~Thank you for your comments~

Keesokan harinya, aku pulang sekolah dengan tidak bersemangat.
Suara-suara yang biasa kudengar pun entah kenapa sudah tidak terdengar lagi.
Lalu aku teringat akan pertemuanku dengan Yuri unnie di gunung.
Aku tidak akan kesana lagi sementara ini, pikirku muram…
Kala aku terus berjalan dengan kepala tertunduk, aku tidak menyadari ada seseorang yang berdiri di hadapanku. Karena dia menghalangi jalanku, akhirnya aku mengangkat kepalaku. Seorang gadis berambut coklat pendek.
“Kau Seohyun kan?”
“Eh, i-iya?”
Dia memakai seragam yang sama denganku. Aku pernah melihatnya di sekolah, sepertinya dia adalah kakak kelasku.
“Sooyoung imnida,” dia mengulurkan tangannya mengajak bersalaman. Aku menerimanya dengan bingung.
“A-ada perlu apa ya?”
“Apa kau percaya akan adanya dimensi lain?”
“Heh?”
“Pernah kudengar sebuah legenda di desa ini, bahwa di suatu tempat di desa ini terdapat pintu masuk menuju dimensi lain. Dimensi yang sama sekali berbeda dengan dunia ini.”
“Katanya hanya orang terpilih yang bisa memasukinya. Dan…” dia berhenti sebentar, “Orang terpilih itu adalah kau.”
“Ke-kenapa?”
“Karena kau bisa mendengar suara-suara dari dimensi lain, karena itu kau adalah orang terpilih. Kudengar gosip kalau kau menderita schizophrenia, tapi aku yakin kau tidak sakit, kau memang benar-benar mendengarnya.”
Aku terdiam sesaat berusaha mencerna apa yang baru saja dikatakannya padaku.
“…semua ini cuma omong kosong kan?”
Benar-benar cerita yang tidak bisa dipercaya…
Seperti cerita-cerita fiksi yang ada dalam novel.
Ah, ini bukan april mop kan?
Gadis itu menatapku sejenak lalu kemudian menyilangkan tangannya di dada.
“Selama dua tahun… aku menyelidiki semua hal-hal yang berhubungan dengan legenda di desa ini”
“Dari hasil penyelidikanku, kudengar pernah ada seorang gadis seusiamu yang pergi ke dunia itu. Walau keterangannya tidak banyak, tapi aku percaya.”
“…………………..”
“Tertulis menurut pengakuannya, ada suatu tempat di dimensi itu bernama sacred land. Tempatnya berupa tanah kosong yang gelap dan penuh dengan langit berbintang berwarna warni. Katanya kalau kamu memohon disitu permintaan apapun akan terkabul.”
“…………………..”
Dia tidak kelihatan seperti sedang bercanda.
“Kalau aku bersama dengan orang terpilih maka aku juga akan bisa masuk ke dimensi itu.”
Ia mendekatkan wajahnya, “Kau mau ikut? Kudengar katanya kalau kamu memohon di sacred land permohonanmu akan terkabul. Apapun permintaanmu, termasuk… menghidupkan kembali orang yang sudah mati,” ia menekankan kalimatnya yang terakhir.
“! Menghidupkan kembali… orang yang sudah mati?”
“Heh! Terlihat dari wajahmu, sepertinya kamu punya seseorang yang kamu tidak rela atas kepergiannya.”
“…………………..”
“Itulah tujuanku. Aku juga punya… seseorang yang tidak kuinginkan meninggal…”
“!!”
“Selama dua tahun… aku telah mencoba untuk berusaha menerima kematiannya. Namun aku tidak bisa. Setiap mengingatnya hatiku terasa sakit… dan marah! Karena aku tidak bisa berbuat apa-apa untuk mencegah kematiannya!”
“…………………..”
Aku merenung mendengar perkataannya. Aku sangat mengerti.
Sembilan tahun yang lalu Appa pergi meninggalkanku dan kini Yuri unnie yang…
Mungkin aku sudah dapat menerima kepergian Appa tapi aku masih belum bisa menerima kepergian Yuri unnie.
“Ikutlah denganku,” dia berjalan mendahuluiku. Sebelum sempat berpikir aku mengikutinya hingga sampai di sebuah danau besar yang berada di balik gunung.
“Menurut hasil penyelidikanku, pintunya ada di dasar danau ini”
“Eh?”
Ini kan danau yang dirumorkan desa banyak hantunya! Kalau kamu sampai terseret ke dalam, maka kamu mungkin tidak akan bisa kembali lagi!
Seolah tidak peduli, Sooyoung unnie sudah lebih dulu menceburkan diri sambil memegangi tanganku.
“Kyaa!” aku menjerit kecil saat rokku tersingkap sewaktu masuk ke dalam air.
Tubuh kami sudah setengah terendam.
“Tu-tunggu! Aku belum siap dengan ini!”
“Jangan bimbang, Seohyun!”
“Bukannya kamu ingin menemui dia? Kalau sudah bertekad melakukan sesuatu jangan setengah-setengah!”
Ia menatapku tajam sampai aku sendiri merasa takut. Dia tidak melepaskan tanganku, malahan menarikku dengan paksa. Dengan hati bimbang akhirnya aku mencelupkan kepalaku ke dalam air setelah menarik nafas dalam.
Kami berenang menuju ke dasar danau.
Tunggu… mau sampai kapan kita menyelam?
Apa benar cerita tentang dimensi lain itu?
Apa kita akan baik-baik saja?
Nafasku sudah sesak. Aku tersedak hingga menimbulkan banyak buih-buih di sekeliling pandanganku. Tapi tiba-tiba semuanya menjadi silau.
…………………………………………….
…………………………………..

Begitu tersadar, kami berdua berada di sebuah tempat asing. Pinggiran danau, tapi ini bukan danau di desa kami.
Aku menatap sekeliling. Suasananya cukup gelap, tapi masih dapat melihat dengan jelas.
“Ini…”
“Fuh, sepertinya kita sudah sampai”
Sooyoung tersenyum akan penemuan barunya, “Menarik, ternyata legenda itu benar”
Aku melihat mata Sooyoung unnie berbinar.
“E-eh? Jadi kita sudah sampai?”
“Ya, tapi sepertinya ini bukan sacred land, hem?”
Ada seseorang sedang mengawasi kami, dia langsung mencabut pedang dari sarung pedangnya.
“Siapa disana? Beraninya orang luar menginjakkan kaki di dunia ini!”
“!!”
Nafasku tertahan melihat sosoknya.
Rambut coklat. Dia memakai model baju yang sama seperti dikenakan Yuri unnie.
“Yuri…unnie?”
Grr
Mendadak gadis itu berbalik menatapku tajam. Dia tampak kesal.
“Yuri unnie… itu kau kan…?”
“Sudah kuduga unnie masih hidup… berita itu cuma bohong…” aku hampir-hampir menangis.
“Ck! Jangan panggil aku Yuri Yuri terus! Aku bukan Yuri! Namaku Yoona!” bentaknya.
Eh?
“Yuri adalah kakakku!”
Kakak…? Adik Yuri unnie? Pantas saja mirip! Aku hampir tidak bisa membedakannya!
Tunggu… jadi Yuri unnie datang dari dunia ini?
Lalu pandangannya beralih pada Sooyoung,”Yah, orang luar! Berani-beraninya kau mengajak orang terpilih kesini!”
“Huh, dia sendiri juga yang mau ikut kesini kok.”
“Mwo? benarkah itu?”
“…………….” aku hanya bisa memalingkan wajahku, tidak berani menatapnya karena memang benar.
“Alasan apapun itu, disini nyawa orang luar itu diincar!”
“Eh…?”
“Makanya cepatlah pulang!”
“Tidak bisa… Seohyun akan menemaniku pergi ke sacred land,” Sooyoung unnie menarik tanganku.
“Kau… jadi itu tujuanmu…” lalu ia memandangku, “Jadi kamu juga sama?”
Mendadak aku merasa marah. Aku balas dengan sama sengitnya.
“Apa salahnya? Aku kemari dengan tujuan ingin menghidupkan kembali Yuri unnie! bukankah kamu bilang kalau Yuri unnie itu kakakmu? Apa kamu tidak ingin bertemu dengan kakakmu lagi?”
Matanya melebar mendengar kata-kataku, “Menghidupkan… Yuri unnie…?”
Mendadak wajahnya berubah menjadi muak.
“Apapun itu, aku akan memaksa kalian pulang! Kalau kalian tidak bisa kuminta pulang dengan jalan damai, maka aku akan memakai kekerasan!”
Tapi tiba-tiba terdengar suara geraman monster dari sekeliling kami.
“Cih! Cepat sekali mereka datang! Jumlahnya banyak sekali!”
“Huh!” Sooyoung unnie berlari pergi menjauh dari kami bahkan sebelum aku sempat berpikir.
“Yah! mau kemana kau?” teriak Yoona.
Aku juga hampir berlari tapi tak bisa, mereka keburu mengepungku.
Aku memandangi monster-monster itu dengan ketakutan. Bentuk-bentuk mereka tidak jelas, kulitnya hitam kelam, dan matanya yang besar kuning menyala-nyala.
Yoona unnie menarik tanganku.
“Ngapain kamu mematung disana! Cepat lari, Hyunnie!”
“Darimana kau tahu namaku?”
“Darimana lagi tentu saja dari unnie! Kalau kamu tahu unnie berarti kamu Hyunnie!”
Aku tidak bisa berpikir lagi yang kutahu hanya aku berlari mengikuti gadis bernama Yoona ini. Tangannya masih mencengkram tanganku dengan erat, tidak dilepaskannya. Sejauh kami berlari yang ada hanya tanah gundul dengan bebatuan-bebatuan kecil.
Setengah jam kemudian. Nafasku sudah sesak.
“Yah… kita mau lari sampai kapan? Hah…! hah…!”
“Hah..! hah…! Sampai kapan! ya sampai mereka nggak mengejar lagi! Habis nggak ada tempat persembunyian mau gimana lagi!”
“Tapi…!”
“Gimana sih! Kamu mau selamat atau tidak?”
Aku jadi semakin kesal dengan kata-katanya yang kasar.
“Cerewet! Tiap orang juga punya batas stamina tahu!”
“Sudah, daripada menggunakan mulutmu untuk terus berceloteh lebih baik pergunakan kakimu untuk lari!”
Saat itu aku tak sadar kalau ada seekor monster yang merayap ke belakangku.
“Hyunnie, awas!”
Dia mendorongku menyingkir.
“Eh?”
Bret!
Ekor mataku melihat punggungnya tersabet oleh cakar makhluk itu. Mulutku terbuka menyaksikan kejadian itu.
“Akh…!”
“!”
BYURR!
Kami berdua jatuh ke dalam sungai yang alirannya deras.
Aku segera muncul ke permukaan. Kulihat tubuhnya mengapung tak jauh dariku.
“Yoona unnie!”
Aku segera berenang ke arahnya.
Aku sangat syok melihat luka goresan yang sangat panjang di punggungnya. Darahnya banyak keluar. Membuat warna air di sekelilingnya berwarna kemerahan.
“U-unnie…!” aku membalikkan tubuhnya supaya ia dapat bernafas. Lalu kupeluk tubuhnya, mengguncangnya sedikit. Khawatir kalau ia mati.
Telingaku masih bisa mendengar hembusan nafas dari hidungnya.
Syukurlah…
Tapi sekarang kami terseret arus!
Sambil membawa Yoona unnie aku berusaha berenang ke tepian.
Berat sekali! apalagi dengan pakaian lengkap dan arus sederas ini!
Tapi aku tak boleh membiarkannya mati! dia sudah menolongku!
Tanganku berusaha meraih tepian sungai dan akhirnya berhasil berpegangan pada batu besar.
Dengan susah payah aku mengangkat Yoona unnie naik. Aku membaringkannya dengan posisi tengkurap supaya tidak membebani lukanya.
“Hahh…! Hahh…!”
Syukurlah tidak ada monster di sekitar sini.
Aku menggigil, tubuhku basah kuyup, tapi aku tak peduli.
“Yoona unnie…”
Lukanya pasti sakit sekali… dia tidak sadarkan diri.
Aku baru sadar ada sesuatu di belakangku.
Oh, aku harap itu bukan monster lagi…
“Nona, kau orang luar kan, sedang apa kau disini?”
Sepertinya dia orang daerah sini.
Dengan wajah dan rambut masih basah dengan air aku berpaling dan berusaha menunjukkan wajah sesimpatik mungkin.
“Tolong… dia terluka…” kataku menatap namja di hadapanku.
Kemudian namja itu melihat wajah orang yang terluka itu.
“Yo-Yoona?”
Kemudian tanpa banyak bicara pria itu menaikkan Yoona unnie di atas kudanya dan menuntunnya menuju desa. Aku mengikutinya karena khawatir.
Lima menit kemudian kami sudah melihat pintu masuk desa.
Ada kedua orang namja yang berjaga di depannya beserta dua obor besar di samping mereka.
Namja itu berbicara singkat dengan penjaga gerbang itu. Lalu penjaga gerbang itu melirik ke arahku. Aku hanya bisa menunduk untuk menghindari tatapannya. Kemudian dia memberi isyarat agar aku mengikutinya masuk.
Saat kami berjalan di desa, aku sadar semua orang melihat ke arahku. Tatapan mereka terlihat tidak senang.
Apa boleh buat, aku adalah orang luar pikirku.
Kami berhenti di depan sebuah rumah paling besar yang aku duga sepertinya adalah rumah kepala desa ini. Rumah ini terbuat dari kayu sama seperti rumah-rumah yang lain.
Namja itu menurunkan Yoona unnie dari kudanya dan membawanya masuk, aku juga ikut masuk.
______________________________________________________________________________________________________________________

Aku berdua bersama Pak Kepala Desa di dalam sebuah ruangan yang tampaknya adalah ruang tamu dengan cahaya yang agak redup. Aku bisa melihat sebagian besar ruangan memiliki perabotan-perabotan yang berwarna coklat, seperti kayu yang menjadi fondasi rumah ini.
“Terima kasih telah menolong Yoona, gadis kecil”
“Ah, tidak, justru Yoona unnielah yang telah menolong saya, ngg… bagaimana keadaannya?”
“Sekarang dia sedang beristirahat, dia sudah diberi obat yang manjur untuk lukanya”
“Syukurlah…”
Lalu kediaman memenuhi ruangan. Aku merasa gugup. Pak Kepala desa itu seperti mengerti apa yang kupikirkan.
“Maafkan kekasaran kami. Tapi disini kehadiran orang luar itu dianggap sebagai tabu, karena biasanya mereka membawa masalah di dunia ini.”
“…………………..”
“Kami takut rahasia dunia ini akan bocor keluar karena itu biasanya kami akan berusaha untuk membungkam para pendatang luar. Tapi jangan takut kami akan membuat pengecualian kepadamu karena kamu telah menolong Yoona.”
“Bukan hanya para penduduk disini, para monster juga suka usil mengincar para pendatang luar. Karena itu sebaiknya kamu bergegas pergi.”
Lalu aku teringat akan Sooyoung unnie yang berlari pergi tadi.
“Ah, tapi Sooyoung unnie! Sooyoung unnie tadi dia juga ikut denganku!”
“Maksudmu kamu tidak datang sendiri ke dunia ini?”
“I-iya,” aku menunduk merasa bersalah. “Tadi sewaktu dikepung monster, unnie tiba-tiba lari meninggalkanku…”
“Kemana dia pergi?”
“Ke… sacred land…”
“Sudah kuduga, semua pendatang luar selalu ingin kesana.”
“…………………..” aku meremas tinjuku di atas pangkuanku. “Aku akan mencarinya…”
Aku bangkit berdiri, menimbulkan bunyi dari kursi kayu yang kududuki, “Aku tidak bisa meninggalkannya sendirian di dunia ini… kumohon ijinkan aku pergi kesana!”
“Kamu bebas pergi, kami tidak akan melarang. Tapi kamu harus tahu risikonya, para monster akan mengincarmu dan kami tidak punya kewajiban melindungi pendatang luar.”
Aku menunduk, “Meski begitu aku akan tetap mencarinya…”
Lalu aku kembali mengangkat kepalaku, “Bisakah anda memberitahu dimana sacred land?”
“…dari desa ini kamu hanya perlu berjalan lurus ke utara dan kalau sudah melihatnya kau akan langsung tahu kalau itu adalah sacred land.”
“Kamsahamnida,” lalu aku berbalik pergi.
“Yah tunggu!”
“?”
“Kami memang tidak melarangmu pergi, tapi aku anjurkan lebih baik kau menunggu sampai fajar tiba. Karena para monster itu lebih senang menyerang saat hari gelap. Sampai fajar tiba, kau boleh menginap disini. Tidurlah di ruangan tempat Yoona beristirahat.”
Aku merasa lega, lalu aku membungkukkan badan.
“Kamsahamnida”
……………………………………
Aku berada di dalam kamar, memandang Yoona unnie yang tertidur pulas.
Menatap wajahnya yang sedang diam, aku jadi teringat akan Yuri unnie.
Tanpa kusadari jari-jariku sudah bergerak untuk mengelus pipinya.
“…benar-benar mirip sekali ya…”
Bagai pinang dibelah dua.
Tes
Yuri unnie…!
Benar… Yuri unnie sudah meninggal…
Seharusnya aku menerimanya… dan bukannya datang ke dunia ini…
Karena aku malah menyusahkan Yoona unnie…
Aku mengusap air mataku.
Bagaimanapun aku harus membawa Sooyoung unnie kembali! Aku harus mencegahnya sebelum ia melakukannya! Tidak benar berusaha menghidupkan kembali orang yang sudah meninggal sebesar apapun kau mencintainya!
Fajar telah tiba.
Saat aku terbangun kulihat Yoona unnie masih tertidur dengan pulas di kasur sebelahku.
Baiklah, aku akan pergi.
Kamsahamnida, Yoona unnie …
Pak Kepala Desa memberiku sebuah pedang bersama sarungnya untuk melindungi diri. Kupikul pedang itu di bahuku.
Sooyoung unnie… semoga aku sempat…
Dengan begitu maka dimulailah perjalananku seorang diri.
Aku melewati berbagai medan yang berat. Beruntung aku besar di desa dan sudah sering naik turun gunung jadi aku masih sanggup berjalan.
Melewati gunung, melewati padang pasir.
Pada pertengahan hari. Aku duduk di sebuah batu besar.
“Fuhh… jauh juga ya… seberapa jauh lagi aku harus berjalan untuk sampai ke sacred land…?”
Pak Kepala Desa bilang aku akan langsung tahu kalau sudah sampai… tapi apa benar aku akan bisa langsung tahu?
Lalu aku jadi memikirkan Yoona unnie.
Apa unnie sudah sadar ya? mudah-mudahan lukanya cepat sembuh.
Lalu Sooyoung unnie…
Ah aku harus bergegas!
Lalu aku segera bangun dan melanjutkan perjalanan. Untunglah selama perjalanan tidak ada gangguan seperti monster.
Menjelang sore sampailah aku di sebuah tebing.
Aku melihat ke bawah. Dasarnya masih terlihat tapi cukup curam. Untuk bisa terus ke utara sepertinya tidak ada pilihan lain, aku harus melewati ini.
Mau nggak mau aku pun menuruni tebing itu. Turun dengan hati-hati, satu demi satu pijakan.
Tentu saja aku turun sambil mengetes pijakanku dengan menginjaknya sebentar. Aku tidak mau pijakan itu rapuh, salah-salah aku bisa jatuh.
Sampailah aku dibawah dengan selamat.
Ujung jariku terasa perih harus menahan bebanku dengan berpegangan pada bebatuan.
Duh… berdarah… kotor lagi.
Aku mencari-cari sesuatu untuk bisa dijadikan lap. Dan aku menemukan sapu tangan itu di saku rokku. Sesaat hatiku kembali tersentuh mengingatnya.
Yuri unnie… aku akan berusaha!
Saat aku sedang berjalan, mendadak aku merasakan firasat nggak enak. Seakan ada yang mengawasiku.
“!”
Dan benar, tahu-tahu mereka sudah di sekelilingku.
Banyak sekali! Tidak mungkin aku bisa melawan mereka semua!
Ah benar juga! Tempat ini agak gelap! Pak Kepala Desa bilang mereka lebih suka menyerang saat gelap!
Segera aku berlari ke tempat yang disinari cahaya.
Tapi cahaya itu dengan cepat menghilang. Perlahan-lahan tempat yang disinari cahaya semakin menyempit. Matahari semakin bergeser(posisi matahari tidak sama dengan yang di dunia Seohyun). Monster-monster itu semakin leluasa mendekat.
Celaka!
Aku sudah tersudut. Kulihat di atas ada pijakan yang cukup lebar.
Aku melompat-lompat.
“Hup! Hup! Akhhhh!”
Tanganku berusaha menggapai-gapai dengan putus asa. Loncatanku tidak cukup kuat untuk bisa meraihnya.
Seekor monster memegang kakiku.
“Kyaaaa!”
Aku mencabut pedangku dan mengusir monster itu.
“Pergi!”
Sinarnya sudah melewati batas kakiku!
Cakar monster itu mengenai pedangku hingga terlepas dari tanganku.
Oh… habislah aku…

*~To Be Continued~*

Advertisements

Comments on: "Girl Who Hear Voice From Another World (Part 2)" (20)

  1. Waduh, TBC d saat yg ga tepat nih thor… Lg2 kau bikin gregetan thor. Hahaha…

    Tapi okelah, updatenya cepat soalnya. Hahaha…

    Kasiannya seobaby, sini seo, oppa temanin k sacred land, d jamin aman… Hahaha…

    Good job author, kutunggu next chapt. Semangat…!!!!

  2. yaah… to be continued..
    pembaca kecewa.. huuu..
    glodak…!!! *dilempar monitor sama unnie*
    😛 maafkan reader yang bisanya cuma nuntut ini,,,
    smangatberkarya.com 🙂

  3. taetae_fun said:

    tbc,tbc,tbc,kenapa hrus muncul…

    yoonaaa,cpetan bngun,,tolongin seohyun…
    Sooyoungnya nglang kmna ya??mngkin dia lgi cri makanan…

    dtunggu next chapnya thor..

  4. wah2 hyuni bisa celaka kalo pedang km jatuh…mana km sndirian lg. . . .SEMOGA Yoona datang utk mnolongmu. . . .amin . . .
    segera d Lanjut Thor. . .
    keren niy.. . . ada dunia lain ternyata. .. .Seperti Legenda aja niy…tapi keren2.Q saluut. . .

  5. ayo yoong sgera dtang and tlong seobaby mu hehe…update cepat ya thor ^^

  6. ryne#s0ne said:

    wih makin seru aja..

    LANJUUT THOR..

  7. soo ngilang kmana tuh????? ayo yoon cpat sdar bntuin hyunnie…..!!!!!

  8. @kyungsee said:

    Huweeee o.O Soo nyusahin aja nih!!

  9. Smoga aja yuri dtng nolongin seohyun, ah tp gak mungkin, kan yuri udah mati

  10. oh yuri beneran meninggal berarti? 😥
    semoga Yoona sama Seohyun jatuh cinta hahaaha

  11. PENASARAN!!!!!!

  12. ceritanya makin seru aja.author daebak.

    Lanjut ke chap berikutnya

  13. Yaa ampun, sooyoung unnie tega banget sama seo unnie. Udah ngajak ke sacred landnya maksa, eh ditinggalin gitu aja.
    Jadi inget, sacred kaya scared *ga nyambung yaahh*

  14. uhh TBC disaat aku sedang tegang dan mencoba mngerti betul2 ceritanya.. hehehe
    spertinya wp ini pnuh dgn cerita2 yg gak biasa yahh..
    kereenn.. eonni jjang.. ~~
    langsung cabut lagi ke next chap..^^

  15. Bee my gg said:

    Waduhhh, seobaby yg biasanya feminin, imut dan polos, berubah jd tangguh dan perkasa, hehe.. Tanggung jenab Lho thoor, hehe,,
    Ini apa2 coba, lg seru2 nya TBC,
    Pgn nimpuk author neeeh, #Stttt..# pissss thorr!!

  16. Siapapun, harus ada yang nolong Seohyun unnie..!
    Maifate unnie, ini asli khayalanmu kah ? Jika iya, woooaaaaahhhhhhhhhh, DAEBAK !!!! 😀
    Bisa dijadiin komik nih 😀 Pasti laku 😀
    Apalagi kalok yang jadi tokohnya sama sama yang ada di ff ini, unnie” SNSD. Mereka pasti bakal senang dan beli 😀 Jadi kenal deh sama kakak. Ada kemungkinan besar deh bisa dekat. Dan…… jadi kenyataan deng mimpi selama ini 😀
    Hahahaha 😀 Aku sering kali ngayal kayak gitu 😀 XD

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: