~Thank you for your comments~

Time Slip (One Shot)

A/N : Lagu yang cocok untuk ff ini -> Time Machine

Kembali ke masa lalu..
Kalau bisa dilakukan banyak orang yang menginginkan hal seperti itu…bukan?

Daeyoung High School
Seohyun dengan bahagia mengumumkan pertunangannya dengan Yonghwa pada teman-teman sekolahnya. Semuanya dengan bahagia mengatakan bahwa mereka berdua pasangan yang cocok walaupun pada awalnya mereka sangat terkejut mendengar kabarnya. Semua mengucapkan selamat dengan tulus. Yonghwa tersenyum sipu-sipu tampaknya dia sangat senang karena telah mendapat ijin dari kedua orang tua mereka.
Semua mengucapkan selamat dengan tulus, hanya seorang yang tidak…
‘Apaan.. masih SMA sudah tunangan!’ gerutunya dalam hati. Ingin rasanya dia menendang tempat sampah yang ada didekatnya namun dia menahan diri bukan karena takut dipergoki Guru atau malu sama teman-temannya tapi karena dia tidak mau Seohyun melihatnya.
Seolah menyadari keadaan Yoona, Seohyun mendekatinya.
“Unnie?”
Yoona tersentak memandang adik kelasnya. “A apa?” suaranya sedikit meninggi seperti mau membentaknya walau dia tidak bermaksud seperti itu.
“Maafkan aku unnie…” seolah mengerti perasaan Yoona, Seohyun hanya tersenyum, tapi senyumnya terlihat sedih.
“Kenapa… kamu tiba-tiba minta maaf?” Yoona memalingkan wajahnya.
“Seohyun!” teriak salah satu temannya.
“Iya?”
“Kenapa kamu mendadak mau bertunangan seperti ini?!” tanyanya dengan tidak percaya. “Lulus saja belum!”
“Hehe, sebenarnya ini sudah direncanakan sejak dua bulan yang lalu hanya saja aku belum sempat memberitahukannya pada teman-teman, maafkan aku ya.” sambil tersenyum Seohyun memintanya memaklumi.
“Jahat, nanti waktu kita hang out jadi berkurang dong huuu..”
Yoona hanya terdiam ketika percakapannya dengan Seohyun terpotong. Tapi dia sendiri juga tidak tahu. Kalau tidak bisa mengucapkan selamat, memang harus berkapa apa lagi?

~**~

Yoona’s POV

Ketika baru kusadari kalau aku jatuh cinta kepadamu kamu sudah akan menjadi milik orang lain. Aku yakin bukan hanya aku yang pernah merasakan hal seperti ini. Kamu telah jatuh cinta padanya, itulah fakta yang tidak bisa kuubah..
Aku cemburu pada Yonghwa, cemburu sekali sampai ingin sekali membencinya. Tapi hal itu tidak bisa kulakukan. Karena kamu begitu mencintainya. Karena jika aku membencinya kamu akan sedih..
Terlintas dalam kepalaku untuk merebutmu dari Yonghwa atau mungkin menghajarnya dan mengklaim bahwa kamu milikku. Haha bodoh sekali kedengarannya..
Kadang-kadang aku penasaran apakah kamu tahu bagaimana perasaanku yang sebenarnya padamu…

Third Person’s POV

Sepulang sekolah Yoona menunggui seseorang di sebuah café. Memang sudah jadi kebiasaannya dia selalu bertemu dengannya sepulang sekolah.
“Hei Yoong, melamun terus” katanya sambil menepuk bahu Yoona.
“Yul unnie…” jawab Yoona dengan nada lelah.
Yuri mengamati Yoona sesaat lalu berkata “Aku tahu apa yang kamu pikirkan.” sambil tersenyum licik seolah mengetahui salah satu rahasia Yoona.
Tapi Yoona tidak terkejut. Wajahnya seperti mengatakan ‘kalau sudah tahu ya sudah’
“Aku sudah dengar beritanya, Hyunnie tunangan dengan Yonghwa oppa kan? Semuanya ribut-ribut mengatakan kalau mereka itu pasangan yang cocok”
“Ya ya mereka memang cocok” dengus Yoona bosan karena sudah mendengar itu puluhan kali.
“Ada yang cemburu” matanya menatap Yoona penuh arti.
‘Ternyata memang sudah tahu!’ pikir Yoona, tapi Yoona menjawabnya dengan biasa dan acuh “…bukan hanya aku” ucapnya sambil memandangi isi gelasnya.
Beberapa saat mereka terdiam. Yang terdengar hanya suara orang-orang di sekeliling mereka. Yuri memandang keluar, ke arah orang-orang berlalu lalang.
“Tapi menurutku mereka nggak cocok” Yuri berkata tanpa menoleh pada Yoona. Begitu mendengarnya Yoona segera berpaling pada Yuri.
“Kenapa?” masih dengan nada cuek.
“Soalnya.. kalau menurutku sih..” Yuri terdiam sesaat untuk memberikan efek dramatis pada kata-katanya.
“Hyunnie itu lebih cocok sama kamu Yoong”
Yoona tidak menyangka akan mendengar kata-kata seperti itu keluar dari mulut Yuri, dan pertama kalinya mendengar ada yang berkata seperti itu padanya. Mendadak dia jadi tertarik mendengarnya.
“Kenapa unnie bilang begitu?”
“Hmm, dibanding Hyunnie dan Yonghwa oppa, aku lebih merasakan chemistry yang kuat di antara kamu dan Hyunnie”
Yoona hanya terdiam. Hatinya agak senang mendengar kata-kata Yuri yang setidaknya cukup menghibur, walau sebenarnya Yuri mengatakannya sesuai dengan isi hatinya daripada untuk menghibur Yoona.
“Menurutku lebih baik kamu menyatakan perasaanmu pada Hyunnie”
“Apa yang unnie katakan… kalau aku berbuat seperti itu nanti hanya akan menyusahkan Hyunnie..”
“Justru kalau dia sampai begitu berarti dia masih ragu dengan pertunangannya! Ayolah Yoona! Beranikan dirimu! Siapa tahu Hyunnie akan berpaling padamu!”

~**~

Beberapa hari setelah itu Yoona terus memikirkan kata-kata Yuri. Akhirnya Yoona mencoba untuk menuangkan perasaannya pada kertas. Dia tidak pandai untuk hal seperti ini, entah sudah berapa kertas yang diremas dan dilemparnya ke tempat sampah. Dalam hatinya dia ragu apakah ini keputusan yang tepat. Akhirnya dia berhasil menulis sepucuk surat yang berisikan perasaannya. Dia sendiri juga heran bahwa dia dapat menulis seindah ini.
Tidak merasakan firasat apa-apa, Yoona pergi tidur dengan dada berdebar-debar dan esoknya berangkat ke sekolah seperti biasa. Yoona berangkat sambil tetap memegang suratnya di saku roknya. Ketika sudah sampai di sekolah dikeluarkan suratnya dan ditatapnya sekali lagi, jantungnya berdegup kencang.
Tapi tiba-tiba dia melihat Yuri di kejauhan. Yoona belum sempat bertanya kenapa dia ada di sekolahnya, Yuri sudah berlari memeluknya.
“Yul unnie, kau kenapa?”
“Hyunnie… Hyunnie…” Yuri meremas bahu Yoona.
“Ada apa? Kenapa dengan Hyunnie?” Yoona mulai khawatir. Dia merasa gelagat tidak enak.
“Hyunnie… meninggal dunia..” setelah itu tangis Yuri meledak.
Yoona membeku dalam pelukan Yuri. Surat yang dipegangnya terjatuh dari tangannya.

~**~

Yoona’s POV

Semuanya terjadi dengan begitu cepat.
Disinilah aku… berdiri di depan makammu. Kecelakaan… mereka semua menangisi kepergianmu tapi aku sama sekali tidak menangis, karena aku tidak bisa menerimanya… jika aku menangis maka sama saja dengan aku menerima kepergianmu.
Di dalam pikiranku terbayang senyum Hyunnie…
Kuremas surat yang telah kutulis dengan susah payah. Aku tidak ingin melihat kenyataan ini! Aku tidak mau percaya!
Setelah berkabung, aku kembali pada kehidupanku sehari-hari…
Sejak itu aku menjadi susah fokus, bahkan ketika sedang berjalan pun pikiranku seolah-olah sedang berada di tempat lain.
Aku belum sempat menyatakan perasaanku pada Hyunnie…
Kalau bisa… aku ingin kembali ke masa lalu… aku rela memberikan apapun itu asalkan aku bisa mencegah kematian Hyunnie…
Pelajaran yang sedang berlangsung pun berlalu begitu saja. Pada saat bermaksud menuruni tangga, akibat melamun aku tidak begitu memperhatikan anak tangga sehingga terjatuh.
Aku merasa sakit akibat terbentur dengan keras, kesadaranku mulai perlahan-lahan memudar seperti diserang rasa kantuk yang berat. Hal terakhir yang aku lihat hanyalah murid-murid di sekelilingku yang mulai panik…
……………………………………………………
…………………………………………………………………
“………………ni…”
Siapa?
“………unnie…”
…………aku kenal suara ini……
“……unnie………… unnie……”
…Hyunnie… kalau aku bisa mendengar suaramu apa itu berarti aku telah berhasil menyusulmu…? Kalau benar begitu aku tidak keberatan.. asal bisa bersama denganmu…
“Unnie bangun, sampai kapan kamu mau tidur?”
“Huh?”
“Unnie unnie~ kamu bolos lagi”
Aku mengerjapkan mata beberapa kali, ketika aku sudah benar-benar sadar, aku bukan sedang berada di surga, melainkan berada di tempat yang sangat kukenal… ruang kesehatan!
Dan… aku melihat Hyunnie di sampingku!
“Hah? Kenapa jadi begini? Ini mimpi?” kupegangi kepalaku yang mulai pusing.
“Unnie kenapa? Masih pusing?” Hyunnie menempelkan telapak tangannya di keningku.
Sentuhannya terasa nyata, bukan hantu! Tapi itu malah membuatku makin bingung. Sebenarnya apa yang terjadi… yang mana yang mimpi? Aku menatap Hyunnie dengan tidak percaya.

Third Person POV

“Ngomong-ngomong unnie sebentar lagi ulang tahun kan? unnie mau hadiah apa?”
Yoona yang baru tidak lama bangun dari tidurnya tersentak mendengarnya.
‘Hah? Ulang tahunku? Bukannya ulang tahunku sebelum Hyunnie meninggal? Memangnya sekarang tanggal berapa?’
“Em Hyunnie, hari ini tanggal berapa?”
Hyunnie menatap Yoona dengan tatapan heran. Tapi kemudian dia tertawa.
“Hahaha unnie, padahal unnie sudah mau ulang tahun tapi kok bisa lupa tanggal berapa, memangnya unnie tidak menghitung hari-hari menjelang ulang tahun unnie?”
“Jadi hari ini tanggal berapa?” tanya Yoona tidak mengacuhkan kata-kata Seohyun yang separuh mengejek.
“Tanggal 27 bulan Mei”
Yoona tidak percaya mendengarnya. Seohyun tidak sedang berbohong, jadi memang…
Tapi dia tetap merasa aneh, dia tidak sedang bermimpi tapi kenapa…? kenapa waktu seperti berjalan mundur?
Jangan-jangan ini kejadian yang seperti di komik-komik atau film ya? kembali ke masa lalu!
“Unnie… unnie?” Seohyun melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Yoona. “Roh unnie masih ada di Bumi?” canda Seohyun.
“Ah iya ada apa?”
“Aku tadi tanya unnie mau hadiah apa”
Tidak berpikir lama Yoona langsung menarik tangan Seohyun dan berkata. “Hyunnie, aku mau kamu, maukah kamu menjadi pacarku?”
Seohyun tidak menduga akan menghadapi pernyataan macam ini. Lalu Yoona melanjutkan. “Sudah sejak lama aku menyukaimu… aku…”
“Baiklah” Seohyun tersenyum, tapi senyumannya lebih terlihat seperti senyuman bisnis.
“Hah?!” Yoona tidak percaya.
“Kita jadian, unnie ingin kita jadian kan?
“Iya?”
“Kalau unnie yang minta, aku sama sekali tidak keberatan kok”
Tidak jelas apakah Seohyun menerimanya semata-mata karena memang menyukai Yoona, atau bersimpati padanya, atau hanya demi hadiah ulang tahun Yoona. Roda takdir Yoona yang sempat terhenti mulai berputar kembali.

~**~

Sejak saat itu hubungan mereka menjadi lebih dekat, tapi kadang-kadang Yoona masih merasa kalau mereka hanya lebih seperti sahabat daripada sepasang kekasih. Memangnya apa yang biasanya dilakukan oleh sepasang kekasih? Sering bersama-sama? Jika hanya begitu saja bukankah itu tidak ada bedanya dengan teman? Lalu apa? Saling berpegangan tangan? Atau lebih dari itu?
Itu yang Yoona pikirkan belakangan ini, dia sama sekali tidak mengerti, dia tidak pernah punya pengalaman berpacaran dibanding dengan teman-temannya yang entah sudah berapa banyak mantannya.
Padahal dia berharap setelah lulus SMU akan menjadi artis. Dan bermain dalam banyak drama.
“Hyunnie, hari minggu besok maukah menemaniku pergi ke mall bareng?”
“Boleh, unnie mau ngapain?”
“Ehm… aku mau membeli sesuatu, kamu tidak ada acara kan?”
“Kebetulan jadwalku kosong” Seohyun tersenyum.

~**~

Saat di mall, Yoona melihat-lihat asesori kalung, karena bingung dia pun bertanya.
“Menurut kamu mana yang bagus?”
“Menurutku yang ini sepertinya bagus” Seohyun menunjuk salah satu kalung berbentuk ikan emas.
Yoona mengambil dan mengamat-amati benda itu sejenak.
“Hmm… bagus juga.”
Lalu Yoona membelinya.
“Tolong berbalik sebentar” pintanya.
“?” Seohyun melakukan seperti apa yang disuruh dan Yoona mengalungkan kalung itu di leher Seohyun.
“U-unnie?!”
“Hadiah buat kamu, cocok juga” katanya sambil tersenyum.
“Tapi…” Seohyun menundukkan kepalanya menatap kalung yang menghiasi lehernya.
“Kamu nggak suka?”
“Bukan begitu, hanya saja bukannya unnie yang mau berulang tahun tapi malah unnie yang memberiku hadiah…” suaranya mengecil tapi masih bisa didengar Yoona.
“Aku memang ingin memberimu hadiah… sebagai kekasih…”
Pipi Seohyun merona mendengarnya. Seohyun membalikkan badan untuk menyembunyikannya. “Kita kemana sekarang?” tanyanya berusaha terdengar sewajar mungkin.
“Aku mau ke pantai”

~**~

Yoona dan Seohyun pergi ke pantai.
“Hmm… bau laut” kata Seohyun sambil menyelipkan rambutnya yang tertiup angin di belakang telinganya. Wajahnya terlihat segar. Yoona sendiri merasa senang.
Yoona menggandeng tangan Seohyun tiba-tiba. Seohyun tersentak dan segera menepiskan tangan Yoona. Yoona seperti tersadar, dia menatap Seohyun dengan tatapan syok seperti baru ditolak.
“Ah… maaf unnie, aku…”
Tapi Yoona hanya diam saja, dia mulai berjalan menyusuri pantai. Karena tidak ada pilihan lain Seohyun mengikutinya dari belakang. Lama Seohyun memandangi punggung gadis yang berjalan di depannya, tapi dia tidak punya keberanian untuk berjalan di sisinya. Mereka terus berjalan sambil terdiam.
Yoona duduk di tepi pantai dan Seohyun ikut duduk di sampingnya. Dan selama sepuluh menit hati Seohyun berkecamuk antara takut dan ragu untuk menyapa Yoona.
“Unnie…”
“…………”
Seohyun mulai panik karena Yoona tidak bereaksi. Takut kalau kalau Yoona tersinggung akan sikapnya barusan. Tapi lalu ia memberanikan diri untuk berkata sekali lagi. “Maaf unnie… aku…” tapi kata-katanya terhenti ketika Yoona membuka mulutnya.
“Jangan memaksakan diri Hyunnie…”
Secepat kilat Seohyun berpaling untuk menatapnya.
“Karena kamu sudah bertunangan dengan Yonghwa kan…” nada Yoona datar, sama sekali tidak menunjukkan ekspresi di wajahnya.
Tidak ada kata-kata keluar dari mulut Seohyun namun wajahnya menunjukkan bahwa kata-kata Yoona tepat mengenainya.
Yoona berdiri lalu membersihkan pasir di celananya.
“Kita pulang” kata-katanya lebih seperti pernyataan daripada ajakan.
Seohyun hanya patuh tanpa berkata apa-apa.

~**~

Hari ulang tahun Yoona hanya berjalan biasa saja karena tidak dirayakan besar-besaran.
“Saengil chukhae hamnida”
“Gomawo,” jawab Yoona dengan biasa tapi tulus.
“Bayarin makan-makan dong Yoong,” katanya sambil menepuk bahu Yoona, kata-kata khas Yuri tiap kali Yoona berulang tahun.
“Sejak 3 tahun yang lalu kata-kata unnie hanya itu saja ya” Yoona nyengir.
“Habis kamu nggak pernah bayarin aku makan-makan sejak kita mulai berteman, padahal aku sudah”
“Haha mianhae unnie, tahun depan saja ya”
Mendadak Yuri nyengir.
“Ah” sahut Yuri tersenyum penuh arti. “Yoong, kau mau bayarin Hyunnie makan-makan ya?”
Yoona mengangguk sambil tersipu-sipu. Tapi tiba-tiba senyum Yuri lenyap.
“Yoong…”
Suaranya terdengar begitu lembut sampai Yoona sendiri merasa Yuri seperti orang yang berbeda.
Yuri mengangkat tangannya dan membelai pipi Yoona.
“Eh?”
Lalu Yuri mendekatkan wajahnya.
“Yu-Yul unnie?!”
Yoona sudah mulai panik ketika bibir mereka hampir menempel.
“Kena kau!”
“Hah?”
“Hahaha! Lucu sekali liat tampangmu seperti itu, Yoong!”
“Uh! Apa sih! Unnie mengerjaiku!”
“Hehe kalau gitu aku tunggu tahun depan deh, janji ya? nanti kabar-kabari aku tentang kemajuan hubunganmu dengan Hyunnie”
“Oke”
Setelah Yoona menjauh, Yuri terus menatapnya dari kejauhan.
“Tahukah kamu Yoong… aku sebenarnya menyukaimu, tapi aku sudah merelakanmu pada Hyunnie… karena itu berjuanglah untuk mendapatkan Hyunnie, Yoong… aku akan selalu menjadi sahabat yang akan mendukungmu…”

~**~

“Unnie, saengil chukhae hamnida” Seohyun mengucapkan sambil menunduk ragu-ragu.
“Boleh aku mengajakmu makan? Aku yang bayar”
“Eh… nanti merepotkan”
“Kan aku ulang tahun, lagian aku suka repot demi kamu”
Seohyun merasa susah untuk menolak apalagi setelah melihat senyum Yoona. Seolah kemarin tidak terjadi apa-apa.

Di kantin
“Unnie, yang kemarin…”
“…Hyunnie Hyunnie… kamu selalu saja merasa nggak enakan ya”
“…………”
“Kamu nggak usah khawatirkan hal kecil, kamu mau mempedulikan perasaanku saja aku sudah senang kok..”
Seohyun menatap Yoona dengan iba.
“Betul kok… asal kamu bahagia saja sudah cukup…” Yoona tersenyum tapi matanya memancarkan kesedihan.
Lagi-lagi Seohyun tidak tahu harus berkata apa. Yoona meraih tangan Seohyun dan mengecupnya dengan lembut.
“Terima kasih… kamu telah mau menjadi kekasihku meski hanya sebentar.”
Saat itu tidak tahu apa tapi Seohyun merasa sangat resah. Seolah-olah Yoona akan pergi meninggalkannya. Tapi hei, bukankah dia sendiri sudah bertunangan dengan Yonghwa? Masa dia mau berharap Yoona tetap menjadi kekasihnya? Itu selingkuh namanya.

~**~

Hari itu Yoona terbangun setelah bermimpi buruk. Dalam mimpinya kejadian itu kembali terulang. Kematian Seohyun. Karena terbuai dengan kebahagiaannya ketika bersama dengan Seohyun, Yoona sampai lupa, dan kini dia teringat lagi.
Jantungnya berdetak dengan cepat, dan dia sadar bahwa hari kematian Seohyun sudah dekat.
“Tidak… itu tidak akan terjadi kan…”
Tangannya meremas bajunya erat-erat. Dadanya terasa sakit.
“Hyunnie…”
Aku akan melindunginya
Tak akan kubiarkan Hyunnie meninggal!

Seohyun’s POV

Apa yang kulakukan…
Padahal aku kan sudah tunangan dengan Yonghwa oppa, tapi akhir-akhir ini aku malah dekat dengan Yoona unnie… bahkan sampai menjadi pacarnya, yeoja macam apa aku! Duh, kalau oppa sampai tahu dia pasti akan marah… atau malah sedih…
Tapi aku sendiri bingung, kenapa aku jadi begini? Inikah yang disebut dengan mendua?
Antara Yonghwa oppa dan Yoona unnie, heran… kenapa aku tidak bisa memilih salah satu di antara mereka?
Aku sayang Yonghwa oppa tapi Yoona unnie tidak bisa lepas dari pikiranku, terutama wajahnya yang tersenyum tapi di saat yang sama matanya terlihat begitu sedih..
Kucoba untuk memejamkan mataku tapi tetap terus kepikiran dan…
“Joeun ahchim” sahut mama yang masuk ke dalam kamarku dan langsung membuka gorden.
“Ah mama?! Ada apa sih?”
“Lho? Apanya yang apa? Mama kan bangunin kamu, kalau tidak cepat bangun nanti kau terlambat sekolah”
“Hah?” tanyaku tidak percaya, kulirik jam di samping tempat tidurku. Tiga puluh menit lagi kelas dimulai. Pantas diluar sudah terang.
“Ahhhhhhhhhhhhhh!!!!!!!!!!!”
Mama menutup kedua telinganya.
“Ada apa sih tiba-tiba teriak?!”
“Tapi tumben, biasanya kamu selalu bangun tepat waktu”
Aku benar-benar tidak bisa tidur sedikitpun, satu menitpun tidak. Mendadak aku jadi mau stress. Dari tadi malam sampai pagi itu aku ngapain sih!
“KOK BISA BEGINI??!!”
“Daripada ngomong nggak jelas lebih baik cepat siap-siap sana!”

~**~

“Kamu kenapa? Kok kelihatan lemas begitu? Sakit?” tanya oppa khawatir.
Aku tersentak. “Ah aku nggak apa-apa, cuma kurang tidur aja”
‘Apa saja sih yang kupikirkan semalam sampai pagi?!’
‘Aku hanya memikirkan Yonghwa oppa… Yoona unnie………… ASTAGA! Apa aku terus memikirkannya sampai pagi?!’
“Seohyun, akhir-akhir ini sepertinya kamu sibuk terus?”
Jantungku seperti berhenti berdetak.
“Aku tidak keberatan kalau itu demi membantu pekerjaan orang tuamu hanya saja aku ingin sekali bisa jalan-jalan sama kamu lagi”
“Maafkan aku” aku membungkuk seperti orang yang sedang minta maaf bersungguh-sungguh.
Oppa jadi gelagapan. “Hei kamu berlebihan! aku jadi nggak enak, pada ngeliatin tuh!”
“Maaf” aku menegakkan cara berdiriku.
Kami sering berkencan bersama hanya saja akhir-akhir ini aku selalu beralasan sibuk membantu orang tua. Tentu saja itu semua hanya alasan karena sebenarnya aku pergi berdua dengan Yoona unnie… tapi aku tidak bisa jujur pada oppa.. oh Tuhan kenapa akhir-akhir ini aku sering berdusta?
Cintakah aku pada Yoona unnie? Tapi Yoona unnie seorang yeoja… lagipula aku sudah bertunangan dengan oppa…
“Hari ini kamu bisa?”
Aku ngantuk…
“Seohyun?”
“Bisa kok, jam berapa?”
Tapi aku tidak bisa menolak, karena aku tidak mau semakin mengecewakan oppa, sebagai tunangan yang baik aku harus membuatnya bahagia.
“Oke, kalau gitu kita ketemuan di taman yang biasa jam 3 ya”
………………………………………………
……………………………………
Di sekolah dari jauh Yoona sudah melihat Seohyun. Ia ingin memperingatkan gadis itu agar jangan bepergian hari ini, tapi tidak sempat. Karena Seohyun selalu bersama dengan Yonghwa.
Saat melihat mereka bersama hati Yoona terasa sakit. Akhirnya ia mundur.
~**~
Seohyun sama sekali tidak memiliki firasat apa-apa, walaupun dewa kematian semakin mendekat. Meskipun tubuhnya kelelahan tapi dia tetap berusaha bersemangat, bahkan hari ini dia berdandan agar tampil manis di depan Yonghwa.
“Ma, aku pergi dulu ya”
“Mau kemana?”
“Mau ke taman pusat kota, kencan sama oppa”
Sementara di rumah Yoona, Yoona sudah panik karena Seohyun tidak juga mengangkat Hpnya.
Lalu ia segera menghubungi nomor rumah Seohyun.
Tidak lama telepon di rumah Seohyun berdering.
“Hallo?” mamanya yang mengangkat.
“Hallo, bisa bicara dengan Seohyun? Ini teman sekolahnya” kata Yoona, sebenarnya dia sudah berkeringat dingin, tapi dia berusaha berbicara dengan nada setenang mungkin.
“Seohyun? Tadi baru saja pergi ke luar beberapa menit yang lalu”
“Kemana?!” dalam hati Yoona sudah berkata ‘Celaka!’
“Pergi ke taman pusat kota, katanya sih kencan dengan tunangannya”
Tanpa sempat menjawab lagi Yoona sudah menutup teleponnya dan bergegas pergi dengan taksi.
Ini anak tidak sopan, sudah berteriak terus tiba-tiba menutup teleponnya lagi, keluhnya.

Di taman
Yonghwa sudah datang lebih dulu dari waktu yang dijanjikan. Dia tersenyum-senyum sendiri, menikmati waktunya ketika sedang menunggu gadisnya.
“Pak, apa tidak bisa lebih cepat lagi?!”
“Apa boleh buat nanti nabrak!” sahut supir itu menahan gusar karena Yoona terus menerus mendesaknya.
Yoona dengan panik menunggui Hpnya yang tidak juga diangkat.
Apa di silent? Atau jangan-jangan dia malah tidak membawa Hp?!
‘Sial mudah-mudahan masih sempat!’
Beberapa menit berlalu. Dan ternyata taksinya malah terkurung di tengah jalan. Macet! Tapi karena sudah tidak jauh dari taman maka Yoona langsung membayar tanpa mengambil kembaliannya dan keluar tanpa mempedulikan bahwa taksinya sedang berada di tengah jalan yang membuat sopir taksi dan orang-orang di sekelilingnya kaget tapi dia tidak peduli.
Dia berlari melewati deretan-deretan mobil, matanya tertuju pada taman di depan.
Dari jauh Yonghwa sudah dapat melihat Seohyun, sepercik kebahagiaan memenuhi dadanya ketika dia melihat Seohyun sedang menuju ke arahnya dari seberang.
Saat menyeberang Seohyun mendadak jadi pusing, mungkin karena tidak tidur semalaman.
Dari jauh Yoona sudah melihat Seohyun, menarik nafas lega sesaat sebelum melihat ada mobil yang melaju kencang ke arahnya dan gadis itu masih tetap berdiri di tengah jalan.
“Hyunnieee!!!” meskipun nafasnya hampir putus Yoona tetap berlari dengan kecepatan penuh.
Seohyun terlambat menyadari, dan ketika sudah semakin dekat, dia malah tidak bisa menggerakkan tubuhnya, tubuhnya yang lelah tidak mau diajak bekerja sama.
Bukannya Yonghwa tidak menyadari mobil itu, namun kakinya mendadak seperti membeku.
Yoona mengatupkan rahangnya dan mempercepat larinya, dia berhasil mendorong Seohyun dari tempatnya berdiri.
Ckiiitt! BRAK!
………………………………………
Seohyun terbangun sambil memegangi kepalanya yang pusing dan sakit akibat terbentur, berdarah sedikit tapi tampaknya tidak parah.
Dia melihat Yonghwa berlari tergopoh-gopoh ke arahnya.
“Seohyun! Kamu nggak apa-apa?!”
“Oppa…”
Kemudian dia menyadari kerumunan orang di sebelahnya dan dia melihat seseorang sedang terbaring berlumuran darah di antara mereka.
Jantungnya serasa berhenti ketika melihat siapa orang itu.
“Unnieee!!!” Seohyun bangun dan segera mendorong kerumunan orang yang menghalanginya. Ia berlutut di sisi Yoona. Dan menyangga kepala gadis itu.
Yonghwa segera memanggil ambulans dengan hpnya.
“Unnie! Unnie!”
“….…akhs… sakit…” Yoona mengerenyit kesakitan.
“Bertahanlah!”
Yoona menatap lembut gadis yang sedang menopangnya.
“Kepalamu berdarah… kamu nggak apa-apa… Hyunnie…?” tanya Yoona lemah.
“Justru unnie sendiri!”
Mendadak sekeliling mereka terasa seperti hampa… tidak ada satu suara pun yang terdengar, seolah hanya ada mereka berdua di semesta ini.
“Kenapa… jadi begini…?” Seohyun merasa matanya mulai sakit karena mau menangis.
‘Aku mengerti sekarang… jadi itu sebabnya aku mengalami time slip.. kembali ke masa lalu untuk menyelamatkan Hyunnie… untuk melepaskannya dari takdir ini…’ Yoona menutup matanya, entah kenapa dia merasa puas.
“Unnie! jangan pergi!” Seohyun mulai terisak.
Yoona membuka matanya lagi, dia sendiri sudah menyadari bahwa dirinya sudah tidak punya harapan lagi ketika dia mulai batuk darah.
“Unnie!”
“Hyunnie… ketika aku memintamu untuk menjadi kekasihku… itu karena aku mencintaimu…”
Yonghwa tersentak ketika mendengar pengakuan Yoona pada Seohyun. Sementara Seohyun mulai menangis.
“Syukurlah masih sempat…” Yoona tersenyum untuk yang terakhir kalinya sebelum menutup mata untuk selamanya. Tapi wajahnya terlihat puas dan sama sekali tidak ada penyesalan.
“Unnie! Unnie!” Seohyun mengguncang-guncang tubuh Yoona. Tapi Yoona sudah tidak bergerak lagi, bernafas pun tidak.
“Unnieeeeee……!!” Seohyun memeluk Yoona erat-erat dan menangis tersedu-sedu.
Semua orang hanya bisa melihatnya dengan penuh simpati.

~**~

“Dasar Yoong bodoh! Kamu kan sudah janji kalau kamu akan mentraktirku makan tahun depan! Kenapa kamu malah pergi?!” teriak Yuri tanpa mempedulikan orang-orang di sekitarnya yang menatapnya.
Pandangan matanya tetap tertuju pada foto Yoona, air matanya mengalir dengan deras tanpa henti. Dia berteriak-teriak histeris.
Sementara Seohyun juga sama, tapi dia tetap terdiam. Dia membiarkan air matanya mengalir dengan deras tanpa menghapusnya, keadaannya seperti boneka yang sudah rusak.

~**~

Setelah pemakaman.
“Oppa, maafkan aku..”
“…Yoona ya..?”
“Iya… aku mencintainya…” Seohyun mengakuinya.
Yonghwa menjadi sedih.
“Maafkan aku…”
“Nggak apa-apa, kamu nggak salah…”
Dia memperhatikan kondisi gadis yang tampak hancur itu.
“Aku sudah tau kalau kamu menyukai Yoona…”
“Eh…?”
“Kalung yang terus kamu pakai itu juga pemberian darinya bukan…?” Yonghwa tersenyum melankolis.
Seohyun menggenggam dengan erat kalung di dadanya tanpa berkata apa-apa.
“Sering kulihat dari kejauhan kamu menatapnya seperti khawatir akan keadaannya”
Yonghwa melanjutkan ketika Seohyun tetap terdiam.
“Kamu menyukainya hanya saja kamu tidak sadar kalau kamu menyukainya karena kamu dibayang-banyangi oleh pertunangan kita…”
Mendadak Seohyun merasa sesak.
“Oppa… kamu marah…?”
Yonghwa menarik nafas dalam.
“Ya…”
Seohyun menunduk lebih dalam.
“Aku marah pada diriku sendiri karena aku kalah darinya, tidak bisa menjadi pacar yang pantas untukmu…” Yonghwa berkata antara kesal dan serius.
“……………” Seohyun menggigit bibirnya.
“Waktu itu.. saat kamu hampir tertabrak aku malah sama sekali tidak bisa bergerak sementara dia menentang maut untuk menyelamatkanmu…”
“Heh… aku memang kalah darinya…” Yonghwa menunduk menyembunyikan wajah sedihnya.
“………………………”
“………………………”
“Selamat tinggal Seohyun…” Yonghwa membalikkan punggungnya.
Seohyun menangis dan memeluk Yonghwa. Selama beberapa saat Yonghwa membiarkan Seohyun memeluk dirinya. Diam-diam air matanya ikut mengalir juga. Sebelum akhirnya ia melangkah pergi dan meninggalkan gadis itu.

~**~

Semenjak kejadian itu Seohyun yang tadinya periang berubah seolah kehilangan semangat hidupnya. Berulang-ulang dia teringat kenangan-kenangannya saat bersama dengan Yoona. Dia menyesal kenapa dia tidak menghabiskan waktu bersama dengan Yoona lebih lama. Dan juga dia tidak sempat mengutarakan perasaannya terhadap Yoona menjelang ajalnya. Hari demi hari semangatnya menurun sampai membuat orang-orang di sekelilingnya khawatir. Dan tak lama kemudian Seohyun pergi seolah menyusul kepergian Yoona.
………………………………
……………………
……………
“Hyunnie…”
Suara Yoona menyapa lembut telinganya.
Ketika Seohyun membuka matanya, dilihatnya Yoona sedang berada di sampingnya.
Benar… hanya kamu yang selalu memanggil namaku dengan suara selembut itu…
“Yoona unnie…”
“Akhirnya kita bisa bertemu lagi, Hyunnie…”
“Unnie aku juga mencintaimu… cuma unnie seorang… aku… aku…” suaranya gemetar, dia tidak mampu melanjutkan kata-katanya lagi.
“Sshh…” Yoona menenangkan gadis itu.
Wajah Yoona terlihat sangat bahagia. Dia menggenggam tangan Seohyun dengan mesra.
“Mulai sekarang kita akan selalu bersama selamanya Hyunnie…”
“Iya unnie… iya…” Seohyun tersenyum, setitik air mata keluar dari matanya.

~**~

Satu abad kemudian.
Hari ini adalah awal dibentuknya sebuah band baru yang bernama Girls Generation.
Seorang gadis berusia sekitar 18 tahunan sedang menari dengan semangat dan lincahnya di atas panggung bersama dengan teman-temannya. Dia memperlihatkan kebolehannya di depan semuanya. Gayanya tidak dapat dipungkiri memang keren dan sangat menarik.
“Yah Yoong! kau sok keren aja! tapi aku suka gayamu!”
Yoona hanya nyengir pada Yuri.
Ada seseorang yang menarik perhatiannya.
“Aku tadi melihat unnie, hebat dan keren sekali”
“Ehm… terima kasih” mendadak dia tersipu-sipu di depan gadis itu. “Namaku Im Yoona”
“Seo Ju Hyun” ujar gadis itu memberikan senyumnya yang manis.

~END~

A/N : Sebenarnya cerita ini pernah kubuat dalam versi lain.
Bagaimana readers? 🙂

Advertisements

Comments on: "Time Slip (One Shot)" (53)

  1. choi young hyun said:

    Keren…..*cuman itu yang bisa ku ucapkan… Reader baru…. Saya kepengen yoonhyun lagi……!!*maksa.com

    hehheheheheh semangat thor!

  2. yoonhyun!!! ><
    weeew. .tapi kok harus udah tunangan ama yonghwa sih? hrsnya kan ama yoona *ditimpukYonghwa
    kasihan tu yoonanya. .
    itu yuri malah suka juga ama yoona ckckck love square. .
    awalnya bingung juga knp yoona bisa kembali ke masa lalu? tapi ternyata buat nyelametin seohyun ya? 😦
    kasihan yoona akhirnya dy juga yg hrs ngerubah takdir seo.
    huuuuuaaa yoona unniieee T_________T *ikutan nangis

    thor update locksmithnya cepet ya? udah gk sabar pengen baca hehehe

  3. Panjang dan memusaaaakkaaann…. 😀
    suka deh… suka bangett…. garry chocolatos deh.. hahahaa…
    ini awalnya aku sempet dag dig dug.. apalagi pas yuri lari neriakin seo mati.. hati ku kacau seperti melihat balon hijau meledak *korban salah gaul*
    hahahaa..
    suka banget sama ff kamu… sekarang aku beralih jadi rader aja deh.. sering2 nulis yahh.. ^^

    semangat!!!!

  4. Hmm… Luar biasa… Benar2 km thor, bikin kagum…
    Ku kasian ma yuri, dia pasti yg menderita banget…
    Hehehe…Setelah lama ditunggu2, akhirnya muncul jg nih Time Slip, plot nya perpect author, langka n ga lompat2… Yg lain kapan nyusul? Aku jd ga sabar.
    Aku suka ending nya, mungkin author mau bikin sequel nya, i hope so. Wkwkwkwkwk…
    Oke author, we’ll waiting for your next… Hwaitting…!!!!

  5. Walaupun pairingnya bukan TaeNy, aku suka thor .
    Aku nangis nih thor, author harus ganti air mata aku #apaini?

    Author, aku masih setia menunggu ff Locksmith 😀
    UPDATE THOR, BILA PERLU TIAP HARI .
    HAHA~

    • wah harus diganti apa ya XD kupinjamkan pundakku? heheh 😀
      haha kalau update tiap hari nanti aku gak bisa jamin tingkat kebagusan ceritanya uy :p
      tunggulah dgn sabar ea 🙂

  6. whoaaaaaa… Ni ff sumpah keren abis,thor
    Jadi pengen mewek 😮
    Akhir2nya mereka bereinkarnasi ya,thor?? 😀
    Emang kalo jodoh ga ke mana deh, mo di akhirat ato di dunia pasti bakal ketemu jg~ wkwk

    Lanjut yg locksmith ya!! Hwaiting! 🙂 😛

  7. mereka terlahir kembali ya? asiik berarti YoonHyun bisa mencintai lagi 🙂
    nice chingu!

  8. ah,pgen nangis ..
    keren bget chingu .. 🙂

  9. huaaaa, yoonhyuuu….
    waduh waduh,,, ff mu keren authorrr….
    *terharu #loh???
    kekekeke

    ayo author, ff lainnya…. 😀

  10. ryne#s0ne said:

    keren dan bgus bgt epep mu thor,,
    sumpah mewek gw bacanya*lebai..

    untung seohyun menyusul, jadi pengorbanan yoona gak sia2..

    author daebaaak \^^/

  11. aduh baru baca sekarang ._.

    nyesek baca cerita ini ,untung mereka akhir nya bersatu .
    itu yul kasian ,dibikinin dong thor ama sica nya 😀

    ditunggu LOCKSMITH nya ~

  12. Waaah,, krend beudtz dah 🙂
    aqu mpe nangis bca’a,, tpi untunglah..
    Hppy ending 🙂

  13. siLent_Reader said:

    kereeennn ..
    YoonHyun yg dramatis .

    usulan yg buat reader yg belum baca, harap bacanya sambil dengerin Time Machine .
    dapet bgt feel nya

  14. Aaaaaahh shock ngebaca ff ini pas yoong ditabrak mobil, hal asil aku jadi mewek deh u,u
    Dan woww ternyata berakhir dengan happy ending… Bagus bagus bagus !
    Aku suka Banget ff author yang satu ini apalagi pairing nya YOONHYUN enak bener dah 😀

    Author Jjang ! Ditunggu karya author yang lainnya hehe 😉
    FIGHTING !!!

  15. udah baca berapa kali tetep aja ga bosen
    cerita yg laen jg ga bosen di baca berkali kali
    wkakakakak
    *sorry baru comment hehehe
    lanjut thor
    ciao
    ^^

  16. Hiks critanya sdih banget thor, tapi di satu sisi aku juga suka, mungkin karena cara pnyampaian author dalam FF ini tntang bagaimana prasaan Yoona kpada Hyunnie yang sbnarnya sangat dalam, sampai rela berkorban nyawa bgitu, apalagi pas adegan psan trakhir Yoona itu. Huaaa… gak tahan thor!!! Mana Yoong-nya pakai acara batuk darah lagi. Smakin dramatis aja gitu suasananya. Hiks, tapi stidaknya Yoong bisa mninggal dngan tnang dalam plukan Hyunnie yang sangat dia cintai.^^
    Apakah itu brarti dalam FF ini Hyunnie tlat mnyadari prasaannya ama Yoong ya? Sblum kclakaan itu trjadi, malamnya kan dia masih galau antara prasaannya antara Yoong atau YongHwa, brarti dia blum mntapkan hatinya ya? Klo iya sih, tragic juga sampai Yoong mninggal n mngucapkan psan trakhirnya baru dia sadar n sdih sampai2 sakit (?) n ikut mnyusul Yoona.
    Ktika baca FF ini aku mrasa de javu karna endingnya hampir sama ama crita Gidarida-nya TaeNy, dimana kedua sejoli baru bisa bertemu n sharing their love setelah mninggal. Trus ada tambahan ending bahagia-nya juga, dimana di masa dpan dicritakan klo mrka trlahir kmbali brsama dalam satu grup SNSD.^^ Klo bgitu harusnya aku bilang de javu ama Gidarida ya? Karna kan FF ini publish duluan.^^
    Klo di FF YoonHyun, pngganggunya pasti hampir slalu YongHwa & KyuHyun (sringan YongHwa sih), klo di FF SooSun pngganggunya hampir 100% LSM ya. XD

    • mgkin karena ff lama, jd lbh dalam, jujur kadang aku jg terkejut kalau baca ff lama, karena ternyata dlm jg 🙂
      ya spt kata Yonghwa, Seo terbayang-bayangi sm pertunangan mereka jdnya telat menyadari perasaannya ke Yoona
      hmm, kalau secara pribadi sih lbh dramatis di Gidarida, soalnya gak biasa 😀 terinspirasi dr cerita beneran(yg pernah kubaca di internet), yg TaeNy saling berpegangan tgn dan Taeng menunggu Fany satu jam memegang pintu surga untuk Fany (kupikir sgt pas untuk hubungan TaeNy yg sgt erat)^^
      rencananya pingin bikin ff lg yg gak kalah mengharukan dr Gidarida, plotnya udh kepikiran, kayaknya sih lbh pendek dr Gidarida, tinggal nulisnya aja
      wah bingung karena banyak ff yg pingin ditulis namun blm terwujud, ya mdh2an bisa aja, amin^^

      ya itu karena yg sering dkt aja
      haha masa yg SooSun bener selalu LSM? XD kadang Sungmin jg sih

      • Klo SungMin sih cuma ‘alat/bonekanya’ LSM buat pisahin SooSun. XD Di kbanyakan FF juga LSM hobby menjodohkan Sunny dngan SungMin alasan utamanya buat pisahin Sunny dari Soo (slain itu juga buat memperkuat bisnisnya sih, alias UUD —> ujung-ujungnya duit). ^^ Jujur aku blum prnah baca FF SooSun dimana SungMin sndiri yang mndkati Sunny dan bnar2 brniat mndapatkan Sunny, sampai berbuat apa aja gitu.
        Wah author mau buat FF mengharukan (baca:galau) lagi ya? Gak kuat deh aku, harus nyiapin hati dulu, apalagi klo main cast-nya YoonHyun. >.<
        Oh iya baru sadar juga itu Seo trikat ama YongHwa karna ditunangkan ya? Aku pikir karna trikat hubungan lama, dimana ktika Seo mnrima YongHwa dia masih blum sadra klo itu cinta. +.+
        Ya iya lah, lbih dramatis Gidarida, coz mrka pakai acara trpisah sampai 8 tahun, tanpa kjlasan hubungan yang pasti dan mndrita n mnysal slama 8 tahun (trutama buat Fany), pas ada ksmpatan untuk akhirnya brtmu keadaan yang satu (Taeng) sprti itu, ditambah lagi Fany juga akhirnya kclakaaan. Trus ada pula Sica sbagai pihak ktiga yang posisinya juga mngundang simpati reader (gak kayak YongHwa), jadi lbih mngaduk-aduk prasaan. Lagian kan ini cuma one shoot, jadi gak sampai sedetail Gidarida yang 8 (?) chapter pncritaannnya.^^

      • haha benar jg Sungmin cuma boneka LSM XD
        di cerita Yonghwa yg ngajak Seo pertamanya, lalu Seo nerima saja

        kangen dgn cinta segitiga TaeNySic lg ❤ cm yg YoonYul yg kubilang wktu itu blm selesai jg sih >.<
        kalau dipikir-pikir, pdhal kalau Hyoyeon nemuin diari Taeyeon lbh cpt, TaeNy bakal lbh cpt ketemu

  17. Crita YoonYul yang katanya nanti banyak yang jadi pran atagonis itu ya? Klo YoonYul critanya galau kayaknya aku sia hati kapan aja karna klo buat pasangan YoonYul aku gak trlalu gimana banget (yah tiap orang kan berbeda n punya preferensi masing2). XD
    Yah author nyalahin Hyo tlat nemuin diarinya, mang yang bikin alur critanya siapa thor? XD Lagian mang sudah jalan takdirny sprti itu. Klo mang critanya takdirnya brubah n Hyo nemuin diarinya lbih cpat, mungkin endingnya juga gak sprti ini (bisa happy ending atau bahkan lebih sad), karna arus takdir brubah, otomatis masa dpan juga brubah. Bisa aja walau sudah lbih cpat nemuin diary-nya tapi Sica malah gak smpat lihat foto Fany di diary itu shingga gak bakalan hubungin Fany n slamanya TaeNy gak bakalan ktmu (ribet ya pnjlasan paradoks waktunya).^^
    BTW gimana gravatar aku? Aku juga tambahin YoonHyun Loyalist’s Vow di bagian description-nya.^^

    • iy
      aku gak nyalahin Hyo, cuma barangkali aja nanti ada reader yg bilang begitu (blm ada sih)
      haha sdh ketahuan XD

      • Para reader gak ada yang bilang gitu karna sudah tahhu kali klo tuh crita Gidarida-nya bakalan tragic. Jadi gak trlalu brharap ama author kali ya.^^ *kabur* Lagian klo gak gitu nani bakalan jadi crita yang ‘dangkal’ dong, walau aku juga tadinya brharap happy ending-nua di dunia nyata c bukan E-2-nya mninggal. Eh tar bisa jadi spoiler ini buat reader baru yang baca karya author sesuai urutan publish,ya. XD
        Apa yang sudah ktahuan thor?

      • udh tau dr ppmu maksudnya

    • Ohh^^

  18. keren, tapi belon baca sepenuh a senpai, liat wam seo n yoona sudah buat gue suka kok, senpai bener daebakk! (eh padahal baca aja belon)good jobdeh buat maifate

  19. Shyemlakkumaa said:

    Ahhh.. Kereennn..
    Sumpahh aku suka bgd m ff ini..
    Oneshoot YoonHyun paling memuaskan yg prnh aku baca.. Puas bgd!!
    Mana pas baca, lagu I’ll be waiting Seohyun yg mnemani.. TT
    Pngen garuk tanah sangking sedihnyaa..~
    Daebaakk thor.. Saiia tggu ff YoonHyun lainnyaa. Kekekek^^

  20. Sering bnget bca FF YoonHyun sad ending,, tpi knp muzty yoona yg mnderita atau sket (?) knpa, knp??? #plakk #abaikan

  21. Bee my gg said:

    Hadeeeeuuh, baca FF nya beraaat bgt siiii, nymp panik2 ga jelas gini hati ku thor.. Tp akhirnya, happy ending, hehehe..
    Gomawo yaaa thor ud ngpost yoonhyun, heheh.. Love it, ,, thumb for you, haha

  22. jung_livin said:

    Sumpah.. demi dewa dan dewi apapun.. ini keren bangettttt… kyaaaaaaaa…. kereeeenn.. sumpah 😥 terharu deh… sampe dalem begitu rasanya..

  23. Ckyhyun said:

    Kerenn thor. Kasian bgt yoong. Bacanya smpe ser2an nih hati :(.

  24. Kok mereka bersamanya didunia lain sih thor…
    ketemu sebagai girl band lagi…
    Yoona selalu keren, kembali kamasa itu dan menggantikan kematian Seohyun

  25. hennyhilda said:

    Keren bgt berkorban utk org yg sgt dcintainya
    yoonhyun xan manis sx >.<
    Semangat author
    aq tnggu kelanjutan ff yg lainnya

  26. (y) 😀
    Hahahaha 😀
    Karna ada kata” ‘Girls’ Generation’ nya jadi berdelusi kalok mungkin memang dulu kakak” SNSD itu punya hubungan di masa lalu

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: