~Thank you for your comments~

A/N : Terima kasih banyak buat yang sudah membaca *bow
aku harap kalian makin suka dengan jalan ceritanya^^
enjoy~

Taeyeon’s POV

“Bisa minta waktunya sebentar?” suaranya yang berat menyapaku, hampir membuat jantungku meloncat. Tapi aku sudah tau bahwa hal seperti ini pasti akan terjadi karena itu aku sudah menyiapkan hatiku.
“Ah iya, tentu oppa,” lalu aku berpaling pada Tiffany, “Tiffany..”
Tiffany mengangguk mengerti.
Lalu aku bangkit dari tempat dudukku dan mengikuti Teuk oppa.

Di tempat sepi yang hanya ada kami berdua.
“Mengenai suratmu ini..” katanya sambil memegang suratku.
Aku memejamkan mataku erat-erat. Dalam hati aku memohon dengan sangat pada Tuhan, bahkan tubuhku mulai gemetar.
“Aku terima”
Eh?
“Aku mau jadi pacarmu,” dia tersenyum.
Ah.. mendadak hatiku seperti plong, ingin rasanya aku menari girang.
“Oppa benar-benar?”
“Ya, aku tidak keberatan”
Aku pun menari-nari kesenangan tapi tentu saja hanya di dalam benakku, aku tidak mau memberikan kesan jelek pada oppa.
“Pulang sekolah nanti kita jalan-jalan mau?”
“Tentu saja mau,” jawabku senang.
Lalu setelah kami berpisah secepat mungkin aku kembali ke kelas. Aku harus memberitahukan kabar baik ini pada Tiffany! Aku ingin dia yang paling dulu tahu.
“Tiffany,” kataku riang. Dia menoleh ketika aku memanggil namanya.
Lalu aku segera duduk disampingnya. “Eh kamu percaya nggak? Aku diterima sama Teuk oppa cowok paling populer di sekolah kita, wah nggak percaya banget, sampai kupikir mungkin ini hanya mimpi.”
Tapi anehnya ketika aku melihat tatapan mata Tiffany.. dia kelihatan seperti.. sedih?
Apa dia sedang tidak semangat?
“Tiffany?”
Tiffany tersentak, “Ah iya syukurlah kamu diterima,” dia tersenyum tapi senyumnya terlihat agak melankolis.
“Akhirnya Taeyeon punya pacar juga… ah kalau begini jadi hanya aku yang belum punya dong, haha aku juga harus nyari nih…” tapi saat mengatakannya Tiffany tidak melihat ke arahku.
Kenapa? kenapa wajahmu terlihat sedih..?
“Ah, aku mau ke toilet dulu ya,” Tiffany bangkit berdiri.
“Kutemani ya”
“Nggak usah, hanya ke toilet saja kok ditemani haha..”
Kemudian dia pergi sementara aku terus mengawasi punggungnya yang semakin menjauh dari belakang.
Kenapa..? kalau ada sesuatu yang mengganggumu kenapa kamu tidak mau mengatakannya..? bukankah di antara kita tidak ada rahasia..? pikirku dengan sedih.

Tiffany’s POV

Aku kabur dari Taeyeon di tengah-tengah pembicaraan.
Maaf.. maafkan aku Taeyeon… tapi sekarang ini aku tidak bisa menatap wajahmu sambil tersenyum..
Beri aku waktu sedikit lagi… nanti aku akan bisa tersenyum di hadapanmu sambil mengucapkan selamat dengan tulus…
…………….

“Tiffany, maaf hari ini aku diajak jalan bareng sama oppa jadi kita tidak bisa pulang bersama.”
Aku merasa hawa melankolis mengelilingiku. Selama ini kami nggak pernah absen pulang bersama.
“Nggak apa-apa kok, aku ngerti,” kataku tersenyum penuh pengertian.
“Maaf sampai nanti ya!” Taeyeon buru-buru pergi sambil masih menoleh padaku.
“Jangan dipikirkan! nikmati saja kencan kalian!”
Ketika Taeyeon sudah menjauh, aku berbisik kecil, “Tadi itu senyumku tidak terlihat aneh kan..?”
Aku memandangi Taeyeon yang semakin menjauh dan kemudian dia bertemu Teuk oppa. Mereka ngobrol sebentar lalu pergi. Kulihat Teuk oppa memegang tangan Taeyeon.
Pandanganku beralih pada tanganku sendiri. Padahal biasanya aku yang bergandengan tangan dengan Taeyeon..
Tangan itu… bukan aku lagi yang akan menggenggamnya…
______________________________________________________________________________________________________________________

Tidak banyak yang bisa dikerjakan di kos selain online dan membaca. Aku chatting dengan teman dunia mayaku yang sudah kukenal sejak setengah tahun yang lalu. Kami saling terbuka, dan dia adalah orang yang sangat open-minded jadi dia selalu bisa menerima diriku apa adanya. Kami tidak pernah bertatap muka, melihat foto pun tidak. Sama sepertiku, dia asli Amerika, tapi tinggal di Korea karena itu kami mengobrol menggunakan bahasa Korea dan terkadang mencampurkan bahasa Inggris.
“Jadi sekarang kamu sendirian di kos?” tanyanya melalui chatting.
“Ya..”
“Temanmu pergi bersama cowoknya ya? Maklum baru saja jadian :3”
“………”
“Kok diem?”
“Jujur aku cemburu..”
“Ah I see, well itu hal yang biasa, aku juga pernah ngalamin kok :O jangan sedih ya Fany ah.. *hug Fany”

Karena tidak punya teman curhat di dunia nyata jadi aku hanya bisa curhat dengan seseorang dengan nama samaran Ice Princess. Ternyata dia sama sekali tidak sedingin nama samarannya. Dan setelah mengenalnya aku jadi sangat menyukainya^^
Aku bisa membicarakan apapun dengannya, baik masalah yang sensitif atau pribadi. Padahal aku sendiri tidak bisa seterbuka ini sama orangtuaku.
“Aku merasa aneh..”
“Aneh kenapa?”
“Sepertinya aku.. mencintai Taeyeon..”
“O_o really?”
“ya… tadinya kupikir aku salah.. tapi ternyata aku memang benar-benar..”
“Wow.. bukannya aku tidak mengerti sih, karena sekarang aku juga sama”
“Maksudnya Ice Princess sedang menyukai seorang yeoja juga?”
“Ya, ini pertama kaliku, ehe”
“Ini juga pertama kalinya aku jatuh cinta sama seorang yeoja.. jujur aku sama sekali tidak menyangka kalau aku akan jatuh cinta padanya ketika aku pertama kali bertemu dengannya.. takdir seperti mempermainkanku.”
“hmm…”
“Aku sering mengimajinasikan kalau suatu hari pangeranku akan datang dan membawaku tapi aku sama sekali nggak pernah mengimajinasikan aku sampai jatuh cinta sama seorang yeoja apalagi sama sahabat baikku sendiri..”
“LOL XD”
“Aneh ya…”
“Nggak, menurutku nggak aneh kok, kita kan tidak bisa memaksakan diri mau jatuh cinta pada siapa, cinta itu kebebasan”
“Kamu benar… eh ngomong-ngomong enaknya aku panggil kamu apa? Nggak enak nih manggil kamu Ice Princess terus +_+ “
“Hmm, benar juga ya. Oke, kamu boleh panggil aku Jessi atau Sica atau Jess, terserah kamu :p”

Huh? Kenapa aku jadi teringat sama seseorang?
Dalam benakku terlintas Jessica Jung, gadis yang suka tidur di kelas itu. Beberapa orang terkadang menjulukinya Ice Princess.
Ah, tapi masa sih? Barangkali kebetulan saja namanya sama.

“Ups, sudah dulu ya, aku mau pergi hang out sama keluargaku, nanti aku cerita-cerita deh”
“Okay”
“Bye bye, see u~ love u <3"
"See u too^^"

Lalu aku meregangkan tubuh di depan laptop.
Tiba-tiba ada bunyi yang menandakan seseorang men-shout sesuatu, lalu aku membacanya. Dari Sica.
“Yoona dan Yuri sudah menungguku, hehe, going out with my family ^O^”
What?! Did she just say Yoona and Yuri?!
Ahaha, okay, sekarang aku benar-benar jadi membayangkan Jessica yang mengobrol denganku.
Hehe tak disangka, orang memang bilang dunia itu sempit.
Setelah itu aku mematikan komputerku, aku memang bukan tipe yang suka online berlama-lama. Lalu aku merebahkan diriku di kasur. Dan mulai ingat Taeyeon..
Taeyeon.. apa sekarang dia sedang bersenang-senang dengan Teuk oppa ya..
Mendadak aku merasa sakit.. tepatnya dadaku yang terasa sakit..
Aku memejamkan mataku berusaha mengosongkan pikiranku. Dan perlahan-lahan aku pun terlelap.

Sepulang dari kencan Taeyeon mengetuk kamar Tiffany. Tapi karena tidak ada jawaban akhirnya Taeyeon memutuskan untuk membiarkannya.

Keesokan harinya di sekolah.
Aku sendirian terbengong, sesekali kuteguk black soya minuman yang menjadi favorit Taeyeon. Aku sama sekali tidak bersemangat. Aku sudah tahu penyebabnya jadi aku tidak mempedulikannya. Kemudian Taeyeon datang menghampiriku.
“Yah, bengong terus,” katanya lalu dia mengambil black soyaku dan meneguknya sedikit lalu mengembalikannya lagi ke tanganku yang masih membeku di tempat.
Ciuman tidak langsung, pikirku. Bukan hal yang tidak biasa, dari sejak kita berteman Taeyeon selalu begitu, mungkin kebiasaan dari kecil? Entah sudah berapa kali kita melakukan ciuman tidak langsung, aku tidak menghitungnya, yang jelas sudah puluhan kali. Taeyeon bukan tipe yang mempedulikan hal sepele seperti ini.
Aku jadi berpikir. Apakah Taeyeon juga selalu melakukan hal seperti itu dengan cowoknya..
“Tiffany, yang semangat dong! Biasanya kamu nggak seperti ini!”
Tapi mau bagaimana lagi.. sekali tidak bersemangat susah untuk kembali bersemangat.
“Ngomong-ngomong, besok hari ultah oppa. Aku harus kasih oppa hadiah, hmm apa ya… lebih baik kalau bikinan sendiri biar lebih berkesan.”
Taeyeon seperti berada dalam dunianya sendiri. Aku berusaha untuk tidak mempedulikannya demi melindungi hatiku yang sakit.
“Ah aku tahu!” Taeyeon memegang kedua tanganku, “Tiffany, ayo kita bikin coklat!”
Kamu mau bikin buat dia kan..
Aku mau menolak tapi selalu tidak bisa.
“Ok..”
“Yaayyy! Kalau begitu sepulang sekolah ayo kita langsung beli coklatnya”
Setelah membeli coklat kami langsung membuatnya sesampai di kos.
“……………”
Taeyeon terlihat sangat excited seperti anak kecil. Dia bahkan bersenandung selama membuatnya.
Aku senang melihatnya bahagia tapi… kalau mengingat Taeyeon akan memberikannya pada dia…
“Nah sudah jadi, ayo dicoba,” Taeyeon memasukkan sepotong coklat berbentuk hati ke mulutku. Coklat itu langsung meleleh dengan lembut di dalam mulutku. Aku mengunyahnya perlahan.
“Bagaimana?”
“Enak..”
“Tentu saja, sudah dari 7 tahun yang lalu aku selalu membuatnya tiap Valentine,” katanya dengan bangga. “Biasanya aku hanya memberinya ke teman-teman perempuanku dan keluargaku sendiri sih. Wah berarti ini pertama kalinya aku memberinya ke namja?”
“……………”
______________________________________________________________________________________________________________________

“Kalau begitu Tiffany, aku mau kasih coklat ini dulu ke oppa.”
“Ya, good luck”
“…………….” tapi Taeyeon tidak beranjak dari tempatnya berdiri.
“Kenapa?”
“Ah aniyo, aku cuma sedikit gugup saja. Baru kali ini aku mau memberi coklat ke namja. Ahaha aku aneh ya? Padahal kita kan sudah pacaran…”
“Kamu mau aku yang memberikannya padanya?”
“Ahaha terima kasih Fany ah, tapi aku nggak bisa terus-terusan bergantung padamu, sampai nanti.”
Aku mengawasi Taeyeon pergi, dia berjalan dengan tangan dan kaki bergerak bersamaan seperti robot. Aku tersenyum merasa lucu. Kusandarkan badanku ke tembok dan menghela nafas..
Aku ingin jadi Teuk oppa..
Bukan karena aku mau menerima banyak coklat dari gadis-gadis, tapi aku ingin coklat buatan Taeyeon.. kemarin memang aku sudah memakannya sih, bukan masalah coklatnya tapi aku hanya ingin maksud tulusnya saat memberi..
Kemudian terdengar ribut-ribut, membuatku tersadar dari lamunanku. Aku melihat Taeyeon dikerumuni gadis-gadis. Mereka memancarkan aura permusuhan pada Taeyeon. Bahkan dari jarak aku berdiri saja aku sudah langsung tahu.
“Eh kamu nggak usah sok deh!” semprot salah satu gadis itu sambil mendorong Taeyeon.
“Nempel-nempel Teuk oppa terus, mengganggu oppa saja!”
Aku langsung bergegas kesana.
“A-aku ini kan pacarnya.. masa nggak bo-”
“DIAM!” gadis itu mengangkat tangannya untuk menampar Taeyeon.
PLAKK!
Wajahku menghadap ke arah kanan dengan paksa, rasa panas yang menyengat mulai menjalar di pipi kiriku. Kugigit bibirku. Rasanya cukup menyakitkan. Ya, aku yang terkena tampar.
“Tiffany!!” Taeyeon bergegas menghampiriku, memegang bahuku.
Karena salah menampar tingkah yeoja itu jadi serba salah.
“Taeyeon sama sekali tidak mengganggu.. karena Teuk oppa sendiri yang memilihnya.. seharusnya.. kalau kalian benar-benar memikirkan kebahagiaan Teuk oppa, kalian akan menerima seperti apapun keputusannya.. berkorban demi kebahagiaannya..” aku berkata sambil menundukkan kepalaku, hanya Taeyeon yang terlintas di benakku ketika mengatakan hal itu.
Benar.. untuk Taeyeon apapun itu akan kukorbankan.. asal dia bahagia dan bisa terus tersenyum.. itu saja sudah cukup..
Aku senang tapi juga mengoyakkan hatiku disaat yang sama.
Taeyeon menjadi tertegun.
“Cih! Sok tahu!” lalu mereka pergi sebelum ada yang melapor pada Guru. Dan keramaian pun bubar seolah tidak terjadi apa-apa, walau banyak yang masih menggosipkannya.
“Tiffany, aduh… kamu nggak apa-apa?”
“Nggak apa-apa, ahaha jadi seperti ini ya rasanya kena tampar,” kataku tersenyum.
“Sini biar kulihat,” pelan-pelan Taeyeon menyingkirkan tanganku yang memegangi pipiku. “Merah sekali Tiffany! Pasti sakit!”
“Nggak apa-apa nanti juga hilang”
“Tapi kamu ditampar gara-gara aku! Aku mintakan kompres es ya”
“Jangan! Nggak perlu! nanti repot, benar nggak apa-apa kok!”
“….apa boleh buat,” lalu Taeyeon memegangi pipiku.
“Taeyeon..?”
“Hehe soalnya tanganku kan dingin.”
“Kenapa tanganmu sedingin ini..?” tanyaku lembut sambil menyentuh tangan Taeyeon yang memegang pipiku. Aku menatapnya wajahnya dengan sorotan mata sedih.
“Tadi aku agak grogi, aku sama oppa kan baru saja jadian, lagipula karena tadi ada mereka yang cemburu sama aku.. haha”
“Untunglah aku masih sempat..”
“Apanya? Aku sampai kaget kamu tiba-tiba berdiri di depanku, jangan kayak gitu lagi..” suara Taeyeon mengecil, “Aku nggak mau kamu terluka gara-gara aku..”
Tapi aku ingin melindungimu.. karena aku sayang kamu, kataku dalam hati.
“Sudah mendingan?” tanya Taeyeon sambil menyingkirkan tangannya.
“Ya”
Sentuhan tangannya terasa benar-benar mengobati rasa sakit di pipiku.
Taeyeon Taeyeon… ah, betapa aku menginginkan dia menyentuh pipiku lebih lama lagi…
“Berkat kamu tanganku juga jadi hangat, gomawo Tiffany.”
Taeyeon menempelkan dahinya di bahuku dan berbisik lembut, “Berkat kamu juga aku jadi merasa lebih percaya diri…”
Kemudian dia mengangkat wajahnya dan tersenyum padaku, “Aku akan memberikan coklatku ke oppa, sampai nanti Tiffany.”

Sorenya
Kubuka pintu kamarku ketika Taeyeon mengetuknya.
“Ada apa Taeyeon?”
“Ngg ini buat kamu Fany ah,” Taeyeon menyerahkan sekotak coklat yang terbungkus rapi.
Aku tidak menyangkanya.
“Aku sengaja bikin diam-diam biar bisa buat surprise buat kamu, maaf baru kasih sekarang… gomawo sudah membantu dan mendorongku Tiffany… kalau bukan karena kamu sampai sekarang aku pasti masih belum berani mengatakannya…”
Ah.. jadi karena itu bahan-bahannya sisa.. padahal kupikir kemarin jatah coklatku cuma segitu, ternyata…
Kubuka kotaknya. Dan di dalamnya terdapat sembilan coklat berbentuk hati berwarna pink. Aku benar-benar bahagia sampai rasanya mau menangis.
“Gomawo Taeyeon..”
______________________________________________________________________________________________________________________

Taeyeon lebih sering menghabiskan waktunya bersama dengan Teuk oppa hingga waktu kami bersama pun berkurang drastis.
Aku merasa kesepian. Hari ini lagi-lagi aku dikamar sendirian. Dan aku pun mulai menari-nari gaje di dalam kamar. Itu yang biasa kulakukan apabila aku sedang stress. Aku memang suka menari, aku melakukan ini sebagai pelepas stress.
Mungkin aku memang harus punya pacar.. tapi gimana.. aku maunya pacaran sama orang yang kucintai, sementara orang yang kucintai adalah sahabatku sendiri.. dan dia sudah punya pacar.
“……………”
Hari-hari itu… seandainya bisa terulang kembali… saat semua waktu terasa hanya milik berdua…
______________________________________________________________________________________________________________________

“Aku jalan dulu,” kata Taeyeon seperti biasa.
Tanpa kusadari tanganku bergerak menarik ujung bajunya ketika Taeyeon sudah berbalik mau pergi. Aku menunduk sedih, rasanya ingin menangis…
“Eh.. Tiffany ada apa?” Taeyeon berbalik menatapku karena tadinya merasa bajunya tersangkut sesuatu.
Hah?
“Eh nggak! nggak ada apa-apa!” aku buru-buru melepaskannya dengan panik.
Taeyeon seolah mengerti perasaanku. Dia tersenyum penuh pengertian, “Maafin aku Tiffany.. akhir-akhir ini aku jadi sering mencuekinmu…”
“Eh nggak kok, aku ngerti, kalo aku punya pacar pasti aku juga akan seperti itu soalnya, ahaha!” aku tertawa canggung.
Wajah Taeyeon tertekuk, dia terlihat tidak enak.
“Karena itu jangan dipikirkan.. selama Taeyeon masih mempedulikanku saja aku sudah senang kok,” kataku tersenyum sambil menunjukkan eye smileku.
“Hari ini aku akan pulang lebih cepat, terus nanti kita habiskan waktu bersama ya,” sesudah berkata itu Taeyeon berjalan pergi.
Taeyeon.. kamu perhatian.. sekalipun sudah punya pacar kau masih peduli sama aku… kamu benar-benar sahabat yang baik..
Saat pukul 6.30 malam aku merasa pintu kamarku diketuk. Dan ternyata memang Taeyeon. Dia pulang.
“Tiffany, kita makan yuk?”
Ah, benar juga, sudah waktunya makan malam ya? pantas aku merasa sedikit lapar.
“Yuk^^ mau makan dimana?”
“Kamu maunya makan apa?”
“Hmm, aku apa saja terserah, kalau Taeyeon?”
Tapi tiba-tiba tubuh Taeyeon sudah ambruk padaku. Semula aku heran dan kaget sekaligus deg-degan tapi lalu aku sadar.
“Taeyeon!”
“Aku nggak apa-apa, hanya pusing”
Saat aku menyentuh lengannya, terasa panas, lalu aku mencoba meraba keningnya.
“Omo! Badanmu panas sekali! Kamu demam!”
“…hah…” Taeyeon menghela nafas lelah, “Nggak heran dari tadi rasanya capek sekali tubuhku..”
Kemudian aku segera membawa Taeyeon masuk dan membaringkannya di kasurku.
“Istirahatlah..”
Kuambil handuk kecil, kubasahi dengan air, kemudian kuperas dan kuletakkan di dahi Taeyeon.
“Jadi selama pergi tadi kamu juga sudah panas?” selidikku.
“Aniyo, baru saat aku mau pulang dari pergi bareng oppa tadi”
Dan dengan tubuh panas seperti itu kau berniat mengajakku pergi makan? Berdiri saja kau sudah susah payah kan?
“Aku akan pergi beli obat sekalian beli makanan,” kataku lalu aku keluar setelah mengunci kamarku.
Begitu aku kembali Taeyeon sedang tertidur.
Lebih baik jangan kubangunkan deh..
Aku mendekat pelan-pelan, kuperhatikan wajahnya yang sedang tidur. Dadanya naik turun dengan pelan ketika sedang menarik dan menghembuskan nafas. Matanya yang terpejam..
Tanpa berpikir jari telunjukku bergerak mencolek pipinya.
“Nggh…” Taeyeon mengerang lalu membuka matanya.
“Maaf aku membangunkanmu..”
“Nggak apa-apa aku memang ingin bangun.. aku lapar…”
Aku membuka bungkus makanan yang kubeli dan menyodorkan sesendok nasi dengan lauk.
“Makan”
Dia tersenyum tipis dan membuka mulutnya. Aku menyuapinya.
Sudah lama kami tidak berbagi momen intim seperti ini..
“Maaf jadi repot.. apalagi aku memakai tempat tidurmu..” wajah Taeyeon terlihat capek.
“Sama sekali nggak repot kok..” aku tersenyum. Karena diam-diam sebenarnya aku menikmati ini.
“Sudah lama ya kita tidak hanya berdua saja seperti ini..”
Ternyata Taeyeon juga memikirkannya ya?
Selesai makan aku membantunya meminum obat.
Aku.. merasa nyaman seperti ini..
Taeyeon bergantung padaku dan kami hanya berduaan saja.
Tapi aku tak bisa menahan rasa penasaranku dan bertanya. “Taeyeon, gimana hubungan kamu dengan Teuk oppa?”
“…hubungan kami sangat lancar berkat doamu, Fany ah”
Dalam hati aku merasa sesak, “Kamu.. bahagia?”
Oh, aku harap suaraku tidak bergetar saat mengatakannya.
“Sangat,” senyum Taeyeon. Tapi mendadak dia jadi tidak enak sendiri lalu berkata, “Ah harusnya Tiffany juga punya pacar biar kita bisa kencan ganda.”
“…haha iya juga ya”
Aku sendiri tidak tahu bagaimana perasaanku saat mengatakan itu.
“Tiffany, setelah aku sembuh ayo kita pergi ke mall bareng?”
“Eh?”
“Aku ingin kita menghabiskan waktu bersama”
Jadi begitulah.. setelah Taeyeon sembuh 2 hari kemudian kami pergi ke mall bersama.
“Jadi mau kemana dulu?” tanyaku.
“Hei, cuma kalian berdua saja nih?”
Kami berdua menoleh ke arah sumber suara tersebut. Seorang namja dan ada seorang lagi di sampingnya.
“Sebentar lagi kita mau pergi ke group date bareng teman kami, kalian mau ikut nggak?”
“Maaf kami punya urusan sendiri,” kata Taeyeon berusaha menolak selembut mungkin.
“Jangan gitu dong ah, sejam saja deh,” katanya sambil menarik tangan Taeyeon.
Aku sudah mau bertindak tapi Taeyeon sudah lebih dulu bertindak. Dia segera mengenyahkan cengkraman tangan namja itu dan melingkarkan tangannya di pinggangku. “Maaf, tapi dia ini pacarku, tolong tinggalkan kami berdua.”
Ehhhhh? Pacar katanya??
Lalu Taeyeon segera menarikku pergi membiarkan kedua namja itu melongo dengan wajah yang kelihatannya luar biasa kaget.
Setelah mereka sudah tidak terlihat lagi dalam jarak pandangan kami.
“Mianhae Tiffany… aku sengaja mengatakan itu supaya mereka menjauh,” dia melepas tanganku.
Aku kaget sekali
“Apa tidak apa-apa kamu berkata seperti itu ke mereka..?” tanyaku khawatir.
“Hahaha nggak apa-apa kok, kita kan nggak kenal mereka, mereka juga nggak kenal kita, lagian kita nggak betul-betul pacaran kan”
Ya, benar…
“Lagian harusnya tadi kamu lihat ekspresi mereka, hahaha! lucu sekali! mereka kaget dan percaya begitu saja!” setelah berkata itu Taeyeon tertawa terbahak-bahak. Taeyeon kelihatannya senang telah membuat mereka kaget. “Mereka mengincar target yang salah, hahaha!” lanjutnya lalu Taeyeon tertawa lagi.
Yah sebenarnya agak lucu juga sih.
“Hehe, pasti karena ada Tiffany, jadinya mereka menggoda kita”
“Aduh Fany ah! Kenapa kamu manis sekali sih! XD ” Taeyeon mengacak-acak rambutku dengan gemas.
Benarkah? Jadi kamu menganggapku manis Taeyeon?
Aku merasa pipiku menjadi panas.
“Memang ada gangguan barusan, tapi lupakan saja, mending kita lihat-lihat baju yuk?” Taeyeon memegang tanganku dan menuntunku.
______________________________________________________________________________________________________________________

“Taeyeon ah, menurutmu ini bagus nggak?”
“Ah bagus, aku juga suka ini,” kataku sambil memegang baju yang sama. Bajunya berwarna pink bertuliskan angka 0.
“……………”
“Kamu suka?”
“Hmm?”
“Bajunya”
“Iya, kayaknya unik gitu haha”
“Kalau gitu gimana kalau kita kembaran?”
“Eh?”
“Kita beli baju yang sama, aku yang nomor 9,” Taeyeon terlihat gembira.
“Eh, apa kamu yakin..?” tanyaku ragu-ragu.
“Aku ingin mencoba rasanya membeli baju yang sama dengan seorang teman,” sewaktu mengatakan hal itu wajah Taeyeon bersorot lembut.
“Uh.. oke kalau Taeyeon nggak keberatan..” kataku dengan suara kecil.
“Sungguh? Yeyyy! Rasanya kita benar-benar terlihat seperti sahabat baik ya?” Taeyeon berkata padaku dengan wajah yang terlihat sangat riang.
Aku tersenyum, “Iya”
Saat-saat seperti inilah yang membuat hatiku hangat..
Sewaktu pulang
“Wah hari ini menyenangkan sekali yah..”
Aku ingin memelukmu..
“Lain kali aku juga mau pergi bareng oppa ah”
dan tidak ingin melepasmu..
“……………..”
“Tiffany, selamanya kita akan tetap berteman ya?” Taeyeon menggandeng tanganku.
“……………..”
Taeyeon masih tetap memandangku dengan senyumnya yang selembut sutra itu.
“ya….” aku meremas sedikit tangannya bersamaan dengan jawabanku.

*~To Be Continued~*

Advertisements

Comments on: "The Story of T x T (Chapter 5)" (53)

  1. krystalized said:

    um *tengok kanan kiri*
    aku pertama lagi bukan??

    Hoah, kaga bisa bayangin hancurnya ummaku T.T
    taeng appa sadarlah ppany cinta kau!!
    Semoga sebenarnya taeng ada rasa sama ppany, kebukti waktu di mall

  2. ryne#s0ne said:

    nyesek kalo jadi ppany T.T

    thor buat tippany pegi atau jauh gitu, biar taeng tau gmana rasanya berpisah sm pany..*maksa #abaikansajalah
    ahehehe :p

    lanjuut part 6#plak,plak,plaaak.. :3

    • wkwkwk itu sih jd kayak di cerita love will find a way XD

      • atau kirimkan fany sang pangeran(namja),, munculkan jg api2 cemburu ke taeng biar dy nyadar seberapa besar posisi fany di hatinya.. *mikir.. ah tp jdnya nnt kyk cerita locksmith *jiah,, lupakan… terserah loe dech thor yg penting mereka bersatu dan bercinta +_+ *ups.. yadong mode on ^^

        eh.. btw baru ditinggal sehari aja chap 5 nya dah nongol,, *2 thumb up 🙂

      • haha bercintai lg? nanti benar2 jd pasangan mesum dah XD
        sebenarnya memang sdh jadi sembilan puluh persen, tinggal edit dikit aja^^

      • okokokok.. lanjutkan ngeditnya

  3. aigoo, entah knp aku ngerti bgt tuh gimana perasaan ppany
    *jadi sedih, pdhl gk pernah mengalaminya
    huaaa, mgkn krn kebawa perasaan
    n entah kenapa, wkt taetae mw ke kamar ppany, aku selalu berharap taetae blg dia udah pts ama leeteuk
    hiks, kapan taetae suka ama ppany authoorrrrr

    y sudah lah, aku tunggu lanjutannya loh author…
    fighting!!!! 😀

  4. fany tetap brthan n bnyk2lah brdoa smoga tae cpt sdr akan prasaan kmu, asyikkkk…….
    nyesek bcanya…….

  5. Waahhh… Fany yg sabar ya?!! Nih cerita hampir mirip locksmith ea?? Tpi fany gak semenderita taeng waktu d locksmith

  6. Ahaha kaget juga wkt taeng bilang dia pacarku pasti fanny umma sneng bngt apa lagi kalo beneran.
    Taeng sadarlah” kamu suka juga sama fany kan ya ya #maksa
    update soon author ^^

  7. wow.. Author yg satu ini cpt bgt apdetnya..
    Bakal sering2 mampir kesini deh.. 🙂
    Setiap kali ngebayangin momen2 disini jadi senyum2 sendiri.. Hwew

    • ahaha itu cuma kebetulan kok 😀 kadang ada yg cepet kadang ada yg lambat
      author sih usahain tiap minggu setidaknya ada satu updatean(selama msh ada inspirasi)

  8. @kyungsee said:

    Bental lagi ada YulSic nih 0.0 ya kan? Enggak ya? Hoaaaah. Itu JeTi chattingnya dimana? FB? Gtalk? Mig33 atau apa?

    • haha bisa yg mana saja sih
      YM jg bisa, kuserahkan pd imajinasi pembaca saja 😀 *dilempar sendal karena lg2 gak bertanggung jwb

  9. “Tiffany, selamanya kita akan tetap berteman ya?”
    ihh… Aku ga mau, pokoknya tae hrs jd pacarnya fany dulu, baru nikah & hidup bersama selamanya #maksa 😮

  10. taetae_fun said:

    fany,,yg sbar ya…
    bntar lgi taetae psti putus ma leeteuk gara2 kamu…

    cpet update thor..

  11. huaaaa poor ppany..
    kpn siihh taetae nyadar?

    wah jessica jung mule d critakan ya?
    lagi2 pairing yulsic sbg tambahan d crita taeny.
    huftt..
    pdhl skali2 aku pengen ad pairing yoonhyun spaket dgn pairing taeny.
    apa boleh buat mauny author yulsic sih.
    wkwkwk
    gpp deh yg ptg aku bsa baca updatenya next chapt sgera.
    hwaiting.

  12. wiiiiisss.. kejar tayang nih cimon. hahahaha..

    baca cerita ini berasa masuk langsung ke dalam ceritanya, dan ngerasain situasi yang lagi terjadi loh. entah bagaimana.

    buru di apdet ya. aku mo bacaaa.. hehehe

    • haha XD mumpung week end :p
      begitu ya? berarti aku nulis perasaan yg dirasakan tiffany terlalu dalam wkwkwk
      sip, tunggu aja 😉

  13. phe pie said:

    Itu Fany-nya makin mndrita aja thor. Gak tega nglihatnya. T.T
    What? Sica bilang mau prgi hangout ama kluarganya? Royal family moment.
    TaeTae cpatlah putus ama Teuk n jadian ama Fany. ^^

  14. what!? gilaaa aja tiffany mau ngelakuin apapun asalkan taeyeon bahagia? yaallah tulus banget cinta fany ke taeyeon.
    dan bisa2nya? kenapa taeyeon gak nyadar kalo tiffany sayang+cinta ke dia hmm~

    wkwkwk sudah diduga kalo ice princess itu sica, dan yeoja yang disukainya? pasti yuri kekeke~ nunggu moment yulsic juga ah~

  15. Kasian banget fany kayanya dia menderita banget mnahan persaannya ke taeyeon #sabar ya fany unnie XD
    azee bakal ada yulsic moment ga ni thor (?) #ngarep
    Update soon author 🙂
    Hwaiting^^

  16. MeeYoon said:

    nyesek bgt itu tiffany T^T
    aigoo, sperti’a tae cm rasa sbg sahabat k tiffany 😦 kasian *sigh*
    di tunggu next chapter ya thor, hwaiting!!

  17. disini Ppany yang menderita yah 😀

    but.. like it… ceritanya asik 🙂

  18. Huuueeeehehe. . .
    Ksian ya fanny. . .
    Jd ikud sdih. . .
    Hope happy ending deh. . .

  19. nala d.schiffer said:

    huft.. makin sini makin penasaran,it’s nice and i’ll wait for the next chapter..
    hwaiting thor.. 🙂

  20. huft
    panas..panas hatinya ppany
    tenang umma ppany… taeng appa pasti akan jadi milikmu
    haha

  21. yah author tega bgt sih pke misahin taeny,, hrs’a author ga boleh bkin pakde’ nerima cnta taeng dong
    kan ksihan fany’a,,, aq jd ngenes sndri bca’a thor #sapatanya

    itu sapa lg yg brani nampar emak gua, pengen dsamperin tuh orang
    pokok’a author hrs sgera memprsatukan taeny klo ga,, ya gapapalah #suka2author kalee

    ywdh dtnggu next part’a

  22. OMG..
    unnie update borongan ya?
    bagus.. bagus.. 🙂
    aduhh.. kalo jadi tiffany pasti rasanya menyiksa banget
    dia musti ngelawan perasaannya sendiri,
    feelnya ngena banget unnie..
    fighting!!

  23. Kungttadadak said:

    Aaaa T~T kasian sama fany… /garuk tembok/ update soon,thor!

  24. sunnyjiyeon said:

    mkin seru aj crtanya..
    aq jg prnh kyk tiffany neh,
    mkny ngrti perasaanny.
    rasany skt bgt tiap org yg qta sukai slalu mncrtakan org lain yg dsukainya..hiks

  25. no coment, aku kasian bnget ma fanny….

  26. ppany mkn ati liat taeng jadian ma teuk aduh aduh sbr ya ppany…

  27. huah berdebar tuh fany pas di bilang pacarnya taeng
    hehehehehe
    asik asik

  28. kasian fany jadi jarang maen bareng sama taeng..:(
    taeng jangan pacaran mulu sama leeteuk, pacarannya sama fany hehe
    mudah2an next chapter taeng putus ama leeteuk…

  29. Dana Mustika said:

    i just wanna say…
    kasian fanny 😦

  30. YoonAddict said:

    Woaah.. Kereen ^^
    Tp akan semakin keren jika ada pairing yoonhyun thor 😥

  31. wiyulsic said:

    teman ! Mungkin sekarang hanya teman tp nanti pasti taeny bersatu !! Fanny fighting !!

  32. Ijinkan saya langsung ke part selanjutnya~ permisi~ 😀

  33. lee deyeon said:

    Ya ampun kok Taeny misah sih, kasian ma Ppany nya..
    Pa lg yg ppany kna tampar ma cew ga jlas tdi..

    Author Jjang…..
    ^_^

  34. Ach taeng sweet banget yach masih perduli ma sahabatnya
    Maaf yach author br bz kasih komen dichap ini

  35. Hhhuuaaa sabar ya fany taetae cepat sadar kasian fany terus mendam rasa suka nya sama taetae sampe bela2in di tampar sama fans teuk oppa biar taeyeon ga kena tampar fany baik banget mau jaga’in taeyeon yg lagi sakit 😦

    Author alur cerita nya keren banget (y)

  36. Woowww kerenn, aku suka bangett ff yg ini sama yg yandere fany hahahah. Bikin yg kaya yandere lagi ya min kalo ada waktu heheheh

  37. hennyhilda said:

    Argghhh aq sk bgt m ff nya…
    author aq tnggu ff yg lainnya soalnya bqn candu bgt 🙂
    >.<

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: