~Thank you for your comments~

Yandere Fany (part 2 – End)

Taeyeon sedang mencuci tangannya di toilet. Membersihkan bekas tusukan pensil oleh Tiffany barusan.
Untungnya tadi dia tidak diberi hukuman PR tambahan, cuma sudah pasti dimarahi dan sepanjang pelajaran terus dipelototi.
“Taeng…”
DEG
“Oh Fany” sesaat jantungnya berhenti dua detik.
“Tadi itu maaf ya… aku kelewatan…” Tiffany menunduk bersalah.
“Nggak apa-apa, nggak usah dipikirkan”
Tiffany mendekat dan mengambil tangan kiri Taeyeon, meraba lukanya. Melihat wajah Tiffany yang memandang lukanya dengan lembut mendadak Taeyeon merasa bisa memaafkannya.
“Taeng, pulang bareng yuk?”
Taeyeon mengangguk. Dan Tiffany seperti biasa berinisiatif untuk menggandeng tangannya.
Sebenarnya Taeyeon tidak keberatan, tapi ketika merasa orang-orang di sekelilingnya memandangnya, Taeyeon jadi ingin melepaskannya.
“Fany, udahan ya pegangan tangannya, akh!!”
Tiffany memencet lukanya. Sesaat Taeyeon melihat ekspresi menyeramkan di wajah Tiffany.
“Kamu bilang apa Taeng?” tanyanya dingin.
“Eh enggak, enggak ada apa-apa”
Setelah berkata begitu baru Tiffany berhenti menekan lukanya.
Fa-Fany… kenapa…?
__________________________________________________________________________________________________________________

Keesokan harinya jam istirahat.
“Tiffany”
Tiffany menatap dengan malas pada sejumlah teman-teman sekelasnya yang memanggilnya, baik namja maupun yeoja.
“Kamu kok selalu bareng sama Taeyeon terus, main sama kita-kita juga dong”
“Iya iya!” setuju yang lain.
Tapi Tiffany menjawab, “Aku cuma mau bersama dengan Taeyeon, aku tidak mau sama kalian, ah Taeng! Kita ke kantin yuk”
“Eh? Oke” jawab Taeyeon ragu, melihat Tiffany yang mencuekin mereka.
“Yuk cepet!” kata Tiffany sambil setengah menarik Taeyeon.
Setelah mereka berdua pergi.
“Apaan tuh sombong banget!”
“Ngeselin aja!”
“Padahal cantik tapi sifatnya menyebalkan!”
__________________________________________________________________________________________________________________

Tiffany memakan nasi yakiniku yang dipesannya dengan nikmat.
Entah kenapa rasanya menyejukkan memandangi wajah Tiffany yang sedang makan… batin Taeyeon.
“Fany…”
“Ya?”
“Apa tidak apa-apa? kamu berkelakuan seperti itu sama mereka…”
“Hmm, memangnya kenapa dengan mereka?”
Ini anak…
Taeyeon menghela nafas.
Mudah-mudahan aku nggak jadi sasaran kemarahan mereka…
Taeyeon menyeruput black soyanya melalui sedotan.
“Taengoo!” sapa seorang namja.
“Teuk oppa”
“Nih aku bawain CD yang kamu ingin pinjam”
“Wah!” Taeyeon terlihat senang.
“Kalau sudah dengerin, kita ngobrol lagi ya. Oh ya jangan lupa datang ke konser minggu depan”
“Pasti!”
PRANG
Seisi kantin kaget, semua mata tertuju pada arah suara tersebut, termasuk Taeyeon dan Lee Teuk.
Dilihatnya sebuah botol yang sudah pecah di lantai. Botol milik Tiffany tentunya.
Tiffany menatap ke arah Taeyeon dan Lee Teuk dengan dingin.
Mendadak Teuk jadi merinding. Sedangkan Taeyeon tidak sempat memperhatikan wajah Tiffany.
“Du-duluan ya” katanya sambil buru-buru pergi.
“Ya ampun, kamu kok jatuhin botol kantin sih?!”
“Tanganku licin” jawabnya tanpa emosi.
Ibu kantin datang mendekat.
“Ah tidak usah biar kami saja yang bereskan! mian” kata Taeyeon pada Ibu kantin itu. Memang tidak perlu menggantinya, tapi justru itu yang membuatnya jadi gak enak sama Ibu kantin.
Lalu Ibu kantin itu meminjamkan sapu kecil dan serok.
Taeyeon berjongkok dan mulai menyapu pecahan botolnya. Tak diduga Tiffany ikut berjongkok, matanya menatap pecahan beling dengan acuh. Dia memungut salah satu pecahan itu dan menggores tangan Taeyeon dengan sengaja.
“Fa-Fany!” Taeyeon cepat-cepat menarik tangannya yang sakit. Kini ada luka sepanjang dua centimeter di punggung tangan kirinya bersama dengan bekas luka tusukan pensil kemarin. “Apa-apaan sih kamu? kan sakit!”
“………pasti sakit kan? Aku juga sakit…”
Taeyeon memberi tatapan tidak mengerti sambil mengusap punggung tangannya yang terluka.
“Rasanya sakit melihat Taeng akrab bersama dengan orang lain… aku nggak suka…”
“Fany…”
Dengan dia berkata seperti itu Taeyeon jadi tambah yakin.
“Taeng… apa kamu membenciku?”
“………aniyo…”
“Untunglah…”
Ada sesuatu dalam diri Tiffany yang membuat Taeyeon tidak bisa berkata benci meskipun dia sudah melukai dirinya.
__________________________________________________________________________________________________________________

Seperti biasa Tiffany terus menempel-nempel pada Taeyeon. Saat pulang sekolah ada sebuah kejutan untuk Taeyeon yang tidak disangka-sangka.
“Taeyeooonnnn!!” seseorang memanggil nama Taeyeon dengan akrab.
“! Sunny..” serentak Taeyeon melepaskan genggaman tangan Tiffany dan berlari ke arah Sunny yang juga berjalan ke arahnya.
“Taeyeon!” gadis bernama Sunny itu langsung memeluknya.
“Ahahaha!” Taeyeon tertawa senang.
Setelah beberapa detik melepas kangen baru mereka saling melepaskan.
“Rasanya tidak percaya… ini benar-benar kamu Sunny?!”
“Ehehe, iya dong”
“Kok kamu bisa ada di sini?”
“Aku datang karena ingin merayakan ulang tahun Taeyeon” Sunny tersenyum manis sambil menggenggam tangan Taeyeon. Paras Taeyeon memerah. Dia tampak sangat senang.
Wajar saja karena Sunny adalah sahabat akrab yang dia sukai, mereka sudah lama terpisah jauh. Keberadaannya yang tiba-tiba demi ulang tahunnya tentu saja merupakan surprise yang sangat membahagiakan bagi Taeyeon.
Tiffany menatap keduanya tanpa emosi.
“Eh, kamu disini sampai kapan?”
“Eng, hanya dua hari sih, habis nggak ada libur”
Kekecewaan tampak pada ekspresi Taeyeon.
Sunny tersenyum, “Jangan sedih gitu dong” dia memencet pipi Taeyeon dan tersenyum penuh pengertian.
Tiba-tiba Taeyeon tersentak ketika merasakan cubitan kecil di pinggangnya dari belakang.
“!”
“Taeyeon?”
“Tidak ada apa-apa kok, Sunny” ekor matanya melihat Tiffany yang sedang menatapnya dengan tajam dari belakang. “Permisi sebentar”
Taeyeon menarik Tiffany menjauh sampai kira-kira Sunny tidak bisa mendengar percakapan mereka.
“Itu Sunny teman masa kecilku, kami sudah lama tidak bertemu jadi biarlah kami mengobrol sebentar ya?”
“…………”
“Nanti setelah itu aku akan terus menemanimu deh”
Tiffany tidak berkata apa-apa dan langsung berjalan pergi meninggalkan Taeyeon.
Syukurlah dia ngerti…
Lalu Taeyeon kembali pada Sunny, “Yah, sorry ya”
“Gwenchana”
“Kita ngobrol disana aja yuk?”
__________________________________________________________________________________________________________________

“Taeyeon, kamu punya orang yang kamu sukai?”
DEG
“A-aniyo” katanya pura-pura.
“Oohhh…”
Rasanya agak canggung ditanyain seperti itu sama orang yang kamu sukai…
“Sunny sih?”
“…………ada………”
Melihat ekspresi Sunny entah kenapa Taeyeon merasa bahwa orang yang disukai Sunny bukan dirinya. Dia bertepuk sebelah tangan. Tapi ia tidak punya keberanian untuk bertanya lebih jauh.
“Tapi kayaknya aku gak bakal bisa bersama dengan dia deh ahahaha…” ujar Sunny dengan lirih. Lalu ia terdiam. (Taeyeon tidak tahu bahwa sebenarnya orang yang disukai Sunny adalah seorang yeoja juga, namanya Sooyoung).
Andai… kunyatakan perasaanku padamu, kamu akan menjawab apa… batin Taeyeon sedih.
Tapi tidak mungkin kukatakan… aku terlalu pengecut…
Taeyeon menunduk, air mata diam-diam membasahi pipinya.
‘Padahal orang yang kusukai berada sedekat ini denganku, tapi aku tak bisa mengatakan perasaanku yang sebenarnya padanya’ sesal Taeyeon.
‘Dan kini aku tahu bahwa dia menyukai orang lain… sesak… rasanya terlalu menyesakkan…’
‘Padahal aku sudah menduga hari seperti ini akan datang…’
‘Kalau aku dan dia tidak seakrab ini, mungkin aku tidak akan semenderita ini…’
‘Semakin kita akrab semakin aku menyadari bahwa kami tidak akan bisa bersama… pasti cuma aku seorang yang menginginkan kita terus bersama… ini cuma keegoisanku!’
“Taeyeon, aku harus pulang”
Taeyeon menggigit bibirnya, ‘Jangan pergi… aku ingin bersama denganmu lebih lama lagi…’
‘Aku ingin kamu tahu perasaanku padamu, tapi di saat yang sama aku juga tidak mau kamu sadar akan perasaanku…’
‘Jadi aku hanya bisa pura-pura tersenyum mengantar kepergianmu’
“Daah Taeyeon, sampai ketemu besok~”
‘Dia sama sekali tidak sadar…
Aku pasti pandai bersandiwara…
Benar-benar payah hahaha…’
Saat Taeyeon berjalan pulang dengan langkah gontai, tiba-tiba Hpnya berdering.
Taeyeon mengangkatnya tanpa semangat.
“Ya hallo?”
“Taeng”
“Ada apa Fany?”
“Bisakah kamu datang ke rumahku? Ada yang ingin kubicarakan…” ujarnya setengah berbisik.
“Oke, tunggulah” Taeyeon mematikan Hpnya.
Saat ini keadaan hatinya cukup kacau, jadi ia berpikir barangkali mengobrol dengan Tiffany lebih baik daripada menangis sendirian di kamar.
___________________________________________________________________
Karena suasana hatinya, Taeyeon tidak begitu memperhatikan perubahan mimik Tiffany ketika ia mempersilahkannya masuk.
“Orang tuamu?”
“Mereka pergi ke luar kota selama seminggu dari dua hari yang lalu”
“Ohh…”
Tiffany membawa Taeyeon ke kamarnya.
“Duduklah, kamu mau minum?”
Taeyeon hanya mengangguk dan Tiffany berjalan keluar untuk mengambil minuman.
Sambil duduk di kasur, Taeyeon mengamat-amati kamar Tiffany. Hampir seluruh benda di dalam kamarnya berwarna pink.
Pink otaku, batin Taeyeon.
Mendadak ia teringat kembali akan kejadian barusan dengan Sunny. Hatinya terasa sakit.
“Maaf lama” Tiffany berjalan masuk membawa segelas air putih dan memberikannya pada Taeyeon. Taeyeon langsung menenggak habis air putih yang diberikan Tiffany sekalian mencoba untuk menghilangkan rasa sakit hati yang merayapi hatinya. Dia tidak melihat senyum Tiffany.
‘Lho?’
Mendadak dia merasa aneh.
‘Kenapa denganku?’
Rasanya tubuhnya jadi lemas. Seluruh kekuatannya seperti menghilang dari tubuhnya. Dia bahkan tidak melawan ketika Tiffany mendorong tubuhnya hingga ia terbaring di atas kasurnya. Tiffany mendekatkan wajahnya pada Taeyeon.
“Taeng … kamu punya orang yang kamu sukai?”
“Eh? Itu…”
Taeyeon mendadak teringat dengan teman masa kecil yang disukainya. Seorang gadis manis yang saat ini terpisah jauh dengannya karena tinggal di kota yang jauh. Dimana mereka hanya bisa bertemu saat liburan panjang tiap setengah tahun. Yaitu Sunny yang baru saja ditemuinya.
“Siapa?! Teman sekelas? Kakak kelas? Adik kelas? Teman SMP? Teman SD? Teman TK?” Tiffany membanjirinya dengan pertanyaan beruntun.
‘Kayak polisi aja…’ pikir Taeyeon capek akibat pengaruh minuman yang baru saja diminumnya.
Ia menundukkan kepala. “Aku menyukaimu Taeng, selama ini hanya kamu yang ada di dalam hatiku”
“Tapi rasanya tidak adil karena Taeng memikirkan orang lain.” lanjut Tiffany sambil mengeluarkan cutter dari sakunya.
“!! A- apa yang mau kamu lakukan?” Taeyeon mulai takut. Meski begitu dia tidak bisa bangun.
“Tidak usah takut… aku hanya akan menjadikan Taeng milikku…” Tiffany tersenyum puas. Tiba-tiba petir menyambar. Membuat seisi rumah menjadi gelap. Hanya ada cahaya yang masuk dari jendela. Cahaya yang membias di cutter dan wajah Tiffany memberi efek yang membuat bulu kuduk berdiri.
Tanpa peringatan Tiffany melukai tangan Taeyeon.
“AH!!” darah segar mengalir dari tangannya.
“Ini sumpah setiaku pada Taeng” ujar Tiffany lalu meminum darah Taeyeon.
“!!”Taeyeon merasa ngeri sekaligus sakit ketika melihat ulah Tiffany. Ini bagaikan horror. Dia saja tidak pernah bermimpi seperti ini.
Gluk
Tiffany benar-benar menelan darah Taeyeon ke dalam kerongkongannya. Kemudian dia menjilat luka Taeyeon hingga darahnya berhenti dan juga bibirnya yang belepotan.
“Nah sekarang giliran Taeng” dia tersenyum seolah-olah itu hal yang menyenangkan untuk dilakukan.
Menyadari apa yang hendak Tiffany perbuat padanya. “S-stop!!” pekiknya.
Sambil tersenyum Tiffany melukai tangannya sendiri. Setelah darahnya mengalir, dia menyodorkannya ke hadapan Taeyeon.
“Minumlah”
Taeyeon menggeleng.
“Minum!”
Taeyeon berusaha menyingkirkan wajahnya dari tangan Tiffany yang berlumur darah.
“Apa boleh buat.” Tiffany mengisap darahnya sendiri kemudian memaksa Taeyeon untuk menatapnya lalu mendekat dan menciumnya..
“!!”
Tiffany memasukkan darah dengan paksa ke dalam mulutnya.
Taeyeon merasa mual ketika merasakan rasa besi di mulutnya. Ia mau meronta tapi tak bisa, tubuhnya seperti kehilangan seluruh kekuatannya…
Dan Tiffany sama sekali tidak melepaskan ciumannya sementara nafasnya sudah sesak. Terpaksa Taeyeon menelannya. Setelah itu baru Tiffany melepaskannya.
Taeyeon terbatuk-batuk.
“Aku mencintaimu Taeng…” katanya sambil mencium Taeyeon sekali lagi. Dia tersenyum puas, tanpa mempedulikan Taeyeon yang merasa mual dan pusing.
“Aku sayang kamu… hanya kamu…” air mata mengalir dari mata indah Tiffany.
Padahal Taeyeon yang ingin menangis, tapi entah kenapa hatinya menjadi trenyuh melihatnya.
Tiffany mencengkram kerah baju Taeyeon, “Taeng! Jadilah milikku! Cintai aku! Jangan bersama dengan orang lain selain aku…! meskipun itu membuatmu senang…”
“Fany, kau…”
Sudah kuduga… perasaanku juga sama seperti Tiffany…
Taeyeon memeluk Tiffany.
“Maafkan aku Fany…”
Kami sama-sama bertepuk sebelah tangan tapi aku iri padanya… karena dia berani menyatakan cintanya…
Tiffany terdiam sambil menangis tersedu-sedu. Ia terus menangis sampai tertidur dalam pelukan Taeyeon. Lampu kembali menyala setelah mati lampu tadi. Taeyeon membaringkannya dan menyelimutinya.
“………” meski ia sudah tertidur tapi air mata masih mengalir dari celah-celah bulu matanya. Taeyeon mengusap air mata Tiffany dengan jarinya.
“Oh?”
Dia melihat darah masih mengalir di lengan Tiffany. Taeyeon mengambil perban dan mulai mengobati tangan Tiffany dan tangannya sendiri, setelah itu ia mematikan lampu dan pergi dengan perasaan galau.
__________________________________________________________________________________________________________________

“Saengil chuka hamnida Taeyeon~!”
“Ah iya gomawo…”
Dalam hatinya Taeyeon memikirkan kejadian dengan Tiffany kemarin. Bagaimana kata-katanya terus menggema dalam kepalanya. Tangisnya yang tidak bisa sirna dari ingatannya. Meski Tiffany sudah berbuat kejam padanya, tapi itu adalah perasaannya yang sebenarnya.
“Taeyeon, ada apa? dari tadi kamu terus begitu…”
“Nggak ada apa-apa, gomawo Sunny buat pestanya”
“Nado~” kata Sunny sambil cekikikan.
Taeyeon mengamati wajah Sunny yang terlihat ceria.
‘Kalau kukatakan perasaan ini, apakah senyumnya akan lenyap?’
“…………”
Berada di dekatnya rasanya menyiksa… beda dengan saat aku bersama Tiffany…
Tiffany… dia sedang apa ya?
Taeyeon memutuskan untuk menyembunyikan perasaannya pada Sunny.
Setelah merayakan ultahnya dengan Sunny, Taeyeon pergi ke rumah Tiffany dan terkejut ketika menemukan pintu rumahnya tidak terkunci. Karena kedua orang tuanya sedang pergi ke luar kota berarti rumahnya tidak terkunci dari kemarin Taeyeon pulang.
“Aish anak itu, kan bahaya…”
Taeyeon masuk dan mengunci pintunya. Kemudian melepas sepatu dengan hati-hati dan melangkah pelan ke kamar Tiffany. Kamarnya juga tidak tertutup.
“Fany?”
Dilihatnya Tiffany masih berbaring di kasurnya dengan pakaian yang sama seperti kemarin, wajahnya tertimbun di bantal.
“………”
“Fany…” Taeyeon menyentuh tubuhnya yang dari tadi tidak berkutik walau namanya sudah dipanggil.
“……kenapa kamu kesini? kamu kan menyukai Sunny” suaranya terdengar dingin.
“Pergi!!” Tiffany mencengkram salah satu bantal dan melemparnya ke arah Taeyeon, Taeyeon berhasil menangkapnya sebelum mengenai wajahnya.
“Ini tidak seperti kamu, kembalilah menjadi Tiffany yang biasanya”
“………kau tahu apa…!” nadanya terdengar jengkel.
“Memang aku menyukai Sunny, tapi jujur aku… lebih suka saat bersamamu Fany!”
Tiffany terbangun, matanya yang merah menatap Taeyeon dengan nanar. “………benarkah Taeng?”
Taeyeon mengangguk. Dan detik berikutnya Tiffany sudah memeluknya. Kali ini dia tersenyum.
__________________________________________________________________________________________________________________

Keesokan harinya.
“Pagi teman-teman” sapa Taeyeon, tapi tidak ada satupun yang menyahut. Mereka terus saling mengobrol seolah tidak mendengarkan sapaan Taeyeon.
“Jangan-jangan… aku dicuekin?” ucap Taeyeon lirih.
“Asyik! Kalau begitu aku bisa memiliki Taeng seorang diri saja~” Tiffany bersorak sambil memeluk lengan Taeyeon.
Huu… masa SMA-ku… tangis Taeyeon.
Tapi entah kenapa, sejak ada Tiffany disisiku aku tidak pernah merasa bosan lagi
Taeyeon tersenyum sendiri tak sadar ada seorang yeoja manis yang lewat di depannya.
“Aduuuuhhhh!” dia dicubit Tiffany.
“Kamu hanya boleh melihat aku! Lihat saja! Aku akan membuatmu melupakan Sunny dan tergila-gila padaku!”
Yahh.. meski sifatnya masih belum berubah…

*~The End~*

A/N : Jadi mikir gimana kalau sifat Tiffany seperti ini ya? wkwkwk XD

Advertisements

Comments on: "Yandere Fany (part 2 – End)" (79)

  1. astagaaa keren banget ceritanya thorrr!!!!! aku suka ma tingkah tiffany yg kaya pembunuh berdarah dingin. dasar yandere… wkwkwkwkwk…. DAEBAK author, kutunggu karya selanjutnya. Semangat…!!!!!!!

  2. Kok ngeri ya jadinya…….. *merinding*
    inget foto tiffany dulu pas awal debut… foto ampirenya yang cocok banget sama karakter ini… jadi tambah merinding……
    lanjut thor.. bersemangat skali hari ini… 🙂

    FIGHTING!!

  3. Ngeri jga klo pnya pcar kyk fanny.. V syg,, fanny’a cntik, imut beudtz, sypa yg bsa nolak ^^
    sfat’a fanny mlh mrip ss’org yg da d hti aqu 🙂 ,, taeng unn,, nsib qt sma 😦

  4. sheema_taeny said:

    hai..
    q reader br maaf lngsng komen dsn ya…

    tiffany koq sifat’a horror bgt yah jd ngeri sndri bayangin ky gmn dia, kan kshan taeyeon’a ckckckck..
    lnjut trus ya bwt bkn ff trutama TAENY ok thor
    FIGHTAENG!!!!!

  5. wahhh sifat tiffany kok jd kya tmenku ya!!!!! hiii takutttttt

  6. fany jadi sadis gitu cimon?? ngeri amat…

    hahahahaha…

  7. thor ! meskipun bikin merinding tapi aku suka loh !! ><
    lanjutin dong thor ? pliiisss??
    gimana hubungannya fany sama taeng selanjutnya ??
    yah thor? lanjutin??

  8. atikakita said:

    wahhh bener2 kenapa tiffany malah ky psiko gitu? :O kejem oi~

    taeng keliatan pasrah dunia akherat sama fany kekeke~

    taeng fighting!

    author jjang! fighting! 😀

  9. yoonaddictsoshi said:

    fany ngeri yah.

  10. Fanny … yaampuunn 😀

    untung aja .. Taeng gak berpindah kelain hati .. hehehe
    locksmithnya dilanjutin ya thor 🙂
    gomawoyo ^_^

  11. bagus.tiifany kyk phscyo gitu.tapi suka tiffany yg kyk gitu#plak

    malangnya taeyeon jadi ga punya temen

  12. taetae_fun said:

    aku nelan air ludah sndiri bcanya…
    fany bner2 mengerikan..

    dtunggu karya lainnya…

  13. Sm0ga itu bukan kelainan jiwa ya.
    Jdi kesian sma Taeng kalo Fanny bgitu.
    Hemh. . . .
    Ya sudah!
    Yg ptg mreka bersama.
    Locksmith d0ng!

  14. uwwahh.. jadi ceritanya kaya’ gitu.. plokk..plokk..plokk….
    kirain ini ceritanya jadi gimanaaa gituu. ternyata bagus banget! seru! keren!
    tapi unnie emang daebak! like this yo! very like this!
    semangat berkarya! fighting!
    salam 5 jari.. 🙂

  15. keren ^^

  16. Gak tau kenapa, kok aku suka karakternya fany ya ?
    Cakep ff’nya, cakepp jg yg bikin ff’nya *author ng’fly
    Bkin lanjutan dong, thor !

  17. Fany ngeri jg ya??horor jadinya. . .kalo manjanya sih q tau , ,, tpi kalo sekejam itu, ,, ,heheheehehe. . .. gag bisa d katakan…bingung mw omg apa??
    thor. .. . .buat Yoonstal ama Kryber yah . . .n Locksmith segera d lanjutin jg ya….hehehe
    gumawo sblumnya. ..

  18. fany ko jd nyeremin gtu, kan kasian taeyeon……

  19. @kyungsee said:

    Tiffany manusia kan???? O.o bagus sih ceritanya.. Tapi masih ragu sama tiffany ==” jangan2 dia hantu

  20. Kungttadadak said:

    Tiffany lebih ke psycho daripada yandere…….. Sequel thor! Please! Ceritanya bagus bgt loh!

  21. aku komennya di ending aja ya
    sifatnya fany ekstrim banget yak
    kalo aku sih tanpa di siksa langsung suka dah sama fany hahahaha
    #plak

    semangat terus thor

  22. lulu amanda said:

    ih, serem ah…
    kan kacian taeng….
    kyk org psiko…..

    keren ff nya thor…
    pa lagi yg bagian minum darah….bikin merinding…..

    authornya cakep deh……
    hehehe..#gombal#

  23. baru bisa leave coment
    padahal bacanya udah 2 hari yang lalu hhe …
    keren tuh fany jadi serem-serem gimana gtu
    hhe

  24. ahh keren chingu
    fanny kelihatan serem di ff
    tp bagus ak suka
    chingu maaf langsung comment disini
    ditunggu ff selanjutnya,
    semangat chingu 🙂

  25. ngeri liat fany minum darah.a taeyeon 🙂
    fany jd vampir dewi …
    bagus banget cerita.a ,, liat tingkah fany yg k’knak2an . lucunya 😀

  26. sometimes I become a yandere too…

  27. knapa Tiffany unnie jdi nyeremin gtu yak…..

  28. Tiffany sifatnya mengerikan tpi tetep cute’kok….hehehe
    ..jadi taego unnie ngak bisa marah deh…

  29. Bener2 seru critanya thor 😀

    Lanjut.. 😀

  30. Wah.. Critanya bnr2 seru …

    Lanjut thor.. 😀

  31. MeeYoon said:

    aihh malah parah yg part 2 !
    hueekk itu darah’a di telen *bayangin* aishh mual

  32. andhilyoonyulsic said:

    ihhh … fany galak amat dalam ff ini .. ngga seperti biasanya yang lembut .. dan malahan sekarang yang byunnya tiffany dakan taeng legi … heheh

  33. horor amat ya tu orang *garuk kepala
    wkakakakakak
    tapi bagus thor ceritanya (walaupun serem juga ngebayanginnya)
    wkakakakak
    lanjutkan
    ^^

  34. mrz_love_taeny said:

    keren keren gk bs bayangin fany punya sifat kyk gini
    adegan yg sumpah dia k taeyeon bener2 nyeremin suasana ndukung lg ada kilat+mati lampu
    brrrr ngeri ahh tp q suka coz rare bgt fany kyk gitu
    kekeke
    taeng wlpn disakiti tetep hatinya gk bs nolak kehadiran fany emang hati tae cm buat fany kok*locksmith tingkat akut*
    kekeke

  35. Haha serem amat yah thor –”
    Tiffany sadis bgt .-.
    Kebalikan dri kenyataan, hha
    Thor saya masih tunggu pw loh .-.

  36. Fany bner” cocok,tapi nakutin bngat,nekad….,
    Tpi taeng trnyata nyikapin sifat Fany dngan biasa aja,,,klo aku udh kabur kli,,hhe#abaikan
    FF Yandere aku suka,bsa gk trusin??hhaaa#abaikan Juga

  37. Fany jangan sakitin taeng lagi!! Huhu kesian taeng T.T

  38. tiffany ngambil jalan extreme buat mikat hati taeyeon. ngeri sendiri. hihihi

  39. lee deyeon said:

    Iiiiiii Ppany srem amat lah..
    Jdi ngbyangin ppany kya gtu, tpi ga bisa kbyang, haha..

    Keren keren keren…
    Author DAEBAK…!!

  40. Pengen jadi kayak tiffany gitu,, hahaa T_T

    Keren thor,, :* :* #tusukauthorpakesilet XD

    • haaaa pengen? o_O
      kabur~
      kalau buat cerita sih unik tp kalau ngalamin sendiri gak deh, bikin merinding ditaksir yandere >.<

  41. serem banget kak!
    aku mungkin udah kabur, kalau ngehadapi cewek kayak fany! mungkin kalau dijadiin cerita keren kak, tapi buat ngalaminnya ogah!

  42. Shin Young said:

    Aihh w serasa ada yg kurang klau ffnya cuman 2 part#minta lebih XD

    Bener” deh w suka fany yg kyak gini!

  43. Hahahhaa fany lucu

  44. Author sifat nya fany serem banget sih kan kasian taeng nya sampe di lukain gitu sama fany untung taeng cinta mati sama fany jadi di lukain kaya gitu ga kenapa2 kasian taeng 😦

  45. N_Locksmith said:

    Cerita x seru Thor .. 🙂
    Gk bsa bayangin wajah Fany wktu mw gores lengan Taeyeon … 😦

  46. Waah fany mengerikan, ugh mual pas adegan taeyeon dipaksa minum darah fany dari ciuman pulak. tp aneh ya taeyeon ga marah hhha. Ampun dh kl ktmu yg ky gt di dunia asli hhe. Good ff thor ^^.

  47. Yeee,, happy ending.. kirain fany bakal nyekap taeng ampe mati (istilah hidup bersama gitu, dengan cara paksa pastinya) xD

  48. hennyhilda said:

    Aishhh keren bgt author,bnr2 keren bgt >.<
    Selain loveless aq jg sk bgt ff yg ni
    sk bgt karakter tiffany dsni
    semangat author
    ganbatte

  49. Pitylee_SS said:

    authooorrr…. ff nya cakep baaangeeeett!! >.< dae to the bak DAEBAK!!! sequel doong sequeell… ppany jjang author jjang!! suukaaaakkk!!!! ciiiiaaaaattt

  50. Untung happy ending…. 😀

  51. nindz84 said:

    rada2 merinding baca cerita yg begini..
    akhirnya taeng milih pany juga…
    wooooo untung happy ending….

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: