benar akan bisa terus bersama Yuri unnie…

Saat pemberhentian kereta, aku tersentak bangun dari tidurku. Lalu segera turun dari kereta untuk berganti jalur.
Untuk seorang yeoja berusia 13 tahun, ini pertama kalinya aku pergi jauh naik kereta seorang diri.
Jantungku berdebar kencang, tapi aku sudah bertekad akan menemuinya hari ini juga.

“Ini Yuri… apa Yoona ada disana?”
“Yuri unnie…”
“Ah Yoona ya? …syukurlah, kupikir nggak ada yang ngangkat… sudah lama… aku nggak dengar suara Yoona…”
“Yuri unnie…”
“……aku…” suaranya tersendat. “Suka kamu Yoona… suka sekali…”
“…aku juga suka Yuri unnie…”

______________________________________________________________________________________________________________________

“Perhatian perhatian para penumpang-”
Tiba-tiba terdengar pengumuman bahwa jadwal kereta akan terlambat karena derasnya hujan salju.
Aku sama sekali tidak mengantisipasi ini.
Kucek jam tanganku, jam 5:11
Dan ternyata kecemasanku tidak terhenti sampai disana.
Di pemberhentian selanjutnya pun juga terlambat sekitar sepuluh menit.
Dan sekali lagi pemberitahuan yang menyebalkan itu mengudara.
“Karena jadwal keberangkatan kereta selanjutnya tertunda, kereta ini akan berhenti selama sepuluh menit di stasiun ini. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan di hari sibuk anda dan memohon pengertiannya.”
Aku hanya bisa menunggu dengan sabar.
Kereta sudah sepi karena ini sudah masuk ke daerah pinggiran. Tidak terlihat ada bangunan tinggi lagi. Di dalam kereta pun hanya tersisa seorang kakek tua.
Dan selanjutnya di setiap stasiun kereta selalu berhenti selama beberapa menit. Padahal masih ada tujuh stasiun lagi yang harus dilewati.
Aku mengecek jamku. Sudah tepat jam 7:00
Yuri unnie pasti sudah datang…
Aku merasa hampir nangis menghadapi kenyataan ini.
………………………………………..
……………………………….

Detik-detik berlalu…
Perut yang kosong…
Semakin melemahkan semangatku…
Aku memilih duduk di salah satu kursi yang kosong. Sudah tidak ada seorang penumpang pun selain aku.
Waktu yang kita janjikan sudah lama berlalu, aku mendapat firasat Yuri unnie pasti mulai khawatir…
Aku mengeluarkan sebuah amplop berisi surat dari jaketku. Semua perasaanku yang ingin kukatakan padanya sudah kutuangkan seluruhnya di atas selembar kertas ini. Karena aku pasti tidak bisa mengatakannya secara langsung.
Aku menghabiskan waktu berjam-jam untuk menulisnya. Tidak menghitung berapa banyak lembar yang kuhabiskan hanya untuk menulis selembar surat ini.
Aku kembali teringat akan hari perpisahan yang menyakitkan itu…
Ketika Yuri unnie mengucapkan salam perpisahan aku hanya bisa diam mematung tanpa mengucapkan sepatah kata pun…
Aku benar-benar payah… padahal Yuri unnie juga pasti terluka tapi aku malah tidak menghiburnya…
______________________________________________________________________________________________________________________

Sekali lagi aku turun untuk berganti jalur. Lagi-lagi ada pengumuman kalau kereta yang kunaiki juga akan terlambat karena kondisi cuaca yang buruk.
Tapi aku tidak punya pilihan lain…
“…………….”
Kupeluk diriku dengan erat. Meski sudah memakai jaket aku masih merasa dingin. Sambil menunggu aku memutuskan untuk membeli sekaleng minuman hangat melalui vending machine, tapi saat aku mengeluarkan dompetku angin bertiup kencang menerbangkan suratku keluar stasiun.
“Ah!”
Sudah tidak mungkin kukejar lagi karena hujan saljunya terlampau deras.
Kali ini aku benar-benar tidak tahan lagi. Nafasku tercekat, air mataku berusaha melesak keluar, aku menangis…
Kenapa selalu saja ada pengganggu… saat aku mau bersama Yuri unnie…
Kenapa takdir seolah memisahkan kita…
Aku meremas tinjuku untuk meredam tangisku…
…………………………………………….
…………………………………..
Aku melanjutkan perjalanan dalam kegalauan. Sambil mendengar suara gemuruh salju dari balik jendela.
“Akibat hujan salju yang deras, kereta ini akan melakukan pemberhentian sementara. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan di hari sibuk anda.”
Kusingkirkan lengan jaket untuk mengecek jam. Jam 8:54.
Aku menunduk sambil mendengarkan petugas mengulang pengumumannya.
Segera kuseka air mata yang hampir keluar lagi.
Pada akhirnya, kereta itu berhenti selama hampir dua jam di tengah hujan salju.
Setiap menit terasa seperti selamanya…
Aku hanya bisa mengatupkan rahang dan menahan semua derita dan air mataku.
…………………………………………
……………………………….
Pukul 10:20 malam.
Yuri unnie… jebal…
Mudah-mudahan kamu sudah pulang…
Jangan menungguku lagi…
______________________________________________________________________________________________________________________

Jam 11:15, akhirnya aku sampai di stasiun tempat aku dan Yuri unnie janjian.
Sudah tidak ada harapan… pasti Yuri unnie juga sudah pulang…
Aku menuju ke ruang tunggu stasiun dan-
“!!”
Aku sangat kaget ketika menemukan seorang yeoja duduk seorang diri disana.
Tidak mungkin…

Third Person’s POV

Mata Yoona bersinar penuh haru. Yang ada disana benar Kwon Yuri yang masih menunggunya dengan setia.
Yoona berjalan perlahan mendekati Yuri.
“Yuri unnie…” desahnya.
Gadis itu mengangkat wajahnya dan menatap wajah gadis yang menyapanya. Mata mereka bertemu. Paras mereka menyiratkan kerinduan yang menyakitkan.
Yuri memegang kedua tangan Yoona.
“Yoona…”
Lalu dia tertunduk dan mulai terisak.
“Akhirnya… akhirnya… kamu datang Yoona…”
Yoona juga ikut menangis.
“Yuri unnie…” katanya tidak percaya, “Kenapa kamu masih menungguku…”
“Karena aku percaya kamu pasti akan datang…”
Dadanya terasa sesak mendengarnya.
“Yuri unnie… mianhae… aku membuat Yuri unnie menunggu begitu lama…”
“Bukan salah kamu Yoona, aku mengerti… terima kasih telah jauh-jauh datang kemari…”
…………………………………………..
………………………………….
“Yoona, kamu pasti belum makan, jadi aku buat ini.”
Yuri mengeluarkan sebuah kotak berisi makanan, “Ini pertama kalinya aku membuat bekal sendiri jadi aku tidak bisa jamin rasanya, tapi… kalau kamu mau cobalah…”
“Gomawo Yuri unnie, aku benar-benar kelaparan”
“Hehe”
Yoona mengambil sepotong kimbab dari kotak bekal Yuri dan memakannya.
“Gimana?”
“Kimbab paling enak yang pernah kumakan…”
“Kamu berlebihan ah Yoona”
“Memang benar kok”
“Pasti hanya karena kau sedang lapar saja.”
“Masa?”
“Pasti begitu, aku juga mau makan.”
Yuri juga mengambil sepotong dan setelah itu mereka makan sama-sama sambil tersenyum.
Beberapa menit kemudian seorang petugas datang memberitahu mereka.
“Sebentar lagi kami akan tutup karena nggak ada kereta yang akan datang lagi.”
“Oh”
“Ya oppa”
“Hati-hati pulangnya kalian berdua”
“Ya,” mereka menjawab serempak.

Yoona dan Yuri berjalan berdampingan di tengah derasnya hujan salju.
“Yoona… aku dingin… boleh pegang tanganmu?”
“…ya”
Dengan malu-malu mereka berdua saling berpegangan tangan.
“…………….”
“…………….”
Tiba-tiba Yuri berhenti melangkah.
“??”
“Yoona, lihat”
Yuri menunjuk ke atas. Yoona ikut mendongak ke atas.
“Langitnya…”
“Cantik sekali ya…”
“Ne…”
Yuri meremas tangan Yoona.
“Akhirnya kesampaian juga… kita bisa melihat bintang bersama sekali lagi…”
“Yuri unnie…”
Mereka saling berpandangan. Langit berbintang dan udara yang dingin memeluk kebersamaan mereka.
Lalu Yoona dan Yuri saling mendekat dan berciuman dengan lembut.

Yoona’s POV

Saat itu… aku merasa jiwaku seperti bersatu dengan Yuri unnie.
Seolah kita telah saling berbagi pengalaman hidup kita selama belasan tahun…
Kehangatan tubuhnya…
Dan juga bibirnya yang lembut…
Aku merasa seperti mau mencair…
Setelah berciuman Yuri unnie langsung memelukku erat-erat. Kubalas pelukan Yuri unnie dengan sama eratnya.
Kami menghabiskan semalaman tidur bersama di kasur Yuri unnie sambil berpelukan.
Dalam dekapannya aku merasa sangat hangat. Kami terus mengobrol sampai akhirnya tertidur.
Pada akhirnya aku tidak menceritakan pada Yuri unnie soal suratku yang diterbangkan angin itu.

Esok paginya aku naik kereta untuk pulang kembali.
Sedih rasanya harus berpisah dengan Yuri unnie…
Aku sudah berada di dalam kereta, memandangnya yang berdiri diluar kereta.
“Sampai bertemu lagi Yoona…”
“Ya…”
“Sehat-sehat ya”
Di detik berikutnya pintu kereta sudah tertutup. Aku mencondongkan badanku ke pintu dan berteriak. “Yuri unnie, aku akan tulis surat! aku juga akan telpon Yuri unnie!”
Yuri unnie tersenyum lembut.
“Ya”
Kemudian kereta mulai maju perlahan-lahan.
“Yoona!”
Aku melihat Yuri unnie sedikit berlari mengikutiku.
“Yuri unnie!”
Melihat pemandangan itu rasanya hatiku sesak.
“Saranghae Yoona!”
“Nado saranghae Yuri unnie!”
Yuri unnie terus mengejarku sampai akhirnya kereta sudah semakin cepat.
………………………………………….
………………………………..

Yuri’s POV

Aku terdiam memandang kereta yang membawa Yoona menjauh dariku.
Yah Yoona… padahal kita nggak terlahir di waktu dan tempat yang sama, termasuk hal-hal yang kita sukai.
Tapi wajah kita mirip dan kita bisa bertemu…
Terima kasih karena telah memilihku… dari sekian banyak kilau bintang di langit…

*~The End~*

A/N : Jujur author agak terburu-buru saat menulis cerita ini, tapi mudah-mudahan feelnya masih tetap dapet 😀
comment please~

Advertisements

Comments on: "The Chosen Star" (70)

  1. sunnyjiyeon said:

    sweet..
    like this..
    thor,bsa request?
    minta seofany dunk(biar fany slingkuh dlu sm magnae..hehe)
    aq suka aisiteru yg dlu soalnya..^.^

    • ahaha nggak nyangka ada yg suka seofany XD
      hmm kayaknya gak bisa soalnya jadwal ff ? author sdh penuh, mianhae…
      tapi author senang karena ada yg suka aishiteru, gomawo^^

      • sunnyjiyeon said:

        ahahaha..
        gk pa2 kg thor,,,yg penting ff-nya bgs2 siapa pun pairingnya aq tetap suka..

        aq cm ngerasa tiap nonton acara2 snsd,seo itu lebih agresif ma fany wlopun fany sering ngetawain dy tiap ngomong…hahhaha

      • ow gitu
        author gak gitu tau, jd memang seo ya hmm 😀

  2. ssuatu yg baru
    cukup bgus, bsa dilanjutin gak thor?
    skali kali buat yoonyul smpe bbrapa part gtu…

  3. Thor, WP nih gak bsa difollow yak? Jd tau gtu kalo ada postingan ff bru lewat email

  4. hihihi yoonyul….dulu q suka banget ma pairing ini,,skrng ttep suks sih heheh
    wahh yoona emang nekat!! tapii salut ma yuri yg nunggu yoona mpe lama bgt gt

  5. ya ampun kecil2 udh kirim2an surat cinta mana pake ciuman sgala lgi.
    dsr..
    tp pasti cute bgt membygkn mereka malu2 meski sdikit aneh rasanya.
    hbsny kan biasany yoona sm seohyun sdgkn yuri sm sica.
    parahny yuri srgny kan d plot jd appa ny yoong.

    tp gpp,at least critany bgs dan byk momen manis antara mrk dlm cerita.

    • yoona jg sering bareng yuri dulu
      itu karena imajinasi para kwon family shipper aja, kenyataannya yoona manggil yuri dgn unnie 🙂

  6. @kyungsee said:

    Aku kira suratnya bakal terbang ke Yuri XD haha! Disini mereka masih kecil ya? O.o wew udah bisa ciuman

  7. Kwon Eya said:

    Hmmmm, so sweet!!!

  8. Daeebbakk
    wlopun aku krang ska yoonyul..
    Tp feel’x dpet..
    End’x gt ajj??
    Gg brsatu gt mreka??
    Huhu T_T
    fighting 😉

  9. Sosweeeettt deh…
    Emang pinter kamu thor, kalo bikin ff kaya gini 😀
    Lanjut thor

  10. 'rusa' said:

    Yoonyul hehe… Lumayan buat selingan 😀
    jadi pengen tau gimana mereka di masa depan, bikin sequelnya thor kalo sempet 🙂

  11. Yeiy. . .
    Walaupun gak terlalu suka YoonYul, tapi cerita’a sweet. . .
    Hehehe
    Request SooSun lagi dund~ (^0~)>

  12. kyaaaaa!!!! yoonyuuulll!!!!!

    suka suka suka….!!!!

    ini fav aku thor, hehehe….

    btw, aku blum ada waktu nih buat nyiapin kado buat ente thor, sory bgt ya, tapi pasti aku buat thor.

  13. wiih.. romantis tis tis tis….
    walopun bukan pasangan favoritku, tapi kalo di ff ini rasanya pairinf cocok banget..
    hehehe..
    suka suka suka..
    lanjutkan ff yang lain unnie 😀
    fighting!!!

  14. Yoonyul is back (ʃƪ´▽`)
    ff nya so sweet thor “̮ƗƗɐ”̮ƗƗɐ”̮ƗƗɐ”̮
    Aku suka suka suka XD
    Semoga author bikin yoonyul lagi amiin 🙂
    Author Jjang
    Hwaiting^^

  15. Baguuuussss.. Hahahaha. Tp ap ini prasaan ak aj ya, ad bbrp scene yg mrip sm crita tmenku. Judulny one more chance. Tp yg crita tmenku itu emg multichapter dan agak panjang.. Adegan kereta, surat, sm yg pas dbawain bekal itu mirip banget. Berasa de ja vu.. Hahahahah.. Tp yg namanya fiksi emg kdg sk gitu ya? Cb deh d cek cimon.. http://m.fanfiction.net/s/6751219/2/One_More_Chance itu ak kopiin adegan yg mrip. Di fanfiction dy nulisnya.. 😀

  16. Taeny shipper said:

    Aduuuh romantisnya……yoonyul

  17. ._. mirip sama film kartun jepang ‘5 centimeter per second’ iya ya?

    woh saya sih gak terlalu suka yoonyul ._. tapi yah karena unnie yang buat ff ini jadi saya mau baca hehehehe

  18. perjuangan yoona begitu gi2h.salutlah

  19. YS_addict said:

    jadi kangen ama YoonYul moment…sekarang jarang bgt ada moment mreka *Where’s Twin Trooper? 😀

  20. taeny927 said:

    YoonYul, aku lebih menganggap mereka sebagai bapak-anak karena terbiasa dengan YulSic, haha. Aku ttp suka sm pairing YoonYul, yaa meskipun bukan shipper sejati juga. Oh iya thor, maksudnya the chosen stars itu apa ya?? Bintang yang terpilih? Bintangnya terpilih untuk dilihat oleh YoonYul? Hehehe mianhae banyak nanya… 😀

  21. phe pie said:

    Kok endingnya agak tanggung thor? Tapi gak apa2. Ya ampun YoonYul masih kcil sudah pacaran aja. Di sini image seobang-nya kayaknya lbih k Yoong ya, abis pas dildkin Yul cuma bisa nangis n Yoong yang nglindungin. BTW itu ldkannya klo oarang tua YoonYul slingkuh jadi bagian yang paling brksan di crita kali ini thor. HaHA.

    • walau mgkin dianggap tanggung tp author sdh buat susah payah hehe^^
      iy yoona yg jd seobang 😀
      haha tp ledekan itu agak keterlaluan sih

  22. yoonaddict si new reader said:

    Wah keren thor (ʃƪ˘˘ﻬ)
    Senyum2 sendiri ni baca ffnya..

    Lanjut lagi dong ff. YoonYul nya (˘̩̩̩ʃƪ˘̩̩̩)

  23. yoonaddict si new reader said:

    Keren thor (ʃƪ˘˘ﻬ)
    Senyum2 sendiri baca ni ff O̷̴̷̴̐ﻬO̷̴̷̴̐

    Lanjut thor ff YoonYul (˘̩̩̩ʃƪ˘̩̩̩)

  24. 2jempol untuk author critanya bgs thor..

  25. Cho soo kyo said:

    Yoonyul so sweet…

  26. lulu amanda said:

    hmm..
    so sweet bgt…
    yul mah klw di pasangi ma yonna jadi wifey nya..
    hehehe..

    author daebak..!!

  27. Kungttadadak said:

    Emang ada aja ya cobaan kalo mau ketemu sama jodohnya hahaha. Daebak,nih~ Yuri juga setia banget yah…
    Itu kimbap nya gak dingin apa,ya? Wkwkwkwk

  28. clover said:

    yoonyul masi kecil udah pacaran hehe…
    tp ceritanya so sweet banget, perjuangannya yoona keren nih buat ketemu ama yuri 🙂

  29. Aih, , ,jadi teringat pas SMP dulu main surat-suratan ama temen Yeojaku,Eh di kira temen sekelas surat cinta,hehehe. Tapi aneh juga sih pake ada Puisi2nya segala.hahahaha.Gokil dah. . .
    Thor, ceritamu bagus kali ini, mesti mreka masih kecil, tapi dah pinter buat jujur dengan mengungkapkan perasaan mreka satu sama lain, , ,
    Lanjut FF yang lain yah. . .

    YUK DUNK!!!

  30. veratae said:

    bagus bgt thor, ceritanya so sweet 🙂

  31. so sweet~ huhu jd ikut nangis TT

  32. cute ceritanya,tenang kalo jodoh ngga kemana
    hihihihihihihih
    semangat thor

  33. YoonAddict said:

    uwaaaaaaaahh,, anak umur 13 taon ciuman :/
    keseluruhan keren banget ceritanya 😉

  34. Rizuka said:

    Ini kok berasa mirip banget ya sama anime movie favoritku 5 centimeter per second….

  35. wafirotul said:

    aku suka yoonyu n yoontae

  36. shyemlakkumaa said:

    aahhh.. kereenn..
    biarpun di ceritanya mreka masih anak ingusan gitu, tp gak ngurangin efek sweetnyaa..
    prjuangan bgd tuh anak bdua bwd bisa ketmuan lagi. mantabb dehh!
    hmm.. dsini baca epep YoonYul yg sweet.. epep YoonHyun gak kalah sweet..
    semakin dilema saiiaa.. kikikikik..~~
    sudahlah.. kaboorr lagii sajaa.. ~wuusshh..^^

    • haha kalau disuruh milih, milih yg mana 😀

      • Shyemlakkumaa said:

        Naahh itu diaa.. Klo disuruhh pilihh..


        ….
        YoonYul dehh! Twintrooperr!!^^
        Soalnya prtama tw soshi yg dihapal dluan muka mreka..
        Selain mirip nama mreka jg mudah disebut..
        Aplgi pas di Hellobaby.. sukaa bgdd momentnya.
        Cm ituu.. Gara2 kecantol RF yul itu psangan sica n yoong itu hyunnie jd kbawa.. Trgoda iman dehh.
        Wkwkwkkw~~

      • kalau pertama, biasanya bingung karena YoonYul dulu mirip (skrng sih gak)
        haha aku sih gak terlalu terpaku sm RF, jdnya bikin pairing2 yg aku suka spt YoonYul ini 😀

  37. MelianaTamara said:

    Huahhhhhh YoonYul My favorit couple ❤
    Buat ff YoonYul lagi dong thor ^_^ Jebal…

  38. Shin Young said:

    Errr baca yoonyul berasa sensasi(?) aneh XD

  39. keren ^^,yuri setia bnged ^^

  40. RappHwang said:

    Kyaaaaa, so touching :’)
    Pls make the sequel one.
    Can I ask something? Make jeti ff like this for any shoot but not too long xD
    Thanks for writting it. Fighting ‘-‘)9

  41. hennyhilda said:

    Author bqn kelanjutannya donk.gr2 author aq jd sk curi2 bca ff nya yoonyul nh 😦
    Semangat author
    ganbatte

  42. Aih, manisnyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa 😀
    Dapat juga ff YoonYul unnie di dunia kakak Maifate ini yang menghangatkan hati 🙂 Fiuhhh ~
    Semoga YoonYul unnie bahagia, selamanya 🙂 Amin…..

    Feel-nya dapat kok Maifate unnie 😉 semua cerita kakak emang DAEBAK DAEBAK ! 😀

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: