~Thank you for your comments~

A/N : Sebagai informasi dalam cerita ini Sunny yang seorang yatim piatu diasuh oleh pamannya sejak kecil. Karena itu pamannya merasa sangat berhak atas Sunny sampai selalu memaksakan kehendaknya pada keponakannya itu. (Membuat Sunny jadi benci dipaksa, tapi malah selalu dipaksa-paksa sama Sooyoung hehe^^)

Keesokan harinya.
Hari ini juga mereka menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan seperti kemarin.
“Ah manis”
Sunny melihat-lihat cincin di dalam rak kaca. Sunny mencobai sebuah cincin perak.
Melihat itu Sooyoung mulai mengira-ngira berapa isi dompetnya.
Tapi mendadak Sunny teringat pada seseorang. Senyumnya lenyap. Dia mengembalikan cincin itu.
“Wae?” tanya Sooyoung merasakan perubahan pada Sunny.
“Ah nggak, kita pergi yuk?”
Sooyoung melihat toko crepes.
“Sunny Sunny, beli crepes yuk?”
Sunny menghela nafas.
“Baiklah baiklah”
Shik shin ini…
Meski baru sebentar ia mengenal Sooyoung, dari semua orang yang dikenalnya rasanya dia yang paling pantas mendapat julukan macam itu.
Sooyoung membeli crepes dari toko crepes yang terkenal.
“Kamu nggak mau?”
“Nggak”
Sooyoung menikmati crepes rasa coklat strawberry dengan krim.
Sunny menghela nafas.
“Tuh krimnya nempel”
Sunny mengeluarkan sapu tangan dan mengelapnya.
“Go-gomawo” ujarnya gugup.
Melihat wajah yeoja itu memerah mendadak dia merasa malu juga.
Uh, kenapa sih dia pakai malu segala?! Aku jadi salting begini!
…………………………………………………
Jam mulai menunjukkan pukul tiga sore.
Sooyoung sedari tadi terus menggenggam tangan Sunny. Mereka sampai di stasiun.
“Haha stasiun ini adalah tempat kita bertemu pertama kalinya!” seru Sooyoung gembira. “Kau asyik! Untunglah kau jodohku”
Dari kemarin dia menyebutku jodohnya terus…
Sebuah kereta berhenti dan pintu terbuka tepat di depan mereka.
“Masih terlalu sore untuk pulang, sekarang enaknya kita kemana ya?”
“Aku bukan jodohmu…” kata Sunny tiba-tiba.
“Hah?”
“Karena… aku akan bertunangan dengan orang lain”
Sunny merasa berat saat mengatakannya.
Ketika itu terdengar sebuah pengumuman kalau pintu akan segera ditutup.
“Eh kenapa?! tapi kata peramal itu-”
“Kau lupa Sooyoung, kita sesama yeoja”
Sooyoung tertegun.
“Bye…”
Duk
“Eh?”
Sooyoung terdorong ke belakang. Dia jatuh terduduk dan tepat saat itu pintu kereta menutup.
Sunny tersenyum sedih.
“Sunny!”
Sooyoung mencondongkan badannya ke pintu yang sudah tertutup itu. Sunny membalikkan badannya saat kereta mulai berjalan.
Sebelum kereta semakin menjauhi stasiun Sooyoung sempat melihat Sunny naik kereta di seberang sana yang memiliki arah berlawanan.
“!!”
“Sunnyyyyyyyy!!”
……………………………………………
…………………………………
……………………
Sooyoung turun di stasiun berikutnya, lalu dia melihat peta. Stasiun yang memiliki arah berlawanan cukup banyak.
Sial! Dia berhenti di mana?!
Sunny berjalan lunglai di tengah kota, tanpa tujuan. Matanya bersorot redup.
……………………………………………
…………………………………
……………………
“Sunnyyyy! Sunnyyyy!!”
Sooyoung terus berkeliling mencari Sunny tanpa kenal menyerah.
……………………………………………
…………………………………
……………………
Sunny memilih tempat yang sepi untuk menyendiri. Ia duduk di sebuah kursi lalu merenung.
Mungkin… inilah yang terbaik…
……………………………………………
…………………………………
……………………
Air mata demi air mata terus mengalir.
Kenapa hatiku terasa sangat perih?
Apa aku mencintai Sooyoung?
Tapi Sooyoung seorang yeoja dan aku sudah akan bertunangan…
Lagipula pamanku pasti tidak akan menyetujuinya…
Malam semakin larut. Tidak ada seorang pun yang lewat. Sunny tidak tahu berapa lama ia duduk disitu. Tapi mendadak suara berisik itu menyapanya.
“Ketemu!”
Apa?
Sunny mengangkat wajahnya. Dia melihat yeoja itu berdiri di sampingnya dengan nafas memburu. Keringat mengalir di pipinya lalu turun ke lehernya.
Sooyoung tersenyum lega.
“Akhirnya… sudah kucari-cari”
Tidak mungkin! Bagaimana dia bisa menemukanku?!
Dia bahkan tidak tahu aku turun di stasiun mana kan?!
Sooyoung langsung meraih Sunny dalam pelukannya.
“Jangan menghilang lagi dariku, Sunny…”
Sunny membuka mulutnya tapi tidak ada kata-kata yang terucap.
Dalam dirinya ia merasa tersentuh oleh perjuangan yeoja itu untuk menemukannya.
Ragu-ragu Sunny mengangkat tangannya dan melingkarkan tangannya di pinggang Sooyoung.
Tapi kenapa ia bisa menemukanku?
Apakah kami memang berjodoh?
Jantungnya berdegup kencang.
Ah, aku ingin lebih lama lagi berada dalam pelukannya…
“Sunny… saranghae…”
Sooyoung melepas pelukannya lalu menunduk untuk mengecup bibir Sunny.
“?!”
Sunny mengedipkan mata dua kali. Ini pertama kalinya ia berciuman dengan seseorang. Tapi lalu ia memejamkan mata dan mulai menikmati ciuman itu.
Sooyoung mengisap pelan bibir Sunny, menikmatinya seolah sedang makan permen. Sunny meremas jaket Sooyoung seolah meminta lebih.
Tiba-tiba terdengar langkah kaki seseorang. Dengan panik Sooyoung dan Sunny segera saling memisahkan diri.
Seorang pria setengah baya bersama dengan beberapa laki-laki berjas hitam yang memakai kacamata hitam. Mata mereka menatap Sooyoung dengan tajam dari balik kacamata hitamnya.
Sooyoung langsung menyembunyikan Sunny di belakangnya. Dia sudah merasakan gelagat tidak enak saat melihat mereka.
“Ma-mau apa kalian?”
Sunny mengintip dari balik Sooyoung dan dia mengenali seorang pria berusia setengah baya yang memakai kacamata tersebut.
“Pa-paman?!”
“Eh?”
“Sunny, kupikir kamu pergi kemana selama beberapa hari ini, ternyata aku malah menemukanmu bermain-main bersama dengan seorang yeoja!”
Sunny memucat. Dia tidak bisa mengelak.
“Sunny, dia pamanmu?”
“Tidak tahukah kamu kalau Sungmin begitu mencemaskanmu?”
Sunny mengepalkan tinjunya. Lalu mengangkat wajahnya dan menatap Lee Soo Man dengan tegas.
“Paman, aku sudah memutuskan tidak akan bertunangan dengan Sungmin”
“Apakah karena yeoja itu?”
“I-itu…”
Di depan wajah pamannya yang galak dan berwibawa, Sunny kehilangan kata-katanya.
Sooyoung menarik nafas dalam, lalu membuka mulutnya.
“Paman, kenalkan, namaku Soo-“
Lee Soo Man mengeluarkan sesuatu dari balik jasnya lalu-
DORRR!!
Sebutir peluru menusuk bahu kanan Sooyoung. Rasanya sangat perih. Mengiris dan membakar.
“Aaaaaaaaaaaaa!!!”
Sooyoung terjatuh. Dia memegangi bahunya sambil berteriak kesakitan. Darah mengucur dari bahunya yang berlubang.
“Sooyoung!!”
“Uh…………Sunny…” rintihnya menahan sakit.
“Aku tak butuh penjelasanmu” ujar Lee Soo Man sambil menatap Sooyoung dingin.
Sunny menatap pamannya dengan sengit.
“Paman jahat! Sooyoung tidak salah apa-apa!!”
“Apanya? Jelas-jelas kulihat dengan mata kepala sendiri kamu berselingkuh dengan yeoja itu! Sudahlah! Ayo kita pulang”
Sunny menatap pamannya dengan pandangan tidak percaya.
“Tunggu! Masa paman akan membiarkannya?!!”
“Yeoja itu cuma mengganggu pertunanganmu dengan Sungmin, lebih baik dia mati agar tak jadi penghalang di antara kalian”
Sunny syok mendengar kata-kata pamannya yang begitu kejam.
“Tu- paman tidak serius dengan ucapan paman barusan kan?!”
Lee Soo Man hanya mendengus sambil membetulkan jasnya lalu kemudian berjalan pergi.
Sunny berlari menghampiri pamannya lalu segera memeluk lengan pamannya.
“Paman! Jangan! Jangan biarkan Sooyoung! Dia bisa mati!”
Tapi pamannya tetap tidak mempedulikan permohonannya.
“Baiklah… aku akan bertunangan dengan Sungmin! tapi tolong Sooyoung…”
“……………………”
“Kau benar-benar memegang janjimu?”
“……iya……”
Air matanya mulai jatuh.
Lee Soo Man menatap ke bawahannya.
“Bawa dia”
Dua orang pria berjas hitam menarik Sooyoung yang terkapar dengan paksa. Sooyoung terlihat tersiksa karena tarikan mereka.
“Jangan kasar-kasar!” jerit Sunny.
Sunny juga bermaksud naik ke mobil dimana mereka membawa Sooyoung, tapi pamannya mencegahnya.
“Kamu ikut aku! kalau tidak, tidak akan kuantar anak itu ke rumah sakit!”
Sunny hanya bisa mengangguk sambil menahan tangis.

Sooyoung’s POV

Aku melihat Sunny memohon-mohon demi aku.
Sunny…
Aku mendengar dengan jelas semua kata-kata Sunny dan pamannya.
Sayangnya tidak ada yang bisa kulakukan…
Aku tidak bisa berpikir, rasa sakit telah menguasai panca inderaku…
Dua orang namja menarikku dengan kasar hingga rasa sakitnya terasa semakin menyiksa. Mereka menaikkanku ke mobil. Sehelai kain diletakkan di belakang tempat aku bersandar.
Bahuku terasa semakin panas, pasti benda itu menghanguskan dagingku…
Aku masih bisa merasakan darahku mengalir keluar. Aku tidak bisa bergerak. Selain karena sakit, tubuhku terasa lemas.
Mobil berjalan lurus, menikung, lurus, lalu menikung lagi.
Rasanya seperti perjalanan tanpa akhir. Rasa sakit di bahuku menjadi semakin menyiksa karena mobil yang berguncang. Pedih dan ngilunya menyayat-nyayat.
Sunny…
Dimana dia…
Pasti dia di mobil lain…
Aku ingin merintih. Aku ingin berteriak, tapi aku takut mereka akan menyiksaku lagi, jadi aku memilih diam.
Tak pernah kusangka aku akan mengalami hal seperti ini… untuk bertemu dengan jodohku…
Peramal itu memang bilang kalau aku akan mengalami penderitaan besar untuk bisa bersama dengan jodohku…
Mereka membawaku ke rumah sakit.
Disana aku tidak langsung ditangani. Tapi didudukkan di ruang tunggu yang kotor. Di beberapa tempat ada noda darah.
“Haa……Haa……” setiap nafas yang kuhela sama sekali tidak meringankan rasa sakitku.
Aku harus menunggu selama belasan menit dalam siksa.
Ingin rasanya aku mati… tapi keinginanku untuk bertemu kembali dengan gadis itu yang membuatku terus bertahan…
Setelah itu tiga petugas rumah sakit berbaju putih keluar. Mereka menyuruhku naik ke tempat tidur dorong, lalu mereka mendorongku.
“Aaaa……”
Posisi tidur membuatku semakin tersiksa. Rasanya peluru dalam bahuku seperti mengiris-iris.
Mereka membawaku masuk ke ruangan yang penuh dengan peralatan rumah sakit dan obat. Beberapa pasien lain juga di ruangan itu.
Kemudian salah seorang perawat menyuntik lenganku dan aku pun jadi lemas, setelah itu aku tidak sadarkan diri.
………………………………………………
…………………………………
……………………
Sunny menangis dalam kamarnya. Sudah dua hari ini dia terus menangis. Pamannya pun tidak peduli dia menangis.
Dia menangisi dirinya sendiri dan juga menangisi Sooyoung yang saat ini sedang di rumah sakit. Ia tidak diperbolehkan untuk menjenguknya barang sedetik pun.
Sooyoung, dia ditembak…
Aku benci paman! Benci!
Aku juga benci diriku sendiri! Semua gara-gara aku! Aku membuatnya menderita!
Tuk
“?”
Tuk
Suara itu terdengar lagi.
Sunny bangun dari tempat tidurnya, sambil mengusut air matanya ia berjalan menuju jendela lalu membuka tirainya.
Dia melihat seseorang berdiri di bawah sana. Matanya membelalak kaget.
Astaga! Sooyoung?!
Sunny terburu-buru keluar.
………………………………………………
Sooyoung menatap rumah besar di depannya.
Setelah tersadar, yang pertama kali terlintas dalam kepalanya adalah menemukan gadis itu.
Dia memaksakan tubuhnya yang masih dalam kondisi lemas untuk bergerak. Bahunya masih sedikit nyeri.
Akhirnya dia berhasil menemukannya… setelah berjalan dengan tertatih-tatih… rumah Sunny. Daerahnya cukup terpencil. Tidak ada rumah-rumah lain di sekitarnya, sepertinya itu bisa diduga dari pekerjaan pamannya yang ternyata seorang-
“Bagaimana kamu bisa ada disini?!”
Ah bukan, lebih tepatnya Sunny bertanya-tanya darimana dia bisa tahu rumahnya.
Sunny bisa melihat noda merah dan lubang bekas peluru di bagian bahu Sooyoung. Dan ia merasa hatinya sakit.
Sooyoung nyengir, “Hehe, kamu kan jodohku”
Walau kata-katanya terdengar bodoh tapi dia serius mengucapkannya. (Sebenarnya Sooyoung sempat bertanya pada peramal yang meramalnya).
Sunny menatapnya dengan mata berkaca-kaca. Ia ingin memeluknya, tapi itu tidak mungkin. Dia menelan semua kata-kata sayang dan rindu yang ingin diucapkannya.
“Pulanglah… sekarang kamu tahu kan… pamanku seorang mafia”
“Kalau sampai kamu terlihat berada di dekatku lagi, kamu bisa dibunuhnya.”
Sunny berbalik.
“Bye, terima kasih atas semuanya…”
“Sunny!”
Sunny menggigit bibir berusaha menguatkan hatinya.
Jangan menoleh! Jangan menoleh Sunny!
Sooyoung ingin mengejar Sunny yang masuk ke dalam, tapi bahunya terasa sakit. Padahal dia baru saja sadar tapi dia memaksakan diri untuk datang ke sini.
“Aaa……”
Klang
“!!”
Mendengar suara itu Sunny tidak bisa menahan diri untuk tidak berpaling lagi. Dia melihat Sooyoung sedang berpegangan pada pagar, menyangga dirinya agar tidak ambruk. Wajahnya berkerut, terlihat kesakitan. Sunny kembali menghampirinya.
“Sooyoung!”
“Uh…. aaa…”
“Sooyoung, kamu nggak apa-apa?!”
Sunny khawatir luka yeoja terbuka lagi. Dia ingin memeriksa bahunya.
Tapi Sooyoung kembali berdiri tegak, tangannya mencengkram tangan Sunny yang hendak menyentuh bahunya. Matanya menatap ke dalam mata gadis itu.
“Larilah… bersamaku Sunny”
“Tapi-“
“Kamu tidak ingin menikah dengan Sungmin kan?! Kalau kamu tetap diam saja bisa-bisa kamu harus menikah dengannya! Aku tahu kau tidak mencintainya!”
“Aku memang tidak mencintainya tapi tidak bisa! Kamu tahu kan apa yang telah dilakukan pamanku padamu!”
“Sunny, kumohon…”
Sunny ingin menangis, tapi dia tetap harus tegas dengan keputusannya.
“Tidak! Justru aku melakukan ini demi kamu!”
“Aku rela ditembak atau diapakan itu asalkan aku bisa bersama denganmu!”
Sunny benar-benar terkejut mendengar kata-kata Sooyoung. Dia mendorong Sooyoung. Sooyoung mengerenyit sakit.
“Bisa tidak kamu berhenti memaksaku…”
Sunny meremas sebelah lengannya sendiri, sampai jari-jarinya memutih.
“Siapa bilang aku mencintaimu… aku benci kamu, kamu selalu saja memaksaku… membuatku jengkel…”
“Aku tidak pernah mencintaimu… kamunya saja yang besar kepala!”
Benar, sejak dulu aku paling benci dipaksa!
“Aku paling benci orang seperti kamu, enyahlah dari sini!”
“………Tidak mau!”
“!!”
Sunny mengerenyit sebal.
Kenapa dia terus keras kepala?!
Kalau paman melihat kita sekarang, tidak akan ada ampun baginya…
Menghadapi orang sepertinya harus dikerasi sedikit.
“Soalnya kalau aku pergi sekarang, kamu pasti tidak akan mau menemuiku lagi!”
“Kalau kamu tidak mencintaiku, lalu kenapa kamu perhatian padaku?! Kenapa kamu begitu peduli waktu aku tertembak?! Kenapa sekarang kau disini menemuiku?!”
Sunny menunduk, matanya terpejam rapat-rapat sambil menggeretakkan giginya.
Buk
“Aaaahh!!”
Sunny memukul bahu Sooyoung. Tidak benar-benar mengenai lukanya, tapi itu cukup menyakitkannya.
“Sekarang lihat kan… aku hanya peduli padamu karena PAMANKU yang menembakmu!” kata Sunny sengaja menekankan kata ‘pamanku’.
Sooyoung memegangi bahunya sambil menahan sakit. Mereka saling berpandangan. Sunny menatapnya tajam, walau hatinya sebenarnya terguncang karena dia dengan tangannya sendiri baru saja melukai orang yang dicintainya.
“…………………”
“…………baiklah… aku akan pergi tapi… sebelum itu bisakah kau jelaskan…”
“air mata di pipimu itu…?”
Tanpa Sunny sadari dia sudah menangis deras.
Sooyoung berusaha tersenyum di tengah-tengah rasa sakitnya.
“Aku tahu… kamu melakukannya demi aku…”
Sooyoung memegang pundak Sunny, menatapnya dengan penuh kasih sayang, lalu dia memeluk gadis itu. Sooyoung merasa sakit saat bahunya tertekan.
“!!”
“Hentikan Sooyoung! Bahumu-!”
Sunny berusaha melepaskan diri, tapi Sooyoung malah memeluknya lebih erat.
“Heh, sakit segini tidak ada apa-apanya dibanding dengan kehilanganmu!” katanya berusaha sok kuat.
“Kalau aku tidak bisa meminjamkan bahuku saat Sunny yang kusayangi menangis, berarti aku tidak pantas menjadi jodohmu.”
“Sooyoung…”
Hatinya merasa sangat trenyuh. Hati-hati Sunny membalas pelukannya.
Bayangan seseorang mendekat.
“Aku sudah menduga kalau kamu tidak akan bisa menepati janjimu”
“!!”
“!!”
“Kamu lagi”
Lee Soo Man menatap Sooyoung dengan tatapan muak.
“Rupanya kamu tidak kapok juga ya mendekati keponakanku. Sepertinya sebutir peluru masih belum cukup untuk membuatmu jera.”
Lee Soo Man mengeluarkan pistolnya.
“Jangan pamaann!!”
Sunny berdiri depan Sooyoung sambil merentangkan tangannya, melindunginya, pistol meletus dan peluru mengenai dadanya.
“!!”
Lee Soo Man syok, tidak menyangka kalau keponakannya sendiri yang terkena tembak.
“A-akh!!” Sunny memegangi dadanya. Tubuhnya limbung.
“Sunnyyyyyy!!”
Sooyoung memeluk Sunny sebelum tubuhnya membentur tanah. Tak dihiraukannya luka di bahunya lagi.
Lee Soo Man masih berdiri di sana dengan wajah pucat.
Dengan sisa-sisa nafasnya, Sunny berkata, “Hah! …Paman… aku mencintainya… haah! dengan segenap hatiku… meski paman melarang…”
Sunny memandang Sooyoung, tatapannya melembut.
“Mianhae… Sooyoung… aku menyakitimu…”
“Sunny kamu nggak salah! Bertahanlah Sunny! Sunny!”
“…………………………”
Sooyoung meremas tangan Sunny, tiba-tiba dia tidak merasakan denyut lagi di pergelangan tangannya.
“Bohong…”
Sooyoung memandangi wajah Sunny. Matanya gadis itu terpejam.
Dia mengatupkan rahangnya kuat-kuat. Air mata mulai menyesaki pelupuk matanya. Tubuhnya gemetar hebat.
Dia berpaling pada paman Sunny. Sooyoung meletakkan Sunny dengan hati-hati.
“Huwaaaaaa!!”
Lalu dia menerjang Lee Soo Man. Tangannya berusaha merebut pistol dari tangan Lee Soo Man yang masih syok, untung pistol itu tidak meletus. Sooyoung berhasil mendapatkannya. Nafasnya memburu. Matanya menatap dengan penuh kebencian.
“A-apa yang akan kau lakukan? Kamu mau membunuhku?!” tanya Lee Soo Man waspada.
Dua anak buahnya dengan sigap langsung berdiri di depannya untuk melindunginya.
“Hahh…!! hahh…!!”
Sooyoung menatap pistol di tangannya.
“…………………”
Dia memejamkan matanya rapat-rapat lalu mengarahkan pistol itu ke kepalanya sendiri.
“Apa?!”
Lee Soo Man nyaris tak mempercayai apa yang dilakukan yeoja itu.
“Kalau Sunny mati lebih baik aku mati juga…”
“Dasar bodoh! Itu namanya bunuh diri! Kau pasti sudah gila!”
Sooyoung menatap Lee Soo Man. Air mata mengalir membasahi pipinya.
“Ya… mungkin aku memang bodoh dan gila… tapi…”
“Aku tidak mau membalas dendam, karena kalau kulakukan aku akan menjadi orang yang jahat di hadapan Sunny… jadi lebih baik aku menyusulnya…”
Sooyoung menempelkan mulut pistol itu ke kepalanya.
“Sebab aku juga mencintai Sunny dengan segenap hatiku… dan aku percaya kalau dia adalah jodohku… inilah jalan cinta yang kupercayai…”
Lee Soo Man tertegun melihat keteguhan hati Sooyoung.
Sooyoung memejamkan matanya, hatinya sudah mantap. Rasanya Lee Soo Man seperti sedang menyaksikan hal tergila yang pernah dilihatnya.
Sunny… aku percaya kalau kita ditakdirkan untuk bersama… kita berjodoh…
Karena itu aku akan menyusulmu sekarang…
Selamat tinggal dunia…
Jari telunjuknya menarik pelatuknya.
DORRR!!
Peluru menembus otaknya. Sooyoung langsung ambruk.
…………………………………………………
………………………………………
……………………………
Di rumah sakit. Dua minggu kemudian.
Sunny duduk sambil bersandar bantal di tempat tidurnya.
“Bagaimana keadaanmu?”
“Baik…”
Lee Soo Man menangis.
“Sunny… maaf, aku tidak akan memaksa kamu untuk menikah lagi… maafkan paman, Sunny… paman salah…”
“Paman…”
Baru kali ini Sunny melihat sisi lembut pamannya. Akhirnya Sunny bisa memaafkan pamannya.
“Dia benar-benar yeoja yang luar biasa, baru kali ini paman bertemu dengan yeoja sepertinya, paman sangat merestui hubunganmu dengannya.”
“Terima kasih paman…”
Beberapa saat kemudian pamannya meninggalkannya sendiri untuk beristirahat.
Sunny berpaling pada Sooyoung yang berbaring di tempat tidur sebelah. Lalu pelan-pelan ia bangun dan berjalan menuju tempatnya berbaring, ia duduk di kursi.
Sunny memperhatikan wajah Sooyoung yang tertidur. Kepalanya diperban. Ajaib, dia masih selamat walau peluru sempat bersarang di otaknya. Tapi ia mengalami koma, sampai sekarang belum sadarkan diri. Dan dokter tidak tahu kapan dia akan sadar atau dia masih bisa mengingat.
Sunny menangis terharu. Dia sudah mendengar semuanya dari pamannya, tentang hal gila yang dilakukan Sooyoung.
Sunny menggenggam tangan Sooyoung.
“Berapa lamapun akan kutunggu… karena itu… segeralah sadar Sooyoung…”
Sunny mulai terisak.
“…bukannya kamu bilang kalau kamu jodohku?”
“Buktikan kata-katamu itu……”
“……………………”
“……ya……Sunny……”
“Eh?!”
Sunny tidak dapat menahan getaran dalam dirinya ketika melihat mata yeoja itu membuka. Apalagi setelah mendengar namanya disebut. Itu berarti Sooyoung tidak melupakannya…
“Soo…young?”
Sooyoung tersenyum lemah padanya.
“Sunny… maukah kau menikah denganku?”
Sunny menyandarkan kepalanya di dada Sooyoung yang masih berbaring sambil menangis bahagia, “Dengan senang hati, Sooyoung”

*~Fin~*

Advertisements

Comments on: "Kamu Jodohku (part 2 – END)" (45)

  1. @kyungsee said:

    Huufffftt.. Untung soo masih hidup >< kalo mati kan dia gak bisa ketemu sunny u,u

  2. mantabb…ditunggu ff lainnya ^^

  3. taetae_fun said:

    huwwwaa,salut bnget ama pngorbnan soo…
    kukira sad ending,trnyata happy ending..

    ffnya daebak…

  4. ggab_yul said:

    dikira soosun mati.happy ending ternyata

  5. Gila, asli dah ini crita bener2 menyentuh…
    Aku suka karakter sooyoung dsini…
    Aku sempat tertipu, ku kira mreka bakalan….. tapi untunglah aku salah. Hahaha
    good job author…

  6. kirain bkalan sad ending..trnyata happy ending..huhuy
    pengorbanan soo keren..salut.. #prok2

    keren ff nya thor..suka dh..
    Dtnggu klanjutan locksmith nya dngan segera yakk..haha

  7. wow…. walaupun sebenernya nggak begitu suka ma pairing Sosun tapi ceritanya keren lho unnie.
    ini sih complete banget genrenya,, dari komedi,romance,ampe action.. cuma horor yang ga da.
    eh, ada ding yang bagian horor kan tokoh lee so man pamannya sunny(uupss.. asal ngomong,hehehe mian)
    gomawo unnie udah bikin cerita yang bagus2,
    semangat!
    lanjutkan!

  8. aduh ku pikir soo kenapa napa
    emang dah kalo cinta,maut aja di hajar juga hahahaha

    lanjutkan hihihhi
    menunggu locksmith mu nih hihihiihi

  9. siLent_Reader said:

    mantaaaapppp .
    udah bersarang tuh peluru masih idup juga .
    hahahaha

    kisah cinta yang penuh perjuangan dan mengharukan .
    berakhir dengan senyuman diantara mereka LOLOL

  10. oohh karena di paksa tunangan ya ??
    waaahh. . Soo nekat banget ><
    hwaaaaa. . .endless love nih !!! XD
    nice ff 🙂

  11. Kungttadadak said:

    Thor,mengharukan bgt :’) nice ff, update yang lain yah.. Author hwaiting!

  12. eeett dah sumpah gelllllaaa… *bahasa ku*

    adduh… aku bingung mau ngomen apa… soomeo banget deh si sooyoung ini…
    aku bangga…. ??
    hehehee…
    lanjuutttkkaan.. aku suka ceritamu!! 😀

  13. Ini s0sun yg menyentuh. . . .

  14. aku telat banget T.T

    soosun~
    wohooo , ceritanya menyentuh banget *emang punya tangan ? plakk*

    Locksmith nya di protek ya ? minta pw dong thor -_____-

  15. lulu amanda said:

    keren abis deh…..
    gak bisa ngomong apa2 aq….
    ni salah satu ff soosun yg bagus….

    terus berkarya author…
    hwaithing….

  16. Choi soora said:

    Ya ampun .. Aku nangis denger cerita ini 😥 . Sooyoung bner” berkorban demi sunny

  17. wawah soo eon rela berkorban..sangat menyentuh..
    keren keren keren..
    q jadi suka soosun deh selain taeny hehe..
    keren thor..

  18. yoonyulsic said:

    ceritanya sedikit menegangkan sih.. tapi untung saja sooyoung selamat … cerita yang betul-betul memperihatkan sisi perjuangan yang sangat dalam untuk orang yang dicitainya…

  19. Miss New New said:

    Sukaaaaaaaaaaa…….!!
    Akuuuuu
    Sukaaaaa
    Soosuuuuuunn Thoooorrr…. T-T

    Author : “Iyaaa iyaaa iyaaa
    Hadeuh tambah lagi deh reader gaje…”

    Wkwkkwkwkw

  20. Ken-TaeNy Hwang said:

    wahhhh…baru baca ini..
    hhmmm, soo hebat banget masih hidup dgn peluru menembus otaknya..
    seneng banget dah krn happy ending..
    soo so sweet skali..rela berkorban apa ajj demi sunny..
    untung ceritanya gk kaya romeo n juliet..ntar soo nyusul fany ke akhirat eh ternyata sunnynya masih hidup..
    wkwkwk

    HwaiTAENG..hwaiTAENG !!
    🙂

  21. ~jodohku… maw nya ku, dirimu…~

  22. royalsoosunatic said:

    sempet dagdigdug kirain bakalan sad ending..
    untungya author masih berbaik hati dan membiarkan my parent (re:soosun) berbahagia..kekeke
    thanks thor udah menyatukan kedua ortu saya..#ngarep

  23. Sooman-nya jahat disini-__- kalo ceritanya sih udh bagus lah, thor~ 😀 sempet takut bakalan sad ending, tapi ternyata tidak~!! Yey!! 😀 semangat!!

  24. thor, yg locksmith ad berapa chapter???
    ad yg pake password juga ya???

  25. dirgaYul said:

    Uuuhh.. SooYoung emg sllu brani ut Sunny Bunny y.. Jd trharu#lap air mta

  26. annyeong…
    kirain bkl sad ending..
    wah salut deh bwt Soo,,rela mti demi Sunny Bunny..wlpun ga mti hhhe

  27. Huft
    gila ni ngbayangin tembak2an gitu -,-”
    dengan kekuatan cinta sooyoung ttp hidup…. yeay ^^/
    daebak ceritanya thor,,, hiks hiks
    trnyata shikshin bisa sehebat itu ya mprtahankan sunny bunny >_<b

  28. Uuuhh soo rela mati buat sunny untung dua” nya ga mati klo soo mati kasian sunny nya ff nya bener2 bikin nangis salut sama cinta nya buat sunny 🙂

  29. Rina Chwe Sone said:

    Hiks, hiks, hiks ;-(
    Terharu mha prjuangan.a Soo buat Sunny, bhkan Soo rela ngorbanin nyawa.a..
    Bgian akhir.a sweet, Soo bru ajh bngun dri koma tpi udh nglamar Sunny, 😦 😐 🙂
    Happy ending for this story .. Nice ff .. 🙂
    Thor aku bleh mnta PW ff yg d protect gk, klau bleh krim.a ke fb’q, nma.a Rina Chwe Sone, tpi kalo gk bleh arau blum bleh, gpp kok. Aku ttap nghormatin praturan author..

  30. huuaaaaa aku kira ini bakal sad ending, ternyata happy ending, sooyoung nekatt, tp kisah cinta mereka mengharukan, romeo and juliet nihh, bedanya ini happy ending, 😀

  31. mungkin inilah keajaiban cinta hehehe mereka kuat banget padahal udah ditembak sampai segitunya, benar2 kisah cinta yg mengharukan dan mengagumkan, good job author..

  32. Uhmm, manisnyaaa
    Sooyoung unnie keren, daebak (y) Pribadi yang nggak gampang menyerah. Salut (y)
    Suka sekali sama karakter Sooyoung unnie disini. Walaupun tetap menjengkelkan :D. Tapi Sooyoung unnie nggak gampang nyerah.
    Ah, sayang cuma 2 episode. Padahal ceritanya keren. Tapi nggak papalah. Ending kayak gini jauh lebih baik daripada harus sad ending 🙂
    Maifate unnie, Daebak bak bak bak bak……. 😀

    • Thanks^^
      Aku juga suka endingnya, walau mgkin berasa ngandalin keajaiban banget
      Tp setidaknya kupikir keajaiban bisa terjadi pd orng yg berusaha keras dan telah menderita

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: