~Thank you for your comments~

“Taeyeon ah,” panggilku sambil membuka pintu kamar kosnya dan…
“Ah…”
Ternyata Taeyeon sedang berganti baju. Dia hanya memakai baju dalam. Aku terpesona sesaat memandang keindahan tubuhnya.
“Em…Tiffany…” matanya memandangku dengan malu-malu sambil menutupi tubuhnya.
Mendengar suaranya aku seperti baru tersadar, “Ma maafkan aku!” buru-buru aku segera menutup pintunya.
Aku merasa pipiku menjadi panas. Tak lama kemudian Taeyeon membuka pintunya. “Tiffany, masuklah”
Aku berusaha menyembunyikan debar hatiku dan sikap kikukku dari Taeyeon. Kenapa aku jadi aneh begini..?
“Kamu berlebihan, aku nggak apa-apa kok meskipun kamu masuk hahaha, tapi mestinya lain kali kamu ketuk pintu dulu,” Taeyeon tertawa sumbang untuk menutupi rasa malunya.
Kemudian bayanganku kembali pada saat Taeyeon sedang berganti baju…
Cantik…
Ah! Kenapa aku jadi mikirin hal kayak gitu lagi! Stop! Stop!
Aku memukul diriku sendiri dalam benakku.
“Tiffany, gimana kalau sekali-kali kita masak sendiri?”
“Kenapa?”
“Ya… soalnya aku pikir nggak baik kalau kita terus-menerus makan masakan di luar kan, jadi mumpung kita berdua gimana kalau kita coba masak sekali-kali?”
“Tapi aku nggak bisa…”
“Kita bikin kimbab saja, kamu juga suka kimbab kan? Lagipula membuatnya tidak sulit.”
“Baiklah”
“Kalau gitu kita belanja bahan-bahannya sekarang yuk?”
Aku hanya mengikuti petunjuk Taeyeon ketika membeli bahan-bahan yang diperlukan secukupnya. Dan kemudian kami pulang.
Taeyeon meletakkannya di dapur. “Nah, siap?”
“Ya”
“Tiffany, kamu potongkan wortelnya, potongnya memanjang ya”
Aku mengangguk. Mengambil pisau lalu mulai memotong.
“Kalau sudah potong timunnya juga”
“Ya”
Kulihat Taeyeon sedang mencampurkan nasi dengan minyak wijen dan garam lalu mengaduknya.
Dia terlihat cekatan seperti sudah terbiasa di dapur, membuatku merasa sangat kagum padanya, sekejap dia kelihatan seperti… seorang istri…
Betapa beruntungnya siapapun yang menjadi suaminya, pikirku.
Mendadak dadaku terasa nyeri. Rasanya aku tidak rela melihat Taeyeon menjadi istri orang…
Aku ingin Taeyeon terus berada di sisiku…
Aku terus mengamati Taeyeon yang sekarang sedang memasak telur dan-
“Aduh…” jariku tidak sengaja teriris pisau. Aku mengangkat jariku dan melihat darah keluar dari jari telunjukku.
Apa yang kulakukan, aku malah tidak serius saat sedang memotong…
“Tiffany! Jarimu kena ya?!”
“Nggak apa-apa, salahku sendiri yang melamun…”
“Sini!”
Taeyeon menyambar tanganku, memeriksa luka di jariku. “Kelihatannya sakit…”
“Nggak terlalu…” aku memalingkan mataku dari Taeyeon, entah kenapa aku jadi malu saat dia berada sedekat ini…
Taeyeon membawa tanganku ke kran dan mencuci lukaku dengan air.
“Tunggu sebentar,” ujarnya sebelum dia pergi.
Aku terbengong dan tidak tahu sebaiknya melakukan apa, dan akhirnya aku malah melanjutkan memotong sayuran. Kemudian aku mendengar langkah kakinya mendekat.
“Tiffany”
Aku berbalik dan dia langsung meraih tanganku. Lalu dia mengoleskan obat merah di lukaku dengan kapas, aku mengerenyit oleh rasa sakit yang ditimbulkan obat merah yang bertemu dengan lukaku.
“Tahan,” aku hanya mengangguk.
Kemudian dia menutup obat merahnya dan membuka plester untuk luka. Aku terus memandangi wajahnya yang kelihatan cukup serius selama dia melakukan pengobatan kecil padaku.
“Nah, sudah, hati-hati ya”
“Ya… gomawo…” diam-diam aku memegang tanganku dengan lembut dan mengelus sedikit daerah luka di jariku yang kini sudah tertutup. Rasanya senang… ketika dia menyentuh tanganku dan mengobatiku… Taeyeon begitu perhatian padaku…
Kemudian kami melanjutkan acara memasak kami dan setelah itu kami makan bersama.
“Gimana rasanya?”
“Enak”
“Sudah tentu,” kata Taeyeon dengan wajah bangga sambil meneruskan makannya.
“Hehe, aku senang Fany ah, lain kali kita masak bareng lagi ya? tapi lain kali kamu jangan sampai teriris pisau lagi.”
“Ya”
Aku harap momen ini akan berlangsung selamanya…
____________________________________________________________________________________________________________

Tanpa terasa bulan-bulan sudah berlalu, waktu memang benar-benar berjalan dengan cepat. Suatu hari… hari itu tiba… hari yang tidak aku sangka akan datang mengusik kenyamananku…
“Tiffany…”
“Apa?”
“Kamu pernah suka sama seseorang nggak?”
“Eh nggak, nggak pernah,” kataku dengan gelagapan tapi Taeyeon sepertinya tidak menyadarinya karena wajahnya terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu.
“Ohh…”
“??”
“Tiffany, sepertinya aku… lagi jatuh cinta…”
Itulah pertama kalinya aku melihat wajah Taeyeon terlihat sangat cantik. Mendadak jantungku mulai berdenyut… denyutan yang terasa menyakitkan… seperti diremas-remas…
“O-oh… sama siapa?” mendadak aku jadi nggak nyaman..
“Dia kakak kelas kita namanya Lee Teuk.”
Karena kami selalu bersahabat dan terus bersama aku seolah lupa kalau hal seperti ini cepat atau lambat pasti akan terjadi..
“Dia beken banget sampai rasanya sulit untuk didekati”
Kupikir kami selamanya akan seperti ini…
Mendadak aku jadi sedih…
“Sudah menyatakan perasaanmu pada dia?” tanyaku tanpa memandang wajah Taeyeon, karena wajahku pasti sekarang terlihat… parah..
“E eh? Nya nyatakan?”
Dari kata-katanya dia pasti belum
“Hatiku belum siap…” katanya berkecil hati. “Lagipula dia populer sekali… aku jadi minder…”
“Tapi kalau kamu nggak menyatakan perasaanmu seterusnya dia nggak bakalan tahu lho… memang Taeyeon mau seperti itu..?” kataku berusaha membuat nadaku selembut mungkin.
“….nggak mau.. tapi aku juga nggak tau harus gimana.. aku ingin sekali dia memperhatikanku tapi aku masih belum berani…”
“Beranikanlah dirimu Taeyeon…”
Sebagai sahabat baiknya aku harus mendukungnya sambil tersenyum bukan?
“Aniyo… nggak bisa semudah itu Fany ah… kamu mungkin nggak pernah mencintai seseorang jadi mungkin kamu nggak ngerti betapa susahnya mengungkapkan perasaan pada orang yang disukai…”
Mengungkapkan perasaan kita yang sebenarnya pada orang yang disukai itu sulit?
Aku menepuk bahu Taeyeon perlahan, “Kalau begitu sulit Taeyeon nggak perlu buru-buru..”
“Tapi aku mulai resah Fany ah… apalagi kalau melihat cewek-cewek yang mendekatinya setiap hari…”
Kenapa aku tidak sadar akan keresahan hati Taeyeon?
Kenapa juga aku tidak menyadari kalau Taeyeon menyukainya..
Padahal kami selalu bersama setiap hari..
Apa aku masih bisa disebut sebagai orang yang paling dekat dengan Taeyeon?
“Kalau begitu kalau memang susah mengatakannya gimana kalau Taeyeon ungkapkan semuanya lewat surat?”
“Surat..?”
“Ya.. dengan begitu Taeyeon nggak perlu bicara langsung kan, mungkin dengan begitu kamu akan lebih berani.”
“Benar juga kamu Fany ah.. aku bersyukur sudah menceritakannya denganmu.. baiklah aku akan mencoba menulisnya,” Taeyeon memandangku dengan tatapan penuh terima kasih.
Aku hanya tersenyum meskipun hatiku perih…
Apa ini? perasaan takut kehilangan teman karena teman punya pacar?
Hatiku terasa semakin kacau sehingga..
“A-aku mau ke kamarku ya, supaya nggak ganggu kamu nulis,” kataku sambil berdiri. Aku merasa kata-kataku barusan sedikit gemetar.
“Tiffany…”
Jantungku seperti berhenti berdebar ketika dia menggapai tanganku dan meremasnya cukup erat.
“…maukah kau mendoakanku agar semuanya berjalan lancar..?” dia bertanya dengan ragu-ragu. Taeyeon memandangku dengan memelas. Seperti mengharapkan jawaban ya dariku.
“Tidak kamu bilang pun aku pasti akan mendoakanmu,” aku tidak berbohong dan benar-benar tulus dari lubuk hatiku yang terdalam. Kalau Taeyeon sudah seperti ini entah mengapa aku merasa akan melakukan apa saja untuknya..
“Gomawo Tiffany,” lalu Taeyeon memelukku.
DEG
Aku bisa merasakan jantungku yang berhenti berdebar sesaat.
Lalu aku memegang pinggangnya dan balas memeluknya.
Aku ingin menangis… tapi aku berusaha menahannya.
Asalkan kamu bahagia Taeyeon…
Dan pada saat itu aku baru sadar kalau ternyata aku..
Telah jatuh cinta pada Taeyeon..
____________________________________________________________________________________________________________

Aku masih bingung apakah yang kurasakan pada Taeyeon adalah cinta atau hanya perasaan suka terhadap teman atau saudara.. cinta platonickah? Aku bahkan sempat mencari tahu di internet.
Karena bagiku yang tidak pernah mengenal cinta dalam hidupku, batas antara cinta dan suka itu samar-samar.
Saat ini kami berdua berjalan bareng ke sekolah seperti biasa. Kami sama-sama terdiam. Yang ada di kepala kami masing-masing berbeda. Tapi memiliki satu kesamaan yaitu perasaan. Aku bertaruh saat ini pasti Taeyeon sedang memikirkan mengenai perasaannya pada Lee Teuk oppa.
“Bagaimana?” tanyaku memecah kesunyian.
“Ah aku… akhirnya setelah memikirkannya semalan, aku berhasil menulisnya,” dia terlihat malu-malu.
“Lalu kamu mau menyerahkannya hari ini kan?”
“Iya.. tapi aku masih..”
“…………….”
“Tiffany, bisakah aku minta tolong padamu..?”
“Apa?”
“Bisakah kamu menggantikan aku menyerahkan surat ini pada Teuk oppa?”
“eh…”
“A-aku sudah menuliskan namaku kok, jadi dia tidak akan salah paham nantinya”
“…………….” aku tidak tau harus berkata apa.
“Aku hanya bisa percaya sama Tiffany…” Taeyeon menundukkan kepalanya, tubuhnya sedikit gemetar.
Aku memang selalu tidak bisa menolak permintaan Taeyeon apapun itu…
Jadi aku hanya bisa tersenyum.
“Baiklah..” lalu aku mengambil surat itu dari tangan Taeyeon. “Akan kusampaikan dengan cepat dan aman,” kataku sambil melempar senyum.
Padahal dibalik senyumku hatiku menangis.
Taeyeon tidak tahu betapa dalamnya dia melukaiku, namun bukan berarti aku menyalahkan Taeyeon… karena aku sendiri yang menyukainya padahal Taeyeon tidak pernah meminta aku untuk menyukainya..
Kalu aku sampai terluka karena tindakannya… maka itu sepenuhnya salahku yang menyukainya.. aku yakin Taeyeon sama sekali tidak bermaksud melukaiku..
Aku tahu namja bernama Lee Teuk, karena dia sangat populer di antara cewek-cewek. Wajahnya tampan dan dia juga pintar.
Segera aku menghampirinya ketika aku melihatnya seperti biasa sedang kewalahan dikelilingi cewek-cewek.
“Aku ada perlu, bisa ikut sebentar?” kataku dengan nada seolah ada sesuatu yang penting yang perlu dibicarakan. Namja bernama Lee Teuk itu menatapku. Lalu dia mengikuti aku menjauh dari kerumunan cewek-cewek itu. Ketika hanya ada kami berdua aku mengatakan maksud tujuanku.
“Temanku menitipkan surat ini padamu,” kataku sambil menyerahkan surat dari Taeyeon tanpa cacat sedikitpun padanya, “Semua yang ingin diungkapkannya padamu tertulis disini, tolong pikirkan perasaannya..”
Dia menerimanya dengan wajah datar dan memandang surat itu dengan enteng seolah hal seperti ini sudah biasa baginya, memang aku sangat yakin dia sudah terbiasa dengan hal seperti ini.
Kemudian aku pergi setelah memandangi ekspresinya selama beberapa saat.
Lalu aku menemui Taeyeon di kelas.
“Sudah kuberikan”
Tapi wajah Taeyeon malah terlihat.. susah?
“Taeyeon?”
“Aku takut.. kalau dia menolakku..”
“Nggak mungkin! soalnya Taeyeon kan cantik!” ungkapku.
“Tapi dia populer..”
Kupegang tangan Taeyeon. “Begini saja, kalau nanti kamu ditolak akan kucarikan namja yang jauh lebih baik dan lebih keren dari dia!” kataku asal tapi ada unsur keseriusannya juga.
“Ha..haha Tiffany Tiffany, padahal kamu sendiri belum punya pacar tapi malah mau mencarikan buat orang lain,” Taeyeon tertawa kecil, wajahnya jadi kembali cerah.
“Aku serius!”
“Aku tahu… sebab aku yakin Tiffany pasti tidak akan ingkar janji,” Taeyeon memejamkan matanya sambil tersenyum. Dia meremas tanganku. “Gomawo Tiffany…”
Aku ingin kamu terus tersenyum Taeyeon…

Malam itu aku bermimpi Taeyeon..
Sebenarnya ini bukan yang pertama kalinya aku bermimpi tentang Taeyeon, hanya saja akhir-akhir ini frekuensinya menjadi lebih sering. Biasanya tidak begitu spesial, tapi kali ini lain… dan akan menjadi mimpi terindah yang akan tersimpan di dalam lubuk hatiku selamanya.
Aku dan Taeyeon hanya berdua saja.. berada di suatu taman bunga yang sangat indah..
Sekeliling kami terhampar bunga berwarna-warni sejauh mata memandang..
Rasanya begitu luar biasa menakjubkan sampai tidak dapat kuungkapkan dengan kata-kata.. selain itu udaranya juga terasa sejuk..
Kami berdua duduk sambil terus memandangi pemandangan yang tersaji di depan mata kami sambil berpegangan tangan..
Kontak ringan seperti itu saja sudah membuat jantungku berdebar-debar.. debaran yang terasa hangat..
Wajah Taeyeon terlihat begitu bahagia.. seperti tidak ada kekhawatiran.. begitu juga denganku..
Kemudian dia memandangku dengan tatapan yang selembut sorotan matanya. Aku begitu senang walau aku sepenuhnya sadar bahwa ini hanya mimpi, rasanya aku tidak ingin bangun..
“…ny…”
“………….”
“Tiffany!”
Akhirnya aku terjaga dari mimpiku.
“Taeyeon, ada apa?”
“Kok malah tanya ‘ada apa?’ ini kan sudah waktunya sekolah”
Aku melirik ke arah jam.. benar sudah waktunya berangkat, jika tidak mau terlambat.
“Cepatlah siap-siap..”
“…………..”
Aku kembali ke kenyataan…
“!”
“Tiffany!” buru-buru Taeyeon menghampiriku setelah melihat air mata mengalir dari mataku.
“Oh..” aku baru sadar kalau aku menangis.
“Hei, kamu kenapa..?”
Aku sendiri juga tidak mengerti. Kenapa aku nangis…?
Ketika aku menatap wajah Taeyeon kemudian aku jadi teringat akan mimpiku barusan..
Ohh.. mimpi..
Benar.. karena rasanya begitu membahagiakan sampai-sampai..
Air mataku bertambah deras.
“Tiffany!”
Taeyeon menyandarkan kepalaku di bahunya dan mengelus-elus bahuku.
“Kenapa..?” tanyanya dengan nada lembut.
“Gwenchana.. cuma mimpi buruk..” kataku bohong.
Justru sebaliknya.. terlalu indah sampai-sampai aku jadi ingin menangis.
Ya, meski cuma mimpi, tapi aku ingin itu jadi kenyataan. Tapi itu nggak mungkin ya?
Kubenamkan wajahku di bahu Taeyeon dan memeluknya lebih erat. Kami tetap seperti itu selama beberapa saat. Lalu ketika merasa sudah cukup aku melepaskan diriku darinya.
“Aku sudah nggak apa-apa.. ayo kita ke sekolah,” aku berusaha mengumpulkan senyum.
Tapi Taeyeon masih tetap melihatku dengan prihatin. Kemudian aku cepat-cepat menyambar seragamku.
“Aku mau ganti baju dulu, kamu tunggu saja di luar,” aku berusaha mengalihkan topik karena aku tidak mau dia tambah khawatir. Akhirnya Taeyeon keluar..
DEG DEG DEG
Jantungku masih berdebar-debar karena dipeluk Taeyeon tadi..
Aku benar-benar menyukainya…

*~To Be Continued~*

Advertisements

Comments on: "The Story of T x T (Chapter 4)" (46)

  1. krystalized said:

    um, *tengak tengok*
    aku yang pertama kah??

    Hoah, ppany udah suka sama taeng
    tapi kenapa taeng malah suka sama teuk-,
    taeng sadarlah cintamu ada didepan matamu!!!!

    • memang andalah yg pertama 😀
      haha tampaknya entak sejak kpn mencomment pertama jd kebanggan tersendiri ya?
      hehe mulai ada orang ketiga

  2. MeeYoon said:

    WHOAA!! akhir’a keluar jg chapter selanjut’a! XD *antusias bgt*
    bsa jadian ga itu si pany sm tae?! (d dlm crta’a gda yg nunjukin klo tae ad rasa sm pany)
    aishh *acak-acak rambut*

  3. Tae ga peka sama perasaan fany ya 😮
    Atau fany yg pinter nyimpen perasaannya
    Ckck… Pasti ini bakalan rumit gara2 ada om teuki~

  4. taetae_fun said:

    ini kebalikan dri ff taeny yg biasanya,,dsni jdi tifany yg mendam perasaan,biasanya kan taetae…

    cpat lnjutkan thor..

  5. phe pie said:

    Wah kasihan ama Fany sampai nangis sgala mimpiin TaeYeon. Haduh, ini c TaeYeon juga c gak peka amat ama Fany. Psonanya bnar2 membuat Fany jatuh cinta. Lanjut thor. ^^

  6. atikakita said:

    akhirnya fany gak galau lagi~ eh tapi masih gakau ding! walaupun fany udah mulai nyadar kalo dia tuh cinta ke tae, tapi malah tae sukanya ke leeteuk opa >,<
    oh poor fany!

    ayo fany harus berusaha~ katakan cintamu~ kekeke

  7. ouch pasti rasanya sakit bgt tuh ngeliat org yg kta cintai malah mencintai org lain.
    blm lg krn mesti menyembunyikan perasaan kta.
    bygkan aj tiap hri bersama tp dia tdk sadar bahkan mgkn tdk tau sama skali ttg perasaan kita.
    seolah blm cukup msh d tambh kta jd tim sukses utk ny dgn org lain.
    oh crap it must be really hurt.

    lagian msk taetae g sadar sih?
    kan gelagat ppany jelas bgt gtu klo dia naksir.

    uuh penasaran dgn kelanjutannya.
    buruan d update tuh..
    wkwkwk
    hwaiting

  8. taeng appa prgatian bgt deh sm fany umma jd iri deh

    knp taeng malah suka sm pakde’ leeteuk sih, kan ada fany yg suka sm kamu tp knp kamu memilih pakde’? #suka2authorlah
    pokok’a pakde’ gaboleh nerima cnta taeng ya thor krn cinta taeng cm boleh bwt fany titik #sapagua?

    update soon thor dtnggu next part’a

  9. aw… kasihan si Ppany….. om Teukkie… relakanlah TaeTae untuk Tippany yang lebih mencintai TaeTae 😦

  10. aduh ppany udh ungkap kan lh prasaan mu pd taeng
    Sblm taeng di ambil teuk…

  11. cih knp harus TBC sih thor, aku cubit jg ntar km punya pipi thor. tambah lama semakin menggemaskan aja tingkahmu thor.

    btw, aku kasian banget ma tiffany d sini, bener2 menderita tekanan batin, tiap saat slalu ada pertempuran hati. ckckckck udahlah fanny-ahh km sama aku aja yah. hehehe #d lempar sendal ma locksmith#

  12. Ayolah fany ungkapkanlah perasaanmu yang sebenernya pada taetae u,u
    Ntar kamunya nyesel kalo taeng udah diambil teukkie !
    Hwaiting fany^^ hwaiting author^^

  13. wow dah terbit hha
    bkin ppany cemburu eon sama tae-tae nya
    kayaknya seru hha

  14. Idangrasyida said:

    Woaaa ..
    Teuk oppa bakal nerima gak ya ??
    Kalo diterima kasian Fany onnie bakal sakit hati..
    Kalo gak diterima kasian Taeng onnie dong bakal sakit hati jua..
    Terus kapan Fany onnie bilang ke Taeng onnie ttg perasaannya ?
    Terus kapan mereka jadian..
    Mmmmmmm

    Ah , tau ah, yang penting lanjuuut XD hhaahha

  15. Ini komen pertamaku di-wp ini, Thor..
    Hwew.. Aku baru liat awal locksmith. Disana Tae yang agresif.. Disini Fany yg duluan punya perasaan.. Suka, thor.. Sukaaaa..
    Segera chapter selanjutnya 🙂

  16. aigoo, kasian amat ppany
    pasti sulit memendam perasaan itu *peluk ppany
    dan taetae, ayolaaaaaahhhh, sadaaaarrrr *cium taetae #digampar ppany
    lanjutkan author, penasaran bgt ama lanjutannya, fighting 😀

  17. platonic love… thor km pernah punya perasaan seperti itukah?? (karna km nulis itu aku jd penasaran jgn2 itu pengalaman pribadi?? ^^)
    .
    .
    .
    chingu,, cerita yg ini happy ending kan?? aku gk mau ada yg pergi apalagi mati… *berjanjilah pdku thor -.-

    oh.. poor fany, btw T T

  18. Tae sadarlah kalo tiffany menyukaimu…
    Lanjut thor

  19. @kyungsee said:

    LeeTeuk ahjussi -_- kenapa harus kau?? Taeng gak cinta sama fany ya?? T.T sabar ppany

  20. ntar pasti Lee Teuk sukanya malah ama tippani hihihih…., >.<''
    aaa…
    cepetan di update,,…
    penasarannnnn

  21. nala d.schiffer said:

    gue ngerasa cerita ini hidup.. ya i mean, like a real story..
    wogh,,, amazing.. feel nya dapet banget… rasanya tuh pas baca,kayak gue ada di cerita itu haha… penggambarannya bagus banget… i’m wait for a next chapter..
    hwaiting thor!!! 😉

  22. pas baca ff ini aku bacanya sambil berdoa,
    aku berdoa supaya sang TBC munculnya lama’an dikit

    dan untungnya.. beneran TBCnya sangat-sangat pengertian 🙂
    gomawo TBC gomawo unnie.. hehehe 😀

    waw,, ceritanya mulai complicated nih..
    ditunggu kelanjutannya ya unnie..
    fighting!! semangat semangat

    • ahaha doa yg lucu XD
      ini sdh bisa comment kan 😉

      • iya sih… tapi ni pake email lain,
        mungkin gara2 pake gravatar unnie,,
        aku uda buat akun baru, trus aku coba comment bisa, abis gitu aku daftarin tu akun ke gravatar eh malah ga bisa comment..
        hmmm… itu kenapa ya..?
        tapi yang terpenting bisa comment.. 😀

      • hmm gak tau
        ya sudahlah yg penting bisa comment lg 😀

  23. YS_addict said:

    knp taengoo ga nyadar kl tippany suka…itu kasian amat jd ppany,cinta dalam hati itu SAKIT! :”( *hug ppany

  24. Kungttadadak said:

    Daebak! Update soon,thorrr

  25. ryne#s0ne said:

    uh sepertinya kompliknya baru akan di mulai, pasti chap2 berikutnya bakal jadi penderitaan ppany.
    hiks*poor my pany :p

    ayo taeng sadarlah, kalo gak tippany gw ambil nih..! ._.

    lanjuuuutt

  26. okay fany sadar kalo dia jatuh cinta
    berjuang fany
    semangat buat authornya

  27. kasian fany jadi patah hati gara2 taeng suka sama leeteuk…:(
    udah fany ama aku aja sini #plak digampar taeng

    lanjut ah baca next chapter…

  28. Dana Mustika said:

    aishh kmrin aku bolak balik wp ini blum ada yg bru….
    eh skrang uda ada..ktinggalan dech………….

  29. wiyulsic said:

    kasian fanny ..udah lngsung bilang klo cinta ama tae biar kgk keduluan taektaek ..hehe :3 … yah harmonis banget ya kisah mereka sahabat jd cinta smoga tae juga suka & cinta mati ama fanny tp klo enggak fanny onni sama aku aja ..Bahhh ?? Gdubrak dunia kiamad langsung ..heheO

  30. Nyesek ya,jadi pany?T.T sabar ya,eon!! Kamu pasti bisa dapetin taeng!!

    Next chap~ gogogo~ 😀

  31. lee deyeon said:

    Yaaaaah knpa taeny lg manis2 nya mlah muncul pngganggu nya..
    Kan kasian Ppany nya..

  32. Kok kaya de javu ya cerita nya klo di locksmith taeyeon ya suka banget sama fany tp fany suka sama hyesung di sini fany yg suka banget sama taeyeon tap taeyeon lebih mili lee teuk oppa yg jelas semoga aja taeyeon sadar klo fany punya perasa’an cinta sama taeyeon 🙂

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: