~Thank you for your comments~

“Cepat Taeyeon nanti terlambat!”
Ketika mau menyeberang, tiba-tiba ada motor yang melaju dengan kencang ke arah Tiffany pada saat dia menyeberang.
“Ah Tiffannyyyy!!” pekik Taeyeon ketakutan.
Untungnya motor itu tidak menabrak Tiffany, tapi tadi benar-benar nyaris menabrak Tiffany sebelum motor itu cepat-cepat berbelok menyingkir.
Barusan…
Sekejap saja, aku membayangkan hal terburuk…
Bisa saja selamanya… aku tidak akan bertemu lagi dengan Tiffany… pikir Taeyeon dengan wajah ngeri ketakutan.
“Ngapain? Ayo cepat nyebrang,” kata Tiffany diseberang ketika dilihatnya Taeyeon dari tadi hanya tak bergeming.
Ah jangan berpikir hal-hal yang negatif! pikir Taeyeon sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
______________________________________________________________________________________________________________________

Hari ini kami pergi berenang sebagai ganti waktu itu kami tidak jadi berenang. Kami bermain di kolam arus, meluncur beberapa kali lalu.
“Taeyeon naik itu yuk,” ujar Tiffany antusias sambil menunjuk Ride slicer.
Taeyeon hanya mengikuti Tiffany. Tiffany sudah berjalan duluan, setelah mengambil papan luncurnya di bawah sana dia langsung berlari-lari naik tangga.
“Tiffany, kamu seperti anak-anak,” timpal Sunny. Sooyoung dan Hyoyeon mengikuti Tiffany meluncur dari belakang.
Sementara Yuri sedang mengajari Yoona cara berenang.
“U-unnie, jebal! jangan ke tempat yang dalam DX “
“Kalau nggak nanti kamu nggak bakal bisa-bisa”
“Setidaknya kasih aku pelampung”
“A-ni-yo”
“U-unnie! Blep blep… aku tenggelam nih!”
“Tenang saja, kalau nanti kamu tenggelam aku tinggal memberimu nafas buatan, hehe”
Seohyun tersenyum melihat keduanya.
Jessica? Dia sedang tertidur di kursi dengan nyamannya.
“U-unnie, lalu kenapa unnie ikut datang kalau cuma buat tidur? +_+ ” tanya Seohyun.
“Yah Hyunnie, habis seobangku sedang mengajari seobangmu berenang, jadi aku mau apa”
“Se-seobang?!” pekik Seohyun. Lalu ia memandang Yoona dan pipinya langsung merona.
“Yah Hyunnie, aku mau berenang deh, tolong bantu oleskan krim anti UV”
“Ba-baik unnie”
Tiffany meluncur dengan semangat.
“Sekali lagi ah!^^” teriaknya riang.
Tiffany sudah mau meluncur yang kedua ketika dilihatnya Taeyeon belum juga meluncur.
“Taeyeon, kamu dari tadi belum meluncur?”
“Tadi aku ngeliat kamu dulu”
“Kalau gitu ayo kita bareng-bareng^^”
Pada hitungan ketiga mereka meluncur bersamaan.
“Jadi pingin sekali lagi,” kata Tiffany begitu mereka sudah sampai di bawah. Tiffany malah sudah berjalan pergi ketika dia terhenti oleh kata-kata Sunny.
“Lho Taeyeon! Kamu kenapa?” pekik Sunny sedikit meninggikan suaranya.
“Eh??”
“Kamu berdarah!” seru Sooyoung.
“!!”
Taeyeon malah terlihat agak bingung. Lalu ia mengusap dagunya. Merah. Darah! Tampaknya Taeyeon sendiri tidak sadar kalau dagunya berdarah.
Tiffany jadi tegang, matanya terfokus pada luka di dagu Taeyeon, tepatnya di bawah bibirnya. Mendadak keceriannya berubah menjadi perasaan nggak enak.
Lukanya kecil tapi terlihat cukup dalam sehingga walau Taeyeon sudah mengusap lukanya beberapa kali, darah masih terus keluar.
“Aishhh! Kelihatannya sakit!” Sunny yang melihatnya pun mengerenyit kesakitan.
“Tadi kebentur ya?” tanya Hyoyeon.
“Tadi memang rasanya kebentur papan waktu meluncur, tapi aku nggak nyangka kalau sampai berdarah…” jawab Taeyeon.
“Ayo cepat diobati,” Sunny menarik tangan Taeyeon.
Mereka menepi ke tempat beristirahat dan Hyoyeon meminta obat.
“Bagaimana kalau nanti lukanya membekas…” Sooyoung menatap Taeyeon dengan simpati.
“Ah masa sih segini saja membekas,” ucap Taeyeon tenang.
“Kelihatannya cukup dalam jadi bisa saja membekas,” kata Sooyoung.
Tiffany sedari tadi masih terdiam, penyesalan menyelimuti dirinya.
“Nih obatnya”
Sunny mengambilnya dari tangan Hyoyeon, lalu menuangkan obat merah itu ke kapas.
“Ini akan sakit, tahan,” kata Sunny sambil menempelkan kapasnya ke luka Taeyeon.
Taeyeon tidak mengerenyit atau mengaduh sakit sedikitpun. Dia melirik ke arah Tiffany sekilas.
Lalu Sooyoung meminjaminya cermin. Taeyeon membuka cerminnya dan mengamat-amati lukanya.
“Hmm.. iya ya, ternyata cukup dalam juga”
Sunny memberinya plester luka dan membantu memakaikannya.
“Tadi sih, waktu kamu meluncur kepalamu kurang diangkat, padahal pengawasnya sudah memberitahu,” sergah Sooyoung.
“Sudah jam segini,” kata Hyoyeon sambil melirik ke arah jam, jam sudah menunjukkan pukul 17.35
“Mau pulang atau nggak?”
Tapi Tiffany hanya diam saja.
“Udahan saja yuk,” ajak Sunny sambil bangkit dari kursinya. “Panggil Yoona, Yuri, Jessica, dan Hyunnie”
Sebenarnya mereka berencana akan berenang setengah jam lebih lama. Tapi karena kejadian ini tampaknya mereka sudah tidak bergairah untuk melanjutkan berenang lagi. Apalagi ditambah Tiffany yang hanya diam saja.
Gara-gara aku, Taeyeon jadi luka… dan mungkin saja lukanya akan membekas seumur hidup! pikirnya sedih.
“Menyenangkan juga ya tadi,” meskipun baru saja luka, tapi Taeyeon tetap terlihat ceria.
“Gara-gara aku kamu jadi luka…” katanya dengan nada bersalah.
“He? Kok jadi kamu?” tanya Taeyeon bingung.
“Soalnya aku yang ngajak…”
“Ah sudahlah, itu bukan salah kamu, aku sendiri yang salah, lagian ini pasti sudah takdir” gurau Taeyeon.
“…………” Tiffany tertawa hambar pada kata-kata terakhir Taeyeon.

Keesokan harinya
“Lain kali berenang lagi yuk,” ajak Taeyeon.
Taeyeon melepas plester lukanya, bermaksud menggantinya dengan yang baru.
“Eh tunggu! Coba kulihat lukamu!” Tiffany menangkup kedua pipi Taeyeon.
Tentu saja dia tidak berharap yang aneh-aneh seperti lukanya sembuh dalam satu malam, namun dia berharap agar lukanya tidak membekas jika sudah sembuh.
Mata Tiffany mengawasi lukanya dengan seksama.
“Kamu berlebihan ah, lukanya juga nggak sampai satu senti!” dalih Taeyeon yang mulai merasa wajahnya panas ditatap sedekat itu.
“Kalau lukanya dalam nggak peduli berapa sentipun!” jawab Tiffany nggak mau kalah. “Gimana lukanya? Masih sakit?”
“Aniyo”
Ibu jarinya mengelus lukanya dengan lembut.
“Mianhae…” katanya lirih.
“Sudah kubilang-”
Kata-katanya terhenti saat Tiffany mengecup lukanya dengan lembut. Bibir mereka sedikit bersentuhan. Taeyeon merasa dadanya bergetar. Sesuatu menyentuh relung hatinya. Sesuatu yang hangat. Nikmat. Indah.
Sentuhan indah itu membelai jantungnya. Membuat irama debarnya terasa demikian nyaman. Kapan dia pernah merasakan debar seperti ini? Ah dia jadi teringat saat mereka berciuman malam itu di atap dengan langit berbintang.
“Sudah kuberi mantra biar nggak membekas^^”
“Gomawo…” Taeyeon tertegun sambil memegangi lukanya.
Lalu Taeyeon mengambil plester luka yang baru.
“Ah mau kubantu?”
“Tolong ya,” Taeyeon menyerahkannya pada Tiffany.
Tiffany membukanya dan dengan hati-hati dia menempelkannya pada Taeyeon. Setelah selesai memakaikannya, Taeyeon secara tidak sadar memegang tangan Tiffany dan meletakkannya di pipinya.
“Aku suka tanganmu… rasanya hangat sekaligus menyejukkan hati bagai tangan seorang dewi…” ujarnya sambil memejamkan mata berusaha merasakan sentuhan tangannya.
“Taaeyeon ah, kali ini kamu yang berlebihan^^” Tiffany tertawa kecil.
Taeyeon meremas tangannya. Lalu berpaling dan mengecup telapak tangan Tiffany. Matanya memandang Tiffany dengan penuh kasih sayang.
“Tiffany… boleh aku cium kamu…?”
Paras Tiffany berubah kemerah-merahan karena malu.
Taeyeon membelai pipinya dengan lembut sebelum menanamkan ciuman ke pipinya. Tiffany mengusap pipinya yang baru saja dicium.
Kupikir dia akan menciumku di bibir, tapi nggak apa-apa. Aku pasti nggak akan cuci muka malam ini, pikirnya.
______________________________________________________________________________________________________________________

Pada saat ini sudah malam natal. Mereka pergi ke mall, memutuskan untuk membeli asesori untuk mengenang malam natal ini. Mungkin ini adalah malam natal terakhir…
“Kamu mau apa? Cincin? Gelang? Anting-anting? Atau Kalung?”
“Aku paling suka kalung.”
“Kenapa?” tanya Taeyeon tersenyum penasaran.
“Karena hanya kalung satu-satunya asesori yang paling dekat dengan jantung, berarti kan yang paling dekat di hati, karena itu aku menyukainya,” wajah Tiffany melembut.
Taeyeon tertegun dengan jawaban Tiffany.
“Ya, kamu benar, aku juga suka…”
Maka akhirnya mereka membeli sepasang kalung gembok kunci. Dan langsung memakainya. Tiffany memakai kalung gembok, sedang Taeyeon memakai yang kunci.
Taeyeon meraih tangan sahabat sekaligus kekasihnya dan menggenggamnya dengan hangat. Saling tersenyum yang hanya mereka yang tahu artinya.
______________________________________________________________________________________________________________________

Waktu berjalan dengan begitu cepat. Tahu-tahu sudah semester dua. Mereka disibukkan dengan belajar untuk persiapan ujian nasional, jadi mereka tidak banyak menghabiskan waktu dengan bermain-main lagi.
Hari Valentine
“Tiffany buat coklat yuk? sekalian refreshing,” ajak Taeyeon.
Tiffany mengikuti ajakan Taeyeon. Di dapur mereka bersama-sama membuat coklat lagi, seperti tahun lalu.
“Cepat ya waktu berlalu…” Tiffany sambil tersenyum nostalgic, tangannya sedang bergerak memotong-motong coklat dengan pisau.
“Ya, tahun lalu kita juga seperti ini”
“Membuat coklat di dapur…”
“Tapi waktu itu aku tidak membuatnya spesial untukmu…” sesal Taeyeon. Hatinya pedih tersayat.
Tiffany menoleh ke arah Taeyeon. Hatinya juga ikut merasa sakit.
“Gwenchana,” Tiffany tersenyum tipis tapi Taeyeon tahu hatinya terluka.
Waktu itu dia harus membantunya membuat coklat untuk kekasihnya, Lee Teuk. Tiffany juga melindunginya dari para yeoja yang menekannya. Taeyeon masih dapat mengingat dengan jelas kejadian saat Tiffany ditampar waktu itu…
“Tiffany…” Taeyeon menyebut namanya dengan murung.
“Sudahlah, lupakan saja, bagaimanapun masa lalu adalah masa lalu, yang penting sekarang kita bersama kan,” Tiffany memaksakan senyum.
“…………….”
Meskipun berkata seperti itu hati Tiffany bergejolak. Rasanya perih, ingin rasanya dia menggores jarinya untuk melupakan rasa sakit hatinya walau hanya sesaat. Dan karena tangannya yang memegang pisau gemetar-
JRES
Jarinya terkena pisau saat memotong coklat. Entah karena disengaja atau gara-gara keinginannya sendiri.
“Tiffany!” Taeyeon buru-buru menyambar jarinya yang terluka. “Kenapa sih kamu ceroboh sekali?!”
Tiffany dapat merasakan kemarahan dan kekhawatiran di nada Taeyeon. Tanpa berkomentar apa-apa lagi, Taeyeon mengemut lukanya.
“E-eehh??” wajah Tiffany memerah seperti kepiting rebus sekarang. “Taeyeon itu kotor! Biar kucuci saja!” berlawanan dengan kalimatnya sendiri Tiffany tidak menarik jarinya.
“Aku jadi ingat sama kejadian dulu…”
Tiffany jadi teringat kejadian saat jarinya tergores beberapa waktu yang lalu, waktu itu Taeyeon tidak melakukan hal seperti ini.
“Kamu pasti terluka… kalau berpikir bahwa aku telah melukaimu waktu itu rasanya menyakitkan…” Taeyeon meremas dadanya yang terasa sesak.
“Taeyeon… sudah nggak apa-apa kok”
“Kalau saja memotong jariku bisa mengurangi sakit hatimu walau hanya sedikit, pasti sudah kulakukan…”
Tiffany tahu Taeyeon tidak main-main dengan ucapannya.
“Taeyeon… kalau kamu melakukan hal seperti itu aku yang akan nangis…”
Taeyeon menatap Tiffany dengan mesra, tapi Tiffany masih bisa merasakan kesedihan yang tersirat di matanya.
Taeyeon mengecup punggung tangannya, “Apalah artinya sebuah jari… yang penting Tiffany selalu bahagia…”
“Taeyeon, aku juga ingin kamu bahagia… di sampingku… selalu….”
“Tiffany…”
Sesaat dunia terasa hanya milik berdua. Mereka dilingkupi dengan kemesraan sampai hampir lupa kalau coklatnya sudah jadi.
Taeyeon menyodorkan sepotong coklatnya pada Tiffany. Dia hanya tersenyum sambil menunggu Tiffany membuka mulutnya.
Mereka menikmatinya bersama saling suap-menyuap.
______________________________________________________________________________________________________________________

Ketika sedang menuruni tangga terjadi hal yang tidak disangka-sangka, Taeyeon terpeleset.
“Taeyeon!!” teriak Tiffany panik, “Kamu nggak apa-apa? duh! Siapa sih yang numpahin air?!”
Taeyeon berusaha bangun, “A..ku nggak apa-apa.”
Ketika mencoba menggerakkan anggota tubuhnya, tangan kirinya terasa sakit.
“Awww!”
“Taeyeon?!”
“Kayaknya tanganku patah…”
“Hah?! Gimana nih gimana nih!” Tiffany tambah panik, dia kelihatan kalang kabut.
“Yah nggak apa-apa kok, nggak usah panik, aku mau ke rumah sakit, Tiffany temani aku ya?”
……………………………………………
…………………………………..

“Jadi memang patah ya…”
“Ne…” Taeyeon melihat ke tangan kirinya yang di gips.
“Tapi untung bukan tangan kananmu…” Tiffany merasa sedikit lega.
“Untung bukan Tiffany yang jatuh,” senyum Taeyeon.
“!!”
Tiffany tidak menyangka Taeyeon akan berkata seperti itu, lalu dia membalikkan badannya untuk menyembunyikan perasaannya. Matanya berkaca-kaca. Dia merasa sangat terharu.
Di saat dirinya sendiri yang celaka justru malah mengkhawatirkan dirinya. Rasanya Tiffany… makin mencintai Taeyeon!

…………………………………..

Ketika Tiffany masuk ke kamar dia tidak menemukan Taeyeon. Dari kamar mandi terdengar suara air. Tiffany membuka pintunya pelan-pelan dan masuk.
“Tung! Tiffany kenapa kamu masuk?!” refleks Taeyeon membalikkan tubuhnya. Kedua tangannya menutupi tubuhnya.
“Kupikir kamu butuh bantuan waktu mandi, kan kamu tidak bisa memakai tangan kirimu”
“Nggak perlu! aku bisa pakai tangan kananku wa!”
Tanpa menghiraukan protes Taeyeon, Tiffany menuangkan shampoo ke tangan dan menggosoknya di kepala Taeyeon sambil memijat kepalanya perlahan.
“Tiffany…” Taeyeon masih merasa malu tapi di saat yang sama dia juga menikmatinya ketika Tiffany membelai rambutnya dengan lembut…
Membuat Taeyeon makin menyayangi Tiffany…
Lalu Tiffany juga membantu menyabuni punggungnya. Taeyeon merasa Tiffany dari tadi sengaja berlama-lama melakukannya tapi dia membiarkannya. Di dalam hatinya dia merasa hangat… Tiffany juga sama.
Kemudian Tiffany membilas rambut dan tubuhnya.
“Sudah”
“Ah gomawo,” Taeyeon hanya menengok sedikit pada Tiffany tidak berani benar-benar berpaling padanya, takut tubuhnya terlihat.
Pada saat itu Tiffany mencuri kesempatan untuk mengecup pipinya, “Sama-sama chagi”
Wajah Taeyeon kini memerah sampai ke telinganya.
Tiffany membuka pintu, “Aku ambilkan handuk ya” lalu menutupnya pelan meninggalkan Taeyeon yang masih terpana.
Hari ini aku nggak akan cuci pipiku, pikir Taeyeon mantap.
Hehe Taeyeon yang malu-malu manis sekali^^ pikir Tiffany senang.

*~To Be Continued~*

A/N : Berhubung author masih memikirkan endingnya, jadi untuk sementara publish segini dulu, maaf kalau pendek^
apa ada scene atau kalimat favorit dalam chapter ini?^^
secara pribadi sih author paling tergugah sama kata-kata Taeyeon yang bilang memotong jari, gila benar O_O

Advertisements

Comments on: "The Story of T x T (Chapter 10)" (71)

  1. favoritku waktu taetae jatuh dri tangga dan bersyukur krn bkn ppany yg jatuh.
    itu mnrtku gentle dan so sweet bgt.

    wah tampakny author yg satu ini sgt jago dlm hal pergombalan ya?
    pasti bikin adegan romantis dan dialog gombal yg manis.
    hihihi

    • aku jg suka yg itu^^
      itu gak gombal, tulus lho wkwkwk 😛
      taeng emang dr sononya sdh penggombal, dia yg nyebut Tiffany Yeppeuni^^

  2. ._. gilaaa ya, apaan2 tae segitu nya banget sampe mau motong jarinya, kalau itu bisa ngilangin sakit hatinya fany! so sweet!

    ajiah >,< gara2 author bilang mungkin chapt 10 end, saya jadi deg2an baca chapt ini. pikiran melayang kemana2 penasaran gimana akhirnya? eh eh pas baca bagian akhir "kok to be continued" #gubrak o.O

    pokoknya endingnya harus daebak ya thor heheheh ditunggu 😀

  3. ryne#s0ne said:

    aih TAENY SO SWEET BANGET >< sampe meleleh bacanya*lebai.com :3

    "untung bukan tiffany yg jatuh", suka bgt sm kata2nya, taetae walaupun dia yg trluka tp masih mikirin tippany#cipok taengo ;p

    kirain bakal ending, trnyata belum ya thor..
    alhamdulilah ya XD

    lanjuuutt

  4. Locksmith's said:

    hue…ninggalin jejak dlu deh, annyeong q reader baru^^

  5. lulu amanda said:

    omo…
    ketinggalan……
    hadeh..mian author…
    kyaa..knpa sih taeng mseti terluka lgi…#peluk taeng

    lanjut thor..semangat!!!!

  6. krystalized said:

    mreka sangat SWEET !! Astaga suka chapter ini *cium2 author*
    aku suka waktu ‘untung bukan tiffany’
    taeng peduli bgt sama fany
    sama yg
    part mandi *byunreader

  7. kyaa taeny cute bgt thor di ff ini….lucu dehhhhh

  8. waktu Tippany mandiin Taeyeon *Byun*Byun*Byun 😀

  9. Awh awh awh!
    Makin r0mantis. . . .

    Udah mulai keliatan byun ya mereka. . .
    Hahaha. . .

    “aku tidak akan mencuci pipiku”
    itu kdengaran aneh, tp ngena.

    Gw ampe cengar cengir bcnya. . .
    Lanjudkan ya. . .

  10. dikira bakal end…..

    gk tau mao ngmng pa, krna part ni bgitu sngat mnis….. pi qu pling suka wktu tae blang ‘untung bukan tiffany yang jatuh’ mnurutku kat2 tu dlm bngt artinya….

    ok thor cpat ja dlnjtin ya hehehhehe

  11. sunnyjiyeon said:

    smuany scane favorit aq,
    gomawo author,,spnjang bca ff ne aq dkira org gila krn senyum2 sndri..
    crtany romantis bgt,.
    TAENY…LANJUUT..hehe

  12. huaaa, aku iri!!! iri ama taeny!!
    hiks, sosweeeeet bgt dah
    *terharu
    sama ama kebanyakan reader di atas, suka bagian “Untung bukan Tiffany yang jatuh”
    huaaa, aku pengen juga taetae *di gampar ppany

    lanjutkan author, fighting 😀

  13. mrz_love_taeny said:

    Paling suka kata “untung bukan Tiffany yang jatuh”
    awawaw so sweet bgt qm tae*cipok taeng,digebuk tippany*
    prasaan d chap ini taeny kok kena musibah terus ya,author gitu ihh taeny kena musibah terus untung musibahnya yg gk bikin mewek tp tetep sweet nya ngena bgt
    malam ini kyk nya kadar gula saia naik ngeliat k sweet an mreka
    kekeke
    taeny nikah beneran aja deh suer dah klo kalian k indonesia kalian bakalan langsung tk seret k penghulu biar dinikahin
    xD
    adegan kamar mandinya awawaw agresif beraksi tp byun blm menanggapi msh malu2
    kekeke

    • wah hati2 diabet tuh, segera minum obat, wkwkwk XD
      kalau SNSD ke indo kita harus teriak TAENY yg lbh keras lg dr wktu itu 😛

      • mrz_love_taeny said:

        q kena diabet gara2 author nih bikin crita nya sweet naudzubillah yaallah
        weeee harus itu klo perlu pasang spanduk dgn tulisan taeny selamat menempuh hidup baru(?)
        kekeke
        *anggap aja wkt k indonesia taeny lg honeymoon*
        xD

      • WKWKWKWKWKWK XD
        kalau spt itu dijamin mereka bersembilan ngakak abis dah XD
        taeny makin dielu-elukan

      • mrz_love_taeny said:

        hahaha
        iya ya ngakak abis mungkin
        jd inget mreka jd top 10 korean’s celebrity love scandal reaksi mreka n member yg lain gmn ya
        kekeke

      • dan mereka msh gak kapok bertaeny taeny X3

  14. Kemana kemana kemana……byun nya taeng ? wkaka 😀
    taeng udah dimandiin fany masih aja malu-malu ckckck
    Ayolah taeny waktu udah ga banyak lagi, fany mau pindah ke FS jadi puas-puaskanlah kebersamaan kalian. *eh –”
    Author hwaiting^^

  15. Kwon Eya said:

    Ya ampun, c0uple ne co cweet bgt c. Stiap kata n skapny t kyanya tluus bgt gt yak. Razanya, mak “cleess” gt dhti. Jd pngn ngiri!!
    Lnjt th0r,endingny hrz sip yak. Jg bwt mrk b2 sdh! Jg lma”!

  16. taetae_fun said:

    kyknya kt2 favoritku bnyak bnget dsni deh,,soalnya bnyk bnget kta2 romantis,,klo scene favorit,,,wktu dikmr mndi,.psti mreka nikmatin bnget tu brdua,,,
    hehehe…tae ama fany ga mwu cuci mka klo hbs dcium,,aku jga bkalan gk mndi loh klo dpluk ama tae…….>-<

    aku ska bnget ama chapter yg ni thor,,soalnya bnyak kcelakaan2 kcil,,tpi itu mlah bsa bwat mrka tmbah saling mencintai..

  17. navy99blue said:

    ini mah namanya musibah membawa berkah.. :p
    Taeyeonnya unyuuu.. Sweet bgt taeny momentnya..
    Suka ama bagian tae bilang ‘untung bukan tiffany yg jatuh’..
    Tgl7 nanti mrk honeymoon dbangkok.. Makin banyak deh momenna.. Asek asek..
    Ditunggu terus karyanya..

  18. JihanEunKi said:

    TaeNy, so sweet bnget
    pling suka di bagian untung bukan Tiffany yg jtuh^^

  19. taeny imuttttt banget yaaaa >.<"
    manis banget ahahahah

    paling suka pas taebilang untung bukan tiffany yg jatuh 😀

  20. Idangrasyida said:

    Syukur deh gak jadi abis dipart ini .. 😀 *ngelus dada*
    wah Taeng onnie dimandiin sama Fany ??
    Waaaahhh.. Kayanya ada maksud tertentu neh Fany onnie nya senyum-senyum pas mandiin Taeng onnie .. Ckckck

  21. Aku kok agak was2 ya, pas baca chapter ini
    Takut taeny kenapa2 O.O

  22. Cho soo kyo said:

    Kyaahhh,,,taetae malu-malu tp mau…

  23. ya ampun, aku puas banget baca chapter yg ini thor, biarpun pendek tapi luar biasa… romance nya benar2 kental…

    jgn ending thor, tambahin aja chapternya. hehehe…

  24. phe pie said:

    Hm ini cuma prasaanku aja atau mang di chaptr ini TaeNy kclakaan kcil trus ya? Hehe biarlah asal mrka makin mesra c.
    Klo aku c sukanya mah kata2 Tiffany waktu bli kalung, katanya klo kalung paling dkat ama hati, jadi kalung pasangan mrka akan mnjadi prwakilan yang paling dkat ama hati mrka masing2 klo mnurutku thor.

  25. rainyfansoshi said:

    huuftt… ga tau kenapa baca chap ini jadi aku yang takut kalo taeyeon ato tiffany kenapa-napa,, (padahal ga ikut2an ambil peran :P)

    dan sebenernya semua scene itu bagus, tapi yang bikin aku ga bisa lupa ya yang di tangga itu unnie..
    “Untung bukan Tiffany yang jatuh,” senyum Taeyeon.
    waw.. pasti denger itu tiffany klepek klepek… 😀
    n ada lagi yang menurutku lucu
    “Hari ini aku nggak akan cuci pipiku, pikir Taeyeon mantap.
    hahaha.. i lucu, kan tiffany pas dicium taeyeon juga mikirnya kaya gitu 😛

    ditunggu selalu kelanjutannya unnie..
    fighting!!!

  26. huuftt… ga tau kenapa baca chap ini jadi aku yang takut kalo taeyeon ato tiffany kenapa-napa,, (padahal ga ikut2an ambil peran :P)

    dan sebenernya semua scene itu bagus, tapi yang bikin aku ga bisa lupa ya yang di tangga itu unnie..
    “Untung bukan Tiffany yang jatuh,” senyum Taeyeon.
    waw.. pasti denger itu tiffany klepek klepek… 😀
    n ada lagi yang menurutku lucu
    “Hari ini aku nggak akan cuci pipiku, pikir Taeyeon mantap.
    hahaha.. i lucu, kan tiffany pas dicium taeyeon juga mikirnya kaya gitu 😛

    ditunggu selalu kelanjutannya unnie..
    fighting!!!

  27. Viny_215 said:

    Annyeong thor ^^
    reader bru nih. .slam kenal.
    Seneng bsa nemuin ff taeny disini ,hehe
    cerita.a keren bgt thor,bnyk kalimat yg b.makna bgt,haha
    ditunggu kelanjutan.a . .:)

  28. bloxtwins said:

    “untung bukan tiffany yg jatuh”
    menurut q itu so sweet..
    sgt trlihat taeyeon g mw sesuatu yg buruk menimpa fany.
    indah bgt lah ceritanya..bener2 dunia milik TaeNy.hho~
    ahh..smoga prpisahan fany dgn taeyeon msh lama or lbh bgus g sama sekali.hahaha~
    dtnggu lanjutannya 😀

  29. thor emang cerita ini yulsic udah jadi ?,kok sica manggil seobang ?
    btw itu tippany mandiin taeng ? gak kebayang cungkringnya badan taeng #ampun taeng wkwkwkwk
    emang tippany kaga jadi ke di ajak bapaknya pindah ke amrik ? semoga ga jadi lahh
    tapi kalo jadipun saya hanya mampu bilang ke pasangan TaeNy “Perpisahan adalah awal dari pertemuan yang abadi” #wieeeshhh kata2nya hahahha
    udah ya thor saya cape cuap cuap kkkkk~
    saya pulang CHU~

  30. taeny927 said:

    Kasihan TaeNy, selalu dilanda musibah, hehehe
    Taeyeon sama Tiffany ga pernah gagal bikin aku terharu TT.TT
    This is so sweet

  31. YS_addict said:

    hadeeeh kenapaaaa…kenapa TaeNy makin romantissss >_< aaaaa nyengir mulu bacanya.so sweet bgt yaolo,itu mreka msh malu2 justru bikin makin romantis(?).plis jgn sad ending ^^

  32. @kyungsee said:

    Apalah artinya sebuah jari -__- penting dong >_< hehe. taeng santai banget pas kena misubah 0_0 atau aku yang santai pas bacanya o.0 ???. taeng bilang dia bisa mandi sendiri karena tangan kanannya baik baik aja @_@ lalu dia cebok pake tangan yang mana???? atau gak cebok? -___- kan ppany gak cebok'in taeng tadi 0_0 taeng jorok ihh!! segitu aja deh commentnya XD kaborrrrr

  33. taeyeon protect banget ya
    dalam arti positive pula dia protect
    ah so sweet

  34. “Apalah artinya
    sebuah jari… yang penting Tiffany selalu bahagia…”
    “Taeyeon, aku juga ingin kamu bahagia… di sampingku…
    selalu….”

    ap ini???kenapa manis gitu momentnya …taeny jjang,author jjang ↖(^▽^)↗

  35. ppany mandiin taeng lucu ppany perhatian bgt.
    Mkn romantis dn mkn kren aja thor.

  36. Kungttadadak said:

    Aaaa Tiffany mulai berani, udah manggil taeng dengan sebutan chagi hhahahaha…. Daebak deh thor. Part ini paling romantis. Melindungi satu sama lain. Ada gak yah pasangan yang kayak gini…. /loncat ke last part/

  37. woah…makin banyak aja nih adegan romantisnya taeny >_<
    paling suka yang pas tangannya fany luka trus taeyeon bilang dia juga rela motong jarinya asalkan bisa ngurangin rasa sakitnya fany *berasa tulus banget omongannya taeng*

  38. wiyulsic said:

    sosweet banget !! Aku jd pengen hehehe
    wah tiffany maen nyelonong aja orang lg mandi.. Haha lucu+romantis .. Kira2 ending’a bakal kya apa ya??

  39. Paling suka pas fany mandiin taeng!! Kekeke XD *plak*

  40. My name is nafila said:

    Ngebayangin tae dimandiin sambil malu2, kyaaaaaaaaaaa >.<
    Annyeong saya reader baru yg bacanya loncat langsung kechapter ini, loh

  41. kaitoyoong said:

    kalo dicium pipi TaeNy gag mandi artinya kalo pelukan gag mw mandi donk thor hehehehehe*plakk ditimpuk TaenY

  42. lee deyeon said:

    Ya ampun ppany sgtu khawtir nya kah km, luka kcil aja smpek gtu nya..
    Hihihi taengoo enak amat ya dmndiin ma ppany, mau dong..
    Ppany mndiin aku jga dong?

  43. Ach taeng gentle banget ma fany
    Mereka juga masih malu-malu kucing

  44. Aku suka pas tiffany bantu’in taeyeon keramas itu bener2 sweet banget apalagi plus di kasih ciuman di pipi itu bener2 sweet banget..:D

    Author emang paling jago deh buat momen2 sweet kaya gitu ga nyesel ngabisin waktu tiap hari bahkan sampe tengah malem buat baca ni ff 😀

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: