~Thank you for your comments~

8,5 cm (Chapter 4)

Gomawo untuk semua readers yang comment^^ maaf kalau tidak kubalas, tapi aku sangat senang membaca comment-comment kalian XD
untuk seterusnya aku harap kalian terus comment, baik itu pendek atau panjang atau malah gaje, yang penting comment hehe XD
on to the story~

Sekeliling tidak ada apa-apa, semua hampa dan berwarna putih.
Dimana ini? Mimpi?
Ya, kalau aku bisa berpikir seperti itu, berarti ini pasti mimpi…
“Lee Soon Kyu”
“?”
Sunny menatap aneh ke dewa makanan yang berada di depannya. Wajahnya mirip Sooyoung, tapi Sunny merasa dia bukan Sooyoung.
“Akuilah, sekarang kamu suka sama Choi Sooyoung kan?”
“A-apa?!”
“Kalau tidak, kenapa kamu berbohong segala waktu memeluknya?”
“Ti-tidak itu…! Karena aku takut sama suara petasan jadi aku…!”
“Fufufu, akuilah Sunny Bunny” bahkan gaya bicaranya terdengar seperti Sooyoung sekarang, dia mencolek pipi Sunny.
“Jangan ganggu aku!” elak Sunny dengan pipi merona.
Bagaimana mungkin aku bisa suka sama si tukang makan itu?! Selain itu Sooyoung kan yeoja!
Lagian menyebalkan, kenapa wajahmu mesti mirip dia sih?!
……………………………………………
Hah!
Sunny terbangun dari tidurnya.
Apa…
Lalu dia sadar ada sebuah tangan menindihi bahunya.
Ia berpaling kepada seseorang yang tertidur di sampingnya.
Sooyoung.
Hah?! kenapa aku bisa tidur sama dia?!
Tunggu! Kamar ini bukan kamarku!
Sunny menyingkirkan tangan Sooyoung dengan gemas.
Gara-gara tangannya menindihku aku jadi mimpi buruk!
“nggh… Sunny………”
Sooyoung menyingkirkan tangannya, ah tapi bukan, ia hanya memperbaiki posisi tangannya. Ia memeluk Sunny dan merapatkan tubuhnya.
“……………”
Ia ingin menyingkirkannya tapi tak tega juga membangunkannya.
Dia berusaha mengingat kejadian semalam. Lalu mendadak pipinya memerah. Semalam dia melihat Taeyeon dan Tiffany bercinta di dalam kamarnya. (untuk referensi lihat cerita Byuntaeng ^^ )
Karena itu ia tidak bisa masuk ke kamarnya dan tidur sama Sooyoung.
Ah bego, kenapa aku lupa
Ia memandang wajah tidur Sooyoung lalu mendadak teringat akan mimpinya barusan dan wajahnya memerah.
Suka?! Yang benar saja! Aku tidak seperti Taeyeon dan Tiffany!
BUK
“Aduh! Apa sih Sunny Bunny?!”
“Hahh…!! hahh…!!” jantungnya berdebar gak karuan. Kalau ada yang melihat, wajah Sunny pasti sudah semerah tomat sekarang.
Sial! Hilanglah mimpi sialan!
BUK BUK
Sunny terus melanjutkan memukul Sooyoung dengan bantal.
“Aduh! Sunny Bunny berhenti! Aku tidak mau perang bantal sepagi ini! DX ”
………………………………………
“Aduh… Sunny Bunny, kenapa bangun bangun kau langsung memukulku… tadi sempat kukira kau mau main perang bantal”
“Habis kau nempel-nempel terus, kan gerah!” alasan Sunny. Dia menyembunyikan semburat merah di pipinya.
“Thanks, gara-gara Sunny Bunny, melayanglah semua ayam panggangnya… padahal hampir saja kudapat… =.= ”
Mendadak Sunny jadi teringat kembali. Ia melempar sebuah bantal ke muka Sooyoung. Kalau bukan bantal, sudah bonyok bonyok muka Sooyoung sekarang.
“Aduh apa lagi?!”
“Habis kau bilang tanganku ayam panggang!”
“Hah? kapan?”
Sooyoung mencoba mengingat-ngingat. Bahkan dalam mimpinya pun dia sama sekali tidak merasa pernah berkata seperti itu.
“Hmmph!”
Sunny mendengus dan keluar dari kamar.
Pagi-pagi sudah pertengkaran suami istri, ckckck… pikir Jessica yang berbaring di kasur sebelah.
_________________________________________________________________________________________________________

Di ruang santai yang sepi. Hampir seluruh anggota SNSD out.
Aku nggak ngerti…
Kenapa Sunny tiba-tiba marah?
Memang apa yang sudah kulakukan?
Aku berpapasan dengan Sunny.
Dia cuek.
Ugh…
Tiba-tiba Sooyoung terdorong untuk memberikan sesuatu ke Sunny.
Apa ya…
Ah masak saja! Gak perlu keluar cari-cari barang dan buatan sendiri, ya gak? 😉
Tapi ternyata memasak bukan ide yang bagus…
Sooyoung mencoba memasak, sambil melihat resep.
Saat itu Yuri melihat.
Sooyoung masak?! Jangan-jangan bakal hujan gede hari ini!
………………………………………
Pertama, gagal alias salah perhitungan.
Gimana sih? padahal katanya tingkat keberhasilannya 99,99% ?
Apa akunya sebodoh itu?
“……………”
Ah sial… walau suka makan, aku gak bisa masak!
Ah enaknya kalau punya kekasih yang bisa masak enak, setiap hari aku bisa makan sepuasnya~
Karena sibuk melamun Sooyoung baru sadar kalau tercium bau gosong.
Kedua, gagal juga.
Akhirnya yang ketiga baru jadi. Sooyoung membuat pose kemenangan yang dramatis, seolah-olah baru saja memenangkan piala penghargaan yang didapat dengan susah payah.
Setelah itu ia menyimpannya di kulkas.
_________________________________________________________________________________________________________

“Sunny… ehm… ini buat kamu…”
Puding telur karamel.
“Aku nggak tahu aku salah apa, tapi yang jelas kalau aku sudah bikin kamu marah, maafkan aku” ucap Sooyoung dengan menyesal.
Melihatnya hatinya jadi tersentuh.
Ah apa yang kupikirkan, ini kan bukan salah Sooyoung
Akunya yang kekanakan…
Sunny mengambil sendok di atas piring, mencoba secicip. Lalu ia menatap gadis yang tampak menyesal itu dengan sorotan amat lembut.
“Enak……… Sooyoung… terima kasih ya…”
Sooyoung tersenyum senang.
Sunny menunduk, “Mianhae… sebenarnya ini bukan salahmu…. Ada yang sedang kupikirkan… Dan tanpa sadar aku malah jadi melampiaskannya padamu… Sekali lagi maaf….”
“……begitu ya” Sooyoung lega. “Ya sudah, makanlah Sunny”
Sunny lanjut makan sesuap lagi.
Hekh!
Sunny tidak bisa menikmati makan melihat Sooyoung yang terus melihat dengan mata penuh keinginan.
“…………”
Ya sudah deh
Akhirnya malah 70% dimakan oleh Sooyoung sendiri.
Sunny geleng-geleng. Tapi senyum tidak lepas dari wajahnya.
_________________________________________________________________________________________________________

At dorm. Saat ini hanya ada Sunny dan Sooyoung berdua.
Sooyoung memulai percakapan dengan merengek.
“Aduh lapar! Sunny Appa buatin makanan dong!”
“Buat saja sendiri” katanya cuek.
“Ahhhh~!”
“Bukannya waktu itu kamu bisa bikin puding?”
“Huuu, tapi untuk bikin itu aku sampai gagal dua kali. Sunny pelit, aku cari makanan di kulkas aja ah!”
Sooyoung bangun dari sofa dan berjalan menuju kulkas tapi tubuhnya sudah keburu mengecil.
Tiba-tiba mereka merasakan sebuah guncangan, rasanya sedikit pusing.
“Apa barusan itu gempa kecil?”
“!! Sooyoung!!”
“heh?”
Sunny menunduk melindungi Sooyoung kecil dengan tubuhnya.
Tepat saat itu tumpukan kardus jatuh dari atas lemari mengenainya.
BRUK BRUK
“!!”
“………………………”
“Sunny!”
Sunny tidak sadarkan diri. Sooyoung menyelinap keluar dari tangannya lalu menggoyang Sunny, tapi dia tidak bangun.
Gawat! Jangan-jangan kepalanya terbentur!
Tenang! Jangan panik Sooyoung! Pokoknya sekarang kamu harus jadi besar dulu!
Ia mencari ide, karena tidak mungkin dia bisa membuka kulkas dengan tubuhnya yang sekarang.
Sooyoung mencari-cari sesuatu yang bisa dimakan. Kebetulan ia menemukan remahan cracker di lantai tak jauh darinya. Ia langsung memakannya dan berubah menjadi besar. Lalu ia menghampiri Sunny.
“Sunny!”
Ia mengangkat tubuh Sunny dengan mudah dan membaringkannya di sofa terdekat.
Lalu mengeluarkan HP dan menelepon paman Sunny.
Pada dering ketiga terdengar suara di seberang sana.
“Halo Soo-“
“Paman! Cepat panggil dokter sekarang juga! Sunny tidak sadarkan diri!”
“Ada apa sebenarnya?”
“Penjelasannya nanti saja!”
Sepuluh menit kemudian.
“Tidak apa-apa, dia hanya gegar otak ringan, kalau istirahat dia akan baik-baik saja. Kurasa sebentar lagi dia akan siuman.” kata dokter dengan suara profesional.
“Syukurlah… Sunny”
“Sebenarnya apa yang terjadi Sooyoung?”
“Sewaktu gempa kecil tadi, dia tertimpa tumpukan kardus yang cukup berat…”
“Oh…………… kalau begitu paman dan dokter pamit dulu ya, titip Sunny”
“Baik paman, terima kasih dokter”
Mereka berjalan keluar dan pintu tertutup, suasana kembali hening.
Pandangan Sooyoung kembali tertuju pada Sunny.
Hmm… lebih baik tidak memindahkannya dulu.
Sooyoung berjalan ke kamarnya sendiri, mengambil selimut miliknya. Lalu kembali dan menyelimuti Sunny.
Ia duduk di lantai sebelah sofa. Tangannya membelai kepala Sunny.
Kalau saja Sunny tidak melindungiku tadi, mungkin aku sudah mati…
Perasaan sayang Sooyoung pada gadis itu semakin tumbuh.
Terima kasih Sunny…
Sooyoung memegang-megang rambut Sunny. Baru kali ini ia memandang Sunny dengan tatapan selembut ini.
Aku selalu saja merepotkanmu ya…
Karena dia sangat baik padaku, aku sering melupakannya…
_________________________________________________________________________________________________________

“Sunny, mulai sekarang kau tidak usah mengkhawatirkanku lagi meski aku jadi kecil.”
“Eh?”
“Aku baik-baik saja, sekarang aku sudah terbiasa, malahan aku sudah bisa mengontrolnya dengan baik.” Sooyoung berhenti sejenak untuk menarik nafas.
“Akan kubuktikan”
“Eh? Hei!”
Sooyoung berubah menjadi kecil kali ini dengan disengaja.
Tiba-tiba para anggota SNSD yang lain datang, membuat Sunny terpaksa bungkam.
“Sunny, kamu lagi apa?”
“Ah nggak”
Ekor matanya mengawasi dengan resah Sooyoung yang naik ke atas meja dan melompat dari tepi meja. Dia bergelantungan di baju Tiffany, lalu kemudian melompat ke jari Jessica, lalu kemudian melompat lagi ke punggung Seohyun. Tentu saja tanpa sepengetahuan mereka, mereka hanya merasa ada sesuatu yang menyentuhnya.
“!!”
Sunny sangat khawatir sewaktu Sooyoung melakukan semua itu.
Kemudian setelah loncat dari satu tempat ke tempat lain, ia berbalik memandang Sunny dan memasang tanda peace.
Walaupun dia berkata begitu tetap saja aku tidak bisa berhenti khawatir… batin Sunny.

*~To Be Continued~*

Advertisements

Comments on: "8,5 cm (Chapter 4)" (17)

  1. wah wah wah benih2 asmara sudah mulai tumbuh… Hihihi…
    Cerita yg bagus thor, part ini lumayan panjang yah…
    Kutunggu next chapter thor…

  2. Cieee(?) sunny masi ska khawatir brati suka nih sama soo ngaku aja atau ga soo buat aku ya #ditendang sunny ahahaha
    author critanya bgus ska deh SooSun XD dtnggu chap slnjtnya Hwaiting ! ^^

  3. Gw faith Reader baru ehm salam kenal thor,ff nya bagus semua thor,maaf kalo komentarnya pendek,author fighting!

  4. sooyoung walaupun tidur tetap aja pikirannya makanan.

    Klo disuruh pilih pasti sooyoung milih makanan daripada sunny#ditimpuksunny

    • gak jg lho XD
      buktinya yg scandal di pantai itu Sooyoung lbh milih main2 sama Sunny di pantai dibanding langsung ngacir makan sm personil yg lain XD

  5. acie cieeee……
    bentar lagi ada yg mau jadian nihhh…
    kekekekeke

  6. pengeeennnn lanjuuuttt ceritanya seruu….. cinta sejati soo yang bakal buat kamu terus2 an gedee… hahha.. atau jangan2 kamu terus2 kaya gitu sampe kamu nikah sama sunny…
    eemm.. :3
    lanjuuut hwaiting!!

  7. Sonejatim said:

    Soosun,couple yg jrang skali aq bca,,bagus bnget crita’a,pngen cepet” baca lanjutan’a,..

  8. taetae_fun said:

    hehehe…
    mian bru coment dsni,,
    aku suka ma critanya..
    dtunggu klnjutanny..

  9. Lucu… Lucu…
    sukaaaa…

    SooSun Couple… XD

    aQ langsung ke part slanjut’a aja deh… 😀

  10. Choi soora said:

    Wah ceritanya semakin bagus. Daebak thor ! Lanjut~

  11. Miss New New said:

    Unnie Soo berjiwa petualang heehe
    Lanjut ah

  12. andhilyoonyulsic said:

    hmm.. sooyoung cari cari perhatian nih …
    sunny .. baik banget sih kamu .. relain tubuh mu yang sedikit pendek tertimpah tumpukan kardus … hehehe bercanda … peace … ;D

  13. Hhhaa,,,,bneran kren critanya,,,
    Lucu kli ya Soo jdi Sgede kutu gtu,,,,

    Next

  14. lee deyeon said:

    Ciee Sunny nyelamatin Syoo, hihi..
    SooSun trnyata bisa sweat jga ya..

  15. soo, nakal!
    kalau jatuh terus keinjak gimana?
    kan kasihan, nanti sunny sedih lho!

  16. Ahahaha XD Sooyoung unnie, aku membayangkan unnie disini nggak berhenti-hentinya ketawa XD Pasti lucu sama imut banget kalok Sooyoung unnie jadi kecil kayak gitu XD
    Yang paling kekenya kan kak Maifate, waktu Sooyoung unnie lompat-lompat XD Wkwkwkwkw XD Gubrak banget kalok ketahuan XD
    Hahahaha XD Next chapter lah. Senangnya bisa kembali baca ff SooSun kaya gini 😀

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: