~Thank you for your comments~

Aishiteru

A/N : Ini fanfic SNSD pertamaku XD Pasangan dalam cerita ini adalah Tiffany dan Seohyun. Lalu ada juga aktor Kim Hyesung dan Yonghwa
Oke, langsung lanjut ke cerita~

Aishiteru

Seohyun’s POV

Di depan asrama.
“Kalau begitu aku pergi dulu, Hyunnie,” Unnie tersenyum manis padaku.
“…”
Tiffany, kupanggil dia Unnie adalah teman sekamarku, kemarin baru saja jadian dengan Kim Hyesung oppa. Wajar saja karena mereka pernah melakukan acara bersama. Bahkan Unnie pernah memainkan seruling yang sangat disukainya di hadapannya. Hubungan mereka masih rahasia dari umum. Hanya para anggota SNSD yang tahu.
Sesaat aku merasa dadaku bertambah sesak ketika Tiffany unnie berbalik dan berjalan pergi.
Kujulurkan tanganku, ingin mencegahnya supaya jangan pergi.
Tiba-tiba langkahnya terhenti, tapi dia tidak langsung berbalik. Aku langsung bersembunyi di tembok sebelahku. Dan aku bisa merasakan ia membalikkan badannya untuk menatap ke arah tempat aku berdiri tadi. Aku bersandar di tembok dengan nafas memburu.
Duh, hampir saja
Firasatnya tajam juga.
Aku sendiri tidak mengerti kenapa aku harus sembunyi begini.
Tapi aku tidak mendengar apa-apa dan setelah itu aku mendengar suara sepatunya melangkah menjauh.
________________________________________________________________________________________________________
Aku menatap keluar jendela. Diluar langit mendung.
Sekarang Unnie pasti sedang bersama Hyesung. Aku menatap sebuah cincin perak di jari manis kiriku. Cincin yang sama yang dikenakan oleh Unnie di jari manis kanannya. Cincin yang sekarang menjadi bahan gosipan. Kami menamakannya friendship rings.

Aku mengangkat jariku untuk mengecup cincin itu.
Sebenarnya itu cuma sekedar alasan, karena aku menyukai Unnie. Walau mungkin Unnie hanya menganggapnya sebagai cincin persahabatan.
Lalu ingatanku kembali pada satu jam yang lalu. Saat itu Unnie masih berada disini, di dalam ruangan ini.
Aku menyisiri rambutnya yang masih setengah basah. Wangi shampoonya masih memenuhi lubang hidungku. Aku masih bisa merasakan rambutnya yang halus di jemari-jemariku.
“Hyunnie, baju ini manis gak?”
Unnie terlihat sangat manis dengan baju pinknya.
“Ya, sangat, Hyesung oppa pasti akan tergila-gila padamu” aku berhasil tersenyum tapi mudah-mudahan alisku tidak berkerut waktu mengucapkannya.
Aku sendiri tidak mengerti kenapa aku malah mendukungnya.
Unnie… unnie
Ah padahal aku ini perempuan, tapi kenapa aku begitu menginginkan Unnie?
Tiffany unnie memang manis dan menyenangkan, tapi apa dengan begitu saja bisa membuat seseorang jatuh cinta?
Aku ingin mendekap tubuhnya dengan segenap jiwa ragaku, menyalurkan perasaanku yang selama ini terpendam padanya. Membisikkan cinta di telinganya.
Tapi aku tidak bisa melakukannya, karena kami sama-sama perempuan. Aku hanya bisa memeluknya sebagai seorang sahabat. Dan melepasnya untuk pergi bersama seorang pria.
Aku bisa dekat dengannya, tapi aku tidak akan bisa memilikinya. Sementara Hyesung bisa menciumnya, bisa menyentuh tubuhnya, memiliki Unnie seutuhnya.
Dadaku terasa semakin sesak. Mataku perih.
Untuk pertama kalinya dalam hidup aku menyesal terlahir sebagai seorang perempuan.
________________________________________________________________________________________________________

Tiffany’s POV

“Hmm?” setelah beberapa langkah, entah mengapa kakiku terhenti.
Apa ya? seperti ada perasaan aneh. Aku sendiri tidak tahu itu apa.
Aku berbalik, berharap mungkin aku akan melihat Hyunnie. Tapi tidak ada siapa-siapa disana.
Aneh, kok Hyunnie cepat sekali sudah menghilang?
Ah sudahlah, toh dia juga pasti punya urusan.
Oppa menungguku, aku harus cepat.
Kemudian aku melanjutkan langkahku.
Dari jauh aku sudah melihat Kim Hyesung oppa dalam balutan jaket hitam dan sedang berdiri dengan gaya yang enak dipandang, dia terlihat sangat gagah. Lalu mata kami saling bertemu.
“Tiffany” ia tersenyum padaku.
Jantungku sedikit berdebar.
Wajahnya manis, senyumnya juga hangat. Cewek mana yang tidak tergila-gila padanya. Aku terhenti sejenak, masih mengagumi sosoknya yang menawan.
Ia menjulurkan tangannya.
Aku tersipu-sipu menerimanya.
Tangannya terasa besar, kuat, dan hangat.
Aku merasa sangat senang, rasanya aku seperti menjadi gadis biasa. Bukan artis.
Oppa membawaku ke restoran mahal. Dia sudah memesan meja terbaik dan tidak akan ada yang mengganggu.
Hyesung menarikkan kursi dan menawariku duduk. Dia sangat gentleman. Aku sangat suka diperlakukan sebagai seorang putri.
Selesai makan, Oppa membawaku ke tempat dimana kita bisa melihat gemerlapan cahaya kota yang indah.
“Wahh, indah sekali!”
Selama ini aku selalu sibuk dengan pekerjaan sehingga bersantai seperti ini benar-benar terasa menyegarkan. Hanya berada disini saja membuat hati menjadi romantis.
Kulihat Hyesung oppa sedari tadi bukannya sedang memandang pemandangan tapi melihat ke arahku. Ia menundukkan badannya.
“Tiffany…” ia mendekatkan wajahnya sambil berbisik lembut.
Nafasku terhenti sesaat. Wajah Hyesung oppa dekat sekali, kelopak matanya sedikit menutup. Aku sedikit gugup.
Mungkin memang kedengarannya aneh tapi aku sama sekali belum pernah berciuman. Padahal usiaku sudah dua puluh satu tahun.
Tapi rasanya gak enak kalau menolaknya. Jadi aku memejamkan mataku dan menerimanya. Kurasakan bibirnya menyentuh bibirku. Ternyata bibir cowok itu lembut juga ya.
Hatiku berdebar, tapi debaran ini lain.
Terasa… menyakitkan.
Perasaan apa ini?
Aku…
Oppa melepaskan ciumannya. Aku membuka mataku, kulihat dia sedang memandangiku dengan hangat.
Tes
“Eh?”
Setetes air hangat mengalir di pipiku. Kulihat wajahnya berubah menjadi kaget.
Aku mengangkat tanganku untuk mengusap air mataku.
Tapi kemudian tetesan berikutnya mengalir lagi.
“Lho? Lho?”
Tetesan itu terus mengalir lagi dan lagi tidak peduli berapa kali aku menyekanya.
Kenapa aku menangis?
“Ti-tiffany?!” oppa terlihat panik seolah baru saja berbuat salah. “Ada apa? apa aku menyakitimu?”
“Bukan!” kataku berusaha meyakinkannya. Aku menundukkan kepalaku, berusaha menyembunyikan air mataku.
“Tapi kok kamu nangis?”
“Aku sendiri juga tidak tahu kenapa tapi air mata ini tidak mau berhenti”
Dengan gelagapan oppa mengeluarkan sebuah sapu tangan dari saku celananya dan memberikannya padaku.
“Pakailah, tenang saja belum kupakai kok”
“Terima kasih” aku menerimanya sambil masih menutupi wajahku.
Sementara itu Seohyun sedang memainkan pianonya. Jari-jarinya yang lentik menari-nari dengan lincah di atas tuts piano. Sosoknya tampak sangat anggun bagai dewi.
Bayangan Tiffany bersama Hyesung terlintas kembali dalam benaknya. Membuat dadanya terasa sakit. Sama seperti waktu itu…
Saat dia sedang melihat Tiffany dan Hyesung kelihatan gembira saat sedang bersama, dan Tiffany memainkan seruling. Dia salah menekan tuts dan nada lagunya menjadi jelek.
“Ukh…” Seohyun menggeretakkan giginya, berusaha mengusir bayangan itu dari kepalanya.
Tapi semakin lama permainan pianonya menjadi semakin buruk.
Kemudian ia menekan pianonya dengan kesal, menimbulkan bunyi Breng yang keras.
Dia tidak juga bisa mengenyahkan bayangan itu meski sedang memainkan piano yang sangat disukainya.
Wajah Tiffany yang terlihat berseri-seri saat hendak kencan dengan Hyesung. Dia bahkan juga berpakaian manis untuk menyenangkan Hyesung.
Dia memegang dadanya, meremas kain bajunya.
“Unnie…”
Seohyun merasa sangat sedih, tapi tidak setetes pun air mata yang kunjung keluar. Dalam hatinya yang menangis.

Third Person’s POV

Tiffany membuka pintu dan langsung disapa oleh rekan-rekan SNSD yang lain.
Mereka menanyai berbagai macam pertanyaan. Karena mereka tahu kalau Tiffany pergi berkencan dengan Kim Hyesung. Tiffany hanya menjawab sekenanya.
Tiffany melirik-lirik ke arah rekan-rekannya, mereka semua ada tapi hanya Seohyun yang tidak ada.
Mungkin ada di kamar, pikirnya, lalu ia masuk kamar.
Dia tidak melihat Seohyun yang sebenarnya sedang mengawasinya sedari tadi.
Seohyun memegang dadanya, berusaha memantapkan hatinya.
Aku harus menyambut Tiffany unnie dengan senyuman. Ya, sebagai teman yang baik, pikirnya.
Setelah menarik nafas panjang yang terakhir, ia mengetuk pintu kamar Tiffany dan membukanya.
“Sudah pulang, Unnie?”
“Hyunnie”
Tiffany sedang duduk di kasurnya. Seohyun berjalan dan duduk di sampingnya.
“Gimana tadi kencannya?” tanya Seohyun memaksakan sepotong senyum.
Wajah Tiffany sedikit merona.
“Kim, ah bukan, Hyesung oppa… tadi menciumku”
Senyum lenyap dari wajahnya. Tapi Tiffany tidak menyadarinya, hatinya masih berbunga-bunga.
Tiffany menunduk malu, “Jangan bilang-bilang ya Hyunnie, sebenarnya ini pertama kalinya aku ciuman. Hari ini aku benar-benar senang, oppa baik sekali”
Mendadak Tiffany dipeluk Seohyun.
“Eh? Hyunnie?”
“………”
“Syukurlah unnie, aku turut senang”
Tiffany tersenyum dan menikmati dirinya dalam pelukan Seohyun, “Makasih Hyunnie”
Seohyun tersenyum walau air matanya mengalir diam-diam.
________________________________________________________________________________________________________

Seohyun berusaha membuang perasaannya pada Tiffany. Tapi dia tetap tidak bisa.
Dan hatinya bertambah sakit ketika mendengar Tiffany akan pergi berkencan dengan Hyesung lagi.
Selama ini ia selalu memperlakukan perasaannya sendiri dengan kejam. Tapi karena sudah tidak sanggup untuk menahan perasaan ini akhirnya Seohyun memutuskan untuk mengatakannya. Dengan menempuh segala risiko.
Tiffany sudah selesai berdandan ringan dan ketika sudah akan pergi.
“Unnie…”
Tiffany berbalik, “Ya?”
“……” Seohyun merasa sangat berat untuk mengatakannya, tapi ia merasa harus mengatakannya.
“Aishiteru, unnie…”
Mata Tiffany melebar, mulutnya sedikit membuka.
“Kamu pasti tahu artinya, aku serius, unnie…” Seohyun tersenyum melankolis.
Tiffany masih mematung, tidak tahu apa yang sedang dialaminya.
Walau bahasa Jepangnya tidak bagus, tapi tentu saja Tiffany sangat tahu artinya.
Wajah Tiffany kelihatan susah. Dia seperti tidak tahu harus berkata apa.
Seohyun merasa hatinya sakit dan menganggap sikapnya sebagai penolakan.
Ia menggigit bibirnya.
“Maaf, lupakan saja…”
Saat itu Tiffany sama sekali tidak menyangka, kalau hubungannya dengan Seohyun akan menjauh.
________________________________________________________________________________________________________

Tiffany’s POV

Sepulang dari manggung, setelah bebersih badan. Aku memasukkan bajuku ke dalam lemari.
“Live hari ini benar-benar melelahkan ya, Hyunnie?”
Aku berbalik, tapi aku tidak menemukan Seohyun di manapun. Kamar terasa hening.
Oh iya, sejak pembagian kamar beberapa hari yang lalu, aku sudah tidak sekamar lagi dengan Seohyun. Dia sekarang sekamar dengan Hyoyeon.
Sekarang aku sendirian…
Bahkan kami hampir tidak pernah mengobrol lagi…
‘Kamu benar-benar sangat menyukai pink ya Fany, kamar ini jadi penuh dengan warna pink’
Nyut
Lagi
Lagi-lagi aku merasakan debaran yang menyakitkan itu.
Begitu sadar ternyata aku sudah melangkahkan kaki ke depan kamarnya.
Aku mengangkat tanganku hampir mengetuknya tapi mendadak terhenti ketika teringat.
Aishiteru, unnie
Tanganku yang sudah mengepal terhenti di udara.
Jantungku berdebar.
Aku… aku tidak bisa menemui Seohyun seperti ini…
Hyunnie suka padaku?
Sampai sekarang aku masih tidak percaya. Tapi semenjak pernyataan cintanya saat itu rasanya hubungan kami seperti menjauh.
Tanpa kusadari aku malah merenung di depan kamar mereka dan tidak lama pintu terbuka.
“Lho? Fany?”
“Ah”
Yang ada di depanku adalah Hyoyeon.
“Kenapa kamu disini? Ah aku tahu, kamu pasti kesepian di kamar sendirian kan? Ayo masuk”
“Eh? Aku…”
“Siapapun pasti kesepian kalau kehilangan teman sekamar, yuk masuk”
Hyoyeon setengah mendorongku masuk. Dan di dalam kamar mataku bertemu pandang dengan matanya.
Hyunnie…
Secercah perasaan rindu memenuhi dadaku. Walau aku sering bertemu dengannya waktu manggung, tapi entah mengapa aku merasa kangen padanya. Aku berusaha menahan dorongan dalam diriku untuk memeluknya.
“Kita main game Son Byungho yuk?”
Karena tidak mau membangkitkan kecurigaan Hyoyeon aku berusaha tampil biasa-biasa saja, walau sekarang aku sedang tidak mood main.
Di tengah permainan.
“Eh sudah dengar belum, Fany?”
“Apanya?”
“Baru-baru ini Maknae jadian dengan Yonghwa, ya kan Maknae?” Hyoyeon tampak bersemangat sekali walau bukan dirinya yang jadian.
Eh?
Aku berpaling pada Seohyun, meski matanya tidak menatap ke arahku.
“…ya” katanya.
Mendadak dadaku terasa sakit.
Perasaan ini, perasaan yang sangat kukenal…
“Aku kaget juga waktu dengernya, habis mendadak sih. Yahh keduluan deh, padahal aku lebih tua dari Maknae. Fany juga sudah punya Kim, apa aku juga cari pacar saja ya”
“……”
“Ada apa Fany? Wajahmu kelihatan agak pucat”
“Ah sepertinya aku sedikit lelah. Aku mau kembali ke kamar dulu ya”
Saat aku beranjak bangun tiba-tiba kepalaku terasa pusing.
Lho?
Kemudian aku terjatuh.
“Fany!” Hyoyeon berteriak memanggilku, lalu segera menghampiriku.
Saat itu aku melihat Hyun yang sedang menatapku dengan khawatir juga.
Hyunnie…
Aku merasa senang ia mengkhawatirkanku.
Ah, sekarang aku mengerti kenapa aku merasa seperti ini, ternyata aku…
Tapi aku sudah tidak sanggup lagi, kesadaranku memudar.
“Fany!”
________________________________________________________________________________________________________

Ketika aku membuka mataku aku melihat langit-langit kamar dan wajah yang sangat kukenal.
“Hyunnie…”
“Syukurlah kamu sudah sadar, Fany unnie”
“Kamu kecapekan, jangan terlalu maksa, unnie,” suaranya masih tetap selembut dulu. Suara yang sudah lama tidak kudengar… yang begitu kurindukan…
Tubuhku gemetar, rasanya aku ingin menangis.
“Unnie?”
“Hyunnie!” aku langsung memeluknya.
“Eh?” dia terlihat bingung.
“Hyunnie! Hyunnie!” aku menangis tersedu-sedu.
“Ada apa Unnie? Ada yang sakit?”
Aku menggeleng-geleng kencang.
“Hyunnie! jangan…! jangan pacaran sama Yonghwa!” kataku merengek-rengek dalam pelukannya.
“Apa?” tanya Seohyun tidak mengerti.
“Aku…! aku baru sadar… kalau ternyata aku juga menyukaimu, Hyunnie” jemariku meremas bajunya.
Ya, karena itulah aku menangis waktu dicium oleh Hyesung oppa.
Bodohnya aku baru sadar.
Aku meremas lengannya. Sambil berlinang air mata aku mendongak menatap ke dalam matanya.
“Apakah sudah terlambat? Kamu sudah tidak mencintai aku lagi, Hyunnie?” suaraku terdengar putus asa.
“U-unnie”
Muncul sesal dalam dadaku.
Padahal dulu aku yang menolaknya, tapi sekarang keadaanku begini menyedihkan. Menangis sambil mengemis cinta padanya.
“Sekarang kamu mencintai Yonghwa kan… karena kamu tidak pernah menegurku lagi, kamu membenciku karena aku selalu menyakitimu…”
Dia memegang kedua pipiku dan langsung mendiamkanku.
“Mmph!”
Bibirnya menciumku. Jantungku memukul keras dalam dadaku. Beberapa detik kemudian ia melepaskannya.
“Aku tidak pernah membencimu, unnie…” desahnya lembut.
Matanya yang lembut memancarkan kesedihan.
“Aku… aku hanya tidak tahu harus kukemanakan perasaanku padamu setelah kamu menolakku, unnie”
“Karena itu aku mencoba berpaling pada Yonghwa karena kebetulan ia menyatakan perasaannya padaku. Tapi meski begitu, aku tidak pernah bisa melupakanmu, unnie. Setiap bersama dengan Yonghwa, hanya kamu yang ada dalam pikiranku.”
“Hyunnie, maaf… maaf aku selalu menyakitimu…”
Seohyun menyeka air mataku.
“Ini bukan salahmu, unnie”
Hyunnie…
Dari luar pembawaannya selalu tenang, sehingga aku tak sadar kalau selama ini entah sudah berapa kali aku menyakitinya. Tapi meski begitu ia tetap mencintaiku.
“Sudah, kamu istirahat saja dulu”
Aku menarik tangannya dan menatapnya dengan memelas, “Jangan pergi, Hyunnie”
“Aku gak pergi kemana-mana”
“Besok kita kan ada training, jadi kamu harus istirahat oke,” Seohyun membantuku kembali berbaring.
“Mmm itu…” aku agak kikuk mengatakannya.
“Apa?” tanyanya lembut.
Aku menyembunyikan setengah wajahku dibalik selimut, “Hyunnie, jadi sekarang… kita pacaran?”
Pipinya sedikit memerah.
“Kalau unnie gak keberatan denganku” katanya malu-malu.
Aku merasa sangat senang.
“Ehem!”
“Eh?” kami berdua berpaling pada sumber suara itu. Hyoyeon sedari tadi sudah berdiri di depan pintu.
“Curang, kalian mesra-mesraan begitu. Ini kan kamarku juga.” Hyoyeon tersenyum penuh arti.
Serentak wajah kami berdua memerah.
“Hyoyeon unnie, Ke-kenapa kamu bisa tahu?”
“Sekali lihat sikap kalian saja aku sudah tahu. Hahh… padahal kalian saling suka tapi malah pacaran sama orang lain, yang ngeliat jadi kesel sendiri tahu”
Hyoyeon… aku sama sekali tak menyangka kalau sifatnya seperti ini…
“Fany!”
“Y-ya?!”
“Aku pinjam kamarmu, malam ini kupinjamkan kamar ini untuk kalian berdua. Silakan kalau kalian mau mesra-mesraan asal jangan di kasurku.”
“U-unnie!”
Hyoyeon meninggalkan kami berdua dalam kamar dengan wajah seperti kepiting rebus.
“Da-dasar Hyoyeon unnie ini”
“Hyunnie…”
“Hmm?”
“Maukah malam ini kamu tidur bersamaku?”
Wajah Seohyun tambah memerah.
“U-unnie”
Wajahku sendiri juga tambah memerah ketika menyadari apa yang baru saja kukatakan.
“Ah! maksudku bukan yang aneh-aneh,” saking malunya aku membalikkan badanku, tidak berani menatapnya.
Duh malunya.
“Fany unnie…”
Aku merasakan Seohyun naik ke kasur, masuk ke dalam selimut dan berbaring disebelahku. Tangannya memeluk pinggangku.
“Sudah lama aku menginginkan ini…”
“Hyunnie…”
“Bisa memeluk unnie sambil tertidur seperti ini”
Kubiarkan diriku dipeluk, aku merasa sangat nyaman.
“Hyunnie, aku akan putus dengan Kim” kataku memberitahu.
“Aku juga”
“Hyunnie…” kataku lagi, “Kamu tidak menyesal?”
“Apa? putus dengan Yonghwa?”
“Bukan” aku terdiam sejenak. “Kalau saja aku menyadari perasaanku lebih cepat, kamu tidak akan perlu menderita.”
“Aku tidak menyesal, bagaimana aku bisa menyesal kalau sekarang aku bisa memeluk unnie seperti ini”
Hyunnie mengecup rambutku.
Aku merasa lega.
Benar, yang sudah berlalu biarlah berlalu. Tidak perlu disesali karena sekarang kita akan membuat kenangan indah bersama.
Aku memejamkan mata dan terbuai dalam mimpi indah.
Keesokan paginya, tubuhku terasa sangat segar. Senyum tidak mau lenyap dari wajahku.
Setiap mataku dan matanya saling bertemu kami seperti saling mengerti.
Hyoyeon yang melihat kesempatan ini langsung mendekati kami.
“Semalam kalian tidak bercinta kan?”
“Unnie!”

*~The End~*

A/N : Aku sangat enjoy menulis fanfic ini 😀
Wkwkwk rasanya seperti menjodoh-jodohkan para personel SNSD XD
untuk membuat cerita menjadi lebih baik kritik dan saran diterima :3
apabila ada yang mau mengusulkan ide buat cerita atau musik buat cerita maka sangat diterima :3
terima kasih pada estibex, yang telah membantu memberi saran untuk memperbaiki cerita

Advertisements

Comments on: "Aishiteru" (28)

  1. waduh author, ini luar biasa, km memang penulis yg sangat berbakat… Hebat…
    Aku benar2 puas bacanya…
    Feel nya terasa banget, romance nya kental banget, bahasa penulisannya sempurna, gak da cacat sama sekali dr keseluruhan ceritanya. Kesan awal yg bener2 perpect nih author…
    Sebagai sesama pengarang cerita, aku kagum sama km author…

    Semangat yah, aku tunggu karya2 selanjutnya… Ciayo…!!!!

    • ahaha berlebihan ah, buktinya msh ada yg salah
      mgkin karena udh lama gak nulis jd idenya fresh :)p
      untuk bikin fic ini aku sampai nyari2 datanya dan nonton video2 SNSD, wkwkwk tp seru jg XD

  2. gak nyangka kalo ada pairing ini XD
    di sini hyunnie yg lebih berani ya? astaga seohyun unniieee. . .wkwkwk
    tp aku ttp mempercayakn seohyun unnie sama yoona unnie ><

    tp secara keseluruhan ceritanya keren. penantian hyunnie ga:k sia2 .
    happy ending yang keren 🙂

  3. cerita bagus lho ^^
    tapi pairing nya jarang-jarang nih ._.

  4. Choi soora said:

    Wah pairingnya seohyun sama tiffany yaa haha. Bagus” chingu. Lanjut yaa. Hwaiting. Eh chingu bkin pairingnya soosica dong.

  5. iih keren ceritany..
    author emang daebak deh..

  6. yahh kali ini eomma sama anak piring nya..
    *korban kim family in royal family*

  7. ehehehehehhh ini epep senpai yang diawal awal udah bagus apalagi di ujung, belajar dimanasih senpai maifate? Apa jangan jangan (hush gak boleh bilang ;jangan jangan), sukidayo lah buat senpai, nanti gue baca offline

  8. kim_taeny said:

    Critanya asyik tp mnrutku couple hyunfany kurang greget masak emak sma anak :v #plak abaikan-_-”
    Tp critanya bner2 bgus thor dsni hyunie Κ.ː̗̀☺ː̖́.κ lbih agresip dri agresifany ya kkk
    Izin obrak-abrik ff lainya ya thor!! Fighting!! 😀

  9. Shin Young said:

    Woahh gila nie ff dah lama;banget,w baru nemu XD
    Aneh juga baca seofany,kyak eomma dan anak XD

  10. Ku krg ska ma pairingnya, tpi critanya bgs+keren+daebak

  11. Yaampun so sweeet. Suka baca nya :)))
    Bikin fanfic macam ini yang banya dong thorr~
    btw, Hyoyeon nya koplak deh =))

  12. Wwaaahhh fany sama hyunnie jadian hyo baik banget minjemin kamar nya 🙂

  13. ff pertamamu thor??! kayaknya lu emang punya bakat deh #tepuktangan guesuka pair ini thor.. cuman masih rada kaku gitu ya? apa karena couplenya? ceritanya simple, tapi udah kerasa kok feelnya. semangat lanjut tulis yg lain thor! bikinin couple2 snsd yg gak biasa dong thor yoonhyo misalnya =)

    • Lebih tepatnya ff Soshi pertamaku ini

      Wkwkwkwk aku bikin pairingnya jg tergantung kesukaan dan mood
      Kalau berasa gak unyu bagiku ya gak bikin

  14. hennyhilda said:

    Sweet bgt author >.<
    Seohyun km manis bgt :*

  15. snsd lover said:

    bagus deh ffnya..tapi aku lgi suka sama TaeNy and YoonHyun pairing..

  16. Ahaha 😀
    Comelnya pairing yang satu ini 😀
    Kapan” buat lagi aja kak, jodohkan semuanya 😀

  17. zainyjess said:

    Ceritanya mengharukan thor.. Jadi terbawa suasana deh hahaha

  18. Vin RfKimHwang said:

    Daebak ,baru nemu wp ini. .ijin baca ya thor..
    Sebelum nya terimakasih 😉😉😉

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: