~Thank you for your comments~

Locksmith (chapter 1)

A/N : Akhirnya aku bisa membuat fanfic TaeNy yang panjang XD yeeee~ sudah beberapa minggu menantikannya XD
Enjoy~

Tiffanys’ POV

Aku membuka mataku. Suasana di dalam ruangan sedikit agak temaram. Aku bangun.
Sejak kapan aku ketiduran?
Memang harus diakui kalau rutinitasku akhir-akhir ini cukup membuatku kelelahan.
Lalu aku mencoba mengingat lagi.
Oh ya aku kan bareng sama oppa.
Lalu aku melihat sekeliling. Tidak ada tanda-tanda Kim Hyesung oppa di kamar.
Penasaran jam berapa sekarang, aku meraih tasku dan mengeluarkan benda persegi bernama HP. Sejenak aku melihat jam yang tertera di sudut layar.
Jam sepuluh tepat. Hmm, mungkin dia belum tidur.
Lalu aku menekan nomor dua dan langsung tersambung dengan nomor gadis itu. Sebegitulah pentingnya dia bagiku, speed dial nomor 2. Nomor 1 adalah nomor telepon rumah orang tuaku di California.
Telingaku disambut oleh dering nada sambung. Dan pada dering ketiga terdengar suaranya di seberang sana.
“Hallo”
“Taeyeon ah, lagi apa?”
“Nggak lagi ngapa-ngapain” suaranya terdengar nggak ramah.
Aku maklum, sepertinya Taeyeon ngambek karena aku lebih memilih menghabiskan malam bersama Kim Hyesung oppa. Padahal sih Taeyeon yang mengajakku duluan, tadinya kami bermaksud untuk nonton bioskop bersama. Tapi apa boleh buat, oppa akan cemburu kalau tahu aku lebih memilih menghabiskan waktu bersama Taeyeon. Dengan berat hati aku menolak ajakan Taeyeon dan mengatakan alasanku. Akhirnya Taeyeon memilih mengajak Sunny untuk menggantikanku. Daripada tiket yang sudah dibelinya sia-sia.
“Gimana tadi filmnya?” tanyaku sambil menyandarkan punggungku ke bantal di belakangku.
“Nggak menarik”
Cuma itu saja jawabnya. Dia tidak menambah penjelasan detail tentang kenapa film itu tidak menarik atau semacamnya.
“Oh gitu, padahal aku penasaran pengen nonton juga”
“Sudah ya Tiffany, aku sibuk”
Taeyeon sepertinya tidak berminat untuk melanjutkan percakapan lagi.
“Taeyeon, aku telepon kamu malam-malam gini cuma pengen tahu kabarmu, tapi apa balasanmu?” kata Tiffany blak-blakan.
“Koreksi Tiffany, ini sudah jam orang tidur, apa kamu tidak merasa telah mengganggu?”
Dia benar.
“Mianhae…”
“………………”
“………………”
“………………”
“Taeyeon…”
“Apa?”
“Kamu marah?”
Taeyeon terdiam sesaat. “Mana mungkin aku marah sama kamu…”
“Kamsahamnida Taeyeon…”
Rasanya aku lega mendengarnya.
“Nggak ada lagi yang mau diomongin?”
Aku berpikir sejenak lalu menjawab, “Nggak”
“Oke, aku mau tidur”
“Selamat tidur”
“Ya, bye”
“Bye”
Saat aku menutup flip ponselku baru aku sadar ternyata oppa sedang berdiri di depanku.
Di tangannya tedapat sebuah nampan dan setangkai mawar berwarna pink di atas serbet, di sampingnya ada sepiring omelet rice.
Hahh, lalu aku teringat Taeyeon. Dia paling ahli dalam membuat omelet rice. Dan aku sangat menyukai omelet rice buatannya.
Tapi aku tersenyum menghargai usahanya untuk menyenangkanku.
“Kau belum makan, pasti kau lapar kan?”
Terus terang sekarang sudah jam sepuluh malam, aku sudah tidak berniat makan lagi meski aku merasa sedikit lapar. Tapi sepertinya oppa sudah susah payah memasaknya sendiri, jadi rasanya tidak enak kalau kutolak.
Dia mengambil mawar itu dan memberikannya padaku. Aku menerimanya dan mendekatkannya ke hidungku. Mencium wanginya.
Oppa mengangkat sebotol champagne dan membukanya. Menimbulkan bunyi Pop!
Lalu oppa menuangkan champagne ke kedua gelas. Memberikan sebuah gelasnya padaku.
“Perayaan natal kita yang pertama.” Oppa tersenyum padaku.
Pantas, oppa begitu ngebet merayuku untuk membatalkan janjiku dengan Taeyeon. Ternyata karena ini…
Oppa mengambil sesuatu dari saku bajunya.
“Aku tahu ini terlalu cepat, tapi aku sudah memikirkannya masak masak”
Oppa menyodorkan sebuah kotak berisi cincin yang berkilau keemasan. Dia menatapku dengan tegas.
“Tiffany, maukah kau menikah denganku?”
Aku seperti lupa caranya berbicara. Aku hanya bisa bergantian menatap oppa dan cincin di tangannya dengan terkaget-kaget.
_________________________________________________________________________________________________________

Aku setengah berlari menuju kamarnya.
“Taeyeon! Taeyeon!”
Aku memanggilnya setengah menggedor pintu kamarnya.
Saat itu aku menatap sekali lagi benda di jari manis kiriku.
Rasanya tidak percaya, aku baru saja dilamar oppa!
Apa aku siap untuk menikah? Memang aku suka bayi, tapi aku tidak semahir itu dalam menghadapi bayi. Mengingat kejadian waktu Kyungsan dititipkan pada para personil SNSD.
Selain itu aku juga tidak mahir memasak. Memalukan kan kalau oppa yang menggantikanku memasak?
Pintu terbuka dan seseorang yang kunanti berdiri tegak di ambang pintu.
“Ada apa Tiffany?”
“Emm… ada yang mau kuceritain”
Taeyeon menyingkir mempersilakan aku masuk ke kamarnya.
Aku masuk dan langsung duduk di atas kasurnya. Aku memandang sekeliling ruangan, kamarnya terbilang cukup rapi.
“Hehe”
Di sudut tempat tidur aku menemukan boneka hello kitty milik Taeyeon yang kembaran denganku. Punya Taeyeon berwarna biru sedangkan punyaku berwarna pink. Karena saat membeli aku memaksa menginginkan yang berwarna pink.
Aku mengambilnya dan memeluknya di pangkuanku.
Taeyeon kembali duduk di depan meja riasnya, mengeringkan rambutnya.
Dari boneka itu mataku beralih pada punggung gadis yang pernah sekali menjadi cinta pertamaku di masa remaja. Tak terasa sudah enam tahun lebih berlalu sejak kami bersama.
Tiap kali perasaan itu kembali merayap di hatiku, buru-buru aku langsung membasminya sebelum perasaanku tumbuh besar dan merepotkan diriku kelak.
Karena aku hendak menceritakan bahwa oppa baru saja melamarku, aku jadi bertanya-tanya. Taeyeon sama sekali tidak pernah menceritakan kisah cintanya padaku. Setahuku selama kami bersahabat dia tidak pernah sekalipun menceritakannya. Padahal aku sendiri tiap kali menceritakan soal hubunganku dengan oppa. Tapi… tentu saja khusus perasaanku padanya aku tidak pernah menceritakannya. Perasaanku ini harus kusembunyikan rapat-rapat darinya.
“Jadi… apa yang mau diceritain?”
Aku menggigit bibir bawahku. Mataku melirik ke arah cincin di jari manis kiriku.
“Taeyeon… menurutmu aku sudah pantas jadi istri?”
Taeyeon berbalik dan menatapku. “Maksudmu?”
“Aku kan sudah 22 tahun…”
“Tiffany, masa sih oppa-“
Aku mengangguk lalu menunjukkan tanganku yang memakai cincin.
“Hyesung oppa melamarku tadi malam”
Taeyeon bangkit dari kursinya dan berjalan mendekat. Ia menarik tanganku dan memeriksa cincin di tanganku.
“Serius Tiffany?!”
Aku mengangguk. Tiba-tiba Taeyeon memotong.
“Bentar, aku haus, mau ambil minum dulu”
“Eh? Em oke”
Lalu Taeyeon berjalan keluar.
_________________________________________________________________________________________________________

Tiffany mau nikah?!
Seandainya bukan orangnya sendiri yang bilang, Taeyeon nggak bakal percaya.
Taeyeon memang sering mendengar tentang Hyesung dari Tiffany. Tentang perlakuannya yang romantis et cetera. Selama ini dia selalu bertahan atas segala perasaannya pada Tiffany.
Taeyeon berpikir, memang tampang Hyesung lumayan, walau dirinya mendakwa Hyesung tidak selevel dengan dirinya. Jadi dia selalu beranggapan bahwa tidak lama lagi Tiffany akan putus dengan Hyesung. Singkatnya hubungan mereka tidak akan bertahan lama. Tapi bukti cincin di jari Tiffany menandakan kalau hubungan mereka serius.
Tapi Taeyeon tidak sanggup untuk menyatakan perasaannya terhadap Tiffany. Kalau ia lakukan itu, ia akan kehilangan persahabatannya dengan Tiffany selama-lamanya.
Jadi selamanya dia harus stay dengan Tiffany sebagai seorang sahabat.
Dengan tatapan kosong, Taeyeon mengambil gelas di dapur dan mengisinya dengan air. Kepalanya terasa panas, Taeyeon meneguk habis air dingin di gelasnya dan kembali ke kamar.
Di depan pintu Taeyeon menarik nafas panjang untuk menenangkan diri.
Sekembalinya ke kamar, dia harus memerankan kembali sebagai sahabat baik Tiffany, mendengarkan segala curhatannya yang lebih menyakitkan daripada teriris pisau.
Taeyeon membuka pintu pelan. Ditatapnya Tiffany yang sekarang sedang rebah-rebahan di atas kasurnya. Ketika Tiffany tersenyum ke arahnya. Refleks Taeyeon langsung membalasnya. Tapi hatinya terasa nyeri.
Kalau Tiffany jadi milik Hyesung oppa, lalu harus dikemanakan perasaanku ini?
Apa lebih baik aku melupakannya?
Tapi itu sulit sebab…
Begitu ia mendekat, Tiffany langsung menarik tangannya, mengajaknya untuk ikut rebah-rebahan juga.
Dengan jantung berdebar-debar Taeyeon berbaring di sisi Tiffany. Matanya menelusuri kecantikan di wajah sahabat sekaligus cinta pertamanya. Tiffany terlihat sangat manis dengan potongan rambutnya yang pendek. Mata Tiffany menunjukkan eye smile terindah yang pernah dilihatnya. Bibirnya yang berwarna merah muda sedang tersenyum hanya untuknya.
Tak sengaja matanya tertuju pada kalung gembok di lehernya.
Ternyata dia masih memakainya… Padahal dia sudah punya Hyesung oppa.
Ah tidak, aku tidak boleh berharap!
Pasti karena Tiffany sudah terbiasa memakainya dia jadi lupa melepaskannya.
Ya, pasti itu…
Tak sadar Taeyeon jadi meremas kalung kunci di lehernya sendiri. Sayangnya Tiffany sedang menatap ke langit-langit kamar.
Itu kunci hati Tiffany, begitu claim Taeyeon terhadap dirinya sendiri.
Selamanya hanya dia seorang yang akan memiliki hati Tiffany, cinta Tiffany. Ya, baginya cinta Tiffany sudah cukup untuknya, dia tidak butuh yang lain. Tapi sepertinya ia salah.
“Jadi Tiffany… apa kau terima lamarannya?”
“Emm, aku masih bingung…”
“Kenapa?” tanya Taeyeon berusaha keras menyembunyikan perasaannya yang sebenarnya.
“Aku bilang ke oppa kalau aku masih mau mikir-mikir dulu. Bagaimanapun juga aku ini kan artis. Menikah itu suatu keputusan yang besar dalam hidupku.”
“Terus oppa bilang apa?”
“Kayaknya sih oppa kecewa banget, tapi dia minta aku pikir baik-baik.”
“Terus kenapa kamu pakai cincinnya?”
“Hmm, pingin tahu saja seperti apa rasanya memakai cincin lamaran”
Tiffany mengangkat jarinya ke langit-langit dan mengamati cincin yang menghiasi jari manisnya.
“Ck…”
Tiffany terlalu sibuk dengan cincinnya, sampai tidak menyadari kekesalan dalam nada Taeyeon.
Taeyeon bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju pintu.
“Taeyeon, mau kemana?”
“Ke belakang”
“Uuu…”
Tiffany cemberut, sudah dua kali Taeyeon seperti tidak berminat mendengar ceritanya.
Lalu kemudian Tiffany pergi ke kamar Jessica untuk bercerita padanya.
“Sica, jadi menurut kamu apa aku lebih baik terima saja lamarannya?”
“Kok kamu malah tanya aku? bukannya harusnya kamu sendiri yang memilih”
Baru Tiffany sadari kalau cerita ke Jessica juga bukan ide yang bagus.
Hahh…
Nggak Taeyeon, nggak Sica. Mereka sama-sama seolah nggak peduli. Lalu sebaiknya cerita ke siapa?

_________________________________________________________________________________________________________

Keesokan harinya.
“Hmm, jadwal hari ini pemotretan, nyanyi, dan gladi resik.”
“Psst, Tiffany”
Tiffany berpaling mencari asal suara itu. Ia yakin itu suara yang sangat dikenalnya. Dan terkejut ketika menemukan pemilik suara tersebut.
“Oppa! Kok bisa ada disini?!”
“Hehe, aku datang demi ketemu kamu”
Tiffany memperhatikan Kim Hyesung. Dia memakai pakaian yang serba tertutup, bahkan memakai topi dan kacamata untuk menutupi wajahnya.
Tiffany menarik Hyesung untuk pergi ke ruang yang lebih privat.
Tiffany tidak tahu kalau saat itu Taeyeon melihat mereka berdua sewaktu masuk ke dalam.
“Tiffany, soal lamaran kemarin…”
“Em… aku nggak tahu harus jawab apa… sampai aku minta pendapat ke teman-teman segala ahaha…” Tiffany garuk-garuk pipi.
Hyesung mengernyit.
“Termasuk Taeyeon?”
“I-iya, termasuk Taeyeon”
“Hmm”
Sesaat Tiffany melihat perubahan pada raut wajah Hyesung. Tidak bisa dipungkiri kalau Hyesung terkadang cemburu akan kedekatan Tiffany dan Taeyeon. Apalagi semenjak Taeyeon berkata di depan dunia kalau Tiffany adalah ‘istrinya’. Dia tidak pernah mencemburui siapapun yang dekat dengan Tiffany, tapi cuma sama Taeyeon! Hanya sama dia, Hyesung sering menganggap kalau Taeyeon adalah saingannya dalam memperebutkan Tiffany. Tapi cuma dalam dirinya sendiri. Dia tidak pernah mengatakannya terang-terangan. Tapi Tiffany sudah merasakannya. Karena itu ia jadi jarang membicarakan Taeyeon kalau di depan Hyesung.
“Dia bilang apa?”
“Nggak penting sih, tapi aku jadi semakin bingung. Aku hanya belum bisa memutuskan, bukannya aku nggak sayang kamu oppa”
Hyesung meletakkan jarinya di bibir Tiffany.
“Tiffany, aku nggak meragukan perasaanmu terhadapku kok”
“……………………”
“Aku nggak akan memaksa kamu untuk segera menerima lamaranku. Tujuanku datang menemuimu disini bukan untuk mendesakmu agar segera menjawab.”
Hyesung tersenyum pada Tiffany.
“Santai saja, aku cuma pingin kamu tahu kalau aku yakin kamulah yang selama ini kucari untuk menjadi pendamping hidupku.”
Mendadak Tiffany jadi khawatir.
Benarkah oppa belahan jiwaku? Bagaimana kalau besok aku tidak mencintainya lagi seperti hari ini? Gimana kalau perasaan oppa padaku lebih besar dibanding perasaanku terhadapnya?
Taeyeon…
Ah kenapa mesti memikirkan Taeyeon?
Hyesung mengangkat tangan Tiffany dan mengecup punggung tangan Tiffany.
“Saranghae Tiffany… aku sangat beruntung dicintai olehmu…”
“Oppa…”
Hyesung mendekatkan diri dan mencium bibir Tiffany. Tangannya melingkari pinggang Tiffany, membuat tubuh mereka semakin merapat. Tangan Hyesung bergerak naik dan membelai rambut Tiffany. Tiffany melingkarkan kedua tangannya ke leher Hyesung dan mereka berciuman lebih dalam lagi. Sebelah tangan Hyesung sudah mengangkat baju Tiffany ketika pintu tiba-tiba terbuka dan mata Taeyeon melotot melihat pemandangan di depannya.
Buru-buru Tiffany dan Hyesung memisahkan diri dengan paniknya.
“A-apa Taeyeon?”
Nafasnya sendiri masih tidak beraturan akibat ciuman barusan. Mukanya sangat merah.
“Ngg, Tiffany, kita sudah dipanggil untuk pemotretan”
“Kalau gitu sampai nanti oppa”
Hyesung hanya membalasnya dengan senyum. Kemudian ia menunduk untuk mencium bibir Tiffany sekali lagi. Tentu saja dia sengaja melakukannya di depan Taeyeon.
Taeyeon hanya memalingkan muka dan berpura-pura tidak melihat. Walau sebenarnya hati dan matanya panas.
“O-oppa” kata Tiffany gugup.
“Hehe”
“Sori ganggu”
Taeyeon sudah berjalan pergi, padahal tadinya dia mau menunggui Tiffany. Tapi dia tidak mau melihat kemesraan keduanya lebih lama lagi.
“Tunggu Taeyeon!” Tiffany setengah berlari keluar.
Taeyeon berjalan cepat tanpa menunggunya.
“Taeyeon!”
Setelah Tiffany menyamai kecepatannya barulah ia menengok. Dan matanya terpaku pada baju Tiffany.
“? Kenapa?”
Saat Tiffany mengikuti arah pandangan mata Taeyeon barulah ia sadar kalau bajunya masih setengah terangkat. Branya terlihat sedikit.
“Kyaa!”
Taeyeon tidak berkata apa-apa tapi Tiffany merasa sangat malu. Untung tidak ada siapa-siapa disitu selain mereka.
“…………………”
“…………………”
“Taeyeon… mungkin aku akan menerima lamaran oppa”
Taeyeon tidak siap mendengar pernyataaan yang akan membuat hatinya terluka.
Taeyeon ingin bertanya pada Tiffany, ‘Apa kau sungguh-sungguh mencintainya?’
Tapi dia tidak sanggup menanyakannya, takut hatinya akan terluka lebih dalam lagi.
Taeyeon berusaha memikirkan lirik lagu yang nanti akan dinyanyikannya untuk melupakan soal Tiffany. Tapi tidak terlalu berhasil. Apalagi dengan Tiffany berada di sampingnya sekarang.
Menyadari Taeyeon yang tidak bereaksi apa-apa.
“Taeyeon?”
“Ah, aku cuma sedikit syok saja”
Ralat, bukan sedikit, tapi sangat, batin Taeyeon.
“Kamu sudah mau menikah, sementara aku kepikiran saja belum”
Sekali lagi Taeyeon berbohong. Padahal kata siapa dia tidak pernah memikirkannya? Usianya sudah hampir 23 tahun, sudah tentu dia pernah mempertimbangkannya walau hanya sekali. Apalagi setelah ikut acara We Got Married. Tapi yang ingin dia nikahi adalah Tiffany, only Tiffany!
Bukannya dia tidak punya pria ideal, tapi kalau bisa memilih maka jelas dia akan lebih memilih Tiffany. Menghabiskan waktu bersama dengan Tiffany adalah harta yang tak ternilai baginya. Tidak berlebihan kalau dikatakan saat Tiffany tidak ada disisinya, Taeyeon seperti kehilangan semangat hidup.
Tapi Taeyeon harus menerima kenyataan pahit bahwa negara asalnya tidak menerima pernikahan sesama jenis. Kalaupun dia bisa pergi ke Amerika bersama dengan Tiffany pun sudah terlambat, karena Tiffany memilih menerima lamaran Hyesung.
“Aku akan memberitahukannya pada orang tua dan keluargaku”
“Jadi kau benar serius?”
“Iya, mana mungkin aku bercanda dalam hal seperti ini”
“……………………”
“……………………”
“Wo-wow! Fany ah, kau akan segera menikah!”
Memang harus bilang apa lagi? saat ini dia cuma bisa berkata seperti itu.
“Kamsahamnida Taeyeon, walau sekarang aku lebih suka kamu mengucapkan selamat dan memberiku pelukan” Tiffany tersenyum, memperlihatkan eye smilenya yang manis.
Taeyeon memberi pelukan seperti yang diinginkan Tiffany.
Bukan berarti Taeyeon sudah merestui hubungan mereka. Selamanya tidak akan pernah! Dari sejak mereka jadian saja Taeyeon selalu berharap kalau mereka akan segera putus.
Aku bukan sahabat yang baik, aku tahu itu. Batin Taeyeon.
“Wow, Fany ah, kau akan menjadi seorang istri.”
Akhirnya aku harus mengucapkan selamat tinggal pada cinta pertamaku yang sampai saat ini masih kucintai…
Taeyeon tersenyum menyembunyikan sakit hatinya.
Perih, perih sekali…
Tapi dia berusaha menahan diri. Gimana jadinya kalau dia kelihatan menangis di depan Tiffany sekarang. Apalagi sebentar lagi mau pemotretan. Nggak mau kan kalau pemotretannya jadi harus ditunda gara-gara Taeyeon seorang, padahal dia leader.
Tampaknya hari ini adalah hari terburuk dalam hidupnya. Mendadak Taeyeon merasa menjadi korban dari keadaan.
Harus melihat Tiffany bermesraan dengan Hyesung. Mendengar kalau Tiffany akan menerima lamaran Hyesung. Harus mengucapkan selamat sambil menahan perasaannya. Tidak boleh menangis karena sebentar lagi pemotretan. Benar-benar sangat menyiksa… Ingin rasanya ia berteriak-teriak di pantai sepi untuk melepaskan perasaan yang menyesaki dadanya.
Tiba-tiba handphone Taeyeon berdering di saku celananya. Taeyeon melepaskan Tiffany dan meraih Hpnya. Taeyeon melihat nama yang tertera di layar ponselnya yang berkedip-kedip.
Untuk apa dia meneleponku sekarang? Batin Taeyeon.
“Siapa?”
“Lee Teuk oppa”

*~To Be Continued~*

Advertisements

Comments on: "Locksmith (chapter 1)" (52)

  1. Wah wah wah, kenapa TBC thor?
    Tp gpp, aku suka banget nih, terasa banget pertempuran hati mereka…
    Ini terobosan baru. Hahaha…
    Intinya aku suka banget nih alur ceritanya…
    Bener2 gak sabar aku nunggu next chapternya… Semangat thor…

  2. Wah wah wah, kenapa TBC thor?
    Tp gpp, aku suka banget nih, terasa banget pertempuran hati mereka…
    Ini terobosan baru. Hahaha…
    Intinya aku suka banget nih alur ceritanya…
    Bener2 gak sabar aku nunggu next chapternya… Semangat thor….

  3. aduh ,pake TBC segala ._.
    penasaran banget sama lanjutannya .
    coba deh kalo ada salah satu yg berani ngungkapin perasaan ,pasti gak akan kayak gitu *bikin cerita sendiri*

    update besok ya thorrrr ? #maksa

  4. Kungttadadak said:

    Cobaan apalagi ini buat TaeNy… Taeyeon kasian,…. Aku ngerasain bgt jadi diposisi taeyeon.. *eaeaea sampe nangis loh,thor rasanya T3T ppany babo kenapa ninggalin taeyeon?!!!!!! Taeyeon sini nangis dipelukanku. *ditabok locksmith* update soon! Semoga jungsoo oppa nelpon tae buat nagih utang.. *plak* hwaiting!

  5. Tae yeon saingan hyesung? karena taeyeon di dunia adalah seobangnya Tiffany dan selamanya menjadi seobang tiffany.. hahahaa…
    seru inii… malah tbc.. alaa… lanjuutt yaah…
    oke… aku reader baik dan kamu author baik.. jadi kamu mesti melanjutkannya secepat kau bisa.. *maksa*

    semangat!!

  6. Aduh TBC datang disaat yg nggk tepat

    Leeteuk oppa ??
    Ada hubungn apa taeng sma leeteuk ?
    Update’y jangan lama – lama yah thor

  7. Taefany_kim said:

    Aww…
    Nae appa kasian sngat,,
    menyedihh kann Taenggo appa yg sabar ya huhu ;(
    thor,,, persatukanlah eomma sma appaku jngan sampai terpisah2 kya gtu,
    #plakkk di tabokk author
    jngan lama2 ya thor update’a seru bngt nihh cerita’a, aq suka 😀

  8. Annyeong,, aku reader baru di sini :3
    Alurnya keren deh ini,, tp kasian taeyeon ya *nangis di bwh shower brng taeyeon*
    Update soon ya author :*

  9. Taeny di ff ini perjuangan cinta mereka berliku banget 😦 penasaran dgn kelanjutan nya ,gw dukung taeny bkn taeteuk apalagi hyesung ma fany #gak ikhlas bgt thor,author fighting !

  10. aku suka ff ini. . .
    kasian Taeyeon 😦
    mereka berdua sama2 suka tapi gak pernah mw jujur?
    ish Tiffany cepat nyadar dong !! kasian kan taetaenya 😦
    sabar ya taeyeon. .
    iihh si Hyesung udah main pegang2 aja tuh!!
    gak rela!!!
    pokoknya Tiffany hanya milik Taeyeon ><

  11. hai ….*lambailambaitangan
    ak reader baru …
    keren ini ceritanya ..
    knapa tbc thor
    ditunggu lho next nya ..
    gomawo

  12. siLent_Reader said:

    taeyeon .
    nasib lo sama banget sih sama gw .

    ” cinta bertepuk sebelah tangan “

  13. YoonAddict said:

    Huaa kasyan kid leader ;(
    Lanjut ahh

  14. Taeyeonn huaaaa T_T jujur saja cerita ini sangat mirip dengan kisah hidupku 😦 *curhat* taeng fighting!!! Kamu harus mendapatkan tiffany!!! 😀

  15. Hai …. Saya baru .___. Di tawarin ma teman hha, abis lgi bosan ckck
    Wah wah siapa hyesung? Hha *g kenal*
    Taeyeon 😦
    Lanjut deh

  16. Miss New New said:

    hmmm ceritanya apik
    Bagus
    Bagus seperti biasa hehe

  17. Wahh,,ksian Tae,,
    terasa bnget feelnya dah,,apalgi pas Taeyeon,,
    Fany bner” dah,,mskipun sma aja ksian,,ckkk*apalah
    Next>>

  18. Aduh,nyesek banget yah jadi taeyeon..bagus ceritanya,lanjut~ 😀

  19. blackpearljess** said:

    Bru bca part 1 udh brasa sedihny.. 😦

    Smbil nunggu CS9 (gr2 coment q d part 11, d bls author “sabar aja” k:D) jd penaasarn buka2 dftr ff na author nih,, (Telat bngtt y!??) Heheee…

  20. kasian taetae 😦
    hiks hiks hiks …
    lanjuttt aahh 😀

  21. lee deyeon said:

    Aaaaa kbawa ma cerita ni, jdi ikut sdih deh..
    Pa lg taetae cinta nya tak trbalaskan
    Nyesek baca nya..

  22. Ya ampun,,, untuk sja blom smpi intinya….

  23. woah! perih!
    taeyon onnie! kemarilah! akan kupinjamkan pelukanku untukmu!

  24. Desi si locksmith said:

    Ah…
    Tiffany ga peka ni..
    Malah asik mesra2an ama hyesung…
    Tae…sabar yah…

  25. annyeong.
    gw reader baru *baru nemu ni ff*
    Taeyeon sabar aja yaaaaa… pasti suatu saat kesabaranmu membuahkan hasil

  26. halo,, aku suka bgt ama ff taeny,, aq bru baca,, hehe,, btw minta pw locksmith ch 7 dnk,, alna nanggung bacanya,, hehe,, thx a lot…

  27. anyeong.. reader baru disini..
    nyari2 ff taeny yg bergenre friendship eh malah kelempar di sini.. hehehe ya iya lahh ini genrenya friendship kok…
    sepertinya ini ff udah lama yaa.. nyesel baru nyasar k sini… ckckck
    anyway baru baca yg part 1 aja udah keren begini.. next chap pasti bakalan lebih seru lg niihh..
    izin baca yaa.. salam kenal

  28. Salam kenal aku new readers.. Ff di wordpress ini banyak + yg pertm ku baca taeny. Komen pertama bagus bangeett… Menuju chapter 2 tp mau tau cr dpt pasword yg chapter 7 gmn ya? Ada yg tau cr contact author ga? Pleasw share donk… Thanks ^^

  29. Hwang tae jung said:

    ihh fany gx peka amat -_-
    tae udah lepaskan fany,sama aku aja 😉

  30. Hedeh thor.. Baru part 1 udh kayak ginian 😥

  31. kurnia said:

    Aku paling suka taeny and yulsic ..
    kasian banget tae tae, yg sbar klo jodoh g bklan kemana2 ko. tp klo g jodoh ttp harus dijodohkan…hahaa
    mohon ijin baca ya thor..

  32. Thor sbenrnya udah mulai nulis dari tahun berapa?? Masih syok aja ngeliat list FF-bya hahaha, dimana ada tae pasti ada fany dan dimana ada Taeny psti ada ajannamja kurng kerjaan yg mencoba jadi orng ketiga

    • Dah dr tahun 2011, bulannya bisa dilihat dr homepage
      Dulu memang sering update sih, skrng dah jarang karena sibuk
      Kalau gak ada orng ketiga gak seru haha

  33. tae309 said:

    Ceritanya keren .. Ijin baca ya
    Aki reader baru 🙂

  34. Next chapter ! 😉

  35. Hello thor. Aku new reader dsni :3 salam kenal thor! huaa seru nih kyakny adegan taenyny :3 pngen cpet2 baca chapterny ampe selsai! Thor, semangat trus ya 😉

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: