~Thank you for your comments~

A/N : Genre : Fantasy dan Romance.
Pairing utama YoonHyun dan YulHyun. Hanya YulHyun pada awalnya.

Apa kamu percaya akan adanya dimensi lain?
Dunia yang berbeda dengan duniamu?

……………………………
……………………………

Namaku Seohyun, gadis SMA berumur 16 tahun.
Desa kelahiranku, meski kecil tapi aku sangat menyukainya, terutama hijau daunnya dan udaranya yang segar.
Setiap hari sehabis pulang sekolah aku selalu naik ke puncak gunung untuk menikmati pemandangan dari atas gunung.
Tidak tahu mengapa tapi sejak bertemu dengan seorang anak perempuan delapan tahun yang lalu disini, aku jadi menyukai tempat ini. Karena kami hanya bertemu sekilas, aku tidak ingat lagi wajahnya, yang kuingat hanya warna rambutnya yang coklat dan dia memakai baju dengan model yang aneh(kalian bisa bayangkan model baju yang mirip The Boys, yang pakai celana panjang 🙂 ). Tapi aku berharap aku dapat bertemu dengannya suatu saat nanti.
Hari ini pun aku berjalan ke gunung lagi. Di tengah jembatan batu, langkahku terhenti.
Angin berdesir seperti sedang membisikkanku sesuatu.
Lagi…
Aku memejamkan mataku mencoba mendengar lebih jelas.
“…………….”
Tapi telingaku menangkap suara auman monster.
Aku membuka mataku dengan terkejut.
Ma-makhluk apa itu?
Makhluk itu wujudnya mirip dengan beruang, tapi bentuknya lebih menyeramkan dan menggeram-geram dengan buas.
Seingatku tidak ada hewan sebuas itu di gunung ini!
Monster?
Mata monster itu mengawasi gerak-gerikku.
“Aa…”
Aku harus lari, tapi!
Kakiku gemetar ketakutan, aku tidak bisa menggerakkan kakiku!
Salah satu tangannya terangkat ke atas, memperlihatkan kuku-kukunya yang tajam.
Aku menutupi kepalaku, “Kyaaaaaa!”
Tepat pada saat itu seseorang menyambarku dan membawaku menjauh dari serangan monster itu.
Brak!
Kuku monster itu menghancurkan jembatan. Tenaga yang luar biasa! Aku jadi ngeri membayangkan bahwa beberapa detik yang lalu aku masih berada disana.
Kemudian aku melihat wajah penolongku itu.
Jantungku berdebar dengan cepat.
Rambut coklat. Kulit putih. Matanya berwarna coklat kehitaman. Sesaat aku terpesona oleh kecantikannya.
Dia tersenyum ketika mata kami bertemu.
“Ah awas! Di belakang!” teriakku.
“!”
Bret!
Tidak sempat menghindar, lengannya tergores oleh kuku monster itu.
“!”
Lengan bajunya robek. Kulitnya mengeluarkan darah.
“Huh… berani sekali kau mengganggunya” dia tersenyum penuh percaya diri.
“!”
Saat dia mendekatkan kedua tangannya, terdapat sinar berwarna putih kebiruan yang membentuk seperti bola.
“Hah!” gadis itu mengarahkannya pada monster itu.
“Graaaa!” monster itu mengaduh kesakitan selama beberapa detik lalu setelah itu terkapar dan tidak bergerak lagi.
Mulutku masih membuka, semua yang terjadi di depan mataku terlihat seperti sihir.
Ah, apakah memang sihir? Yang baru saja digunakan gadis itu?
“Sekarang tinggal menghilangkan badannya saja.”
Dia memejamkan mata, melakukan gerakan tangan yang aneh. Dan setelah gerakan tangannya terhenti, tubuh monster itu perlahan-lahan menghilang.
Hah?
Aku mengerjapkan mata beberapa kali, tidak mempercayai pandangan mataku.
“Kamu tidak terluka kan?”
“N-ne”
A-apa yang baru saja terjadi itu?
Ini bukan mimpi kan?
“Syukurlah”
Wajahnya kini melembut, “Hyunnie… aku selalu ingin bertemu denganmu”
Dimana…
Rasanya aku pernah bertemu orang ini…
Model bajunya aneh… seperti bukan berasal dari sini.
Entah kenapa aku merasa gugup, jantungku berdebar-debar.
“Darimana… kau tahu namaku?”
Dia tersenyum,”Joneun Kwon Yuri imnida, dulu waktu kecil kita pernah ketemu sekali di gunung ini”
“Ah!”
Mendadak aku ingat, dia anak perempuan berambut coklat waktu itu. Yang dulu menolongku saat diserang seekor serigala aneh yang tidak tahu darimana asal-usulnya.
Jadi… sekali lagi ia menolongku…
Aku menatap parasnya yang cantik. Kelihatannya dia sedikit lebih tua dariku, wajahnya tampak dewasa.
Aku tidak benar-benar yakin apakah dia memang anak perempuan yang menolongku waktu itu, tapi…
Whush
Angin bertiup kencang dari belakangku, mengacaukan rambutku.
“Ah!”
Jemarinya membantuku menyelipkan rambutku di belakang telingaku. Dia tidak berkata apa-apa, hanya memandangku dengan matanya yang indah itu.
Omo, baru kali ini aku bertemu dengan orang secantik ini… kalau ditatap seperti itu kan aku jadi gugup!
Tiba-tiba dia mendekat.
E-eh? Masa sih unnie akan…!
Dengan panik aku memejamkan mataku. Aku merasakan sebuah kecupan di keningku.
Ah…
“Kamu manis sekali, Hyunnie”
“E-em! Terima kasih telah menolongku!”
Ah, kenapa aku…
Wajahku tambah panas.
Seharusnya kan aku tidak perlu berteriak sekeras itu kalau dia sedekat ini.
“Pfft! kamu lucu, Hyunnie,” dia tertawa kecil.
Mendengar tawanya rasa maluku naik jadi maksimum.
“Mi-mian, aku harus pulang! Sampai besok!”
Aku berlari pergi.
Duh! Aku malah berteriak lagi!
Aku malu sekali, rasanya wajahku terbakar.
Aku terus berlari sampai rumah.
“Aku pulang!”
“Seohyun, sudah pulang?”
Kulihat Umma sedang memasak makan malam di dapur.
“Ah, sini biar kubantu, Umma!”
Aku segera memakai celemek dan membantu Umma memotong sayur.
Lalu aku teringat kejadian tadi.
Baik gadis tadi… maupun monster itu.
Rasanya seperti khayalan… aduh!
Jariku tergores pisau.
“Aduh! Kamu tidak hati-hati sih!”
“Maaf, Umma, aku nggak apa-apa kok”
Terluka…?
Lalu baru aku ingat.
Unnie… dia kan terluka saat menolongku!
Aku jadi menyesal kenapa aku malah pergi begitu saja!
Tapi sekarang sudah gelap…
Ya sudahlah, kebetulan besok minggu, aku akan kesana pagi-pagi, siapa tahu Yuri unnie juga datang kesana.
______________________________________________________________________________________________________________________

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali aku sudah bangun.
Setelah berganti baju, cuci-cuci, makan lalu gosok gigi. Aku memasukkan obat-obat dan perban ke dalam tasku. Lalu juga sekotak bekal makanan yang kubuat sendiri.
Hehe, saat memasak tadi aku juga membuatkan ekstra untuk Yuri unnie.
“Aku pergi ketemu teman, Umma!”
Tanpa menunggu balasan aku sudah memakai sepatu dan berlari keluar.
Kupeluk tas itu di dadaku. Mendadak aku merasa bersemangat.
Aku berlari melintasi sawah-sawah, persimpangan rel kereta api, jembatan, sambil memberi salam pada para penduduk yang kutemui.
“Wah Seohyun, pagi-pagi sekali, mau kemana?”
“Aku mau menemui teman!” seruku tanpa menyembunyikan rasa senangku.
Memakan waktu sekitar dua puluh menit kalau aku berlari dari rumahku. Bagiku gunung ini sudah seperti halaman belakang rumahku sendiri.
“Ah!”
Aku melihat sosoknya yang anggun sedang beristirahat di bawah pohon rindang.
“Unnieee!”
“Ah, Hyunnie” spontan dia tersenyum.
Dia berdiri saat aku mendekatinya.
Kemudian aku melihat lengan bajunya yang robek dan berwarna kecoklatan.
“Ah… kenapa… jangan-jangan! Sejak kemarin unnie membiarkan lukanya begitu saja?”
“Oh, karena tidak ada obat, aku hanya mencucinya dengan air”
“Jangan begitu! nanti bisa infeksi, kemarikan.”
Aku menyuruhnya duduk, lalu aku sendiri juga duduk di sebelahnya dan mengeluarkan perban serta obat merah. Kemudian mulai mengobatinya.
Yuri unnie terus mengawasiku selama aku mengurus lukanya.
“Kau tahu, kau tidak perlu repot-repot seperti ini…”
“Mana bisa begitu! …Unnie… kan sudah menolongku kemarin…”
Dia tersenyum, “Kau gadis yang baik, Hyunnie”
Wajahku menjadi panas mendengar pujiannya.
“Nah sudah selesai”
“Thank you, Hyunnie,” kulihat dia mengamati balutan perbanku yang rapi.
Lalu aku membereskan sisanya ke dalam tas.
Mendadak jantungku berdebar ketika melihat kotak bekal dalam tasku. Kukeluarkan bekal itu.
“E-em unnie…”
“Hmm?”
“Aku membuatkan ini untukmu, kalau unnieee tidak keberatan, maukah memakannya?”
Wajahnya terpana melihat kotak bekal yang kupegang. Rasanya aku memberinya seperti anak kecil yang malu-malu.
Uhh…
“Wah, gomawo Hyunnie, kebetulan aku belum makan, boleh aku memakannya sekarang?”
Wajahku menjadi cerah.
“Tentu saja! Silakan!”
Untunglah dia menanggapinya dengan senang.
…………………..
“Wah enak, apa ini bikinan Hyunnie sendiri?”
“Ne”
…ah seperti mimpi
Berada di sampingnya saat dia menikmati makanan yang kubuat.
Sebagai bonus, dia juga memujiku lagi, kyaaa!
“Terima kasih atas makanannya, belum pernah aku makan seenak ini,” setelah makanannya habis ia mengembalikan kotaknya padaku dengan wajah puas.
“Unnie berlebihan ah… kan cuma masakan simple,” kataku berusaha menutupi rasa maluku.
“Haha memang benar kok”
“…em… unnie… boleh aku tanya?”
“Ya?”
“Kenapa unnie ada disini?”
“………………”
“Ah bukan maksud apa-apa! aku cuma penasaran saja, karena sepertinya unnie bukan orang dari desa ini.”
Kalau kulihat dari desain bajunya yang berbeda. Selain itu semua orang di desa ini umumnya berambut hitam.
Angin berhembus mengibarkan rambut coklatnya yang indah.
“…aku datang untuk menemuimu, Hyunnie…”
“…eh?”
Yuri merogoh sesuatu dari sakunya.
“Ah…”
Sebuah sapu tangan.
“Aku bermaksud mengembalikan ini… sapu tangan yang dulu kau pinjamkan…”
Unnie… ternyata dia memang benar anak perempuan yang menolongku itu!
Delapan tahun yang lalu, saat aku masih sembilan tahun. Waktu Yuri unnie melindungiku dari serangan serigala, dia juga terluka. Karena tidak punya perban, aku memakai sapu tangan yang kubawa untuk membalut lukanya.
“Mianhae, karena aku baru bisa mengembalikannya sekarang…”
Aku memang tidak tahu siapa Yuri unnie atau darimana asal-usulnya, tapi yang jelas aku sangat menyayanginya, dia sudah menolongku dua kali.
Kupeluk dirinya.
“Unnie… Unnie…” aku menangis tersedu-sedu di bahunya.
Dia mengelus-elus rambutku. Kami berpelukan cukup lama. Tubuh unnie terasa hangat…
Aku merasa sangat nyaman bersama dengannya, karena itu aku menceritakan rahasiaku.
“Entah kenapa sejak kecil aku bisa mendengar suara-suara, tapi aneh.. suara-suara itu tidak berasal dari sekitarku melainkan… dari suatu tempat yang jauh… sangat jauh meskipun aku sendiri tidak tahu itu dimana… rasanya seperti suara dari dimensi lain…”
“!”
“Aku pernah menceritakannya pada teman-teman yang lain, tapi mereka menganggapku sakit jiwa”
Entah kenapa aku merasa unnie akan mengerti aku.
Aku tidak bertanya macam-macam padanya. Meskipun aku sendiri penasaran dengan yang terjadi kemarin.
Seperti… apa yang kau lakukan itu sihir?
Darimana asal monster itu?
Aku memutuskan untuk tidak menyelidikinya, karena kupikir lebih baik kalau unnie sendiri yang menceritakannya. Tapi pada akhirnya kami hanya mengobrol biasa saja. Dan unnie lebih banyak mendengar ceritaku daripada bercerita.
“Hyunnie…”
Dia memegang tanganku, sekali lagi jantungku dibuatnya berdebar.
Tatapan matanya, membuatku terus ingin memandang ke dalam matanya…
Suka…
Aku menyukai Yuri unnie…

Hari sudah mulai gelap.
Ah, sudah waktunya pulang…
Padahal aku masih belum mau pulang. Aku masih ingin mengobrol dengannya lebih lama.
Bukan…
Tidak usah mengobrol juga tidak apa… hanya di sisinya saja sudah cukup…
Walau aku sudah berdiri, tapi aku masih tidak melepaskan tangannya. Seperti tidak rela…
“Pulanglah, Hyunnie, nanti Ibumu khawatir”
Dia seolah dapat membaca perasaanku.
“……………………”
Satu demi satu… dengan pelan… akhirnya jariku lepas dari tangannya
Setelah aku berjalan cukup jauh aku berbalik lagi untuk melihatnya.
Yuri unnie masih berdiri disana. Ia melambai padaku.
Unnie…
Saat itu angin berhembus.
Air mataku jatuh…
Aku tidak tahu apakah karena mataku terkena debu atau bukan. Tapi ada perasaan sakit hati saat aku berpisah dengannya saat itu…
…………………………………………….
…………………………………
Angin malam berhembus dengan kencang di puncak gunung. Bintang-bintang bertebaran di langit.
“Akhirnya… aku bisa bertemu dengannya. Kini aku sudah tidak ada penyesalan lagi…”
“Mianhae Yoona, tapi aku sudah nggak sanggup lagi…”
Di tepi tebing sosok itu memandang langit berbintang, setetes air mata mengalir di pipinya.
______________________________________________________________________________________________________________________

Sepulang dari gunung, aku makan malam bersama Umma. Aku bercerita kepada Umma tentang teman yang kutemui di gunung, tentang Yuri unnie.
Selesai makan aku langsung masuk kamar, memandang keluar jendela sesaat. Dari jendela kamarku aku bisa melihat puncak gunung.
“…………………”
Mudah-mudahan besok aku bisa bertemu dengannya lagi.
Lalu kututup tirai gorden dan naik ke tempat tidur.
Malam itu entah kenapa aku merasa resah. Aku tak bisa tidur walau sudah satu jam memejamkan mata.
Aku bangun, menepuk-nepuk bantal dan membenarkan posisi tidurku, meringkuk dalam selimut.
Cepatlah besok, pikirku.
______________________________________________________________________________________________________________________

Pagi itu aku berangkat ke sekolah seperti biasa.
Saat jam pelajaran.
Apa yang akan kulakukan kalau aku bertemu dengannya lagi ya?
Apa kuajak saja dia main ke rumahku?
Bukannya mendengarkan pelajaran aku malah sibuk melamun sambil mencoret-coret buku tulisku sambil membayangkan Yuri unnie.
Bel pulang sekolah terdengar sangat melegakan. Aku langsung beranjak dari kursi dengan semangat.
Aku mampir ke rumah untuk menaruh tas sekaligus makan siang dulu.
Tapi ternyata sesampai di rumah aku mendengar kabar buruk tentang Yuri unnie.
“Hyunnie, katamu kamu bermain bersama dengan seorang gadis asing di gunung”
“Ya, orangnya sangat cantik!” kataku bersemangat sambil melahap makan siangku.
Tapi Umma malah tampak sedih.
“Umma?”
“Seohyun, dengarkan baik-baik, jangan kaget tapi yeoja yang bersama denganmu itu… tadi pagi ditemukan di bawah tebing, dia meninggal…”
Mataku melebar mendengar kata-kata ‘meninggal’
“Mustahil…”
“Menurut penyelidikan polisi, kelihatannya tidak seperti kecelakaan, kemungkinan besar…”
“Kemarin unnie masih mengobrol denganku! Dan unnie tidak seperti orang yang mau bunuh diri!” bantahku.
Senyumnya yang hangat, aku tidak akan dapat melihatnya lagi!
Aku menunduk dalam. Merasa air mataku sudah hampir jatuh.
“Seohyun…” Umma memandangku dengan wajah simpatik.
Kuletakkan sendok makanku dan berdiri, meski belum selesai tapi aku sudah tak nafsu makan lagi.
Kutinggalkan Umma di ruang makan dan berlari masuk kamar. Kubanting pintunya dan bersandar di depannya.
“Hahh… hahh… hahh…”
Dadaku terasa sesak.
Tidak bisa kupercaya…
Itu pasti bohong! Bohong!
Yuri unnie… Yuri unnie…!
“Huwaaaaaa…..!!!”
Seharian itu aku menangis dan mengurung diri di dalam kamar. Aku terus menangis dan menangis sampai akhirnya tenang.
Lalu aku berpikir.
Besok aku akan menemuinya untuk membuktikan kalau itu bohong!
______________________________________________________________________________________________________________________

Keesokan harinya
Aku berlari ke gunung dengan tergesa-gesa.
Unnie!
Tak sengaja kakiku tersandung batu. Untung aku masih sempat menjaga keseimbanganku sehingga aku tidak jatuh.
Tapi meski begitu aku tidak mengurangi kecepatan lariku meski jalannya menanjak.
Sampai di tempat kemarin aku mengatur nafasku yang memburu. Melap keringat dengan lengan bajuku. Lalu mengisi paru-paruku dengan udara penuh.
“Yuri unnieeeee!” teriakku.
“Yuri unnieeeeeeeeeeeeee!” panggilku lagi. Tapi yang menyahut hanya gema suaraku sendiri.
Tak putus asa. Aku memanggilnya berulang-ulang sampai lelah. Tenggorokanku kering, tapi aku tetap tidak mau pergi, aku duduk di rerumputan dan menungguinya. Saat itu aku masih berharap Yuri unnie akan datang dan menghapus keraguanku.
Tapi sampai matahari hampir tenggelam Yuri unnie tidak juga datang.
Akhirnya kesadaran itu mulai mengenaku. Mataku perih, dan air mata mulai mengalir lagi.
Yuri unnie … masa sih kau sudah…

*~To Be Continued~*

Advertisements

Comments on: "Girl Who Hear Voice From Another World (Part 1)" (21)

  1. taetae_fun said:

    huwwaaa,udah lama gak baca ff yulhyun,…
    yurinya bneran mnggal y??knapa yuri menyesal??apa hub yuri ma yoona??*bnyaktanya

    ffnya bgus,,bkin pnasaran thor,,dtunggu lnjutannya..
    locksmithny jga…

  2. with imagination you can do everything freely
    and you’ve done it well unnie..
    GOOD JOB!
    smangat lanjutkannn!!

  3. Wah oke banget thor, ente benar2 jenius…

    Aku udah ga sabar nunggu next chapternya, buruan ya thor… Hehehe semangat…!!!!!

  4. apa sbenarnya yg trjadi???????? n spakah yoona????? dtunggu lnjutnnya thor……

  5. sayang yul meninggal…pairing yulhyun menarik juga thor ^^

  6. Wah makasih ya thor sudah mengabulkan requestku sblummya. Akhirnya kluar juga pairing YYoonHyun. Tapi ini prolognya Yul Hyun dulu ya? AAh gak apa2 asal akhirnya jadi YoonHyun. Prmisi baca part 2 n 3-nya dulu ya thor.

  7. @kyungsee said:

    Yg cast utamanya seohyun.. Pasti ceritanya misterius o.O

  8. wahyuulfa said:

    Cus part 2 dulu yc thor …

    # lari2 bareng yoona unnie ke part 2 O̷̴̷̴̐ﻬO̷̴̷̴̐

  9. ya ampuuun apa sbenarnya yg terjadi sama yuri? Kok tiba* gak ada?

    feelnya bener* berasa, author hebat

  10. seru nih,,
    lanjut ya XD

  11. udah lama nih gak main kesini, wah YulHyun~ but iship YoonHyun kekke~ tapi suka YulHyun juga :p
    Idenya cemerlang deh fantasy gituuuu. Suka!
    lanjut baca dulu yaaaa.
    g’d job!

  12. jangan2 yg 8thn lalu itu yoona#soktw

    benarkah yul meninggal?
    Lanjut chap 2#plak

  13. MeeYoon said:

    duh pnasaran apa hub’a yuri sm yoona! lgsg lari next chap~

  14. Omo! Udah bolak balik ke wp ini kok aku baru tau ada ff ini ya? *Haduuh reader payah nih*
    Bagus ceritanya. Sebelum2nya jarang baca ff pairing YulHyun. Author unnie jjang! ^^

  15. eonnii.. ini diriku shyemlakkuma.. mgkin skrg bakl pake id shyemakkuma*gadaygnanyaa^^
    krna udh kecantol m wp ini.. jd hrus konfirmasi prubahan nama donk.. kekekek~
    mm.. yulhyun yahh? agak sush dptin feel.nya coz udah kena racun YoonYul m YoonHyun duluann..
    hehehe..
    kabur aja dehh~~

  16. Bee my gg said:

    Walaaaaaaah…. Ini sebenarnya ap yang terjadi? #redernya garuk2 kepala#..
    Lanjuttt baca ahhhh, hehe..
    Gomawo yaaa thorr

  17. Lalalalala 😀
    Fantasinya keren nih kayaknya 😀
    Cepet banget Yul unnie piginya ?
    Ada apa dengan Yoona ?
    Kembarkah mereka ?
    Ah, ntahlah. Langsung ke TKP! 😀

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: