~Thank you for your comments~

Locksmith (Chapter 5)

A/N : Lupa, pertama aku mengucapkan Happy New Year dulu 😀
Aku mencoba membuat sendiri cover untuk cerita Locksmith ini, kyaaa XD
Sekalian di comment sama ceritanya ya? 😀

Tiffany tersengat kaget mendengar jawaban Taeyeon. Taeyeon malah terlihat lebih kaget lagi. Kata-kata itu meluncur keluar dari mulutnya tanpa terkendali. Setelah tiga detik baru dia bisa melanjutkan ucapannya.
“Aku nggak tahu! itu kan tugas kamu buat nyari tahu sendiri!”
“Makasih deh buat saranmu!” balas Tiffany sama kesalnya. Entah kenapa dia merasa kecewa, “Memang gampang nyarinya?!”
“Kalau segitu inginnya nikah, aku bisa kok nyariin namja buat kamu!”
What?!
“Aku nggak perlu kamu cariin segala!”
Tiffany bangkit berdiri.
“Fany ah! Mau kemana kamu?!”
“Mau ke kamar Sica!”
Tiffany berjalan keluar.
“Ck! Bodo amat!” umpat Taeyeon.
_________________________________________________________________________________________________________

“Taeyeon menyebalkan!” kata Tiffany tidak peduli itu kata-kata pertamanya begitu masuk ke kamar Jessica.
Jessica menghela nafas.
Sumpah deh, pasangan Taeny ini makin lama makin bikin capek dengernya. Katanya Taeny Shi Dae?
Lalu Tiffany menceritakan semuanya pada Jessica.
“Tapi Taeyeon ada benarnya, Fany ah. Dia nggak bakal bilang kayak gitu kalau dia nggak benar-benar peduli sama kamu”
Seperti biasa, kata-kata Sica selalu benar dan sekaligus terdengar menyebalkan disaat bersamaan.
“Tapi dia bilang aku bego banget ngasih kesempatan sama oppa…”
“Kalau pun kamu nerima kembali oppamu, kamu harus sedikit jual mahal, Fany ah”
“Kenapa?”
“Biar buat oppamu mikir-mikir, sekali lagi dia main-main sama yang namanya komitmen, dia harus siap-siap buat kehilangan kamu selamanya.”
_________________________________________________________________________________________________________

Taeyeon berciuman dengan Lee Wan. Ciuman mereka panjang dan lama. Jenis ciuman yang bisa bikin para jomblo sirik berat.
Taeyeon melingkarkan lengannya ke leher Lee Wan dan menekan bibirnya lebih dalam. Lee Wan membalasnya dengan intensitas yang sama. Pelan-pelan tangannya melingkar ke pinggang Taeyeon.
Di saat suasana makin memanas tiba-tiba terdengar dering.
‘I have to tell you,
but I can’t say anything infront of you. I hate myself.’
(Bunyi dering Hp Taeyeon, setelah Tiffany putus dengan Hyesung dia memasangnya dengan lagu ini supaya Tiffany sadar?)
“Hahhh!” Taeyeon melepaskan Lee Wan dengan kesal.
“Harus diangkat?” Lee Wan terdengar kecewa.
“Siapa tahu penting”
“Maksud kamu… Tiffany?”
Taeyeon tersenyum kecil lalu meraih handphonenya di saku celana.
‘I have to be brave to regret nothing.’
“Ya hallo?” sapanya agak terburu-buru.
“Taeyeon, aku balik lagi sama oppa”
Padahal sudah diperingatkan sama Jessica untuk nggak bilang langsung ke Taeyeon, tapi Tiffany memang mau cari penyakit. Dia bahkan ngotot menyetujui ajakan Hyesung untuk makan malam bersama. Jessica menduga itu karena dia baru saja ribut sama Taeyeon.
“Dia bilang, dia bakal ngelakuin apapun buat mendapatkan kembali kepercayaanku ke dia” kata Tiffany mengingat kejadian yang dialaminya bersama Hyesung lima belas menit yang lalu.
“Terserah, yang jelas sekarang kamu menggangguku dengan oppa”
“O ya sudah, maaf ganggu, jangan lupa kalau besok kita akan memulai tur di Jepang, bye”
“Aku nggak lupa, bye”
Ketika mengembalikan handphone ke saku celana, Taeyeon baru sadar kalau Lee Wan dari tadi sedang menatapnya.
“Oppa?”
Lee Wan berusaha menahan kecemburuan dalam dadanya.
“Kemarin juga kau meninggalkanku untuk menemuinya…”
“Aku sudah menganggap Tiffany seperti adikku sendiri.”
“Maaf kalau aku cemburuan… jujur aku suka berprasangka yang nggak nggak tentang hubungan kalian…”
“Oke…”
“Tapi Taeyeon… apa kamu nggak pernah merasa Tiffany lebih dari sekedar sahabat?”
“……………………”
Lee Wan menunggu dengan khawatir.
Tapi mendadak Lee Wan merasa menjadi seperti orang bodoh. Kalau memang benar begitu Taeyeon tidak akan mau menerima dirinya sebagai pacar bukan? Dan sekarang dia ada disini, disisinya. Dan lagi Tiffany adalah seorang yeoja. Keakraban sesama yeoja kan sudah biasa, terkadang orang lainlah yang salah mengerti.
“Ah sudahlah, lupakan saja” kata Lee Wan berusaha mengembalikan suasana.
“Aku bisa jelasin, oppa”
“Dia sahabat baikmu dan aku menghargai itu”
Taeyeon menghembuskan nafas lega karena percakapan tentang apa-kamu-suka-Tiffany akhirnya berakhir. Tadinya dia sempat bermaksud untuk mengaku. Iya, aku memang suka Tiffany dan selama ini aku bersembunyi di balik tameng persahabatan dan mencintainya diam-diam.
Dia masih belum ingin melepaskan hubungannya dengan Lee Wan. Mungkin karena dia butuh pelarian. Karena terus menjomblo dan melihat Tiffany bermesraan dengan kekasihnya hanya akan membuatnya makin tersiksa.
Taeyeon mencondongkan tubuhnya untuk mengecup pipi Lee Wan. Pipi Lee Wan bersemu merah. Lee Wan merangkul Taeyeon.
“Taeyeon, kamu mencintaiku kan?”
Mungkin, batin Taeyeon.
“Kayaknya iya…”
“Kayaknya?” Lee Wan tersenyum.
“Oppa, aku memang belum cerita ke kamu, tapi sebenarnya aku baru saja putus”
“Benarkah?”
“Ya, tapi aku sama sekali tidak mencintai dia” Taeyeon menekan lembut bibir Lee Wan dengan bibirnya. Dan mereka kembali terhanyut dalam mood awal tadi.
_________________________________________________________________________________________________________

Sesampai di lobi hotel pun Taeyeon dan Tiffany masih tidak saling berbicara.
Apa ini takdir?
Kenapa di saat begini justru aku harus sekamar sama Taeyeon?
SM Entertainment kali ini berbaik hati karena tidak pelit-pelit menyediakan satu kamar untuk dua orang, ada satu sih yang bertiga.
Mereka semua masuk ke kamar masing-masing untuk meletakkan koper.
Tiffany melirik Taeyeon, setelah meletakkan koper ia duduk di seberang ruangan dan matanya balas menatap Tiffany tanpa komentar.
Ugh, segitu marahnya Taeyeon sampai dia tidak bisa berkata-kata?
Tiffany menggigit bibir bawahnya. Sekarang ada perasaan lain yang mengusik hatinya. Apa ini perasaannya saja? tapi Taeyeon terlihat begitu seksi dengan kemeja putihnya. Apalagi saat dia duduk sambil menyilangkan kakinya, menyandarkan kepalanya pada tangannya yang bertumpu di kursi, dan menatapnya dengan tatapan seperti itu.
Konyol kau Tiffany. Gimana kalau nanti dia bisa membaca pikiranku!
Syukurlah Taeyeon tidak punya kemampuan seperti itu…
“Taeyeon, jangan diam saja dong…” kata Tiffany lemas, nggak tahan diam lama-lamaan sama Taeyeon.
“Kamu mau aku ngomong apa?”
Astaga, nadanya dingin sekali.
“Apa aja deh… mau dimaki juga silakan…”
Taeyeon geleng-geleng kepala. “Percuma, kan nggak bakal ngubah fakta kalau kamu nerima Hyesung oppa balik.”
Dalam hati Taeyeon ingin marah, tapi dia sadar itu nggak mungkin. Kapan dia bisa marah sama Tiffany? Dia terlalu mencintainya. Yahh tapi tetap saja bikin kesal kan?
“Tapi kan…”
“Aku cuma ngelakuin apa yang dilakukan seorang sahabat. Aku bahagia untukmu Fany ah!”
Tiffany bergetar karena marah. Dia mengambil sebotol air minum di night table dan meneguknya setengah.
“Kalau kamu memang nggak setuju aku balik sama oppa. Aku bakal pikirin ulang dan-“
‘I have to tell you,
Taeyeon meraih Hpnya dan wajahnya berubah ceria saat menyapa orang yang menelponnya.
“Oppa” nadanya terdengar mesra.
Tiffany mendengus sinis. Dia tidak mau mendengar, tapi karena sekamar mau tidak mau dia harus mendengar.
“Iya, sudah sampai, sekarang sudah di hotel”
“Hmm? Oppa mau dibeliin oleh-oleh? Iya, iya, nanti pasti kubeliin yang banyak buat oppa.”
“Saranghae oppa”
Taeyeon mengakhiri percakapannya.
“………………………”
“………………………”
“Jadi, buat apa balik lagi sama oppamu?”
Perlu waktu tiga detik bagi Tiffany untuk menjawab.
“Mungkin karena… aku nggak mau kesepian?”
Atau karena aku takut jatuh cinta sama kamu, Taeyeon, keluh Tiffany dalam hati.
Kalau sedang sendiri kadang aku sering berpikir… karena kamu sangat perhatian padaku aku jadi merasa kalau kamu suka sama aku… lalu kamu membalas perasaanku…. tapi itu nggak mungkin kan?
Mustahil, kami sesama yeoja. Dan mungkin memang sudah rencana Yang di Atas kalau kami hanya akan bisa selamanya berteman…
Tiffany berjalan terhuyung-huyung ke kamar mandi. Dia merasa lemas dengan pikirannya sendiri, apalagi ditambah waktu perjalanan tadi.
“Aku mandi duluan ya” katanya tanpa menoleh sama sekali.
Taeyeon tidak menjawab dan langsung membaringkan dirinya di tempat tidur.
Tiffany berdiri di depan shower sambil menengadahkan kepalanya. Air hangat menyirami tubuhnya. Rasanya, keringat dan semua penat yang membebani dirinya ikut terbawa pergi.
Dua puluh menit kemudian, Tiffany menyudahi mandinya. Dia keluar dari ruangan dengan hanya mengenakan handuk. Taeyeon yang sedang memandangi langit-langit di atasnya, mendadak matanya tertuju pada Tiffany yang berjalan santai ke tempat dia meletakkan kopernya tadi.
Tiffany membuka risleting koper miliknya dan kemudian memberinya pemandangan yang mendebarkan.
Meskipun dia tahu memandangi sahabatnya sendiri ganti baju itu tidak pantas, tapi Taeyeon tampaknya tak berniat menoleh ke arah lain. Dia terus mengamati Tiffany yang sedang mengenakan bra dan celana dalam slow motion sampai ia memakai kaus dan celana pinknya.
Setelah Tiffany selesai berpakaian, Taeyeon bangun dan berjalan masuk ke kamar mandi. Saat ini ia sangat butuh siraman air langsung ke kepalanya.
Di bawah siraman shower, Taeyeon memejamkan matanya.
Apa yang ku-
Bayangan erotis Tiffany kembali terlintas dalam benaknya.
“!!”
Taeyeon segera menyetel keran airnya ke arah biru. Air hangatnya berubah menjadi air dingin.
Masa aku nafsuin sahabatku sendiri?!
Pergi! Pikiran kotor!
_________________________________________________________________________________________________________

Pukul 20.03, Taeyeon terbangun dan menyadari dirinya berada di tempat asing. Oh ya, dia lupa. Sekarang dia di Jepang. Dan kalau memorinya nggak kelewat buruk, dia langsung tidur sehabis mandi.
Taeyeon menoleh samping sambil menguap. Kosong.
Ke mana ya Tiffany? Taeyeon bertanya-tanya dalam hati.
Taeyeon berjalan menuju jendela dan menyibak tirai. Sinar bulan menyapa dirinya. Taeyeon baru tahu kalau dari jendela kamarnya dia bisa melihat ke kolam renang dan restoran di bawah sana.
Taeyeon menguap sekali lagi.
Ke mana Tiffany? Jangan bilang anak itu sudah makan duluan tanpa membangunkanku?
Saat itulah telinganya menangkap suara tawa yang akrab di telinganya. Matanya menangkap seseorang dengan model rambut mirip seperti Tiffany di bawah sana. Tapi lalu ia melihat ketujuh orang lain yang sangat dikenalnya.
Mereka tertawa-tawa. Taeyeon memandang ke bawah, melihat Tiffany yang sedang bercanda ria dengan Jessica.
“……………………”
_________________________________________________________________________________________________________

Tiffany pamitan ke Jessica.
“Fany ah, mau kemana?”
“Aku mau membangunkan Taeyeon”
Tiffany pergi menuju lift. Di dalam lift dia masih bisa melihat yang member-member yang lain sedang mengobrol-ngobrol tanpa jeda sampai pintu lift menutup. Sesampai di lantai 3, Tiffany berjalan ke depan pintu kamar 305. Tiffany membukanya dengan kartu kunci elektronik yang dibagikan di lobi tadi sore. Gelap.
“Taeyeon?”
Kemudian matanya melihat sosok seseorang sedang terbaring di tempat tidur. Tiffany mendekat dan mengguncang pelan bahunya.
“Taeyeon, bangun”
“Makan nggak ngajak-ngajak…”
Tiffany tidak menyangka kalau dari tadi Taeyeon sudah bangun. Taeyeon menarik selimutnya sampai menutupi kepalanya.
Tiffany memandangi tingkah sahabatnya.
Taeyeon ngambek?
“Mianhae Taeyeon, aku kan nggak tega bangunin kamu, habis kamu kelihatannya capek”
“……………………”
Tiffany membelai lembut bahunya dari balik selimut, “Ya sudah kalau nggak mau makan malam” lalu berbisik mesra, berharap dapat mencairkan kekesalan di hati Taeyeon, “Met tidur Taeyeon”
Tanpa melihat pun Taeyeon sudah dapat menduga Tiffany sedang tersenyum padanya.
“Kalau begitu, aku kembali makan ya”
Tiffany menutup pintu kamar pelan-pelan.
Jantung Taeyeon tadi sempat berdebar lebih cepat mendengar bisikan mesra di telinganya.
_________________________________________________________________________________________________________

Pagi harinya.
“Joeun ahchim”
“Joeun ahchim”
“Eh sekarang kan kita di Jepang, harusnya Ohayou dong?” timpal Sooyoung.
“Hahaha oh iya ya, Ohayou”
“Ohayou”
Mereka saling mengucapkan selamat pagi sambil tertawa riang.
Taeyeon mengantri di belakang teman-temannya, mengambil sarapan seadanya lalu duduk di sebelah Tiffany. Jessica menggeser kursi di depan Tiffany lalu duduk disitu. Mata Taeyeon terfokus pada sepiring salad di depan Jessica. Tomat ceri, potongan sawi, dsb.
“Taeyeon, tadi malam kamu kan nggak makan, sekarang makan banyakan dikit dong” komentarnya waktu melihat jumlah makanan di piring Taeyeon.
“Hmm” jawabnya tanpa benar-benar mempedulikan komentar Jessica.
Lalu Jessica kembali memandang Tiffany yang duduk di depannya dan tersenyum.
“Fany ah, cobain deh salad racikanku. Dijamin kamu bakal ketagihan”
“Gomawo.”
Tadinya Tiffany bermaksud menolaknya dengan halus, tapi Jessica mendorong piringnya mendekat, membuat Tiffany nggak bisa berbuat apa-apa selain mencicipi salad yang ditawarkan Jessica.
Tiffany tidak menyadari tatapan Taeyeon padanya, dia mengangkat garpu dan menusuk potongan tomat dan seledri yang sudah diberi minyak zaitun.
Dia mengunyahnya selama beberapa saat.
“Gimana rasanya?”
“Wow Sica! Pas banget rasanya!”
Jessica tersenyum puas, “Kubilang juga apa”
“Mmmh!” Tiffany mengangguk senang.
Lalu Jessica dan Tiffany terlibat obrolan seru sampai-sampai Taeyeon merasa didepak dari percakapan. Mereka berdua sama-sama tidak sadar telah melupakan Taeyeon.
Tiffany bangkit dari kursi di tengah-tengah cerita, pamit untuk mengambil omelette. Taeyeon ikut-ikutan meninggalkan meja untuk alasan yang sama.
Saat Tiffany menunggu staff hotel membuatkan omelette pesanannya, Taeyeon datang menghampiri dan berdiri di belakangnya. Ia ingin berkomentar, tapi apa?
Entah sejak kapan dia tidak suka melihat Tiffany berakrab-akrab sama Jessica. Rasanya dadanya terbakar oleh cemburu. Tapi masa dia tiba-tiba bilang sama Tiffany kalau dia cemburu?
Tiffany berbalik padanya, “Taeyeon, kamu juga mau omelette?”
“Eh? Uh” Taeyeon mengangguk.
Terpaksa dipendamnya kekesalan dalam hatinya.
Dua menit kemudian Tiffany memberinya sepiring omelette lalu ia berjalan kembali ke mejanya sambil membawa sepiring omelette miliknya dengan senyum tersungging di wajahnya.
Dan setelah Taeyeon kembali duduk. Suasana kembali seperti tadi. Taeyeon yang merasa jengkel, segera menghabiskan makanannya lalu berdiri.
“Aku kembali ke kamar.”
“Oke” kata Tiffany.
Taeyeon melengos pergi meninggalkan mereka berdua.
Jessica tersenyum.
“Leader kita cemburu”
“Hah? cemburu apanya?” tanya Tiffany sambil memotong omelette di piringnya.
“Aigoo Fany ah! Apalagi kalau bukan dia cemburu sama kedekatan kita?”
“Taeyeon?! Taeyeon sih memang dari tadi malam sudah bad mood.”
“Nggak tau sih, firasatku aja, tapi kayaknya dia nggak suka kita dekat-dekat.”
Tiffany berpaling menatap punggung Taeyeon yang menjauh.
Masa sih?
Tiffany senang sekali waktu Jessica bilang Taeyeon cemburu dia dekat sama Jessica.
Tidak peduli Tiffany berbuat apa sama Hyesung, di mata Tiffany, Taeyeon tidak pernah menampakkan kecemburuannya. Jujur, Tiffany sering berharap kalau Taeyeon akan cemburu. Selama ini doanya tidak pernah terjawab. Apa mungkin kali ini Taeyeon memang benar…
_________________________________________________________________________________________________________

Ringtone Tiffany berbunyi. Saat dia bertanya-tanya siapa manusia pengganggu yang sedang mengganggunya di Jepang, di layar LCD-nya tertera nama Hyesung oppa.
Tiffany menerima telepon namja itu dengan ogah-ogahan.
“Hallo?”
“Hei Tiffany, gimana kabarmu? Kok ke Jepang nggak ngasih kabar?”
“Hehe, maaf oppa, habis lagi capek sih”
“Aku nggak ganggu kamu kan?”
“Nggak kok oppa”
“Aku kangen kamu…” bisiknya pelan.
Tiffany jadi merasa bersalah.
“Iya, aku juga, oppa” Tiffany berbohong.
Memang sejak dia menginjakkan kaki di Jepang, dia sama sekali nggak pernah memikirkan namja itu. Pikirannya dipenuhi banyak hal tentang tur di Jepang ini, dan juga Taeyeon…
“Oke, aku cuma mau mastiin keadaan kamu aja. Pulang kapan?”
“Minggu depan”
“Sebenarnya aku pingin jemput kamu di airport…”
“Oh…”
“……………………”
“……………………”
“Saranghae, Tiffany”
“Kamsahamnida” kali ini Tiffany tidak tega berkata Saranghae juga, bahkan buat basa-basi sekali pun. Kayaknya nggak enak banget berbohong dengan melibatkan cinta.
Sesaat dia mendengar suara helaan nafas berat dari seberang sana.
“Ya sudah, bye”
“Bye”

A/N : Mudah-mudahan nggak ada yang terasa aneh. Maaf karena author kurang begitu tahu.

Advertisements

Comments on: "Locksmith (Chapter 5)" (57)

  1. atikakita said:

    “timun” ? jessica anti timun lo, author -,-” #Info

    lebih sering update ya tor, saya pembaca setia lo kekekeke ..

    ini cerita rumit amat yaa.. auyoo taeny cepet bersatu! fighting! ditunggu next chapter secepatnya lo tor #maksa kekeke

  2. complicated.
    lanjutkan thor 😀

  3. Haduh, tetap aja bikin gemes…
    Aku gak banyak komen thor, ceritanya bagus, keren…
    Jgn lama2 updatenya yah. Semangat…!!!!

  4. tumben update nya lama an ? : )

    cerita ini bikin amat sangat gemes ,langsung ngaku kalo suka aja kenapa sih ¬_¬
    hmmm ,itu sica dibikin sama yul dong thor .

    ditunggu kelanjutan nya~

    • ya, soalnya jenuh juga bikin fanfic panjang berturut-turut jd istirahat dulu 🙂
      lagipula sedikit kesusahan ngatur chapter ini

  5. taetae_fun said:

    akhrnya..yg dtunggu mncul jga..

    Eish,kyknya taeyon udh gak than deh wktu ngeliat fani pke bju,apalagi pke acara slow motion,,,kpikiran trus jdnya..

    jesica mkan timun???
    emang ada?

    Covernya bgus thor,saya ska ma ttapan taeyon…

  6. auhtor, ayo dong, buat taetae cemburu lagi….
    kekekeke, taetae kl cemburu gemes deh…
    *cubit pipi taetae

    tp, jgn buat taeny patah hati, jadi gak tega baca nya… 😦

    author, aku selalu menunggu ff mu, fightaeng!!! 😀

  7. aahh knp aku ngerasa Taeng salah besar ya gak ngakuin aja????
    dasaaaaaaaaarrr Taeng unnie ><
    Fany emang nyari penyakit banget ngasih tw taeng kalo dia udah balikan ama si Hyesung itu :3
    taeng kok bisa2nya ciuman sampe segitunya ama Lee Wan? astagaaaaaaaaaaa. . .
    shock saya bacanya -,-
    author bener ya ada TaeNy momen di chapter selanjutnya *.*

    nice ff thor! aku tunggu kelanjutan ceritanya 😉

  8. huwaaa,,,, keren.. aku ni musti baca berkali2, coz ni lagi ujian malah baca ff, jadi ga konsen (ga konsen ujian n ga konsen baca ff)hadeeehhhhh…
    lanjut author..!!!!
    semangat!!!!!

    hidup taeny!
    merdeka (lebaynya kumat)

  9. Holla~
    annyeong, mela imnida. aku reader baru di sini.. Mian, aku langsung loncat comment ke ff ini ^^

    hwaaa,, ni ff kea.a cobaan bgt bwt taeny,, gak nahaaaaaan liat taeny saling cemburuan ><

    but, it's nice, lanjut thor 🙂

  10. Tumben updatenya lama, tahun baruan ya #plak
    Keren thor, jangan lama-lama updatenya thor.

    Good job author, hwangtaeng 😀

  11. ,baca ni ff geregetan rasanya..
    pngen cepet2 taeny jadian
    n taeyon bwa fany k amrik untk dnikahin.hahaha..
    haaaa..g fany, g taeyeon,pnya pkran yg ngga2 satu sama lain.ckckck..
    kyknya tu sica sengaja bikin fany sadar klo taeyeon tu suka ma fany.
    dtnggu lanjutanya..fighting :Daõ½æ9GJ:ñœÑœ”¨RKc/„­sÍ{­sB’BB:ç9Æ1[HBÆ1†)¦1ba!,I,,, È8 È8uote,,,,,,,,,,,,,,,)

  12. Kungttadadak said:

    Thor… Sumpah yah, ini ff complicated banget… Aku ngerasain banget di posisi Taeyeon… Jadi nyesek sendiri, lanjut! Update soon! Hwaiting!

  13. YS_addict said:

    wah seruuu 😮 ayolah cepet bikin taeny bersatu. itu kasian kl liat taeng jealous mulu. warning!! author plis jgn bikin taeng tambah suka ama lee wan,garela garela #jambakin bulu idung XD.
    TAENY…..TAENY!!

  14. lagi……………………
    hhe maksa

  15. new silent readers said:

    entah knp bru kali ini aku bca ff taeny couple brasa pengin banting tabletku saking sebel dan gemesny..

  16. arrgghh andwee!! aduh si tae tae kok ciumannya gtu bgt sich?? *sambil pukul2 meja,, sebel100X….
    tercemar dah tu bibir, pdhal kan tu (bi2rnya tae) propertynya hwang fany 😦
    fany semi bugil byuntae berimajinasi mantap dah ah,,, jd ngbayangin bokong andalannya fany *ya Tuhan pikiran kotor ini, cucinya pke sabun apa ya?? *lagi q lupa diriku ini seorang yeoja jg, tp kok q terobsesi bgt ma buttnya miyoung?? haha byuntae effect!!

  17. Seru author…
    N taeyon cemburu..
    Lanjut ya author…
    Gomawo…

  18. yoesry said:

    lma kali nyatunya.. Jd gemes bacany

  19. YoonAddict said:

    Waah taeyeon unnie nafsuan banget 0.o

  20. Bwahahahaha byuntaeng in action xD si jessie ternyata lebih pinter ya drpd fany -,- udh tau taeng cemburu tapi fany nya ga nyadar,ehhh malah si jessie yg nyadar xD

  21. Oke thor @,@
    Knp ff taeny selalu mereka awalnya ga jujuran yah hahah
    Tpi seru yah :p
    Lanjut deh 😀
    Itu ad yg pake PW yah? Krim pass dong hhe ke poppymaria289@yahoo.com

  22. #Gubrakk,,
    Aku kira TaeYeon Jujur ma fany,,,,
    Ehhh,ternyata belom toh,,,
    Mlhan knapa lgi fany,,,, blikan ma Hyesung,ckckck

  23. Byuntaengo iiinnn action!! Gatau kenapa ngakak baca di bagian itu!! 😀 seru banget ini cerita!! Astaga!!

  24. Bagus banget nih cerita!! Hebat thor! Thor kalo boleh aku minta kata sandinya dong buat baca yang lainnya. Gomawo

  25. Gomawo thor. Kalo locksmith chapter 7 apa, ya thor? Maaf ngrepotin.

  26. blackpearljess^^ said:

    Jessie pling juago manas2 in TAENG .. #kompor kleee hahaaa

  27. sica nakall yaaa 😀
    hahaha
    lanjut thor

  28. lee deyeon said:

    Ga tau mau komen apa, hehehe..
    Bngung sih, sharian baca FF km lbih dri 6 kya nya, hehehe..
    Author keren pkok nya..
    Oya thor kya nya Locksmith dpart 7 ada PW nya ya?
    Gmna cara nya dpet PW nya?
    Hihihi omongan nya aburadul bnget lah gw ni…

    • haha semangat sekali 😀
      kukirim lwt email (kalau bisa terkirim) kalau gak lwt nomer hp
      sdh kukirim ke emailmu yg gmail 😉

  29. Hufh!!!! Sedihhhh
    Judulnya ccok kok thir
    🙂

  30. locksmith said:

    cie cie yg cemburu xD

    uwah chap7 di protec !!!
    minta pw dong thor~

  31. cie cie tae tae cemburu liat kedekatan psangan JeTi..next

  32. Yeon TaeNy said:

    Hahaha lucu jga banyangin teayeon eonni cemburu…^^

  33. Uuwwaahhh taeyeon mulai cemburu sama jessica aduh fany klo suka taeyeon bilang aja kan kasin taeyeon nya juga kan 😦

  34. wah chap 7 di protect? minta pw dong author^^

  35. kurnia said:

    kirain tae ud nembak fany..eh g thu ny blm..hehe
    buat pensaran nih thor..hehee
    ud g sbar lht taeny jadian..

  36. Taeyeon berciuman dengan Lee Wan. Ciuman mereka panjang dan lama. Jenis ciuman yang bisa bikin para jomblo sirik berat.

    Kenapa harus ada kalimat itu? :3

  37. Greget deh liat taeny,allx q locksmith

  38. Lalalalala 😀 Lanjut Thor 😀

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: