~Thank you for your comments~

Crimson Sacrifice (part 2)

A/N : Genre angst. Cerita ini hanya fiksi dan juga mitosnya.

Seohyun’s POV

Sudah lama aku pacaran dengan Yoona unnie. Seorang yeoja tomboi.
Aku sendiri termasuk yeoja yang cuek atau mungkin gampangan. Karena waktu Yoona unnie berkata.
“Seohyunnie, mau gak jadi cewekku?” kata Yoona unnie sambil duduk di atas motor dengan gaya yang keren. Senyumnya yang menampilkan sebaris deretan giginya terlihat menawan.
Tidak tahu kenapa aku langsung mengiyakan.
Aku tidak tahu apakah Yoona unnie serius padaku atau tidak. Tapi dia setiap hari selalu mengantar jemput aku dengan motornya.
“Sampai besok” serunya lalu segera meluncur pergi bagai angin.
Padahal jarak rumahnya dekat dengan sekolah dan jarak rumahku ke sekolah malah jauh, tapi dia tetap setia melakukannya. Kalau melihat Yoona unnie yang seperti itu, tidak salah kan kalau aku menganggapnya serius?
Mula-mula aku cuma terpesona sesaat oleh gayanya dan wajahnya yang penuh senyum. Lalu aku berpikir mungkin tidak jelek juga pacaran dengannya, karena tiap hari dia mengantarku dan mentraktirku. Wah loyal banget.
Dia juga rajin ngapel ke kelasku, padahal aku adik kelasnya. Dan dia selalu senyum-senyum tiap berada di sampingku.
Meski sudah pacaran. Dia tidak pernah berlaku kurang ajar padaku. Tidak pernah mencoba menciumku, memegang tanganku saja dia seperti segan. Tidak juga cemburu ketika aku dekat-dekat sama namja atau yeoja lain.
Dia juga memuji rambutku. Katanya rambut hitamku mengkilap dan lembut. Dia juga menyadari hal-hal kecil yang terjadi padaku. Seperti perubahan moodku, juga kalau aku memotong sedikit rambutku.
Rasanya perlahan-lahan aku jadi tertarik sama perhatiannya.
Dan anehnya aku sendiri yang malah cemburu ketika Yoona unnie dekat sama yeoja lain.
“Mianhae, Hyunnie! aku gak ada maksud ngedeketin dia kok, aku cuma mau pinjam catatannya. Sumpah!”
“Huh kalau mau pinjam kan gak usah sampai traktir dia segala!” aku merenggut sebal.
Tapi Yoona unnie malah senyum-senyum menanggapi amarahku.
“Ngapain senyum-senyum?!”
“Habis, aku seneng banget dicemburuin kamu”
Aku menginjak kakinya dengan sengit. Tapi bukannya mengaduh Yoona unnie malah mendesah dengan mesra. “Lagi dong”
“Iihh” aku meninggalkannya dengan gemas.
Tapi harus kuakui, aku memang cemburu. Apa ini berarti aku mulai suka sama yeoja tomboy ini? Ah tidak tidak, pikirku sambil menggeleng. Sejak kapan aku mulai serong?
Tapi… kalau hanya suka saja gak masalah kan?
Lalu Yoona unnie mentraktirku ramen di kantin sebagai permintaan maafnya. Tapi bukannya biasanya juga dia yang selalu mentraktir kan? Makanya itu terkadang aku menolaknya dan berkata akan bayar sendiri karena tidak mau merepotkannya, tapi Yoona unnie bersikeras. Akhirnya hanya sekali-kali saja aku membayar makananku sendiri.
Kami menjadi semakin dekat dan sering mengobrol. Dari ceritanya aku tahu kalau Yoona unnie punya sepupu yang sebaya dengannya, seingatku namanya Kwon Yuri. Dia juga menambahi kalau sepupunya ini bertubuh lemah dan sering sakit-sakitan. Katanya sudah lama mereka tidak bertemu dan Yoona unnie sangat menanti-nantikan bertemu dengannya. Mendengar itu aku juga jadi ingin menemuinya. Tapi Yoona unnie tidak pernah mempertemukanku dengannya.
Semester berikutnya Yoona unnie tiba-tiba menghilang dari sekolah. Dia juga tidak memberi kabar padaku atau pada teman-temannya. Dia lenyap seolah ditelan bumi. Aku merasa heran. Lalu akhirnya aku mencari tahu. Melalui Guru aku tahu bahwa ia pindah sekolah, tapi tidak tahu di sekolah mana.
Kenapa? Kenapa dia pindah sekolah tanpa memberitahu padaku?
Sampai sekarang pun aku masih kangen padanya. Aku merasa begitu kehilangan. Tidak bisa melihat senyumnya walau aku ingin. Tidak bisa mendengar suaranya…
Dan suatu hari aku melihatnya di jalan. Dari kejauhan aku melihat gadis yang dipanggil Yuri oleh Yoona unnie. Mereka sedang bersama. Keduanya terlihat begitu mesra. Kulihat ia terus tersenyum di samping gadis itu. Dan aku memperhatikan gadis itu dengan seksama.
Deg
Perawakan gadis itu mirip seperti diriku. Baik rambutnya, tinggi badannya. Wajah kami pun hampir mirip. Hampir, bukan benar-benar mirip.
Apakah… Yoona unnie mendekatiku karena aku mirip dengannya?
Bila benar begitu, makanya Yoona unnie tidak pernah bermaksud untuk mempertemukan aku dengannya walau aku sempat meminta. Karena dia takut ketahuan.
Aku merasakan kemarahan berkobar dalam diriku.
Seenaknya saja dia menjadikan aku sebagai penggantinya! Dan setelah itu dia meninggalkanku seenak perutnya! Habis manis sepah dibuang!
Ingin rasanya aku mendamprat Yoona unnie. Memberinya hadiah tamparan di pipinya.
Tapi aku tidak melakukan apa-apa.
Kenapa aku harus merasa marah? Mendadak aku merasa bodoh, itu kan terserah dia. Malah harusnya aku merasa lega, gak dipandang dengan aneh sama teman-teman di sekitarku bukan? Karena kedekatan kami mulai memicu gosip-gosip tertentu dan itu mulai merusak imageku.
Tapi rasa sakit apa ini yang kurasakan…?

Lalu kebetulan aku sedang berada di sana saat kejadian yang naas itu terjadi.
Motor yang dikendarai Yoona unnie dan gadis itu tertabrak bis. Yoona unnie terluka parah. Aku sudah hendak menghambur ke arahnya ketika aku melihat gadis itu melakukan crimson sacrifice untuk Yoona unnie tanpa ragu. Langkahku terhenti. Aku terpana oleh keberanian gadis itu demi cintanya pada Yoona unnie. Tanpa gentar meski tangannya yang memegang pecahan kaca itu terluka.
Di wajahnya aku membaca perasaan yang sangat kuat terhadap Yoona unnie. Dibandingkan dengannya, aku tak bisa apa-apa. Cuma cemburu yang mengisi hatiku.
Karena itu aku tak punya hak untuk mengata-ngatai yeoja itu. Meski Yoona unnie telah meninggalkanku demi yeoja itu. Aku tidak lebih baik darinya.
Namun perasaan ketus itu masih ada. Apalagi saat aku memungut sebuah kotak yang tergeletak di jalan. Sepertinya punya gadis itu.
Karena penasaran aku meliriknya dan tersenyum meremehkan.
Heh, ngasih Yoona unnie barang begini.
Tapi entah kenapa aku berniat untuk memberikannya padanya. Aku mengunjungi Yoona unnie yang masih belum sadar di rumah sakit.
Aku memanggil namanya beberapa kali, tapi dia mengingau.
Dan tiba-tiba aku berada di dalam pelukannya. Tapi nama yang disebutnya adalah nama gadis itu.
Karena simpatik, aku mengguncang tubuhnya, berusaha menyadarkannya.
Dan kali ini dia benar-benar sadar.
“Yuri unnie sudah meninggal!” ujarku sambil melepaskan pelukan Yoona unnie. Ada setitik rasa rindu menyelubungi hatiku ketika aku dipeluknya meski dia menganggap aku Yuri unnie.
Dia syok. Dia tidak mau percaya. Aku berusaha menyadarkannya tapi dia malah meninggikan suaranya.
Meski aku marah tapi aku merasa iba juga.
Setelah aku menyerahkan kotak itu dan mengucapkan satu dua patah kata, aku melangkah keluar.
Tapi aku tidak melangkah pergi dari depan pintu. Sebenarnya aku ingin menghibur Yoona unnie. Memeluknya sambil berkata tidak apa-apa. Semuanya akan baik-baik saja. Ada aku disini.
Tidak berapa lama terdengar jeritan Yoona unnie dari dalam kamar.
Hatiku pilu mendengar jeritannya. Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa.
_______________________________________________________________________________________________

Yoona menjadi kalap. Dia ngebut dengan motornya. Kecepatannya melebihi batas sehingga membuat para pemakai jalan yang lain ketakutan atau memaki-makinya. Tapi Yoona tidak peduli meski dikejar polisi.
Para polisi mencoba untuk menghentikannya dengan memblokade jalan dengan mobil-mobil polisi dan memberinya peringatan untuk berhenti. Tapi Yoona tidak berhenti atau melambatkan motornya. Dia seperti hendak menabrak blokade itu.
Di tepi-tepi mobil patroli dia melihat sebuah celah kecil. Tapi celah itu sangat kecil. Memang cukup untuk dilewati satu motor. Namun kalau sampai terserempet sedikit saja bisa fatal akibatnya. Dan dia membanting setirnya ke arah sana dengan tiba-tiba dan Yoona berhasil lolos.

Kejadian ini bahkan disiarkan di televisi sebagai siaran langsung. Aku langsung tersedak ketika mengetahuinya.
Aku sama sekali tidak menyangka Yoona unnie akan bertindak senekat itu. Aku benar-benar khawatir Yoona unnie akan menabrak. Ternyata hatinya sehancur itu setelah kehilangan Yuri unnie. Sepupu yang berusaha dia lindungi.
Aku tahu pengorbanan Yoona unnie untuk Yuri unnie. Penasaran aku pernah mengikuti Yoona unnie dan tidak sengaja aku memergokinya sedang melakukan ritual crimson sacrifice.
Wajahnya terlihat datar saat melukai lengannya dan membiarkan darahnya mengalir ke lingkaran sihir di bawah kakinya. Sementara aku menyaksikannya tanpa mengedipkan mata sekali pun.
Deg
Seperti…
sudah terbiasa melakukannya…
Kemudian sesudah itu Yoona unnie mengobati lukanya seadanya dan saat itu aku melihat banyak bekas luka goresan dibalik wrist bandnya.
Aku tahu melakukan ritual crimson sacrifice sama dengan pernyataan cinta…
Untuk siapa lagi Yoona unnie melakukannya kalau bukan untuk Yuri unnie yang bertubuh lemah?
Yoona unnie ternyata cintamu pada Yuri unnie memang begitu dalam.
Saat melewati perempatan ada sebuah mobil yang melanggar lalu lintas tiba-tiba dan Yoona unnie segera membanting setir. Tapi tubuhnya terlempar dan membentur aspal dengan keras.
Yoona unnie segera dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi tidak sadar.
…………………………………………………
……………………………………
Piip piip piip
Suara ritme yang menyesakkan hati. Walau aku menangis tersedu-sedu pun kau tetap tidak terbangun.
Pada akhirnya aku tidak mendapatkan kejelasan. Namun satu hal yang pasti aku tahu bahwa Yoona unnie lebih mencintai gadis itu ketimbang diriku.
Kalau tidak dia tidak akan meninggalkanku dan berada di sisi gadis itu.
Kalau tidak dia tidak akan berbuat senekat ini.
Kalau tidak dia tidak akan melakukan crimson sacrifice yang menyakitkan itu…
Satu-satu yang aku kecewa adalah tindakan Yoona unnie yang pergi meninggalkanku tanpa memberi alasan yang baik padaku. Mungkin dia takut aku marah karena telah mempermainkannya dan tidak akan memaafkannya. Tapi kalau seperti ini justru malah melukaiku lebih dalam.
Dengan putus asa aku melangkah ke luar dari kamarnya.
_______________________________________________________________________________________________


Yoona akhirnya tersadar. Ini adalah kedua kalinya ia tersadar sedang terbaring di rumah sakit dalam waktu dekat ini.
Ia bangun. Meski dia merasa tubuhnya tidak sakit. Namun rasanya seluruh tubuhnya lemas.
Bunga yang terletak di samping tempat tidurnya menarik perhatiannya. Sebab bukan bunga yang biasa dibawa untuk membesuk orang sakit.
Seorang perawat memasuki ruangan untuk mengecek kondisi Yoona.
“Oh Yoona, kamu sudah sadar ya, aku akan memberitahu dokter”
“Eh suster, bunga ini…”
“Oh bunga itu. Kemarin ada seorang yeoja yang datang membawa bunga itu”
‘Yeoja? Siapa? Hyunniekah?’
Memang sudah lama dia tidak bertemu dengan gadis itu. Namun waktu ia masuk rumah sakit beberapa waktu yang lalu pun Seohyun datang menjenguknya.
“Hyunnie!”
Mendadak firasatnya menjadi tidak enak. Dan benar. Di atap rumah sakit Seohyun ditemukan meninggal dengan diduga melakukan ritual crimson sacrifice.
Dan kalau melihat bunga sweet pea di kamar Yoona, untuk siapa lagi kalau bukan untuknya?
Yoona berteriak histeris. Perbuatannya telah mengakibatkan kematian dua orang gadis yang disayanginya.
“Huwaaaaa!!! Maafkan aku!! Maafkan aku, Hyunnieee!!!” jeritnya histeris.
_______________________________________________________________________________________________

Gerimis rintik-rintik mewarnai suasana pagi menjelang siang di makam. Di sana berdirilah Yoona dengan air mata yang sedari tadi masih mengalir.
“Maafkan aku Hyunnie…”
“Aku…… waktu itu…… memang benar-benar tertarik sama kamu, karena kamu mirip dengan Yuri……”
“Aku tidak main-main waktu kubilang kalau aku mau kamu jadi pacarku… hanya saja aku memang lebih mencintai Yuri…… Maaf karena aku meninggalkanmu tanpa mengatakannya baik-baik……”
Yoona mengusap makam tersebut dengan penuh kasih sayang. Air matanya dibiarkan mengalir. Bersama dengan air hujan ikut membasahi tanah tempatnya beristirahat.

*~End~*

Advertisements

Comments on: "Crimson Sacrifice (part 2)" (29)

  1. @kyungsee said:

    Huwaaaa yoonA gak dapet pasangan nih? >< semuanya meninggal.. Nice ff!!!!

  2. ryne#s0ne said:

    jiaaah, ceritanya sedih lg thor,, T.T
    jgn2 authornyaa lagi galau nih#plak *sotoy#di lempar batu.. :p

    di tunggu locksmithnya chingu 😀
    lanjuut.. ^^

  3. Ya walaupun aku udah tau plotnya, tapi aku tetap suka thor…
    Bener2 dah menyayat hati, rasanya kaya di iris2 pake silet. Hehehe…

    Kasian yoona, seohyun jg kasian banget…

    Yoonhyun: maksud lo apaan? *deathglare*

    wkwkwkwk… Pokoknya keren ceritanya thor, bikin galau…
    Btw, gmn kabarnya yuri ma seohyun d alam sana thor? Apa mereka sedih atau bahagia?

    Yulhyun: bukan urusan ente nyet…!!!!

    Ya ya ya abaikan…
    Yoonyul moment nya dikit banget thor, bikin lg donk. Hehehehe…

    #plak!!!!

    aduh, siapa nih yg pada ngelempar sandal ke muka gw seenaknya, mau gw bikin jadi kripik singkong lu?

    Sica & Seo: mau lg? Nih masih ada sepasang highheels istimewa buat ente.

    Ya udah deh thor, ane cuma kasih cendol, 2 jempol tangan + 2 jempol kaki. Hihihi…
    Semangat…!!!!

    • konyol banget sih XD
      ya karena aku suka YoonYul jd pasti bikin lagi kok, tenang aja XD
      Tuh sementara Locksmith udah update 😀

      • Weh, ceritanya begadang nih thor? Hehehe…
        Senangnya hatiku turun panas demamku locksmith update. Lho?

        Oke segera meluncur bos…!!!!

      • iy nih, biasanya jam 8 smp jam 11 udh tidur akhir2 ini
        tp gpp, habis TaeNy terlalu imut, ckakakak XD
        lebay ah

      • Peh, kayanya lg happy nih thor? Hehehe…

        Setuju thor, TaeNy emang imut banget. Hihihi, aku jadi nyesel, kenapa kemarin aku putusin mreka berdua… Ckckckck…

        Buka PM thor…

  4. ya ampun author tegaan amat sie,,ceritanya sad,,hikss,,berapa kali aku hrz banjir air mata hwaaaa
    *plak*
    nice ff chingu

  5. wah akhirnya yoona tinggal sendirianT.T

    pokonya ceritanya bagus lah,dpt feelnya

  6. yah kirain si yoong bakal sama hyunie tapi kagak
    sama aku aja yuk yoong #plak hahahaha

  7. yaaahhh….Sad Ending~ 😦
    kira’in Yoona bakal ama hyunnie,
    trnyata sii hyunnie’a juga mati, gara2 ngikutin ritual itu.

    klo Yoona gak ada pasangan,,,mending ama aq aja. XD
    #Plak’! (digampar hyunnie)# ^^v

  8. lleea tackeyz said:

    huwaaaaaaaa………kasian bgt yoona ,,, kehilangan org yg berarti d hdupnya…kirain stlah yuri meninggal trus yoona balikan ama seohyun . . .ternyata…malah jd sndiri,,,,so sad thor . . . .owh iya,, thor q minta pw nya locksmith chap 7 ya…ni email q. . . .trimakasih sblumnya. . . .gumawo . .

  9. Kungttadadak said:

    Yoona nya akhirnya meninggal juga.. Waaah ceritanya sangat menyentuh,thor

  10. lulu amanda said:

    omo..
    cinta memang hebat, bisa rela mengorbakan apa z……

    yonna nya kacian x……
    gak pa2 kan masih ad aq……
    hehehehe..*dikeroyok yonnadict*

  11. MeeYoon said:

    lagi lagi kau buat duo maknae menderita thor T^T ff ini (yoona) , soshi band (seo)..
    teganyaa.. Huwaaa!! author daebak kalo bwt ff sad ending 😥 *speechless*

  12. andhilyoonyulsic said:

    hwaaahh … begitu sedihnyakah ini cerita … astaga … sohyun jga merelakan dirinya … nda nyangka endingnya kaya gini …

  13. waw
    nyesek banget ya
    pengorbanan diri demi cinta
    terharu aku
    *tepuk tangan
    ^^

  14. shriesifanytastics said:

    eah sad ending;(gk nyangka seo bkalan meninggal uga..
    yoong jd gk ama siapa2:(

  15. shyemlakkumaa said:

    Eonnnii.. Isshhh eonniii..
    kenapa dua2nya mati huhh? whae? whae? whae?
    kenapa YulHyunnya pada ninggalin yoong semua?
    aishh.. aishh.. Sad Ending banget!!
    Hufhhh..

    ….
    yasudah, Yoong eonni.. sama diriku saja,, *wink~~
    NICE FANFIC!!!! ❤

  16. oh jadi yg bikin ff crimson sacrifice di ffnet kamu thor?

  17. blue ocean said:

    crying…
    author sukses berat buatku nangis…

  18. Uuuuaaahhh yoona di tinggal 2 wanita yg di cintai nya kasian yoona ToT

  19. hennyhilda said:

    Yahhhh yoonhyun huhuhuhu
    sedih bgt baca ff ni 😦

  20. Aiggooo, unnie, kenapa cepat tamatnya ?
    Tapi ora opo lah. Aku tetap menikmati 🙂
    Semangat kak Author 😀

  21. 😭😭😭 yoona kembali terselamatkan begitu besar cinta seohyun jg tuk nyaaa,sedih jg pada akhirnya ga ada yg bersanding dgn yoona

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: