~Thank you for your comments~

A/N : Mengingat ceritanya masih panjang, jadi sementara ku publish segini dulu *tadinya sih mau sampai selesai, tapi ternyata kepanjangan juga :p
lagipula kayaknya sudah pada nungguin nih cerita *author stress karena idenya nyangkut
Video referensi pairing Seohyun dengan unnie-unnienya, silakan ditonton 😀

sekali lagi kuperingatkan mungkin akan membuat syok, tapi aku buat cerita ini semengharukan mungkin
you have been warned :p

Waktu istirahat.
Perasaan apa ini?
Sejenak aku melihat kegelapan di belakang Taeyeon unnie.
Perasaanku tidak enak…
Ah, pasti aku yang berlebihan.
Sunny : “Gimana kalau hari ini kita lomba karaoke?”
Sooyoung : “Boleh juga!”
Jessica mengaitkan tangannya ke lengan Tiffany, “Aku ingin berduet denganmu Fany ah”
Tiffany : “Eh? uh”
Tiffany hanya mengangguk saja.
Saat menuruni tangga, tiba-tiba Seohyun terpeleset karena ada air.
Seohyun : “Kyaaa!!”
All : “!!”
Taeyeon yang kebetulan berada di bawahnya segera menangkap Seohyun. Seohyun terjatuh menimpanya.
Seohyun : “Aduhhh…”
Seohyun mengangkat tubuhnya, kepalanya terasa pusing sejenak.
Tiffany setengah berlari menuruni tangga menghampiri Taeyeon yang masih terkulai disusul Sunny lalu teman-teman yang lain.
Tiffany : “Taeyeon! Kamu tidak apa-apa? Taeyeon?!”
Sunny & Jessica : “Taeyeon?!”
Taeyeon tidak sadarkan diri.
Tiffany mulai panik. Dia mengangkat kepala Taeyeon. Merah. Tangannya berlumuran darah.
Semua membeku ketakutan. Tiffany gemetar melihat jumlah darah yang membasahi telapak tangannya.
Seohyun menutup mulutnya dengan kedua belah tangannya.
Tiffany : “Tidak! Taeyeon! Taeyeon!”
Tiffany mengguncang-guncang tubuh Taeyeon.
Hyoyeon yang paling cepat menguasai diri, dia segera mengeluarkan Hpnya untuk memanggil ambulans.
………………………………………………

“Apa maksudnya…?” tanya Tiffany sambil bercucuran air mata dengan ekspresi yang hancur.
Dokter yang memakai jas putih itu berkata.
“Sayang sekali… kepalanya terbentur keras dan dia tewas seketika.”
Tiffany langsung menjerit histeris. Sementara semua member yang lain syok.
“Taeyeoooonnnnnnnnn!!!!!!!!!”
Jerit pilu Tiffany menggema di ruangan itu. Dia menangis di samping Taeyeon yang berbaring dengan damai.
Sooyoung : “Bohong…”
Sunny bersandar di bahu Sooyoung dan menangis tersedu-sedu. Sooyoung membelai-belai rambut Sunny.
Yang lain tidak mampu berkata apa-apa dan tertunduk dalam.
PLAK!
Semua mata tertuju pada asalnya suara keras tiba-tiba itu. Seohyun memegang pipinya yang memerah.
Seorang murid perempuan dari sekolah mereka juga.
“Tadi aku lihat… ini semua salahmu Seohyun… kamu yang menyebabkan Taeng meninggal!”
Seohyun terbelalak. Yeoja itu langsung menarik kerah baju Seohyun.
“Seharusnya kamu yang mati! kamu harus bertanggung jawab atas kematiannya!”
“Hentikan!”
Yoona menengahi mereka dan melepaskan tangan gadis itu pada Seohyun.
“Ini bukan salah Hyunnie. Memarahi Hyunnie tidak akan mengembalikan Taeyeon unnie”
Gadis itu seperti tersadar, lalu kemudian ia kembali menangis.
Seohyun mematung. Rasa bersalah dan sedih melingkupinya. Air mata yang sedari tadi sudah menggenangi matanya kini meluncur dengan bebas ke pipinya yang pucat. Butiran air mata tersebut disusul oleh butiran-butiran lain yang tak bisa ditahannya.
“Sudah sudah… ini bukan salahmu Hyunnie…”
Yoona mengusap rambut Seohyun.
“Hiks………Taeyeon…………”
Semuanya kembali menatap Tiffany yang terisak.
“………………………”
_______________________________________________________________________________________________

Sekembalinya dari rumah sakit mereka terus berjalan tanpa berbicara apa-apa. Tidak ada Tiffany, dia memilih berada di sisi Taeyeon.
Tibat-tiba Seohyun mulai berkata.
Seohyun : “Gadis itu benar…… gara-gara aku…… Taeyeon unnie… seharusnya aku yang meninggal…….”
Yoona : “Hyunnie…”
Jessica menarik nafas, hidungnya masih tersumbat akibat menangis tadi, “Cepat atau lambat semua manusia akan berpulang. Kamu harus bisa menerima kenyataan.”
Yuri memegang pundak Seohyun.
Yuri : “Semua akan baik-baik saja…”
Kata Yuri lebih seperti menghibur dirinya sendiri.
Ya… selama kita bertahan menghadapinya, maka akan ada banyak hal menyenangkan yang akan terjadi…
Aku ingin mempercayai itu…
_______________________________________________________________________________________________

Keesokan harinya.
Meski terasa berat tapi mereka memutuskan untuk tetap datang ke sekolah.
Jessica : “Fany ah… hari ini dia pasti tidak mau datang…”
Mata Jessica sendiri memerah, dia tidak tidur semalaman. Dilihatnya yang lain juga berwajah kusut.
Seohyun : “…………………………”
Semuanya tertunduk lesu. Betapa kagetnya mereka ketika melihat Tiffany tiba-tiba muncul di ambang pintu.
Jessica : “Fany ah!”
Terang saja mereka semua tidak menyangka kalau Tiffany akan datang ke sekolah hari ini. Mereka semua langsung mendekati Tiffany.
Tiffany mengangkat wajahnya, menatap ketujuh temannya. Mata Tiffany merah dan kantung matanya bengkak. Tatapan matanya seperti boneka, tidak ada tanda-tanda kehidupan yang terpancar dari mata yang biasanya menunjukkan eye smile itu.
Yuri : “Jangan memaksakan diri!”
Mereka mengikuti Tiffany berjalan ke tempat duduknya. Tiffany duduk di kursinya, meletakkan tasnya.
Tiffany : “Taeyeon… dia pasti tidak mau melihatku terus bersedih, makanya hari ini aku datang… agar Taeyeon bisa tenang disana…”
Jessica langsung memeluk Tiffany. Tapi Tiffany sama sekali tidak menangis. Dan itu malah membuat teman-temannya yang lain menangis untuknya. Mereka semua ikut memeluk Tiffany.
_______________________________________________________________________________________________

Tiffany meremas jam tangan milik Taeyeon. Jam tangan milik Taeyeon terus dia pegang sambil mengamati proses pemakaman berlangsung. Dia melihat bagaimana tubuhnya diturunkan ke dalam sebuah lubang yang dalam.
Jessica terus memeluk Tiffany selama proses berlangsung.
Entah kenapa walau masih baru, jarum jam itu berhenti berjalan. Waktunya terhenti di saat Taeyeon mengalami kecelakaan waktu itu, mungkin berhenti akibat benturan keras.
Setelah proses pemakaman berakhir.
“Seohyun!”
Seohyun menoleh ke asal suara itu. Empat orang, dua orang yeoja, dan dua orang namja. Seohyun tidak mengenal mereka.
“Kami sudah dengar, kau yang membuat Taeng meninggal!”
Seohyun : “……………………”
Yoona menengahi mereka. Disusul keenam temannya. Di depan delapan orang, keempat orang itu sesaat terlihat gentar.
Yoona : “Itu kecelakaan”
“Tapi itu salahnya!”
Hyoyeon : “Hentikan! Ini bukan salahnya!”
Seohyun : “……………………”
“Jangan ikut campur! Kalian tidak mengerti perasaan kami!” teriak salah seorang yeoja itu.
“Banyak dari kita yang juga sangat menyukai Taeyeon dan kami semua membencimu!” kata salah seorang namja itu.
Seohyun menggigit bibirnya, berusaha menahan isakan-isakan kecil yang keluar dari mulutnya.
Seohyun : “Mianhae…”
Jessica : ”Maknae…”
“Tidak cukup dengan minta maaf!”
“Kalau kamu jadi kami, kamu pasti tahu bagaimana perasaan kami!”
Yoona yang mendengarnya menjadi semakin emosi, “Cukup! Kalian pikir Hyunnie tidak sedih dengan kepergian Taeyeon unnie?!”
Yoona sudah hampir maju untuk menghajar mereka tapi ditahan oleh Yuri.
Yoona : “Yuri unnie?!”
Yuri menggeleng-geleng. Yoona masih kesal tapi lalu ia membatalkan niatnya, setelah itu baru Yuri melepasnya.
Sunny : “Sudah, jangan dipikirkan”
Mana bisa unnie…
Aku pasti memikirkannya…
_______________________________________________________________________________________________

Semalaman Seohyun terus memikirkan kata-kata keempat orang itu.
Kata-kata itu terus terngiang dalam pikirannya.
Tadi Yoona menawarkan diri untuk menginap di tempatnya, sekarang ia jadi menyesal kenapa ia malah menolak tawaran itu.
Seohyun terbangun dengan jantung berdebar-debar.
Dirinya sangat takut.
Taeyeon unnie… Tiffany unnie… Yoona unnie…
Semuanya…
Ia ingin menjerit, tapi ia tahu itu tidak mungkin. Karena sekarang sudah larut malam, ia tidak mau membangunkan orang tua dan tetangganya. Mau menelpon temannya yang lain pun juga tidak enak. Bukan hanya dia sendiri yang berduka, pasti mereka juga lelah. Jadi Seohyun hanya bisa melepaskan rasa sesak di dadanya dengan menangis.
Mianhae…
Mianhae! Taeyeon unnie…
_______________________________________________________________________________________________

Keesokan harinya. Sepulang dari sekolah.
Seohyun tidak bisa tidur semalaman. Dia dihantui oleh rasa bersalahnya.
Wae… Taeyeon unnie…
Mata Seohyun bersorot redup. Semua pelajaran hari sama sekali tidak diserap oleh otaknya yang cerdas. Dia juga merasa sangat lelah karena tidak tidur semalaman.
Sementara member-member yang lain yang masih berduka harus membagi perhatian mereka pada Tiffany yang down.
Mereka takut takut kalau Tiffany akan bunuh diri. Karena mereka semua tahu kalau Tiffany itu cinta mati sama Taeyeon. Namun demikian Tiffany selalu tersenyum, menunjukkan kalau dia tidak akan bunuh diri. Tapi justru itu yang membuat mereka tambah khawatir. Tiffany terlalu memaksakan diri.
Seohyun melangkah menyeberang jalan. Jessica yang pertama menyadarinya.
Jessica : “Hyunnie! kan masih lampu merah!”
Semua kaget mendengar teriakan Jessica. Jessica sudah berlari lebih dulu dan mendorong Seohyun yang hampir tertabrak mobil.
Mobil itu berusaha mengerem tapi terlambat.
Mereka semua memandang dengan syok ketika melihat tubuh Jessica melayang di udara dan terbanting ke aspal dengan keras.
“JESICAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!”
Yoona : “UNNIEEEEEE!!!!!!!!”
Mereka semua berlari ke arah Jessica.
Sementara Seohyun yang terjatuh di aspal hanya bisa memandangi unnie-unnienya yang mengerumuni Jessica dengan syok. Dia terlalu terguncang untuk bisa berbuat apa-apa.
Yuri mengangkat kepala Jessica.
Yuri : “Jessica! Bertahanlah!”
Hyoyeon segera mengeluarkan Hpnya untuk memanggil ambulans.
Jessica membuka matanya dan menatap keenam wajah di depannya.
Jessica : “Selanjutnya kuserahkan pada kalian… jagalah Maknae kita… uhuk! Uhuk!”
Sooyoung & Sunny : “Jessica…”
Yoona : “Unnie…”
Yuri : “Jessica!”
Jessica tersenyum dan membelai pipi Yuri.
Jessica : “Tidak apa-apa… kurasa ini memang takdir…”
Jessica tidak kuat lagi, tangannya terkulai lemas, Yuri menggenggam tangan Jessica. Dengan sisa nafasnya yang terakhir Jessica berkata.
Jessica : “Yuri… tentang kata-kataku waktu itu… aku serius…”
Lalu kemudian ia memejamkan matanya.
Yuri : “Jessica…?! Jessica!”
Pupil mata Yuri melebar.
Yuri : “!! detak jantungnya…”
Jantung Yuri nyaris berhenti ketika dia tidak lagi merasakan denyut jantung dari tangan yang digenggamnya. Dan walau tidak ada yang menyadari, tepat saat itu pula jarum jam itu terhenti.
Tiffany : “Tidaaaakkkk…!!”
Tiffany menutup mukanya dengan kedua belah tangan.
…………………………………………
…………………………………
…………………………

Saat pemakaman.
Seohyun : “Maaf unnie! Aku…! ini semua… gara-gara…”
Seohyun menangis tersedu-sedu sampai ia tidak bisa melanjutkan kata-katanya.
All : “……………………”
Yoona menyandarkan kepala Seohyun di bahunya dan ikut menangis.
“Sica… Sica…” ujar Tiffany lirih.
Yuri tidak melepaskan pandangannya dari foto Jessica. Dia teringat pernyataan Jessica sebulan yang lalu.
“Saranghae, Yuri…”
Hingga detik-detik menjelang kematiannya Yuri tidak pernah menganggap serius kata-katanya saat itu. Apalagi karena Jessica sering dekat-dekat sama Tiffany.
Yuri meremas jam tangan milik Jessica. Dia sekarang masih bingung dengan perasaannya sendiri.
………………………………………
Dua hari kemudian.
Sunny : “Cepat sekali… padahal belum ada satu minggu. Sica seolah menyusul kepergian Taeyeon…”
Yuri terus meneteskan air mata tanpa bersuara.
Sooyoung : “Rasanya sepi…”
Tiffany memegangi kepalanya, dia tampak sangat terguncang.
Tiffany : “Kalau ini hanya mimpi, seseorang tolong bangunkan aku!”
Hyoyeon : “Tiffany!”
Lalu mereka sibuk menghibur Tiffany, Yuri dan juga Seohyun. Hitung-hitung juga untuk menghibur diri mereka sendiri. Tapi seberapa banyak mereka menghibur, Seohyun tetap merasa sangat bersalah. Hanya saja karena tidak mau membuat unnie-unnienya khawatir, ia berusaha menyembunyikannya.
_______________________________________________________________________________________________

Saat jam pelajaran berlangsung.
Sunny, Tiffany, Hyoyeon, Yuri, Sooyoung dan Yoona bergantian menatap meja Jessica dan Taeyeon. Sekarang tak ada lagi gadis yang tertidur di tengah-tengah jam pelajaran ataupun gadis yang memutar-mutar pulpennya sambil mendengarkan pelajaran.
Yuri melipat kedua tangannya di atas meja dan membenamkan wajahnya.
Tiffany memandang keluar jendela dan melamun. Dia kembali teringat akan kenangannya bersama dengan Taeyeon ketika waktu SMP.
Sooyoung memilih bercakap-cakap dengan Sunny untuk mengalihkan kesedihannya.
“Yah Choi Danshin, nanti aku pinjam catatanmu ya?”
“Catat sendiri, dan berhentilah mengataiku pendek,” balas Sunny tanpa memandang Sooyoung. Dia masih sibuk menulis catatan di bukunya.
“Nanti aku beliin susu sebagai imbalannya”
Sunny menatap tajam Sooyoung. Sooyoung memang sering menyinggung-nyinggung soal tinggi badannya dan Sunny kesal dengan itu.
Yoona baru sadar dia tidak menemukan Seohyun di kelasnya.
“Hyo unnie, kau tahu dimana Hyunnie?”
“Kalau Hyunnie tadi dia bilang akan membolos”
“Apa?!”
Yoona sudah hampir berdiri dari kursinya.
“Biarkan saja, karena sekarang dia sedang bersama kekasihnya”
“Eh?”
“………………”
Yoona kembali terduduk lemas di kursinya. Lalu menatap langit biru di luar jendela. Saat ini warna biru itu sama melankolisnya dengan hatinya.
_______________________________________________________________________________________________

Di atap sekolah.
Seohyun menatap langit biru di atasnya dari tempat teduh.
Sebenarnya dia tidak suka membolos, tapi rasanya ikut pelajaran pun dia tidak akan bisa berkonsentrasi.
“Kamu nggak apa-apa?”
“Ya…”
Seohyun berusaha terlihat baik-baik saja, walau dia tidak bisa menyembunyikan nada suaranya. Dia tidak mau lebih menyusahkan kekasihnya yang sudah rela membolos hanya untuk menemaninya disini.
“Kenyataan memang pahit…”
“…………………”
“Tenanglah, semua akan baik-baik saja”
“Tapi… tapi…”
Seohyun hampir menangis lagi. Yonghwa menyandarkan Seohyun di bahunya.
“Sudahlah, kamu kan masih punya aku dan sahabat-sahabatmu yang lain”
“……iya…”
_______________________________________________________________________________________________

Jam istirahat.
Di atap.
“Yah Hyunnie”
“……………………”
“Hei, hari ini kita nonton bioskop yuk? Aku sudah mengajak yang lain, mereka semua juga sudah setuju”
“Bisa-bisanya unnie seperti itu…”
“Apa?”
Seohyun menatap Yoona antara marah dan sedih.
“Padahal Taeyeon unnie dan Jessica unnie sudah meninggal, tapi unnie masih bisa seriang itu!”
“Lalu apa?! apa Hyunnie?! Apa aku harus seperti kamu yang bersedih terus seperti itu?!”
“Unnie tidak mengerti perasaanku… aku yang telah membuat Taeyeon unnie dan Jessica unnie…”
“Cukup sudah!” bentak Yoona sampai Seohyun kaget.
“Aku juga sahabat mereka, tentu saja aku juga sedih. Aku tidak ingin kehilangan mereka! Tapi mau sampai kapan kita terus bersedih…”
“Mianhae unnie… aku…”
“Sudahlah Hyunnie…” Yoona menarik nafas panjang dan menahan air mata yang hampir keluar lagi. “Bagaimanapun masa lalu adalah masa lalu, sekarang kita harus terus menatap ke depan”
_______________________________________________________________________________________________

Saat berjalan di lorong sekolah, Seohyun masih terus memikirkan kata-kata Yoona.
Yoona unnie benar… betatapun menyakitkannya masa lalu aku harus tetap melangkah maju…
Tiba-tiba seorang murid pria mendekatinya.
“Kau Seo Ju Hyun kan?”
“Eh? Iya”
Sebuah benda terayun dan-
BRET!
Merobek lengan baju Seohyun.
Tes tes
Lengannya terasa perih, darah mengalir keluar. Seohyun mengerenyit sambil memegangi lengannya yang terluka.
“A-apa…?”
“Kyaaaaaaaa!!”
Semua murid-murid yang berada di dekat mereka segera menjauh. Ada yang berlari untuk melapor ke songsaengnim.
Sunny kebetulan berada di sekitar sana. Dia berhenti meminum susu kotaknya.
“Apa? kenapa ada ribut-ribut?”
Dia mencoba melihat, tapi terhalang oleh orang-orang di depannya karena tubuhnya pendek. Lalu Sunny menerobos kerumunan yang tampaknya sedang mengelilingi sesuatu.
“Maaf! Permisi!”
Namja itu memandang Seohyun dengan liar. Seohyun ketakutan, dalam hati dia berteriak minta tolong. Tidak ada yang berani mendekat untuk menolong karena namja itu membawa senjata.
“Kamu harus tanggung jawab…” desahnya dengan nada mengancam.
Namja ini… penggemar unnie yang ekstrim?
“Hentikan! Buang senjatamu!” perintah seorang songsaengnim.
Tapi namja itu malah mengayunkan senjatanya kepada songsaengnim yang mencoba mendekat.
“Jangan mendekat!”
Terpaksa songsaengnim itu mundur lagi. Sunny yang berhasil menerobos kerumunan akhirnya melihat pemandangan di depannya. Saking kagetnya, susu kotak yang dipegangnya terlepas dari tangannya.
“Hyunnie?!”
“Mati kau!”
Namja itu menerjang Seohyun dengan pisau di tangannya. Sunny berlari dengan panik ke arah Seohyun.
Tiffany, Hyoyeon, Yuri, Sooyoung, dan Yoona yang baru sampai setelah mendengar berita itu. Mereka menerobos kerumunan. Di depan mata mereka petaka itu terjadi.
Pisau itu menancap di perut Sunny. Sementara Seohyun hanya bisa memandang dengan syok.
All : “SUNNYYYYYYY!!!!!!!!!”
Seohyun memegangi Sunny yang terjatuh.
Sooyoung, Yuri, & Yoona : “KAUUU!!”
Dengan mata berkilat-kilat penuh kemarahan mereka bertiga langsung maju tidak peduli lawan bersenjata.
Hyoyeon : “Yuri! Yoona! Sooyoung!”
Namja yang melihat dirinya diserang bersamaan itu langsung mengayunkan pisaunya dengan panik.
Yoona dan Yuri menghindar tapi ujung pisaunya sempat merobek seragam Yoona dan mengenai rambut Yuri. Beberapa murid berteriak.
Tiffany menutup mata dengan kedua belah tangannya, tidak berani melihat.
Sooyoung menyelinap ke belakang namja itu. Tiba-tiba namja itu berbalik dan menyerang. Sooyoung yang tidak sempat menghindar refleks melindungi tubuhnya dengan tangan sebagai tameng. Dan lengannya mendapat luka goresan yang dalam.
Memakai kesempatan saat namja itu membelakanginya Yoona langsung mencekal namja itu dan Yuri memukul tangannya hingga pisau itu terlepas dari tangannya. Lalu dia ikut membantu Yoona memegangi namja itu.
“Lepaskan! Sial!”
Namja itu berusaha meronta-ronta. Yoona dan Yuri yang marah langsung memelintir kedua lengan namja itu sampai ia mengaduh kesakitan. Songsaengnim lalu membantu mereka berdua menahan namja itu.
Sooyoung langsung menghampiri Sunny dan Seohyun. Seohyun langsung menyingkir dan memberi kesempatan pada Sooyoung.
“Sunny!”
Sunny menyentuh lengan Sooyoung yang berdarah.
“Kamu… nggak apa-apa?”
“Babo! Khawatirkan dirimu sendiri!”
“Sooyoung… kamu jangan kebanyakan makan… tidak bagus untukmu…”
Sooyoung menggeleng, matanya berurai air mata.
“Apa yang kamu bicarakan Sunny?”
Sunny tersenyum.
“Dan…… berhentilah mengataiku pendek……”
“Aku tidak akan bilang lagi! Karena itu jangan pergi Sunny!”
“Ehehe… pertama kalinya… aku melihatmu seperti ini…”
Lalu Sunny memandang Seohyun. Seohyun sedang menggigit bibirnya sambil menangis.
“Hyunnie… tidak apa… ini bukan salah…mu………”
“……unnie………”
Sooyoung memeluk Sunny erat-erat.
“………uhh…Sunny…”
Sementara yang lain hanya bisa miris melihat pemandangan menyedihkan tersebut.
_______________________________________________________________________________________________

Hyoyeon : “Kalian melakukan hal yang berbahaya!”
Yuri, Sooyoung, dan Yoona tertunduk membisu.
Hyoyeon : “Masih untung lukamu tidak parah Sooyoung! Lain kali kalian jangan lakukan hal seperti itu lagi!”
Tapi kemarahan Hyoyeon terhenti ketika mendengar isak tangis Seohyun.
Seohyun : “Sunny unnie… Sunny unnie….”
Tiffany memeluk Seohyun dan ikut bersedih.
Sooyoung memegangi perban yang membalut lengannya. Dia kembali teringat pada gadis itu.
Tiffany : “Sudah sore, sebaiknya kita pulang…”
Hyoyeon : “Benar…”
Yuri dan Yoona bangkit berdiri, cuma Sooyoung yang masih tetap duduk. Yoona menepuk pundak Sooyoung.
Yoona : “Makan yuk? Dari tadi siang kau belum makan kan?”
Sooyoung : “Aku nggak nafsu makan…”
Sooyoung yang dijuluki Shik Shin menolak makan?
Yoona : “Yah, ayolah”
Yuri : “Yoona, aku ikut, Hyoyeon kau ikut juga”
Hyoyeon : “Baiklah”
Yuri : “Fany ah, kau tidak ikut?”
Tiffany : “Aku mau mengantar Hyunnie pulang, kayaknya Hyunnie capek”
Tiffany memegang bahu Seohyun. Seohyun tertunduk lesu.
Hyoyeon : “Hati-hati”
Tiffany mengangguk.
_______________________________________________________________________________________________

Seohyun dan Tiffany berjalan berdampingan. Masing-masing dari mereka tidak saling berbicara.
“………………………”
“………………………”
Wae…
Apakah aku memang dikutuk…
“Hyunnie!”
Tiffany menarik tangan Seohyun. Langkahnya terhenti.
“A-apa unnie?” tanya Seohyun setengah kaget dan tidak mengerti.
“Kau lagi-lagi melamun! Belum lampu hijau tuh!”
“Ah, mianhae unnie…” jawab Seohyun ketika menyadari kesalahan apa yang hampir saja diulangnya.
Tiffany menatap iba pada Seohyun. Dia tahu persis apa yang dipikirkan Seohyun. Dia menyalahkan dirinya.
Tiffany mempererat genggaman tangannya pada Seohyun. Seohyun merasakan kehangatan dari genggaman tangannya.
“Unnie…”
Tiffany menatapnya tegas, “Jangan lepaskan tanganku”
Saat lampu pejalan kaki sudah berubah hijau Tiffany menggandengnya menyeberang jalan. Tapi malang, saat mereka menyeberang justru ada sebuah mobil yang melanggar lampu lalu lintas.
Unnie…
Tangan yang sedang menggenggam tangannya tiba-tiba melemparnya menjauh.
!!
Seohyun berusaha menjulurkan tangannya menangkap tangan yang melemparnya, tapi daya tolak menjauhkan dirinya. Saat terlempar sekilas Seohyun melihat Tiffany yang tersenyum.
Deg
………………………………………………
Yoona : “Eh?”
Yuri : “Kenapa Yoona?”
Yoona : “Nggak ada apa-apa”
Perasaan apa itu tadi, batin Yoona.
Tapi lalu ia melihat Sooyoung yang hobi makan sedari tadi belum menyentuh makanannya. Dia hanya menggerak-gerakkan sendoknya tanpa benar-benar memakannya. Dan Yoona pun tidak mempedulikan perasaan yang sempat mengganggunya tadi.
_______________________________________________________________________________________________

Tiffany terbaring berlumuran darah di aspal.
“Tiffany unnie! Tiffany unnie!”
“Uhuk! …………uh……Taeyeon…”
“Eh?”
Bola matanya memandang langit biru yang diselimuti sedikit awan putih.
“Aku bisa mendengar suara Taeyeon…”
“U-unnie?!”
“Dia memanggil namaku… aku mau ketemu Taeyeon…”
“Maaf unnie… gara-gara aku…”
Aku pasti memang benar dikutuk, batin Seohyun.
“……………………”
“Uh hiks…….”
“Hyunnie… mendekatlah…”
Seohyun mengusap air matanya dan mendekat sesuai keinginan Tiffany. Tiffany mengecup pipi Seohyun.
“Unnie…?”
“Sihir… agar Hyunnie tidak bersedih lagi…”
Tiffany tersenyum, dan senyumnya tetap menghiasi wajahnya bahkan setelah jiwanya meninggalkan raganya.
_______________________________________________________________________________________________

Mereka berlima menghadiri pemakaman tiga member yang dilaksanakan secara bersamaan.
Geng So Nyu Shi Dae yang selalu berisik akhir-akhir ini menjadi tenang sampai-sampai terasa menyedihkan.
Sooyoung : “Sampai sekarang aku masih tidak percaya mereka sudah pergi…”
Yuri : “Kalau bisa memilih, lebih baik mereka pindah sekolah daripada…”
Yuri tidak melanjutkan kata-katanya.
Yoona : “Kalau tahu begini, seharusnya aku lebih banyak menghabiskan waktu bersama mereka…”
Hyoyeon & Seohyun : “…………………”
Sedari tadi Seohyun terus meremas roknya. Ia berusaha menahan diri untuk tidak menjerit histeris.
_______________________________________________________________________________________________

Sepulang sekolah.
Yuri menarik tangan Yoona dan memandangnya dengan penuh permohonan, “Temani aku, Yoona… aku tidak mau sendirian…”
“Baiklah.”
Yuri : “Sooyoung juga ya?”
Sooyoung mengangguk.
Hyoyeon : “Eh?”
Mereka bertiga sibuk menghibur diri masing-masing, sampai mereka tidak menyadari kalau Seohyun sudah pergi duluan, hanya Hyoyeon yang sadar. Hyoyeon pergi mencari Seohyun lewat jalan yang dilewatinya. Bahkan mereka tidak sadar waktu Hyoyeon pergi meninggalkan mereka.
Sementara itu.
Ada seseorang yang sedang memata-matai Seohyun dengan niat jahat. Saat menemukan kesempatan ia mendorong Seohyun.
“!!”
Seohyun kaget tiba-tiba dia terlempar ke jalanan, padahal ada mobil yang hendak lewat.
“Awas!!”
Hyoyeon segera bertindak. Seperti mengulang kejadian yang sudah-sudah. Lagi-lagi Seohyun selamat dari maut…
“Unnie!”
“Waktu yang kuhabiskan bersama dengan kalian semua… sangat berharga”
Hyoyeon terbatuk-batuk.
“Hyoyeon unnie!”
Hyoyeon menatap Seohyun. Dia tahu apa yang dipikirkan Maknae itu.
“Hidup dan mati ada di tangan Tuhan…
“Walau apapun yang terjadi…tetaplah kuat Hyunnie…”
“Tolong… sampaikan pada orang tuaku kalau aku mencintai mere…ka”
……………………………………………
……………………………………
Yuri, Sooyoung, dan Yoona sangat syok ketika mendapat telepon dari Seohyun yang mengatakan kalau Hyoyeon kecelakaan. Belum pulih mereka dari kehilangan member-member yang lain, sudah mendapat duka baru. Dan disinilah mereka bertiga di depan Seohyun yang menangis tersedu-sedu setelah menceritakan semua yang terjadi. Mereka tidak bisa menemukan kata-kata yang tepat untuk menghibur Seohyun.

A/N : Mudah-mudahan feelnya dapet
mungkin part selanjutnya sudah pada bisa menebak :p
tag pairing sama dengan part sebelumnya, cuma terlalu pusing untuk nulisnya :p

Advertisements

Comments on: "Soshi Bond ~Seohyun and 8 Angels~ (part 2)" (44)

  1. YS_addict said:

    WHAT!!!?? DEMI APA CERITANYA JD GINI?? o.O” *ganyante!!
    sumpah aku aja ga kuat baca ampe abis cuma ampe sunny itu cukup!,aku…aku…aku ga rela mreka satu persatu pergi :”( kembalikan Rofl yg dulu…!! *demo^^
    author aku minta pw locksmith 7…boleh?

  2. choi young hyun said:

    Min…,aku bisa tau maksud ini ff… Tapi masih penasaran… Kelanjutannya kayak gimana…. Tapi wae…?.. Kok urut gitu..T.T aku jadi ikut sedih…. Huahahahahah*nangis di pelukan rilakuma

  3. Ckckckckck aku “quote: tidak bisa menemukan kata-kata yang tepat untuk menghibur” diri aku sendiri setelah baca ff ini… Benar2 deh, seharusnya aku nurut aja ma warning nya…
    Feel nya dapat banget thor, cuma itu yg bisa aku bilang…
    Gud job thor, lanjutkan karyamu. Semangat…!!!!

  4. Wadoohh..sisa 4 doang, yg lain pada ninggal..T.T
    Ninggal nya rata2 karna lindungin seo..><

    dtnggu klanjutannya..

  5. Huhuhu.. 😥
    sad bnget.. ;(

    Bruan d lnjutin thor… 😉

  6. atikakita said:

    jjang tor >,<

    sedih banget sumpah #ngelapairmata+ingus

  7. shock terapy thor … sumpaahh.. ini bikin jantungan … huwaaaa X'(

  8. lleea tackeyz said:

    ni ceritanya dah selesei blum????tolong endingnya yg mnyenangkan ya. . . .q bner2 nangis ampe tersedu-sedu je, , ,gag bisa bayangin perasaan hyunnie, , , ,hyunny tenang ya, yoong unnie pasti akan slalu ada buat km . . . .
    segera d lanjut ya….

    oh iya q minta PW nya Ya…kirim aj k fb q nie :triyuanitaelyawati@rocketmail.com. . . . .gumawo . . .
    hiks…hiks..

  9. Shock,speechless,terpana,terkejut dan sebangsanya .
    Brasa kaya hyunnie pembawa sial . Kasian ..
    Genrenya horror ya, thor ? Semangatt lnjtn ya ?

  10. maaf… pas jessica mati.. aku gak tahu mau gimana…
    aku gak bisa lanjuutt…
    aku sayang mereka sangat… aku gak bisa memandang kejadiaan ini..
    T^T
    aku gak bisaa…. T^T
    tapi tetep kebaca…
    pas jessica rasanya sesak, badan sakit, mata panas, pas sunny… terasa sakit.. tiffany… hyo.. jangan… jangan lagi… mereka mati sesuai urutan tuanya ya??? jangan lagii… T^T

    heppi ending.. atau buat seohyun bangun dari mimpi buruk… oke!!
    semangat thor…. :

  11. apa ini?T.T

    tega sekali author ‘membunuh’ mereka satu persatu#plak

  12. wahyuulfa said:

    Wow..
    (˘̩̩̩ʃƪ˘̩̩̩)
    Bacanya tanpa kedipan ..
    Hbis baca langsung guling guling nda jelas…

  13. yahh… Kok tewas semua sih T_T

  14. Mengapa ini sangat menyedihkan?

    Hiks. . . . Hiks. . . .
    Sm0ga itu hanya mimpi.
    Sbenernya siapa c yg ng0m0ng d mimpinya Seo?
    Tak0l nie!!
    Lanjutkan th0r!

  15. thor aku gak tw mw komen apa?
    aduuuhh syok banget !!! 😦
    kenapa jadi gini ceritanya? gak rela banget mereka meninggal berurutan 😦
    huuuuaaaa authorrrr!!!!! 😦

  16. huufftt……. tinggal 4 dunkz,
    nyeseg bacanya unnie… 😦
    tapi kreatif lho ceritanya,feelnya bener2 dapet 🙂 , tapi kalo boleh komen lebih bagus kalo kejadian meninggalnya member soshi dibedain, jadi reader susah nebak jalan ceritanya.. jadi makin deg2an…
    tapi overall bagus lho unnie, seohyun bener2 kaya’ dikutuk,, soalnya tiap kali member soshi yang mati pasti gara2 nolong seohyun.
    thumbs up buat unnie
    always thumbs up buat unnie.. 😀
    oiya,lancarkah ujiannya??
    aku juga lagi ujian ni..

    • kamsahamnida 😀 memang pingin membuat cerita yang berbeda
      memang sdh dibedain kok, tunggu aja part 3nya 😀
      blm ujian sih, cuma ya pusing, banyakan take home test nih

  17. ga sabar nunggu part 3…

  18. Omoo demi apa? kenapa ceritanya begini,,hikss,ottoekee,,aku nangis benerann

  19. taetae_fun said:

    OMG…!!!!
    bner2 SHOOCCKKK…

    gtwu mwu ngomen apa….
    ..TAT

  20. taetae_fun said:

    OMG…!!!!
    bner2 SHOOCCKKK…

    gtwu mwu ngomen apa….
    ..TAT

    lnjut dlu..

  21. Ismy_hyoyeon said:

    Woaaaaaa author daebakkk

    k’sihan banget sama hyunie.. Pasti dia tertekan bnget…..;(

  22. Kungttadadak said:

    *lanjut ke next part*

  23. god gila
    semua kenapa harus gitu sih
    ANDWE

    semoga hanya mimpi aja

  24. @kyungsee said:

    Pas taeng meninggal aku shock.. Pas sica meninggal aku nangis.. Kata2 jeti sebelum meninggal bikin nyesek T.T hiksss

  25. MeeYoon said:

    kenapa kau begitu tega thor terhadap seohyun T^T

  26. yoonyulsic said:

    apaa??koq ceritanya jadi gini sih.. part 1nya senang-senang.. giliran part 2nya.. yahh menyedihkan banget.. mulai dari meninggalnya taeyeon kemudian jessica disusul sunny selanjutnya tiffany dan yang terakhir hyuyeon … apakah akan ada korban selajutnya??..
    tapi jujur ceritanya betul-betul menyentuhh…

  27. maaf sebelumnya thor. selama ini aku selalu jd silent reader hehehe. mau komen, kok author sadis bgt sih. baca pas taeng mati aj itu aku langsung syok. awalnya gak ngubris warning author, jd ternyata warningnya buat ini ya

  28. Oowww,,i’m shock,,e,,electrick Shock*joget
    #abaikan
    Aigoooo,,bner” deh shock saya,,,mrekkaa,,apalgi pas sica,bner” deh,glek…..
    Feel dpet bngeet thor,,daebak
    Next

  29. Melianatamara said:

    min tragis bgt T__T”

  30. sedih banget thor. kaya kmatian berantai 😥

  31. gue belom baca (lagi), tapi kayak a udah sedih sedih gitu nih, sebenar a apa yang terjadi?(makanya baca dulu baru komen), senpai plis deh jangan bikin mewekkk!

  32. Bee my gg said:

    T_T.. Hiks.. Hiks.. Hiks.. Qo bs yaaa cm bc ff mu thor tp nymp nyesek dan nangis gini?.. Sebenarnya ap yang telah terjadi?

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: