~Thank you for your comments~

Can’t you feel my heart beat?

Jessica’s POV

Waktu sudah semakin mendekati jam masuk.
Aku melangkah menuju ruang kelas 2-2
Ini adalah hari keduaku menginjak kelas dua SMA. Saat aku sudah berdiri di depan kelas tiba-tiba terdengar derap langkah sepatu di lorong.
Drap drap drap
Belum sempat aku berbalik untuk melihatnya, sudah ada seseorang berdiri di belakangku.
“Safe!” teriaknya di dekat telingaku.
Deg
Aku segera mengurut dada.
Aku tidak suka dia mengagetkanku seperti ini!
Ya… karena hal yang mengagetkanku sedikit saja akan bisa berakibat fatal…
Rasanya aku langsung sudah tidak menyukainya siapapun dia.
Grr
Lalu aku menoleh pada orang itu untuk melihat wajahnya sekilas.
Aku tidak mengenali wajahnya. Rasanya aku baru melihatnya. Dia juga murid di kelas ini ya?
Lalu setelah itu aku buang muka.
……………………………………
Apaan nih cewek, belum kenal juga dia sudah buang muka.
Tampang memang manis tapi sikapnya menyebalkan sekali!
Apa dia marah karena kaget? Heh, aku kan nggak sengaja!
………………………………………
Yang mengejutkan, ternyata kursi kosong di sebelah Jessica adalah tempat duduk Yuri.
Cih! ternyata aku duduk sama dia.
Tapi memang sudah tidak ada kursi lain yang kosong.
Yuri mengeluarkan buku pelajarannya dari dalam tas dengan santai.
Jessica malas bicara sama Yuri, tapi dia tidak bisa menahan dirinya untuk tidak bertanya.
“Ngomong-ngomong aku tidak melihatmu kemarin”
“Kemarin aku memang tidak berangkat.”
“Kau bolos di hari pertama ajaran baru?” tanya Jessica tidak percaya.
“Yup, habis membosankan sih”
Aku benci tipe orang seenak perut macam dia.
Suka bolos dan telat. Pasti dia tidak pintar!
Begitu anggapan Jessica. Memang setiap pelajaran Yuri terlihat tidak serius.
Entah dia menguap atau melamun. Seperti hanya raganya saja yang berada di tempat, sementara pikirannya melayang entah kemana.
Tapi saat nilai ulangan dibagikan.
Jessica melirik ke nilai Yuri yang baru saja dibagikan.
100
Sempurna.
Tidak mungkin, aku saja hanya dapat 97!
“Kau pasti belajar sangat keras” ucapnya datar.
“Buat apa belajar”
“Maksudmu, kamu sama sekali tidak belajar begitu? Tapi nilaimu bagus”
“Ah iya, aku memang tipe yang tidak perlu belajar tapi bisa dapat nilai bagus”
Bagi Jessica yang belajar keras untuk mendapatkan nilai bagus, kata-kata Yuri terdengar sangat provokatif.
“Oh ya? bagus dong”, tapi sebenarnya Jessica merasa marah saat mengucapkannya, tanpa disadari tangannya meremas kertas ulangannya.
…………………………………………
“Ada yang bisa jawab soal ini?”
Soal bahasa inggris.
Jessica mengangkat tangan dengan tenang, memang tidak banyak yang bisa berbahasa inggris di kelas mereka, tapi tiba-tiba didahului oleh Yuri yang berdiri tiba-tiba.
“Saya!” serunya.
Dan karena hanya ada mereka berdua maka mereka saling bertatapan. Ada percikan listrik di kedua mata mereka.
“Kwon Yuri, silakan”
Yuri berjalan maju dengan penuh percaya diri dan mengerjakan soal di papan tulis dengan mudah. Lalu ia tersenyum menang.
Kenapa dia bisa begitu pintar? Katanya dia tidak belajar? Dan sewaktu di kelas dia tidak pernah terlihat memperhatikan sewaktu Guru mengajar.
Biasanya dia menulis-nulis sesuatu, entah apa itu, yang jelas bukan pelajaran. Barangkali puisi atau cerpen.
Jessica ternyata adalah tipe yang tidak mau mengalah. Entah kenapa hanya kepada Yuri dia tidak mau kalah.
Hari-hari mereka berlanjut dengan persaingan nilai dan menjawab soal. Sampai seisi kelas sudah hapal, karena tiap kali yang menjawab soal selalu saja mereka. Dan mereka semua tahu bahwa hubungan mereka sangat buruk.
Jessica sangat membenci Yuri sejak insiden kesan pertama itu. Apalagi menurutnya Yuri terlalu sok.
Aku harus berusaha lebih keras lagi! aku tidak boleh ketiduran di kelas!
Jessica memasang wajah serius. Matanya tertuju pada Guru yang sedang menerangkan. Telinganya dipasang baik-baik. Dia bahkan sampai menyelipkan rambut yang menghalangi telinganya.
Lima belas menit kemudian.
“………………..”
Tapi tampaknya jam tidur biologisnya membuatnya tidak bisa menahan kantuk. Apalagi penjelasan Guru terdengar seperti alunan lagu nina bobok di telinganya.
Aku akan tutup mata sebentar, sebentar saja…
Yuri sedang asyik memikirkan puisi yang akan ditulis berikutnya. Lalu dia melirik Jessica sekilas dan tersenyum sendiri.
Hehe, hari ini dia tidur di kelas lagi.
Rasanya hampir tiap hari Yuri tidak pernah melihat Jessica absen dari tidur di kelas. Dan Yuri sering curi-curi pandang wajahnya yang lagi tidur.
Manis sekali, jadi ingin colek pipinya! >_<
Ugh, tahan Yuri, mikir apa kau!
_____________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Jam olahraga.
Jessica mengamati teman-temannya yang sedang beraktifitas.
Ah… aku juga ingin bisa berlari-lari dengan bebas seperti mereka…
Yuri melihat Jessica sedang duduk di tepi menyendiri.
“Yah, kenapa kamu nggak ikut pelajaran olahraga?”
“Peduli apa” Jessica buang muka.
“Heh, padahal kau ini murid teladan, tapi kenapa kau nggak pernah ikut pelajaran olahraga.”
Jessica yang mendengar omongan Yuri menjadi kesal.
Dasar bodoh, aku bukannya tidak mau, tapi aku tidak bisa!
Ingin dia bisa meneriakkan itu padanya, tapi dia lebih memilih memendamnya.
“Kalau kau nggak pernah olahraga, nanti tubuhmu jadi gampang sakit lho”
Yuri menarik tangan Jessica hingga bangun.
“Yah tunggu! Kamu mau apa?!”
“Haha yuk kita lari”
Yuri berlari sambil menarik Jessica.
“Aku nggak mau! Lepas!”
Jessica berusaha melepaskan tangan Yuri dengan sia-sia. Pegangannya terlalu kencang.
“Ayolah, cuma lari sedikit juga”
“Tapi aku! Hahh….! Hahh….!”
Yuri berhenti berlari.
“Payah, cuma segini saja kau sudah kecapekan. Kamu lemah amat” Yuri tersenyum mengejek. Tapi senyumnya lenyap ketika melihat ekspresi kesakitan di wajah Jessica, dia menebah dadanya dan nafasnya tersengal-sengal.
“Yah… kau kenapa?” Yuri memegang bahu Jessica.
“Kwon Yuri!”
Hyoyeon berjalan ke arahnya.
“Heh?”
PLAK!
Yuri tidak mengerti kenapa tiba-tiba dia ditampar, sampai Hyoyeon berteriak.
“Apa yang kau lakukan?! Kenapa kau malah memaksa Jessica seperti itu?!”
“Apanya?” tanya Yuri sambil mengusap pipinya yang sakit.
“Jessica itu sakit! Makanya dia tidak boleh olahraga!”
Yuri tertegun. Hyoyeon segera menghampiri Jessica.
“Kamu nggak apa-apa, Jes?”
“Tenang, tarik nafas dalam-dalam. Minum obatnya, kau bawa kan?”
Yuri bertanya-tanya dalam hati.
Sakit? Sakit apa? asma?
_____________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Karena khawatir, Yuri datang ke UKS untuk menengok keadaan Jessica.
Jessica melihat Yuri masuk ke ruangannya. Dia langsung membalikkan badan.
“Pergi!”
“Yah, sori deh, aku kan nggak tahu kalau kamu sakit”
“Pergi!”
“Orang sudah berniat baik datang menjenguk…”
“Aku nggak butuh kamu jenguk!”
Rasanya Jessica jadi tambah membenci Yuri. Apalagi Yuri barusan sudah membahayakan nyawanya. Dia melempar apa yang bisa diraihnya.
Bletak!
“Aww!”
Yuri tertunduk sambil memegangi dahinya yang terkena timpuk jambangan plastik barusan. Saat dia menyingkirkan tangannya, ada warna merah mengalir di dahinya. Darah.
“!!”
“Begitu ya… maaf kalau aku mengganggu” Yuri tersenyum, tapi senyumnya lebih terlihat seperti… terluka
Yuri memungut vas itu kemudian meletakkannya di meja terdekat, lalu setelah membungkuk pada Jessica sekali dia keluar.
“Yu-yuri…”
Pintu sudah tertutup, Yuri tidak mendengar Jessica memanggilnya. Suaranya terlalu kecil.
Jessica merasa sangat menyesal telah mengasari Yuri seperti itu.
Apa yang kau lakukan, Jessica Jung?! kenapa kau mengasari Yuri seperti itu?!
Aku harus minta maaf padanya nanti…
Sepulang sekolah, Jessica berdiri cukup jauh dari sekolah. Matanya dengan gelisah mengamati murid-murid yang keluar dari gerbang sekolah. Belum ada tanda-tanda Yuri keluar dari sana.
Tadinya dia ingin langsung pulang begitu saja, tapi hati kecilnya menyetopnya untuk meminta maaf pada Yuri.
Sekolah sudah mulai sepi. Yuri belum keluar juga.
Oh benar juga, Yuri kan mendapat giliran membersihkan kelas hari ini…
Apa pulang saja ya?
Jessica geleng-geleng.
Tidak! aku kan sudah menunggunya, aku tidak boleh pulang sebelum minta maaf!
Jessica melihat Yuri keluar dari gerbang.
Tapi dia malah tidak bisa menggerakkan kakinya untuk mendekati Yuri.
Uh, ayolah minta maaf Jessica!
Apa susahnya sih?
Saat Jessica sedang berkutat dengan pikirannya sendiri, terdengar suara seseorang.
"Lagi apa neng?"
"eh?"
Jessica baru sadar kalau dia dikelilingi tiga orang namja.
"Lagi nunggu cowokmu?"
Uh, tipikal, kesal Jessica dalam hati. Memangnya mereka tidak punya kerjaan lain selain mengganggu cewek?
Jessica paling malas menghadapi orang-orang macam ini.
"Jangan ganggu aku"
Jessica harap mereka segera pergi, supaya dengan begitu dia bisa mendekati Yuri. Tapi keinginannya jauh dari harapan.
"Cewek sombong!"
"Bro, kita kerjai saja ni cewek"
Mereka menyeret Jessica ke gang sepi. Jessica hampir membuka mulutnya untuk berteriak. Tapi salah satu namja itu membekap mulutnya.
Yuri! Tolong!
Yuri membelakanginya, dia tidak melihat sama sekali. Jessica melihat gadis itu berjalan makin menjauh.
"Hmmh! hmmh!" Jessica berusaha memanggilnya.
Tampaknya Yuri tetap tidak menyadarinya, dia berbelok ke tikungan disana.
Yuri!
Jessica sudah hampir menangis.
Di gang yang sepi, mereka tertawa-tawa melihat Jessica yang ketakutan karena terkepung.
"Nah, sebaiknya kita apain ya" namja itu tertawa mesum.
"Jangannn…"
Kedua namja itu memegangi Jessica, sementara satu orang lagi mulai membuka bajunya.
Jessica memejamkan matanya rapat-rapat, merasa tidak berdaya.
Yuri…
Buk!
Tiba-tiba namja yang kurang ajar itu pingsan.
"Mwo?!"
Di belakangnya tegak seorang yeoja, tangannya memegang sebuah balok kayu yang barusan dia gunakan untuk memukul namja itu.
"!!"
"Kurang ajar!"
Yuri memukuli kedua namja yang mencoba menyerangnya. Melihat mereka berdua sudah pingsan, Yuri membuang balok kayu itu lalu berpaling pada Jessica.
“Jessica…”
“Yu-yuri…”
Jessica memandang tidak percaya kalau Yuri yang telah menolongnya.
Kenapa? bukannya dia tidak melihatku?
"Engg… tadi entah kenapa aku merasa seperti ada yang berteriak minta tolong sama aku, jadinya aku buru-buru kesini, dan aku melihatmu sedang kesusahan jadi…"
Dia… merasakannya? saat aku meminta tolong…
"Syukurlah mereka belum sempat berbuat macam-macam sama ka-"
“Yuriiiiii!”
Jessica segera ke pelukan Yuri. Yuri langsung memeluk Jessica erat-erat.
“Yuri maaf! maafkan aku!”
Yuri tersenyum lembut.
"Hehe, aku nggak marah kok"
Jessica merengek-rengek seperti anak kecil sambil meremas bajunya.
Manisnya…
“Sica…”
“?”
Yuri memegang pundak Jessica. Menatap lembut mata Jessica. Lalu dia mencium bibir Jessica sebelum dia sempat berpikir.
Mata Jessica membulat. Sama sekali tidak mengantisipasi ini.
Dicium? Dicium Yuri?!
DEG!
Setelah beberapa detik Yuri melepaskan ciumannya, Jessica langsung merosot ke lantai.
“?”
Tangannya menebah dadanya.
“Sica?”
“Hahh…!! Hahh…!!”
Raut wajahnya menyiratkan kesakitan.
“Sica!?”
Yuri memegang pundak gadis itu.
“Sica bertahanlah!”
“Yu-yuri… tolong… ambilkan botol di tasku…”
Dengan sedikit tergesa-gesa Yuri merogoh tas Jessica, mencari botol yang dimaksud.
“Ini?!”
Jessica mengangguk lemah. Yuri membantu membuka botol itu dan meminumkan obat itu. Setelah beberapa saat Jessica mulai tenang kembali.
Seperti untuk menjawab pertanyaan Yuri, Jessica berkata.
“Ya, aku punya penyakit jantung bawaan…”
Yuri merasa menyesal, dia telah salah persepsi. Mengira penyakit yang diderita oleh Jessica adalah asma.
“Mianhae Sica…”
Jessica menggeleng.
“Itu bukan salahmu, kau hanya tidak tahu”
"……………….."
"Yuri… terima kasih kau sudah menolongku… maaf, aku-"
Tanpa berkata apa-apa, Yuri menggendong Jessica di punggungnya.
"Kyaa?"
"…rumahmu dimana?"
"Eh?"
"Aku antar…"
Jessica merasa hatinya hangat. Lalu dia menunjukkan arah rumahnya. Dia tidak peduli meski orang-orang pada melihat ke arah mereka.
Jessica memeluk leher Yuri dan menyandarkan kepalanya di bahu Yuri.

Yang dia inginkan hanyalah berada dalam gendongan Yuri lebih lama lagi.
Yuri sendiri merasa malu menggendong Jessica seperti ini. Tapi dia juga tidak ingin melepaskannya. Selama perjalanan jantungnya terus berdebar-debar. Bukan debaran yang menyiksa, melainkan debaran yang sangat nyaman.
Aku…
Sepertinya aku jatuh cinta pada Jessica Jung.

Advertisements

Comments on: "Hatiku Selalu Hanya Untukmu (Part 1)" (51)

  1. SAYA PERTAMAX!!!! YAHOO!!!

    yul sings : i can feel your heart beat!! i cant feel your heart beat!!

    Aku suka ceritanya…. Ahh.. abis liat video yulsic live in paris.. baca ff ini… ooohh!!
    rasanya hatik bagai tertumpah air panas… angett… bhahahahahaa…
    Yuri pinter yaah… 100 sempurna amat tuh nilai..
    padahal gak sepenuhnya hidup di kelas.. kereen…
    Sica jantungan??
    pasti gak enak… langsung pingsan aja abis di cium Yuri…

    #prayforSica

    SEMANGAT AUTHOR!!!!!!!!! 😀

  2. taetae_fun said:

    adakah lnjutannya thor,,,ato cma one shot??

    Kasian jga sicanya,pnyakitnya kmbuh waktu dcium yuri…

    locksmith dtunggu loh thor..

  3. mantab……segera update locksmithnya ya ^_~

  4. Yul the hero… 😀
    pngen kyk yul, bsa dpt nilai smpurna..,, 🙂
    sica skit jntung? :O
    bruan lnjutkan…

  5. huaaaa~ i need sequel, thor D:

  6. Ahh ..
    Yul So sweet bner xD
    Gendong” segala 😀
    Update soon ya thor 🙂

  7. siLent_Reader said:

    sik asik ceritanya .
    yulsic bertaburan dimana-mana . hahaha

    ada kelanjutannya kan thor ?
    lanjutin dah jgn lupa ..

    oh ya locksmith jgn lupa lanjutin juga yaa 🙂

  8. Wah mangtap thor, btw ini end pa tbc?

  9. waduh.. sica bru dicium yuri aj udak sesak nafas, apalagi …. bkalah hilang tu nafas..haha

    dtnggu klanjutannya..

  10. huwwahhh… akhirnya unnie update juga…
    hhuufftt….. alhamdulillah yahhh.. sesuatu(demam syahroni,eh syahrini..)
    ini selingannya asik unnie.. tapi ituw ada kelanjutannya kan?
    koq tumben abang TBC ga mau nongol.. hehehe..
    judulnya juga kaya’ lagu aja unnie, hehe tapi co cweet juga deh,,
    apalagi castnya yulsic… wushh..wushh..wusshh.. yang lain mah lewat! kecuali taeny! wkwkwk
    smangat unnie!!
    fighting!!

  11. oiya,, hampir lupa ngasih tau? unnie pernah nonton film yes or no ga? film thailand tuh.. bagus lho! mungkin bisa dijadiin inspirasi buat ff selanjutnya! 🙂

  12. aku suka..

    hehe..new reader nih:)

    slm knl thor..:D

    msih berlanjutkan ?

  13. wooo ,yulsic~
    yuri pinter banget + keren + pemberani .
    keren nih ceritanya .
    btw ,ini masih berlanjut kan ? semoga

    update soon~
    hwaiting ^^

  14. wwwwaaaahhh. yulsic,….

    cute juga. emang dasar tuh si yuri, maen teriak2 aja. hahaha. cimon, kesian banget sih jessica sakit gitu?

  15. yoonaddictsoshi said:

    untg ad yul, jd selamet dh sica dari namja gaje2 it.ayo tor, lanjut..

  16. atikakita said:

    okee belum selesai ya thor kekeke 😀

    ditunggu lanjutanya … pemilihan katanya bagus thor … enak pas bacanya~

    eh btw thor kalo mau minta PASSWORD gimana ya? :O

  17. hhhuuhhh so sweeet…..!!!!!!!
    Mau donk digendong yul, ditabok sica heheheheee……
    Annyeong thor qu reader bru…

  18. hebat yuri gak belajar pinter kalo bandingin ma ak belajar ja nilai pas”
    otaknya terbuat dari apa…
    hah jessica kena penyakit jantung yahhh
    kyaknya ini TBC ya author
    saya new reader salam kenal
    maaf baru komen di ff ini
    ditunggu ff selanjutnya
    semangat chingu

  19. Kungttadadak said:

    Aaaaa sica imut bangetttt update soon thor,suka banget sama ff ini hehe hwaiting!

  20. Wua…h paling demen kalo yul jd hero nya sica
    #haseeek

  21. aw aw so sweet dari benci jadi cinta hiihihihihihi

    sesuatu deh hahahaha
    bagus bagus nih ff nya
    tapi tetap menunggu locksmith mu

    semangat dah

  22. @kyungsee said:

    Eh?? ini nyambung sama yg barusan aku baca? ==” berarti aku bacanya kebalik dong ya!

  23. sica dicium yuri langsung lemes gitu.wkwkw

  24. yulsic. .yulsic!!!
    aku suka banget.
    so sweet pas yuri nolongin sica.
    tapi kasian sicanya ada penyakit jantung 😦

  25. Hahaha!
    YulSic lagi!!
    Lanjut ah!

  26. keren niy cerita baru Yulsic .. . oke, ,,q lanjut baca yg part 2. . . .Locksmithnya dlanjutin jg ya thor. . . .
    FIGHTING!!!!

  27. mesra.a pasangan yulsic …
    maen gendongan 😀
    jd kepengen d’gendong yuri hahaha #plakk

  28. ahhh !! kasian sica punya penyakitt :((

  29. YULSIC…The Best Lovers… !!!
    Author…Fighting!!!

  30. Annyeong author reader baru nihhh 😀 mungkin ga baru baru amat karena udh pernah baca + komen di bbrp FF sebelumnya ^^ ceritanya keren,romantis,feel nya dapet bangett!! Aku suka sama sifatnya yuri yg pemaaf dan romantis ke jessica^^ ngomong2 aku mau baca FF locksmith,tp ada yg di protect . Aku boleh mntPW nya ga??? Nomor hp ku ini

  31. royalsoosunatic said:

    benci jd cinta nih. sicca awalnya ga suka sama yul eh malah jd suka. kasian bgt tuh jessica thor..moga dia cepet sembuh deh..

  32. Yulsic~ bagus ceritanya~ 😀 yurinya keren banget ya,bisa pinter kayak gitu!! Tapi,sica-nya kesianT.T

  33. oowh Yuri daebak,,ga bljar tp nilai cepe salut dah
    hemptt untung Sica blom diapa2in,, Yul mmng super hero nya Sica ..

  34. Co cwittttt~~~ ^o^

  35. Ckyhyun said:

    Ahh sweet bgt yuri. Trs dia genius ya, ga prnh bljr aja dpt nilai smpurna. uh daebak!

  36. Junior Kwon said:

    Wahh iri sama kegeniusan yul coba gue bsa segenius yul… #menghayal plaaakkk

  37. Ih, gambarnya cucok benjol 😀
    Unnie Maifate keren deh bisa buat gambar kayak gitu (y)

    Aku harap Jessica nggak pergi. Aku harap mereka bahagia. Ayolah kak……
    Amiiinnnn

  38. Manisnya yulsic… seneng banget deh bacanya…
    Trims author

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: