~Thank you for your comments~

A/N : Sebenarnya sih settingnya lebih bertempat di Jepang daripada Korea, ya sudahlah.
Karena pusing memikirkan plot cerita Locksmith, aku menulis ini dulu untuk mengurangi kejenuhan,
(sebenarnya sih aku sudah menulisnya dari lama tapi baru jadi sekarang)
happy reading 😀

Di saat bunga sakura bersemi, kami berjanji akan bertemu sekali lagi di bawah pohon sakura.
Namun seberapa lama pun aku menunggu, kamu tak pernah datang…
Sebentar lagi… aku akan bisa bertemu dengan Yuri…
Begitu yang selalu kukatakan berulang-ulang dalam hati. Mungkin aku cuma bermaksud untuk menguatkan hatiku.
Namun kamu tidak pernah datang.
Hingga takdir mempertemukan kami… dalam medan perang…

…………………………………………
……………………………

“Seooooo~ Seooooo?”
“Ya, Umma!”
Seorang anak kecil berlari-lari menuju ruang tamu.
“Seohyun, tolong antarkan ini ke-” kata Ibu Seohyun sambil menyerahkan sebuah kotak berisi makanan.
“Aku tahu, seperti biasa kan, Umma?”
“Ya”
Seohyun menerimanya dengan polos.
“Kalau begitu aku berangkat dulu ya, Umma”
Ibunya hanya tersenyum padanya.
Seohyun berlari-lari kecil menuju rumah yang berjarak tiga rumah darinya.
Seohyun menekan bel pintu. Ya, sekarang dia tidak perlu berjinjit lagi untuk menekan tombolnya, karena dia sudah cukup tinggi.
Satu menit kemudian seorang lansia membukakan pintu. Nenek itu tersenyum.
“Terima kasih ya nak, tiap hari selalu datang mengantarkan makanan”
“Ah tidak apa-apa, kata Umma membantu orang lain itu baik.”
“Anak baik” nenek bernama Yoona itu mengelus-elus rambut Seohyun.
Seohyun tersenyum merasa bangga.
“Mari masuk”
Seohyun masuk mengikuti Yoona, dia duduk di ruang tamu setelah meletakkan bekal itu di meja makan.
“Nek, kenapa nenek tidak pernah menikah?” tanya Seohyun polos. “Apa nenek tidak kesepian hidup seorang diri?”
“Karena aku sudah berjanji… akan setia pada seseorang”
“Hee~ lalu kenapa nenek tidak menikah dengan orang itu?”
Yoona tersenyum teringat masa lalunya.
“Sebab orang itu… telah pergi ke Surga sejak lima dekade lalu…”
Sekarang Seohyun melongo.
“Lima puluh tahun yang lalu… negara ini berkonflik dengan negara tetangga. Selama setahun terus terjadi perang dingin.”

-flashback-

“Yoona, hati-hati”
“Ya, Umma”
Keluar dari rumah aku menghirup udara segar.
“Hahh~ sudah lama nggak keluar rumah.”
Memang sebenarnya aku sangat jarang keluar rumah.
“Nah, hari ini kemana ya?”
Aku berjalan melewati sawah. Aku melihat ubi-ubi dan tomat yang ditanam disana. Lalu mataku memandang gunung di depan. Aku melihat sekumpulan warna pink di antara hehijauan.
“Apa aku ke gunung saja ya?”
Aku berjalan menuju gunung. Di puncak aku melihat banyak pohon berwarna pink.
“Wahh~ ternyata benar sakura, indah sekali…”
Eh?
Aku melihat seorang yeoja sedang berdiri di bawah sebuah pohon sakura paling besar. Rambutnya berwarna hitam panjang dan dia sangat cantik. Ketika dia menyadari kehadiranku dia tersenyum. Jantungku sempat dibuatnya berhenti berdebar oleh senyumnya. Tatapan matanya bening menyejukkan. Mendadak aku jadi gugup.
“Eh, uh, sakuranya cantik ya?”
“Ya”
“………………………”
“………………………”
“Kamu sering datang kesini?”
Yeoja itu menggeleng.
“Aku baru kemarin kesini dan kebetulan aku menemukan tempat ini. Hanya berada disini saja hatiku terasa sejuk, karena itu hari ini aku memutuskan untuk datang lagi.”
Kenapa jantungku berdebar-debar?
“Kamu juga datang kesini untuk melihat sakura?”
“Iya…”
“……………………”
“……………………”
Yeoja itu duduk di bawah sana, entah kenapa aku berjalan untuk duduk di dekatnya. Dia mengeluarkan kotak bekalnya.
“Mau?”
“Boleh?”
“Tentu”
Di dalamnya ada sushi kesukaanku. Aku memakannya dengan riang.
“Hehe, kamu suka sushi?”
“Sangat!”
“Ngomong-ngomong aku Kwon Yuri, siapa namamu?”
“Im Yoona”
Yuri terus memperhatikanku.
“A-apa?” tanyaku terbata-bata.
“Ah maaf, soalnya wajahmu saat makan sangat menarik”
Aku merasa pipiku memanas.
“Hehe Yoona, wajahmu jadi merah”
Aku memalingkan wajahku. Angin sepoi-sepoi berhembus, membelai pipiku yang panas.
Lalu diam-diam aku kembali memperhatikan wajahnya. Wajah Yuri terlihat damai.
Ah, dia benar-benar cantik. Aku jadi ingin merangkulnya…
Aish, apa sih yang kau pikirkan Im Yoona?!
Masa kau tiba-tiba ingin memeluk orang yang baru kau kenal?!
Kami menghabiskan waktu memandangi sakura sampai senja lalu setelah itu kami pulang.
Sepulangnya aku tidak bisa konsentrasi lagi. Yang terus ada dalam pikiranku hanyalah Yuri, Yuri, dan Yuri.
Ini pertama kalinya aku merasa seperti ini. Meskipun kami tidak bicara banyak, tapi aku suka saat berada di sisinya, aku ingin bertemu dengannya lagi.

Keesokan harinya setengah berlari aku menuju ke gunung kemarin. Harap harap cemas akan melihatnya lagi. Doaku terkabul, seperti hari kemarin ia duduk di bawah pohon sakura itu lagi.
Dalam hatiku ada perasaan bahagia yang tidak dapat dijelaskan.
“Yuriiiii!”
Yuri tersenyum padaku. Aku duduk di sebelahnya.
Seperti kemarin kami berdua menikmati makan bekal di bawah pohon sakura. Yuri mengambil sehelai bunga sakura yang sudah jatuh di tanah. Dia tersenyum lembut dan menyelipkannya di telingaku.
“Manis”
Sekali lagi jantungku berdebar. Tidak sadar aku malah menggenggam tangannya.
A-apa yang kau lakukan Im Yoona?! Nanti Yuri akan berpikir aneh!
Tapi Yuri tidak melepaskan tanganku, dan aku juga tidak berniat melepaskannya. Ia hanya menyandarkan kepalanya di bahuku.
Tidak mungkin… Yuri juga menyukaiku?!
Rasanya hatiku bersorak gembira.

Aku menyandarkan pipiku di kepalanya.
“Yuri… besok kita ketemu lagi disini ya?”
“Ya…”
“Janji?”
“Ya…”
Akhirnya aku mengerti… inilah yang namanya cinta…

Third Person’s POV

Keesokan harinya seperti kemarin-kemarin. Yoona dan Yuri bertemu lagi.
Mereka membuat kalung dari bunga sakura lalu saling mengalungkan ke leher satu sama lain.
“Hehe”
Bagaikan seorang gadis kecil, Yuri berdiri dan mulai berlari kecil.
“Hehe, kejar aku Yoona~”
“Yuriii~”
Yuri dan Yoona berlari-larian di bawah pohon-pohon sakura. Pohon-pohon itu bagaikan merestui hubungan mereka, dahannya melambai-lambai tertiup angin membuat bunga-bunga berwarna pink itu berguguran di atas mereka.
“Nah ketangkap!”
“Kyaaa!”
Yoona memeluk Yuri dari belakang, tapi mereka berdua malah terjatuh. Mereka berbaring di tengah-tengah kelopak-kelopak bunga berwarna pink.
“Indah sekali ya Yoona…”
“Ya”
Lalu suasana romantis membawa bibir mereka bertemu…
“Saranghae Yuri…”
“Nado saranghae… Yoona…”
Lalu mereka berpelukan sambil masih tetap berbaring disana. Hanya pohon sakura yang menjadi saksi bisu atas cinta mereka berdua.
_________________________________________________________________________________________________________

Keesokan harinya dengan hati berbunga-bunga Yoona datang ke bawah pohon sakura itu untuk menemui pujaan hatinya. Yuri tidak terlihat.
Yoona tersenyum dan bersandar di pohon sambil menunggui Yuri. Terus dan terus menunggu… sampai matahari terbenam…
Yoona merosot ke bawah tanah.
Yuri… kenapa kau tak datang?
Yoona memeluk lutut, air matanya mulai mengalir. Dia tidak mempedulikan sekelilingnya yang mulai gelap. Dia bahkan tidak terpikir untuk pulang. Hanya sakura dan suara-suara serangga yang menemaninya dalam keheningan.
Sampai fajar menyingsing Yoona masih di sana dengan kepala terkantuk-kantuk.
Saat hari mulai terang akhirnya Yoona memutuskan untuk pulang. Sesampainya di rumah ia dimarahi oleh orang tuanya, tapi dia sama sekali tidak mendengarkan omelan mereka. Dalam pikirannya hanya seorang yeoja itu.
Yuri… Yuri…
Uh…
Hatinya terasa sangat perih.
Ia rindu. Begitu rindu.
Yoona langsung berlari keluar.
“Hei! Mau kemana Yoona?!”
Yoona terus berlari kembali ke gunung meskipun dia baru saja pulang dari sana dan belum sempat makan.
Nafasnya tersengal-sengal ketika dia sampai di puncak, tapi dia tidak menemukan Yuri lagi. Yoona bersandar pada pohon sakura terbesar, tempat dimana ia pertama kali bertemu dengan Yuri. Matanya terpejam membayangkan sosoknya.
Sebentar lagi… aku akan bisa bertemu dengan Yuri…
Seperti kemarin…
Ya pasti…
Yoona terdiam memandangi bunga-bunga sakura di atas tanah. Tangannya mengambil sehelai bunga dan menyelipkannya di telinganya seperti mengulang apa yang dilakukan Yuri padanya. Lalu terngiang kembali kata-kata Yuri padanya.
“Manis”
“Yuri…”
Tak sadar air matanya mengalir. Membuat pandangan matanya berair.
Kemana dia? Apa dia tinggal di kota ini?
Atau dia memang tidak tinggal disini?
“………………”
Yoona membenamkan wajahnya di tangannya yang terlipat.
Oh Tuhan… pertemukan aku kembali dengan Yuri…
Aku sangat mencintainya…
Aku janji pasti akan melindunginya… karena itu aku mohon…
Selama seminggu Yoona terus menungguinya di sana. Meski dimarahi oleh orang tuanya karena selalu pulang terlambat. Meski dia harus menunggu dengan kelaparan karena melewatkan jam makannya.
Tapi pada akhirnya Yuri tidak pernah kembali.
Dan setelah sepuluh hari menunggunya di sana Yoona jatuh sakit. Akhirnya dia berhenti menunggui Yuri lagi. Walau demikiran tidak berarti Yoona berhenti mencintainya…

-end of flashback-

“Di tengah-tengah konflik kami saling bertemu. Beberapa kali kami bertemu diam-diam. Saat itu sakura sedang mekar-mekarnya, dan kami janjian untuk bertemu di bawahnya… tapi pada akhirnya dia tidak datang…”
Yoona melanjutkan.
“Aku mencintainya… tanpa tahu bahwa dia adalah putri musuh…”
“Akhirnya perang dingin itu meletus.
“Karena Ayahku adalah seorang tentara, maka aku yang saat itu sudah berusia 15 tahun pun ikut serta.”
…………………………………………
……………………………

–flashback—

Tiga bulan setelah itu.
Asap mesiu tertiup angin. Tetesan air hujan membasahi pipinya. Suara tembakan terus bergema tanpa akhir. Mayat-mayat bergelimpangan. Instingnya mengatakan kalau musuh mendekat.
Yoona mengangkat senapannya dan menembak target di depannya.
Dia mengelap darah yang membasahi pipinya tanpa ekspresi. Matanya tetap tertuju ke depan dan menembaki musuh-musuh di depannya.
Dia mengisi senapannya dengan peluru dan terus menembak sampai senapannya terasa panas. Dia terus mengulang perbuatan itu lagi dan lagi bagaikan mesin. Mesin pembunuh.
Dari puing-puing rumah di belakangnya sebuah bayangan bergerak.
Refleks Yoona berbalik sambil mempersiapkan senapannya. Tapi jarinya yang memegang pelatuk membeku. Dan musuhnya juga melakukan hal yang sama.
“Yoo…na?” namanya terucap dari bibirnya. Suara yang sangat dikenalnya.
Yoona tidak mempercayai matanya. Yang ada di depannya benar Kwon Yuri. Bukan ilusi. Gadis yang selama tiga bulan ini dirindukannya. Dimimpikannya.
Yoona menurunkan senapannya dan memandangnya dengan syok.
“Yu…ri…? Kena…pa?”
Dia memakai seragam yang sama dengan yang dikenakan tentara musuh.
Yuri menggigit bibirnya dan mengangkat senapannya.
“Im Yoona, kenapa kamu malah diam? Aku ini musuhmu”
Nadanya sedingin es. Yuri mulai membidik Yoona.
Mata Yoona berair. Air matanya bersatu dengan tetesan gerimis.
“Tidak… bohong…”
“Cepat tembak aku kalau tidak mau kutembak!” seru Yuri, suaranya terdengar amat terluka.
Walau jarinya sudah menyentuh pelatuknya, tapi dia tidak bisa menggerakkan jarinya untuk menembak Yoona.
Senapan yang dipegangnya bergetar.
Melihat Yoona tetap terdiam.
“Cepat tembak! Aku sungguh-sungguh akan menembakmu tahu!”
Gemetarnya makin hebat.
“………………………”
“Tembak saja…” kata Yoona akhirnya.
“!!”
Yoona menunduk.
“Sebab kalau musuhku adalah Kwon Yuri aku sudah kalah… aku tidak mungkin bisa menguatkan hati untuk menembakmu…”
“Kau bodoh kalau mencampuradukkan perasaan pribadimu dalam peperangan!”
“Ya, aku memang bodoh. Tapi aku tak peduli karena aku mencintaimu”
Yoona membuang senapannya dan berjalan mendekati Yuri.
“!!” nafasnya tertahan. “Jangan mendekat!”
Tapi Yoona tidak mendengarkan kata-katanya.
“Kubilang jangan!”
Yoona sudah berdiri di depannya. Matanya menatap lurus ke Yuri.
“Aaa…”
Sekarang Yoona bisa melihat dengan jelas air mata gadis itu. Yoona membuka lengannya dan memeluk Yuri erat-erat. Senapan yang dipegang Yuri terjatuh menimbulkan bunyi saat menyentuh tanah.
“Akhirnya… aku bisa memelukmu seperti ini lagi… aku sangat kangen padamu Yuri…”
“Yoo-Yoona…”
Yuri balas memeluk pinggang Yoona. Yuri memeluknya dengan erat seolah tidak mau melepaskannya. Dia menangis deras di bahu Yoona.
“Sudah… kita tinggalkan saja perang ini… kita tidak perlu membunuh lebih banyak orang tak berdosa lagi…”
“Hiks… iya…”
Yuri mengusut air matanya. Yoona menggandeng tangannya, berdua mereka lari dari sana.
Saat itu terdengar deru dari atas langit. Yuri menengadah dan ia sempat melihat pesawat-pesawat tempur terbang di atas mereka.
Pesawat-pesawat itu menjatuhkan sesuatu dalam jumlah banyak.
“Yoonaaaa!!”
“?”
BLARRRRR!!!
Terjadi ledakan bertubi-tubi yang memekakkan telinga. Rumah-rumah yang masih utuh hancur. Sawah-sawah rusak. Dalam sekejap tempat itu berubah menjadi lautan api.
………………………………………………
Yoona membuka matanya. Seluruh tubuhnya sakit tapi dia merasakan sakit yang amat sangat berasal dari kakinya. Tampaknya kakinya patah.
Tubuhnya terasa sangat lemas. Pandangannya samar-samar. Sekelilingnya penuh dengan asap dan api yang belum padam. Mereka terkepung api. Dia melihat Yuri di sisinya, tangan mereka masih bergenggaman.
“Yu…ri……”
Hampir menguras seluruh tenaganya hanya untuk memanggil nama gadis itu. Gadis itu tidak bergerak. Darah membanjiri tubuh dan wajah cantiknya.
Yoona tidak bisa menggerakkan tubuhnya dan matanya kembali terpejam.

–end of flashback–

“……………………”
“Kami berdua luka berat, aku masih tertolong tapi Yuri tidak dapat tertolong lagi…”
Seohyun terdiam mendengarkan cerita Yoona.
“Mungkin kamu tidak pernah menyangka, tapi waktu masih muda dulu nenek benar-benar tomboi. Karena seluruh keluarga nenek laki-laki kecuali Ibu nenek dan mereka semua adalah tentara.”
“……………………”

—flashback—

Yoona meletakkan bunga di depan makam Yuri. Tubuhnya masih babak belur. Kakinya masih belum sembuh benar. Kepalanya masih diperban sampai menutupi sebelah matanya. Di lengannya juga banyak perban-perban.
“Yuri…”
Pada akhirnya dia tidak berhasil melindunginya…
Gadis yang pertama dan yang akan dicintainya sampai akhir.
Yoona mengangkat tangannya dan menghormat. Sambil berurai air mata dia berkata.
“Kwon Yuri, aku Im Yoona bersumpah tidak akan pernah menikah atau mencintai orang lain selain dirimu. Karena di dalam hatiku hanya ada kamu dan akan selamanya kuberikan untuk dirimu seorang…”

—end of flashback—

“Mungkin kedengarannya bodoh, tapi saat menghormat di depan makamnya aku berjanji seperti itu…”
“………………………”
“Karena kamu masih 9 tahun, mungkin kamu tidak begitu mengerti.” Yoona tersenyum maklum.
“Emm… aku memang tidak begitu tahu. Tapi aku pikir nenek sangat hebat! Karena nenek bisa begitu setia pada seseorang!”
Yoona tersenyum hangat, “Terima kasih”
“Aku juga ingin suatu saat bisa mencintai seseorang dengan setia seperti nenek!”
Yoona membelai kepala Seohyun.
“Ah! Aku sudah harus pulang, aku mau membantu Umma”
Lalu Yoona mengantarnya sampai ke depan pintu. Seohyun melambai padanya.
“Kapan-kapan cerita-cerita lagi ya nek Yoona!”
Yoona balas melambai padanya.
……………………………………………
………………………………
Aku menulis surat padanya.
Untuk Yuri tersayang,
Yuri, bagaimana kabarmu?
Aku harap kamu bahagia di surga sana.
Aku disini sehat-sehat saja.
Tanpa terasa waktu sudah berjalan lima puluh tahun sejak kita bertemu. Ini sudah surat yang entah ke berapa ribu kalinya kutulis untukmu.
Syukurlah dunia saat ini damai-damai saja.
Sesuai janjiku di depan makammu, hingga kini aku sendiri dan tidak pernah mencintai siapa-siapa selain dirimu.
Kau tahu Yuri? Anak bernama Seohyun itu, yang sering kali datang membawakan makanan untukku, dia memiliki aura yang sama denganmu. Aku seperti melihat dirimu versi anak-anak. Ah jangan-jangan Seohyun itu memang reinkarnasimu? Ah bicara apa aku ini. Kalau memang benar begitu, aku pasti akan langsung mengenalimu.
Memang disini aku kesepian, tapi tak apa-apa. Tiap kali mengingat kalau kau juga punya perasaan yang sama terhadapku, hatiku merasa terobati.
Aku mencintaimu Yuri… sampai maut menjemputku pun aku tetap akan setia padamu…
Aku harap surat ini sampai padamu. Sebab setiap kata yang kutulis mengandung seluruh perasaanku terhadapmu.
Tidak lama lagi aku akan segera menyusulmu.
Jika saat itu tiba aku harap kau akan mengenali sosokku yang sudah lansia ini.
Dan setelah itu… mungkin kita akan bisa berbahagia sekali lagi? Di surga sana…
Dari Yoona yang sangat mencintaimu…
Yoona tiba-tiba merasa sangat lelah setelah menulis surat ini.
Dia berbaring di tempat tidurnya sambil memeluk surat itu di dadanya, memejamkan matanya. Lalu perlahan-lahan dia meninggalkan dunia dengan damai.

*~Fin~*

A/N : Secara keseluruhan aku sangat puas dengan cerita ini. Mudah-mudahan kalian juga dapat feelnya. Di like ya? *ngarep 😉

Advertisements

Comments on: "Surat Untuk Surga (One Shot)" (35)

  1. ceritanya tragis TAT

  2. wow…. bener-bener ff yang ceritanya tragis… miris… bikin hati ter iris-iris,mata menangis, wajah meringis,rambut jadi makin klimis,tapi aku tetep manis,sory ya.. numpang narsis..
    hehehehehehehehehe..
    unnie.. daebak..
    maifate jjang!
    ga bisa bayangin yoona uda jadi nenek2…. 😛

  3. Wah, asli dah ni crita bikin hati jadi miris…

    Suer dah ceritanya keren banget thor…
    Ketangkap banget feelnya…
    Aku jd inget cerita d film2. Hmm… Gud job author, Thumbs Up for this…

    • yup menurutku sendiri jg bagus 😀 yg nulis sendiri gak nyangka wkwkwk
      cuma sayang gak banyak yg baca soalnya mgkin gak terlalu suka ni pairing, padahal menurutku mereka cute 😉

  4. taetae_fun said:

    yoona…kau bgitu setia pda yuri..
    ffnya bgus thor,feelnya dpet kok,apalagi wktu yoonyul ktemuan dmedan perang…

    Aduh,gawat…
    author udh mlai jnuh ma locksmith…ToT
    Spaya gak jnuh,,,kupnjamin yuri bwat nmenin author….
    HWAITING..

    • ya aku jg paling suka adegan wktu mereka ketemuan di medan perang 😀

      haha kan aku jg perlu ganti suasana, tp tenang pasti dilanjutin kok 😉

  5. Gyaa ff ini sangat menyentuh hatiku.. Uhuhu.. Pdhl ak ga suka pairing yoonyul tp ntah knp bs dpt feel pas bc ini 😮 *asek
    btw thorr.. Ternyata ak bkn new readerr.. Dulu trnyta ak prnh komen di wp ini bbrp x.. Wahahah maaf yaa..maklumlah sudah pikun, haduh jd maluu nii><
    hihihi

  6. @kyungsee said:

    YoonA jd nenek nenek O.,O aku gak bisa bayangin T.T tp ini ff’nya keren.. Nyentuh banget!!! Padahal aku gak suka yoonyul :p

  7. YS_addict said:

    aaaa YoonYul :”( sedih euy….everlasting love ❤

  8. igo mwoya????!!!!
    tragis….. lagi galau baca ff galau.. berharap dapet hiburan malah makin galo ku ni…
    huuuee…huuuee…………………… huuuueueeeeeaaaaaaaaaaaaaaaa!!! *nagis keras*
    kenapa nasib kakak tercintaku begini…
    huuuaaa!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!1

    lari ke tab sebelah… >>

  9. Kungttadadak said:

    Thor saya sedih bacanya…. YoonA…. Kerasa banget feelnya jadi YoonA… Aaaa galauuu 😦

  10. Wow yoona jadi nenek” ga kebayang tuh wkwkwkw
    Yuri kenapa harus meninggal thor ? Kasian yoona nya u,u
    Yoona ayo sini biar aku yang menggantikan sosok yuri dihatimu #hueekk author muntah 😀

    Author Jjang ! Ditunggu ff yoonyul yang lain nya ya ! Fighting !!!

  11. wah daebak nangis x.x sy dengerin taeyeon – closer and time machine dpt bgt feelny x.x

  12. Oh my god,kak!! Dapet banget ini mah feel-nya!! T.T keren banget!!

  13. So sweet banget author *awaw

  14. Ahhhh ini jlebbb banget eonnniiii..
    YoonYul.. hikssss..hiksss
    nyesek.. airmata menggenang.. feel-nya ngena sumpahh..
    rajin2 bikin ff yg bginian yak eon, 😀
    eonni jjang!! :3

  15. kereeeen bgt, pendek tp kereeen bgt ff nya, top dah pokonya..
    cuman gue g bisa bayangin yoona dalam bentuk lansia wkwkwkwk 😀

  16. anneyong, reader baru nih.. sedih bgt ceritanya.. apalagi sambil dengerin lagu SNSD – Promise.. 😥 hiks.. FFnya keren.. :’)

  17. Aahh sumpah cerita nya bagus banget ada sisi tragis sama romantis nya yoong bener2 setia banget sama yuri salut buat author nya bikin ff nya bagus banget

  18. Always loyalist said:

    Daebak thoor ff mu.

  19. Uhhhh, manis sekali kisah cintanya….
    Yoona unnie benar-benar setia 🙂
    Semoga YoonYul unnie benar-benar bersama dan bahagia di surga sana 🙂 Amin

    Kak Author keren euy, bisa buat cerita kayak gini. Feel ceritanya dapet kok kak. Dapet banget malah 🙂
    Walaupun nggak bersatu di dunia, ntah kenapa, rasanya ff ini tetap manis 🙂
    Makin cinta sama YoonYul unnie

    Buat kak Maifate, tetap menulis yahhhh 🙂 Semangat!!

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: