~Thank you for your comments~

Uji Nyali di Tengah Gunung

Pairing TaeNy, SooSun, and mainly YoonYul moment *silakan bersenang-senang YoonYul fan^^
PS : untuk lebih menghayati, bagian silent moment silakan dibaca pelan-pelan 😉

Hari ini para anggota SNSD piknik ke gunung. Hanya mereka bersembilan saja.
Setelah perjalanan mendaki gunung yang meletihkan di siang hari. Malam harinya.
“Yah! mari kita adakan uji nyali!” seru Sooyoung tiba-tiba.
“Ehhhhhh?!”
“Gak asyik kan kalau udah kesini tapi gak uji nyali.”
Para anggota yang lain saling berpandangan.
“Tenang saja uji nyali ini berpasangan. Nah, silakan diambil undiannya”
Masing-masing mengambil kertas yang dipegang oleh Sooyoung.
“Sudah dapat semua? Silakan dibaca!”
………………………………………………
“Oke, jadi urutannya seperti ini”
“Nomor satu pasangan TaeNy, ehem maksudku Taeyeon dan Tiffany”
“Apaan tuh Sooyoung, kamu ketularan fans ya?” sindir Yuri. Yoona memukul bahu Yuri sambil tertawa. Yang lain ikut tertawa, sementara Tiffany dan Taeyeon hanya cengar-cengir.
“Ahaha just kidding! lalu nomor dua aku dan Sunny”
“Nomor tiga Yoona dan Yul”
“Nomor empat, Sica sama
“I’ll pass, aku ngantuk mau tidur saja” potong Jessica.
“Sica effect?” pikir Taeyeon.
“Yah gimana sih Sica”
“Psst… pasti Sica takut tuh, cuma nggak berani ngaku” bisik Yuri.
“Hihihi benar juga”
“Kedengaran tahu omongan kalian, sebenarnya aku nggak mau karena aku nggak berpasangan dengan Yul” batin Jessica.
“Ya sudah berarti sisanya tinggal Hyoyeon dan Seohyun”
_________________________________________________________________________________________________________

“Yah! sekarang berangkat berurutan. Jangan khawatir, tadi siang jalannya sudah kuberi tanda, jadi kalian tinggal ngikutin rute yang sudah diberi tanda saja”
Pasangan giliran pertama.
Taeyeon dan Tiffany menatap jalan gelap di depan sana.
“Aku takut nih Tae…” Tiffany memegang lengan baju Taeyeon.
“Heheh, nggak usah takut Fany ah, ada aku,” Taeyeon meraba pantat Tiffany.
“Hyaaaaaa! Byuntaeng!” Tiffany menggebuk lengan Taeyeon. Taeyeon malah tertawa.
“Disaat begini pun Taeng tetep byun ya” komentar Sooyoung. Yang lain mengangguk setuju.
………………………
Kira-kira lima menit kemudian.
“Oke, sekarang giliranku dan Sunny Bunny”
Dilihatnya Sunny sedang berdiri di sebelahnya.
“Hehe takut ya Sunny?”
Sooyoung menjulurkan tangannya kepada Sunny. “Mau pegangan tangan?”
“Kamu kali yang takut. Ya sudah, sini biar unnie yang menemanimu,” Sunny menggandeng tangannya.
“Ceh, lagaknya,” Sooyoung memutar bola matanya. “Kalau begitu kami duluan ya, lima menit lagi kalian menyusul oke”
Lalu saat itu Sooyoung dan Hyoyeon saling mengedipkan mata yang hanya mereka saja yang mengerti.

Lima menit kemudian.
Giliran Yoona dan Yuri.
“Kami duluan ya”
Mereka saling melambai pada Hyoyeon dan Seohyun.
Setelah mereka sudah cukup jauh.
“Nah sekarang saatnya secret plan,” ada senyum licik di wajah Hyoyeon.
“Hah?” Seohyun menatap Hyoyeon tidak mengerti.

Sementara itu pasangan Sooyoung dan Sunny.
Kretek
“Kyaa!”
“Ah tahunya cuma keinjak ranting!” Sunny melihat sekeliling. Biar dia bukan orang yang mudah takut, tapi tetap saja dia tidak merasa tenang di tempat gelap.
“Gelap banget… eh Sooyoung…”
“Lho? Sooyoung?”
Begitu memalingkan wajah sebentar saja Sooyoung sudah menghilang, kini Sunny tinggal sendirian.
“Sooyoung?! Dimana kamu?!” tanya Sunny mulai panik.
Padahal tadi bilangnya gitu, tapi sekarang aku malah ditinggal sendirian! batin Sunny.
“Sooyoung! Kamu jahat! Jangan lari sendirian dong!” teriaknya gemas.

Sementara itu pasangan Yoona dan Yuri.
“Rasanya barusan aku mendengar teriakan Sunny” kata Yuri.
“Masa?”
Tak jauh dari tempat Yoona dan Yuri, ada Sooyoung yang sedang bersembunyi bersama Hyoyeon dan Seohyun.
“Nah ini kesempatan kita,” bisik Sooyoung.
Hyoyeon mengangguk.
“U-unnie… apa tidak apa-apa menakut-nakuti mereka seperti ini?” tanya Seohyun khawatir.
“Bodoh, justru uji nyali nggak bakalan seru kalau nggak ada sesuatu yang mendebarkan”
“Tapi aku nggak enak…”
“Apa kamu nggak pingin ngeliat wajah mereka ketakutan?”
“Itu mereka lewat” potong Hyoyeon.

“Yul unnie, kamu percaya hantu itu ada?”
“Hmm, percaya sih, cuma aku nggak pernah lihat langsung, kyaa!“ Yuri tersandung.
“Yul unnie!” Yoona memegangi Yuri.
“Ada apa?”
“Ah tidak, barusan seperti ada yang memegangi kakiku…”
“Mana?”
Tapi mereka tidak melihat apa-apa.
“………………” wajah Yoona dan Yuri menjadi tegang.

“Hihihi, mereka mulai ketakutan tuh” bisik Sooyoung. Sebenarnya tadi Sooyoung yang diam-diam menarik kaki Yuri.
“Masa sih hahaha,” Yoona dan Yuri saling berpegangan, mulai ketakutan.
Yoona memberanikan diri, melangkah ke semak-semak di samping.
“Yoo-yoona?”
“Hei hantu atau apapun itu! Jangan ngumpet, ayo keluar!” Yoona berteriak begitu karena mengira ada yang iseng.
“Baaaaaa!!” Sooyoung dan Hyoyeon muncul dengan kain putih yang menutupi mereka.
“Ahhhhh! Hantuuuuu!!”
Yoona dan Yuri menjerit histeris dan berlari terbirit-birit.
“Sukses besar!” Sooyoung dan Hyoyeon berhigh five.
“Nggak nyangka mereka ketipu, hahaha”
Seohyun yang tidak ikutan pun tidak bisa lagi menahan tawa.
…………………………
Yoona dan Yuri masih berlari.
“Itu tadi hantu sungguhan?!”
“Mana kutahu!”
Karena gelap tak sengaja kaki Yoona menginjak ujung tebing.
“Ahhh!”
“Yoona!”
Yuri bermaksud menarik Yoona tapi terlambat, gaya gravitasi keburu menarik mereka berdua jatuh.
“!!”
Sebelum jatuh Yuri berhasil memeluk Yoona.
BYURR!!

“Uph!!”
Yuri muncul ke permukaan, ia membawa Yoona berenang ke tepian.
“Hahh… hahh…… fuhh…”
Yuri menyibakkan poninya yang basah. Ia merasa badannya sakit tapi ia lebih mengkhawatirkan Yoona yang terbaring tak sadarkan diri di sebelahnya.
“Hei Yoona, Yoona”
Yuri menepuk-nepuk pelan pipi Yoona.
Yoona benar-benar tidak bisa berenang ya… batin Yuri.
“!!”
Gawat! Yoona nggak bernafas!
Kemudian kesadaran mengenanya.
Tunggu! masa aku!
Jantungnya berdebar-debar.
Yuri memandang wajah Yoona. Rambut yang basah, bulu mata yang lentik, dan bibir yang basah. Mendadak dia jadi gugup.
Ah tidak, aku melakukan ini untuk menolongnya…
Deg deg deg
Yuri mendekat dan mencium bibir Yoona, pertama karena ragu-ragu bibirnya hanya menyentuh sedikit.
Maafkan aku Yoona…!
Yuri memejamkan matanya rapat-rapat dan menekan bibirnya, menyalurkan nafas dengan kikuk padanya.
Bibir itu terasa lembut di bibirnya.
Yoona sadarlah…
Tangannya menyentuh dada Yoona dan menekannya beberapa kali.
……………………………………………………
………………………………………
Yoona terbatuk-batuk, air keluar dari mulutnya. Lalu ia membuka matanya.
“Ah syukurlah kamu sudah sadar Yoona”
“Yul unnie…? Ohh”
Lalu Yoona baru sadar kalau mereka baru saja jatuh dari tebing dan tercebur ke sungai.
“Yuk kita cari jalan kembali”
“Sebentar… aku dingin nih…” kata Yoona sambil menggigil.
Yuri melihat ada tumpukan daun kering dan kayu di dekat mereka. Lalu ia teringat kalau ia membawa lighter. Ia mengeluarkannya dan menyalakannya.
“Nah!”
“Wah! Yul unnie hebat!” Yoona mendekatkan tubuhnya ke api untuk menghangatkan tubuhnya.
Ia melepas bajunya yang berlapis dua.
Yuri memandang baju Yoona yang menempel erat di kulitnya. Dalamannya terlihat.
Yuri memalingkan matanya saat Yoona memeras baju.
Gawat! gara-gara CPR tadi sekarang aku jadi berdebar-debar melihat Yoona…!
Tenang… tenang jantungku…
Yuri menarik nafas dalam.
Selama beberapa saat mereka seperti mengheningkan cipta.
“…Yul unnie, kamu punya orang yang disukai?
“Eh?
“Ah tidak… lupakan saja…” Yoona memeluk lututnya.
Dalam hati Yuri merasa lega, karena sebenarnya orang yang disukainya adalah Yoona.
“……………………”
“……………………”
“Aku… punya orang yang kusukai tapi……”
Mendengar itu Yuri merasa dadanya sesak. Ia tidak ingin mendengarnya. Lalu ia bangkit berdiri dan mematikan api yang sudah mengecil dengan menginjaknya dengan sepatu.
“Yoona, kita kembali yuk. Kita cari jalan.”
“Ah oke,” lalu Yoona mengambil bajunya dan berdiri.
“Kita coba jalan kesana,” tunjuk Yuri ke belakang Yoona. “Mungkin kita bisa menemukan jalan naik.”
Lalu mereka berjalan ke arah yang dituju.
Tak lama mereka sampai di ujung tebing, sepertinya tidak terlalu curam untuk dilewati.
Lalu Yoona menyadari kalau Yuri menunggunya bergerak lebih dulu.
“Kenapa? kok nggak jalan?”
“Ah nggak, Yoona jalan saja duluan”
Yoona menyipitkan matanya.
“Yul unnie aneh, ada yang unnie sembunyikan dariku?”
“Nggak ada apa-apa.”
Sewaktu Yoona mau mengintip ke belakang, Yuri menggeser badannya untuk menutupinya.
“Ada sesuatu di belakang unnie? Atau jangan-jangan unnie terluka ya?! perlihatkan!”
Yuri berjalan mundur.
“Nggak apa-apa, cuma sedikit…”
Yoona mendekatkan wajahnya, menatapnya tajam, “Ayo perlihatkan!”
Yoona memutar tubuh Yuri dengan sedikit memaksa. Yuri memejamkan matanya dan pasrah saja mendengar komentar Yoona selanjutnya.
“!!”
Ada sebuah koyakan besar di baju Yuri daerah punggung dan luka sepanjang kira-kira 15 cm, masih ada darah.
“Yul unnie! Luka ini!! Kapan?!”
“Mungkin tergores batu sungai waktu jatuh dari tebing tadi. Tapi nggak apa-apa kok, lihat darahnya juga sudah berhenti.”
Yuri membalikkan diri, tidak mau Yoona melihatnya lebih lama.
“……………”
Karena Yuri sedari tadi tidak mengaduh kesakitan, Yoona sama sekali tidak menyadarinya.
“Yoona?”
Air mata menitik dari mata Yoona.
“Yul unnie… pabo… kenapa malah menyembunyikannya…”
Yoona memeluk Yuri, berhati-hati agar tidak menyentuh lukanya.
“Eh? Yoona?”
“Dasar bodoh…… unnie tidak tahu betapa khawatirnya aku…”
“……………mianhae Yoona……… gomawo…”

………………………………………………
Jalannya menanjak dan berbatu.
“Unnie nggak apa-apa?”
“Nggak apa-apa”
Luka yang besar… pasti sakit sekali
Aku saja kalau teriris pisau sedikit saja sudah merasa sakit
Sedari tadi Yul unnie terus menahannya ya…
Baiklah!

Tanpa ijin Yoona langsung menggendong Yuri di punggungnya.
“Yoona!”
“Sudah diam ah!”
“Aku nggak apa-apa, turunin!”
“Gara-gara aku Yul unnie terluka, nggak mungkin aku bakal diam saja!”
“………………”
Yuri tahu kalau Yoona sudah keras kepala, siapapun tidak dapat menghentikannya, akhirnya Yuri memilih diam.
“………………”
“………………”
“Tapi Yul unnie berat juga, akhir-akhir ini unnie gendutan ya?”
“Sori saja aku nggak tukang makan kayak kamu!”
“Ahaha! ………………haha…… WAAA!” Yoona sedikit terpeleset ketika menginjak bebatuan, tapi dia berhasil mempertahankan keseimbangan.
“Akhs…!” Yuri meringis.
“Yul unnie?!”
“Tidak apa-apa… lukaku cuma sedikit sakit saja…”
“Mianhae! Tahanlah Yul unnie……”
“Haha selama kau menggendongku Yoong, tentu saja aku tahan…..”
“……………………”
“……………………”
“…………unnie……”
“Ya……?”
“Masih sakit…?”
Lalu Yoona baru menyadari kalau dia baru saja menanyakan pertanyaan yang bodoh! Sudah tentu jawabannya sudah jelas.
“Iya…” jawab Yuri sambil mengerenyit menahan sakit.
“……………………”
“……………unnie………” Yoona menggigit bibir bawahnya. “Aku menyukaimu………”
Mata Yuri melebar tidak percaya, mendadak dia lupa rasa sakitnya.
“Karena itu kumohon Yul unnie…… jangan korbankan dirimu demi aku…” kata Yoona dengan suara gemetar.
Suasanya sunyi. Dan selama itu pula Yoona sangat takut mendengar jawaban Yuri.
“Justru karena itu…”
Yuri memeluk leher Yoona.
“Karena aku juga menyukai Yoona makanya aku ingin melindungi Yoona…”
Sekarang giliran Yoona yang tidak percaya. Dia tidak menyangka kalau Yuri juga memiliki perasaan yang sama terhadapnya.
Tapi dia juga sekaligus mengerti kalau luka di punggung Yuri adalah karena Yuri melindunginya sewaktu jatuh di sungai tadi.
“Unnie…” Yoona merasa terharu.
“Janji ya… mulai sekarang kalau ada apa-apa unnie harus cerita padaku… jangan sembunyikan lukamu…”
“Iya… aku janji Yoong…” Yuri menempelkan pipinya dengan mesra di pipi Yoona.
Sesaat Yuri benar-benar lupa dengan rasa sakit yang menyengat di punggungnya, dia terbuai oleh kebahagiaan yang berlimpah. Malah dia menginginkan momen ini tidak pernah berakhir kalau saja rasa nyeri tidak kembali padanya.
“Ah! Itu dia mereka! Oiiiiiiiii!!”
“Semuanya!” seru Yoona lega ketika melihat mereka semua berkumpul.
Para anggota yang lain berjalan mendekati Yoona yang menggendong Yuri.
“Unnie! Punggungmu berdarah!” pekik Seohyun cemas.
“Ini gara-gara Nasoo yang terlalu usil! Hayo minta maaf!” kata Taeyeon sambil menatap tajam Sooyoung.
“Kamu juga tadi ninggalin aku!” timpal Sunny.
“Aduh ampun! Aku nggak tahu bakal jadi begini! >.< ”
Sementara Hyoyeon yang ikut ambil bagian berlagak pura-pura tidak tahu.

Walau terluka tapi aku sama sekali tak keberatan, karena kejadian ini mendekatkanku dengan Yoona yang sangat kusukai, pikir Yuri senang.

*~Fin~*

A/N : Comment? 😉

Advertisements

Comments on: "Uji Nyali di Tengah Gunung" (29)

  1. sooyoung memang jahil bgt ya.tpi,gpp karena itu yoonyul bisa tw perasaan masing2.

    Terus sic gimana thor(?)

  2. wah wah wah yoonyul akhirnya bersama. Hahaha
    udah lama ff yoonyul punah, akhirnya muncul lg. Wkwkwkwk… Para ace pasti senang nih, hahaha… RF pasti pada dongkol nih, ckakakakakak…

  3. wow daebak deh buat yoonyul ny i like it~

    jarang bgt nemu yoonyul di wp org paling di wp sendiri ada ny -,- klo bukan krna yoonyul mungkin ga akan ada di wp ini hehehe thanks alay oppa for info

    Fighting!

  4. aku suka ama fanfic kamu. .^^
    kamu suka YoonYul ya? agak kasihan juga sica gak ikut karena Yul pasangan ama Yoona. hehehe
    soo jahil banget. untung yul ama yoona gak sampe di bawa ke rumah sakit –‘

  5. YoonYulSic said:

    sooyoung memang jahil banget sihh … tapi aku suka koq orang yang jahil .. hehehe …
    jatuh dari tebingi?? apa tidak terlalu lebay thor … tapi ngga apa-apa dehh dan tetap keren koq .. dengan jatuhnya dari tebing YoonYul jadi semakin dekat …

    ehh .. jessica .. koq malah tidur sih ?? maaf aja yahh kayanya yurinya pindah hati tuhh … hehehe …

    • gak, gak lebay, kalau di gunung kan memang sering ada kejadian gitu 😀
      asal jgn dibayanginnya setinggi jurang ya 😛

  6. Ken-TaeNy Hwang said:

    wahhh, yoonyul…
    soo sperti biasanya selalu jahil..
    hhmm, tpi klo bgini sica kasian bgt….cintanya bertepuk sbelah kaki….
    wkwkwkwk

  7. sooyoung sarap ==

  8. Jiahh,Soo bner” dah jahilnya,,tpi itulah d blik kejahilan Soo,ada kebahagiaan ,,kkeekee YoonYul punya moment yng tk terlupakan,,,
    *apadeh

  9. betewe, sica onnie aman aman aja ngga tuwh d tinggal sendiri? kan serem malem malem d tengah gunung pula sendirian begitu

  10. lee deyeon said:

    Hihihi agak aneh sih baca YoonYul, baru prtma jga baca yg YoonYul..
    Bguus kok pngorbanan nya Yul..
    Tpi sica nya ksian..
    Sica ma akamu aja ya???

  11. belom sempet baca tapi nanti offline, salam kenal senpai maifate, baru sempet review walo belum pernah selesai baca fict senpai loh, kayak a yang pake paswod itu nc ya? Ehehhhhee syukurlah kalo gitu gue gak bisa buka *sadar diri

  12. shyemlakkumaa said:

    sesuai saran, baca part silent momentnya pelan-pelan..^^
    Mmm… baca yg beginian nihh yang bikin dilemaa..
    jiwa twintrooper selama 2thn kembali bergejolak setelah enam bulan maen ati ke Loyalist YoonHyun.. *curcol.. kekekek~
    Suka dehh ceritanya.. maniss banget kayak gulaku..#ehh..
    udahan ahh pull bacot komennya..
    mw ubek2 archive dolo..*kaboorrr bawa sereal Yoongiee~~~

  13. Desi si locksmith said:

    Ya allah..
    Ngakak masa..
    Jahil bnget soo ama hyo..senang tp..
    Ada momentny yoonyul..
    Kkkk

  14. Waah hyoyoung jailnya. Tp brkat kejahilan mrka brdua yoonyul jd tau perasaannya msg2 ^^. Nice thor.
    New reader imnida.

  15. Always loyalist said:

    Yaah wlaupun aq bukan twin trooper,tp aq suka kok sm ff mu yg ini,moment yoonyulx frelx dpet lah.

  16. hennyhilda said:

    Entah knp stlh baca ff yg ni aq jd sk m yoonyul hadehhh
    arghhh author tanggung jwb udh bqn aq dilema kygn hikz hikz
    yoonhyun maafin aq,salahkan author krn bqn aq deg2an m yoonyul huhuhuhu 😦
    Semangat author

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: