~Thank you for your comments~

A/N : Maaf untuk karakter yang agak OOC. Maaf juga untuk para readers yang kubuat nangis? kupinjamkan bahuku sebagai gantinya 😀
Lanjut ke cerita.


Dan para pembenci Seohyun pun semakin memuncak.
Hari itu Seohyun diseret oleh beberapa sone ke atap. Yuri kebetulan melihat kejadian tersebut.
Di atas atap mereka mulai memojokkan Seohyun. Seorang sone mendorong Seohyun dengan kasar hingga dia jatuh terduduk.
“Kau ini dewi kematian ya? orang-orang di sekelilingmu selalu saja mati karenamu.”
“Taeyeon, Jessica, Sunny, Tiffany, Hyoyeon…”
“Bagaimana kau akan bertanggung jawab?!”
“Aku… aku tidak bersalah” ucap Seohyun berusaha membela diri. “Semua hanya kecelakaan…”
Mereka marah merasa omongan Seohyun sangat tidak bertanggung jawab.
“Kalau begitu memang kau tidak bersalah, buktikan! Melompatlah!”
“!!”
“Kalau kamu mau melompat ke bawah baru kami percaya itu semua hanya kecelakaan.”
Tunggu, masa mereka memintaku melakukan hal yang mustahil?!
Nafas Seohyun terasa sesak.
“Heh, kau pasti tidak bisa melakukannya… sebab memang kamulah yang menyebabkan mereka meninggal!”
Sejak awal… sejak awal mereka memang menginginkanku mati.
Seohyun bergidik ketika mendapat pikiran seperti itu.
“Oh kenapa? kamu gemetaran?”
“Hahaha jangan sampai ngompol ya!”
Seohyun takut dengan pandangan mata mereka semua.
“Lompat” ucapnya. Tatapan matanya begitu dingin, begitu tajam dan mengembuskan rasa takut pada orang yang menatapnya.
“Aaa…”
Seohyun mundur, tapi itu malah membuatnya semakin berjalan ke tepi. Seohyun melirik sekilas ke bawah. Ini lantai 4, kalau dia meloncat dari tempat setinggi ini dia tidak akan selamat!
“Lompat!”
Tiba-tiba pintu atap menjeblak terbuka.
“!!”
“Yuri unnie!”
Yuri menatap tajam ke arah orang-orang yang mengelilingi Seohyun.
“Aku sudah dengar semuanya”
Yuri menatap sekilas ke Seohyun. Lalu berlari ke tepi, melompat melewati pagar pembatas dan kini berdiri tepat di ujung atap. Di bawah sana tidak ada apa-apa selain paving yang keras. Yuri berdiri dengan tegap disana, sama sekali tidak gentar.
Semuanya memandang dengan syok.
“Unnie! Apa yang!”
Ketika Yuri berbalik menatapnya, saat itu jantung Seohyun serasa berhenti berdetak melihat senyum tersungging di wajahnya.
“Aku akan melompat… sebagai ganti Hyunnie.”
Semuanya diam. Setelah beberapa detik seorang namja berkata.
“Heh! Coba saja kalau berani! Jangan asal gertak!”
Seohyun tahu kalau Yuri tidak hanya menggertak.
“Hyunnie tidak bersalah karena itu aku akan melompat untuk membuktikannya.”
“Tidak Yuri unnie! Jangan!”
Wussh~
Angin bertiup.
Yuri memandang kota di kejauhan melalui lantai 4 sekolahnya.
Matanya terpejam, merasakan detik-detiknya yang terakhir.
Aku akan menyusulmu Jessica…
Kalau sudah bertemu denganmu… akan kukatakan perasaanku yang sebenarnya terhadapmu…
Juga Taeyeon, Sunny, Tiffany, dan Hyoyeon. Aku sudah menjalankan tugasku untuk melindungi Hyunnie. Sekarang aku akan menemui kalian.
Yoona… kenapa sekarang aku malah jadi ingin melihatnya?
Untuk yang terakhir kalinya… aku ingin melihat senyumnya.
Heh, tapi itu tak bisa kulakukan sekarang…
Lalu Sooyoung…
Matanya melirik pada Seohyun yang berteriak-teriak memanggilnya.
Juga Hyunnie disini…
Air matanya mengalir.
Aku tidak akan bisa bertemu dengan mereka lagi…
Sisanya kuserahkan padamu Yoona… Sooyoung…
Jagalah Maknae kita yang rapuh ini…
Aku sayang kalian…
Yuri menjatuhkan diri. Seohyun sudah berada di dekatnya tapi dia tidak sempat menariknya. Ia memejamkan mata dan menutup telinga rapat-rapat dengan kedua tangannya. Tidak mau mendengar suara jatuh seseorang yang amat dikenalnya.
……………………………………………
…………………………………
Yoona : “Yuri unnie sama Hyunnie kemana sih?”
Mereka baru dari kantin. Tiba-tiba dari lantai dua mereka melihat di halaman murid-murid sedang mengelilingi seseorang… yang berlumuran darah di tengah sana.
Sooyoung : “Ada yang bunuh diri?”
Yoona dan Sooyoung menajamkan penglihatannya. Roti yang digigit Sooyoung sampai terlepas dari mulutnya dan jatuh ke lantai. Yoona mencondongkan badannya.
Sooyoung : “Aaaa…”
Yoona : “Nggak mungkin!”
Lalu mereka berdua berlari-lari dengan panik ke halaman. Mendorong kerumunan yang menghalangi jalan.
Dan ketika kepastiannya benar…
Yoona : “UNNIEEEEEEEEEE!!!!”
Yoona berteriak sangat keras sampai suaranya bergema ke seluruh penjuru sekolah.
Sooyoung jatuh berlutut, badannya terguncang saking syoknya. Yoona langsung memeluk Yuri, tidak peduli seragamnya terkena noda darah.
“Yuri unnie, kenapa?!!! KENAPAAAAA?!!” teriaknya dengan suara serak karena tangis.
“Uh…huu…hiks…”
Yoona dan Sooyoung kaget melihat Seohyun tiba-tiba muncul di depan mereka dengan bercucuran air mata. Semua orang menyingkir memberikan jalan padanya. Tidak, mungkin lebih tepatnya mereka takut berada di dekat Seohyun.
“Yuri unnie… hiks… melompat demi aku…”
Lalu Seohyun menceritakan semua yang terjadi. Yoona dan Sooyoung tercengang mendengar pengakuan Seohyun.
…………………………………………
Yoona dan Sooyoung terdiam di depan sebuah makam. Angin bertiup membelai rambutnya. Sooyoung menutup mulutnya. Air mata mulai menggenangi matanya.
“Maaf Yoona, aku pulang duluan” katanya. Dia tidak ingin berada di sana lebih lama lagi.
Yoona : “……………………”
Yoona tetap berdiri mematung di sana. Pikirannya kembali menerawang ke masa lalu.
Yoona : “Babo! Kenapa unnie malah meloncat ke sungai?! Kan bahaya! Arusnya deras!”
Yuri : “Habis… aku telah menjatuhkan barang milik kamu yang berharga, aku takut nanti kamu jadi membenciku…”
Yoona menghela nafas.
Yoona : “Barang seperti itu tidak ada harganya jika ditukar dengan nyawamu, unnie… aku tidak marah kok…”
Yoona pura-pura tersenyum sinis.
Yoona : “Sebenarnya unnie hanya ingin meledekku karena aku tidak bisa berenang kan?”
Yuri : “Aku sama sekali tidak bermaksud…”
Yoona : “Yuri unnie babo! Babo! BABOO!!”
Yuri menutup kedua telinganya.
Yoona : “Tidak akan kumaafkan kalau Yuri unnie sampai mengulangi hal seperti ini lagi, mengerti?!”
Yuri tersenyum, dia tahu itu caranya Yoona menunjukkan perhatian padanya.
Yuri : “Iya”

………………………………………………
Yuri mengundang Yoona untuk main ke rumahnya.
Yuri : “Aku pulang! Duh kangennya sama Yoona~” XD
Yuri langsung memeluk boneka bergaris-garis pink miliknya. Boneka itu pemberian Yoona, Yoona yang membuatnya sendiri. Nama sebenarnya adalah Yoongsan.
Yoona menaikkan alis.
Yoona : “Yuri unnie? Kenapa kau mengubah namanya?!”
“Manis kan?” kata Yuri sambil menunjukkan bonekanya. Dia membuat tangan boneka itu melambai-lambai padanya.
Yoona pura-pura kesal dengan aegyo Yuri. Dan Yuri yang menyadari itu seperti sengaja membuatnya kesal.
Yuri : “Anggg~ Yoona memang enak dipeluk”
Yoona terdiam lalu tiba-tiba bermaksud merebutnya.
Yoona : “Kembalikan sini!”
Yuri menjauhkan boneka itu dari jangkauan Yoona.
Yuri : “Aku tidak akan menyerahkan Yoonaku”
Yoona : “Yuri unnieeeeee~”

………………………………………………
Yoona menutupi wajahnya dengan tangan.
“Babo…”
_______________________________________________________________________________________________

Tapi rupanya penindasan pada Seohyun masih belum berhenti dan malah semakin parah. Hari ini lagi-lagi Seohyun diseret oleh beberapa namja.
“Baik saat Taeyeon, Jessica, Sunny, Tiffany, Hyoyeon, dan Yuri kecelakaan, Seohyun selalu berada di dekat mereka. Dan dialah penyebabnya.”
“Anak ini pembawa sial!”
Seohyun menggigit bibirnya. Air mata menggenangi matanya.
Wae… kenapa mereka selalu saja…
Padahal aku sendiri sangat terluka dengan kepergian unnie-unnie…
“Hei, bagaimana kalau kita minumkan ini saja padanya”
Salah seorang namja mengeluarkan sebuah bungkusan berisi dua buah kapsul.
“Potasium sianida, baru-baru ini aku membelinya di internet.”
Seohyun terbelalak, “!!”
“Serius? Itu sianida?!” tanya temannya.
Namja itu tersenyum.
“Tadinya aku bermaksud bunuh diri dengan menggunakan ini, tapi nggak jadi, daripada tidak terpakai”
“Hahaha kau benar-benar sudah sinting!”
Namja itu memasukkan dua kapsul itu ke dalam sebuah botol jus yang hanya berisi sedikit.
“Aku ingin tahu apakah ini benar ampuh atau tidak”
“Kalau dosisnya benar dia akan langsung kejang-kejang dan mati” kata namja itu sambil mengocok botol tersebut.
“Minum” perintahnya.
Seohyun melangkah mundur.
“Minum! Atau kucekoki ke mulutmu!”
“Yah”
Seohyun melihat Sooyoung di kejauhan.
Sooyoung unnie…
Tidak… Jangan datang…
Jangan kemari!
Sooyoung berjalan mendekat. Matanya menatap tajam, “Apa yang kalian lakukan pada Hyunnie?”
“O tidak ada apa-apa, kami hanya mau dia meminum jus ini”
Sooyoung berpaling menatap botol di tangan namja itu.
“Oh kenapa? apa kau mau meminum ini menggantikannya?” tantang namja itu.
“Hahaha memangnya berani?”
Sooyoung menyambar botol jus di tangan namja itu.
“Cuma minum ini saja kan”
“Jangan diminum unnie! Itu racun!”
Sooyoung membuka botol minuman itu dan menenggaknya.
Namja-namja itu memandang dengan tidak percaya. Setelah botol itu habis, Sooyoung melempar botolnya ke arah mereka.
“Hiii!!”
Mereka buru-buru menghindar, takut ketumpahan cairan yang tersisa dari mulut botol.
“Jangan pernah mengganggu Hyunnie lagi. Kalau kalian masih melakukannya. Akan kuhantui kalian sampai tujuh turunan.”
Mereka merinding saat Sooyoung memandang mereka dengan tatapan penuh ancaman.
“Cabut yuk!” kata seorang namja kepada kawan-kawannya. Mereka berlari terbirit-birit.
“……………………”
“!!”
Tubuh Sooyoung mulai kejang-kejang.
“U-unnie!”
“A-akhhhh!!!”
“Unnieeeee!!!!”
“Aaaaaaaaa!!!!!!!!!”
Seohyun tidak dapat membayangkan betapa sakitnya ketika mendengar jeritan memilukan Sooyoung.
Setelah beberapa saat mendadak Sooyoung merasa ringan. Tubuhnya seperti terbebas dari rasa sakit. Saat dirinya merasa di awang-awang…
Apa aku juga akan menyusul mereka…?
Lalu ia teringat akan seorang gadis pendek.
Sooyoung tersenyum.
Kalau dia ada disini sekarang dia pasti akan mengataiku bodoh…
Tapi sudahlah… hanya ini yang bisa kulakukan untuk melindungi Maknae tercinta kita…
“!!”
Seohyun hanya bisa mengawasinya tak berdaya saat Sooyoung pelan-pelan kehilangan kesadarannya.
Ketika dibawa ke rumah sakit, semua sudah terlambat.
…………………………………………
Di depan tubuh Sooyoung yang seperti tertidur, Yoona memeluk Seohyun erat-erat, matanya tetap menatap Sooyoung tanpa ekspresi. Seohyun menangis sejadi-jadinya dalam pelukan Yoona. Sementara para dokter dan asistennya memilih untuk meninggalkan mereka.
_______________________________________________________________________________________________

Yoona meletakkan bunga.
“………………………”
“Unnie, apa yang harus kulakukan…”
Bahunya gemetar.
“Sekarang kalian semua sudah pergi… hanya tinggal aku dan Hyunnie seorang…”
Yoona melipat tangannya, mulai mengucapkan doa.
“Tolong… berikan Hyunnie kekuatan… karena dia sangat terpukul oleh kepergian kalian…”
“Juga aku mohon… agar kalian membantuku menjaga Hyunnie…”
_______________________________________________________________________________________________

………………………………………
‘Apa kamu bahagia dengan hidupmu?’
Seohyun menangis.
Unnie-unnie pergi karenaku… bagaimana aku bisa bahagia…
‘Manusia memang makhluk egois… ketika mereka mendapat penderitaan yang berat mereka selalu merasa menjadi orang paling menderita sedunia sampai-sampai melupakan kebahagiaan lain yang sebenarnya mereka miliki…’
Ukh!
Seohyun menutup kedua telinganya tapi suara itu masih bergema dalam pikirannya.
Kenapa? ini mimpiku sendiri bukan?! kenapa mimpiku bisa mengganggu diriku sendiri?!
‘Kalau kamu terus berpikir kalau kamu tidak bahagia, maka kamu akan kehilangan kebahagiaan lain yang berada di sekelilingmu…’
Diam! Diam! Aku tak tahan lagi!
………………………………………………
……………………………………
“Sudah tujuh murid sekolah ini meninggal dalam waktu yang berdekatan, sekarang aku jadi takut ke sekolah”
“Kadang kalau aku berjalan di sekolah jadi merinding sendiri”
“Sekolah ini pasti dikutuk!”
“Gosipnya ada seorang murid dari kelas 2-2 yang menjadi penyebab kematian mereka bertujuh”
“Serius?!”
“Yang mana?”
“Itu tuh”
Yeoja itu menunjuk ke arah Seohyun. Seohyun menyadari mereka sedang membicarakan tentang dirinya.
“Hahhh~?! Masa?! Padahal tampangnya polos gitu!”
“Ngeri ah! apa aku pindah sekolah saja ya?”
“Pokoknya jangan dekat-dekat anak itu kalau tidak mau mati!”
Mereka memang tidak berani lagi mengganggu Seohyun. Tapi kata-kata mereka merupakan siksaan batin yang sangat bagi hatinya.
……………………………………………
Di atap.
Crik
Seohyun menatap ujung silet yang tajam itu.
Aku sudah tak tahan dengan semua ini lagi…
Lebih baik aku menyusul unnie…
Ia memejamkan matanya lalu mengarahkan silet itu ke nadinya. Pergelangan tangannya sudah teriris sedikit saat tiba-tiba seseorang menyambar tangannya.
“Jangaannn!”
Dari belakang Yoona menarik tangan Seohyun yang memegang silet, sementara sebelah tangannya mencekal sebelah tangan Seohyun.
Seohyun menangis tersedu-sedu.
Yoona menggigit bibirnya, tak tega. Ia yakin sebenarnya Seohyun juga tidak ingin melakukan hal seperti ini.
“Kemarikan siletnya, Hyunnie”
Sambil menangis Seohyun membiarkan Yoona mengambil siletnya.
Yoona memegang silet itu, ditatapnya sebentar lalu digoreskannya ke tangannya sendiri.
“!!”
“Rasanya sakit… Hyunnie…”
“Tapi disini lebih sakit”
Yoona menunjuk dadanya.
“Rasanya seperti diiris-iris… saat melihatmu mau bunuh diri, Hyunnie…”
Yoona mengangkat tangannya, menunjukkan lukanya.
“Hyunnie, kalau kau bunuh diri maka kamu sama saja dengan melukaiku. Jadi kumohon… jangan pernah lakukan ini lagi Hyunnie…”
“Unnie…”
“Maaf, maafkan aku…”
………………………………………………
……………………………………
Seoghyun terdiam memandangi ketujuh jam tanpa pemilik.
“Aku senang sekali, rasanya waktu kita seperti bersatu”
“Soalnya ini waktu kita bersama…”

“Jam tangan milik unnie…”
Yoona : “……………………”
Entah kenapa semua jamnya berhenti…
Tapi waktuku masih berjalan…
“Semua akan baik-baik saja…”
“kurasa ini memang takdir…”
“Walau apapun yang terjadi…tetaplah kuat Hyunnie…”
“Sihir… agar Hyunnie tidak bersedih lagi…”
“ini bukan salah…mu………”

Seohyun meremas jam tangan tersebut.
Karena itu aku harus terus melangkah maju…
_______________________________________________________________________________________________

Seohyun berada dalam kegelapan.
Apa aku dilahirkan untuk mengalami hal seperti ini…
Unnie-unnie…
Kenapa bukan aku saja…
“Maknae…”
Siapa?
Taeyeon menampakkan dirinya. Tangannya terangkat, menunjuknya.
Taeyeon : “Maknae, gara-gara kamu aku jadi begini”
Wajah Seohyun memucat.
Lalu Jessica juga muncul di sebelahnya.
Jessica : “Kapan kamu akan bertanggung jawab?”
Lalu Sunny, Tiffany, Yuri, dan Sooyoung juga datang.
Sunny : “Tega sekali kamu meninggalkan kami…”
Tiffany : “Hyunnie…”
Hyoyeon : “Pembawa sial”
Yuri : “Bukankah kita bersahabat?”
Sooyoung : “Ikutlah dengan kami”
Tangan mereka semua terulur pada Seohyun, seolah mengajaknya.
Seohyun : “Uhh…”
Wajahnya semakin pucat.
Mereka semua terus mengatakan hal-hal seperti itu secara bersamaan. Seluruh kata-kata mereka bercampur menjadi suara-suara tak jelas yang mengerikan.
Seohyun berjongkok sambil menutup telinga.
“Hentikan…”
“!@#%&%#^&>”
Tapi suara-suara itu masih terdengar. Seolah percuma menutup telinga.
“Hentikaaaaaannnnnnnnnn!!!”
“……………………………”
“Hyunnie…”
Seohyun mengangkat wajahnya, mendengar suara yang sangat dikenalnya.
“Yoona unnie!”
Yoona tersenyum padanya.
“Yoona unnieeee!”
Seohyun berdiri dan langsung berlari memeluk Yoona. Tapi dia tidak bisa memeluknya. Tubuhnya menembus Yoona, seolah itu hanya ilusi.
“!!”
Dia melihat Yoona di belakangnya. Masih dengan senyum ramah dalam ekspresinya.
“Selamat tinggal, Hyunnie…”
“Unnie! Jangan! Jangan tinggalkan aku! Aku tidak mau sendirian! UNNIEEEE!!”
Dia tidak melihat sosok Yoona lagi. Lalu terdengar suara seseorang
“Seohyun”
“Ah oppa! Tolong aku!”
Seohyun berlari ke sosok Yonghwa.
JLEB!
“Eh?”
Perutnya ditusuk oleh pisau oleh Yonghwa.
“A-ahh…”
Yonghwa memandangnya dengan dingin. Semua yang ada disana juga memandang Seohyun dengan tatapan dingin.
Tiffany : “Temani kami, Hyunnie…”
Yuri : “Kami kesepian…”
Seohyun : “Ti-tidak…”
Sunny : “Hyunnie…”
“Aaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhh!!!!!!!!!!!!!!!!”
“……Hyunnie! Hyunnie!”
“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!!”
“HYUNNIEEE!!!”
Yoona mengguncang Seohyun.
“Hyunnie Hyunnie!! Kau dengar aku?!!!”
Akhirnya Seohyun terbangun dari mimpi buruknya. Dilihatnya wajah Yoona yang menatapnya khawatir.
“Hyunnie, kau mimpi buruk?”
Nafas Seohyun memburu. Dalam mimpi dia merasakan sakit yang amat sangat saat tertusuk pisau. Tapi dia tidak melihat darah di perutnya, ya itu semua hanya mimpi.
Yoona menyentuh pundaknya.
“Hyunnie, kamu pucat sekali, mau kuambilkan minum?”
“Unnieeeeee!”
Seohyun mendekap Yoona erat-erat, seolah memastikan kalau Yoona benar-benar berada di sisinya.
“Aku takut! Aku takut!”
Seohyun meremas piyama Yoona dan menangis sejadi-jadinya.
“…………Hyunnie……”
Sambil sesenggukan Seohyun menatap Yoona.
“Yoona unnie, apa kau juga akan pergi?”
Mulut Yoona terbuka.
“Yoona unnie, kamu akan menyusul unnie-unnie?”
Seohyun tertunduk. Jari-jarinya masih meremas lengan baju Yoona.
“Apa aku pembawa sial…?”
“Cukup…”
“Sampai sekarang sudah berkali-kali aku lolos dari kematian, tapi unnie-unnie selalu meninggal menggantikanku…”
“Sudah kubilang cukup!”
“Buat apa aku hidup?! Yoona unnie, jangan dekat-dekat aku! Mungkin saja Yoona unnie juga akan-“
PLAKK!!
“Sudah kubilang cukup! Harus berapa kali kukatakan baru kau mau berhenti?!” bentak Yoona.
Seohyun memegangi pipinya yang menyengat. Air matanya masih mengalir.
“…………tampar saja aku………”
“Hyunnie”
“……aku memang pantas mendapatkannya…”
Yoona mengatupkan rahangnya.
“Dari tadi kamu bicara yang bukan-bukan terus! Kalau kamu terus menyalahkan diri bagaimana unnie-unnie akan bisa beristirahat dengan tenang?!!”
Seohyun tertegun mendengar kata-kata Yoona.
“Hyunniee!”
Yoona mengangkat tangannya sekali lagi. Seohyun memejamkan mata, bersiap-siap menerima tamparan di pipinya sekali lagi.
Tapi Yoona malah memeluk Seohyun.
“Dasar bodoh… jangan bicara seperti itu lagi Hyunnie…”
“Unnie…”
“Aku tidak akan mati, aku akan selalu ada disisimu Hyunnie…”
“Janji unnie?”
“Janji…”
_______________________________________________________________________________________________

Keesokan harinya.
Yonghwa : “Pasti berat ya…”
Seohyun tertunduk lesu. Rasanya dia tidak punya semangat hidup lagi.
Yonghwa : “Seohyun…”
Yonghwa memegang tangan gadis itu, namun dia tidak mendapat respon apa-apa.
Yonghwa mendekat dan mencium Seohyun.
“?!”
Seohyun kaget. Dia seperti tersadar dari lamunannya. Dan ciuman ini adalah yang pertama baginya.
Ciumannya semakin dalam, semakin bernafsu. Saat tangannya hendak membuka kancing seragam Seohyun. Seohyun segera mendorongnya menjauh.
“Tunggu! Oppa mau apa?!”
Yonghwa menatapnya nanar.
“Seohyun, sebenarnya… selama ini aku menahan diri… aku ingin menyentuhmu, memilikimu seutuhnya.”
“Tidak, oppa, aku tidak mau kita seperti ini… aku ingin hubungan kita tetap bersih dan suci…”
Karena memang hanya itu diharapkan Seohyun. Ia tidak ingin cinta yang didasari oleh nafsu.
“Bukannya kamu pacarku, Seohyun?”
Yonghwa memegang tangan Seohyun dan mendekatkan wajahnya, sementara Seohyun mulai ketakutan.
“Kamu mencintaiku kan?”
“Iya, tapi…”
“Jadi kamu harus menyerahkan keperawananmu padaku”
“O-oppa?! Aku sama sekali tidak menyangka kalau ternyata oppa orang yang seperti itu!”
“Aku sudah tidak tahan lagi”
Yonghwa menerkam Seohyun. Dia menjatuhkan gadis itu dan menindihinya. Matanya memandang dengan penuh nafsu.
“Tidak, oppa! Jangan!”
Seohyun mulai menangis saat Yonghwa merobek bajunya. Kancing-kancing bajunya putus. Dia tidak berdaya melawan tenaga lelaki.
“Yah!”
“?”
Yonghwa mengangkat wajahnya.
“Jangan sentuh, Hyunnie!!”
Dan dia menerima tendangan langsung di wajahnya. Dia terlempar menjauh.
“Yoona unnie!”
“Kau lelaki tak bermartabat! Bajingan! Padahal aku sudah mempercayakanmu untuk menjaga Hyunnie!”
“Yoona unnie……”
Baik Seohyun dan Yoona terbelalak kaget saat Yonghwa berdiri dan mengeluarkan pisau lipat dari sakunya.
“Tu-! OPPA! Apa yang hendak?!”
“Makan ini!”
Yonghwa maju menyerang Yoona. Seohyun memekik kaget saat pisau itu mengarah ke wajah Yoona. Yoona berhasil menghindar dan memberinya tendangan samping di punggung Yonghwa.
Gerakannya terhenti sesaat, Yonghwa mengerang kesakitan. Yoona membunyikan jari-jari tangannya.
“Kebetulan, sudah lama aku memang membencimu”
Deg
Sesaat Seohyun merasa ngeri melihat kilat di mata Yoona.
Sekali lagi jantung Seohyun dibuat berhenti saat Yonghwa tiba-tiba berbalik dan mengayunkan pisaunya. Refleks Yoona menangkap tangannya yang memegang pisau dan memberi tendangan ke perutnya.
“Ohok!” Yonghwa memegangi perutnya.
Lalu Yoona meninju wajah Yonghwa. Amarah yang selama ini dipendamnya ketika melihatnya berduaan dengan Seohyun berkobar.
“Nih! Nih! Nih!”
Yoona menghajar wajahnya beberapa kali lagi.
“Sudah! Hentikan!” pekik Seohyun.
Yoona berhenti memukulinya.
“Hyunnie…”
“Sial…”
Yonghwa meremas gagang pisaunya. Mengetahui dia tidak bisa menang dari Yoona, targetnya berganti. Yonghwa tiba-tiba bangun dan menerjang Seohyun.
“Kalau gitu kamu mati saja!”
“!!”
“!!”
Yoona berlari mengejarnya, dia mendorong Seohyun dari jangkauan pisau Yonghwa.
JLEB
Perut Yoona tertusuk pisau Yonghwa.
“UNNIEEE!!!”
Kening Yoona berkerut menahan sakit. Dia menarik tangan Yonghwa agar pisaunya tercabut dari perutnya.
“Hyaaaa!!”
Sekuat tenaga dia berhasil melayangkan tendangan ke leher Yonghwa.
“!”
Kemudian namja itu pingsan.
“Aaaa…”
Yoona memegangi perutnya yang terluka, dia kehilangan keseimbangan.
“Unnie!!”
Seohyun menangkap Yoona yang limbung.
“Kenapa… kenapa unnie-unnie selalu saja menolongku?! padahal nyawaku… tidak seberharga itu dibanding dengan nyawa kalian!”
“Tidak ada… nyawa yang tidak berharga… uhuk!”
“Unnie! Yoona unnie!”
“Uhh… aaaa…”
“Jangan menambah mimpi burukku!”
“Maaf ya Hyunnie… aku tidak bisa menemanimu lagi… tapi aku bersama dengan unnie-unnie… akan selalu melindungimu dari atas sana…”
“Unnie! Kau sudah berjanji! Jangan berkata seakan unnie mau meninggal!” tangis Seohyun.
“Maaf Hyunnie… rasanya capek… aku mau tidur…”
“Unnie! Jangan pergi!”
Seohyun mengguncang-guncang Yoona.
“Unnie!! Unnieeee!!”
“Brengsek…” ucap seseorang yang ternyata itu adalah Yonghwa.
Dia bangun, walau mukanya sudah babak belur dihajar Yoona tapi dia masih tetap keras kepala.
“Wahaha! Jadi dia sudah mati ya?! baguslah!”
Seohyun menatap Yonghwa dengan penuh kedengkian. Dalam hati dia menyesal pernah mencintai namja itu. Dia memeluk tubuh Yoona erat-erat saat namja itu berjalan ke hadapannya. Jantungnya berdebar was-was tapi dia tidak berniat beranjak kabur dari tempat itu. Dia tidak mau meninggalkan tubuh Yoona disana. Daripada dia membiarkan tubuh Yoona dicabik-cabik oleh namja keparat itu dia lebih memilih berada di sana melindunginya, walau harus mengorbankan tubuhnya sendiri.
Yonghwa mengangkat pisaunya.
“Kamu memuakkan! Sekarang kamu susul saja dia!”
Seohyun menutup mata dan bersiap menerimanya. Tapi walau sudah berlalu sepuluh detik, pisau itu tidak juga mengenainya.
“?”
Seohyun membuka matanya dan mendongak. Dia melihat Yonghwa membeku di tempatnya berdiri dengan pisau masih terangkat tinggi-tinggi.
“MUSTAHIL!” teriak namja itu.
Terdengar suara-suara yang sangat dikenal Seohyun.
“Jangan sentuh Maknae kita…”
“Padahal kami percaya padamu…”
“Kau tidak pantas jadi kekasih Hyunnie…”
“Menjauhlah dari Hyunnie…”
“Ukh!”
Entah kenapa Yonghwa tidak bisa menggerakkan tubuhnya.
“Cepat pergi dan jangan pernah mendekati Maknae lagi”
“Atau kamu akan merasakan akibatnya”
Yonghwa bangun dan berlari dengan paniknya, “Huwaaaaaa!!! Hantuuuu!!”
Seohyun tercengang, masih tidak percaya dengan apa yang baru saja dialaminya. Dengan takut-takut ia bertanya.
“Unnie?”
Entah kenapa saat itu angin berdesir hangat dan menyentuh sanubarinya.
“Maknae…”
“Tenang, kami kan bersamamu”
“Saranghae Hyunnie…”
Setetes air mata mengalir di pipinya.
“Mianhae unnie… kamsahamnida…”
_______________________________________________________________________________________________

Hari pentas yang dijanjikan pun tiba.
“Apa kamu yakin tetap mau tampil?” tanya ketua OSIS.
“Tidak usah memaksakan diri, batalkan saja”
“Benar, kan cuma tinggal kamu seorang diri”
“Tidak apa-apa, karena aku tidak sendirian,” jawab Seohyun tegar.
Dengan penuh iba mereka membiarkan Seohyun naik ke atas panggung.
Semua murid yang menontonnya juga memberinya pandangan penuh simpati. Kecuali beberapa orang yang membencinya.
Seohyun terdiam menatap seluruh murid yang menontonnya.
Tadinya dia dan seluruh member Soshi berencana menyanyikan Day by Day, tapi rencananya berubah. Seohyun mulai menyanyi lagu My Bestfriend. Saat ini, inilah lagu yang tepat di hatinya.


“Eoje jageun datumedo
Oneur utgo anajugo
Gamssajugi ja seoro yaksok
You are my best friend”
Dia tidak menari, dia hanya menyanyi dengan segenap hati.
“geujeo heuhan gominedo
Gwaenhi honja chamji malgo
Malhaejugi hanbeonman deo yaksok”
“Apa?!”
“Ini ilusi?” tanya seorang namja lalu menggosok-gosok matanya.
“Tapi aku benar-benar melihat bayangan 9 orang di sana!”
“Hei aku juga!”
“Yah! aku bisa mendengar suara Taeyeon unnie dan yang lain dari pengeras suara!”
“Aaa…”
Mendadak orang-orang yang menyalahkan Seohyun menangis melihat kesembilan sosok bagaikan bidadari itu menyanyi.
Hati mereka seperti dibersihkan. Mereka tidak lagi membenci atau menyalahkan Seohyun.
Setelah lagunya berakhir semuanya bertepuk tangan dengan riuh. Semua murid menangis terharu termasuk songsaengnim yang menonton.
“Teruslah berjuang, Seohyun!”
“Jangan menyerah!”
“Kami akan selalu mendukungmu!”
“Huwaaaa Seohyuuunnn!!”
Seohyun meremas microphone sambil menangis terharu.
Tiba-tiba Seohyun merasakan dirinya sedang dipeluk dengan penuh kasih oleh suatu kekuatan yang tidak terlihat.
Taeyeon unnie
Jessica unnie
Sunny unnie
Tiffany unnie
Hyoyeon unnie
Yuri unnie
Sooyoung unnie
Dan Yoona unnie…
Benar
Unnie-unnie selalu saja melindungiku.
Kalian selalu berada di sisiku, menjagaku…
Itu sebabnya aku tidak sendirian.
Seohyun melambai pada para penontonnya.
Unnie… aku mencintai kalian semua
Aku akan hidup dengan tegar… demi kalian semua…
…………………………………………………………
Tapi setahun kemudian Seohyun pergi menyusul mereka. Bukan karena kecelakaan atau sakit. Di sana kedelapan unnienya sudah menyambutnya… dengan senyum lembut bagaikan malaikat.

*~The End~*

A/N : Sedihnya cerita kali ini T_T kasihan sekali Seobaby. Mungkin lagu yang cocok buat cerita ini One Year Later.
Mengenai pembicaraan dalam mimpi itu semua hanya berasal dari gejolak hati Seohyun sendiri.
Aku paling suka adegan saat Sooyoung, Yuri dan Yoona yang marah dan menyerang bersamaan di part 2 😀
Aku membuat omake hanya buat sekedar iseng, hitung-hitung untuk menceriakan mood setelah membaca cerita di atas.
Happy Chinese New Year bagi yang merayakan 😀 ditunggu ang pao eh commentnya 😀

Omake – Protes Peranan Dalam Drama?

“Yah! Kenapa peranku sedikit sekali dan kenapa aku yang lebih dulu? Huh! Mentang-mentang aku lebih tua,” kata Taeyeon ngambek.
Tiffany : “Ahaha, sudah sudah Taeyeon”
Yuri : “Aku lebih gak enak, kenapa aku jadi terlihat seperti bunuh diri”
Jessica : “Tapi kau keren Yuwre~”
Jessica merangkul lengan Yuri.
Sooyoung : “Aku malah terlihat lebih bodoh, minum racun padahal sudah tahu itu racun, gak keren -.- ”
Sunny : “Eh? Tapi dialog kamu keren juga kok”
Sooyoung : “Yang mana?”
“Jangan pernah mengganggu Hyunnie lagi. Kalau kalian masih melakukannya. Akan kuhantui kalian sampai tujuh turunan.”
Sunny : “Ini nih”
Hyoyeon : “Ya, aku sampai merinding dibuatnya, hahaha”
Yoona tertawa, “Kedengarannya lebih dingin daripada Jessica unnie! XD”
Sooyoung : “Ahaha, begitu ya?”
Jessica : “…………………”
“Aku malah dapat peran antagonis” kata Yonghwa sambil menunjuk dirinya sendiri.
Yuri : “Kau sedang sial, oppa”
Seohyun : “Hiks hiks… unnieeeee~”
Yoona : “Huwah Hyunnie! Ngagetin!”
Tiffany : “Ah, Hyunnie”
Seohyun : “Unnie unnieeeeeee…”
Sooyoung : “Benar juga, Maknae yang mendapat peran paling nggak enak dalam cerita kali ini”
Seohyun : “Huwaaaa unnie unnie jangan tinggalkan aku T_T “
Tiffany : “Cup cup cup Hyunnie~”
Yoona : “Ahaha tenang Hyunnie, ini kan cuma drama”
“Aigoo Hyunnie kau imut sekali! malam ini tidur denganku ya?” kata Yuri dengan bersemangat.
“Yah, mau kau apakan Maknae?” kata Jessica sambil menarik Yuri.
Lalu mereka semua tertawa lepas.

Advertisements

Comments on: "Soshi Bond ~Seohyun and 8 Angels~ (part 3 – End)" (59)

  1. OMG,,,astagaa,,,aku ga tw hrz bilang apa selain memaangis,,,bingung ceritanyaaaa….hiksss…kereenn…..

  2. bagus author ceritanya….
    gmna gitu ?? susah diungkap dengan kta”
    sorry commentnya langsung disini gak ke part 1 dan 2 hhehehehe
    ditunggu FF selanjutnya
    semangat author

  3. ahaha abis gmn,,,ceritanya sungguh sungguhhh * bingung sumpah* ceritanya daebak,,,
    aku mw saran..soosunnya ditambah ahhahaa

  4. choi young hyun said:

    Author!!, mata gua sembab nih T.T tanggung jawab… Tapi gila baru aja nangis udah disuguhin lelucon dibawah.. Top deh thor… Dilanjut ya… Kekkekekek

  5. wahyuulfa said:

    Wow.. Mantap..
    Netes netes sendiri ni air mata ..
    Maka pas baca ni nda sengaja teputar lgu snsd yang tears lgy.. Tambah (˘̩̩̩Ʃƪ˘̩̩̩) ..
    Seru juga bayangin yoong kelahi ma Yonghwa hahahahahah ; )

  6. merinding bacanya. . .
    huuuaaa kasian Seo unnie 😦
    tapi ya udahlah gak sad sad amat . .
    seo unnie fighting 😦

  7. Huaa !
    Keprok.keprok buat author ! Author daebak lah !
    #standing applause bawa spanduk

  8. taetae_fun said:

    Fellnya krasa bnget,,bneran nangis bcanya…

    tpi pas baca omake,,,
    Lngsung ktwa glaaaa.

  9. idk…
    yang aku ambil malah omakenya.. kebayang mereka lagi drama…..
    entah abis itu kesedihan hilang gitu aja…
    ngerasa ada yang meluk… *kok jadi merinding yah??*
    Aku suka bagian sooyoung… dah itu pokoknya sooyoung keren disitu…
    jika di filmkan…
    seo… acting mu daebak!!!

    lanjuuttt…… 😀

  10. Youngie_bunny said:

    Youngie minum jus lngsung mati
    (tiba”ngebayangin)T.T
    yoong unnie peranmu keren sekali keke~
    pas nyanyi bestfriend tiba” jadi 9 org, kyaa jd sedih sekale T.T
    tp baca yg protes drama ngakak kasian peran taeng,soo,yul XD
    nice ff lanjutkan thor ^^

  11. dikira bnran.ternyata cuma drama.

    Author berhasil menipu reader#plak

    tapi bagus.lanjutkan

  12. hahahahaha…..
    unnie bener2 jenius..!! bisa bikin aku yang sedih n merinding plus nyeseg tiba2 langsung jadi ketawa ngakak sendiri gara-gara part omake…
    hebat hebat hebat….
    di part 3 ini menurutku yoona keren banget, pake adegan berantem segala ma yonghwa walopun akhir2nya juga say godbye ma seohyun..
    hehehe…
    trus paling lucu di part omakenya taeyeon coz mentang2 paling tua,dia yang mati duluan.. hehehe.. trus sooyoung ma yuri yang matinya aku rasa konyol banget.. hehe makanya mereka protes. tapi untung ga da yang mati gara2 kena penyakit panu yang akut ya.. ato mati gara-gara keselek microphone pas nyanyi.. hehehehe
    just kidding.. 😛
    unnie.. lanjutkan!!!!
    gomawo 🙂

  13. Hahaha aku benar2 puas baca part ini, luar biasa…
    Km bener2 jenius thor, aku sampe terbius… Aku jadi kaya ngelihat secara langsung kejadian demi kejadian yg mereka alami, tapi sayang yoona gak sempat menyatakan perasaannya selagi sempat…

    Thousands tumbs are up for this author…

    Btw, permennya mantap thor… Hihihi

  14. Bneran sdih gela!!
    G tga liat Seo d gtuin ma orang.

    Jd mreka smua wafat?
    Trus Seo knp mninggalnya?

    Paling suka pas omakinya.
    Jd g trasa sdih lg.

    I want locksmith!!!
    Up l0at s0on ya!

    • kalau Seo gak kenapa2 kok, memang sdh waktunya aja
      baguslah kalau gak sedih lg 😀
      mianhae, kalau locksmith msh lama, harus nunggu sampai febuari tanggal belasan, karena mau ujian

  15. kereeenn… gak bayangin kalo aku jadi Seohyun :’)

  16. atikakita said:

    jjang thor >,< bener galau nih ff nyaaa

    maknae beruntung banget punya 8 unnie yang "sayang banget" sama dia

    🙂

    eh thor ada twitter? minta password buat locksmith nya atuh DM ke @atikakita yaaa

  17. wahaha,,critanya agak aneh [?]
    klo d jadiin drama bneran gmana ya??? wkwkwkwk

  18. hi aku new reader *bow*

    aku suka alur ceritanya hmmm bikin merinding

  19. lleea tackeyz said:

    ALHAMDULILAH cuma drama aja. . . padhal dah nrocos2 terus ni air mata…tp gag papa.keren thor. . .. oh iya aku minta pwnya LOCKSMITH part 7 ya. . .. kirim k fb q aja triyuanitaelyawati@rocketmail.com….gumawo sblumnya.a..

  20. Kungttadadak said:

    Protes perannya merusak suasana, td nya udh sedih2.. Eh langsung ngakak hahaha

  21. aduh….
    baru bisa coment disini mianhae..
    ceritanya SEDIH ,,,ak suka …
    ditunggu locksmith chapter selanjutnya ya!!!
    gak sabar..
    ak boleh minta PW yg locksimthnya diproteksi ga ?
    ak udah leave coment disana !!
    thanks

  22. Hueeee……. T_T #nangis bombay#
    Author aq terharu banget baca’a…. ;(
    sampe merinding juga aq baca’a….
    bener deh…aq jadi nangis baca’a…wae?….wae…?
    Wae??? kenapa begitu so Sad! T_T
    hiks…hiks…hiks….

    Annyeong~ reader baru^^
    Salam kenal….

    Mian….langsung komen disini ^^v

  23. asli ga ketebak kalo ini adalah drama
    aku mikir ini cuma mimpi atau khayalan sih hyunnie aja

    ah syukur lah my unnie baik baik aja
    huft

    keren lah thir hihihihi

    lanjut LOCKSMITH YA
    hehehehehe

  24. @kyungsee said:

    ini keren.. OMG sumpah ini keren banget~ *tepuk tangan* aku bingung mau comment apa!! Cuma mau bilang ini KEREN

  25. danamustika said:

    astaga….
    benar2 menyedihkan aku mrinding + mw nangis bca part trakhirnya…..

    oiya….
    hai aku silent reader yg mncoba mnjadi reader sejati 🙂

  26. locksmithnya authorrrr….

  27. ryne#s0ne said:

    >>numpang lewat aja thor>> :p
    gw gak tau mo komen apa,,
    YANG JELAS FFNYA KEREN SANGAT, \’o’/

    AUTHOR JJANG..
    *komen paling gak bermutu#abaikan ._.

  28. lulu amanda said:

    kyaaa…..
    author m0 ngerjain ya…..
    org dah terbawa susana …..
    ternyata…*lempar authorpkek bantal*

    tapi bener sedih x ni cerita….
    ending nya jg keren..
    lucu…..
    terus berkarya author….

  29. MeeYoon said:

    sumpah dapet bgt feel’a thor!
    selamat sudah membuat saya ‘new reader’ di blog km ngluarin air mata TT

  30. hiks-hiks ceritanya mengharukan banget nih T_T

    author boleh minta pasword locksmith ga?

  31. yoonyulsic said:

    cerita yang sangat menyentuh dan mengharukan tapi tetap keren… apalagi pas seohyun menyanykian lagu best friend yang ditemani sama arwah anggota SNSD lainnya.. sangat-sangat menyentuh… jadi ngga rela

  32. ya ampun thor ni mata udah berkaca2. klo aj aku lagi gak di kantor aku pasti udh nangis. btw seo mati bukan krn kecelakan n sakit, jd s seo matinya knp thor? penasaran nih 😀

  33. Huaaaa,,,,*tisu mna tisuu,?
    end nya mngharukan,aku kira bklan jdi YoonHyun,tpi trnyata Yoong juga ikut Nyusul,,hueee bner” dah,,, daebakk critane,,

  34. Melianatamara said:

    wah hyunnie meninggalx knp tuh thor ??

  35. aduhh T.T ga kuat..

  36. Aduh,, tanggung jawab ini air mata ngalir mulu T___T
    Sumpah sedihnyaaa,, lanjutkan berkarya thor!! #sumpelidung

  37. yaampun ff nya keeen bgt, g nyangka aq,ada yg bsa bikin ff kaya gini. mereka rela ngelakuin apa aja demi hyunnie. prsahabatan yg sungguh sosweet.. jadi iri..

  38. bee my gg said:

    Untung ad part omake d ujg2.. Jd nya happy ending.. Td nya brasa hujan smua klopak mata ku thor,.
    Kamsahamnida uda bikin ff yg bgitu menyentuh hati ini.. Hahahaha,,
    daebak!

  39. blue ocean said:

    huuuweee aq nangis tersedu2 authorrr.. youre so good !!!!

  40. thor, aku nangis.. bru kali ini rasanya ngeluarin air mata yg byk saat nangis karna suatu cerita. terimakasih karna sudah membiarkan org yg tanpa ijin ini berkeliaran ditempatmu.. walau ternyta ini drama di dalam drama tetep masih bkn sesegukan, I love your story so much, tetap berkarya ya author, harus..

  41. Kim/Choi said:

    Ini nih kak Author ff pertama yang aku baca yang bikin aku langsung jatuh cinta sama karya” kakak. Sama kayak readers yang lain. Cerita ini sukses buat aku mewek. Thank you so much kak Maifate :v
    Maaf yah kak. Sebenarnya aku udah lama baca cerita ini. Tapi baru sekarang ninggalin jejak. Maklum lah kak, dulu aku gaptek nian :”(
    Tapi, setidaknya meramekan lah yah kakkkk 😀

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: