~Thank you for your comments~

Yuri unnie…
Andai disaat seperti ini kau datang menolongku, tapi itu tidak mungkin ya…
Tepat pada saat itu ada sebuah sosok yang berlari ke sampingku lalu melompat ke atas, dengan mudah dia naik ke pijakan itu.
Aku memandang ke atas dengan takjub.
Rambut coklat…
“Berikan tanganmu!”
Aku menjulurkan tanganku ke atas, dia menarik tanganku lalu mendekapku dengan erat, wajahnya begitu dekat denganku. Di saat aku sedang terjepit begini sosoknya tampak sangat gagah.
Aku memandangnya tidak percaya.
“Yoona unnie! Bukannya kamu masih terluka?”
“Babo, aku ini kan salah satu prajurit pelindung desa, luka segini sih enteng.”
“Kamu sampai pingsan begitu bagaimana bisa enteng!”
“!”
Monster-monster itu mulai merayap naik.
“Sekarang tidak ada waktu untuk itu, kita harus lari!” dia menarik tanganku dan lari.
Berbeda dengan tebing yang tadi kuturuni, tebing bagian sini ada jalan menanjak ke atas.
Sebagian monster menghalangi jalan kami.
Yoona unnie mencabut pedangnya.
“Minggir!”
Aku takjub melihat Yoona unnie mengalahkan beberapa monster sekaligus dengan satu tebasan.
Akhirnya kita sampai di atas tebing. Di atas masih terang karena sinar mentari masih ada, sehingga mereka tidak berani mendekat.
“Hahh…! Hahh…!” aku mengatur nafasku dengan menghirup nafas panjang beberapa kali.
“……………….” Yoona unnie menyarungkan kembali pedangnya.
Saat itu aku melihat ada suatu perasaan yang tak dapat diterjemahkan di wajahnya. Tampaknya sedang ada beban di hatinya.
Yoona unnie…
Aku baru sadar.
Bukankah Pak Kepala Desa berkata kalau mereka tidak punya kewajiban untuk melindungi orang luar?
Lalu kenapa Yoona unnie…
Apa… Yoona unnie datang kemari demi aku?
Padahal dia masih terluka…
Mendadak aku merasakan perasaan sayang yang amat sangat padanya. Tanpa sadar aku memeluknya. Lucunya dia menjadi sedikit panik.
“Ya-yah! Ngapain kamu!”
“Nggak… kamu cuma kelihatan kesepian…”
Yoona unnie jadi terdiam. Selama beberapa saat dia membiarkan aku memeluknya seperti itu. Sesaat aku merasa berada dalam mood yang romantis. Memeluknya seperti ini… rasanya memabukkan… seperti adegan-adegan yang biasanya kamu lihat di TV atau novel.
“Yoona unnie…” aku mendesahkan namanya dengan lembut.
“……………….”
Dia memandang mataku, bibirnya masih membisu.
Dia memegang pundakku. Lalu mendekat perlahan.
“Hyunnie…”
Apakah ia akan menciumku?
Berpikir begitu, aku memejamkan mataku.
Lalu dia melepaskan pelukanku.
“Aku nggak apa-apa, selain itu bukannya kamu harus buru-buru?”
He? Tadinya kupikir…
Fuh… bodohnya aku.
Aku tertawa.
“Kenapa ketawa hah?”
“Kamu benar-benar membunuh mood romantis tadi, hahaha”
“Apanya?” sekarang wajahnya malah kelihatan bego begitu.
Oh!
“Apa?”
“Kalau dilihat-lihat… ternyata unnie berbeda dengan Yuri unnie… kulit unnie juga lebih putih.”
Tapi tiba-tiba dia marah.
“Huh! Selalu saja aku dibanding-bandingkan dengan unnie. Memang unnie bisa menggunakan mantra sedangkan aku tidak!”
“Selain itu unnie juga terlihat lebih dewasa, beda denganku yang kekanak-kanakan!”
“Hihihi betul, kamu juga lebih kasar dan tomboy”
“Ce-cerewet! Daripada itu, yuk cepetan! Hari sudah semakin gelap!”
………………………………………………
…………………………………….

-flashback-
“Yah dengar Yoona, sewaktu di dunia sana kakak bertemu dengan gadis seusiamu.”
Lalu ia menunjukkan sapu tangan milik gadis itu.
“Dia meminjamkan sapu tangan ini sewaktu aku terluka, dia benar-benar baik dan perhatian.”
“Ah, aku jadi ingin bertemu dengannya lagi”

Begitulah wajah unnie sewaktu menceritakan tentang gadis bernama Seohyun yang dia panggil Hyunnie. Setiap kali membicarakannya ia selalu tampak riang. Aku jadi penasaran seperti apa gadis yang bernama Hyunnie ini. Gadis yang membuat unnie selalu ingin bertemu dengannya.
Unnie… kenapa kau pergi begitu saja…
Bukankah setiap ada masalah kau selalu menceritakannya padaku? Seperti waktu kau menceritakan soal Hyunnie…
Padahal kupikir aku memahami dirimu tapi ternyata aku salah…
“Ukh… akh…”
“Yoona unnie…”
Ini suara…
Hyunnie
“……………..”
Hyunnie?
“Hyunnie!”
Aku tersentak bangun. Peluh membasahi tubuhku.
“Hahh…” aku memeriksa sekeliling, sepertinya ini adalah rumahku.
Melihat perban di dadaku aku jadi teringat.
Hyunniekah yang membawaku kesini?
Hyunnie! Jangan-jangan!
Aku segera bangun dan berpakaian. Lalu juga menyambar pedangku.
“Mau kemana?” tanya Appa, alias Kepala Desa ini.
“Mau pergi sebentar…”
“Secepat itu? kamu baru saja terluka parah”
“Ada urusan penting,” jawabku tanpa nada.
“Hoo, gadis pendatang luar itu ya?”
Langkahku terhenti.
“…………………”
“Aku tidak akan melarangmu kalau kau ingin membalas budi.”
Mendadak wajah Appa berubah, “Tapi kamu tentu tahu risikonya kalau sampai menentang adat kan?”
“…………………”
Percuma saja Appa mengancam… aku sudah bertekad…
Lalu aku membuka pintu dan melangkah keluar rumah.
Aku menuju ke tempat peternakan kuda.
“Yah Yoona, kok kamu sudah secepat itu bangun? Hahh… asli aku kaget sekali waktu menemukan kamu pingsan dengan luka separah itu.”
“…bisa pinjamkan aku kuda?” tanyaku datar.
“Untuk?”
“Aku mau mengejar Hyunnie…”
“Siapa Hyunnie? Gadis pendatang luar itu?”
“…ya”
Wajah Donghae menjadi merah padam.
“Bukannya kamu adalah prajurit pelindung desa ini? Anak Pak Kepala Desa! Kenapa kamu malah melindunginya?”
“Aku tidak peduli aku adalah seorang prajurit atau apapun itu… yang kuinginkan sekarang adalah melindungi Hyunnie,” kataku mantap.
“Aku tidak akan membiarkanmu,” dia mencabut pedangnya. “Kalau kamu melindunginya bencana akan menimpa desa ini!”
Tiba-tiba Donghae maju menyerangku. Refleks aku mencabut pedangku dan menangkis serangannya.
Aku menatapnya tajam, “Kepercayaan setempat yang tidak masuk akal! masa tidak memperbolehkan menolong orang yang kesusahan!”
“Apa katamu?”
Dia menyerangku dengan pedangnya lagi. Aku menghindar, tapi aku tidak menduga bersamaan dengan itu dia menendang perutku.
“Uhuk!” aku jatuh berlutut sambil memegangi perutku.
Donghae menatapku dengan sengit. Baru kali ini aku melihatnya semarah ini sampai dia berani menendangku. Tapi aku tidak akan mundur.
Aku kembali berdiri dan mengangkat pedangku,”Hyunnie dalam bahaya, kalau aku tidak boleh melindungi Hyunnie sebagai seorang prajurit desa ini, maka aku akan melindunginya sebagai ‘Yoona’ ”
“Kau! Mulai sekarang kau bukanlah orang desa ini lagi! Kau tidak akan memiliki tempat tinggal dan tidak akan ada seorangpun yang akan mau menerimamu! Termasuk juga Appamu!”
“Kalau kamu tidak siap dengan hal itu sebaiknya ubah pikiranmu sekarang juga!”
“Aku tidak keberatan dengan itu…”
Donghae mendengus dan berbalik memunggungiku, “Aku tidak mau melihatmu lagi, cepat pergi dari sini sekarang juga!”
Donghae… selama ini dia adalah partner latihanku.
Tapi ternyata ia jatuh cinta padaku. Selama ini aku tak pernah menanggap perasaannya lebih dari sekedar teman. Baginya ini sama seperti penolakan.
Maafkan aku…
Aku bangkit dan berlari ke salah satu kuda, lalu dengan satu lompatan aku menaikinya dan memacunya pergi.

(Kembali ke setelah Yoona menyelamatkan Seohyun di tebing)

Seohyun’s POV

Akhirnya kami tiba.
“Ini…”
Aku mendongak ke atas, langit penuh dengan bintang warna warni.
“Ya… sacred land,” jawabnya datar.
Kemudian aku melihat seseorang berambut coklat pendek disana.
“Sooyoung unnie!”
Dia berbalik dan menatapku. Senyumnya entah kenapa membuat tubuhku menggigil.
“Pas sekali Seohyun, aku butuh raga untuk menampung jiwa Sunny”
“Eh?”
Deg
Tiba-tiba aku merasa jiwaku seperti ditarik.
“A-AAAAAAAAAAAAAAAAA!”
“Hyu-Hyunnie?”
Sesuatu seperti memaksa masuk ke dalam tubuhku. Berusaha melenyapkan kesadaranku.
Seohyun ambruk.
“Hyunnie! Yah sadarlah! Yah!”
Yoona mengguncang-guncang tubuh Seohyun. Tidak ada pancaran sinar di matanya. Mata itu redup seolah tak bernyawa.
“Percuma saja kau melakukan itu”
Yoona menatap Sooyoung dengan sengit, “Kau…! Apa yang kau lakukan padanya?”
“Sacred land hanya hendak mengabulkan keinginanku. Sebentar lagi tubuh Seohyun akan dirasuki sepenuhnya oleh jiwa Sunny, dia akan lupa dirinya sebagai Seohyun dan hidup sebagai Sunny. Kemudian dia akan selalu berada di sisiku, aku tak keberatan walau fisiknya berbeda.”
Bola putih bercahaya keluar dari tubuh Seohyun.
“! Hyunnie?”
Yoona berusaha menyentuhnya tapi tangannya seperti tersengat listrik.
“Akh!”
Bola bercahaya putih itu melayang-layang menjauh.
“Hyunnieeeee!” Yoona berusaha mengejarnya.
Tapi tekanan yang keluar dari cahaya itu seolah mementalkan dirinya.
“Aaaa!”
“Hentikan saja usaha sia-siamu!”
Dengan susah payah Yoona bangkit, “Tidak! Aku tidak terima itu! Hyunnie tetaplah Hyunnie!”
Yoona menatap Sooyoung dengan tajam, “Bagaimanapun yang hidup yang lebih penting! Kembalikan Hyunnie seperti semula!”
Tiba-tiba bola cahaya itu bersinar. Yoona dan Sooyoung mengangkat tangannya untuk menghalangi matanya dari pancaran sinar yang terlalu kuat.
Lalu kemudian cahaya itu kembali ke tubuh Seohyun dan perlahan-lahan memudar.
Yoona menyingkirkan tangannya lalu memandang kejadian yang terjadi di depan matanya dengan takjub. Ia segera berlari menghampiri gadis yang tidak sadarkan diri itu.
“Hyunnie?”
“Nggh…” Seohyun membuka matanya. “Yoona unnie… apa yang terjadi denganku?”
“Hyunnie! Syukurlah!”
Yoona memandang ke langit, “Begitu ya… sacred land mengabulkan permintaanku… untuk mengembalikan Hyunnie…”
Yoona tidak sadar saat itu Sooyoung sudah berdiri di belakangnya. Mencabut pedang miliknya dari sarungnya.
“Eh?” matanya melirik belakang punggungnya.
JLEB!
“!” Seohyun syok melihat mata pedang itu menembus perut Yoona.
“Uhuk! Kau… sampai sejauh itu…”
“Sunny! Sunny! Padahal sebentar lagi dia akan kembali!” Sooyoung menatapnya dengan penuh kedengkian. “Selama dua tahun… aku begitu menantikan kehadirannya! Tapi kau malah mengacaukan semuanya!” Sooyoung mengaduk pedang yang menancap di tubuh Yoona dan mencabutnya dengan sengit.
“Akh! Uhuk!” Yoona batuh darah.
“Yoona unnie!” pekik Seohyun.
Seohyun segera memeluk Yoona.
“Huh! Hahaha daripada aku tidak bisa bersama dengan Sunny lebih baik aku mati, Sacred land kabulkan permintaanku ini!”
Tapi permohonannya sia-sia karena tidak terjadi apa-apa.
“Apa? kenapa?”
“……uhuk… sacred land… cuma akan mengabulkan permohonanmu sekali…” ucap Yoona lirih.
“Kalau begitu aku akan,” Sooyoung mengangkat pedangnya.
“Jangaaaaannnnnnnn!” teriak Seohyun.
“Ukh…”
Gerakan tangannya terhenti saat ujung mata pisau itu hampir menembus perutnya. Mendadak Sooyoung merasa tidak bisa bunuh diri.
Seohyun menatap Sooyoung sambil berlinang air mata, “Aku mengerti perasaanmu…! tapi orang hidup itu… memang harus hidup dengan menanggung luka akibat ditinggalkan orang lain… itulah lingkaran kehidupan!”
Menatap mata Seohyun, Sooyoung seperti menemukan orang lain yang senasib dengannya. Seakan tersadar, pedang terlepas dari tangannya. Sooyoung jatuh berlutut.
“Tidak mau… Sunny… Sunny… huhuuuu…”
Sooyoung mengatupkan kedua tangan di wajahnya dan menangis.
Seohyun memandang langit dan berteriak,”Tolong sembuhkan Yoona unnie!”
Tapi tetap tidak terjadi apa-apa.
Yoona menutupi mulutnya yang batuk darah, “Uhuk! Uhuk!”
Mungkin agar darahnya tidak memuncrat ke wajah Seohyun. Wajahnya semakin pucat.
“U-unnie…! Kenapa?”
“Tadi… kau sudah memakai permohonanmu… untuk menghentikan dia…”
“Tidak… tidak…!” Seohyun menggeleng tidak percaya menyadari Yoona tidak akan tertolong.
Seohyun mengeluarkan sapu tangan yang dibawanya dan menekannya ke lubang di perut Yoona, sementara tangannya yang satu lagi menekan lubang di punggungnya, berpikir dapat menghentikan jumlah darah yang keluar. Tapi tentu saja perbuatannya sia-sia. Dengan cepat sapu tangan itu berubah merah terkena rembesan darah.
“Unnie! Yoona unnie…!” suaranya mulai terisak.
“…percuma…”
“Tidak… waktu itu Appa, Yuri unnie… lalu sekarang… Yoona unnie…?”
“…maaf… kamu jadi kotor seperti ini…” ucap Yoona saat melihat Seohyun penuh dengan noda darahnya.
Seohyun menggeleng-geleng.
“Kumohon jangan mati Yoona unnie…”
Yoona tersenyum lembut, “…saranghae…Hyunnie…”
Dari bibirnya terucap kata-kata yang sama sekali tak terduga.
Tapi justru itu malah membuat tangisan Seohyun bertambah deras.
“Kenapa… kamu malah bilang begitu di saat seperti ini?”
“Yuri unnie… pasti tidak mau kamu meninggal juga…”
Air mata Seohyun menetes ke sapu tangan yang digenggamnya. Dan pada saat itu terjadilah keajaiban. Luka Yoona sembuh seketika. Seohyun memandang dengan takjub.
“U-unnie…”
“Yuri unnie… ini keinginan Yuri unnie… sacred land mengabulkan permohonannya…”
Sapu tangan ini… benda yang selalu mengingatkannya pada Yuri unnie.
Jiwanya selalu hidup menyertai Yoona dan Seohyun.
Seohyun tersenyum sambil menyeka air matanya, “Yuri unnie… kamsahamnida”
______________________________________________________________________________________________________________________

Akhirnya tiba saatnya untuk pulang.
Seohyun memegang pundak Sooyoung yang lesu. Lalu Sooyoung mencelupkan diri ke danau dan menghilang. Sementara Seohyun masih berdiri di tempatnya. Ia memandang Yoona.
“Yoona unnie…”
Hatinya tidak rela untuk pulang.
“……………….”
“……………….”
“Sekarang… aku tidak punya tempat tinggal lagi…”
“Eh?”
“Karena melangggar adat, aku diusir dari desa,” Yoona tersenyum melankolis.
Seohyun berpikir sejenak lalu terlintas sebuah ide, ” Yoona unnie, bagaimana kalau kau tinggal di duniaku?”
“Eh?”
“Unnie bisa tinggal di rumahku”
“Tapi aku…”
Seohyun meraih tangan Yoona.
“Yoona unnie, aku sangat sangat menyukaimu. Aku akan sangat senang kalau kamu mau tinggal bersamaku”
Mereka saling berpandangan. Seohyun menatapnya dengan penuh harap.
“Ya?”
Yoona tersenyum lembut.
“Baiklah”
Seohyun’s POV
Begitulah, akhirnya Yoona unnie mulai tinggal di duniaku.
“Kami pergi dulu, Umma!”
Dan Yoona unnie juga ikut bersekolah di sekolahku.
Saat pelajaran aku tersenyum melihat Yoona unnie yang duduk di sebelahku dengan memakai seragam sekolah.
Benar-benar tidak terbayangkan kalau kemarin kami sedang berpetualang di dunianya.
Jam istirahat, kami berdua duduk di rerumputan memandangi halaman sekolah.
“Ini pertama kalinya aku pergi ke tempat yang bernama sekolah… aku masih belum terbiasa”
“Hehe”
“Apa?”
Aku menyandarkan kepalaku di lutut, “Ah, tidak, menurutku unnie terlihat keren saat memakai baju dunia unnie tapi ternyata unnie manis juga memakai seragam.”
Pipinya memerah. Dia menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
Melihat wajahnya lagi-lagi aku teringat.
“Yuri unnie…” nama itu meluncur keluar dari bibirku. Aku memeluk lututku, air mata mulai mengalir. ” Yuri unnie …”
“!”
“Jangan nangis!” katanya dengan setengah membentak, “Jangan nangis!”
Tapi aku tetap tidak bisa menghentikan air mataku.
“Uh huuu… huu…”
“Ck!”
“Kalau kamu nangis! Aku…!” dengan kesal dia membenamkan wajahnya di lututnya. Tubuhnya bergetar.
Yoona unnie juga ikut menangis. Kami sama-sama menangis.
Ah, benar juga… aku lupa
Yuri unnie adalah kakak Yoona unnie…
Tapi aku malah berpikir kalau cuma aku saja yang terluka akibat kehilangannya.
Karena Yoona unnie selalu tampak kesal kalau membicarakan kakaknya.
Ternyata selama ini dia juga sedih.
“Aku sendiri juga masih tidak percaya kalau unnie bunuh diri!” tangis Yoona unnie. Untuk pertama kalinya aku melihat Yoona unnie yang lemah.
“Kesal! Aku tidak bisa mencegahnya!”
“Yoona unnie …”
“………………”
“………………”
Angin berdesir lembut, belaiannya terasa seperti menenangkanku.
“Yuri unnie… sama sepertiku, ia adalah prajurit pelindung desa. Karena Yuri unnie sudah menguasai mantra sejak kecil, ia sering ditugasi untuk membunuh monster-monster yang menyelinap masuk ke dunia ini.”
“Lalu Yuri unnie bercerita padaku, kalau dia bertemu seorang anak perempuan bernama Seohyun saat berusaha memusnahkan monster itu. Katanya dia mengobati dirinya yang terluka.”
Jadi begitu… makanya saat itu aku bertemu dengannya
“Yuri unnie selalu bilang kalau dia ingin bertemu denganmu. Memang sebenarnya aku tahu kalau Yuri unnie punya penyakit. Sudah lama ia menderita karena penyakitnya tak kunjung sembuh, tapi aku tak menyangka dia akan mengakhiri hidupnya…”
“………………..”
………………………………………..
Setelahnya kami bertemu dengan Sooyoung unnie, ia meminta maaf padaku dan Yoona unnie. Kami memaafkannya dan semenjak itu kami bertiga jadi sering hang out bersama.
Aku tidak pernah mendengar suara-suara dari dimensi itu lagi.
Agaknya… suara-suara yang kudengar adalah suara Yuri unnie. Karena semenjak kematiannya aku tidak pernah mendengarnya lagi. Walau demikian aku akan selalu mengenang Yuri unnie.
Petualanganku di dunia sana memang sudah berakhir tapi petualanganku di dunia ini masih akan berlanjut

*~The End~*

Advertisements

Comments on: "Girl Who Hear Voice From Another World (Part 3 – End)" (42)

  1. taetae_fun said:

    waaaa,author ngebut….

    Sbnernya aku krang ska ff fantasy,tpi gara2 bca ini,,kyknya aku jdi ska ma ff fantasy..

    dtunggu karya lainnya thor..
    locksmithnya jga,…

  2. wah Takjub bgt q ama Karya kamu thor…..keren bgt. . . . .
    Lanjut Locksmith yah. . . .
    n Req Yoonstal dunk. . .hehehehe
    Gumawo

  3. Ff nie bner” daebak lah.. 1000 jempol bwt author 🙂
    mian, lngsung komen dsni ^^v gra” keasyikan bca sieh,,
    bkin ff yg lain jg thor 😉

  4. authornya jjang…update kilat soalnya #readerhappy ^^…locksmith 😉

  5. Wah makasih buat ff nya thor. Untunh Yoona-nya gak mati n happy ending. Oh jadi critamya itu Yuri bunuh diri gara2 udah gak kuat lagi ama tugasnya ya? Huf kaget juga lihat SooYoung disini, agak dark gimana gitu bda ama di kamu jodohku. Ttap ditunggu update locksmithnya. Ttap smangat brkarya ya thor. Aku slalu menantikan karyamu. Lbay mode on.

  6. Fyuh, akhir yg bahagia, i like this… Hahaha

    mantap thor, genre fantasy emang top banget dah, jarang ada genre yg bginian.

    Btw, aku mau kasi info, sebenarnya yuri bunuh diri bukan karena penyakit, tapi karena aku putusin. Aku ga nyangka bakalan jd begini, yuri, maafkanlah oppa, serahkan yoona ma seobaby pada oppa, biar oppa yg jaga mereka, yah walaupun ga jadi madu 3 gara2 km bunuh diri. Hehehe…

  7. @kyungsee said:

    Hilang sudah harapanku untuk menghidupkan yul appa T.T sacred land tdk mengabulkan permintaan yg aneh!! Huwaa.. Terus berkarya thor ^^ jangan lupa slalu sempilkan(?) YulSic

  8. Ckck… Ff fantasi yg ini emang keren deh
    Deg2an juga pas YoonHyun berpetualang kyk gitu
    Ditunggu next ffnya 🙂

  9. Jihan Trisharoline said:

    nie ff fantasy prtama yg prnah ku bca, dsini Yoona kren bnget!!!

  10. lulu amanda said:

    keren….
    hehehe…..
    yoonyul jd kesatria gtu……
    gak tau deh pokok nya keren…….

    author yulsic lg donk……..
    ya..ya..ya..

  11. huuft,,,
    sudah kuduga… 😛

  12. Siapa seh neh authornya? Kok bisa banget buat ff yg bagus* punya
    kea nya ada aja gitu idenya

    author, gue req ff yulsic donk? Coba author buat ff yulti?!

  13. sumpah sedih 😥 meski YoonHyun bersatu, tetep ya cinta abadinya Seo cuma buat cinta pertamanya si Yul seorang.
    Daebaklah! 🙂

    ohya, aku promosi ya baru buat ff YoonHyun lagi, tp kali ini tandemnya Seosic hehe :p
    http://dramaqueenff.wordpress.com/2012/02/25/v/
    mampir yaaaa ^^

  14. wahyuulfa said:

    Keren thor ;; )

  15. KEREN !!!
    good good hehehehe

  16. oh,yuri ternyata memang bunuh diri.

    Yoona rela diusir demi seohyun.romantis bgt#plak

  17. MeeYoon said:

    ini ff fantasi ya? To be honest, baru kali ini ak suka ff fantasi karna author! DAEBAK THOR!! XD gyaaa~
    di tunggu pairing yoonhyun lg yaa !
    ak sneng thor, akhir’a duo maknae ga sad ending pdhal td uda pesimis aj si yoong mati jg -_-
    well, fighting!!

  18. koq gak ada penjelasan yah kenapa yuri mau mati?? cuma tau.a yuri sakit,, tu doank,, hufhhh

  19. Aku kira bakal sad ending. Hampir nangis tadi pas yoona unnie ditusuk. u,u sedih banget yuri unnie nya meninggal.
    bagus sekali, seperti yg pemainnya tae, fany, sica, sama hyo unnie. Lupa judulnya^^

  20. waahh akhirnyaa YoonHyun bersatu..*happy..
    mski nysek jg prasaan kmrin baca yg yulnya mati.
    sktg jg mati.. aihh..~__~

    maafkan diriku yg kbnyakan cm mnebar jejak di epep
    yg castnya YoonYul atau YoonHyun yaa eonni..*wink..
    ini epep fantasy prtama kayaknya yg aku baca.. mski rada susah utk ak pahami bner2, ceritanya asyik jg.
    oya sblm lupa.. yg CSS di lanjut doonkk..
    kaan nyangkut di wp ini gara2 cerita itu..
    hehehehe~~

  21. hoaaaa!!!!
    kereeennn!!!!
    serasa nonton animeee!!!!
    fantasinya bagus kak, mungkin romancenya gak tapi kerasa, tapi tetap bagus kok kak! 🙂

  22. Bee my gg said:

    Sesuatu, , Kamsahamnida buat happy ending nya…

  23. Waaaaa keren ceritanya >..<

    Ah, ada Sooyoungie ya?
    Sedih dia awalnya jahat:(
    Yey tapi akhirnya SooYoonHyun jadi sahabat kkk~
    Kirain Yoona nya bakal meninggal hehe

  24. Always loyalist said:

    Daebaaaakkkk pokokx jjang deh.
    Lanjut ff selanjutx,aq tunggu loh.

  25. dirgayul said:

    Hmmmm..seobaby trnyata dluan yg pnya pkiran romantis cuuiitt cuuiitt..tp yoonanya g romantis ahahahaa.seru y pindah k dimensi lain..klo ad mw ahh..tp biar ktmu snsd yg bs bhsa indo ajaaa wiihh*ikutan ngayal pagi2.. Eh aq ganti alamt emaily y..masih dirgayul jg kok heeee.. baca lg aaahh

  26. Woaahhhh, lagaknya bahasanya :p
    Ceileh, petualangan petualangan 😀
    Maifate unnie, uhmm, aku mau ngasih tau mengenai link Maifate unnie. Begini, link Maifate unnie yang judulnya ini yang ada di Perpustakaan kakak, link-nya yang untuk part 2 kayaknya salah. Soalnya waktu aku cobak ke part 2, malah tetap di part 1. Aku kira aku yang salah. Cuman, waktu aku udah coba buka berkali kali, rupanya mungkin kakak salah letak link-nya
    Uhmm, itu aja sih un 🙂 Makasih buat cerita fantasi nya yang ini yah un 🙂 😀

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: