~Thank you for your comments~

“Menara Tokyo dibangun pada tahun bla bla bla dan bla bla bla,” jelas tour guide kepada siswa-siswa.
“………………”
“Hayo Taeyeon! Bengong saja!” seseorang menepuk bahuku tiba-tiba mungkin mencoba untuk mengagetkanku.
“Oh Sunny…”
“Eh, kamu kenapa?” Sunny berusaha mempelajari ekspresiku, “Lagi mikir apa?”
“Tiffany…”
“Ah benar juga, dia tidak ikut karena terkilir ya, sayang sekali.”
“Ya…”
“Tapi karena sudah sampai disini jangan cemberut begitu dong”
Sunny mencubit kedua pipiku dan memain-mainkannya. Aku hanya mencoba tersenyum.
Benar, aku kan sudah jauh-jauh ke Jepang yang kuinginkan, setidaknya aku harus menikmatinya dong.
Tapi penjelasan tour guidenya membosankan ya…
Aku melirik ke arah teman-teman yang lain.
Sooyoung sedang meributkan sejumlah makanan-makanan yang ingin dimakan di Jepang. Sunny juga ikut-ikutan Sooyoung ketika topik ramen mulai disebut. Tidak lama kemudian Yoona juga ikut nimbrung bersama Seohyun dan Hyoyeon.
Padahal tadinya Hyoyeon dan Seohyun sedang mendengarkan penjelasan tour guide, tapi Yoona malah melibatkan mereka ke dalam topik makanan.
Yoona dengan ributnya mengatakan ingin makan Sushi dan Sukiyaki asli Jepang. Seohyun lebih banyak mendengarkan daripada bicara. Ketika ditanya apa yang ingin dia makan barulah ia menjawab Natto.
Hehe, kalau Tiffany pasti suka Yakiniku dan Wagashi.
Masakan Jepang bukan seleraku. Dan aku butuh waktu untuk bisa menyesuaikan rasa dengan rasa makanan negara asing. Aku hanya berharap agar aku tidak sakit perut saja.
Lalu Yuri dan Jessica…
Ternyata Jessica sedang tidur dalam posisi memeluk Yuri dari belakang.
Mwo?! tidur sambil berdiri?!
Kadang aku sampai iri dengan kemampuannya. Bisa tidur dimana saja dan kapan saja dia mau. Karena aku pernah mengalami insomnia.
Yuri tidak ikut berbicara, mungkin karena dia tidak mau membangunkan Jessica. Dia tampak seperti sedang mendengar kata-kata tour guide dan Sooyoung dan kawan-kawan sekaligus.
Hmm, mungkin dia bingung yang mana yang lebih menarik didengar. Atau malah sedang menikmati Jessica yang tidur di punggungnya?
Hahaha ada-ada saja pikiranmu, mungkin karena kau terlalu bosan ya?
“……………….”
Ah memang benar-benar membosankan!
Aku tidak bisa bergabung dengan topik mereka karena aku tidak suka masakan Jepang, jadi sebaiknya aku ngapain?
Kelihatannya juga hanya sedikit yang menaruh perhatian pada penjelasan pemandu tur. Kasihan… padahal dia sudah repot-repot…
Ah.
Dia pasti juga bosan, aku kirimi dia sms ah.
Dua puluh menit kemudian.
Aku kembali melirik ponselku.
Tidak dibalas…
Apa smsnya nggak terkirim? Kucoba cek dulu.
“………………..”
Terkirim kok
Ah iya, aku kirim foto menara Tokyo saja deh.
Klik
Hehe kirim, kirim~
Pikirku sambil menekan tombol send dengan bersemangat.
Setengah jam berikutnya.
Kenapa dia nggak balas? Apa lagi tidur?
Ya sudah aku berhenti dulu ngirim smsnya, nanti aku malah mengganggunya.
Tapi pada akhirnya aku sama sekali tidak mendapat balasan dari Tiffany sampai hari kepulangan.
______________________________________________________________________________________________________________________

Tiffany’s POV

Hari ketiga. Hari ini teman-teman pulang.
“Tiffany, kamu sudah membaik?” Taeyeon segera langsung menjengukku ketika dia pulang.
“Taeyeon,” hanya dengan kehadirannya saja, moodku menjadi lebih baik.
“Gimana keadaanmu?”
“Aku besok sudah boleh pulang kok, katanya hanya terkilir ringan”
“Syukurlah, sebenarnya aku ada sms kamu, tapi aku lupa kalau rumah sakit ini melarang pasiennya menggunakan ponsel,” Taeyeon menepuk dahinya.
“Haha ingatanmu buruk Taeyeon, lalu gimana perjalanan ke Jepangnya?”
“Menyenangkan…”
“Oh…”
Aku sudah mau iri. Sudah hampir kesal…
Memang aku tidak dewasa…
“Tapi kalau Tiffany juga ikut pasti rasanya akan jauh lebih menyenangkan…”
Aku tidak menyangka Taeyeon akan mengucapkan itu, tapi mendadak rasa iriku sirna diganti dengan perasaan senang.
Taeyeon menemaniku sampai aku keluar dari rumah sakit esok harinya, dia juga yang mengantarku pulang menggantikan orang tuaku yang sibuk.
“Sebentar lagi ujian ya hahhhhh… kita disibukkan dengan jadwal yang bertubi-tubi…”
“Tapi kan asyik setelah ujian kita libur, jadi kita bisa bersenang-senang pas libur nantinya”
“Iya juga ya”
“Kalau begitu gimana kalau kita mulai belajar sekarang saja?”
“Ya”

Sesampai di kos.
“Tiffany, kamu bisa naik tangga?”
“Ya, bisa,” kataku sambil berpegang pada besi pegangan.
Taeyeon memegangi tanganku, “Aku takut kalau kamu sampai jatuh lagi jadi kali ini kau akan kupegangi.”
“Ahaha, mendadak aku merasa seperti anak kecil”
Aku sama sekali tak keberatan diperlakukan seperti anak kecil, malah aku senang karena Taeyeon benar-benar menjagaku^^

Lalu kami mulai menyiapkan buku dan alat-alat tulis yang diperlukan.
“Hmm, dimana ya buku bahasa inggrisnya…”
Aku mengambil Hpku dan membukanya. Sudah beberapa hari ini aku tidak menggunakannya. Baterainya tinggal sebatang lagi
Ah ada sms
Dari Taeyeon?
Tiffany, sekarang kita lagi di menara Tokyo, kamu lagi apa?
Berikutnya ada sebuah pesan bersama sebuah foto.
Foto Taeyeon dengan menara Tokyo.
Ah! simpan, simpan, hehe.
Selanjutnya-
Kamu mau oleh-oleh apa?
Tiffany, kakimu baik-baik saja?

Aku senyum-senyum sendiri membaca sms sms dari Taeyeon.
“Hmm, kenapa Tiffany?”
“Ah aniyo, nggak ada apa-apa, hehe”
“Kamu mendadak jadi ceria”
“Hehe, harus itu! Supaya jadi semangat!”
“Oh baguslah, yuk? Bisa dimulai sekarang?”
“Ya!”
Lalu kami berdua mengulas kembali bab-bab yang sudah diajarkan.
Taeyeon mengajariku bahasa korea yang merupakan kelemahan terbesarku, sedangkan aku mengajari Taeyeon bahasa Inggris.
Selama belajar lengan kami saling bersentuhan, tapi aku sama sekali tidak berusaha menggeser lenganku. Aku malah… merasa nyaman.
“Tiffany, aku mau mandi dulu ya, selama aku mandi kamu cari yang tidak kamu mengerti”
“Oke,” jawabku tanpa memindahkan pandanganku dari buku.
Aku berusaha mencari-cari kalimat atau kata-kata yang tidak kumengerti selama Taeyeon mandi. Sekitar 15 sampai 20 menit kemudian Taeyeon kembali ke kamar.
“Sudah ketemu mana yang tidak bisa?”
“Sudah, aku sudah menandainya”
“Mana?” Taeyeon langsung duduk disebelahku setelah menaruh handuk, baju, dan peralatan mandinya.
“Oh kalau yang ini artinya-”
Tapi aku malah tidak mendengarkan bagian yang penting itu karena bau wangi shampoo Taeyeon memasuki hidungku.
Wanginya…Taeyeon pakai shampoo apa ya?
“Yah, dengarkan dong.”
Aku tersentak, tidak sadar kalau perhatianku sampai teralihkan sesaat hanya karena hal sepele, “Ah! mianhae! yang mana?”
“Hahh Tiffany kau ini… kali ini kau harus dengarkan ya”
“Ya”
Kami sama-sama saling mengajarkan dan memberitahu jika salah satu dari kami mengalami kesulitan. Kami meneruskan kegiatan belajar bersama ini sampai hari tes.
______________________________________________________________________________________________________________________

Akhirnya tes pun berakhir. Murid-murid bersorak seolah-olah dibebaskan dari belenggu yang mengikat mereka. Lho memangnya kerja rodi? Beberapa ada yang yakin dengan hasil ujian mereka, beberapa ada yang khawatir, dan ada juga yang sama sekali tidak peduli dan langsung merencanakan jadwal refreshing.
“Gimana ujiannya?”
“Aku bisa, Taeyeon^^”
“Bagus”
“Waktu ujian bahasa korea rasanya aku bisa mengerjakannya dengan yakin semua ini berkat Taeyeon, gomawo,” Tiffany tersenyum dengan eye smilenya.
“Baguslah, aku yang sudah mengajarimu pun ikut senang.”
“Lalu bagaimana dengan ujian bahasa Inggrismu?” Tiffany balas bertanya.
“Aku berhasil Fany ah!” Taeyeon langsung merangkul Tiffany, “Fany ah saranghae, kalau tidak ada kamu, aku tidak tahu gimana jadinya nasib nilaiku.”
“Sama-sama Taeyeon, kau kan juga sudah mengajariku^^”
Lalu mereka berjalan pulang sambil bergandengan tangan.
“Mungkin nilai ujianku yang kali ini paling bagus”
“Aku juga”
“Karena Tiffany”
“Karena Taeyeon”
“Tiffany!”
“Taeyeon!”
“Tiffany!”
“Taeyeon!”
“…………..hahahaha! kok jadi saling ngotot begini!”
“Haha iya apaan sih ya, hahaha!”
“Hahaha!”
“Ternyata Taeyeon lucu ya!”
“Ah nggak, Tiffany yang lebih lucu!”
“Taeyeon yang lebih lucu!”
“Mulai lagi”
“Hahaha”
______________________________________________________________________________________________________________________

Tiffany’s POV

Setelah terima laporan nilai kemudian hari libur. Dan nilai kami berdua cemerlang^^
“Eh? Kamu pulang, Taeyeon?”
“Iya, soalnya aku mau bertemu keluargaku.”
“Ohh…”
“…kamu nggak pulang?”
“Keluargaku lagi di luar negeri, jadi aku nggak pulang…”
“Kalau begitu mau ikut ke rumahku?”
“Eh ah gomawo, tapi aku disini aja”
“Hmm…”
Aku mulai kikuk.
Uhh aku harap dia cepat-cepat pergi sebelum aku meminta dia agar jangan pergi.
“Ya sudah aku pulang dulu ya, selamat liburan,” lalu Taeyeon berjalan pergi sambil membawa tasnya.
Setelah aku menutup pintu kamarku aku berjalan ke dekat kasur dan langsung merebahkan tubuhku di atasnya.
Ah, aku ditinggal lagi deh…
Padahal kupikir liburan ini aku bisa menghabiskan waktu banyak bersama Taeyeon…
Aku meraih bantal hati pink pemberian Taeyeon dan memeluknya.
Aku ingin… tapi aku tidak boleh egois…
………………………………………………
…………………………………….
Di ambang alam mimpi aku merasa ada yang mengguncangku pelan.
“Nggghhh…” erangku sambil berusaha menyingkirkan sesuatu? yang mengganggu tidurku. Tapi sesuatu? itu masih mengguncangku.
“Tiffany…” bisiknya.
Uh apa sih? Kenapa mimpiku sendiri bisa menggangguku?
“Hmm?” aku berusaha membuka mataku, kelopak mataku terasa berat, ingin sekali menutup.
“Bangun”
“!” secepat kilat kantukku hilang. “Taeyeon?”
“Yap, ini aku,” katanya dengan senyumnya yang cantik seperti biasa.
“Ini mimpi ya? Soalnya Taeyeon kan seharusnya nggak mungkin ada disini!”
“Ini bukan mimpi, Fany ah,” Taeyeon masih tersenyum.
“Bukannya tadi kamu bilang mau pulang?!” kataku tanpa bisa menahan keterkejutanku.
“Hmm tadinya sih begitu tapi nggak jadi.”
“Waeeee?” tanyaku masih tidak percaya.
“Karena kalau aku pulang nanti Tiffany kesepian seperti waktu ke Jepang itu…”
“Ah…”
Jadi dia tahu? Kalau aku nangis waktu itu…
“Taeyeon, mianhae…”
“Aku nggak ngerti kenapa kamu jadi minta maaf. Aku sudah beli kue, yuk kita makan”
“Ya” aku tidak bisa menyembunyikan kebahagiaanku. Langsung dengan bersemangat aku bangkit dari tempat tidurku.
Aku senang… Taeyeon tidak jadi pulang hanya untuk menemaniku..
Selalu saja begitu… Taeyeon tidak pernah berhenti untuk membuatku selalu merasa spesial, aku tersenyum ketika berpikir seperti ini.
Hari-hari ketika bersama dengan Taeyeon terasa sangat menyenangkan…
Taeyeon… orang yang paling berharga bagiku (selain keluargaku tentunya^^)
“Kupotongkan kuenya ya”
Tuhan… aku mohon… semoga kami bisa terus bersama selamanya, hanya itu yang kuminta… mohonku sambil mengawasi Taeyeon memotong kuenya.
Lalu dia meletakkannya di piring dan memberikannya padaku.
“Gomawo^^”
Kami bersama-sama mulai memakan kuenya. Selama makan kami saling berpandangan. Taeyeon menyodorkan potongan kecil kuenya dengan garpu miliknya kepadaku. “Aaaa”
Jantungku mendadak berhenti berdebar tapi lalu aku membuka mulutku dan dia memasukkan kuenya ke dalam mulutku. Kukunyah pelan-pelan sambil mencoba untuk menikmati rasanya. Rasanya terasa lebih manis. Padahal seharusnya rasanya sama dengan potongan kue bagianku.
Taeyeon nyengir, “Wajahmu waktu lagi makan lucu”
Jinja?
Aku merasa pipiku memanas.
“Yah, suapin aku juga dong?”
Aku hampir gelagapan mendengar permintaan Taeyeon, tapi aku cepat-cepat menguasai diri karena kalau tidak nanti Taeyeon akan menganggapku aneh.
Kupotong kecil kue bagianku tapi entah kenapa aku jadi ragu-ragu untuk menyuapinya. Heran, kenapa aku jadi begini..?
Tapi Taeyeon sudah mendekat dan memakannya sebelum aku sempat menyuapinya.
De-dekat sekali!
Aku merasa mau pusing.
“Enak, kue pilihanku memang nggak salah,” katanya sambil menjilati krim yang menempel di bibirnya. “Kita kayak sepasang kekasih ya hahaha,” tentu saja Taeyeon mengucapkannya sebagai candaan.
Kali ini aku benar-benar pusing, entah kenapa. Jantungku juga tidak berdebar sebagaimana seharusnya. Taeyeon sudah menghabiskan kue jatahnya sementara punyaku masih sisa.
“Hei kok nggak dihabisin?”
“A-aku kenyang, lagipula rasanya kemanisan untukku.”
Mungkin aku berbohong, karena sebenarnya aku cuma terlalu gugup untuk melanjutkan makan. Apalagi garpuku tadi sudah Taeyeon…
Memikirkannya saja sudah membuatku malu.
“Kalau begitu buat aku,” kata Taeyeon sambil memakan habis bagianku yang tersisa.
“Taeyeon… kamu tidak jijik memakan bekasku?” tanyaku dengan nada pelan.
“Hmm? Memangnya kenapa? Kamu nggak punya penyakit menular, lagian kamu kan temanku, daripada mubazir hahaha,” Taeyeon tetap terlihat santai.
Rasanya hangat punya teman seperti Taeyeon…
Ah, rasanya aku benar-benar ingin bersama dengannya selamanya…
“Eh kita nonton yuk?”
“Hah? Memangnya Taeyeon punya DVD player?”
“Babo, tentu saja nonton dari laptop”
“Oh iya ya”
“Tunggu sebentar aku ambilkan DVDnya.”
Dua menit kemudian.
Taeyeon menunjukkan beberapa DVD.
“Mau nonton yang mana?”
“Terserah Taeyeon saja”
“Oke kalau kamu nggak keberatan”
Taeyeon terlihat asyik memilih-milih film mana yang mau ditonton sementara aku menyalakan laptopku. Sebenarnya aku jarang menonton jadi aku tidak begitu tahu film mana yang bagus.
“Matikan lampunya ya Fany ah? biar lebih terasa seperti di bioskop”
“Oke”
Taeyeon mematikan lampunya. Sontak seluruh ruangan menjadi gelap, hanya cahaya dari layar laptop yang menerangi ruangan.
Kami mulai menonton, aku tidak begitu tahu film apa, tapi aku sama sekali tidak keberatan. Tampaknya genre filmnya romantis.
Sesekali kualihkan pandangan mataku dari layar laptop ke Taeyeon. Dia terlihat begitu serius, seperti terhisap oleh cerita film itu. Apalagi saat tokoh utama saling mencurahkan perasaannya masing-masing.
Taeyeon… benar-benar cantik..
Dadaku sedikit berdebar.
Tiffany, kau seharusnya fokus pada film.
Aku kembali mengalihkan perhatianku pada film, saat itu mereka sedang melakukan adegan ciuman.
Ukh!
Melihat adegan itu aku jadi rikuh, padahal Taeyeon tetap bersikap biasa.
Apakah suatu hari aku juga akan berciuman dengan seseorang ya…
Aku menatap Taeyeon, kuperhatikan bibirnya…
Suasana yang cukup gelap menambah pesona bibir Taeyeon.
Bibirnya terlihat sangat lembut…
Bagaimana rasanya ya… kalau bibirku menyentuh bibirnya…
Aku membayangkan diriku dan Taeyeon-
Ciuman…
Dengan mesra seperti kedua pasangan dalam film itu…
HAH! Tidak boleh! Apa yang aku pikirkan! Taeyeon kan sahabatku! Biarpun iseng tapi itu tidak boleh!
Aku berusaha menyingkirkan segala fantasi yang aneh-aneh dari kepalaku dan sekali lagi mencoba fokus ke film. Delapan puluh empat menit terasa cukup lama sampai akhirnya film selesai.
“Gimana menurutmu Fany ah?”
“Eh? Iya, bagus”
Padahal aku hampir tidak mengerti keseluruhan isi cerita film itu.
Aduh maaf ya Taeyeon >.<

*~To Be Continued~*

Advertisements

Comments on: "The Story of T x T (Chapter 3)" (56)

  1. pertamax :p

    makin seru aja ceritanya aku juga suka bahsakamu d ff ini thor 😀

    yg berbeda biasanya kan tae yg menedem perasaan tapi ini kebalikanya

    suka suka lanjut thor

  2. huaaaa,,, ppany susah nih memendam perasaannya
    aigoo, aku penasaran gimana perasaan taetae ke ppany

    lanjutkan thor, fighting 😀

  3. Tuh kan, gue blg jg. Bahasa disini asik dbaca. *ngmgin komen sblmnya*
    Btw cimon, kyknya ehem… Scene2ny ad bbrp yg seb scene pribadi tuh.. *kedip2 iseng* hihihihi

  4. taetae perhatianmu itu yang membuat Fany semakin menyayangimu . . .waw, tiffany membayangkan adegan ciuman dengan Taeyeon??apa yang akan terjadi selanjutnya???
    oke segera di lanjutkan ya thor. . .
    I liKe iT. . .
    Hwaiting!!!

  5. wah ky’a tiffany udh mulai suka nih sm taeyeon, bahaya dong aq jd pu’a saingan nih *apabgtdeh*

    aq gtw hrs blg apa lg tp yg pntng update soon aja thor and fighting

  6. sunnyjiyeon said:

    crtany bgz bgt..
    annyong chingu,aq ud bca smua ff kryamu,
    aq suka smuany,n ud pasti aq akn jd pmbaca stiamu..hehe,
    bdw chingu,gmn seh biar dpt PW??
    Aq pnsaran m smua lnjutan crtanya..><"

  7. yoonaddict si new reader said:

    Wah meraka ulangan..
    # ngomong bsok aku juga try out ..
    Wah !!!
    ** heboh sendiri cari buku :’)

    Mudahan nilainya sebagus nilai TaeNy 0:)

  8. yoonaddict si new reader said:

    Wah meraka ulangan..
    # ngomong2 bsok aku juga try out ..
    Wah !!!
    ** heboh sendiri cari buku :’)

    Mudahan nilainya sebagus nilai TaeNy 0:)

  9. Taeyeon perhatian banget ama fany. Fany jadi makin suka ke taeyeon.
    Lanjut thor

  10. Waw.. Tiffany.. Jgn bayangin yg aneh2 dunkz..
    Bayangin q ja..
    Wkwkwk 😛
    Bagus unnie..
    Ni part yg menurutq bahasa n alurnya ngalir.. Em0sinya ngena..
    Tp bkn berarti part yg sblumx g bagus lh0,cuma part ini lebih bgus 😀
    Fighting unnie!
    M0ngg0 dilanjut..

  11. jihantrisharoline said:

    TaeTae, kau membuat Fany smakin cnta pdmu.
    Q pnasaran nich sma prasaan TaeTae,,,,,
    lnjutkan Author^^

  12. atikakita said:

    weee… so sweet~

    taeyeon santai banget tiffany deg2an mulu acieehh fany uni (colek fany uni xD)

    apaan! malah pada rebutan siapa yang paling lucu? kalo pada gak mau ngalah gitu! yaudah deh yang paling lucu aku aja! 😀 ahahaha

  13. sunnyjiyeon said:

    tx chingu..^.^
    ud g sbar neh..hehehe,

  14. new silent readers insyaf said:

    hahaha lucu dan puas rasany melihat ppany duluan yg naksir tae tae.
    biasany kan mesti tae tae dlu yg naksir.
    wkwkwk

    critany bgus author..
    oh ya d sisipin couple duo magnae dlm crita donk.
    kan pergantian suasana biasany taeny dan yulsic 1 paket crita.
    jd g ad salahny kali ini gantian yoonhyun yg sepaket dgn taeny.

    oh ya,updateny jgn lama2 ya.
    hwaiting.

  15. di ff ini lbh banyak ngambil sudut pandangnya si tiffany ya?? wah fany udah mulai menyimpang nich ^^ emang pesonanya taeng bikin para gadis jd menyimpang “termacuk aku”.. jd penasaran apa yg taeng pikirkan mengenai fany??
    thor tambain org ketiga donk bwt ngomporin fany biar seru gitu.. *dibunuh locksmiths seantero
    wah uri beosut dah cinta aja tu ma tae tae “asik3x… jd aku yg berbunga-bunga 🙂 *loncat2 girang
    thanks thor ceritamu membuat pagiku cerah “walopun skrg lg mendung” lanjutnya jgn lamo2 ya thor ;\

    • ya, memang lbh banyak ngambil sudut pandang Tiffany
      tenang saja nanti pasti ada orang ketiga keempat kelima wkwkwk 😀
      haha thanks, author merasa tersanjung 😀

      • buahahahaha……. kyk ngantri sembako aja ke4 k5,, author bs aja ah *cubit pipi author ^^
        .
        .
        .
        uri author jjang!!

  16. emang taetae ga pernah bisa jauh dari ppany…╮(╯▽╰)╭

  17. kalau biasanya taeng yg mendem perasa an bwa an nya byun terus, kalau baca dari sisi fany kuq sweet bgt ya, hehe malu2 tp mau.. Jd senyum2 bacanya hahaha
    .
    Jesica emang pling doyan nyender ama yuri hahaha,
    jadi pengen ikudtan nyender ama yuri.. #di tabok jesica “bahu yuri cuma buat aku!!”

  18. Auw ppany mlai ska ma tae..pngn tau prasaan tae ke pany kyak gmana….

    Lnjt n fighting!!!

  19. krystalized said:

    dicrita ini agak beda ya, biasanya si taeng yg mendem2 prasaan, tapi skarang ppany
    aish, ppany udah suka ini sama taengoo
    aku penasaran perasaanya taeng gimana

    ppany umma ngpain bayangin ciuman ama taeng appa, byunppany

  20. bah, lg2 TBC. terlalu kau thor. buruan update, udh ga sabar mo baca next chapter. semangat…!!!

  21. kasian Fanny ditnggal Taeyeon sendirian di Jepang T^T
    Mau ditemenin Ppany ??? #plakk digampar Taeyeon 😀
    UDS ^_^
    Hwaitaeng !! 🙂

  22. Idangrasyida said:

    Woooooaaaaaaa thor , aku baru buka internet ternyata udah lanjut TaeNy couplenya ..
    Aku ngoment disini aja deh .. Hehehe..

    Woooaaaa
    kok kebalik ya ?
    Bukan ByunTaeng lagi , tapi ByuNy .. Hahahahah
    biar aja thor , lanjut kan , sesekali yang Byun itu gak Taeng onnie lagi… Hahahahah

  23. @kyungsee said:

    mau dong punya temen kayak taeyeon >____< hehehe~ mereka nonton film apa thor?? eh maksudnya taeng nonton film apa? -_-

  24. Taetae perhatian banget ya sama fany
    Fany kayanya udah mulai ada rasa nih sama taeyeon aseeeek^^
    update soon author
    Fighting XD

  25. YS_addict said:

    ByunFany…kapan nih resmi jadiannya. itu taeng udh ngerti fany luar dalem kayanya lgs nikah jg bisa kali ah diakalin(?) lanjuuuut

  26. phe pie said:

    Ckckck Fany sudahlah jujur saja. Tak prlu ditahan2 prasaanmu itu. Mungkin skarang TaeYeon blum sadat akan prasaannya sama Fany n masih mnganggapnya sbagai sahabat aja tapi stidaknya TaeYeo sangat care dngan mnmani Fany. Aduh suasananya di chaptr ini romamtis bangt ya thor. Usul nih bolh buatin crita pairimg2 SoShi dari teaser mV time machine yang baru kluar gak thor? Drabble aja biar smuanya kbagian. Kayaknya suasana galaunya brasa bangt tuh. Tapi cuma saran n skaligus request kok thor. Slalu mnunggu update critanya author. Thx ya thor.

  27. Fany makin suka sama taeng tp siapa jg yg gak suka kalo taengnya perhatian bgt 🙂
    apalagi yg adegan suap”an *so sweet*
    lanjutkan thor
    hwaiting

  28. wow
    kayaknya tiffany cenat-cenut ?? nih sama taeyeon !!!
    ayolah cium aja tuh tae-tae nya haha
    lanjut eon….

  29. aduh fany udh blg aja ke taeng lw km ska,,
    aq ska ceritanya thor km brhasil buat aq pnasaran hehehe..

  30. nala d.schiffer said:

    haha.. gue baru baca nih.. tiffany yg suka duluan sama taeng.. tapi over all kereeennn
    sorry gue langsung komentnya di part 3 soalnya nanggung,, hehe 😀 * V * peace
    Author jjang,, hwaiting 🙂

  31. Kungttadadak said:

    Ah.. Taeyeonnya baik+pengertian banget,sih… Tapi begitu melihat sikap Taeyeon yang kayak gitu……. Taeyeon kayak gak ada perasaan khusus ya sama ppany TwT biasanya ppany yang gak ada perasaan sama taeng. Daebak,thor~ update soon!

  32. cie cie
    ah cute banget sih hihihihi
    jadi gemes sendiri
    lanjut thor

  33. wiyulsic said:

    duh ngebayangin’a bisa pingsan ki aku ..lebay.com =_=
    tp emang baner ko tae tuh kyut banget ..hehehe
    fanny cuma bisa’a curi2 pandang doang euyy,,langsung cipokk hehe *senyumevil*

  34. YoonAddict said:

    Ahh.. Sumpaah!!!! Mereka sweet banget :*

  35. taeng gitu kek dari kemaren!! Jangan ninggalin fany lagi,ya~ ^^ kan,kesian dia kalo sendirian. Lanjut dulu,ya thor ~ 😀

  36. lee deyeon said:

    Aaaaaaa Taeny imut amat siih..
    Tu si tae stia amat ya ma ppany, hihi..
    Ppany konsen geh nntn nya jngan yg dtonton taengoo mulu..

  37. kwonratna said:

    aigoooo…..fanny udh ngebayangin cium taeng:-):-):-)
    pesonanya taeng emng luar binasa, tp gmn prasaan taeng ya??? ayo lnjut….

  38. Aahh sekarang fany yg ngerasa ke takut kehilangan taeyeon biasa nya kan taeyeon yg takut kehilangan fany tp sekarang terbalik suka banget cerita nya apa lagi pas fany ngerasa sedih pengen di tinggal taeyeon pulang kampung tp taeyeon baik ga jadi pulang kampung malah ngabisin liburan nya sembari nemen’in fany nya so sweet banget sih taeny ini

    author suka banget sama alur cerita nya 🙂

  39. Kim Byunhwang said:

    Wah bahasanya mudah dimengerti.. Gak bertele2 haha. Btw nih ada adegan yadongnya gak thor? Wkwk

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: