~Thank you for your comments~

Locksmith (chapter 3)

Taeyeon duduk di depan laptopnya. Menyalakannya dan langsung menghubungkannya ke internet. Tatapan matanya serius.
Dengan hanya tangan kanannya ia mengetikkan kata ‘Taeny’ di google lalu klik enter.
Langsung banyak sekali bermunculan jutaan tentang Taeny. Entah itu artikel, fanfic, youtube, atau image.
Iseng-iseng dia membuka youtube. Dan senyum-senyum sendiri dengan video-video konyol para fans yang sering berlebihan.
Dan ia harus menahan tawanya waktu membaca komentar-komentar di youtube agar tidak ada yang masuk ke kamarnya menganggap dia mulai tidak waras. Beberapa contohnya seperti ini.
‘TaeNy is real, no, SUPER REAL!’
‘bless my TaeNy heart’
‘Get married with Pany please Taeng… XD’
‘I love Taeyeon even more if she loves Tiffany!’

Dan jeng! disampingnya jumlah thumbs upnya untuk comment-comment ini mencapai puluhan.
“Ahahahaha… hahaha…”
Taeyeon menahan tawa sambil menepuk-nepuk mejanya. Tapi tawanya lalu berubah menjadi sedih.
“Aha… hahaha…”
Sebenarnya dia hanya bermaksud untuk menghibur hatinya saat ini. Taeyeon merasa senang banyak yang mendukungnya, menjodoh-jodohkannya dengan Tiffany, bahkan sampai ada yang mendoakannya! Hah!
“Taeyeon… Tiffany… Taeny” Taeyeon tersenyum ketika mengucapkan kata itu sendiri.
Taeyeon meletakkan kepalanya di meja. Dia teringat akan Tiffany.
Andai hal itu memang benar terjadi…
Ia ingin bisa memeluk Tiffany, memilikinya untuk dirinya sendiri…
…………………………………………………
Lalu setelah cukup puas, ia close dan menghapus historynya-
Tiba-tiba pintu terbuka dan-
“Taeyeon ah”
Taeyeon hampir melompat dari tempatnya duduk. Ia buru-buru menutup laptopnya.
“A-apa Fany ah?” dia langsung berdiri.
Tiffany tidak mengerti kenapa Taeyeon tampak agak panik seperti itu. Tapi dia tidak mempersoalkannya.
“Taeyeon, aku mau minta tolong…”
_________________________________________________________________________________________________________

Keesokan harinya, di waktu luang Tiffany dan Taeyeon ke sebuah mall yang tidak jauh dari studio mereka. Kemarin Tiffany memohon-mohon untuk menemaninya. Curi-curi waktu istirahat.
Di tengah keramaian mereka menyamar. Mereka berdua memakai kacamata hitam.
“Fany ah, kamu mau beli apa sih disini?”
“Ayolah Taeyeon, cuma sebentar, aku cuma bisa minta tolong sama kamu” Tiffany bergelayut manja di lengan Taeyeon.
“Hahh… tapi jangan lama-lama ya, waktu istirahat kita sudah mau habis” Taeyeon melirik jam.
“Gomawo Taeyeon,” Tiffany mengecup pipi Taeyeon.
Sesaat pikiran Taeyeon menjadi blank.
Dari balik kacamata hitamnya Taeyeon mengamati gadis itu berjalan cepat menuju stand asesori.
Dia tahu untuk siapa Tiffany sampai mencuri-curi waktu istirahat demi mencari asesori yang cocok.
Setelah beberapa menit Tiffany masih belum juga bisa memutuskan.
“Fany ah!” Taeyeon berseru untuk memperingatkan Tiffany kalau waktu mereka tidak banyak.
“Taeyeon, kesini dong! bantu aku pilih!”
Taeyeon menepuk dahinya sementara sebelah tangannya berkacak pinggang. Lalu berjalan ke samping Tiffany dan membantunya memilih.
…………………………………………
Selesai memilih dan membelinya Taeyeon menggandeng Tiffany agar berjalan lebih cepat.
Tiga menit kemudian, mereka sudah dalam perjalanan pulang kembali.
Tiffany memeluk bungkusan berisi asesori itu di dadanya.
“Aku memang tidak menikah dalam waktu dekat ini. Tapi oppa sudah memberiku banyak hal, karena itu sekali-sekali aku ingin memberikannya sesuatu”
“…………………”
Taeyeon lebih asyik melihat pemandangan yang berlalu di luar jendela, dia memasang tatapan itu, tatapan yang dia tunjukkan saat sedang menyembunyikan sesuatu. Tapi telinganya tetap mendengar semua perkataan Tiffany. Karena itu Tiffany tidak henti-hentinya ngoceh tentang oppanya.
Sesampai di studio. Mereka berdua langsung disambut oleh Jessica.
“Taeyeon, Tiffany, kemana saja kalian? Kucariin dari tadi!”
“Ahaha, ada sedikit urusan, ya Taeyeon?”
“Ya”
Sesaat Jessica memperlihatkan tatapan yang hanya dimengerti oleh Jessica sendiri pada Taeyeon. Baik Taeyeon maupun Tiffany tidak menyadarinya.
_________________________________________________________________________________________________________

Tak terduga Taeyeon bertemu dengan artis favoritnya, Kim Taehee.
Hmm, gimana ya cara mendeskripsikan Kim Taehee.
Wajahnya sangat cantik. Dia memiliki senyuman yang ceria.
Mereka mengobrol berdua dengan privat.
“Taeyeon, apa sekarang kamu punya pacar?”
Tak sengaja Tiffany mendengar percakapan mereka. Maklum, dia juga menyukai artis Kim Taehee dan penasaran apa yang diomongkan mereka.
“Tidak ada”
“Aku ingin mengenalkanmu pada adik laki-lakiku Lee Wan, dia juga seorang aktor, kamu tertarik kenalan nggak?”
“Hmm…”
Setelah putus dengan Lee Teuk tadinya Taeyeon bermaksud tidak akan punya pacar lagi untuk sementara waktu. Tapi sekarang beda. Tiffany sudah menerima lamaran Hyesung, tidak mungkin kan dia akan terus-terusan memandang Tiffany?
Adik laki-laki dari artis favoritnya, mungkin boleh dicoba.
“Oke deh”
“Bagus”
Mendadak dadanya terasa sakit. Tiffany menebah dadanya dan tak sengaja tangannya menemukan gembok itu dan ia meremasnya tanpa disadarinya.
……………………………………………………
Taeyeon berdiri di depan cermin rias, melihat pantulan dirinya sendiri. Matanya tertuju pada kalung kunci yang tergantung di lehernya.
Taeyeong meraba belakang lehernya, bermaksud melepas kalung kuncinya.
“………………” saat menyentuh kaitnya mendadak ujung jarinya seperti membeku.
Aku tak bisa…
Tangannya turun kembali ke samping pinggangnya. Taeyeon tidak jadi melepaskannya.
_________________________________________________________________________________________________________

Sambil senyum-senyum suatu hari Hyesung membawa Tiffany dengan mobilnya. Tiffany sama sekali tidak tahu kemana tujuannya. Sepanjang perjalanan, Tiffany berusaha merayu Hyesung untuk membocorkan kejutan yang dijanjikannya, tapi percuma, dikasih petunjuk pun tidak.
Dia hanya mengetuk-ngetuk setir mobil sambil bersenandung kecil.
“Nanti juga kamu tahu sendiri”
Jadi akhirnya Tiffany hanya bisa menyerah dan duduk manis di sampingnya sampai mobilnya berhenti di depan sebuah rumah.
“Kita turun, Tiffany” kata Hyesung lalu melepas sabuk pengamannya. Mereka berdua turun dari mobil.
Tiffany melihat rumah di depannya. Rumah ini terbilang besar.
“Rumah siapa ini? Rumahmu?”
Hyesung tersenyum, “Rumah ini bakal jadi rumah kita nantinya setelah menikah”
Pupil mata Tiffany melebar.
“Apa?”
Padahal mereka menikah masih lama. Rencana Tiffany sih tiga tahun lagi atau malah lebih. Karena dia masih ingin menikmati saat-saat bersama dengan teman-temannya di SNSD.
Sepertinya Hyesung terlalu excited ketika Tiffany menerima lamarannya.
“Gimana menurutmu? Memang kita belum bisa melihat dalamnya tapi cukup besar kan? kalau kamu nggak suka nanti kita bisa rombak ulang sesuai yang kamu mau.”
Tiffany nggak tahu harus berkata apa, jadi dia hanya manggut-manggut saja.
“Apa aku terlalu buru-buru?”
Tiffany mengangguk. Hyesung meraih Tiffany ke pelukannya.
“Maaf maaf, tapi aku sudah nggak sabar manggil kamu ‘istriku’ “
Tiffany bersandar di bahu Hyesung, tapi yang ada di pikirannya bukan namja yang sedang memeluknya.
Istri… hanya Taeyeon yang pernah memanggilku seperti itu.
Ah Taeyeon sedang apa ya sekarang? Apa dia sedang bertemu dengan namja bernama Lee Wan itu?
Hyesung menatap Tiffany, “Tiffany… aku ingin kamu ketemu orangtuaku”
………………………………………
Sepulangnya Tiffany langsung menceritakan apa yang baru saja terjadi pada Jessica.
“Aigoo Fany ah!”
“Makanya aku jadi panik nih, Sica!” Tiffany mengguncang-guncang bahu Jessica. “Aku harus gimana?!”
“Tenang Fany ah, kamu cuma perlu jaga kata dan bahasa tubuhmu”
“Sesederhana itu?”
“Yep”
“Kapan ketemuannya?”
“Pas acara pernikahan keluarganya, weekend ini”
_________________________________________________________________________________________________________

Tadinya Taeyeon ingin berdandan sedikit, tapi dia malas.
Aku bahkan belum kenal dengannya, batin Taeyeon.
Akhirnya dia memutuskan berpenampilan biasa saja.
Lalu dia berangkat menemui namja itu di tempat yang sudah dijanjikan. Kim Taehee yang mengatur pertemuan mereka. Dia bilang dia sangat senang kalau kelak Taeyeon menjadi iparnya.
Taeyeon sudah berpikir dia tidak akan berharap banyak dalam pertemuan pertamanya.
Dia duduk di sebuah café terbuka. Memilih di pojokan agar tidak ada yang melihatnya.
Memesan segelas black soya.
Selama menunggu mendadak dia jadi kepikiran. Mottonya kan jangan pernah melakukan hal yang akan disesalinya nanti. Ketemu sama Lee Wan. Apa ini ide yang bagus?
“Kim Taeyeon kan?”
Taeyeon berpaling ke asal suara itu. Dia nggak langsung menjawab. Matanya menelusuri penampilan namja itu mulai dari atas sampai bawah. Lalu mata mereka bertemu dan namja itu sama sekali tak bergerak. Seperti halnya Taeyeon yang sekarang mendadak bengong.
Taeyeon mengerjapkan matanya.
Lee Wan seperti Kim Taehee versi cowok. Rambut hitamnya yang pendek, runcing-runcing terlihat cocok dengan bentuk wajahnya. Busana yang dikenakannya juga not bad.
Merasa bodoh sudah berdiri terdiam disana. Lee Wan memberanikan diri duduk di hadapan Taeyeon. Diulurkannya tangannya yang agak gemetar.
“Lee Wan”
Yang kemudian dibalas Taeyeon dengan senyuman.
Dan ketika situasi jadi lebih rileks. Mereka jadi bisa mengobrol lebih lancar. Topik tentang kegiatan mereka sebagai artis akhir-akhir ini, film yang ditonton Taeyeon, bahkan cerita keseharian mereka yang nggak penting.
Mendadak Taeyeon tidak merasa bosan, dia juga bisa tersenyum dari lubuk hatinya. Mungkin karena Lee Wan ternyata seorang yang penuh humor seperti tipe pria idealnya. Dia juga berkulit bersih dan penuh senyum.
Untuk sesaat dia melupakan soal Tiffany.
_________________________________________________________________________________________________________

Tiffany sedang berdandan di depan meja rias kamarnya. Sementara Taeyeon yang juga ada di kamarnya sedang memainkan game di Hpnya.
Saat dia sedang menempelkan bedak di pipinya mendadak ia teringat.
“Gimana kencanmu dengan Lee Wan oppa, Taeyeon?”
“Baik-baik saja kok” jawab Taeyeon tanpa memindahkan tatapannya dari layar HP.
“Taeyeon ah, kamu kan tahu bukan itu yang ingin kudengar?” katanya sambil meletakkan bedaknya dan mengambil lipstik.
“Aku cocok ngobrol sama oppa” kata Taeyeon lagi, jawabannya tetap berkesan ngambang dan benar-benar nggak informatif.
“Terus?” tanya Tiffany makin nggak sabar.
“Yaaahh…”
“Hmm” Tiffany memeriksa penampilannya di depan cermin.
“Jadi, Taeyeon, kamu tertarik pada oppa?”
“Lumayan, hari ini aku bakal pergi nonton sama oppa”
“Benarkah? Nonton apa?” suaranya agak melengking saat mengatakannya. Kenapa ya? Tiffany bertanya-tanya dalam hati.
“Bukan itu yang harusnya kamu tanyain, Fany ah” Taeyeon mengoreksi ucapan Tiffany. “Sejauh ini harus kuakui, aku tertarik sama oppa dan kayaknya oppa juga punya perasaan sama aku. Jadi aku pikir tidak ada salahnya untuk coba dijalani.”
“Hmm”
Dia memandang bayangan Taeyeon dari dalam cermin. Entah kenapa moodnya mendadak down.
Kenapa? karena cerita Taeyeon barusan?
Sampai detik ini Tiffany masih menganggap Taeyeon sebagai sahabat karibnya. Tidak ada label-label lain.
“Wife-wifey couple” ejek Jessica sambil tertawa beberapa waktu yang lalu.
Oke, dia ngaku dia memang mencintai Taeyeon. Tapi itu dulu waktu masa remajanya. Saat-saat masih training. Sekarang dia sudah dewasa. Dan sudah punya Hyesung. Malah sudah menerima lamarannya.
Harusnya dia mendukung hubungan mereka dan bukannya bertingkah kayak istri cemburuan begini…
Tiffany berdiri dan berbalik pada Taeyeon.
“Gimana?”
Taeyeon mengangkat wajahnya dan memperhatikan penampilan Tiffany.
“Nggak kelewat norak tuh, Mi Young?”
“Ahhhh! I hate you Taeyeon” kata Tiffany sambil menjulurkan lidah. Ekspresi Taeyeon tetap tidak berubah. Tenang dan datar.
“……………………”
Tiffany kembali duduk.
“Taeyeon… kamu suka ya sama Lee Wan oppa?” Tiffany menggigit bibir bawahnya, berharap agar dirinya tidak bereaksi berlebihan saat mendengar jawaban Taeyeon setelah ini.
“Belum tahu, lihat saja nanti”
“Kok nggak tahu?”
“Daripada itu Fany ah, kau tidak bergegas? Sudah hampir jamnya kan?”
Tiffany melihat ke arah jam.
“Ah!” seru Tiffany tiba-tiba. Lalu ia mengambil tas tangan dan berjalan menuju pintu.
“Aku pergi dulu!”
“Ya”
Tiffany keluar. Tapi dia kembali masuk dalam beberapa detik.
“Aku lupa memberikan asesori waktu itu ke oppa!”
Taeyeon melirik sekilas Tiffany yang berjalan ke meja riasnya dan menarik lacinya. Dia menemukan sebuah rantai(untuk dompet) yang dibelinya bersama Taeyeon waktu itu. Rekomendasi dari Taeyeon. Katanya lumayan populer di kalangan namja untuk keren-keren sekaligus untuk mencegah dari kecopetan, no kidding?
Saat Tiffany buru-buru keluar.
“Tunggu Fany ah! Aku ikut!”
Tiffany memandang dengan aneh. “Memangnya Taeyeon mau ikut?!”
“Bodoh, bukan begitu, kau lupa kalau tadi kubilang aku mau pergi nonton bareng Lee Wan oppa? Kupikir kita sekalian berangkat bareng saja”
_________________________________________________________________________________________________________

Dalam perjalanan dengan kendaraan umum.
“Fany ah, itu bajumu sedikit tertekuk”
“A-ah”
Tiffany belum sempat membetulkannya, Taeyeon sudah merapikannya duluan.
“Ketemu orangtua ya? nggak nyangka kalau hubunganmu sama Hyesung oppa berkembang secepat itu”
Dia sendiri heran dia bisa berkata setenang itu. Mungkin karena namanya Taeyeon.
“Haha, kedengarannya gila ya? Dan anehnya aku malah menikmatinya”
“Karena kamu secinta itu sama oppamu?”
“Mana mungkin kuterima kalau tidak-“
Dan Tiffany melakukan kesalahan terbesar. Dia menoleh dan matanya bertemu langsung dengan mata Taeyeon. Barulah ia sadar ia dalam jarak yang terlalu dekat. Jantungnya berdebar lebih cepat.
Dalam situasi semacam itu, Tiffany malah jadi lupa melanjutkan kata-katanya. Dia berdiri mematung dengan mulut masih setengah terbuka.
“Fany ah?” Taeyeon mendekatkan wajahnya. Heran, karena Tiffany mendadak bengong.
Wajahnya menjadi panas saat dirinya berhasil menguasai diri kembali.
“Nggak, nggak apa-apa! aku hanya kepikiran harus bersikap seperti apa nanti di depan orangtua oppa”
“Oh…”
Dia berusaha menenangkan detak jantungnya. Dalam batin bersyukur nggak ada Jessica saat ini yang melihatnya bengong nggak jelas gara-gara Taeyeon. Pasti dia bakal mulai meledek atau ngasih komentar pedas.
“Yang benar saja Fany ah! Kamu kan sudah menerima lamaran oppamu!”
Oke! Barangkali sisa-sisa cintanya semasa remaja dulu masih bercokol di hatinya.
Apa kata Hyesung oppa kalau tahu ini? Apa kata dunia?
Aigoo. Berarti dia memang masih belum move on dari perasaannya terhadap Taeyeon.
Bodoh, kau bodoh Tiffany, pikirnya kepada diri sendiri.
Lima menit kemudian.
“Taeyeon, kau turun disini kan?”
“Iya, tapi aku ingin mengantarmu Fany ah”
“Tidak usah, aku tidak ingin menghambat hubunganmu”
Tiffany mendorong Taeyeon pelan. Ketika Taeyeon berbalik menatapnya, Tiffany tersenyum lembut dan melambai kecil padanya. Dengan berat hati ia turun dari bis.
“………………………”
Tiffany terus menatap Taeyeon sampai bis berjalan menjauh dan Taeyeon tidak terlihat lagi. Pada saat bersamaan mereka memegang kalung di leher mereka masing-masing.
_________________________________________________________________________________________________________

Malam itu, jujur Lee Wan terlihat sangat keren di mata Taeyeon. Taeyeon sempat terpana menatapnya.
Lee Wan melambaikan tangannya dengan bersemangat ketika menyadari kehadiran Taeyeon. Ketika mereka berdekatan, sempat terselip rasa canggung di antara mereka.
Taeyeon mendadak merasa penampilannya terlalu sederhana.
Tahu gini tadi aku dandan saja, sesalnya.
Ya, penampilan Taeyeon saat ini memang terlalu sederhana. Seperti kalau dia sedang bersantai di asrama.
Tapi sepertinya Lee Wan tidak peduli. Ia tersenyum pada Taeyeon, memamerkan sederet gigi yang putih dan rapi. Jenis senyuman yang bisa membuat para yeoja meleleh. Dan Taeyeon menyukai senyumnya.
Lee Wan dan Taeyeon berjalan menuju jendela kaca yang berderet berisikan film yang diputar, “Mau nonton apa?”
“Terserah oppa saja deh”
“Suka horror nggak?”
“Suka sih tapi aku lagi gak mood, yang lain saja deh.”
“Oke”

*~To Be Continued~*

A/N : Pada adegan pertama dalam chapter ini aku jadi penasaran sama pikiran Taeyeon tentang Taeny, wkwkwk XD
sepertinya aku butuh gambar-gambar untuk ffku, akhir-akhir ini jarang masukin gambar >_< tapi sayangnya belum nemu gambar yang cocok.

Advertisements

Comments on: "Locksmith (chapter 3)" (41)

  1. Waduh TBC lg… Bener2 bikin gemes km thor… Ckckckck…
    Owh, jd fanny masih ada rasa yah ma taeng, wah mungkin masih ada harapan buat Taeny bersatu, hahaha…
    Btw,kampret tu hyesung, masa udah beli rumah, kan kawin nya masih lama, bisa2 tergoda jg ntar fany nya, pengen ku jedotin aja tuh palanya hyesung ke tembok. Wkwkwkwkwk…

    Oke author, thanks for update, ku tunggu next chapter nya thor. Semangat…!!!!

  2. taetae_fun said:

    mian,,bru komen dsni…

    tifany,,sdar dong..kmu tu sbnernya ska ma taeng…bkan hyesung…
    aku suka jln critanya..
    dtunggu updatenya..

  3. jgan smpe deh taeng suka sma lee wan ..
    yah tbc’a gak tepat ..

    ditunggu chap selanjutnya thor 🙂

  4. Beeuhh,, TBC di saat yg sgt2 tdk tepat sekali!! *dilempar sendal*
    Waah,, ada couple baru yaa, WanTae ._.
    Aaa..ngebayangin mukanya lee wan, ganteng bgt kyknya..tipeku bgt deh, udh ganteng, humoris pula:3 #melting #malahcurcol *digaplok author*
    Next chap nya cptan ya, hwaiting! 😀

  5. Iseng2 nyari ff TaeNy di WordPress.. Eh, ketemu lagi ff ini 😀

    Semoga Taengoo nggak suka sama Lee Wan ..
    Dan Tiffany cepet2 putus deh sama Hyesung..
    Kan kasihan SeoHyun, kalo TaeNy pisah #lah?

    Author, CEPET UPDATE YA ! FIGHTING !

  6. Mrs.youngie said:

    Yah TBC.. tp author daebak suka bngt ni crita mana panjang pula jd mkin seru XD Sekarang pany mlai nyadar asik. kyaa hyesung enyah lah atau ga jd.an aja tuh sama lee wan #plak pany umma sama taeng appa aja yah yah.. Taeny hrus brsatu 😀
    dtnggu chap slnjtnya fighting! keke..

  7. taeny membohongi perasaan mereka masing2 *jiahhh bahasanya* 😮

  8. kenapa ya bawaannya gemes banget kalo baca ff ini??? -,-
    aduuuuhh fany kok gak nyadar2 sih ya??? udah 3 chapter fany !! *goyang2pundakfany
    yah jadi makasudnya apa nih?
    taeng jadi suka ama Lee Wan itu? gak mauuu !! gak setuju !!! jangaaann. . .!!
    huuuaaa taeng ntar gimana hubungan mu dgn tiffany?
    tunggu sebentar dong? *nangis2 T________T

    • bkn hanya dirimu yg gemes kok, wkwkwk
      bertahanlah, karena di chapter2 mendatang jg bikin tambah gemes lg XD
      wew jgn nangis dong, kagak ada permen nih 😀

  9. yaampun ,kalo bisa ya ,ak masuk ke cerita teros jadi ibu peri yg nyadarin mereka berdua ,kalo mereka pada saling cinta ,ihhh ._. bikin gemes aja .

    dilanjut ~

  10. huaaaa, lagi asek2 malah tbc authorrr……..
    aigoo….

    ayo author semangat buat labjutannya…
    aku berharap taetae gak jatuh cinta sana leewan….
    hub ppany sama oppanya capet berakhir….
    taeny jjang!!!!!! 😀

  11. sssiiiipppppp….
    i like it..
    update terus author….
    gomawo…

  12. Aku gregetan sama mereka berdua… iiiieeewwwwwwwwhhh… >..<!
    pengen jadi orang ketiga terus teriak kaya gini..
    ke tiffany : woi ppani!! lo tau gak? taeng itu suka sama lo.. lo juga suka kan? lo itu..
    ke taeng : wooi.. tae! lo tau juga gak! lo itu cinta pertama si ppani.. jangan dikira si ppani tuh dah nerima lamaran hyesung dia juga suka sama hyesung..

    pokoknya semangat dehh…. 😀
    lanjuuutt…

  13. YS_addict said:

    wah wah bakal rame nih ceritanya…complicated tp asik.
    lanjutkaaaaan ^^

  14. Makin seru…
    N daebak…
    Gomawo

  15. Makin seru…
    N daebak…
    Gomawo…

  16. YoonAddict said:

    Agaak lebi semangat liat taeyeon dsni 🙂
    Semangat unn ~^o^~

  17. Pokoknya taeyeon harus mengatakan perasaannya kepada tiffany cepat atau lambat T_T gawat nih kalo fany beneran mau dilamar sm namja lain 😦

  18. Hahaha ._____.
    Siapa leewan? Ckck itu pemeran cowonya slain teuk yg laen kaga kenal –”
    Oke padahal udah sama2 ada persaan si TaeNy ini… Haduh…
    Lanjut

  19. Miss New New said:

    hmmmmm
    Karena cuma di ff kita bisa nemu happy ending
    Awas ya Thor kalo sad ending *bawa2 steples

  20. Ya ,ksian pas Taeyeon,cri tntang Taeny , trnyata itu tuk mnghibur drinya sndri..ckck,
    Tpi Bguslah Tae,tuk smentara ada seseorng yng bklan mnemanimu,,
    Mlupakan smntra juga dri MiYoung Mu itu…..hhe*apdah
    Next>>

  21. *datengin fany* me: eonnie,aku mau kasih tau sesuatu!
    Fany:apa?
    Me:taeyeonnie itu cinta sama kamu,eon!!
    Fany:apa?!
    Me: dia cinta sama kamu,eon!! aku gemes liat kalian berdua!! Jadi,aku kasih tau deh~kamu ini lemot,ya eon!! *plak*
    oke lanjut,seru banget ceritanya~

  22. ckckckck ..
    rumit skalii hati taeny 😮
    lanjut ya thor 😀

  23. lee deyeon said:

    Masih ttep galau..
    Yaaah gpp deh taeyae ma tuh oppa, byar ppany tau rasa nya, hahha..

  24. Sedih bnget sih critanya taeny….
    😦

  25. locksmith said:

    omo~
    taeny kok gk nyatu2 😐
    nah lo cemburu kan kamu miyoung~ah 😀

  26. kyaaaa,, baru nemu ni FF..
    keren,, bagus…..
    baca dari awal ahhhhhhhhhhh…..

  27. smoga sukses kencan wt Taeng.. ^_^

  28. dae to the bak
    DAEBAK!! jinja… ff terdaebak.. kayak real… jinja daebak!!

  29. Aduh penasarn ending nya thor hehehe
    Saya reader baru ^^

  30. Daebak.. Penasaran ama chapter selanjutnya… Author kreatif banget…

  31. kurnia said:

    wah tae aku jg sering lihat video taeny di youtube..hehe
    fany cembru ,! bagus deh..

  32. Iya aku jg biasa mikir apa taeng ato mungkin tiffany sering melihat AFF ato setidaknya video diyoutube buatan sones dan apa yah komentar mereka soal itu ckck

  33. Bgus alur2 critanya,lanjut bca ke chap brikut,abisx bru nemu ni ff

  34. tae309 said:

    Gue baru baca ff pairingnya yesung ma fany biasanya siwon ma fany tuh
    Tp keren…

  35. Se sweet ini yah TaeNy unnie. Kayaknya sampai sekarang malah 😀
    Seneng deh sama fanfic yang ini 😀

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: