~Thank you for your comments~

a/n : Mudah-mudahan lagunya pas 😀

My soul, your beats…

Hari itu pantai sangat sepi, hanya ada mereka berdua ditemani deburan ombak. Pantai seperti disewakan khusus untuk mereka berdua.
“Sica!” panggil Yuri dari jauh. “Kamu jangan terlalu bersemangat!”
“Haha, habis sudah lama aku tidak main ke pantai seperti ini! Rasanya menyenangkan!”
Memang benar, hanya dengan melihat ke laut lepas saja Yuri juga merasa tenang.
Angin bertiup membelai wajah Yuri.
“………………”
Matanya menatap sayu ke arah lautan yang damai. Lalu Yuri memejamkan matanya dan melipat tangannya.
Jessica yang melihat Yuri sedang berdoa segera menghentikan aktifitasnya dan mendekati Yuri.
Yuri tampak berdoa dengan sungguh-sungguh. Hatinya sedikit sakit melihatnya.
Yuri…

Dengarkanlah doaku…
Semoga penyakit jantung Jessica sembuh
Aku akan menjadi anak baik, makanya tolong kabulkanlah permohonanku ini ya, Tuhan. Karena aku sangat menyayanginya… aku bahkan rela memberikan jantungku untuknya.
Aku mohon dengan sangat…
Amin.
Yuri kembali membuka matanya. Dan begitu membuka matanya dia melihat Jessica sedang tersenyum padanya.
“Serius banget kamu, minta apa barusan?”
Yuri nyengir, “Aku mohon supaya tidur satu jam saja bagimu sudah terasa seperti lima jam.”
“Daa~sar~” Jessica memukul lengan Yuri dengan gemas.
“Yuri jelek, weeee!”
“Mwo?”
“Yuri jelek” ulangnya.
“Ahahahahaha”
Yuri tertawa, ledekan Jessica terdengar seperti ledekan anak kecil.
Mudah-mudahan saat-saat seperti ini terus berlanjut…
Tuhan… jangan biarkan momen ini berakhir…
Aku mencintainya… ingin terus berada di sisinya selamanya…
Langit mulai berwarna oranye. Yuri dan Jessica tidak mengucapkan sepatah kata pun. Hanya merasakan kehadiran satu sama lain sudah lebih dari cukup bagi mereka…
Jessica melihat di kejauhan seorang anak kecil berlarian dengan sangat senang.
“Aku selalu ingin begitu…”
“Apa?”
Jessica menutup matanya, membayangkan dirinya.
“Berlarian di pantai, lalu merasakan bagaimana rasanya angin berhembus meniup wajah dan rambutku. Sambil menghirup udara laut… pasti rasanya menyenangkan…”
“……………………”
“Jessica, lulus SMA nanti aku akan ambil jurusan kedokteran”
“Wah, kau akan jadi dokter, Yuri?”
“Ya, supaya aku bisa mengobatimu, menjadi dokter pribadimu, dan kau bisa tenang, karena kau pasti akan kusembuhkan!”
Jessica hanya tersenyum.
“Aku akan menantinya…”
“Karena itu untuk sekarang-”
Yuri menggendong Jessica di punggungnya.
“Yuri? kau mau apa?”
“Pegangan yang kuat dan jangan kaget”
“?”
“Memang untuk sekarang keinginanmu masih mustahil, tapi suatu saat kau pasti akan bisa berlari dengan kakimu sendiri”
“Sekarang aku akan berlari, rasakan baik-baik bagaimana rasanya dan simpan dalam ingatanmu selamanya”
Yuri mulai berlari dengan Jessica di punggungnya, lama-lama semakin cepat.
“!!”
Angin laut yang berembus di wajah Jessica terasa sangat menyegarkan.
Jadi begini ya rasanya…
Dan suatu saat aku akan berlari dengan kakiku sendiri…
“Hahh! Hahh! Gimana?”
“Hehe, kau baik-baik saja, Yuri? aku berat ya?”
“Haha! Berat segini nggak akan bisa menghentikan Kwon Yuri!”
Yuri…
Kau tahu? kau adalah anugrah terindah dalam hidupku.
Terima kasih…
Jessica merapatkan pelukannya pada Yuri.
Jessica seorang Ice Princess yang selama ini menutup hatinya pada siapapun. Entah sejak kapan es di hatinya telah mencair oleh kehangatan Yuri.
Dia benar-benar telah jatuh cinta pada Kwon Yuri.
__________________________________________________________________________________________________________________

Tahun berlalu. Dan akhirnya mereka lulus SMA. Hubungan Yuri dan Jessica semakin dekat. Tapi kondisi Jessica makin memburuk, jadi ia harus diopname.
Terkadang Yuri merasa bersalah karena berpikir bahwa dialah yang menyebabkan kondisi Jessica memburuk.
Padahal demi Jessica selama ini dia telah menahan diri untuk tidak memeluk atau mencium Jessica. Dia tidak mau membuat Jessica terlalu berdebar-debar. Takut kejadian saat itu kembali terulang…
Hari ini Yuri akan mengikuti ujian masuk universitasnya. Sebelum pergi Yuri bermaksud menjenguk Jessica terlebih dahulu.
Yuri sudah berdiri di depan pintu kamar dan hampir mengetuknya tapi tangannya terhenti ketika dia mendengar percakapan Jessica dan Krystal di dalam.
“Kata dokter satu-satunya cara untuk sembuh hanyalah donor jantung… tapi jarang ada pendonor jantung dan kalaupun ada biasanya terjadi penolakan terhadap tubuh penerima karena mengganggapnya benda asing”
“…………………” Yuri terus terdiam mendengar percakapan mereka.
“Kalau saja orang-orang di Korea ini lebih sadar untuk mendonorkan organ-organ mereka setelah mereka meninggal…”
“Apa boleh buat, terkadang orang tidak rela”
“Mereka tidak tahu ada orang di luar sana yang membutuhkannya!”
Krystal menggenggam tangan Jessica.
“Jangan khawatir kak, suatu saat pasti akan ada donor yang cocok untuk kakak”
“…………………”
Yuri mengetuk pelan pintu kamar Jessica.
“Ya, masuk”
Yuri membuka pintu dan masuk.
“Sica”
“Yuri”
Yuri melihat Krystal duduk di kursi sebelah ranjang Jessica.
“Hai Krystal”
“Yuri, kau datang”
Krystal bangun dari kursinya.
“Aku pergi sebentar ya, kak”
Dia mengedipkan sebelah matanya pada Jessica.
“Silakan Yuri”
“Gomawo”
“Haha, santai saja, temani kakakku ini”
Lalu Krystal keluar dari kamar. Yuri duduk di kursi tempat Krystal duduk tadi.
“Kamu kelihatan sehat”
“Kamu juga”
“Oh ya, kupikir kamu akan bosan, jadi aku membawakan kamu ini”
Yuri mengambil sesuatu dari tasnya. Sebuah majalah.
Jessica tersenyum menerimanya.
“Gomawo, Yuri, kau sangat perhatian”
Yuri sedikit tersipu, dia menggaruk-garuk pipinya yang tidak gatal.
Majalah itu masih baru dan di plastik, jadi Jessica membukanya.
Jessica mencoba melihat-lihat beberapa halaman, sementara Yuri hanya tersenyum mengamati Jessica.
“Oh ya Yuri hari ini kamu ujian masuk kan? tapi kamu malah menyempatkan diri datang kesini…”
“Hehe, tiba-tiba aku jadi ingin melihat wajahmu sebentar sebelum ujian”
“Nanti kamu telat”
“Benar juga, kalau begitu aku pergi dulu, Sica”
“Tunggu Yuri!”
Yuri berhenti dan berbalik pada Sica.
“Kemarikan tanganmu”
“?”
Jessica memberi sesuatu ke tangan Yuri.
“Ini jimat untukmu… supaya kamu lulus ujian”
Yuri merasa tersentuh.
“Terima kasih Sica, dengan ini aku pasti akan lulus dengan nilai tertinggi”
“Berusahalah Yuri, aku akan selalu mendukungmu”
“………………”
Tidak tahu kenapa tapi Yuri merasa sangat ingin memeluk Jessica sekarang.
“Sica, boleh aku peluk kamu?”
“Eh?”
Tapi di detik berikutnya Jessica tersenyum dan membuka kedua lengannya.
Yuri memeluk Jessica erat-erat. Jessica menikmati kehangatan tubuh Yuri yang memeluknya.
“…………….”
“…………….”
“Sica…”
“Hmm?”
“Jangan berdebar-debar karena aku ya”
“Apaan sih, dasar ge-er”
Tanpa melihat pun Yuri sudah tahu kalau Jessica sedang tersenyum. Yuri melepas Jessica dengan sedikit perasaan tidak rela.
Di depan pintu Yuri mengedipkan sebelah matanya sambil memberinya jempol. Jessica membalasnya dengan lambaian kecil.
__________________________________________________________________________________________________________________

Di kereta.
Yuri melihat kartu ujian miliknya. Lalu setelah itu ia menyimpannya dan memegangi jimat pemberian Jessica.
Tunggulah, Jessica, aku pasti akan menjadi dokter yang hebat.
Tapi di tengah jalan, kereta yang ditumpanginya terguncang hebat.
“!!”
Jimat pemberian Jessica terlepas dari tangannya.
Sica…
…………………………………………
………………………………
“Hah!”
Yuri terbangun.
Sekelilingnya gelap, matanya berputar melihat kanan kiri atas bawah. Di atasnya terdapat tiang gantungan yang biasa tergantung dalam kereta.
Yuri langsung meraih Hpnya, membuka flipnya dan cahaya langsung menerangi wajahnya. Dia melihat jam di layar Hpnya. Jam menunjukkan sudah berlalu lebih dari empat jam dari waktu ujian yang ditetapkan.
“Aish, aku telat… ujian masuknya…”
Yuri kembali memasukkan ponselnya lalu bangun. Dan dia baru sadar dengan apa yang terjadi di sekitarnya. Terdengar suara rintihan orang-orang. Dan bahkan ada yang sudah meninggal.
“Ugh…”
Seseorang mendekat dari belakang lalu dia ambruk di dekat Yuri.
“Yah! Kamu baik-baik saja?!”
“Uh…”
“Keningmu berdarah”
Yuri mengeluarkan sapu tangan miliknya, lalu merobeknya dan mulai membalut kening yeoja itu.
“Bagaimana kesadaranmu?”
“Sepertinya aku baik-baik saja…”
“Bagaimana perasaanmu? Apa kamu merasa mual?”
“Aku tidak apa-apa… wae? apa kamu seorang dokter?”
“Aniyo, tapi aku berniat menjadi dokter, kamu bisa berdiri?”
“Ne”
Yuri memapah gadis itu.
Yuri mendobrak salah satu pintu lalu loncat keluar, diikuti oleh gadis itu yang lalu terhuyung-huyung hampir jatuh.
“Tidak apa-apa?” Yuri memeganginya.
“Ne, kamsahamnida”
Dari cahaya yang dipancarkan oleh kereta Yuri dan gadis itu melihat kalau ternyata kereta mereka tertimbun oleh longsoran pintu terowongan. Kereta mereka yang merupakan gerbong terakhir yang satu-satunya terkurung disini.
“Parah”
“Ne, kita perlu memanggil bantuan”
Sekali lagi Yuri mengeluarkan Hpnya, tapi ternyata tidak ada sinyal.
“Sial!”
Gadis itu ikut mengecek ponselnya dan juga tidak menemukan sinyal sebatang pun.
“……………”
“…Aku akan menolong orang-orang yang ada di dalam”
“Aku bantu”
“Kamu tidak apa-apa?”
“Aku hanya sedikit pusing, tapi tidak apa-apa. Im Yoona imnida” ujar gadis itu seraya mengulurkan tangan.
Yuri tersenyum dan menjabatnya, “Kwon Yuri imnida”
“Ayo”
Yoona kembali masuk ke dalam, saat melangkah masuk Yuri sempat berpaling kembali pada longsoran tersebut.
Apa yang akan terjadi pada kita?
Ah tidak, sekarang ini aku tidak boleh memikirkan itu dulu.
Dengan menggunakan senter darurat yang ditemukan di kereta mereka berdua memberikan pertolongan pertama pada orang-orang yang masih hidup. Menarik kain tirai untuk dijadikan perban.
Yuri menyandarkan orang yang terluka cukup parah di kursi dengan hati-hati. Yoona menjadi asistennya.
Akhirnya setelah berusaha dengan gigih, semua orang yang masih selamat sudah diberikan pertolongan pertama.
Dimana-mana terdengar rintihan sakit dan desahan galau.
“Apa kita akan selamat?” tanya Seohyun.
“Kapan bantuan akan datang?” tanya Sunny sambil memeluk lututnya yang tertekuk.
“Taeyeon…” Tiffany menggenggam tangan Taeyeon. Taeyeon meremasnya untuk menenangkan Tiffany.
“Aku akan mencari jalan keluar!” seru Yuri pada semua orang yang ada disitu. “Jika aku berhasil menemukannya, aku pasti akan memanggil bantuan. Aku pasti akan kembali!”
“Oke, kita mengandalkanmu, Yul!” seru Yoona.
Lalu Yuri berjalan ke arah yang berlawanan.
Dia berjalan sekitar seratus meter dengan senter yang menerangi jalannya. Tapi menemukan dengan sia-sia bahwa jalan keluar di seberang sana juga terhalang oleh longsoran yang menutup kemungkinan terakhirnya. Dan masih tidak ada sinyal sedikit pun di HPnya. Yuri mengarahkan Hpnya ke berbagai arah berharap dapat menemukan sinyal walau cuma sebatang, tapi tidak ada.
“Sial!”
“Ukh!”
Mendadak perutnya terasa sakit. Yuri merosot jatuh sambil memegangi perutnya.
“Arghhh!! Uhuk! Hah! hah! hah!”
Terdapat sedikit noda merah di ujung bibirnya. Yuri menyekanya, dia tidak benar-benar melihatnya dalam gelap.
Yuri mengangkat bajunya lalu menyinarinya dengan senter. Dia melihat perutnya berwarna kehitaman.
Apa ini?! Luka dalam?
“Ukh!”
Yuri terhuyung-huyung berdiri.
……………………………………
Yoona menyadari Yuri telah kembali.
“Yul!”
Yoona menghampiri Yuri.
“Gimana?!”
“Percuma…”
Semua orang yang disana menatapnya dengan tatapan seperti putus harapan. Yuri mengambil inisiatif.
“Semuanya dengarkan!”
“Kita terkurung disini, HP juga tidak berfungsi. Kita tidak bisa mengontak luar. Aku mau kita melalui ini bersama. Aku tidak mau ada yang berpikir untuk menyelamatkan dirinya sendiri. Kumpulkan semua makanan dan minuman, lalu kita bagi sama rata!”
“Tunggu dulu!”
“Apa?”
“Kenapa kamu jadi sok mengebos begitu?!” kata Donghae.
Yoona yang merasa kesal dengan perkataan namja itu lalu berkata, “Lalu siapa lagi yang akan memimpin kita? Siapa lagi yang bisa mengobati yang terluka?! Yuri disini tahu cara memberikan pengobatan! Jangan bilang kalau kamu akan membiarkan begitu saja orang yang terluka!”
“A-aku tidak bermaksud…”
Lalu Donghae terdiam.
Yuri berkata, “Semuanya! bala bantuan pasti akan datang! Kita hanya perlu bertahan sampai saat itu. Kita pasti bisa! jangan berhenti berharap!”
……………………………………………
Yoona memberikan jatah minuman masing-masing pada orang yang berjumlah tiga belas orang.
Sunny meneguk airnya pelan-pelan, setelah Yoona menuangkannya.
“Makanan akan diberikan pada jadwal yang sudah ditentukan!” seru Yoona pada mereka semua.
“Kalau ada yang merasa sakit, segera panggil Yuri!”
Semua orang sudah diberi jatah air, lalu Yoona berpaling pada Yuri. Yuri masih mengobati seseorang dengan luka terparah. Yoona tersenyum.
Alangkah baiknya Yuri.
“Kalau ada apa-apa katakan saja” ujar Yuri lembut sambil membantu Minho bersandar.
“Ne”
“Yul”
“Ya?”
Yoona mengangkat gelasnya.
“Oh”
Yuri menerimanya lalu meminum seteguk.
“Bagaimana dengan makanannya?”
“Emm, kita punya beberapa kotak makanan, snack, dan beberapa roti, lalu tujuh botol minuman. Kalau kuperhitungkan, jumlah makanan dan minuman hanya akan bertahan kira-kira 3 hari.”
“……………begitu ya… mudah-mudahan bala bantuan sudah datang sebelum kita kehabisan…”
“Tapi kamu hebat, Yul. Jangan terlalu memaksakan diri, aku tidak mau kalau kau sampai pingsan”
“Ya”
Tiba-tiba terjadi keributan.
“Yah!” seru Sunny.
“Sialan kamu!” ujar Sooyoung.
Donghae melarikan beberapa botol minuman.
“!!”
“Dia mengambil airnya!” seru Yoona ketika menyadari ada keributan apa.
“Tunggu kau!” kata Sooyoung.
Karena panik dan lari terburu-buru namja itu tersandung dan sebotol air tumpah.
“Hah?!!”
Semua yang ada disana terkejut.
Sooyoung sudah hampir memukulnya sebelum Yoona memeganginya dari belakang.
“Hentikan!”
Yuri berjalan ke antara mereka dengan tatapan datar. Yuri mendekat pada namja yang masih jatuh terduduk itu.
“A-apa maumu, leader?!” nadanya terdengar sinis seperti tidak mengakui Yuri. Padahal Yuri sendiri tidak berniat menjadi leader. “Kamu berencana untuk memukulku? Atau bahkan mengikatku? Heh! Lakukan saja semaumu! Toh kita nggak akan selamat! Nggak akan ada yang menolong kita! Ya kan?! kalian semua juga tahu itu kan?!”
“Itu tidak benar, bantuan pasti akan datang” kata Yuri tenang.
“Sialan!” kata Sooyoung.
“Namja itu barusan telah menumpahkan air kita yang berharga!” tambah Sunny.
“Tidak apa-apa”
Yuri berpaling pada Sunny dan Sooyoung. “Yang barusan itu jatahku”
“Apa?”
“Aku tidak akan minum lagi dari sekarang”
Donghae kaget mendengar kata-kata Yuri, awalnya dikira dia akan dimarahi, kemudian dia tertunduk merasa bersalah.
“Karena itu jangan khawatir…”
Yoona memegang pundak Yuri dan tersenyum. Nilai Yuri menjadi naik lagi di mata Yoona.
“Seseorang pukul dia! Aku tidak merasa puas sebelum melihat dia dipukul!” protes Sooyoung.
“Tenang, nanti akan kuhukum dia” kata Yoona, lalu kembali berpaling pada Yuri.
“Tenanglah, aku akan membagi jatahku padamu, Yul”
“Mian… gomawo Yoona…”
“Heh, tidak masalah, kamu kan sahabatku” Yoona menepuk bahunya.
__________________________________________________________________________________________________________________

Hari kedua.
Yuri mengerenyit, perutnya terasa sakit lagi.
“Yul, kau tak apa-apa?”
“Heh apa?”
“Dari tadi kau terus memegangi perutmu, kau sakit?” tanya Yoona khawatir.
“Ohh, aku cuma merasa sedikit lapar saja ahaha”
Yuri tertawa, menyembunyikan fakta bahwa perutnya terluka. Tapi meskipun Yoona tahu sekalipun, dia tidak bisa berbuat apa-apa. Selain itu Yuri tidak ingin membuatnya tambah khawatir.
“Mau makan lagi?”
“Nggak usah, kita tidak tahu kapan bantuan akan datang jadi kita harus berhemat sebisa mungkin.”
Yuri bersandar pada tembok.
“Aku mau tiduran saja untuk menyimpan tenaga”
“…………………”
Yoona memegang pundak Yuri dan membaringkan kepalanya di pahanya.
“Oh?”
“Seenggaknya kamu akan lebih nyaman begini kan?”
Yuri tersenyum lembut. Heran, padahal dia belum lama mengenal Yoona, tapi dia sudah merasakan ikatan yang kuat padanya, seperti saudaranya sendiri.
“Gomawo”
Yuri memejamkan matanya dan membuat dirinya nyaman di pangkuan Yoona.

“Anggg~ lapar… lapar! Laparrrr~!”
“Berisik Sooyoung! hentikan rengekanmu!” kata Sunny ketus.
“Mau lapar ya lapar!”
“Memangnya hanya kamu saja yang lapar?! Semuanya juga!”
“Aku nggak butuh dengar komentarmu, pendek!”
“Shik Shin! Daripada kamu buang-buang energi untuk mengomel lebih baik kamu diam! Suara cemprengmu mengganggu!”
“Ck, kalau di rumah biasanya aku makan sehari delapan kali, tapi sekarang dua kali saja hampir tidak, rasanya mau mati…”
“U-unnie, jangan bicara begitu” gagap Seohyun.
Sooyoung tiba-tiba merampas roti milik Sunny.
“Ah! Yah kau! Kembalikan!”
Sunny berusaha merebut roti itu kembali, tapi dia tidak sampai karena Sooyoung mengangkatnya tinggi-tinggi.
“Weekkk! Makanya jadi orang jangan pendek!”
“Jahat! jahat! jahat! balikin nggak!”
Sunny memukuli Sooyoung yang hampir memakan rotinya.
“U-unnie, sudah hentikan, kalian berdua mengganggu yang lain >_<” ucap Seohyun kewalahan menenangkan mereka berdua.

Dari jauh Yoona melihat kelakuan mereka yang berisik.
"Tidakkah mereka sadar mereka dalam situasi seperti apa…"
"……………….."
“Perlukah kuhentikan mereka?”
“Nah, biarkan saja, bentar lagi juga berhenti” kata Yuri.

Tiffany membelai-belai rambut Taeyeon yang sedang berbaring di pahanya. Mereka bergantian saling meminjamkan pangkuan mereka, kali ini giliran Taeyeon.
“Tiffany…”
“Hmm?”
“Selama ini aku selalu menyembunyikannya tapi sebenarnya aku sayang kamu…” katanya lirih.
“Aku juga sayang kamu, Taeyeon…”
“Tidak Tiffany, perasaanku padamu lebih dari sekedar teman. Aku mencintaimu… dengan perasaan sebagai seorang kekasih…”
Tangannya yang membelai rambut Taeyeon terhenti.
“Kamu… serius Taeyeon…?”
“Aku tidak mungkin bercanda saat kita dalam situasi seperti ini, Tiffany…”
“…………………”
“…………………”
Taeyeon sudah pasrah. Biar saja ditolak, yang penting dia sudah mengatakannya sebelum menyesal nantinya…
Tiffany memeluk kepala Taeyeon.
“Tiffany?”
“Kau tidak tahu betapa berartinya kata-kata itu bagiku, Taeyeon…”
“Aku selalu menunggu… berharap kau juga memiliki perasaan yang sama terhadapku, Taeyeon…”
“…saranghaeyo Tiffany…”
Tiffany merasa matanya berkaca-kaca.
“Nado…”
Taeyeon menyentuh tangan yang memeluk kepalanya dan memejamkan matanya. Menangis air mata bahagia. Setidaknya dia bisa merasakan kebahagiaan menjelang saat-saat terakhir hidupnya.
__________________________________________________________________________________________________________________

Hari ketiga.
Sooyoung duduk bersandar sambil memegangi perutnya yang keroncongan. Karena dia selalu makan banyak, dia yang paling tersiksa saat ini.
“Lee Soon Kyu…”
“Mwo?!” tanya Sunny ketus.
Sunny tidak suka dipanggil dengan nama aslinya. Dia juga masih marah atas kejadian kemarin. Dia berjaga-jaga melindungi makanan terakhirnya.
“Jangan bilang kau mau memaksaku untuk membagi jatah makan terakhirku!”
Sooyoung berpaling menatap Sunny dengan lemah.
“Maafkan sikapku padamu selama ini…”
Sunny tertegun. Sooyoung tidak pernah minta maaf padanya.
“Maaf ya… aku sering meledek dan menindasmu…”
“………………”
“A-aku sudah lupa kok”
Sunny memalingkan wajahnya, tidak mau Sooyoung melihat air matanya yang hampir jatuh. Memang dari awal hubungan mereka selalu saja bertengkar, tidak pernah akur. Tapi entah sejak kapan, Sunny mulai ada rasa sama Sooyoung. Begitu juga dengan Sooyoung. Meskipun perasaan mereka tidak menghentikan mereka dari cekcok.
Sooyoung menggeser tubuhnya mendekat pada Sunny.
“Sunny… mulai sekarang kita baikan ya?”
“Iya…”
Kali ini Sunny menangis. Ragu-ragu Sooyoung mengangkat jarinya untuk menyeka air mata yang indah itu.
“A-ahaha, Sooyoung kamu mau?”
Sunny menyodorkan roti sisanya.
Sooyoung menggeleng walau sebenarnya dia sudah menelan air ludah sejak tadi.
“Tidak, makanlah, kamu kelihatan lesu”
Seohyun yang menyaksikan mereka berdua sejak kemarin-kemarin menjadi terharu melihat hubungan keduanya. Juga merasa iri pada dua yeoja(Taeyeon dan Tiffany) yang saling meminjamkan pangkuannya satu sama lain, mereka terlihat sangat cute… seperti pasangan yang berjanji sehidup semati.

“Tiffany…”
“………………”
Taeyeon mengangkat tangan Tiffany dan mengecup punggung tangan yang halus itu. Tiffany yang berbaring di pangkuan Taeyeon mengamati apa yang dilakukannya.
“Apa yang kau lakukan Taeyeon…?”
“Memberikan energiku padamu…”
“…jangan Taeyeon… kalau kamu berikan energimu padaku nanti kau sendiri kehabisan energi…”
“Selama kau berada di sisiku… aku bisa re-charge energi berulang-ulang…”
Tiffany memperhatikan raut wajah Taeyeon yang kusut, dia jadi tampak lebih kurus. Tapi meski begitu senyumnya tetap menarik di matanya.
Tiffany tersenyum sambil memejamkan matanya, menikmati setiap sensasi disayang oleh sahabat yang sejak dulu sangat dicintainya.
“Silly Taeyeon…”

“Yoona… mian…”
“Wae?”
“Dari kemarin aku terus meminjam pahamu… kamu pasti lelah…”
“Tidak apa, kan aku sendiri yang meminjamkannya padamu…”
“Hahh…”
“………………”
Yoona sedari tadi terus memperhatikan raut wajah Yuri. Hembusan nafas Yuri terdengar seperti hembusan nafas orang sakit demam. Dia meraba kening Yuri, hangat.
“Yul, kau mau minum?”
“Yoona… aku tahu kalau jatah airmu sudah habis sejak kemarin…”
“Aku bisa meminta yang lain…”
“Tapi mereka tidak mengenalmu…”
“Akan kubujuk mereka untuk membaginya sedikit…”
Walau Yoona sendiri sangat tidak yakin mereka akan mau membagi air mereka yang juga tinggal sedikit.
“Tidak usah… aku tidak apa-apa…”
“………………”
Yoona menatap Yuri khawatir.
“Aku sudah menghabiskan jatah airmu… maaf aku benar benar maaf…”
“Tidak usah minta maaf, Yul, kenapa kau terus meminta maaf…”
“Karena aku menyusahkanmu… padahal kita baru saja kenal…”
“Tapi kau telah menolongku, Yul…”
Yoona memeluk kepala Yuri.
“………………”
Yuri terdiam merasakan kehangatan dari yeoja itu. Dia jadi teringat pada seseorang.
Sica… sekarang kau sedang apa…
Aku kangen, aku ingin merasakan pelukanmu…

Dari jauh Seohyun sedari tadi sedang bergantian mengamati Yoona dan Yuri.
Dalam hati dia merasa iba, dari kemarin mereka berdua tidak minum. Dan Seohyun juga sangat tahu alasannya. Semua gara-gara namja egois itu.
Dia melihat Yuri yang terus berbaring di pangkuan Yoona.
Orang itu baik-baik saja? Dari kemarin dia terlihat lemah…
Mudah-mudahan dia baik-baik saja
Ah tahu begini, harusnya tadi aku bagi sedikit airku…
Tapi sudah terlanjur kuhabiskan…
Ah kau bodoh Seohyun! kau egois!
__________________________________________________________________________________________________________________

Seminggu telah berlalu.
Semua orang yang disana sudah terkapar dengan lemah, hanya bisa menatap langit-langit dengan sisa-sisa tenaga. Suasana sangat hening sampai Yuri bisa mendengar suara nafasnya sendiri…
Mata Yuri menatap hampa langit-langit yang gelap. Di sebelahnya ada Yoona yang juga melakukan hal yang sama.
Jessica…
Yuri memegangi perutnya yang luka.
Aku tak sanggup lagi…
Apa aku akan mati disini…?
Padahal… aku bahkan belum sempat memenuhi janjiku pada Jessica…
"Kata dokter satu-satunya cara untuk sembuh hanyalah donor jantung"
"Mereka tidak tahu ada orang di luar sana yang membutuhkannya."
"Jangan khawatir kak, suatu saat pasti akan ada donor yang cocok untuk kakak"

Yuri mengeluarkan memo dari sakunya. Lalu dia menyadari kalau dia tidak membawa pulpen dan dia tidak punya tenaga untuk mengambilnya di tasnya dalam kereta.
“Yoona… kamu punya pulpen?”
“Ne…”
Yoona mengambil dari sakunya lalu memberikannya pada Yuri.
Yuri membuka tutup pulpen lalu mengangkat memo di atasnya dan mulai menulis. Walau tulisannya jelek karena dia sudah hampir tidak sanggup menulis.
Siapapun yang menemukan memo ini
Tolong kabulkan permohonanku
Sumbangkan seluruh organku yang masih sehat kepada yang membutuhkan.
Terutama berikan jantungku pada gadis bernama Jessica Jung.
Lalu Yuri membalik halamannya dan menulis sesuatu untuk Jessica.
Setelah itu memegang memonya di perutnya.
Yoona yang melihat apa yang dilakukan Yuri. Dia sempat membaca halaman pertama tulisan itu.
“Kau memang luar biasa Yul…”
Memo dan pulpennya terlepas dari pegangan tangan Yuri.
“Di saat seperti ini pun kau masih memikirkan orang lain… kau juga memberi harapan pada orang lain…”
“………………”
“Yul…”
“………………”
“Yah, Yul…”
“………………”
Yoona berpaling menatap Yuri. Mata Yuri masih setengah terbuka tapi dia tidak bereaksi terhadap panggilan Yoona. Mata Yoona berkaca-kaca saat mulai menyadarinya.
“Yul… kau mendengarku?”
Kemudian longsoran mulai runtuh dan terdengar suara-suara dari luar yang langsung memunculkan harapan bagi mereka. Regu penyelamat datang!
__________________________________________________________________________________________________________________

Dokter menganjurkan Jessica untuk operasi transplantasi jantung, hanya inilah opsi terakhir untuk keadaannya yang sudah semakin buruk. Apalagi karena sekarang sudah ada pendonor yang telah mendonorkan jantungnya dengan sukarela.
Mendengar itu Krystal merasa mendapat secercah harapan.
"Kak, lebih baik kakak terima saja!"
"Tapi… bagaimana kalau gagal…"
Krystal mempererat genggaman tangannya pada Jessica.
"Tidak akan, kakak harus percaya pasti berhasil!"
"…………………"
"Kakak ingin sembuh kan?! Kalau Yuri ada disini dia juga pasti akan mendorong kakak untuk operasi!"
Akhirnya Jessica menyetujuinya. Dan dimulailah prosedur operasi itu.
…………………………………………..
…………………………………..
…………………………
“Jessica, lulus SMA nanti aku akan ambil jurusan kedokteran”
“Wah, kau akan jadi dokter, Yuri?”
“Ya, supaya aku bisa mengobatimu, menjadi dokter pribadimu, dan kau bisa tenang, karena kau pasti akan kusembuhkan!”
Jessica hanya tersenyum.
“Aku akan menantinya…”

………………………………………….
Jessica membuka matanya. Yang pertama dilihatnya adalah wajah Krystal.
“Syukurlah kak, operasinya sukses”
Krystal menyeka air mata yang mulai membasahi matanya. Tangannya terus menggenggam tangan Jessica.
“…….Yuri mana?”
Krystal langsung terdiam.
Sudah seminggu lebih, Jessica tidak mendengar kabar dari Yuri sejak dia pergi untuk mengikuti ujian masuk itu.
“Dia belum datang?”
Krystal menggeleng.
“Begitu ya…”
Sampai hari dia dioperasi pun Yuri juga tidak menampakkan dirinya. Sms dan telponnya tidak pernah dibalas. Sekarang ini Jessica sudah sadar dari operasinya dan Yuri masih juga tidak datang.
“Mungkin Yuri sudah capek ya… berhubungan dengan gadis sakit seperti aku…”
Memang sewaktu Jessica di rumah sakit, Yuri setiap hari bolak-balik dari rumahnya yang lumayan jauh.
“Kakak…”
Krystal tidak tahu bagaimana menyampaikan berita menyakitkan ini pada kakaknya itu.
“Kecelakaan kereta api dua hari yang lalu akibat longsoran-”
Pip
Krystal buru-buru mematikan TV yang sedang menyiarkan berita tersebut.
“Ayo, kakak harus istirahat” ujar Krystal sambil merapikan selimut Jessica.
Tiga hari kemudian.
“Ini bagus, tubuhnya sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda penolakan” sahut dokter. “Tapi kamu masih tetap harus minum obatnya”
“Baik dokter, akan kuusahakan kakak tetap meminum obatnya”
“…oh ya ngomong-ngomong… siapa orang yang mendonorkan jantungnya padaku?”
“Eh itu… kenapa kakak mau tahu?”
“Penasaran saja… habis katamu Krystal, orang itu menulis namaku secara spesifik dalam wasiatnya, jadi orang itu pasti kenal aku bukan?”
“I-iya”
Plus, sebenarnya entah kenapa aku merasakan keresahan aneh yang tidak dapat kujelaskan…
Dan aku merasa tidak bisa tenang sebelum tahu apa itu…
“Baiklah… sepertinya cepat atau lambat kakak harus tahu…”
“Eh??”
“Dokter, bolehkan?”
“Silakan”
“Ayo, kak”
Krystal mengantar Jessica pergi ke suatu ruangan.
Deg
Apa ini… perasaan resah itu muncul kembali…
Deg
Tiba-tiba Jessica terbayang wajah seseorang. Tiap langkah yang diambil semakin membuatnya merasa sesak.
Deg
Sentakan ganjil di dadanya seperti berusaha mencegahnya mengetahui sesuatu itu…
“Yang mendonorkan jantungnya pada kakak…”
DEG!
Jessica menatap syok pada yeoja berwajah pucat yang terbaring di ranjang itu.
“Yu…ri…?” ucapnya dengan nada gemetar.
Dalam ribuan tahun pun dia sama sekali tidak akan menyangka bahwa pendonornya adalah Yuri. Orang yang sangat dicintainya. Orang yang tidak memberinya kabar selama berminggu-minggu. Orang yang dikiranya sudah bosan akan dirinya.
Sesuatu yang hangat mengalir di pipinya. Barangkali Jessica sudah mempunyai firasat sebab jantung miliknya berdebar lebih keras ketika mengingat gadis itu.
Krystal sudah menangis lebih dulu.
Jessica mengangkat tangannya yang gemetaran, menyentuh pipi Yuri yang dingin.
“Yuri… kau…”
Jessica menggigit bibirnya. Bahkan dalam mimpi terburuknya pun masih jauh lebih baik daripada kenyataan yang dialaminya sekarang.
Daripada melihat keadaannya seperti ini, Jessica lebih memilih Yuri telah bosan dan meninggalkannya. Ya, lebih baik begitu…
Tangannya meremas dadanya, “Kenapa… kenapa kamu?!”
“Kakak…”
“Huwaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!”
Jessica melipat tangannya di atas tubuh Yuri dan menangisi kepergian yeoja itu…
Krystal memeluk punggung Jessica, berharap dapat menyalurkan kekuatan pada kakaknya itu.
Dan setelahnya Jessica baru mengetahui berita tentang kecelakaan Yuri. Itulah alasan mengapa dia tidak pernah mendapat kabar dari Yuri lagi.
__________________________________________________________________________________________________________________


Jessica berlari-lari di pantai kenangannya waktu itu dengan Yuri.
“Hahh! Hahh!”
Yuri…
“Memang untuk sekarang keinginanmu masih mustahil, tapi suatu saat kau pasti akan bisa berlari dengan kakimu sendiri”
“Sekarang aku akan berlari, rasakan baik-baik bagaimana rasanya dan simpan dalam ingatanmu selamanya”
Sekarang aku sudah bisa berlari sendiri…
Dia terus berlari sampai nafasnya terasa sesak. Jessica berhenti sejenak untuk menarik nafas. Lalu menyentuh dadanya.
Dia mulai teringat kembali pada pesan yang dibacanya beberapa waktu yang lalu.
Sentuhlah dadamu…
Bisakah kau merasakan detak jantungku?
Kuharap kau bisa merasakan debaran lembut disana, sebab itulah yang selalu kurasakan terhadapmu.
Selama ini aku selalu menyembunyikannya
Tapi sebenarnya aku menyukaimu Sica
Aku tidak bisa mengatakannya karena takut sakitmu akan kambuh lagi.
Tapi sekarang kau tidak usah khawatir Sica
Sebab apapun yang terjadi hatiku… detak jantungku… selalu hanya untukmu
Jadi jagalah baik-baik hatiku ini ya Sica
Maaf ya kalau aku sering menyakitimu…
Saranghae Sica…
Terima kasih atas semua yang telah kau berikan padaku.
Kenapa?
Setelah semua yang kau berikan padaku… kenapa justru kau harus pergi?!
Air mata yang sejak tadi ditahannya mulai melesak keluar dan tidak dapat dibendung lagi.
Saranghae
Aku bahkan belum sempat mengatakan kata-kata itu padamu!
Jessica mengangkat wajahnya lalu-
“YURIIII AHH SARANGHAEEEEEE!!!”
“I LOVE YOUUUUUUU!!!”
“I REALLY… hiks… REALLY LOVE YOUUUUU!!!”
“Ngomong-ngomong aku tidak melihatmu kemarin”
“Kemarin aku memang tidak berangkat.”

Yuri menarik tangan Jessica hingga bangun.
“Yah tunggu! Kamu mau apa?!”
“Haha yuk kita lari”
Yuri berlari sambil menarik Jessica.
“Aku nggak mau! Lepas!”

“Pergi!”
“Orang sudah berniat baik datang menjenguk…”
“Aku nggak butuh kamu jenguk!”

“Yuri maaf! maafkan aku!”
“Hehe, aku nggak marah kok”

“…rumahmu dimana?”
“Eh?”
“Aku antar…”

Yuri menggendong Jessica di punggungnya
“Yuri? kau mau apa?”
“Pegangan yang kuat dan jangan kaget”

“Sica, boleh aku peluk kamu?”

“Hehe, tiba-tiba aku jadi ingin melihat wajahmu sebentar sebelum ujian”Saat itu… terasa bagai mimpi…
Betapapun aku menginginkannya… hari-hari yang penuh kenangan itu tidak akan pernah bisa kembali…
Yuri…
Jantungmu… yang berdetak bersamaku ini…
Selamanya… hanya akan berdetak untukmu seorang…

*~The End~*

A/N : Bam! di tengah-tengah, genre cerita seperti berubah 😀
Alasan mereka berada dalam satu gerbong yang sama karena kebetulan mereka juga mau mengikuti ujian masuk di kota yang sama. Dan mereka semua yang disitu selamat berkat kepemimpinan Yuri, walau dirinya sendiri tidak…
mudah-mudahan ada yang bilang suka bagian di kereta itu 😀
yak aku cabut dulu karena tampaknya akhir-akhir ini aku telah menjadi player yang telah membuat nangis para readers (mau permen?)
sampai jumpa di cerita selanjutnya~ T_T *ngacir

Advertisements

Comments on: "Hatiku Selalu Hanya Untukmu (Part 2 – End)" (95)

  1. Huuuaaa.. 😥
    Sad ending.. T.T
    aqu mpe mewek.. T.T ;-( 😦
    Gk tw dah mw blg apa.. Pkok’a daebaklah..!!

  2. sedih, thor TAT

  3. yoonaddictsoshi said:

    sad ending.. 😦
    tp keren.

  4. Huaaa sad ending u,u
    Reader nya jadi mewek deh 😥
    Ceritanya sungguh mengharukan author T.T
    Author Jjang !!! FIGHTING !

  5. wlaupun sad ending tpi tetep keren kok..
    Suka bnget sama kata2 yul bwt sica, sederhana tapi melekat.. #eaaaa

    keren ff nya, mantafff thor..haha

  6. yulsic4ever said:

    benar2 mengharukan, mudah2an sica dpt pengganti yuri, gak enak khan kl sndr terus, dan penggantinya yuri ya kembaran yuri bukan yg laen. He he he. Good ff. D tunggu ff yg lainnya ya… Fighting thor

  7. yulsicshipper said:

    waaaah kamarx saya bnjir gara” nih ff…
    Author harap bertanggung jawab

    love this story soo much,,,
    author jjang!!!

  8. Huaaaa 😥
    sedih banget ff nya,
    smpe nangis nih thor,

  9. Huaaaa 😥
    masih berasa sedih banget thor baca neh ff
    author emang jagonya buat ff beginian

  10. huwaaa ,bikin mewek~
    keren banget thorr ff nya.
    biasa nya ga suka sad ending ,tapi gtau knp ini keren banget ! ><

    ditunggu cerita" yg bikin mewek gini an lagi 😉
    hwaiting ^^

  11. ryne#s0ne said:

    ceritanya sedih thor T.T, huhuhu*nangis guling2 di tanah.

    tapi aku paling suka yg bagian taeny, sweet & romantis bgt.

    AUTHOR DAEBAK..
    fighting

    • akhirnya ada jg yg comment selain bagian YulSic wkwkwk XD
      ya TaeNy disini romantic banget, aku jg suka 😀
      ne, kamsahamnida 😀

  12. taetae_fun said:

    huuuuuwaaaaa….
    meweeeek dtengah mlem… TT
    ya,aku ska kbersamaan mrka dikereta.*kecualipasadadonghae
    Gak twu mau ngomen apa lgi..
    pkoknya scra ksluruhan ffnya daebak….

    aku ga mau permen thor,,aku mau locksmith*kaaabuuur sblum diomelin author

  13. @kyungsee said:

    T.T aku nangis -SEKIAN-

  14. Sedih……. T________________________T

  15. haduh… terlalu kau author, sedih banget ceritanya….
    aku ga bisa banyak komen, bener2 terharu….

    btw, kalo sica tau apa yg dilakuin yuri ma yoona, bisa ngamuk tuh anak. wkwkwkwkwk….

    keren ceritanya thor, kutunggu karya selanjutnya. Hwaiting!!!!!!!!!!!!

  16. atikakita said:

    plot di keretanya~ pas kecelakaan terlalu cepet thor .. momen yulsic nya kurang greget ^^

    tapi bagus kok gak ngebosenin! 😀

  17. rasanya pengen aku tendang tu regu penyelamat !!!!!!!
    nyebelin banget !! lama datang!!!
    huuuaaaa yul 😦
    ya ampun so sweet banget 😦
    jantungnya yuri buat sica 😦

  18. huawwaaaaaaaaaaaaaT..T
    ceritanya sedih bgt thor.kasihan yuri T.T

    tapi agak membingungkan yg kejadin dikerata.gak secara mendetail#plak

  19. HUEEEEEH. . . . .
    Knapa jd berpisah dngan sdih bgtu c?
    Hiks hiks. . .
    Sr0oooth!!
    Bgian d kreta yg plg gw suka saat TaeNy jadian.
    Ok lanjutkan.
    L0cksmith tlg di lanjut d0ng. . .

  20. huwaaa…. hiks..hiks..hikss.. srooott…srooottt.. punya tisu?
    unnie… ceritanya bagussss banget.. gomawo udah bikin ff yang sukses bikin aku nangis bombay..
    emang,adegan yang di kereta itu heroik banget… (apalagi yang scenenya taeny :P) kayak di pilem-pilem..
    hiks.. hikss.. hikss.. sedih.. kasian sica.. kasian yuri.. kasian saya.. (yang terakhir mungkin tidak perlu dikasihani tapi dikasih-uang aja :P)
    unnie daebak!
    lanjutkan!! smangat smangat!!!

    • wkwkwk kupinjamkan pundakku sini, halah XD
      haha akhirnya ada jg yg bilang begitu 😀 memang aku plng suka adegan di kereta
      kamsahamnida^^

  21. huAaaaaa……hiks2……author tega 😥
    lanjut thor hehe..

  22. 5x lebih air dr matku turun tanpa henti . . .endingnya!!!Astaghfirllahnyedihin bgt!!!!keren thor. . …thor q request Yoonstal am Kryber dunk . ..

  23. qu gk nyangka bklan sad ending…..
    mpe mewek bcanya….. qu ska yg bagian TaeNy so sweeet……..
    gk taw mo ngmong palagi, keren dah pokonya……….

  24. huaa tragis banget 😦
    thor kau tega memisahkan yulsic …
    Cerita.a bagus ,sad ending yg mengharukan bagus thor !!

  25. Ah ! You make me cry 😥
    Updtae soon 😦

  26. Kungttadadak said:

    Aaaaaa nangis thorrrr nangissss Yuri baik banget aaaaa jessicaaaaa TwT nice ff!!!!! Hwaitingggggg

  27. sumpah aku nangis ya baca ini
    segitunya pengorbanan cinta yuri buat jessica
    huah nangis

    mantap dah pokoknya

  28. lulu amanda said:

    hiks..hiks….
    aduh sumpah y..
    ni cerita bagus n sedih abes……
    1 yg bisa ku ambil, yaitu katakan apa yg bisa kw katakan sekarang, karna hari esok blm tentu ada…

    huu..
    author nya hobi x ya bikin nangis….
    terus berkarya……!!!!

  29. ahh baru bisa komen maaf
    author sumpahh sedih banget ceritanya
    ahh yuri baik banget,
    knp yuri bisa sakit??
    ditunggu ff selanjutnya 🙂

  30. Youngie_bunny said:

    Hiks sedih bngt ceritanya keren” T.T
    author daebak !

  31. ceritanya bagus , aku jg mewek tau :(:(
    ah km …

  32. hah? sedih banget sih???
    malem2 baca ginian. bikin galau deh…

    cimon, yang kata-kata terakhirnya itu yang paling ngena. sedih banget bacanya.. trus moment-moment yang di copas pas ending itu juga pas sekali. jadi nambah kesan flashback, bikin tambah galau. keren. daebak lah pokoknya.

  33. huaaaaaaaa sampe bercucuran air mata ih ane bacanya T________T
    sica baby~ yang sabar ya!
    kwon seobangmu pasti akan selalu berada di dalam hati eh jantungmu T___T

  34. MeeYoon said:

    aigoo thor, kau sudah berhasil menyiksa pasangan duo maknae (yoonhyun) , skrg kau menyiksa yulsic shiper.. T^T *tears*

  35. ya awoohhhh sedih na T.T

    makin cinta mati aq ma yulsic
    bah ga ada mati na tu yulsic…jjaaaanggggg

    lope lope lope

    10000 jmpol wat author nya…hahaha

  36. abis baca ini
    jadi sakit perut aku (apa hubungannya?)
    wkakakakak
    bagus thor
    sad ending
    i love it
    wkakakak

  37. Dwi ratna said:

    Ga sengaja nemu ff ini Author sukses bikin aku nangis
    hiks..hikss..huaaaaaaa!!!
    No comment dah,, daebakk !!
    Btw moment yoonseo@ kurg tuhh hhe

  38. ingrit tobe said:

    ff nya ga sengaja ditemuin daaaan hasilnya kereeeeen bgt!!
    aku sampe nangis bacanya haha
    daebak bgt deh authornyaa!!

  39. *seka airmata
    wuaaaa, mama…. author nya bikin cerita sedih. wuuaaaaa……
    terharu cuiy!!!
    hiks hiks hiks

  40. royalsoosunatic said:

    ada yg jual tissue?
    aku ga tau hrus komen apa thor..suerrr ini seding bgt..malem2 aku dibikin nangis sama ff-mu huaaaaaaaaaa T________T

  41. yah, thor kok kayanya ceritanya yulsic sad ending terus ya ? kasian dong thor..

  42. Keren T.T

  43. thor boleh tanya gak???
    kenapa sih setiap FF-nya YulSic pasti ad adegan matinya???
    di FF “If There Is No Tomorrow” Jessica yang mati…
    di FF ini Yuri nya yang mati…
    kok jadi merasa kematian mereka berdua jadi dekat ya…
    nanti coba buat yang happy ending dong thor…
    jadi ndak sedih tuh reader yang baca FF…

  44. gila thor…. gw bca ni ff smbil dnger lgu closer.a taeyeon, ngena bgd….
    huaaaaaaaa yulllllllll T_T…… keren thor… smpe brkaca” gw jd.a.

  45. Baca ulang~~~ cerita’a tetap mengharukan…

    thor, itu bagian yang di kereta dari angel beats ya? *baru nyadar

  46. hiiiii, i’m new reader,,,,,,
    sediiiihhhhhh bgt…..
    nangisssssss bombay….
    yulsicccc JJang….
    sukaaaaa bgt ama yulsic…
    klo bisa bikin lg ff yg happy end chinguuu….
    gomawo…..

  47. mirip ama cerita anime–”

    tapi, keren kok thor 🙂

  48. kayak cerita novel dan anime ‘angel beast’!
    part awal itu seperti harapan yuzuru buat bisa kenal dengan kanade!
    terus part terakhir masa lalu yuzuru yang diceritain di animenya maupun di novelnya. dipart ini juga diceritain gimana kehidupan setelah kanade atau jesica operasi!!!
    keren kak! nonton sama baca, tetap sedih T_T !

  49. dirgaYul said:

    Biar bca brulg2 ttep aj bkin sdih.. Huhuhuu TT_TT

  50. oh ternyata yg donorin jntung itu Yuri toh…
    aq ska pas bagian di kretanya,,kliatan Yuri distu jdi penyelamat smua orng to knapa dy ga slamat hiks hiks..

  51. Huaaaaa… *nangis bombay dh gw baca niy ff. Smph gw trharu bgt 😥
    DAEBAK THOR…

  52. LoveTaeTae said:

    Sedihh bgt ceritanyaa..
    Huwaaaa T.T
    *di pukpuk tiffany*

  53. Ckyhyun said:

    Huaa yulsic ga brsma hix. Yul smg kau bhgia dsna.

  54. Junior Kwon said:

    Selain genius seirang yul adalah org yg berhati malaikat rela mendonorkan jantungnya untuk jessica..

  55. Kebaca deh endingnya 😀
    Jadi ingat anime angel beats.
    Perpaduannya keren dan gk yngka bakal pindah setting di gerbong

  56. Aishhh, perasaan dari tadi bersemayam di WP ini dapatnya sad ending semua 😦
    Gerem aku ngeliat kak Maifate. Kan kasihan sih unnie. Lagi lagi Yuri unnie, nyesek bacanya…..
    Tadi Aku No Futago, sekarang ini. Apa nggak ada pairing Yulsic unnie yang ber-episode yang berakhir dengan sangat” bahagia, yang mereka bersatu selamanya ?
    Ini cerita nyesek amat….
    Padahal awalnya udah manis 😦
    Malam” gini mewek gara” baca ff sad ending mulu 😥
    Haisshh, kak Author, dijudul manakah aku dapat melihat YulSic unnie berbahagia ????

    • Hahaha bukannya dah baca ff Loveless, I Hate You But I Love You, You Know That You Want Me, Secret of the Twin Sister, If There is no Tomorrow
      Itu semua kan happy ending 😛

      • Loveless kan harus ngorbanin Krystal unnie juga kak
        I Hate You But I Love You sama You Know That You Want Me bukannya itu nggak ber-episode ? Maunya yang ber-episode kak *kenak gampar
        Secret of the Twin Sister, masa mereka bagi dua. Tapi itu bolehlah bolehlah 😀 Soalnya aku juga sayang sama Yoong unnie XD
        If There is no Tommorow ?? Yang ini belum pernah baca kak. Tapi karna kakak bilang happy ending. Oklah, aku terbang kesana XD Bye kak Maifate 😀

      • Tp Krystal bukan tokoh utamanya 😛

      • Ya udah, terserah kaka deh. Kakak kan Dewanya XD

  57. Ceritanya bagus…
    Bikin sedih pas ending.. tapi yulsic tetap bersatu…

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: