~Thank you for your comments~

Locksmith (Chapter 4)

A/N : Thanks buat semua commentnya, maaf kalau ada yang berharap dibalas tapi nggak kubalas. Yang jelas aku merasa sangat senang dengan semua comment kalian, teruslah mengcomment lebih banyak hehe =3

Di tempat pesta.
“Hei Tiffany”
Hyesung senang ketika melihat gadis itu datang. Ia langsung mendekati Tiffany dan mengecup pipinya.
“Malam ini kamu cantik sekali Tiffany”
“Kamsahamnida” senyum Tiffany.
Nah, oppa saja memujiku. Dasar Taeyeon menyebalkan! Bilang aku norak segala, huuu!
Selalu begitu, Taeyeon seperti sengaja menyakiti hatinya.
Namja itu melihat-lihat sekeliling, seperti mencari seseorang.
“Harusnya Mama sudah datang sekarang” ujar Hyesung dengan wajah khawatir.
Tiffany tak sempat berpikir karena namja itu sudah keburu menggandengnya dengan protektif menembus kerumunan tamu undangan.
Tiffany merasa sesak, dia merasa terjepit sewaktu melewati kerumunan orang karena ballroomnya memang terlalu penuh dengan orang. Hyesung melihat paras Tiffany memucat, lalu memintanya untuk menunggu sebentar.
Tiffany merapikan rambutnya sambil menunggu Hyesung. Tidak berapa lama namja itu kembali sambil membawa segelas air. Dia memberikannya pada Tiffany.
“Tiffany, sambil menunggu, kamu mau mencicipi makanan dulu?”
Tiffany mengangguk, dia bukan Sooyoung yang doyan makan, tapi daripada bosan menunggu. Hyesung mengantarnya ke depan stand makanan. Disana mereka mencicipi beberapa potong kue.
“Oppa”
Keduanya menoleh ke pemilik suara. Tiba-tiba seorang gadis yang tidak dikenal memeluk Hyesung dan mengecup pipinya.
“!!”
“!!”
Lalu kemudian gadis itu baru memandang ke Tiffany, seolah tadi dia sama sekali tidak melihat gadis itu berdiri di samping Hyesung.
“Oppa, ini Tiffany yang sering oppa ceritain itu?”
Tiffany sudah merasakan firasat. Sementara Hyesung kewalahan dengan gadis itu.
“Ehm anu… kamu siapanya oppa ya?”
“Lho oppa tidak cerita?”
Lalu dia bergelayut manja di tangan Hyesung. “Aku ini tunangannya oppa”
Mata Tiffany membulat.
“Apa?!” Hyesung sendiri terdengar kaget.
Tiba-tiba seseorang datang di antara mereka.
“Hyesung, dia ini calon mantunya Mama, lho, hohoho”
“Ah, Mama, bisa aja” yeoja itu tersipu-sipu.
Hyesung takut sama orang tuanya karena itu ia memilih diam. Dan Tiffany sudah merasa sangat muak berdiri di dekat mereka. Kalau orangtua Hyesung sudah punya calon mantu berarti dia bukan siapa-siapa.
“Oppa, kenapa nggak pernah cerita kalau oppa sudah punya calon istri?” kata Tiffany dengan suara dingin.
“Uh, itu…”
“Hyesung, gadis ini siapamu?” tanya mamanya.
Tiffany yang menjawab, “Bukan siapa-siapanya. Aku hanya temannya, beberapa hari yang lalu oppa merengek memintaku untuk datang ke acara ini. Karena jadwalku juga lagi kosong, jadi yahh… iseng-iseng aku datang” senyum Tiffany.
Calon istri. Tiffany sudah nggak peduli lagi.
“Tante, karena sudah malam, aku pamit pulang ya, permisi”
Mama Hyesung ada berkata sesuatu, tapi Tiffany tidak mendengarnya dengan jelas. Semua dengungan di sekeliling tidak didengarnya lagi. Yang ada dalam hatinya saat ini hanyalah dia sangat membenci namja bernama Kim Hyesung.
“Bye” katanya sambil melambaikan tangannya. Dan itu adalah ucapan selamat tinggal yang permanen buat namja itu.
Sambil berjalan pergi Tiffany mengeluarkan rantai hadiah untuk Hyesung dan dalam tas tangannya. Dan dia langsung membuangnya. Masa bodoh.
Dia setengah berlari meninggalkan tempat itu.
Dalam perjalanan pulang, Tiffany menatap pemandangan yang berlalu diluar jendela. Hatinya terasa sakit.
Lalu dia teringat Taeyeon yang saat ini sedang bersama Lee Wan.
Taeyeon…
Dia meraba kalung gembok di lehernya.
_________________________________________________________________________________________________________

Taeyeon dan Lee Wan menonton film romantis berdua.
Saat menonton tidak sengaja jari Lee Wan menyentuh tangan Taeyeon. Buru-buru namja itu menarik tangannya.
“Maaf!”
“Tidak apa-apa…”
Taeyeon melirik ke Lee Wan yang duduk di sebelahnya. Namja itu terlihat gugup.
Apakah karena dia tidak sengaja memegang tanganku barusan? Hehe lucu.
Setelah tiga puluh menit berlalu, film mulai mencapai tahap emosional awal. Lee Wan menonton dengan serius. Sementara pikiran Taeyeon mulai tidak fokus, karena tokoh utamanya mengingatkan dirinya pada seseorang…
Tiffany…
Entah kenapa dia merasa tidak enak. Tapi sekarang dia sedang nonton dengan Lee Wan. Tidak mau merusak suasana, Taeyeon berusaha mengusir perasaan yang mengganggunya itu.
…………………………………………
………………………………
Setelah film selesai, mereka berdua keluar sambil membicarakan kesan-kesan mereka terhadap film barusan. Lalu mendadak Taeyeon menyadari kalau Lee Wan tidak menanggapi obrolannya lagi.
“Ada apa?”
“Taeyeon, boleh aku tanya sesuatu?”
“Ya?”
“Kamu akrab sama Tiffany ya?”
Lagi? Kenapa akhir-akhir ini dia sering diberi pertanyaan tentang-
“Iya, kami sudah kenal sejak masih training, waktu itu kami berdua masih ingusan.”
“Haha”
“Tiffany itu polos, kadang kekanakan dan terlalu blak-blakan orangnya. Tapi dia peduli sama orang lain.”
“Kamu perhatian sekali ya sama dia”
“Karena dia sudah banyak mengisi hidupku.”
Taeyeon baru tersadar. Kalau sudah bicara tentang Tiffany, bisa-bisa dia malah cerita panjang lebar sampai ngelupain orang yang mendengarkannya.
“Aku jadi cemburu…”
“Cemburu?”
“Kedengarannya dia sangat spesial dalam hidup kamu”
“Memang spesial, gimanapun juga, posisi Tiffany nggak akan tergantikan dalam hidupku” jelas Taeyeon tanpa menyembunyikannya.
“Aku tahu aku tidak seharusnya mencemburui sahabat dekatmu tapi aku… sejak aku pertama kali bertemu denganmu, Taeyeon, aku sudah tertarik padamu. Tidak, aku sudah tertarik sejak aku melihatmu nyanyi di atas panggung.”
Taeyeon menatap namja yang tersipu-sipu itu. Lee Wan mengumpulkan segenap tenaga untuk mengatakannya.
“Taeyeon… mau nggak kamu jadi pacarku?”
Taeyeon menelan ludah. Tidak bisa berkata apa-apa. Tapi jujur ia sedikit tertarik pada Lee Wan. Jadi ia menganggukkan kepala juga pada akhirnya.
“Benar?!”
Taeyeon mengangguk sekali lagi, kali ini disertai senyum.
“Thank God! Aku dah deg-degan banget dari tadi”
Taeyeon tertawa kecil, merasa namja di depannya sangat menarik.
Dengan lembut dia melingkarkan tangannya di bahu Taeyeon dan berbisik lembut di telinganya.
“Sejak tadi aku kepikiran ingin menciummu, tapi kurasa itu masih harus menunggu sampai kencan berikutnya…”
Dalam diri Taeyeon terbesir ingatan saat Tiffany berciuman dengan…
Taeyeon mengangkat wajahnya.
“Kenapa harus menunggu? Bukannya aku sudah jadi pacarmu?”
Lee Wan tertegun mendengar jawaban Taeyeon.
Taeyeon hanya memejamkan matanya. Dan tidak membuang-buang waktu Lee Wan menunduk dan mencium bibir Taeyeon. Ciuman itu hanya berlangsung selama tiga detik. Lalu Lee Wan mengangkat wajahnya. Mata mereka bertemu dalam sebuah garis lurus. Taeyeon tersenyum padanya. Lee Wan merasa pipinya terbakar.
Untuk menutupi rasa malunya, dia berkata, “Sudah malam, gimana kalau kita makan?”
“Hmm” Taeyeon mengangguk. Lee Wan sudah hampir menggandeng tangan Taeyeon ketika tiba-tiba Hp Taeyeon berdering. Taeyeon mengambil Hpnya dari tas dan tentunya ini menghentikan niat Lee Wan.
“Siapa?”
“Tiffany”
Taeyeon menekan tombol ‘answer’
“Ya hallo?”
“……………………”
“Fany ah?”
“……………Taeyeon………”
Taeyeon membeku mendengar nada suara Tiffany.
Tutt tutt tutt….
Terputus.
“…………………”
“Kenapa?”
“Maaf oppa, aku harus pulang” Taeyeon menutup Hpnya dan memasukkannya kembali.
“Eh? Lalu bagaimana makannya?”
“Lain kali”
“Taeyeon, mau kuantar tidak? eh Taeyeon?!”
Taeyeon sudah berlari meninggalkannya.
Terburu-buru dia pulang ke asrama. Dan langsung masuk ke kamar Tiffany.
Nafasnya memburu. Di ambang pintu dilihatnya gadis itu sedang duduk meringkuk di atas tempat tidurnya. Ia mengangkat wajahnya saat Taeyeon mendekat.
“Taeyeon…”
Mulut Taeyeon terbuka, ia berusaha mempelajari arti tatapan mata gadis itu. Tiffany tidak menangis. Tapi Taeyeon tahu pasti telah terjadi sesuatu padanya.
Tanpa berkata apa-apa, Taeyeon langsung meraih gadis itu ke dalam pelukannya. Dan Tiffany langsung melingkarkan tangannya di pinggang Taeyeon seolah dari tadi telah mengharapkannya.
_________________________________________________________________________________________________________

Sudah tiga hari ini Tiffany merasa lebih marah ketimbang patah hati. Tapi rupanya perasaannya cukup mengganggu aktifitasnya hari ini, kemarin saja gladi resiknya dia tidak begitu fokus. Padahal hari ini mereka manggung. Mereka akan menyanyi lagu Genie.
Taeyeon yang malam itu mendengarkan curhatan Tiffany hanya bisa menahan perasaannya sambil terus memperhatikan kondisi Tiffany dari jauh.
Taeyeon diam-diam menghela nafas, Tiffany bukannya mengobrol dengan teman-temannya yang lain malah melamun lagi.
“?”
Ekor matanya tidak sengaja melihat sebuah peralatan studio yang tampaknya tidak seimbang. Dan di bawah sana ada Tiffany yang tidak tahu apa-apa!
“Fany ah!”
“Eh? Apa?”
Taeyeon mendorong Tiffany dan-
Brak!
Alat itu menimpa kaki Taeyeon.
“Taeyeon! Dasar bodoh! Kenapa kamu malah…”
Mata Tiffany berair.
“Ugh… sebab… aku tidak mau kejadian yang sama kembali terulang padamu Tiffany…”
“Ah…”
Tiffany kembali teringat akan ‘kecelakaan’ yang menimpa dirinya. Waktu itu lutut kirinya terluka dan dia sampai harus dirawat di rumah sakit.
Taeyeon mengernyit kesakitan.
“Taeyeon! Kamu nggak apa-apa?!”
“Segera batalkan acaranya!” salah seorang staff berteriak. Sementara beberapa staff yang lain berusaha mengangkat alat yang menimpa kaki Taeyeon. Dan anggota-anggota yang lain langsung mendekati mereka. Mereka semua menatap Taeyeon dengan penuh khawatir.
Taeyeon mengangkat tubuhnya setelah alat itu berhasil disingkirkan dari kakinya.
“Aku nggak apa-apa… tidak usah dibatalkan”
“Tapi Taeyeon!” protes Tiffany.
Taeyeon mengedipkan mata, “Kamu lupa? Aku ini kid leader. Luka segini sih bukan apa-apa.”
“Yahh, kalau Taengoo sudah bilang begitu”
“Tapi apa unnie yakin?” tanya Yoona.
“Ya” Taeyeon membalas tatapannya dengan penuh keyakinan.
Taeyoen kembali berpaling pada Tiffany, “Jangan berwajah seperti itu Mi Young, nggak enak kan dilihat fans?”
Taeyeon berjalan mendahului mereka semua. “Ayo semuanya!”
Jalannya seperti dipaksakan agar tidak terlihat pincang. Mereka semua menatap punggungnya yang menjauh dengan prihatin.
“Apa unnie baik-baik saja?”
“Kalau Taeyeon sudah mau begitu, kita semua juga tidak akan bisa menghentikannya” kata Jessica.
“Mengerti semua? Kalau ada apa-apa kita harus menutupinya”
Semuanya menggangguk mantap. Hanya Tiffany yang tidak, isi kepalanya masih penuh kekhawatiran terhadap Taeyeon.
Taeyeon… jangan-jangan dia memaksakan dirinya supaya aku tidak menyalahkan diriku…?
Semua fans sudah ribut meneriaki mereka ketika sosok mereka muncul di atas panggung. Mereka mulai membentuk formasi.
Sesekali para anggota SNSD melihat pada leader mereka. Lagu ini sangat mementingkan gerakan kaki yang tepat. Dan itu berarti Taeyeon harus memaksa memakai kakinya yang sakit. Mereka cemas kalau akan terjadi sesuatu apalagi melihat lebam di kaki Taeyeon. Tapi yang hampir tidak melepaskan pandangannya dari Taeyeon adalah Tiffany. Dalam jarak sedekat ini dia bisa mengamati seluruh gerak-gerik Taeyeon, termasuk lebam yang parah di kaki kanannya. Sampai dia melewatkan dua kali gerakan tariannya.
Taeyeon… keringatnya banyak sekali…
Apa dia menahan sakit? Memang gerakan kakinya sedikit tertahan, tapi meski begitu dia tetap bisa menampilkan senyum terbaiknya.
Genie genie… permohonanku adalah sembuhkan kaki Taeyeon…
Sunny tidak bisa menahan kekaguman dalam dirinya ketika melihat aksi manggung Taeyeon kali ini. Didorong oleh semangatnya, yang lainnya juga bertekad untuk tampil sebaik mungkin.
Selesai manggung, Tiffany langsung menempel pada Taeyeon.
“Taeyeon, kakimu tidak apa-apa?”
Nafas Taeyeon memburu, dia menatap balik Tiffany yang mengkhawatirkannya. Lalu ia tersenyum dan mengacak rambut Tiffany.
“Hehe, harusnya kau lebih khawatirkan dirimu sendiri Mi Young. Waktu manggung tadi kau melewatkan dua gerakan”
Tiffany merasa malu. Bukan hanya sekali dua kali Tiffany sering membuat kesalahan macam ini. Tapi kesalahan kali ini sepenuhnya murni karena memperhatikan Taeyeon.
Tangannya memegang rambutnya sambil melihat ke arah Taeyeon.
“Taengoo, mau kubantu urut kakimu?” tawar Sunny.
“Oh gomawo Sunny ah”
Dan jantungnya menjadi berdebar dua kali lebih cepat. Saat semuanya sedang sibuk mengerumuni Taeyeon, seseorang mendekat padanya.
“Tiffany, bisa ngobrol sebentar?”
Tiffany kaget ketika mendengar suara namja itu. Dan ketika dia berbalik ternyata memang benar Kim Hyesung (dalam samaran tentunya).
_________________________________________________________________________________________________________

Di dalam ruangan privat.
Sebenarnya Tiffany males banget ngobrol empat mata sama namja itu. Dia sudah dapat menduga apa yang bakal dikatakan Hyesung. Dia pasti mau mengajak rujuk kembali.
Tiffany sendiri juga nggak yakin apa perasaannya bakal berubah setelah ini. Dia juga nggak berharap Hyesung kembali padanya. Tapi dipikir apa salahnya memberi kesempatan namja itu untuk bicara?
“Apa lagi yang perlu dibicarakan? Hubungan kita sudah berakhir. The end. Aku nggak mau ngeliat batang hidung oppa lagi” kata Tiffany dengan nada setajam silet.
Hyesung tersenyum kecut. Nggak ada lagi bicara soal masa depan buat mereka. Tatapan mata Tiffany seperti berkata seperti itu.
Tapi Tiffany masih ada rasa sama Hyesung, entah itu simpati atau bukan yang jelas si brengsek ini masih punya nilai di matanya.
“Kamu nggak adil, Tiffany, kamu mutusin hubungan kita secara sepihak!”
Tiffany tersinggung. “Nggak adil kata oppa?!”
“Karena… aku masih sayang banget sama kamu, Tiffany…”
“Hmmph!”
Tiffany paling benci digombalin sama Hyesung, sekarang semua kata-kata namja itu terdengar menyebalkan. Tapi… bingung juga. Apa marah-marah terus juga bakal menyelesaikan masalah?
Selain itu sebenarnya dia sendiri juga orangnya tidak tegas dan mudah memaafkan.
“Aku sudah bicara ke Mama”
“………………”
“Aku minta maaf udah bikin kamu kecewa. Tapi aku sudah berusaha untuk memperbaiki semuanya dan bilang ke Mama kalau aku sudah melamar kamu”
Dari sudut matanya Tiffany bisa melihat bekas memar dekat mata namja itu, yang disembunyikannya dalam kacamata gelapnya. Barangkali dia dipukul oleh orang tuanya. Hmm, perlu dihargai juga usahanya.
“Tiffany… kamu masih mau kan nikah sama aku?”
“………………”
_________________________________________________________________________________________________________

Di dalam kamar Tiffany.
Tiffany sedang mengelus-elus boneka miliknya sambil diam-diam memperhatikan Taeyeon yang sedang ‘mengurus’ luka di kakinya. Kelihatannya sakit, pikir Tiffany.
Tiffany ingin menceritakan soal tentang dia dan Hyesung, tapi dia agak bingung harus memulai darimana.
“Taeyeon, kakimu udah baikan?”
“Hmm” Taeyeon mengangguk, walau kentara sekali dia berbohong, bekas memarnya terlihat lebih parah dibanding tadi siang.
Bego, bukan itu yang mau kukatakan, kata Tiffany dalam hati.
Tiffany menunduk, “Em Taeyeon… oppa mengajakku balik”
Pupil mata Taeyeon melebar. Jujur, waktu itu dia berpikir hubungan mereka sudah berakhir sesuai harapannya.
“Lalu kamu jawab apa?” kata Taeyeon dengan nada dingin sekaligus penasaran.
Tiffany sampai penasaran mendengar suara Taeyeon, apa itu cuma perasaanku?
“Aku pikir-pikir dulu” suara Tiffany kecil dan kedengarannya nggak yakin.
“Bego!”
Tiffany berpaling menatap Taeyeon. Mengedipkan mata dua kali, tidak percaya apa yang Taeyeon katakan barusan.
“Heh Taeyeon! Kok kamu bilang seperti itu sih ke aku?!”
“Iya, kamu memang pantas dibilang begitu. Bego banget, kok kamu bisa sebego itu nerima namja macam dia lagi?!”
“Taeyeon! Aku kan tadi bilang mau mikir-mikir dulu, bukan nerima!” Tiffany mencoba membela diri.
“Omong kosong Fany ah! paling nanti kamu terima dia lagi.”
“……………………”
Kata-kata Taeyeon ada benarnya, tapi Tiffany nggak mau ngaku.
Taeyeon mengangkat wajahnya dengan kesal. Di dalam pancaran matanya terdapat sejuta perasaan terpendam. Dia tidak menatap Tiffany karena tidak mau Tiffany melihatnya.
“Tiffany! Jangan lupa, dia udah ngecewain kamu! dia nggak pantas buat kamu!”
“Terus! Siapa yang pantas buat aku?!”
Tidak butuh waktu lama sebelum Taeyeon menjawab.
“Aku”

*~To Be Continued~*

Advertisements

Comments on: "Locksmith (Chapter 4)" (45)

  1. Gw dukung taeny,dasar kim hyesung anak mami,ff nya kereeeeen thor.ditunggu kelanjutan ff ini,author fighting!

  2. nah..gitu kek taeng blang yg pantes siapa bwt tiffany..yuhuu
    Taeng ptusan dong, biar bisa jdian sama tiffany..haha

    dtnggu klanjutannya..

  3. taetae_fun said:

    YAk..!!!.
    TBC…,eonni aku gak pnya permen….minta permen…..

    Hyesung abal abal,prgi sono klaut…
    Eee~~fany,,,taeng udh ngrbnin sglanya bwat kmu loh…
    Ayo cpat2 update…
    ditunggu

  4. Aduh TBC’y ganggu bangt, penasaran dengan k’lanjutan’y..

  5. issssh ,pagi” baca bikin galau -_______-

    fany putus ,taeng jadian ~
    itu lagi | “Terus! Siapa yang pantas buat aku?!” “Aku” |

    omooooo ,kenapa pake TBC Щ(ºДºщ)
    nanti siang update thorrrr ! #maksa

  6. octaviani said:

    Hyesung udah sini deh sama aku aja ><
    Kasian si tae perasaan dikocok kocok kaya mie kocok mulu
    Hahahahahahahaha lanjut thor yg panjang sepanjang sungai kapuas XD

  7. waduh, bagian akhir bikin penasaran setengah idup…….
    kyaaaa…….
    aku penasaraaaaannn…
    author, ayo lanjutannyaaaaa……
    fighting!!!

  8. yah sial bgt TBC di saat yg g tpat….
    mkin pnasaran nih…
    bruan update ya thor…
    author fighting…………….

  9. Sumpah, ini beneran bikin gemeeeeesss…!!!!!

  10. Mantaaap … ditunggu selanjutnya >.<Fightingtingting !!!

  11. yah TBC’a kurang tepat nih thor ..
    cerita’a udah bgus kok
    ditunggu part selanjutnya 🙂

  12. annyeong..reader br..
    salam kenal 🙂
    mian br komen dsni.hhe.

    kliatan bgt taeyeon brusaha pengaruhi
    fany biar g balikan lg ma hyesung.ckck..baguslah..
    brharap setelah ini taeyeon berani ungkapin perasaannya.
    dtnggu lanjutannya 😀

  13. kayak aku banget thor pas “Terus! Siapa yang pantas buat aku?!” | “Aku” 😀
    tapi, dikira main-main oleh sahabat ku itu , padahal serius #curcol

    Authoorr, UPDATE YO !! *wink*

  14. huwaaaaaaaaaaaaa~ authornya pinter banget bikin penasaran!! DX
    cepet update ya,thor *maksa* wkwkwk

  15. haloo..salam kenal reader baru ^^
    nice ff…update segera ya….

  16. Kyaaaaa. . Knp taeng mau di cium Lee Wan???
    Isshh. .dasar hyesung ! Udh punya tunangan juga!
    Iya nih fany b**o. .
    Knp gk di tolak aja sih si hyesung itu?
    Taeng. .ayo ngaku klo km suka sama Fany !! ><

    di tunggu chap slnjtnya thor.

  17. YS_addict said:

    waaaah 😮 makin seru nih kisah cinta TaeNy #aseeeeekk XD
    ayo ayo lanjutin…taeng keceplosan apa emg serius ama kata2 yg terakhir 0.0 *mata belo

  18. Idangrasyida said:

    Wah.wah.wah
    kampret bener si Hyesung ini,, kan kasian Fany unnie ku.. *sambilmelukunnie.. ^^
    hah ?
    Aduh ?
    Taeng unnie keceplosan , aigoooooo~

    #lanjut deh thor..hahaha

  19. haduuh.. kalo baca ni ff,, serasa deket sama bedug.. bikin jantung dag dig dug (geje mode on :P)
    aku new reader unnie.. salam kenal ya..
    aku tunggu updatetannya unnie… cepet ato lama bakalan aku tunggu. namanya juga bikin ff cari inspirasinya gampang2 susah..
    tetp semangat unnie.. chayo…!!!

  20. Daebak…..
    N smkin penasaran dengan taeny..
    Lanjut ya author

  21. YoonAddict said:

    Uwaaah
    Kenapa jd runyam begini :/
    Lanjut ahh

  22. Fany : trus siapa yg cocok sama aku dong??!!
    Taeyeon : aku
    Me : *mulutnganga* :O
    UWEHHH LAGI SERU SERUNYAAAAA. ^^ hahahaha xD

  23. Hahha, leewan itu bnran ada to di buat2 doang? Hha
    Hm taetae jd ngaku “sesuatu” ke fany ha
    Jadi penasaran lah! Lanjut

  24. Tae” Jujur ma Fany,,,,,,,,huuaa pnasaran,,,
    NEXT

  25. Hyesung gajelas!! Wooo!! Taengo ayo jadian sama pani!! Oke,lanjut~

  26. blackpearljess** said:

    kerrrreeenn thor,,**

  27. hwooww …
    kata terakhir tae bikinn terbelalak O_o
    lanjutttttttttttttttttttt 😀

  28. lee deyeon said:

    Iiiiiissh si husung tu krang aja amat mlah duain ppany, eh itu jg gara2 mama nya husung ya, hehe..
    Ya ampum taetae dah nyelamatin ppany, smoga taetae cpet smbuh, hehe..
    smoga ppany ga blikan lg ma husung..

  29. locksmith said:

    taeny jjang !!!!

  30. ought kasian bgt taeng..demi Fany apa siih yg ngga..
    smga ajjah Fany ga nerima yesung lgi

  31. Iisshhh hyesung oppa tega2 nya ya sama fany gw dukung taeny dari pada sama hyesung si anak mami itu

  32. kurnia said:

    akhir ny taeyeon ngajuin dri jg..haha
    fany jgn pingsan ya..

  33. Wihh.. Taeng pede bener

  34. Waah kcplosan tu taeng,

  35. Ok, Taeyeon unnie mulai berani 😀 Lanjuttt XD

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: