~Thank you for your comments~

Sewaktu sedang berjalan di lorong asrama menuju kamarku aku melihat Hyunnie sedang termenung sambil bersandar di tembok. Sepertinya ia tidak melihatku. Mendadak muncul pikiran usil untuk menggodanya.
Aku sedikit mengendap-ngendap kemudian saat sudah dekat-
“Dorr!!”
“Kyaa!?”
“Unniee~! Ngagetin ah!”
“Hahaha Hyunnie, lagi suka sama seseorang yah?”
Pipinya merona, sepertinya tebakanku benar.
“Hehe, kalau gitu kuajarin jimat nih,” aku berdiri di sebelahnya. “Angkat sebelah tanganmu seperti ini.”
Untuk memberinya contoh aku memperagakannya.
Hyunnie mengangkat tangan kanannya ke depan meniruku, masih tidak mengerti apa yang hendak kulakukan.
“Lalu lipat semua jarimu kecuali jari kelingking.”
“Begini?”
“Ya begitu, kalau kamu arahkan ke arah orang yang kamu cintai, maka orang itu akan membalas perasaanmu”
Sesaat matanya tampak berbinar.
“Darimana unnie tahu ini?”
“Aku membaca dari suatu tempat, tapi katanya ini cuma karangannya sendiri, meski begitu kupikir ini menarik untuk dilakukan,” aku tersenyum sambil masih membiarkan jariku menggantung di udara.
“Hmm,” Hyunnie melihat ke arah jari kelingkingnya sendiri, seperti sedang memeriksanya. “Kenapa harus jari kelingking?”
“Kau kan tahu budaya Jepang, jari kelingking itu artinya pacar. Dan kalau berjanji mereka menggunakan jari kelingking. Mungkin dari situlah asalnya”
Aku melihat senyum di wajah Hyunnie. Senyumnya tampak lebih manis dibanding biasanya. Hyunnie… pasti sedang memikirkan orang yang disukainya…
“Maknae~”
“Oh, Sooyoung unnie memanggilku, sudah dulu ya Yoona unnie”
“Nanti cobalah pada Yonghwa oppa ya Hyunnie”
“Ke-kenapa bisa tahu?!”
“Hehe, rahasia”
Tentu saja, karena aku selalu mengawasimu…
“Eh apa? apa? kalian bicarain apa?” tanya Sooyoung penasaran.
“Nggak ada apa-apa kok”
Aku mengawasi mereka yang semakin menjauh.
“………”
Sesaat hatiku trenyuh melihat punggung orang yang kucintai menjauh, apalagi memikirkan bahwa dia sudah menyukai orang lain.
Aku mengangkat tanganku pelan-pelan dan melakukan hal yang kulakukan bersama dengan Hyunnie tadi. Kuarahkan jari kelingkingku ke punggung Hyunnie.
Hyunnie… seandainya kamu tahu…

Seohyun’s POV

Ngg?
Aku memalingkan kepalaku untuk melihat ke arah Yoona unnie. Dia masih berdiri disana. Ketika melihatku sedang menatapnya, ia melambai kecil.
Aneh, sesaat aku merasa sesuatu
Apa cuma perasaanku ya?
Kemudian aku teringat akan hal yang baru saja Yoona unnie ajarkan padaku.
Apa kucoba saja ya nanti…

Yoona’s POV

“Hyunnie…”
“Ya?”
Aku menatap lurus ke matanya. Di hadapannya aku mengangkat tangan kananku. Dan kemudian melipat semua jariku kecuali jari kelingking.
“Eh? Unnie?” Hyunnie memandangku dengan keheranan.
Aku memejamkan mataku sesaat. Entah kenapa saat ini aku merasa begitu tenang, jantungku juga tidak berdebar cepat. Rasanya aku bisa mengatakannya. Lalu aku membuka mataku.
“Saranghae, Hyunnie…”
Atau setidaknya begitulah drama yang terjadi dalam pikiranku. Kenyataannya jauh dari harapan. Beberapa detik kemudian aku merasa wajahku terbakar.
“Argh!! Tidak bisa! Memikirkannya saja sudah mau mati!” aku menggaruk-garuk kepala dengan frustasi. Dan kemudian menjatuhkan diriku di kasur. Memandang langit-langit kamar dengan tatapan hampa.
Kenapa aku begitu pengecut…
Padahal aku tidak mau terus begini, aku ingin bisa mengatakannya pada Hyunnie…
Tapi… aku sudah kalah sebelum bertanding bahkan sebelum aku menyatakannya
Jadi aku hanya bisa berdiri di pojok, mengawasi perkembangan hubungan mereka berdua.
Sakitnya minta ampun…
Hyunnie… walau aku ingin mendukungmu tapi aku tak bisa…
Di suatu tempat di hatiku, aku tidak ingin melihat dirimu berbahagia dengannya.
Tapi kamu menangis… aku jadi tak tega.
Meski diriku menderita, tapi aku tidak ingin melihatmu menderita juga.
Seandainya… aku bisa jadi kekuatan bagimu…
Jadi aku mendekatinya dan mengajarkan jimat itu padanya.
Setidaknya itu akan sedikit mencerahkan parasmu.
…kau sungguh beruntung oppa… dicintai oleh Hyunnie…
Aku tahu kamu juga menyukai Hyunnie, hanya saja kamu belum menyadarinya.
Cepatlah kamu balas perasaan Hyunnie ini, kalau tidak…
Akan timbul keinginan dalam diriku untuk mengambil Hyunnie darimu…
________________________________________________________________________________________________________
Tapi tidak butuh lama.
Ketika melihat wajah Hyunnie yang tampak cerah hari itu, aku sadar kau sudah membalas perasaannya.
Wajah yang tampak bahagia
Setidaknya untuk yang terakhir kalinya biarkan aku…
Aku mendekat dan memegang kedua pipinya dan menatapnya.
“Yoona unnie?”
Menciumnya di bibir.
“?!”
Hanya beberapa detik sebab kurasakan tubuhnya sedikit mengejang.
“Selamat Hyunnie,” aku memasang senyum terbaikku sebelum ia sempat berkata apa-apa.
Wajahnya masih tampak heran dan sedikit tidak percaya tapi ia lalu berkata, “Te-terima kasih, Yoona unnie”
Aku tersenyum walau hatiku menangis.
Dengan begini selamat tinggal cintaku…

Seohyun’s POV

Aku terkejut sekali waktu Yoona unnie menciumku…
Jantungku sempat berdebar-debar, pasti ada yang salah denganku!
Tapi waktu itu aku tidak sempat pikir karena setelah itu kau tersenyum dan mengucapkan selamat padaku.
Namun matamu basah. Wajahmu tampak seperti mau menangis.
Seakan kalau aku memalingkan wajahku walau sekejap saja, air mata akan mengalir di wajahmu.
Aku… tidak pernah bisa melupakan ekspresinya saat itu…
Dan tidak lama barulah aku sadar kalau unnie mencintaiku.

………………………………………………………

Malam itu.
GLARR!!
Gluduk gluduk
Petir seperti berlomba-lomba untuk menakut-nakuti orang.
“Hujannya deras sekali maknae, kayaknya aku gak bisa pulang malam ini,” jelas Hyoyeon unnie di telepon.
“Oh oke”
Aku mematikan Hpku. Lalu kembali memandang keluar jendela, diluar hujannya sangat deras.
Saat ini semua para anggota SNSD kecuali aku sedang bepergian. Dan mereka semua terjebak hujan diluar sana.
Kalau tadi siang aku juga keluar atau ikut mereka mungkin sekarang aku tidak akan sendirian disini.
Aku harus melewati malam ini seorang diri…
Ya sudahlah.
Kunci pintu dan jendela lalu tidur.
Setelah melakukan itu aku duduk di kasur. Gemuruh petir membuat jendela bergetar. Serasa sedang mengguncang seisi asrama.
Ada perasaan sepi merayap memenuhi dadaku.
Ah… seandainya saja Yoona unnie ada disini… pikirku sambil memeluk bantal.
Tunggu, kenapa aku malah membayangkan Yoona unnie?!
Tiba-tiba
GLARRR!!
Phet!
Eh?
Mati… lampu?!
Sekeliling menjadi gelap gulita.
Sudah itu aku terjebak dalam asrama sendirian.
Hiiii….
Kalau bisa melihat barangkali mukaku sekarang sudah pucat pasi.
“Su-suara! Aku butuh dengar suara orang!”
Lalu sambil setengah meraba-raba, aku mengambil radio dari laci meja.
Untunglah aku punya radio yang memakai batere.
Dengan sedikit panik aku segera menyalakannya.
“Di malam yang sunyi ini… hanya sendirian di asrama”
Aku membatu.
“………dari jauh terdengar sebuah langkah kaki menapaki lorong asrama yang gelap…”
“terdengar sebuah bisikan…”
“Semakin mendekat… dan mendekati pintuku…”

“Kyaaaaaaa!!!”
Tiba-tiba pintu terbuka dengan keras.
“Hyunnie! Ada apa?!”
Aku tidak tahu itu siapa tapi aku seperti menemukan sebuah penenangan. Dengan setengah berlari aku menghampiri dan memeluknya.
“Hyunnie?”
“Jangan lepaskan, kumohon!” aku meremas kain bajunya.
Kemudian ia tidak berkata apa-apa lagi dan melingkarkan tangannya, memeluk bahuku.
Aku mengistirahatkan kepalaku di pundaknya. Jantungku berdebar dengan kencang.
Deg deg deg
Apakah ini perasaan takut? Aku tidak tahu, tapi yang jelas aku merasa tenang dan aman…
Aku tidak tahu berapa lama kami menghabiskan waktu berpelukan. Tapi ketika lampunya kembali menyala, aku melihat wajahnya.
“Ah”
Yoona unnie.
“Ma-maaf”
Semenjak kejadian ‘cium’ itu aku jadi merasa agak canggung dekat dengannya.
Yoona unnie tidak berkata apa-apa, dia tidak menatap wajahku.
Kemudian aku baru sadar.
“Unnie… kamu basah”
Butir-butir air masih menetes dari ujung rambutnya. Bajunya juga sebagian terlihat tembus pandang.
Oh ya
“Kenapa unnie ada disini?!”
“Ah… soalnya aku dengar cuma kamu sendiri yang sekarang ada di asrama. Aku jadi khawatir lalu aku pulang…”
Eh… demi aku…? unnie…
Pantas tadi tubuhnya terasa dingin…
“Aku mau ganti baju dulu ya”
“Ah unnie!” tanpa kusadari aku sudah menarik lengan bajunya. “Unnie… habis itu nanti temenin aku ya”
Memang lampunya sudah menyala, tapi aku tidak ingin sendirian…
Yoona unnie tersenyum.
“Tentu saja, kan karena itu aku pulang”
Lalu unnie menutup pintu.
Deg deg deg
Kenapa aku berdebar-debar?
Apakah aku berdebar-debar karena unnie?
Tidak, tidak benar, unnie kan perempuan.
Tapi… badan unnie sangat lembut dan hangat…
Aku… ingin merasakannya lagi…
Setelah beberapa menit Yoona unnie kembali ke kamarku.
Kami duduk berdekatan tanpa berbicara apa-apa. Meski merasa sedikit canggung tapi aku senang dengan kehadirannya.
“Ah, itu… unnie sudah mau tidur?” aku memeluk bantal dengan perasaan tidak rela. Dalam hati aku masih ingin ditemani unnie.
“Ya, apa aku boleh menginap di kamarmu?”
Mendadak wajahku menjadi cerah. Unnie seperti bisa membaca pikiranku.
Lalu aku mengusulkannya untuk tidur satu kasur denganku.
Klik
Lampu dimatikan. Lalu unnie berbaring disisiku. Kami tidur berhadap-hadapan.
Mendadak aku merasa pipiku menjadi panas saat matanya menatapku dengan hangat.
Unnie menggenggam tanganku.
“Kamu sudah tidak takut lagi, Hyunnie?”
“Aku sudah tidak takut lagi… karena ada unnie disisiku…”
Matanya terpana menatapku.
“Unnie, aku…”
Air mata mengalir. Aku menggigit bibirku, kata-kata itu terasa sangat susah untuk diucapkan.

Yoona’s POV

Matanya terlihat cantik, bahkan lebih cantik dari biasanya.
Hyunnie seperti ingin mengatakan sesuatu, nada suaranya terdengar sedikit gemetar. Wajahnya tampak khawatir. Jadi aku membelai pipinya untuk menenangkannya.
“Unnie… aku sangat senang bisa dekat denganmu seperti ini…”
Tangan kami masih saling berpegangan, sentuhan jarinya terasa dingin. Otakku tidak bisa segera mencerna kata-katanya.
“Unnie, saranghae…”
Kupikir aku tidak akan pernah mendengar kata-kata itu.
Nafasku tersangkut, tidak mempercayai apa yang baru saja kudengar.
“Hyunnie…kamu nggak bohong kan? ini… bukan mimpi?”
“Aku nggak akan pernah bohong tentang hal seperti ini!”
Dadaku terasa sesak.
“A-aku juga mencintai Hyunnie…”
Air mata demi air mata mengalir membasahi seprai. Bukan hanya air mataku.
Sekarang kami berpelukan.
“Syukurlah… unnie… kupikir kamu sudah tidak mencintaiku lagi…”
Aku mendekap tubuhnya erat-erat, membisikkan kata-kata yang tulus keluar dari hatiku, “saranghae… saranghae… Hyunnie”
Lagi dan lagi kami saling mengucapkan ‘saranghae’ dengan berlinang air mata.
Ini adalah momen terbahagia dalam hidupku.

Seohyun’s POV

Aku tidak peduli lagi walau unnie perempuan.
Aku mencintainya…
Sambil tersenyum aku mengarahkan jari kelingkingku padanya.
“Oh…”
Unnie mengusut air matanya dan menempelkan jari kelingkingnya pada jari kelingkingku. Tidak bisa kudeskripsikan dengan kata-kata betapa bahagianya aku saat itu.
“Unnie…”
“Hyunnie…”
Lalu perlahan-lahan kami mendekat dan bibir kami saling menempel.
Yang kuinginkan hanya satu…
Semoga cinta kami akan abadi selamanya…
*~The End~*
A/N : Lalu seperti yang sudah ditebak, Seohyun putus dengan Yonghwa dan jadian dengan Yoona 🙂
mudah-mudahan kalian menikmatinya :3

Advertisements

Comments on: "Saranghae Saranghae ~Pinky Finger~" (39)

  1. nah ini dia fairing favorite ane author…
    Hihihi romantic banget ceritanya thor, i love it…

    Btw, stelah ciuman mreka gak macam2 kan thor?
    hihihihi…
    Lanjut author, semangat!!!!!

  2. Wow, Duo Maknae Akhirnya Bersatu 🙂
    Nice FF,Thor! Kapan2 bikin YoonHyun Lagi Yakk

  3. siLent_Reader said:

    pairing maknae ini memang lebih lembut dibanding 3 pairing terdahulunya ( yulsic, taeny, soosun ) xDDD

  4. Kereeenn, aku sukaaa.
    🙂

  5. Choi soora said:

    Wah ceritanya bagus. Pairing yoonhyun.

  6. YoonAddict said:

    Woah.. Dahsyaaat 😮
    Thor, kpn.kpn bkin NC bwt yoonhyun yah ?
    #Plaaakk dijitak author

  7. andhilyoonyulsic said:

    ending yang sangat so sweet …

  8. waw maknae couple akhrny jadian. Kasian dong yong hwa di putusin. Tp ni couple selalu plng polos..

  9. Zuiver_Begrippen said:

    waooow……daebakkkk

  10. phe pie said:

    HaHA tiba2 aja pengen comment2 FF lamamu yang blum smpat aku comment sebelumnya thor. Tapi gak bisa semuanya, jadi aku pilih yang yoonHyun ini aja, coz ceritanya so sweet n happy ending banget lagi.
    Aku suka ama adegan mereka di kasur itu (kata-kataku bikin yang belum baca bisasalah paham nih). Sweet banget mereka di situ, feelnya dapat banget. Aku senang akhirnya Yoong menyatakan perasaannya, tadinya sudah takut bakalan sad ending n Yoong bakalan nyesal gara2 gak bisa jujur ama perasaannya. Untungnya Seo juga punya perasaan yang sama. ^^
    Pas di kasur itu mereka sama2 ngungkapin perasaan sebenarnya n sama2 nangis gara2 senang n terharu, terus berpelukan. Sederhana, tapi sweet gitu. Sebenarnya aku gak gitu percaya ama yang kepercayaan pinky finger gitu. Bagi aku smuanya tergantung dari niat orang itu sendiri. Tapi karna ini YoonHyun aku OK2 aja. XD BTW, klo gak salah ini FF mu yang pertama kali kubaca di WP ini. Gara2 FF ini aku jadi tertarik untuk ngikutin semua FF mu thor. ^^

    • phe pie said:

      Stlah baca~baca lagi trnyata ada yang janggal. Yang pas Yoona masuk ke dorm itu (klo disini author tulisnya asrama) Yoong manggilnya unnie harusnya kan Hyunnie. Gara2 itu aku tadinya bingung itu yang takut glap Seo atau Yoong. Tapi gak mungkin Yoong klo dilihat dari karaktrnya. Trus Seo sblumnya bilang pantas tadi tubuh Yoona unnie trasa dingin. Trus abis itu Seo bilang klo ingin merasakan lagi tubuhnya yang lembut dan hangat.
      Akhirnya mrka ciuman juga, cuma brdua. Romantis bangt. Gak ada unnie2 yang ganggu. Biasanya kan ada aja diprgokin. Biasanya c ama Taeng. XD
      Aku saking sukanya ama FF ini sampai aku baca berulang2. Ini lagi hobi ngubek ngubek FF lamanya author. ^^

    • makasih udh comment ^^
      kalau ada yg janggal nanti akan coba kubetulkan
      yg pinky finger sih just for fun aja^^

  11. gue suka jeti n yunhyun eerr yoonhyun, gagagagagagaga jajajajajaja err gajah (cuma mau tes tombol senpai) oke seo n yoon Ah itu pasangan yang cute n teen, tapi tetep malu malu nunjukin fluf mereka, kalo jeti itu kadangan deket eh kadangan ppany nyueikin sica karena ppany lebih suka taeng, lebih baik sica tidur deh daripada di gituin (guekan gak rela kalo yuri diganggu) lha ini apaan sih?

  12. shyemlakkumaa said:

    uwwahh.. daku melewatkaann epep YoonHyunn!!
    gegara baca lewat hape terus sihh.. baboo!!~__~
    Kyaaaa.. So sweet banget dehh.. YoonHyun emg Jjang!
    mumpung OL di PC, izin baca epep lainnya yehh eonnii..*wink~
    saiia daftar jadi loyal reader dahh di WP ini.. hidup loyalist! kekekeek~~~

  13. yoongkumaseororo said:

    Soooooo sweeeeettt…

  14. Desi si locksmith said:

    Wah….
    So sweet bingit…
    Seohyun akhirnya sama yoona..
    Hahahahhahahaha
    duo maknae bersatu…
    Kkkkkkkkkk

  15. Manisnya, walau cara yoona itu aneh tapi akhirnya berhasil juga 😀

  16. co cweeeet…..
    bkn btepuk sblah tgn lg deh yoona…

  17. kim_taeny said:

    Anyyeong aku readr bru dsni ni prtma klinya ku bca ff dsni critanya daebak yoonhyun emang couple yg pling polos dari lainya and jrang trkena badai kkk 😉 buat authornya good job

  18. Bee my gg said:

    Nah ini br pure n innocent duo maknae… Roamntis abisssss,, ngena d hati.. Authorrr emang jjang! Sering2 yaaaah thorrr ngpost yg gnian, rasa2 nya gmn gtu, Sesuatu bgt daaah pkok nya.. Aplagi pairing nya duo maknae, siiiip buat Loyalist shipper,, hehe…
    Kamsahamnida ,,

  19. Yoonhyun Soo sweet bgettt

  20. YoonHyunn jjang…
    DAEBAK, keren thor…
    semua cerita tentag YonHyun emang keren

  21. kurnia said:

    oh duo maknae so sweet bgett..hahaa
    aku reader bru thor .salam kenal ya..
    dan mhon ijin ny buat bca karya seni yg ad di ff ini..
    TQ.

  22. hennyhilda said:

    Aq sk bgt m yoona n seohyun >.<

  23. Eh, kayaknya udah pernah baca ff ini. Tapi waktu ngeliat dikolom komentar, namaku belum ada. Ahhh, baru ingat. Dulu waktu baca ff ini aku masih jadi silent reader 😀 Maaf yah unnie Maifate 🙂
    Tapi ceritamu keren Maifate unnie (y)
    Semangat terus ! 😀

  24. taenybooboo said:

    cerita yoonhyun yg bener bener manis….

  25. zainyjess said:

    Kirain bakal berakhir nc hahaha #plakkotakyadong

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: